blank
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat saat mencanangkan Kampung Pancasila. Foto : SB/dok

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Dilatarbelakangi maraknya faham radikalisme akhir-akhir ini, sehingga memunculkan instruksi dari Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) yang memerintahkan kepada jajaran di bawahnya bekerjasama dengan pemerintah daerah masing-masing untuk melaksanakan pencanangan Kampung Pancasila.

Di Wonosobo sendiri ada lima desa yang dikukuhkan sebagai Kampung Pancasila, yakni Desa Kapencar Kertek, Desa Buntu Kejajar, Desa Giyanti Selomerto, Kampung Seruni Jaraksari Wonosobo, Desa Tanjunganom Kepil dan Desa Jonggolsari Leksono.

Dandim 0707/ Wonosobo Letkol Inf Rahmat SE MSi mengatakan pencanangan Kampung Pancasila dilatarbelakangi karena akhir-akhir ini semarak dengan adanya kegiatan radikalisme. Maka harus ada upaya untuk menangkal faham-faham radikalisme.

“Atas saran dan arahan KASAD yang menginginkan terbentuknya Kampung Pancasila secara masif di tiap kecamatan, minimal satu kecamatan ada satu kampung Pancasila. Karena itu, bagi Kecamatan yang belum terbentuk, agar segera melaksanakanya,” tegas,” dia.

Pihaknya berharap hal tersebut bisa menjadi role model bagi desa yang lainnya, sesuai saran dan arahan Bapak KASAD. Beliau menginginkan terbentuknya KampungPancasila secara masif di tiap-tiap Kecamatan. Minimal di satu kecamatan, ada satu Kampung Pancasila..

Pembentukan Kampung Pancasila, menurut Dandim 0707, bertujuan untuk mengajak masyarakat, khususnya kaum muda dalam mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai kecintaan terhadap bangsa dan negara.

“Di mana kaum milenial ini adalah sebagai generasi penerus bangsa yang akan menentukan arah kemajuan negara ini di masa mendatang agar tidak mudah diombang- ambingkan oleh pengaruh faham radikalisme,” ucapnya.

Dengan dibentuknya Kampung Pancasila ini, lanjut dia, diharapkan menjadi wadah dan sarana pengamalan nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara yang mengandung sendi-sendi budaya bangsa.

“Semua sadar di era sekarang ini sudah pemahan terhadap Pancasila sudah semakin luntur. Generasi muda saat ini banyak yang tidak hafal Pancasila. Itu contoh yang tidak perlu ditiru,” paparnya.

Pedoman Hidup

blank
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat membacakan deklarasi Kampung Pancasila. Foto : SB/dok

Dia berharap, Kampung Pancasila mudah-mudahan dapat menjadi wadah dan sarana pengamalan nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara yang mengandung sendi-sendi budaya bangsa. Generasi penerus jangan sampai terkontaminasi paham radikalisme.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menambahkan, Pancasila harus tertanam dalam hati, dibaca, dipahami, dihayati dan diamalkan. Karena di sana terkandung nilai dasar bagi kehidupan manusia, yang bisa diterapkan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Pancasila harus tertanam dan terpatri dalam hati, dibaca, dipahami, dihayati dan diamalkan, karena disana terkandung nilai dasar bagi kehidupan manusia, yang bisa diterapkan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ungkap Bupati.

Bupati menekankan, bahwa Pancasila adalah ideologi bangsa, yang wajib dijiwai, dipertahankandan dilaksanakan dalam setiap aspek kehidupan tanpa kecuali. Pancasila harus jadi pedoman masyarakat dalam berbangsa dan bernegara.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga harmoni kehidupan, serta mengedepankan semangat kebersamaan, toleransi, persatuan, dan kesatuan yang akan membentengi kita dari potensi perpecahan”.

Bupati mengungkapkan diilhami dari nilai luhur Pancasila, masyarakat Wonosobo sudah mengimplementasikanya dalam kehidupan sehari hari. Salah satunya ditunjukan dari lima desa yang dikukuhkan sebagai kampung Pancasila.

Dengan keberagaman dan kebhinekaan yang ada di dalam kehidupan masyarakatnya namun mampu menjaga persatuan dan kesatuan, kebersamaan dan kedamaian dalam nuansa nilai luhur Pancasila.

“Digali dan diilhami dari nilai-nilai dasar Pancasila, sebenarnya masyarakat Wonosobo sudah mengimplementasikanya dalam kehidupan sehari hari, yang salahs atunya ditunjukan dari masyarakat yang ada di lima desa yang dicanangkan sebagai Kampung Pancasila,” tegasnya.

Dia berpesan, sekolah Pancasila wajib dimanfaatkan secara optimal, untuk membentuk jiwa-jiwa dan kepribadian Pancasilais dalam diri anak-cucu, sebagai pemegang tonggak kepemimpinan dimasa depan.

Muharno Zarka