blank
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi saat melakukan kunjungan ke Dusun Sipetul Desa GunungWuled, Kecamatan Rembang, Minggu (16/8). (Foto: SB/Dok)

PURBALINGGA (SUARABARU.ID) – Adanya kekayaan alam yang menarik, pemerintah Desa Gunungwuled, Kecamatan Rembang menginginkan agar Dusun Sipentul bisa menjadi destinasi berupa ekowisata atau wisata yang mendukung keberlanjutan kelestarian alam. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Desa Gunungwuled, Nasirudin Latif, Minggu (16/8) di Dusun Sipentul saat acara Kunjungan Bupati dalam Rangka Piknik Neng Purbalingga.

“Untuk suasana alam, di sini ada suatu hal yang eksklusif , yakni berburu babi hutan. Masyarakat di Dusun Sipentul itu meminta agar APBDes mengalokasikan pengendalian hama babi hutan, saya berpikir mengapa tidak kita kolaborasikan saja dengan paket wisata, sehingga kami tidak perlu menganggarkan lagi, akan tetapi babi hutan akan terkendali oleh objek perburuan, di sisi lain kami memperoleh pendapatan,” kata Latif.

Ia melanjutkan pasar wisata Sipentul lebih baik bukan wisata lokal, akan tetapi minat khusus. Sebagai gambaran wisata minat khusus ini untuk mendapatkan Rp 1 juta cukup mendatangkan wisatawan 10 orang. Beda dengan wisata lokal butuh 100 orang untuk bisa mendapatkan Rp 1 juta.

“Dampak lingkungannya pasti beda, sisi safety juga lebih rumit. Kami tidak berfikir infrastruktur dialusin (dihaluskan,red), tidak, justru di situ sensasinya. Jadi, tema yang kita jual, bukan objek,” katanya.

blank
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menjajal menaiki mobil offroad saat melakukan kunjungan ke Dusun Sipetul Desa GunungWuled, Kecamatan Rembang, Minggu (16/8). (Foto: SB/Dok)

Sementara itu keberadaan sumber mata air hangat, menurutnya sebatas ikon. Habis berburu babi hutan, mandi air hangat, akan menjadi hal menarik dijual. Untuk mewujudkan hal tersebut tentunya membutuhkan dukungan dari Pemkab Purbalingga, PD Owabong agar wisata tersebut nantinya bisa laku keras.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengungkapkan Dusun Sipetul memiliki potensi wisata yang tidak dimiliki desa lain di Purbalingga, yakni mata air panas di Kalianget. Medan menuju dusun ini diakui penuh tantangan, hanya bisa dilalui dengan jalan kaki atau dengan kendaraan offroad.

“Nantinya potensi ini bisa dikonsepkan oleh Dinporapar dan Owabong, setelah konsep matang nanti insyaallah kita akan mendorong agar potensi ini bisa dikembangkan,” katanya. Terlebih nantinya Purbalingga akan ada Bandara JB Soedirman. Tentunya sektor wisata perlu digarap untuk menunjang keberadaan bandara.

“Hari ini saya survey langsung sekaligus menyemangati Pokdarwis yang selama pandemi ini menjadi sektor terdampak dengan harapan agar wisata ini kembali menggeliat tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan,” katanya.

M Abdul Rohman-Wahyu