blank
Anak-anak lulusan RA Masyithoh Kauman Wonosobo usai pentas seni. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO(SUARABARU.ID)– Raudlatul Atfal (RA) atau Taman Kanak-Kanak (TK) Masyithoh NU Kauman Wonosobo Jawa Tengah, Sabtu (11/6/2022), mewisuda 33 lulusan di Lantai III Resto Ongklok Bugangan Wonosobo.

Pada saat yang sama juga dilakukan pelepasan siswa Kelompok Bermain (KB) Juwariyah Muslimat NU. Acara dikemas dengan pentas seni anak-anak dan akhirussanah pelepasan siswa RA Masyithoh NU Kelompok B dan KB Juwariyah Muslimat NU.

Kepala RA Masyithoh NU Kauman Uli Maftuhah mengatakan acara pelepasan siswa merupakan momentum yang membawa kesedihan bagi para dewan guru. Sebab, harus berpisah dengan anak-anak yang telah dididik selama kurang lebih dua tahun.

“Namun sebaliknya bagi anak-anak. Acara pelepasan siswa merupakan peristiwa yang sangat menggembirakan dan menyenangkan. Karena anak-anak bisa mengekpresikan kemampuannya melalui seni tari dan menyanyi,” ujar dia.

Pihaknya juga berdoa dan berharap, mudah-mudahan anak-anak sudah siap masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi di Sekolah Dasar (SD) maupun di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Ke depan anak-anak bisa lebih berprestasi lagi.

Sholeh dan Sholehah

blank
Guru dan wali murid RA Masyithoh Kauman Wonosobo foto bersama. Foto : SB/Muharno Zarka

Pengurus RA Masyithoh NU Kauman Wonosobo Endang Widiyanti menyampaikan ucapan terima kasih pada segenap guru yang telah mendidik anak-anak menjadi generasi yang sholeh dan sholehah. Berilmu dan berprestasi.

“Kami juga menghaturkan terima kasih kepada orang tua siswa. Karena telah menitipkan dan mempercayakan anak-anaknya untuk dididik di RA Masyithoh NU Kauman Wonosobo,” tuturnya.

Selepas dari RA Masyithoh NU, lanjutnya, anak-anak sudah punya bekal dan kemampuan untuk bersiap masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Karakter siswa juga sudah terbangun dengan baik sehingga punya akhlakul karimah.

Sementara itu, perwakilan orang tua siswa, Haryati, mengungkapkan perubahan sikap dan perilaku siswa tak terlepas dari peran para guru dalam mendidik dan memberikan pendidikan karakter pada anak-anak.

“Guru-guru RA/TK dan KB/PAUD merupakan pribadi yang luar biasa bagi peserta didik. Pasalnya, anak-anak yang semula punya kemampuan terbatas, kini sudah menjadi pribadi yang mandiri dan berani. Buktinya mereka tampil apik di pentas seni,” tandasnya.

Muharno Zarka