Fakultas Psikologi Universitas Semarang (USM) menggelar Workshop Metodologi Penelitian Kuantitatif bagi Dosen, pada Sabtu 21 Mei 2022, secara online.

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Fakultas Psikologi Universitas Semarang (USM) menggelar Workshop Metodologi Penelitian Kuantitatif bagi Dosen, pada Sabtu 21 Mei 2022, secara online.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Universitas Surabaya, Dr Ida Bagus Siaputra SPsi.

Keiatan dihadiri Dekan Fakultas Psikologi USM Dr Rini Sugiarti MPsi Psikolog, dan seluruh dosen di Fakultas Psikologi Universitas Semarang.

Dalam sambutannya, Rini mengatakan, setiap dosen memiliki kewajiban melakukan penelitian sebagai bentuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dia berharap, setelah kegiatan ini hasil penelitian para dosen menjadi lebih bagus. ”Kami berharap, para dosen terus semangat dalam berkarya dengan melakukan penelitian dan mengajarkan kepada para mahasiswa,” ungkap Rini.

Dia mengatakan, tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi dosen agar dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas.

“Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi dosen agar dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kualitas kompetensi yang relevan dengan perubahan lingkungan dan meneguhkan komitmen intelektual demi kemajuan ilmu Psikologi,” tuturnya.

Sementara itu, Dalam pemaparannya, Ida Bagus Siaputra menyampaikan materi mulai dari filosofi dan konsep kuantitatif, pemahaman dan kesalahpahaman tentang metode kuantitatif serta tantangan psikologi kuantitatif hingga memberikan contoh-contoh artikel bereputasi dan artikel yang terdapat kesalahan dalam konsep utama kuantitatif.

Proses diskusi berlangsung secara interaktif, beberapa dosen bertanya dan berdiskusi kepada pemateri mengenai metode penelitian kuantitatif. Dalam sesi tersebut, dia juga menampilkan beberapa artikel untuk diulas lebih lanjut oleh para dosen dengan mengamati beberapa kesalahan pada artikel yang telah dipublish.

Dia berharap, kegiatan ini dapat semakin meningkatkan dan mengembangkan kompetensi dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Muha