TEGAL (SUARABARU.ID) – Salah satu Pertashop di Desa Bandasari, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal mampu menyalurkan BBM rata-rata hingga 1.200 liter per hari.

Hal tersebut diutarakan oleh Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), Brasto Galih Nugroho, di sela kegiatan di Pertashop Jalan Raya Bandasari, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Selasa (26/10/2021).

PERTASHOP – Petugas Pertashop Bandasari sedang melayani konsumen. (foto: nino moebi)

“Pertashop merupakan lembaga penyalur produk-produk Pertamina dengan skala kecil yang resmi dioperasikan oleh Pertamina, utamanya untuk daerah yang belum terjangkau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU),” ungkapnya.

Pertashop khusus menyediakan produk BBM berkualitas dari Pertamina seperti Pertamax untuk BBM jenis gasoline dan Dexlite untuk BBM jenis gasoil. Menurut Brasto, tingginya rata-rata penyaluran Pertamax di Pertashop Bandasari menunjukkan adanya kebutuhan BBM berkualitas oleh masyarakat.

“Seiring perkembangan zaman, masyarakat dan konsumen setia Pertamina semakin sadar akan pentingnya menggunakan BBM berkualitas untuk kendaraannya, untuk itu Pertashop hadir sebagai solusi pemenuhan kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Brasto menerangkan saat ini sudah terdapat 642 Pertashop yang beroperasi di wilayah provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. 82 di antaranya berada di sekitar Tegal Raya.

“16 di kabupaten Tegal, 24 di kabupaten Pemalang, 3 di kota Pekalongan, 14 di kabupaten Pekalongan, dan 25 di kabupaten Brebes,” ujar Brasto.

Dia menambahkan Pertamina terus menggali potensi kecamatan atau kelurahan dan desa lainnya, baik di Tegal maupun lebih luas di daerah lainnya untuk mendirikan Pertashop. Salah satunya adalah menjalankan skema kemitraan dengan pegusaha lokal untuk berinvestasi Pertashop.

“Kami telah membuka peluang investasi bagi para pengusaha untuk mengelola SPBU mini atau Pertashop, yang tentu nilai investasinya lebih rendah dari SPBU reguler dan bisnisnya sangat menjanjikan,” kata Brasto.

Lebih jauh, syarat utamanya adalah badan usaha seperti CV, PT, Koperasi, Usaha Dagang (UD). Untuk persyaratan dan penjelasan lebih lengkap dapat dilihat pada tautan ptm.id/Mitra Pertashop.

“Selain masyarakat umum bisa merasakan manfaat kemudahan akses energi yang berkualitas, tapi juga menjadi peluang usaha tersendiri yang memberikan keuntungan, baik yang berbasis kelompok masyarakat maupun pengusaha swasta,” tutupnya.

Bagi masyarakat maupun konsumen yang ingin mengetahui produk dan layanan dari Pertamina, serta informasi seputar pendirian Pertashop, dapat memanfaatkan Pertamina Call Center di nomor 135 atau melalui aplikasi My Pertamina pada smartphone.

Terpisah pengelola Pertashop, Adi Nugroho mengatakan buka Pertashop sejak bulan Maret 2021 dengan modal beli peralatan (modular) dari Pertamina sekira Rp 250 juta ditambah sarana pra sarana antara Rp 50 juta-Rp 100 juta.
“Modal ya sekira Rp 350 juta lah. Belum aset tanah yg ditempati karena tempat tidak beli kebetulan lahan punya sendiri,” kata Adi Nugroho.

Adi Nugroho mengaku buka pertshop pada bulan Maret 2021 buka hingga saat ini belum balik modal. Sementara omset harian Adi mengatakan antara 900-1.200 liter per hari.
“Tapi, diperkirakan akan cepat kembali modal karena tempatnya tidak beli,” ungkap Adi optimis.

Nino Moebi