blank
Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dr. Ganjar Harimansyah (tengah) saat membuka kegiatan uji coba soal UKBI Adaptif Merdeka, di Semarang. Foto: Ning Suparningsih

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menggelar uji coba soal Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif Merdeka yang berlangsung di Hotel Ibis Simpanglima, Kota Semarang.

Kegiatan sendiri dilaksanakan selama 2 hari, yakni tanggal 10-11 Agustus 2022. Kegiatan uji coba soal UKBI Adaptif Merdeka ini juga dilaksanakan serentak di Indonesia.

Di Jawa Tengah, kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dr. Ganjar Harimansyah, dan dihadiri oleh Kepala Subbagian Umum Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Andy Rahmadi Santoso, S.Kom.

“Uji coba soal UKBI Adaptif Merdeka ini diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari perwakilan pelajar, mahasiswa, guru, dosen, peneliti, penerjemah, penyuluh, wartawan, editor, ASN, karyawan swasta, WNA, dan wiraswasta,” ungkap Ganjar, Rabu (10/8/3022).

Menurut Ganjar, tujuan kegiatan ini
untuk memvalidasi empiris soal-soal UKBI yang telah disusun dan dinaikkan dalam sidang pembakuan UKBI tahun 2022.

blank
Para peserta uji coba soal UKBI Adaptif Merdeka tengah serius mengerjakan soal. Foto: Dok/Balai Bahasa Jateng

“Hasil uji coba selanjutnya akan dianalisis dalam sidang validasi butir soal UKBI. Setelah tervalidasi, soal-soal akan dimasukkan ke dalam bank soal,” terang dia.

Ganjar mengatakan, UKBI sekarang ini ada tambahan “Adaptif Merdeka”, maksudnya soal-soal UKBI sudah dikembangkan sedemikian rupa sehingga mampu mengadaptasi kemampuan dari peserta masing-masing.

“Kami di Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) di setiap Provinsi, salah satunya di Balai Bahasa Provinsi Jateng terus mengembangkan UKBI. Kami mengembangkan sudah 30 tahun,” jelas Ganjar.

Dalam perkembangannya, lanjut Ganjar, UKBI sekarang berbeda dengan 10 tahun lalu yang masih berbasis kertas. “Sekarang sudah berbasis daring (sistem). Dan juga ada tambahan UKBI Adaptif, artinya soal-soal yang dihadapi peserta akan mengikuti kemahiran dari peserta sendiri. UKBI ini bisa diikuti di mana saja dan kapan saja, karena berbasis daring,” ungkapnya.

“Dalam pengembangannya kami sudah memperbaiki baik soal maupun sistemnya. Meskti sistem sudah baik dan teratur, kami tetap uji validasi. Bahkan kami perlu ujikan soal-soal yang baru,” sambung dia.

“Ini merupakan yang terbaru dan sudah kami kembangkan,” tandasnya.

Ganjar berharap dengan regulasi yang terbaru dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, UKBI ini bisa menjadi uji untuk asesmen di sekolah dan Perguruan Tinggi untuk pendidikan khusus.

Ning Suparningsih