KOTA MUNGKID(SUARABARU.ID) –Guna pengurangan risiko bencana berbasis inklusi, Pemerintah Desa Sumber, bersama Forum Inklusi Disabilitas Kabupaten Magelang (Fidakama) dan BPBD Kabupaten Magelang melaksanakan kegiatan simulasi kebencanaan, beberapa hari lalu. Dalam hal ini pengungsian warga Desa Sumber, Kecamatan Dukun, menuju desa penyangga yakni Ngawen dan Pucungrejo, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang,

Pada simulasi itu peserta disabilitas menjadi objek penanganan kebencanaan atau menjadi relawan kebencanaan.

Koordinator Fidakama, Kasihan, mengatakan bahwa kegiatan itu merupakan rangkaian dari program yang bernama Pionner. PionnerĀ itu sendiri adalah program peningkatan kapasitas organisasi lokal dalam hal ini ada organisasi lansia, difabel dan organisasi pengurangan risiko bencana di level desa.

Dalam program itu, lanjut Kasihan, pihaknya juga menguatkan tiga prinsip utama. Yaitu kemitraan yang bermartabat, peningkatan kapasitas dan partisipasi yang bermakna. “Kemitraan atau keterlibatan yang bermartabat itu artinya kami melibatkan semua unsur dalam setiap kegiatan bukan hanya sekadar sebagai peserta, tetapi kami upayakan semuanya betul-betul terlibat dari perencanaan sampai ke evaluasi,” jelasnya.

Kepala Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Maryono, mengatakan bahwa simulasi itu adalah rangkaian kegiatan pengurangan risiko bencana berbasis inklusi. Selain itu juga akan diadakan beberapa kegiatan. “Dimulai dengan pendataan awal, lalu ada workshop, terus ada pembangunan fasilitas umum yang bermanfaat, kemudian simulasi bencana atau evakuasi,” jelasnya.

Dia juga mengatakan, sebagai penutup kegiatan akan diadakan sosialisasi penanganan bencana berbasis inklusi dengan media kesenian. “Akan kami adakan pentas ketoprak yang ceritanya tentang penanganan bencana berbasis inklusi secara khusus. Secara umum juga memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa warga disabilitas memang harus kita pandang sama seperti kita dan dalam penanganan bencana,” imbuhnya.

Eko Priyono