Ia mengapresiasi para seniman dan budayawan Magelang Raya yang antusias terlibat dalam kegiatan peringatan 100 tahun lahirnya Chairil Anwar tersebut cukup tinggi.

“Sebenarnya kami hanya memberitahukan tentang kegiatan peringatan 100 tahun lahirnya Chairil Anwar tersebut hanya secara gethok tular dan lewat grup media sosial, Namun, pesertanya cukup lumayan,” ujar pria yang akrab disapa Danu Sang Bintang ini.

Menurutnya, dengan hadirnya puluhan seniman dan budayawan tersebut menunjukkan bahwa kehidupan sastra khususnya baca puisi, prosa dan lainnya di Kota Magelang masih cukup  tinggi.

Dengan hadirnya para seniman dan budayawan tersebut, menunjukkan kegiatan sastra cukup berimbang dengan cabang seni lainnya.

“Selama ini banyak yang beranggapan seni sastra di Kota Magelang seperti terpinggirkan. Sastra,  dianggap cabang seni yang tidak bisa dipertunjukkan. Namun, dengan banyak yang hadir pada peringatan 100 tahun lahirnya Chairil Anwar, menunjukkan kehidupan bersastra, khususnya puisi cukup tinggi,” imbuhnya.

blank
Chairil Anwar. Foto” Ist

Sementara itu, salah satu pengisi acara tersebut, Choriroh Kurniawati mengaku senang bisa tampil dan membacakan salah satu puisi karya sastrawan legendaris Indonesia itu.

Ia mengaku, kesempatan membacakan puisi karya Chairil Anwar tersebut sekaligus  tombo kangen (pengobat rindu) saat masih duduk di bangku sekolah dengan berpuisi.

“Saya sengaja  ikut membacakan puisi-puisi karya Chairil Anwar, sebagai tombo kangen. Karena,  saat sekolah dulu dengan senang  membaca puisi Chairil Anwar. Dan setelah bekerja dan berumah tangga, kegiatan baca puisi tersebut agak terlupakan,’’ kata Wati.

Ia berharap, kegiatan sastra di Kota Magelang lebih banyak dilakukan, sebagai salah satu wadah untuk menampung inspirasi dan kegiatan para seniman dan budayawan.

Yon