blank
Ketua KPU Wonosobo Asma' Khozin saat memantau gudang logistik Pilkada 2020. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Secara bertahap gudang logistik Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Wonosobo sudah mulai terisi. Tahap awal, KPU telahmenerima kotak suara 1.995 kotak suara yang terbuat dari duplek.

Sedangkan untuk bilik suara KPU akan gunakan bekas yang lama. Karena bilik suara yang sudah digunakan dalam pemilihan umum (Pemilu) sebelumnya masih dalam kondisi baik dan bisa pakai lagi.

“Kotak suara sudah tiba di gudang logsitik KPU Wonosobo. Total ada 1.995 kotak suara. Kalau bilik suara, pakai yang lama, masih bagus dan bisa digunakan lagi,” kata Ketua KPU Wonosobo, Asma’ Khozin, Rabu (4/11).

Jika ternyata bilik suara masih kurang, KPU Wonosobo akan pinjam ke KPU Banjarnegara dan Temanggung. Karena jumlah TPS pada Pilkada 9 Desember 2020 mendatang bertambah. Sehingga dimungkinkan jumlah bilik suara pun bisa kurang.

Menurutnya, sejumlah logistik untuk Pilkada Wonosobo secara bertahap mulai berdatangan ke gudang logistik KPU. Setelah terkumpul logistik tersebut akan didustribusikan ke masing-masing TPS.

Distribusi Lancar

blank
Ketua KPU Wonosobo, Asma’ Khozin. Foto : SB/Muharno Zarka

“Setelah kotak suara, nanti akan menyusul logistik yang lain. Sedangkan untuk surat suara minggu depan mulai produksi di Kudus. Proses pencetakan butuh waktu 3 sampai 5 hari. Minggu terakhir bulan ini sudah selesai,” ucapnya.

Berbeda dengan pemilu sebelumnya, KPU Wonosobo mengaku proses pelipatan surat suara akan dilakukan di Kudus, atau tempat pembuatan, hal itu untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Pelipatan kertas suara dilakukan menggunakan mesin.

“Jadi nanti kotak suara akan dilipat menggunakan mesin, tapi sebelumnya akan disortir dulu. KPU Wonosobo kirim 6 orang untuk memantau proses sortir. Mungkin sampai 5 hari di sana,” katanya.

Asma’ menyebut total anggaran untuk kebutuhan pengadaan logistik mencapai sekitar Rp 7,5 miliar. Semua anggaran tersebut telah dipakai dan logistik sudah siap dikirim ke TPS sebelum pelaksanaan pemungutan suara Pilkada berlangsung.

Semua melalui proses lelang yang dilakukan oleh KPU Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan untuk kebutuhan logsitik yang berskala kecil dilakukan melalui penunjukan langsung tapi melalui e- katalog.

“Diperkirakan minggu ketiga semua sudah clear. Tinggal disitirbusi dari KPU ke PPK dan diteruskan ke TPS. Saya berharap proses pengiriman logistik Pilkada ke lokasi yang tuju bisa berjalan lancar,” ujarnya.

Muharno Zarka-Wahyu