Dari pantauan yang dilakukan terlihat sudah tidak ada rumah yang terendam banjir. Namun, genangan air masih terlihat menggenangi persawahan para warga. Suharto menyebut ada sekitar 221 hektare sawah warganya yang masih tergenang banjir.

“Khusus area yang ditanami padi ada sekitar 45 hektare. Total kerugian, jika per petak itu dihargai Rp 5 juta, ya sekitar Rp 200 juta lebih, ” pungkasnya.

Tm-Ab

Baca Juga: Korban Banjir Kudus Ngungsi di Gereja dan Kelenteng