BERHIMPITAN - Pemilik kapal Yusuf Al Baihaqi memperlihatkan ratusan kapal yang saling berhimpitan. (foto: nino moebi)

TEGAL (SUARABARU.ID) – Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), menginstruksikan kapal-kapal putar balik ke darat untuk mengurus Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI). Kapal-kapal yang sedang berlabuh di laut dioperasi, akibatnya terjadi penumpukan ratusan di Pelabuhan Kota Tegal.

Penumpukan di pelabuhan Kota Tegal, mengakibatkan beberapa kapal mengalami kerusakan bahkan ada yang tenggelam. “Kapal saya berangkat berlayar dua bulan baru pulang mendarat. Kini baru seminggu dilaut dioperasi disuruh pulang ke daratan untuk mengurus ijin SIKPI. Akibatnya kita mengalami kerugian sedikitnya Rp 700 juta,” kata Pemilik Kapal Yusuf Baihaqi warga Muarareja, Tegal Barat, Kota Tegal, Sabtu (22/1/2022).

KARAM – Karyono berusaha mengangkat kapal Arad miliknya yang karam akibat terhimpit kapal besar. (foto: nino moebi)

“Yusuf berharap pengurusan perizinan bisa dipercepat agar para nelayan tidak mengalami kerugian yang semakin besar,” ujar Yusuf.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal, Eko Susanto menyampaikan, dalam waktu 10 hari, pemilik kapal-kapal yang sedang melaut harus kembali daratan untuk mengurus perizinan. Atas instruksi tersebut maka para pemilik kapal, nahkoda berduyun-duyun pulang ke daratan Tegal sehingga kapal menumpuk di Pelabuhan Jongor maupun Pelabuhan Pelindo. “Sekira 600 kapal menumpuk di Pelabuhan Jongor dan Pelabuhan Pelindo menunggu proses perizinan sesuai atau yang diinstruksikan oleh KKP,” ujarnya.

Eko menjelaskan, dalam kondisi kapal saling berhimpitan, dihantam ombak hingga badan kapal saling berbenturan akibatnya beberapa kapal mengalami kerusakan bahkan kapal Arad milik Karyono (50) warga Jalan Layang, Tegalsari, Tegal Barat, Kota Tegal bocor dan tenggelam.

“Kapal Arad milik Karyono terhimpit di antara kapal-kapal besar lainnya hingga saat berbenturan mengalami pecah dan kebocoran pada lambung kapal hingga tenggelam,” ungkap Eko.

Akibat kerusakan kapalnya Karyono mengalami kerugian jutaan rupiah. “Kapal berusaha kita angkat dulu, nanti kalau ada uang kita perbaiki pelan-pelan,” kata Karyono.

Diberitakan sebelumnya, ratusan nelayan melakukan aksi protes karena mereka tidak bisa melaut dua hari sempat memblokir Jalan Lingkar Utara beberapa menit.

Nino Moebi