blank
 Usai edukasi tentang stunting, anak-anak diajak foto bersama. Foto:Eko Priyono
MAGELANG (SUARABARU.ID) –  Soronalan merupakan salah satu desa di Kabupaten Magelang dengan angka stunting  tertinggi yaitu 37,06% pada tahun 2019 dan 36,05% pada tahun 2020.
Hal itu yang membuat tim pengabdian pada masyarakat terpadu (PPMT) Universitas Muhammadiyah Magelang melaksanakan kegiatan pengabdian di desa tersebut.
Stunting merupakan gangguan tumbuh kembang yang menyebabkan anak memiliki postur tubuh pendek, jauh dari rata-rata anak lain di usia sepantaran. Stunting dapat disebabkan oleh faktor genetik, sanitasi yang kurang baik, serta kurangnya asupan nutrisi selama kehamilan.
Memenuhi kebutuhan nutrisi sejak hamil hingga anak berusia dua tahun (periode 1000 hari pertama kehidupan) merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting.
Pada hari Jum’at, 13 Nopember 2020, tim PPMT Universitas Muhammdiyah Magelang yang diketuai oleh Dr  Heni Setyowati Esti Rahayu SKp MKes memberikan edukasi tentang pencegahan stunting kepada ibu hamil di Desa Soronalan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Dengan harapan ibu hamil mampu melakukan upaya pencegahan sehingga tidak terjadi stunting pada anak.
Edukasi diberikan bersamaan dengan kegiatan makan bersama yang dihadiri oleh seluruh ibu hamil di Desa Soronalan yaitu 22 orang. Turut hadir dalam kegiatan itu adalah Bidan Desa Soronalan, Yuli.
PPMT merupakan kegiatan pengabdian masyarakat terpadu antara dosen dan mahasiswa. Adapun anggota tim PPMT terdiri dari Dimas Aji Adhitama, Ida Fariza, Desiana Dwi Utami dan Puji Umi Chabibah.
Heni menyampaikan, pencegahan stunting yang bisa dilakukan oleh ibu hamil adalah memenuhi zat gizi pada periode kehamilan, melakukan Ante natal care (ANC) secara teratur, minum tablet tambah darah dan asam folat yang telah diberikan, melakukan inisiasi menyusui dini, pemberian asi eksklusif, pemberian asi dan MP ASI dengan tepat serta menghindari paparan asap rokok.
Edukasi tentang pencegahan stunting pada ibu hamil merupakan salah satu kegiatan PPMT untuk mewujudkan Desa Soronalan bebas dari stunting. Kegiatan lain berupa peningkatan kapasitas lembaga posyandu, karang taruna dan edukasi kepada remaja tentang pernikahan dini, pelatihan akupresur untuk peningkatan nafsu makan pada anak dan lain-lain.
Kegiatan edukasi diakhiri dengan tanya jawab dan dilanjutkan dengan makan bersama dengan komposisi menu seimbang, nasi, gudangan, ikan lele, tahu serta air putih dan buah.
Eko Priyono