blank

SUARABARU.ID – Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menggelar Sosialisasi Giat UKBI Adaptif Merdeka bagi Pemangku Kepentingan Bidang Pendidikan Kabupaten Purbalingga di aula SMP Negeri 3 Purbalingga, pada Rabu, 16 Maret 2022.

Kegiatan tersebut diikuti oleh empat puluh kepala SMP, baik negeri maupun swasta, dan pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Kabupaten Purbalingga.

Sosialisasi Giat UKBI Adaptif Merdeka ini bertujuan menyosialisasikan UKBI bagi pelajar di Kabupaten Purbalingga, khususnya pelajar SMP. Diharapkan ke depan semua pelajar di Kabupaten Purbalingga dapat mengikuti UKBI.

Adapun narasumber yang hadir adalah Dr. Ganjar Harimansyah, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah; Tri Gunawan Setyadi, S.H., M.H., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga; serta Eko Budi Santosa, S.Pd., M.Pd., Kepala Bidang Pembinaan SMP, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga.

blankKepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Tri Gunawan Setyadi, mengatakan bahwa Sosialisasi Giat UKBI Adaptif Merdeka ini merupakan kesempatan emas bagi kepala sekolah untuk mendapatkan pengetahuan terkait dengan UKBI.

“Harapan kami, melalui UKBI ini, bahasa Indonesia yang baik dan benar akan tetap terjaga kualitasnya. Pada saatnya empat puluh peserta ini dapat menyosialisasikan UKBI ke sekolah-sekolah lain yang ada di Purbalingga,” ujar Tri Gunawan dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan di aula SMP Negeri 3 Purbalingga, pada 16 Maret 2022.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dr. Ganjar Harimansyah, mengatakan bahwa penyelenggaraan UKBI merupakan salah satu upaya pemartabatan bahasa Indonesia.

Ganjar berharap bukan hanya guru bahasa Indonesia yang mengikuti UKBI, melainkan juga pemangku kepentingan, terutama kepala sekolah atau pejabat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga.

”Kegiatan Balai Bahasa dilaksanakan bersinergi dengan para pemangku kepentingan di Jawa Tengah. Tahun ini diharapkan jangan hanya guru bahasa Indonesia yang ikut UKBI, tetapi juga pemangku kepentingan,” kata Ganjar.

Semua peserta kegiatan tersebut mengikuti UKBI Adaptif Merdeka. Setelah mengikuti UKBI Adaptif Merdeka, diharapkan para peserta dapat menyosialisasikan pentingnya UKBI dan menjadikan UKBI sebagai sarana untuk menggali potensi berbahasa guru dan peserta didik.

“Harapan kami, melalui UKBI ini, bahasa Indonesia yang baik dan benar akan tetap terjaga kualitasnya. Kami juga berharap para kepala SMP yang mengikuti sosialisasi dandilanjutkan uji UKBI ini dapat membagikan pengalamannya kepada seluruh elemen yang ada di sekolah, baik pendidik, tenaga kependidikan, maupun peserta didik.” ujarnya.

Setelah selesai mendapat sosialisasi UKBI, peserta mengikuti uji UKBI Adaptif Merdeka. Peserta diharapkan dapat menyosialisasikan pentingnya UKBI dan menjadikan UKBI sebagai tolok ukur dalam kemahiran berbahasa Indonesia, terutama tenaga pendidik dan peserta didik.

Tim SB