blank
PENGUNGSIAN - Ratusan warga korban tanah bergerak ditampung di tempat pengungsian. (foto: nino moebi)

SLAWI (SUARABARU.ID) – Jumlah rumah rusak akibat tanah bergerak di Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah yang sebelumnya teridentifikasi 97 rumah, kini bertambah menjadi 238 rumah.

“Selain rumah, jalan dan sarana umum lain yang rusak, jumlah para pengungsipun membludak,” kata Kepala Desa Dermasuci, Mulyanto di lokasi bencana, Senin (14/2/2022).

Mulyanto menyampaikan, data yang masuk semula ada 97 rumah yang rusak, hari ini berkembang menjadi 238 rumah yang rusak. Sedangkan jumlah penduduk Desa Dermasuci, Mulyanto menyebutkan sebanyak 1.340 Kepala Keluarga (KK) dengan 4.600 jiwa

“Jumlah pengungsi keseluruhan ada 832. Sebanyak 296 jiwa, ditempatkan di SDN Dermasuci 02 dan selebihnya mengungsi di rumah-rumah famili masing-masing warga,” kata Kades Mulyanto.

blank
RUSAK PARAH – Salah satu rumah warga yang rusak parah akibat tanah bergerak. (foto: nino moebi)

Sedangkan yang terkena dampak bencana tanah bergerak, ada 832 jiwa yakni 413 laki-laki, 419 perempuan, lansia 22 dan 28 merupakan balita.

Mulyanto menyampaikan, untuk relokasi rumah Pemerintah Daerah sudah menyiapkan lahan namun, itupun hanya mampu membangun 50 rumah yang lokasinya di bawah sekira 3 Km dari rumah yang terdampak.

Kalau tidak menyisakan masalah dikemudian hari, Kades Mulyanto minta warga direlokasi semuanya 238. Makan dan minum untuk para pengungsi Mulyanto mengatakan sudah tercover semua. Namun ke depan Mulyanto berharap suplai makanan yang lebih bergizi.

Mulyanto berharap pemerintah agar cepet dalam menangani masalah bencana ini termasuk infrastrukturnya dalam tanggap darurat ini harus bisa secepatnya ditangani.

Nino Moebi