blank
Bupati Kudus HM Hartopo dan Ketua DPRD Masan mendampingi Menteri Desa PDT Abdul Halim Iskandar. Foto:Suarabaru.id

KUDUS (SUARABARU.ID) – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ‘Rukun Lestari’ Milik kelompok desa se-Kecamatan Gebog diresmikan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT), Abdul Halim Iskandar bersama Bupati Kudus H.M. Hartopo, Minggu (13/2) siang.

Bupati Hartopo menyambut hangat kedatangan Menteri beserta rombongan. Pihaknya mengatakan bahwa kedatangannya merupakan sebuah kehormatan bagi masyarakat Kudus.

“Selamat datang, sugeng rawuh kepada bapak Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia di Kabupaten Kudus. Kunjungan ini merupakan suatu kehormatan bagi kami. Kami berharap kunjungan ini akan meningkatkan semangat kami dalam rangka terus berupaya untuk memajukan Kabupaten Kudus,” ucapnya.

Selanjutnya, Hartopo pun menyampaikan sepintas tentang kondisi geografis Kabupaten Kudus kepada Menteri Desa, PDTT dan rombongan.

“Kabupaten Kudus adalah salah satu Kabupaten di Jawa Tengah dengan luas wilayah terkecil, terdiri dari 9 kecamatan, 123 desa, dan 9 kelurahan,” ungkapnya.

Meskipun memiliki luas terkecil di Jawa Tengah, Hartopo mengatakan bahwa letak Kabupaten Kudus yang berada di jalur utama urat nadi perekonomian Pulau Jawa menempatkan Kudus menjadi salah satu kabupaten dengan aktivitas perekonomian yang perkembangannya luar biasa. Desa telah menjadi salah satu motor penggerak berjalannya perekonomian di Kabupaten Kudus melalui keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) miliknya.

“Dengan potensi strategis yang dimiliki oleh BUMDes dalam mengelola dan mengembangkan potensi desa, saya harapkan BUMDes di Kabupaten Kudus dapat membantu desa untuk revitalisasi ekonomi pasca Covid-19,” harapnya.

Hartopo menargetkan bahwa Kabupaten Kudus akan menjadi wilayah menuju desa mandiri dengan keberadaan BUMDesnya.

“Target, Kudus bisa menuju desa mandiri. Akan selalu kita support desa yang telah memiliki BUMDes mandiri untuk meningkatkan PADesnya dengan mengoptimalkan potensi desa. Dengan begitu, akan tercipta kesejahteraan untuk masyarakat,” terangnya.

Hartopo mengatakan bahwa BUMDes Rukun Lestari Kecamatan Gebog ini bisa Menjadi Pilot Project (proyek percontohan) untuk wilayah lainnya di Kabupaten Kudus.

“Karena desa adalah cerminan kinerja saya. Baiknya kinerja di desa adalah baiknya saya, Begitu sebaliknya. Oleh karena itu, saya sangat mendukung keberadaan Bumdes (Rukun Lestari) ini bisa menjadi pilot project untuk wilayah lain di Kabupaten Kudus,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Desa, PDTT Abdul Halim Iskandar mengatakan bahwa pihaknya selama ini telah merancang program BUMDes sebagai pilot project di tujuh lokasi.

“Pilot project BUMDes ini telah kami tindak lanjuti sebagai percontohan di tujuh tempat, diantaranya Jawa Barat dua lokasi, Jawa Tengah dua lokasi salah satunya di Kudus, dan Jawa Timur ada tiga lokasi,” jelasnya.

Baca juga: Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar Hadiri Peringatan HPN di Kudus

Abdul Halim juga berpesan bahwa pilot project dari BUMDes ini harus memiliki konsep berkelanjutan agar dapat dimanfaatkan dengan optimal.

“Harus ada konsep berkelanjutan dari pilot project ini. Meski sangat sederhana, asal konsepnya dikelola dengan baik pasti akan menghasilkan hasil yang maksimal. Oleh karena itu, jalinlah kerjasama dengan mitra kerja, maksimalkan fungsi dari CSR yang ada,” tandanya.

Tm-Ab