Ganjar Pranowo dan Genius Umar bertukar pikiran untuk mewujudkan birokrasi yang melayani. Foto: dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Prestasi dan capaian Jawa Tengah, khususnya dalam reformasi birokrasi, menarik perhatian Wali Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, Genius Umar.

Membawa sejumlah pejabat pentingnya, Genius Umar datang menemui Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, untuk belajar terkait reformasi birokrasi dan pelayanan investasi.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Gedung A Lantai 2 Kantor Gubernur Jateng, Senin (10/1/2022) itu, berlangsung santai. Ganjar dan Umar saling bertukar pengalaman tentang mengelola pemerintahan yang baik dalam melayani masyarakat.

BACA JUGA: Tahun 2021 Bank Jateng Bukukan Laba Rp 1,77 Triliun

”Saya tertarik datang menemui Pak Ganjar, karena saya ikuti medsos beliau. Beliau itu langsung aktif dalam mewujudkan budaya birokrasi di Jateng, menjadi melayani. Memanfaatkan teknologi informasi yang sederhana untuk melayani masyarakat. Kami ingin belajar langsung dari beliau,” kata Umar.

Dia menilai, pelayanan perizinan dan pelayanan masyarakat di Jateng sangat luar biasa. Complain handling bisa dilakukan dengan cepat, dan perubahan sangat terasa.

”Ternyata semuanya tergantung pada leadership Pak Ganjar yang luar biasa, bisa melakukan perubahan. Selain itu juga, dukungan birokrasi yang kuat. Kalau leadership dan birokrasi berjalan seiringan, maka jadilah budaya kerja di Jateng yang sangat luar biasa. Kami ingin mengikuti itu, menerapkannya di Pariaman,” terangnya.

BACA JUGA: Pertamina Catat Perubahan Pola Konsumsi di Jateng dan DIY pada Momen Nataru

Banyak pelajaran penting yang didapat Umar dalam pertemuan itu. Bagaimana Ganjar menggunakan teknologi informasi untuk berbagai hal. Termasuk mengangkat ekonomi melalui Lapak Ganjar.

”Sistem complain handling juga cepat, hanya menggunakan medsos sudah bisa jalan. Birokrasi sangat responsif, dan dipantau langsung gubernur. Sistem pelaporan masyarakat bisa langsung dan cepat direspon. Hal-hal inilah yang bisa kita terapkan di Pariaman, termasuk bagaimana pelayanan perizinan investasi yang sangat menarik di Jateng ini,” ucapnya.

Umar berharap, Pariaman bisa mengikuti langkah Jateng dalam mewujudkan reformasi birokrasi yang melayani. Dengan begitu, pembangunan bisa dilakukan dengan lebih cepat, karena persoalan yang muncul bisa ditangani dengan cepat pula.

BACA JUGA: Survey SMRC; Mayoritas Pemilih PKS dan Demokrat Tak Setuju RUU TPKS

Kami yakin dengan perubahan itu akan terjadi percepatan pembangunan. Karena mengubah budaya birokrasi yang lebih melayani itu sangat penting. Kota Pariaman pasti akan mengikuti apa yang dilakukan Jateng,” pungkasnya.

Sementara itu, Ganjar menyampaikan, butuh usaha keras untuk mewujudkan birokrasi yang melayani di Jateng. Namun jika dilakukan dengan maksimal, perubahan pasti bisa terjadi.

”Kalau birokrasi berjalan dengan baik, semua tersistematisasi dan complain handling masyarakat bisa direspon cepat, maka itu awal yang baik. Memang butuh waktu, tapi kalau dilakukan serius, pasti ada perubahan,” ungkap dia.

BACA JUGA: Kapolres: Pers Ikut Andil Atasi Pandemi dan Pengamanan Tahun Baru

Ganjar mengaku senang, dengan kunjungan Wali Kota Pariaman ini, untuk saling sharing soal reformasi birokrasi dan peningkatan investasi ke Jateng. Menurutnya, pola kerja sama antardaerah dan saling belajar ini, bisa menjadi modal untuk perbaikan di daerah masing-masing.

”Pola kerja sama ini harus kita teruskan, di mana setiap daerah saling belajar satu sama lain. Kalau sama-sama bagus, kita bisa sharing. Kalau ada yang kurang, kita bisa belajar dari daerah lain. Kerja sama seperti ini harus kita tingkatkan untuk menjadikan semua daerah maju bersama,” tukas Ganjar.

Riyan