<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Zlatan Ibrahimovic Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/zlatan-ibrahimovic/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 Aug 2023 08:36:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Zlatan Ibrahimovic Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>“Kegembiraan” Free Kick Leo Messi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/08/19/kegembiraan-free-kick-leo-messi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Aug 2023 10:00:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Andrea Pirlo]]></category>
		<category><![CDATA[David Beckham]]></category>
		<category><![CDATA[Diego Maradona]]></category>
		<category><![CDATA[Gianfranco Zola]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[pele]]></category>
		<category><![CDATA[Roberto Baggio]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldinho]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Sunshuke Nakamura]]></category>
		<category><![CDATA[Victor Legrotaglie]]></category>
		<category><![CDATA[Xherdan Shaqiri]]></category>
		<category><![CDATA[Zinedine Zidane]]></category>
		<category><![CDATA[Zlatan Ibrahimovic]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=360612</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // bola bagai dia jinakkan/ kendali kaki seperti punya mata/ melengkung ke titik presisi/ penjaga gawang ternganga/ dalam pesona yang tak dia mengerti&#8230;// (Sajak “Keajaiban Free Kick”, 2023) KAU simakkah aura riang ekspresi Lionel Messi selepas mencetak gol ke gawang FC Dallas lewat free kick untuk Inter Miami, 7 Agustus lalu? [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/19/kegembiraan-free-kick-leo-messi">“Kegembiraan” Free Kick Leo Messi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-360614 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/logo-bola-bola-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/logo-bola-bola-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/logo-bola-bola-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// bola bagai dia jinakkan/ kendali kaki seperti punya mata/ melengkung ke titik presisi/ penjaga gawang ternganga/ dalam pesona yang tak dia mengerti&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Keajaiban Free Kick”, 2023)</strong></p>
<p><strong>KAU</strong> simakkah aura riang ekspresi Lionel Messi selepas mencetak gol ke gawang FC Dallas lewat <em>free kick</em> untuk Inter Miami, 7 Agustus lalu?</p>
<p>Di tribune VIP, sang pemilik klub, David Beckham tak kalah pula terbuncah gembira. Dia berdiri, merentangkan tangan. Senyumnya mengembang.</p>
<p>Sebagai sesama pemilik <em>free kick</em> ajaib, Becks tahu bagaimana sejuta rasa yang menjalari ketika seorang pemain sukses menjaringkan gol dari bola yang meluncur melengkung itu.</p>
<p>Bersama Inter Miami, sejauh ini Leo Messi tampak “lepas” bersenang-senang. Berbeda dari gesturnya yang “tidak los” saat masih bersama Paris St Germain di Ligue 1. Tendangan bebasnya yang khas mematikan itu bagai menemukan muara kegembiraan justru ketika dia bermain di klub milik salah satu tokoh <em>free kick</em> parabolik.</p>
<p>Dengan catatan 64 gol<em> free kick,</em> Messi sedang menunggu rekor baru untuk menembus capaian Beckham. Dalam kariernya di Manchester United, Real Madrid, AC Milan, LA Galaxy, dan PSG, Beckham membukukan 65 gol tendangan bebas. Tendangan yang, dari kajian akademik, berporos pada kemampuan mengelola kekuatan parabolik.</p>
<p>Sementara itu, rekor 77 gol ada di kantung capaian Juninho Pernambucano, pemain Brazil yang dikenal mematikan dengan “ajian” tendangan bebas bersama Olympique Lyon pada 1990-an hingga awal 2000-an.</p>
<p>Di Barcelona, Leo Messi mematangkan teknik tendangan sudut sampai ke titik tersulit, berupa “Free Kick Panenka”. Teknik tinggi ini lazimnya ada dalam eksekusi penalti, akan tetapi La Pulga bisa mempraktikkan lewat <em>free kick.</em> Tendangannya pelan, melintas presisi ke arah tengah gawang, dan kiper terkecoh karena umumnya bola meluncur ke sudut kanan atau kiri gawang.</p>
<p><strong>&#8220;Master&#8221; Juninho</strong><br />
Messi memang bukan pesepak bola utama dalam jenis eksekusi ini. Selain Juninho yang diakui sebagai “profesor tendangan bebas”, ada pula sejumlah “raja”: dari Pele, Victor Legrotaglie, Diego Maradona, Ronaldinho, Zinedine Zidane, Roberto Baggio, Gianfranco Zola, David Beckham, Andrea Pirlo, Zlatan Ibrahimovic, Xherdan Shaqiri, Sunshuke Nakamura, hingga Omar Abdulrahman. Pada masa lalu, Brazil juga memiliki sejumlah “seniman” seperti Rivelino, Nelinho, Socrates, Zico, Rai, dan Dirceu.</p>
<p>Di luar nama-nama itu, Anda tentu mengenal pula sejumlah ahli tendangan mematikan. Dari Johan Neeskens, Arie Haan, Lothar Mathaeus, Ronald Koeman, hingga Roberto Carlos, Steven Gerrard, Cristiano Ronaldo.</p>
<p>Berbeda dari karakter <em>free kick</em>, eksekusi mereka lebih berkarakter kanon yang keras dan lurus. Sifat luncurannya tidak kita dapati dalam keindahan sepakan <em>kick</em> lengkung ala Messi atau Beckham.</p>
<p><strong>Aura Gembira</strong><br />
Di Inter Miami, Leo Messi bermain dengan aura kegembiraan, lebih mirip anak-anak yang penuh gairah mencurahkan nalurinya.</p>
<p>Pelatih nasional Argentina, Lionel Scolani, yang secara khusus memanfaatkan liburan ke Amerika, menyaksikan aksi-aksi Messi. Dia berkesimpulan, ketika berada dalam atmosfer membahagiakan, semua potensi kehebatan Messi bakal muncul.</p>
<p>Karena faktor itukah maka dia lebih tampak “lepas” dalam mengekspresikan semua alam bawah sadar kemampuannya? Atau lantaran tingkat kekompetitifan MLS yang di bawah rata-rata liga di Eropa?</p>
<p>Apa pun itu, performa Messi tak hanya bicara tentang mengejar dan mematahkan rekor, tetapi keindahan teknik sepak bola bisa dipancarkannya dengan hati ringan.</p>
<p>David Beckham tampaknya harus bersiap-siap rekornya disalip. Bukan tidak mungkin pula Juninho harus merelakan rekor yang selama ini dianggap sulit tersamai bakal dikejar dan dilewati oleh Lionel Messi.</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan suarabaru.id dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/19/kegembiraan-free-kick-leo-messi">“Kegembiraan” Free Kick Leo Messi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lalu Lintas Transfer, dalam Impian dan Ungkapan Kesetiaan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/07/29/lalu-lintas-transfer-dalam-impian-dan-ungkapan-kesetiaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Jul 2023 10:00:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Carles Puyol]]></category>
		<category><![CDATA[Francesco Totti]]></category>
		<category><![CDATA[Franco Baresi]]></category>
		<category><![CDATA[hingga Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Juergen Klinsmann]]></category>
		<category><![CDATA[Luis Figo]]></category>
		<category><![CDATA[Paolo Maldini]]></category>
		<category><![CDATA[Roberto Baggio]]></category>
		<category><![CDATA[Romelu Lukaku]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldo Luiz Nazario]]></category>
		<category><![CDATA[Zlatan Ibrahimovic]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=355528</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tak semudah itu memilih/ tak semudah pula memastikan/ saat mempertimbangkan harapan/ saat terusik kesetiaan/ tak salah pula bukan ketika ia punya impian dan ambisi?// (Sajak “Nurani Transfer”, 2023) HARAPAN, kesetiaan, dan ambisi. Tiga kata ini menjadi nilai-nilai yang mengapung di tengah lalu lintas kepindahan pemain dari satu klub ke klub [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/07/29/lalu-lintas-transfer-dalam-impian-dan-ungkapan-kesetiaan">Lalu Lintas Transfer, dalam Impian dan Ungkapan Kesetiaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-355701 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/07/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/07/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/07/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/07/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tak semudah itu memilih/ tak semudah pula memastikan/ saat mempertimbangkan harapan/ saat terusik kesetiaan/ tak salah pula bukan ketika ia punya impian dan ambisi?//</em><br />
<strong>(Sajak “Nurani Transfer”, 2023)</strong></p>
<p><strong>HARAPAN</strong>, kesetiaan, dan ambisi.</p>
<p>Tiga kata ini menjadi nilai-nilai yang mengapung di tengah lalu lintas kepindahan pemain dari satu klub ke klub lainnya.</p>
<p>Tetap ada nurani di balik profesionalitas industri sepak bola yang sekapitalis apa pun.</p>
<p>Bermain di entitas klub yang memiliki “status” lebih baik &#8212; dalam tradisi juara dan kesejahteraan &#8212; , bukankah itu impian setiap pemain manapun?</p>
<p>Masa depan, kesejahteraan, “harga”, dan kemonceran adalah struktur <em>mindset</em> dalam impian perjalanan karier pemain profesional.</p>
<p>Kesetiaan, bukankah itu pancaran nilai nurani? Mobilitas kepindahan, peluang hijrah, dan keniscayaan berganti <em>jersey</em> punya pernak-pernik warna di tengah keriuhan industri kompetisi.</p>
<p>Memastikan masa depan tak jarang menimbulkan kegamangan. Akankah bertahan di klub lama, dengan risiko stagnasi mimpi? Memilih klub baru untuk harapan meraih trofi? Mengejar gaji yang lebih menjanjikan, atau apa lagi?</p>
<p>Terkadang, pemain yang telah menjadi bendera klub dianggap tidak punya loyalitas ketika memutuskan pindah klub. Ada contoh ikon langka yang hingga pensiun tak pernah berpaling, seperti Franco Baresi, Paolo Maldini, Carles Puyol, Francesco Totti, atau Xavi Hernandez.</p>
<p>Sepak bola juga mencatat sejumlah “kutu loncat”. Roberto Baggio, Juergen Klinsmann, Ronaldo Luiz Nazario, Luis Figo, Zlatan Ibrahimovic, hingga Cristiano Ronaldo, Romelu Lukaku, dan banyak lagi lainnya.</p>
<p>Di balik itu, tak sedikit yang menjadi sasaran <em>bully,</em> karena menimpakan kegagalan beradaptasi akibat ketidakcocokan ekosistem; lalu merasa menemukan “rumah yang nyaman” di klub barunya. Antonio Cassano, Mario Balotelli, dan Romelu Lukaku adalah contoh pemain jenis ini. Kini munucul Joao Felix, pemain Atletico Madrid yang tiba-tiba menyatakan impian bermain untuk Barcelona.</p>
<p>Sulit untuk memastikan, apakah ketidakmaksimalan performa di sebuah klub benar-benar karena “tidak cocok” dengan atmosfer ekosistem &#8212; terkait taktik bermain atau relasi personal &#8211;, atau lantaran mereka memang tipikal “pemain yang sulit beradaptasi”?</p>
<p>Ada pula kategori yang “layak dikasihani”. Dia ingin bertahan, namun pihak klub sudah tidak menghendaki, seperti kasus aktual dua pemain Manchester United, David de Gea dan Harry Maguire.</p>
<p><strong>Konsiderans Manusiawi</strong><br />
Musim 2023-2024 ini, lalu lintas transfer pemain mengetengahkan kompleksitas elemen-elemen rasa dan hati di balik industri kompetisi.</p>
<p>Keputusan Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Karim Benzema, N’Golo Kante, Harry Kane, Riyad Mahrez, Declan Rice, Kai Havertz, Ilkay Guendogan, atau Andre Onana adalah sebagian dari contoh para bintang yang punya konsiderans pindah “rumah”.</p>
<p>Ingin hijrah ke klub yang berstatus lebih baik dengan berharap trofi? Harry Kane, dari Tottenham Hotspur ke Bayern Muenchen contohnya.</p>
<p>Untuk menjadi kunci perubahan performa klub, seperti kepindahan Declan Rice dari West Ham atau Kai Havertz dari Chelsea ke Arsenal. Lalu, atas nama kenyamanan di pengujung karier, simaklah lika-liku hijrah Lionel Messi dari Paris St Germain ke Inter Miami.</p>
<p>Berbeda dari transfer Ronaldo ke Al Nassr di Liga Arab Saudi. CR7 memilih liga yang tidak terlalu kompetitif, dengan bayaran selangit. Elemen lompatan gaji, yang jauh lebih tinggi ditawarkan kepada Messi dari Al Hilal, tidak menggoyahkan La Pulga, yang lebih memilih berlabuh di Liga Amerika Utara.</p>
<p>Sedangkan Benzema, Riyad Mahrez, atau N’Golo Kante, juga kemungkinan Sadio Mane, menerima pinangan klub-klub Saudi antara lain atas pertimbangan gaji sekaligus kenyamanan hidup.</p>
<p><strong>Kasus Mbappe</strong><br />
“Pangeran” PSG, Kylian Mbappe, menjadi sorotan khusus. Santer diisukan pindah ke Real Madrid, dia dinilai kurang menghargai manajemen PSG, sehingga menimbulkan kontraksi relasi.</p>
<p>Dia memang “raja” di Parc des Princes, tetapi ketika PSG belum mentas meraih trofi Eropa, “lokalitas” Mbappe akan sulit menyejajarkannya dengan para bintang utama. Padahal, kelas Mbappe masuk dalam skema peluang menjadi peraih Ballon d’Or.</p>
<p>Dari musim ke musim, isu kepindahan selalu memosisikan Mbappe dalam pusaran pergulatan nilai: harapan, kesetiaan, dan ambisi.</p>
<p>Padahal masa depan pemain adalah hak, dalam visi apa pun. Boleh atas nama gaji, kenyamanan, boleh pula ambisi. Semoncer apa pun penampilan seorang bintang, ketika klub tak memberi harapan meraih trofi, seimbangkah ambisi profesional dengan realitas kemampuannya?</p>
<p>Pada sisi lain, rasa dan hati menjadi elemen yang tak bisa disepelekan dalam menautkan <em>chemistry</em> pemain dengan lingkungannya.</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/07/29/lalu-lintas-transfer-dalam-impian-dan-ungkapan-kesetiaan">Lalu Lintas Transfer, dalam Impian dan Ungkapan Kesetiaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cercah Rasa di Ujung Panggung Para Legenda</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/06/10/cercah-rasa-di-ujung-panggung-para-legenda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jun 2023 10:00:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[AC Milan]]></category>
		<category><![CDATA[Ajax]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Internazionale Milan]]></category>
		<category><![CDATA[Juventus]]></category>
		<category><![CDATA[LA Galaxy]]></category>
		<category><![CDATA[Malmoe FC]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Paris St Germain]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Zlatan Ibrahimovic]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=343256</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // pahamilah, puncak hanya kesementaraan/ waktu mengaturnya/ yang abadi itu warisan/ dalam jejak menandai// (Sajak &#8220;Para Legenda&#8221;, 2023) ADA luap rasa. Ada ruap bahagia. Pun ada ungkap cinta. Begitulah, momen &#8220;pamitan&#8221; Zlatan Ibrahimovic membuncahkan geletar rasa kehilangan. Terpancar keharuan yang sebegitu dalam. Fans AC Milan harus rela melepas pemain 41 tahun [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/06/10/cercah-rasa-di-ujung-panggung-para-legenda">Cercah Rasa di Ujung Panggung Para Legenda</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-343261 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/06/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/06/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/06/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// pahamilah, puncak hanya kesementaraan/ waktu mengaturnya/ yang abadi itu warisan/ dalam jejak menandai//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Para Legenda&#8221;, 2023)</strong></p>
<p><strong>ADA</strong> luap rasa. Ada ruap bahagia. Pun ada ungkap cinta.</p>
<p>Begitulah, momen &#8220;pamitan&#8221; Zlatan Ibrahimovic membuncahkan geletar rasa kehilangan. Terpancar keharuan yang sebegitu dalam.</p>
<p>Fans AC Milan harus rela melepas pemain 41 tahun itu. Dalam jejak sejarah Rossoneri, Zlatan memang tak selegendaris &#8212; misalnya &#8212; Franco Baresi atau Paolo Maldini, tetapi telah memberi warna sikap dan jejak kebintangan yang dirasakan.</p>
<p>Boleh jadi dia tak merencanakan, &#8220;pamitan&#8221; pensiun dari sepak bola itu terjadi di San Siro, di klub kesepuluh yang pernah dia bela. Apalagi sejauh ini dia masih mampu melawan rambatan usia dengan kebugaran tetap prima.</p>
<p>Dan, di balik cap sebagai sosok arogan, nyatanya dia tak kuasa membendung air mata ketika mengumumkan gantung sepatu, awal pekan kemarin. Seisi Stadion Giuseppe Meazza yang mengelu-elukannya bagai berurai cekam keharuan&#8230;</p>
<p>Di bagian yang lain, publik Santiago Bernabeu pasti kehilangan atas berakhirnya kontrak Karim Benzema dengan Real Madrid. Peraih Ballon d&#8217;Or 2022 itu memastikan berlabuh di Al Ittihad, klub elite Liga Arab Saudi yang membayarnya Rp 3,1 triliun per musim untuk durasi perikatan dua tahun.</p>
<p>Benzema, bersama kompatriotnya N&#8217;Golo Kante menyusul Cristiano Ronaldo yang terlebih dahulu merasakan atmosfer Liga Pro Saudi. Keduanya sama-sama menikmati ujung karier dengan apresiasi berlimpah kemanjaan.</p>
<p>Di sudut lain lagi, mahabintang Lionel Messi juga menciptakan suasana hijrah yang bernuansa &#8220;persiapan pensiun&#8221;. Akhirnya dia memilih Inter Miami &#8212; klub milik legenda Inggris David Beckham &#8212; di Liga Amerika Serikat.</p>
<p>Dengan berbagai pertimbangan, dia memutuskan tidak kembali ke &#8220;rumahnya&#8221; di Camp Nou, Barcelona. <em>La Pulga</em> juga tak tergoda iming-iming klub Saudi, Al Hilal yang menyiapkan gaji terbesar dalam sejarah sepak bola, Rp 9,5 triliun untuk ikatan berdurasi dua musim.</p>
<p><strong>Kekhasan Zlatan</strong><br />
Dibandingkan dengan Benzema dan Messi, personalitas Zlatan Ibrahimovic sangatlah berbeda. Kepercayaan diri pemain asal Swedia itu ditopang oleh sifat angkuh dan mau menang sendiri.</p>
<p>Karakter itu sering mengintimidasi lawan di lapangan. Zlatan adalah figur berbeda dibandingkan dengan rata-rata pemain bintang.</p>
<p>Karier panjang dari 1999-2023 di 10 klub, dari Malmoe FC, Ajax, Juventus, Internazionale Milan, Barcelona, AC Milan (pinjaman), Paris St Germain, Manchester United, LA Galaxy, dan balik lagi ke Milan, sayangnya tidak mendapatkan apresiasi sekelas Ballon d&#8217;Or.</p>
<p>Selain kalkulasi raihan trofi, rupanya pemain berjejuluk Ibrakadabra ini beredar di era ketika liga-liga dunia penuh dengan tebaran bintang.</p>
<p>Maka, cukuplah dia banyak dikandidatkan meraih trofi individu itu, namun dominasi Leo Messi dan Ronaldo hingga 2022 sangat sulit dipatahkan. Toh Zlatan masih membukukan Golden Foot 2012, FIFA Puskas Award 2013, dan empat kali terpilih sebagai Atlet Pria Terbaik Swedia pada 2008, 2010, 2013, dan 2014.</p>
<p><strong>Berjuta Rasa</strong><br />
Bagi para legenda, ujung kebersamaan selalu menumbuhkan sejuta rasa. Rasa dan hati bergulat dalam cinta, membentuk ikatan yang Zlatan, Benzema, atau Messi pasti merasakan sebagai cercah jiwa di ruang cahaya yang benderang.</p>
<p>&#8220;Pertama kali saya datang, kalian memberikan kebahagiaan, dan untuk kedua kali, kalian memberi saya rasa cinta. Saya ingin berterima kasih kepada keluarga dan rekan-rekan dekat saya yang terus memberikan kesabaran kepada saya,&#8221; ungkapnya, seperti dikutip <em>cnnindonesia.com</em> (5/6-2023).</p>
<p>Dia tambahkan, inilah saatnya mengucapkan selamat tinggal kepada sepak bola, tetapi bukan untuk fans. &#8220;Ini sangat sulit, ada banyak emosi yang mengalir&#8230; Saya selalu menjadi Milanisti di sepanjang hidup saya&#8221;.</p>
<p>Dari Madrid, klub dengan sejarah terbesar itu menuliskan pesan di laman resminya, &#8220;Real Madrid ingin menunjukkan rasa terima kasih dan kasih sayangnya kepada setiap orang yang telah menjadi salah satu legenda terbesar kita&#8230;&#8221;</p>
<p>Sedangkan di PSG, kalimat berkelas nan hangat disampaikan Neymar Junior, pemain yang paling karib dengan Messi, &#8220;Senang rasanya berbagi masa dua tahun lagi (setelah pernah bertandem di Barcelona 2012-2014, pen) bersama denganmu. Semoga sukses di tahap barumu dan berbahagialah. Aku sangat mencintaimu @leo messi&#8230;&#8221;</p>
<p>Ya, betapa kuat &#8220;nilai&#8221; dan cahaya para legenda. Di ujung jalan, sangat terasa logika kontribusi mereka berkelindan dengan getar hati dan rasa, mencercahkan kebahagiaan dan kebersamaan&#8230;</p>
<p>Maka ada saat-saat muram ketika dunia dihadapkan pada kenyataan: O, Zlatan pergi. Duh, sudah siap pensiunkah Messi? Oo, Benzema telah memutuskan pilihan&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/06/10/cercah-rasa-di-ujung-panggung-para-legenda">Cercah Rasa di Ujung Panggung Para Legenda</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pergulatan Rasa di Ujung Kejayaan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/02/11/pergulatan-rasa-di-ujung-kejayaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Feb 2023 10:00:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Dino Zoff]]></category>
		<category><![CDATA[eter Shilton]]></category>
		<category><![CDATA[Francesco Totti]]></category>
		<category><![CDATA[Gianluigi Buffon]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Lothar Matthaeus]]></category>
		<category><![CDATA[Paolo Maldini]]></category>
		<category><![CDATA[Wilfried van Moer]]></category>
		<category><![CDATA[Zlatan Ibrahimovic]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=314593</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // akan kau lawankah usia dengan tekad?/ dia isyarat tentang batas/ dialah ayat tentang sikap/ dia kesadaran untuk berbagi/ dia kepatutan untuk berganti// (Sajak &#8220;Tepi Batas&#8221;, 2023) MIRIS rasanya melihat psikologi pergulatan orang-orang besar di ujung kejayaan. Pada satu sisi bisa dipahami, sekian tahun mereka hidup dalam gelimang kemasyhuran. Menikmati jerih [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/02/11/pergulatan-rasa-di-ujung-kejayaan">Pergulatan Rasa di Ujung Kejayaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-314611 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/02/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/02/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/02/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/02/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// akan kau lawankah usia dengan tekad?/ dia isyarat tentang batas/ dialah ayat tentang sikap/ dia kesadaran untuk berbagi/ dia kepatutan untuk berganti//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Tepi Batas&#8221;, 2023)</strong></p>
<p><strong>MIRIS</strong> rasanya melihat psikologi pergulatan orang-orang besar di ujung kejayaan.</p>
<p>Pada satu sisi bisa dipahami, sekian tahun mereka hidup dalam gelimang kemasyhuran. Menikmati jerih payah profesionalitas dengan mengorbankan sebagian ruang privat kehidupan. Wajar bila muncul kegalauan ketika harus meninggalkan &#8220;rumah&#8221; penuh cahaya.</p>
<p>Kata &#8220;pensiun&#8221; rupanya tak cukup memberi peringatan bahwa perjalanan kemonceran manusia selalu punya batas tegas. Usia adalah garis alamiah, sedangkan kebugaran pikiran menjadi garis naluriah.</p>
<p>Satu &#8211; dua pengecualian memang ada, namun itu bukan parameter umum yang bisa dijadikan patokan.</p>
<p>Lionel Messi berbeda dari Cristiano Ronaldo. Beda pula Zlatan Ibrahimovic dengan &#8212; dulu, Wilfried van Moer, Francesco Totti, Lothar Matthaeus, atau Paolo Maldini, lalu Gianluigi Buffon. Boleh pula Anda sebut Dino Zoff dan Peter Shilton.</p>
<p>Ronaldo misalnya, seberapa pun spartan merawat kebugaran, pada titik tertentu sulit melawan usia. Ketika mencoba kembali ke Manchester United dari Juventus, dia gagal menemukan kembali <em>chemistry</em> ketrengginasan dengan Pasukan Teater Impian. Tingkat kesegaran memengaruhi segi-segi psikologis untuk masuk ke dalam irama orkestrasi tim.</p>
<p>Di tim nasional Portugal pun dia bukan lagi &#8220;faktor pembeda&#8221;, sehingga tak mendapat kenangan indah dari Piala Dunia Qatar, tahun lalu. Kini, bahkan ketika memilih berlabuh di Al Nassr, Arab Saudi dengan bayaran selangit, Ronaldo sudah jauh dari CR7 yang kita kenal sebelumnya.</p>
<p>Bandingkan dengan Lionel Messi. Usianya dua tahun lebih muda dari Ronaldo, 35. Dan, dia masih unjuk puncak kemampuan. Kebugaran jelas berkurang, tetapi kematangan makin terlihat.</p>
<p>Di Paris St Germain, aksi-aksinya masih memikat. Gol-golnya lahir dalam kualitas proses bukan sembarang gol. Bersama timnas Argentina, dari 2021 dia menorehkan tiga trofi: Copa America, Finalissima, lalu Piala Dunia 2022. Ditambah tujuh trofi Ballon d&#8217;Or, Messi melengkapi semua persyaratan untuk menjadi Greatest of All Times.</p>
<p>Ronaldo dan Messi adalah dua contoh tokoh yang bergulat di ujung karier.</p>
<p>Ketika masih banyak yang berharap Leo Messi tampil lagi di Piala Dunia 2026, tentu sulit membayangkan Ronaldo memiliki peluang serupa. Usia makin tak memberinya kesempatan.</p>
<p><strong>Pesan tentang Batas</strong><br />
Usia, sejatinya adalah pesan tentang batas. Sikap tahu diri, kesadaran, dan kepatutan tentang berbagi dan berganti. Visi tentang ketidakmungkinan manusia untuk menguasai dan mendominasi.</p>
<p>Ronaldo pun akhirnya paham tentang ketidakmungkinan mempertahankan sindrom kemaharajaan, bukan?</p>
<p>Leo Messi juga tak hanya bisa mengikuti keinginan orang-orang di sekitarnya. Sehebat apa pun dia, sematang apa pun La Pulga, akan ada <em>barrier</em> yang tegas mengingatkan, &#8220;Sudah cukup waktumu&#8230;&#8221;</p>
<p>Zlatan Ibrahimovic takkan selamanya ber-bla-bla-bla dengan segala arogansinya. Dia manusia biasa, sama dengan Zoff, Shilton, Buffon, Totti, juga Maldini yang berhenti di batas masing-masing.</p>
<p>Atau, mengikuti opsi seperti Xavi Hernandez? Yang pensiun dan bertahap merelaksasi diri bermain untuk klub Al Sadd, Qatar di kompetisi yang tak sekeras liga Eropa; lalu mengisi hari-harinya sebagai arsitek Barcelona.</p>
<p>Realitasnya sekarang, Messi menjadi warna dan kunci di PSG ketika Ronaldo masih melempem di Al Nassr.</p>
<p>Dan, titik henti itu akan datang juga, entah kapan nanti. Hanya Ibra yang masih terus melawannya. Mungkin pula Ronaldo, dan kita belum menangkap isyarat masa depan seperti apa yang akan disampaikan oleh Lionel Messi.</p>
<p>Ada jiwa di sana. Ada hati di sana. Ada pula rasa&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/02/11/pergulatan-rasa-di-ujung-kejayaan">Pergulatan Rasa di Ujung Kejayaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sepak Bola, dalam Berjuta Rasa</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/11/19/sepak-bola-dalam-berjuta-rasa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Nov 2022 10:00:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Albert Camus]]></category>
		<category><![CDATA[Bill Shankly]]></category>
		<category><![CDATA[duardo Galeano]]></category>
		<category><![CDATA[Eric Cantona]]></category>
		<category><![CDATA[Johan Cruyff]]></category>
		<category><![CDATA[Jose Mourinho]]></category>
		<category><![CDATA[Luiz Cesar Menotti]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Zlatan Ibrahimovic]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=293746</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS SEPERTI apakah kita membelai sepak bola yang telah ikhlas membelai hidup kita? Dengan berjuta rasa, keindahannya berselimut misteri. Dengan berjuta rasa, kegagahannya bermata air cinta dan kelembutan. Dengan berjuta rasa, dia adalah elok puisi-puisi yang memancar dari luap kegembiraan, renik kesedihan, rumit kekecewaan, ungkapan kebahagiaan, atau ruap kemuraman&#8230; Dengan berjuta rasa, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/11/19/sepak-bola-dalam-berjuta-rasa">Sepak Bola, dalam Berjuta Rasa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-294018 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/11/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/11/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/11/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/11/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong>SEPERTI</strong> apakah kita membelai sepak bola yang telah ikhlas membelai hidup kita?</p>
<p>Dengan berjuta rasa, keindahannya berselimut misteri.</p>
<p>Dengan berjuta rasa, kegagahannya bermata air cinta dan kelembutan.</p>
<p>Dengan berjuta rasa, dia adalah elok puisi-puisi yang memancar dari luap kegembiraan, renik kesedihan, rumit kekecewaan, ungkapan kebahagiaan, atau ruap kemuraman&#8230;</p>
<p>Dengan berjuta rasa, dia “makhluk” dengan sesederhana itu bentuk &#8212; bundar bulat &#8212; tetapi menyimpan energi hidup yang luar biasa.</p>
<p>Albert Camus, misalnya. Filsuf dan peraih Nobel Sastra 1975 itu membelai sepak bola dengan penuh respek. Segala sesuatu tentang moralitas dan kewajiban sebagai manusia, katanya, dia dapatkan dari sepak bola.</p>
<p>Atau Bill Shankly, tokoh legendaris Liverpool (1956-1974). Semboyan heroiknya banyak dikutip sebagai kampanye fanatisme yang provokatif, “Sepak bola lebih serius dari persoalan hidup dan mati”.</p>
<p>Begitu kuat nilai-nilai magnetis sepak bola. Coba simaklah satire ugal-ugalan Eduardo Galeano, wartawan dan novelis Uruguay (1940-2015) ini. Seorang pria, katanya, dapat mengubah istri, partai politik atau agama, tetapi dia tidak dapat mengubah tim sepak bola favoritnya.</p>
<p><strong>Kecerdasan Ekspresi</strong><br />
Sepak bola melahirkan berupa-rupa kecerdasan ekspresi anak manusia, baik para pelaku secara teknis, maupun mereka yang menikmati singgungan filosofis, historis, dan sosiologinya.</p>
<p>Maestro sepak bola Belanda Johan Cruyff menyebut sepak bola adalah permainan yang sederhana, namun hal tersulit dalam sepak bola adalah bermain sederhana.</p>
<p>Sama dengan Eric Cantona, yang menilai kejeniusan Lionel Messi terletak pada naluri bermain seorang kanak-kanak. “Biarkan dia bermain seperti bocah, dan kalian akan mendapatkan kehebatannya”.</p>
<p>Masih tentang Cruyff, yang memercayai bahwa gravitasi pikiran manusia sepak bola tak akan jauh-jauh dari pusaran magnetik “makhluk” itu. Suatu ketika, dia tahu pelatih sepak bola Irlandia, Jack Charlton ingin pensiun dan menghabiskan waktu untuk hobi memancingnya. Dengan tenang Cruyff berkomentar, “Bagaimana bisa dia meninggalkan sepak bola? Saat dia memancing pun, yang ada dalam pikirannya ya sepak bola&#8230;”</p>
<p>Pernak-pernik curah rasa, apakah itu kesombongan, arogansi, atau kerendahhatian menyertai beragam sikap pelatih dan pemain.</p>
<p>Jose Mourinho, arsitek asal Portugal yang berurutan menangani Porto, Chelsea, Internazionale Milan, Real Madrid, Manchester United, Tottenham Hotspur, dan AS Roma tanpa ragu menyebut diri sebagai The Special One.</p>
<p>Media dan pasar budaya pop dengan riuh menyambut “ketengilan” yang <em>quotable</em> itu. Nilai “market” ucapan itu tak kalah dari ketika pada 2018 Zlatan Ibrahimovic dengan pongah mengatakan, sebuah Piala Dunia takkan menjadi Piala Dunia bernilai tanpa kehadirannya.</p>
<p><strong>Filsafat Keunikan</strong><br />
Dari berjuta rasa itu, sepak bola adalah filsafat dalam ungkapan solidaritas, dan kemampuan mengendalikan ego-ego individual.</p>
<p>Kalau Anda menyimak kolektivitas permainan <em>tiki-taka</em> Barcelona misalnya, atau AC Milan di era The Dream Team, kita menemukan betapa banyak orang hebat yang mencurahkan kompetensi individualnya untuk loyal kepada sebuah sistem. Namun individu-individu hebat itu tidak kehilangan keunikannya.</p>
<p>Contoh Barca dan Milan dalam level tim nasional adalah Brazil 1970 dan 2002, Belanda 1974, Argentina 1986, atau Spanyol 2010.</p>
<p>Tim-tim itu adalah produk ijtihad yang tersimpulkan dalam cipta-karsa-karya berjuta rasa. Tak mungkin hanya produk pendekatan teknis, tetapi menyatu dengan landasan filosofis yang kuat.</p>
<p>Anda ingat “empu” sepak bola Argentina Luiz Cesar Menotti?</p>
<p>Suatu ketika, pelatih yang mempersembahkan Piala Dunia 1978 dan Piala Dunia Yunior 1979 itu menyatakan, tim sepak bola tanpa pemain bintang ibarat negeri tanpa penyair.</p>
<p>Dapat ditafsirkan, dalam pandangan Menotti, secara filosofis hingga teknis permainan sebuah tim membutuhkan imajinasi dan kekuatan ide.</p>
<p>Dengan segala keliaran ide, visi, dan imajinasi, elemen-elemen itulah yang akan membawa pengembaraan gagasan seorang pelatih hingga ke titik berjuta rasa.</p>
<p>Misteri yang terlipat dalam permainan sepak bola menjadi pancaran keindahan. Sedangkan keindahan yang terekspresi adalah kekuatan. Kekuatan yang terpancar adalah diksi-diksi yang dalam bahasa Albert Camus, Shankly, dan Galeano menarasikan penting dan sentralitas makna sepak bola&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/11/19/sepak-bola-dalam-berjuta-rasa">Sepak Bola, dalam Berjuta Rasa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>