Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman DIY Sri Wantini menerima kenang-kenangan dari Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat. Foto : SB/dok Diskominfo

WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) merupakan sebuah keharusan

Hal itu, lanjutnya, sebagai upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan dan akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya, termasuk bidang kearsipan.

“Untuk itu, Pemkab Wonosobo terus melakukan pengembangan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) sebagai upaya percepatan proses pelayanan kearsipan di Wonosobo,” tuturnya.

Afif mengatakan hal itu saat menerima Forum Komunikasi Arsiparis dan Pustakawan se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis, (04/07/2022) di Pendopo Bupati Selatan.

Menurutnya, dalam penerapannya, aplikasi Srikandi juga harus didukung dengan budaya kerja yang sehat, sehingga selain beradaptasi dengan penerapan teknologi yang ada, juga terus melakukan koordinasi kerja lintas sektoral sebagaimana regulasi yang ada.

“Pemkab Wonosobo terus beradaptasi dengan Srikandi, semoga memberikan kemudahan layanan informasi untuk masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, penyelamatan naskah kuno juga terus dilakukan, meliputi aspek pelestarian, pengawetan, dan perbaikan dari berbagai ancaman kultural dan fisik.

“Arpusda sudah melakukan digitalisasi naskah kuno sebanyak 33 naskah, Mengingat tata kelola kearsipan yang baik mampu meluruskan sejarah secara terjaga dan utuh,” jelas dia.

Belajar Srikandi

Kunjungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman DIY Sri Wantini ke Dinas Arpusda Wonosobo. Foto : SB/dok Diskominfo

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman Sri Wantini menyampaikan, kunjungan ke Wonosobo ini diikuti 90 orang, utusan dari 4 Kabupaten, 1 Kota, dan 1 Provinsi.

Tujuannya, kata dia, guna mengenal lebih dekat pengelolaan naskah kuno dan implementasi Srikandi di Wonosobo. Karena pengelolaan Srikandi ternyata sangat baik.

Pihaknya melakukan kunjungan ini, fokus ingin belajar pada dua hal yaitu pengelolaan naskah kuno dan implementasi Srikandi

“Saya berharap Arpusda dapat menjadi instansi yang diperhitungkan dalam setiap pengambilan kebijakan publik,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Arpusda Wonosobo Musofa mengatakan, pihaknya memiliki sekitar 42.989 judul koleksi termasuk naskah bahasa Arab yang berusia 152 tahun.

“Selain itu, kami juga semakin masif bekerjasama dengan beberapa pihak terkait, baik psikolog maupun komunitas lainnya, sebagai upaya peningkatan layanan, regulasi dan fasilitas lainnya agar lebih kreatif dan menarik,” tandasnya.

Muharno Zarka