JEPARA (SUARABARU.ID) – Semangat ibu – ibu PKK Desa Sukodono, peserta pelatihan rajut yang diadakan tim KKN UNISNU Kelompok 21 bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Aliva Rosdiana, masih berlanjut.
Dengan peluang usaha yang terbuka yang memungkinkan mereka untuk mendapat penghasilan tambahan ini, membuat mereka bersemangat melatih kemampuan. Harapannya agar konektor rajut yang mereka buat bisa dan layak untuk dijual sesegera mungkin.
Karena itu kembali tim KKN UNISNU Kelompok 21 melakukan pendampingan bersama agar ketrampilan pelatihan tidak hanya berhenti. Namun ketrampilan rajut mereka benar – benar bisa menghasilkan karya yang layak untuk dijual. Pendampingan ini dilaksanakan pada Jumat (12/3/2021), di rumah Ketua Tim Penggerak PKK Desa Sukodono, Ny. Ngatini.
Menanggapi hasil pelatihan pembuatan konektor rajut dan pendampingan yang dilakukan, Ny. Ngatini mengatakan, pelatihan pembuatan konektor rajut yang diadakan oleh mahasiswa KKN sangat bermafaat terutama di masa pandemi seperti ini.
“Saya berharap saya bisa menularkan semangat dan ketrampilan ini kepada ibu – ibu lainnya yang ada di Desa Sukodono dengan menjadikan ketrampilan rajut ini sebagai program kerja PKK Induk Desa,” tambahnya.
Sebab dengan membuat rajut konektor ini ibu – ibu dapat berkreasi dan mendapat penghasila baru. “Bahkan untuk mendukung program ini kami sudah membelikan beberapa alat dan bahan untuk melatih ketrampilan rajut ini. Harapan kami, ibu-ibu memperoleh penghasilan baru dari merajut ini terutama di masa pandemi,” ujar Ngatini
Sejalan dengan pernyataan Ny. Ngatini, seorang peserta pelatihan bernama Ny. Aminah juga menilai kegiatan ini sangat bermanfaat terutama dimasa pandemi. “Pada masa ini kami banyak memiliki waktu senggang dan kami dapat mengisi waktu dengan hal yang lebih bermanfaat” ujar Ny. Aminah.
“Selain untuk mengisi waktu luang, ketrampilan rajut juga bisa menambah penghasilan keluarga. Ketrampilan rajut ini bisa digunakan untuk menghilangkan kejenuhan dan menambah kemampuan kita untuk berkreasi sendiri,” ujar Ny. Sofiah, salah satu peserta pelatihan.
Sementara itu Ny Lis, menilai selain untuk menambah pendapatan dan berkreasi juga bisa mempererat silaturahmi. “Karena latihan rajut ini bisa dilakukan dengan sambil melakukan kegiatan lain bersama – sama dengan peserta lainnya di waktu senggang” ujar Ny. Lis
Ibu-Ibu PKK Desa Sukodono kini ingin membuat model lainnya. Sebab menurut peserta jika ingin menjual karya berupa konektor maka butuh bisa merajut beberapa model konektor untuk menarik minat calon pembeli.
Hadepe – Dian