blank
Bupati Magelang (kiri) melakukan audiensi penataan KSPN Borobudur bersama Kasatker Wilayah 1 Jawa Tengah, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR. Eko Priyono

MAGELANG (SUARABARU.ID – Terkait percepatan pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur,Bupati Magelang, Zaenal Arifin akan mendukung sepenuhnya. Selama dalam pelaksanaanya tidak menabrak atau melanggar peraturan yang berlaku.

Zaenal mengatakan, ditetapkannya Borobudur menjadi salah satu kawasan super prioritas pembangunan pariwisata di Indonesia oleh Pemerintah Pusat telah melalui pertimbangan dan proses yang sangat panjang.

“Beberapa kali saya menghadiri rapat terbatas dengan Bapak Presiden berkaitan dengan pengembangan ini. Pada intinya saya akan memberikan dukungan,” katanya saat melakukan audiensi penataan KSPN Borobudur di Rumah Dinas Bupati Magelang, Selasa (21/7/2020).

Pada tahun 2014, jelas Zaenal, muncul Perpres  Nomor 58 yang mengatur tentang tata ruang kawasan Borobudur dan sekitarnya, serta Perpres Nomor 70 yang mengatur tentang kawasan Taman Nasional Gunung Merapi.

“Sehingga ketika kami mau membangun, permasalahannya adalah di titik itu, baik di kawasan Borobudur dan di kawasan lereng Merapi. Contohnya seperti pembangunan gapura atau gerbang yang akan dilaksanakan di Kembanglimus, Borobudur. Perpres 58- nya seperti apa, kalau bisa ya saya ikut saja. Yang penting jangan sampai menabrak peraturan yang berlaku,” kata Zaenal.

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Wilayah 1 Jawa Tengah, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, Dwiatma Singgih Raharja mengatakan, dari 10 KSPN pariwisata, telah ditetapkan lima KSPN super prioritas oleh Presiden agar kawasan tersebut bisa mengakselerasi pertumbuhan wisata pada lokasi tersebut.

“Itulah kata kuncinya mengapa kawasan ini menjadi super prioritas,” ujar, Singgih.

Singgih mengatakan, pihaknya bersama tim satuan kerja yang lain akan berkomitmen membangun kawasan Borobudur menjadi tempat pariwisata berkelas dunia. Pada awalnya, misi besar pembangunan tersebut adalah bisa mendatangkan dua juta pengunjung mancanegara.

Namun demikian, PR besarnya Borobudur dengan nama besar yang telah ditetapkan oleh World Heritage, diharapkan tidak hanya mampu mendatangkan pengunjung di Borobudurnya saja melainkan juga di kawasan sekitarnya.

Sehingga perlu adanya sarana-sarana pendukung dan atraksi-atraksi yang mengangkat budaya lokal. “Sebagai grand design, langkah pertama dari Kementerian PUPR  akan membangun gerbang di empat titik sebagai penanda memasuki kawasan Borobudur, yakni di Blondo, Kembanglimus, Palbapang, dan Klangon. Sementara rekan-rekan dari perumahan akan mengisi dengan hunian pariwisata sebanyak 87 dan nanti akan ditambah 339 lagi,” paparnya.

Saat ini proses pembangunan kawasan pariwisata Borobudur telah sampai proses pengadaan lahan. Sementara untuk pembangunan secara fisik ditargetkan akan dilaksanakan mulai Oktober 2020.

“Untuk pembangunan fisik gerbang-gerbang kami bungkus dalam satu paket kontrak di Cipta Karya, saat ini memasuki proses lelang. Dijadwalkan akhir September akan bisa diselesaikan, sehingga targetnya Oktober awal mudah-mudahan sudah mulai proses fisik di lapangan,” pungkas, Singgih.

Eko Priyono