blank
Peta Evakuasi Bencana Tsunami Kebume telah dibuat Pemkab Kebumen bersama GTZ pada 2010.(Foto:SB/Dok)

KEBUMEN SUARABARU.ID) – Mengantisipasi megathrust atau gempa akibat tumbukan lempeng bumi di pantai selatan Jawa yang berkekutan magnitudo 9,0 dan bisa memicu tsunami besar, BPBD Kebumen telah memasang 20 early warning system (EWS) di sepanjang desa pesisir selatan.

Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Kebumen Elis Joko Widodo mengungkapkan hal itu pada Konferensi Pers di Panggung Sasana Pambiwara Dinas Kominfo Kebumen, Jumat (21/5).

Menurut Elis Joko Widodo mengutip analisa pakar geologi dan bencana, siklus megathrust itu sekitar 400 tahun. Para ahli geologi dan bencana pun belum bisa memastikan kapan terjadi. Namun telah memprediksi dan memperingatkan agar masyarakat di selatan Jawa siap siaga.

Dia ungkapkan, wilayah pantai selatan Kebumen sepanjang 57 kilometer. Saat ini BPBD Kebumen telahmemasang 20 EWS tsunami. Idealnya tiap tiga kilometer ada satu unit EWS. BPBD juga melakukan perawatan alat tersebut secara rutin. Bahkan setiap bulan sirine tanda bahaya itu berbunyi untuk mengecek berfungsi atau ada kerusakan.

blank
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kebumen Elis Joko Widodo menyampaikan keterangan pers di Dinas Kominfo Kebumen.(Foto:SB/Komper Wardopo)

Menyinggungkesiapanmasyarakat pesisir Kebumen, Elis menjelaskan bahwa selama ini BPBD telah memberikan sosialisasi dan penyuluahan. Bahkan BPBD juga telah membentuk desa tangguh bencana (Destana) di seluruh desa di pantai selatan.

Jumlah Destana di Kebumen 270 desa. BPBD mendorong masyarakat bisa menyelamatkan diri sendiri, anggota keluarga dan lingkunganya melalui jalur evakuasi ke lokasi yang aman. Sebab jika terjadi gempa bumi dengan magnitudo 9,0, para pakar memperkirakan terjadi tsunami  dengan ketinggian 5-20 meter.

“Bupati Kebumen telah menargetkan pada 2021 ini dari 460 desa dan kelurahann sudah semua berstatus desa tangguh bencana. Mengingat wilayah Kebumen memiliki ancaman bencana yang lengkap. Mulai banjir, longsor, tsunami hingga dampak gunung meletus di daerah lain sehinags emua harus diantisipasi melalui kesiapsiagaan,”tandas Elis.

Mengenai target  tahun 2021 semua desa telah menjadi Destana,  Elis berargumentasi BPBD  Kebumen pada 2020 telah melakukan penilaian ketangguhan desa se Kabupaten Kebumen. Penilaian memakai standar nasional dan baru di Kebumen yang telah melakukan. Berlangsung selama 26 hari di 26 kecamatan dan mengundang 460 desa/kelurahan se Kebumen.

Adapun untuk mengantisipasi  bencana longsor BPBD Kebumen telah memasang  5 EW longsor. Yaitu di Desa Kalijering Kecamatan Padureso, Desa Penusupan Sruweng,  Desa Kajoran Karanggayam,  Desa Sampang Sempor dan Desa Giyanti Rowokele.

Komper Wardopo