Rektor USM, Dr Supari MT membuka Kuliah Umum secara online pada Sabtu (21/5).

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Program Pascasarjana Universitas Semarang (USM) menyelenggarakan Kuliah Umum dengan tema ”The Role of Law And Psychology In Realizing A Green Economy” pada Sabtu (21/5) secara online. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Lustrum Ke-7 USM dan Dies Natalis Ke-35 USM.

”Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada peserta mengenai urgensi Green Economy,” kata Ketua Panitia, Dr Indarto SE MSi.

Para dosen USM mengikuti Kuliah Umum dalam rangka Lustrum Ke-7 USM secara online pada Sabtu (21/5).

Menurutnya, pembangunan ekonomi pada hakekatnya haruslah berwawasan lingkungan, serta mempertimbangkan aspek sustainability sehingga orientasi pembangunan ekonomi lebih berorientasi masa depan untuk diwariskan kepada generasi mendatang.

Kegiatan ini dibuka oleh Rektor USM, yairu Dr Supari ST MT. Meurut Rektor, Green economy adalah petumbuhan ekonomi yang secara teknologi sedikit atau tanpa emisi, penggunaan reousrse high efficiency, serta di masyarakat tercipta keadilan sosial.

”Saya berharap kuliah umum ini dapat mendiskusikan dan memfahami definisi green economy bersama-sama, diungkap masalahnya khususnya di Jateng, serta bagaimana alternatif solusinya dan dikawal implementasinya,” tandas Supari.

Narasumber kegiatan ini adalah Guru Besar Ilmu Lingkungan Hidup Undip, Prof Sudharto P Hadi MES PhD, Guru Besar Fakultas Ekonomi USM Prof Dr Ir Kesi Widjajanti SE MM, serta Guru Besar Fakultas Psikologi USM Prof Dr Dra Hardani Widhiastuti SPsi MM Psikolog.

Materi yang disampaikan pada kuliah umum ini terkait dimensi hukum ekonomi hijau, peran psikologi dalam tatanan green economy, dan pro green economy recovery.

”Masalah degradasi lingkungan, deplesi sumber daya alam, dan perubahan iklim yang terjadi saat ini menjadi pemicu adanya bencana lingkungan, seperti banjir, tanah longsor dan kekeringan, sehingga muncul gagasan untuk membangun lebih baik (bulid back better), menerapkan green economy, dan pembangunan rendah karbon. Hal ini bertujuan untuk pemulihan berkelanjutan dan pemberdayaan ekosistem,” kata Sudharto.

Narasumber kedua Kesi mengatakan, green economy adalah salah satu cara untuk mengatasi kemiskinan dan degradasi lingkungan, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan berkelanjutan. Salah satu cara untuk mengimplementasikan green economy adalah dengan eco-preneurship

”Peringkat kualitas lingkungan hidup di Indonesia menurut data dari Environment Performance Index (EPI) masih rendah dibandingkan negara-negara berkembang lainnya, seperti Malaysia, Vietnam, dan Thailand. Hal ini dipicu oleh kurangnya motivasi diri dalam berperilaku ramah lingkungan.,” ungkap Hardani.

VV/Muha