Salah satu kaya Bayu, baju carnival motf Candi Angin yang dikenakan oeh putrinya, Luna. (Dok. Bayu )

JEPARA (SUARABARU.ID)- Rencana digelarnya Festival Kemerdekaan Jepara Bangkit pada Agustus mendatang yang digagas oleh Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta dan Sekda Edy Sujatmiko, disambut antusias para desainer busana karnival. Mereka mendapat semangat baru untuk berkarya setelah sekian lama Jepara vakum dari kegiatan menyuguhkan kemegahan busana carnival yang bisa disaksikan masyarakat umum

Desainer busana carnival sekaligus pemilik Luna Art Jepara, Bayu Supriyanto (Foto:Aksl)

Rencana digelarnya Festival Kemerdekaan Jepara Bangkit pada Agustus mendatang, disambut antusias para desainer busana karnival. Mereka mendapat semangat baru untuk berkarya setelah sekian lama Jepara vakum dari kegiatan menyuguhkan kemegahan busana carnival yang bisa disaksikan masyarakat umum.

“Rencananya, kan, ada Jepara Carnival dalam rangkaian festival itu.  Teman-teman semangat lagi untuk segera bangkit. Kami sudah berkoordinasi dengan bu Indria Mustika, inisiator yang melahirkan Jepara Carnival dalam Festival Kartini 2014 dan juga Ketua MGMP Tata Busana SMK Provinsi Jawa Tengah yang mengajar di SMKN 2 Jepara ” kata desainer busana carnival sekaligus pemilik Luna Art Jepara, Bayu Supriyanto, Sabtu (18/6/2022).

Karya Bayu, Dewi Tri Seti yang dikenakan oleh peragawati, Dinar (Foto : Bayu)

Saat ditemui di bengkel seni miliknya yang berada di Desa Krapyak, Kecamatan Tahunan, Bayu tengah mempersiapkan beberapa busana karnival dari Jember, Malang, Solo, dan Banyuwangi. Itu merupakan pesanan lanjutan setelah event karnival di beberapa daerah di Indonesia kembali digelar. Pasca pandemi Covid-19 pesanan pertama yang dia terima berasal dari Kalimantan.

“Sementara Jepara sendiri, kan, masih tidur. Padahal kegiatan carnival di Jepara sudah vakum sejak sebelun pandemi,” kata Bayu.

Dia mengaku ingat benar Festival Kartini Jepara  yang biasanya digelar bulan April mengiringi peringatan hari Kartini dan Jadi Jepara, selalu menempatkan carnival sebagai salah satu kegiatannya. Event itu  lantas mendapat perhatian nasional hingga Menteri Pemberdayaan Perempuan RI pernah mendatangkan peserta dari seluruh Indonesia mengisi festival ini di Jepara dalam Pameran Karya Perempuan tahun 2016 .

Sebagai salah satu Anggota Asosiasi Karnival Indonesia (Akari), Bayu siap membantu desainer costum carnival Jepara menyajikan karya terbaiknya agar bisa disaksikan warga Jepara.

Karya Bayu Supriyanto yang dikenakan oleh duta Provinsi Gorontalo (Foto :Dok. Bayu)

“Biasanya akan dibuka workshop pembuatan kostum dalam persiapan acara. Saya akan siapkan  prototype kostum yang akan kita tampilkan sehingga peserta lain mendapat inspirasi karya sesuai tema-tema kekayaan dan potensi daerah yang ingin mereka tampilkan,” katanya.

Dia siap berbagi ilmu dan siap membantu kalau desainer lain menemukan kesulitan. “Misalnya kostum tema kekayaan alam dan budaya Karimunjawa akan seperti apa, tema Candiangin seperti apa, dan sebagainya,” tambah Bayu yang karya-karyanya kerap memenangi event carnival di dalam dan luar negeri. Dia menyebut, detail ukiran sebagai ciri khas Jepara Kota Ukir pada desain karya tema apa pun, tak akan ditinggalkan para desainer Jepara.

Bayu sendiri sudah merasakan manfaat atas komitmen itu. “Pesanan dari mana pun, menjadi kesempatan saya mengekapose detail ukiran Jepara dalam kostum bertema daerah mana pun. Justru mereka mempercayakan karya pada saya karena kostum karnival dalam tema apa pun kan sebenarnya butuh ornamen ukir. Mereka paham Jepara Kota Ukir dan menganggap saya mampu menampilkan detail ukiran itu dengan bagus pada kostum bertema daerah asal mereka,” terangnya.

Hadepe – Aksl