blank
Pemberitahuan penutupan jalan sementara yang dipasang warga RT 2 RW 11 Kelurahan Candi Kecamatan Candisari Kota Semarang di tanjakan depan jalan masuk, Selasa (16/8/2022). Foto : Dok Absa

SEMARANG (SUARABARU.ID) Jangan kaget jika mulai Selasa sore hingga malam, banyak jalan di Kota Semarang ditutup sementara oleh warga dan dipasangi tenda di tengah jalan, baik itu di kampung-kampung maupun di perumahan-perumahan.

Hal itu dikarenakan banyak warga yang ingin khidmat mengobarkan nasionalimenya dengan serentak mengadakan malam tirakatan atau malam renungan menjelang detik-detik proklamasi pada 17 Agustus besok, dengan mengadakan berbagai macam kegiatan, setelah 2 tahun di larang berkumpul oleh aturan pemerintah, karena pandemi Covid-19.

Salah satunya seperti di Jalan Talang, yang merupakan jalan tembus alternatif dari Jalan Sriwijaya – Jalan Tegalsari Raya menuju ke Jalan Sisingamangaraja dan terletak di perbatasan antara Kelurahan Wonotingal dan Kelurahan Candi, Kecamatan Candisari Kota Semarang, warganya memasang pemberitahuan penutupan jalan sementara mulai pukul 14.00 WIB hingga acara selesai, Selasa (16/8/2022).

Menurut Bambang Riyanto, Ketua RT 2 RW 11 Kelurahan Candi, Kecamatan Candisari Kota Semarang, hal itu dilakukan sebagai bentuk tanggungjawab warga kepada pengguna jalan yang biasa melewati akses jalan tersebut, agar tidak menerobos serta bisa memahami dan memaklumi keputusan warga, sebab akan digunakan untuk persiapan dengan rencana kerja bhakti, mendirikan panggung pentas seni warga.

blank
Tenda yang dipasang warga di tengah jalan untuk berkumpulnya warga setempat, untuk berkegiatan malam tirakatan 17 Agustus an seperti tahun-tahun sebelum adanya Pandemi Covid-19, Selasa (16/8/2022). Foto : Absa

“Pemberitahuan itu bentuk kreatifitas dan tanggungjawab warga kami, agar pengguna jalan itu tidak menerobos serta tahu dan paham kalau akses jalan tembus ini, kami gunakan untuk persiapan malam tirakatan 17 Agustus nanti malam. Kami mohon maaf jika pengguna jalan ini kurang berkenan. Wong ini juga setahun sekali kita gunakan, sebagai bentuk menghormat jasa-jasa pahlawan,” jelas Ketua RT ramah ini.

Begitu pula dengan beberapa akses jalan lain, telah dipasangi tenda di tengah jalan oleh warga setempat, yang digunakan berkumpulnya warga untuk persiapan malam tirakatan atau malam renungan 17 Agustus dengan berbagai macam kegiatan.

Seperti di Jalan Kagok, karena merupakan jalan perbatasan RW 5 dan RW 6 Kelurahan Wonotingal, Kecamatan Candisari, Kota Semarang maka terdapat beberapa lokasi pemasangan tenda di tengah jalan, untuk berkumpulnya warga di malam tirakatan atau malam renungan 17 Agustus.

“Ya kami juga maklum dan paham mas. Karena sebenarnya kan ini kegiatan rutin tahunan sebenarnya. Tapi karena pandemi Covid-19 lalu, sempat terhenti selama 2 tahun. Nanti jalannya kita bisa muter mas,” jelas Yono, warga Kagok.

Absa