blank
Paslon Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo foto bersama dengan personil Ansor-Banser NU. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Calon Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyatakan personil Ansor-Banser NU setempat harus bisa jadi pelopor dan garda terdepan Pilkada bermartabat, berintegritas dan anti money politik (politik uang).

“Pilkada Wonosobo akan berlangsung 9 Desember 2020 mendatang. Pilkada kali ini merupakan momentum untuk melakukan perubahan. Mari bersatu dan berjuang untuk mewujudkan Pilkada yang demokratis dan berkualitas,” ajaknya.

Ajakan tersebut disampaikan mantan Ketua DPRD itu, saat menghadiri Apel Ansor-Banser NU Rayon Mojotengah, Garung dan Kejajar di Lapangan Dusun Banaran Desa Kayugiyang Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo, Selasa (1/12), siang tadi.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati M Albar, Ketua Dewan Syuro PKB KH Nur Hidayatullah, KH Khusnul Mufti, Wakil Ketua DPRD Amir Husein dan mantan Ketua PC GP Ansor NU Khudlaefah Madjid dan Calon PAW anggota DPRD dari PKB Muhammad Nur Mahin.

Menurut Afif, pada Pilkada 2020 ini tidak boleh ada money politik karena akan menciderai pesta demokrasi di tingkat lokal itu. Politik uang bisa merusak sendi-sendi dan tatanan demokrasi. Jika diwarnai politik uang, Pilkada jadi tidak jujur, adil dan berkualitas.

Subyek Pembangunan

blank
Paslon Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo Afif-Albar ketika memberikan sambutan di hadapan pasukan Ansor-Banser NU. Foto : SB/Muharno Zarka

Calon Wakil Bupati Wonosobo M Albar menambahkan, selain bisa menjaga marwah Pilkada, personil Ansor-Banser NU harus dapat pula menjadi barisan terdepan siaga bencana. Karena Wonosobo jadi zona merah bencana alam.

“Saat ini, masih dalam suasana pandemi global Covid-19. Personil Ansor-Banser NU harus juga dapat jadi pelopor protokol kesehatan di masyarakat guna mencegah penularan dan penyebaran virus Corona. Selalu memakai masker, wajib cuci tangan dan jaga jarak,” tuturnya.

Daerah Wonosobo, sebut Albar, menghadapi berbagai persoalan, dari infrastruktur jalan yang rusak, tingkat kemiskinan yang tinggi dan potensi alam yang belum terkelola maksimal. Persoalan tersebut menjadi prioritas yang akan ditangani antara pemerintah bersama masyarakat.

“Personil Banser NU ke depan, saya minta, ikut terlibat aktif membantu pemerintah dalam proses pembangunan. Sahabat-sahabat Ansor-Banser NU di masa mendatang jangan hanya jadi obyek tapi harus dapat pula jadi subyek pembangunan di masyarakat,” ulasnya.

Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Garung ikut memantau pelaksanaan Apel Banser NU agar berjalan sesuai protokol kesehatan Covid-19. Kapolsek Garung AKP Muhroji meminta peserta apel Banser segera membubarkan diri setelah acara selesai.

Muharno Zarka-Wahyu