Garcia (kanan) dan Goossen/dok

(SUARABARU.ID) – Ryan Garcia, petinju kelas ringan berkebangsaan Amerika Serikat (AS), berkembang di bawah bimbingan pelatih Eddy Reynoso.

Namun, persahabatan dengan Reynoso, yang merupakan pelatih Saul ‘’Canelo’’ Alvarez, berubah menjadi permusuhan saat Garcia memilih ditangani Joe Goossen.

KingRy atau The Flash, julukan Ryan, meninggalkan Reynoso karena tidak bisa penuh melatih dirinya.

Garcia menyalakan kembali kemarahan Canelo ketika dia memperkirakan Gennady Golovkin akan mengalahkan Saul dalam trilogi yang akan digelar 17 September mendatang.

Prediksi itu membuat Alvarez marah dan ganti menyerang KingRy.

‘’Dia masih kecil. Dia perlu belajar banyak hal. Saran saya untuknya adalah melakukan pekerjaan Anda, fokus pada karier Anda, memenangi kejuaraan dunia terlebih dahulu, kemudian berbicara tentang orang lain. Ketika saya berusia 20 tahun, saya adalah juara dunia,’’ ujar Canelo seperti dikutip dari DAZN.

Juara dunia kelas menengah tak terbantahkan itu juga menilai Garcia tidak tahu berterima kasih.

‘’Dia tak lagi bersama tim Canelo. Dia perlu mengingat berapa banyak yang Eddy lakukan untuknya,’’ tegas Alvarez.
Garcia memutuskan untuk bergabung dengan kamp Canelo pada Oktober 2018.

Kini, di bawah arahan Joe Goossen, The Flash sedang merajut asa untuk merebut gelar juara dunia tinju kelas ringan.

Ryan (23) memiliki rekor 22 kali menang (18 KO).

mm