<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Zinedine Zidane Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/zinedine-zidane/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 Nov 2025 01:39:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Zinedine Zidane Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pep Guardiola dalam “Rekor Gila”</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/11/15/pep-guardiola-dalam-rekor-gila</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 10:00:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Alex Ferguson]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Diego Maradona]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[pele]]></category>
		<category><![CDATA[pep guardiola]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Zinedine Zidane]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=507249</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // apa lagi yang diincar/ untuk mempertajam catatan/ capaian baru/ eksepsionalitas tak tersamai/ sebagai pengecualian/ dengan para kompetitor// (Sajak “Pep Guardiola”, 2025) MANUSIA rekor. Sebutan itu layak disampirkan kepada sejumlah tokoh sepak bola dengan tingkat pengecualian tiada tara. Katakanlah, Anda akan menoleh ke sejarah lama untuk mengenang Edson Arantes Do Nascimento [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/15/pep-guardiola-dalam-rekor-gila">Pep Guardiola dalam “Rekor Gila”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-507251 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// apa lagi yang diincar/ untuk mempertajam catatan/ capaian baru/ eksepsionalitas tak tersamai/ sebagai pengecualian/ dengan para kompetitor//</em><br />
<strong>(Sajak “Pep Guardiola”, 2025)</strong></p>
<p><strong>MANUSIA</strong> rekor. Sebutan itu layak disampirkan kepada sejumlah tokoh sepak bola dengan tingkat pengecualian tiada tara.</p>
<p>Katakanlah, Anda akan menoleh ke sejarah lama untuk mengenang Edson Arantes Do Nascimento alias Pele. Lalu memosisikan Diego Maradona, Zinedine Zidane, Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan kini Pep Guardiola, setelah sebelumnya kita juga tidak mungkin meninggalkan nama Alex Ferguson.</p>
<p>Eksepsionalitas itu tak hanya terkait dengan kemampuan untuk membedakan nama-nama itu dari yang lain, namun membawa warna kepada dunia sepak bola lewat catatan dan angka-angka. Bagai cerita, tetapi nyata.</p>
<p>Dan, Minggu dinihari lalu, ketika Manchester City menjamu Liverpool di Stadion Etihad, catatan berbeda itu dibuat oleh Pep Guardiola. Dia melengkapi diri sebagai “manusia rekor”, masuk “klub 1.000”, pelatih yang memimpin tim dalam laga yang ke-1.000. Pria Spanyol itu mengukirnya bersama tiga klub &#8212; Barcelona, Bayern Muenchen, Manchester City &#8212; sejak 2007.</p>
<p>Ke-1.000 laga Pep itu dicatat bersama Barcelona B (42 laga), Barcelona (247), Bayern Muenchen (161), dan The Citizens (549). Dalam 18 karier kepelatihannya, dia membukukan 36 trofi, termasuk 12 gelar dari tiga liga yang berbeda. Pep mengukir 716 kemenangan atau sebanyak 71 persen.</p>
<p>Laga ke-1.000 itu menjadi makin berkesan bagi Pep, karena ditandai dengan kemenangan 3-0 City atas Liverpool.</p>
<p><strong>Apresiasi Alex Ferguson</strong><br />
Pelatih legendaris Manchester United, Alex Ferguson secara khusus memberi ucapan selamat dan apresiasi kepada Pep Guardiola. “Saya sangat senang menyambut Anda bergabung dengan League Managers Assosiation Hall of Fame 1.000 club yang bergengsi”, kata Sir Alex, seperti dikutip <em>ESPN</em> (<em>detik.com</em>, 8 November 2025).</p>
<p>Ferguson mencatat lebih dari 2.000 pertandingan, termasuk ketika menangani Manchester United (1986-2013) dengan 49 trofi (38 bersama MU). Manajer asal Skotlandia itu memuji capaian Pep Gardiola, “Cinta dan hasrat Anda yang mendalam terhadap sepak bola selalu begitu nyata. Anda patut bangga atas dampak tak terlupakan nyang terus Anda berikan di dunia sepak bola global”.</p>
<p>Selain Sir Alex, nama lain yang termasuk “klub 1.000” adalah Brian Clough yang identik dengan Nottingham Forest, dan Sir Matt Busby yang dikenal sebagai legenda Liverpool.</p>
<p>Pep mengaku kaget sampai ke catatan tersebut. Dia tidak pernah mengira bisa mendapatkan kemenangan sebanyak itu, dengan persentase yang besar selama berkarier. “Kami sudah melakukan banyak hal luar biasa di Barcelona, Bayern Munich, dan di sini. Luar biasa. Sangat sulit meraihnya,” ucap dia.</p>
<p>Dengan tetap merendah, Pep mengakui, level tersebut dicapai berkat bantuan para pemain top di setiap tim yang ditangani. Setelah itu, dia menekankan kesuksesan itu pada fondasi kerja keras, dedikasi, cinta, semangat, dan untuk tidak kalah dari siapa pun.</p>
<p><strong>Genius</strong><br />
Pep Guardiola dikenal sebagai pelatih genius, mengembangkan filosofi <em>pressing football</em> yang diwariskan oleh mentornya, Johan Cruyff. Saat legenda Belanda itu mengarsiteki Barcelona, Pep bermain sebagai “murid” yang menyerap pemikiran tentang taktik dan filosofinya.</p>
<p>Ketika meneruskan tugas Frank Rijkaard sejak 2007, konsep bermain Barca dipertajam lebih dari <em>pressing football</em>. Pep mendoktrinkannya mirip “ideologi”. Permainan Blaugrana beraksen <em>possession football</em>, yang kemudian dikenal sebagai<em> tiki-taka</em>. Skema taktik menyerang ini bertumpu pada umpan-umpan pendek cepat dengan penguasaan intens bola, mengendalikan permainan, dan mencari celah pertahanan lawan.</p>
<p>Barca begitu superior dari 2007 hingga 2012. Pep menerapkan filosofi itu di Bayern Muenchen (2013-2016). Die Bayern dominan di Bundesliga, namun kurang sukses di Eropa. Para legenda klub mengkritik,<em> tiki-taka</em> ala Barcelona tidak cocok diterapkan sebagai karakter bermain di Bayern. Ketika pindah ke Manchester City pada 2016, dia mengubah klub itu menjadi kekuatan utama Liga Primer, bertumpu pada <em>possession football</em> yang mirip karakter Barcelona.</p>
<p>Kiranya benar apa kata Alex Ferguson, filosofi sepak bola Pep punya dampak global yang takkan terlupakan. Ketika mengilas balik Barcelona 2007-2012, publik sepak bola dunia bakal mencatatnya sebagai warisan yang tidak ada duanya.</p>
<p>Tim nasional Spanyol pun, kendati diarsiteki oleh para pelatih yang tak berlatar belakang Barcelona, cenderung menampilkan performa <em>tiki-taka</em> sebagai karakter permainan La Furia Roja, terutama ketika meraih trofi Euro 2008 (Luis Aragones), juara dunia 2010 dan Euro 2021 (Vicente del Bosque), dan kampiun Euro 2024 (Luis de la Fuente)&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/15/pep-guardiola-dalam-rekor-gila">Pep Guardiola dalam “Rekor Gila”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Don Carlo, dalam Ekspresi “Dinamisme” Sepak Bola</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/06/08/don-carlo-dalam-ekspresi-dinamisme-sepak-bola</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jun 2024 10:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Alex Ferguson]]></category>
		<category><![CDATA[Arrigo Sacchi]]></category>
		<category><![CDATA[Bob Paisley]]></category>
		<category><![CDATA[Carlo Ancelotti]]></category>
		<category><![CDATA[Fabio Capello]]></category>
		<category><![CDATA[Jose Mourinho]]></category>
		<category><![CDATA[pep guardiola]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Zinedine Zidane]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=418524</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tak sembarang juara memiliki/ ia hanya melekat/ pada sebatas yang menekuni/ dengan keyakinan/ dan konfidensi/ juga takdir yang menempatkan/ di maqam apa&#8230;// (Sajak “Carlo Ancelotti”, Juni 2024) DI mana posisi Carlo Ancelotti di antara para legenda, dan genius lapangan bola? Saya takkan ragu menjadikannya leader di tengah kampiun-kampiun yang memiliki [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/06/08/don-carlo-dalam-ekspresi-dinamisme-sepak-bola">Don Carlo, dalam Ekspresi “Dinamisme” Sepak Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-418540 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tak sembarang juara memiliki/ ia hanya melekat/ pada sebatas yang menekuni/ dengan keyakinan/ dan konfidensi/ juga takdir yang menempatkan/ di maqam apa&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Carlo Ancelotti”, Juni 2024)</strong></p>
<p><strong>DI</strong> mana posisi Carlo Ancelotti di antara para legenda, dan genius lapangan bola?</p>
<p>Saya takkan ragu menjadikannya <em>leader</em> di tengah kampiun-kampiun yang memiliki “maqam” istimewa.</p>
<p>Dengan Bob Paisley, Pep Guardiola, Zinedine Zidane, dan Jose Mourinho dia lewat dan jauh memimpin. Dengan Alex Ferguson, lalu legenda-legenda Italia Arrigo Sacchi dan Fabio Capello, dia juga jauh di depan.</p>
<p>Italiano kelahiran 1959 itu adalah “pahlawan dalam diam”, yang tak banyak berbla-bla-bla, dan lebih asyik bersama pipa cangklongnya. Dia tak seriuh para taktikus yang memiliki kekhasan karakter dalam mengekspresikan ungkapan hati.</p>
<p>Antara yang seekspresionis kejeniusan Pep, yang terkesan arogan ala Mourinho, yang tak henti berpikir gaya Zidane, yang berwajah “profesor” seperti Vicente del Bosque, yang gelisah mencari solusi ala Ferguson, atau yang bergejolak ala Capello.</p>
<p>Carlo jauh lebih tenang dengan mengesankan wajah <em>cool</em> mendalami setiap referensi pertandingan dengan sikap yang matang. Begitulah ekspresi gelandang elegan AC Milan era 1980-an itu.</p>
<p>Lima gelar Liga Champios untuk dua klub berbeda, yakni Real Madrid (2014, 2022, dan 2024), dan AC Milan (2003, 2007), serta trofi-trofi liga bersama Milan, Madrid, Chelsea, Paris St Germain, dan Bayern Muenchen adalah bukti bahwa racikan Carlo bukan skema biasa. Semua dia hasilkan dari pendekatan eksepsional.</p>
<p>Belum lagi sederet gelar bersama FC Parma dan Milan yang dia bendaharakan dalam perjalanan karier yang penuh liku dan eksperimen.</p>
<p><strong>Dinamisme Calcio</strong><br />
Gelimang trofi Carlo Ancelotti layak menobatkannya sebagai pelatih besar yang pernah ada dalam sejarah sepak bola. Lima kali meraih trofi dengan dua klub berbeda adalah rekor yang belum didekati oleh pelatih mana pun.</p>
<p>Dia juga dikenal sebagai peracik taktik yang sukses mengelola pemain asal Brazil, yang menyebabkan federasi sepak bola negeri itu sempat tergoda dengan ide untuk merekrutnya sebagai arsitek Selecao, pelatih tim nasional pertama dari luar negara yang bertradisi besar sepak bola itu.</p>
<p>Sederhana saja pendekatannya. Dan, itu bisa disimak dari basis pemikiran yang dia tuang dalam kertas kerja untuk studi kepelatihannya di Coverciano, “<em>Il Futuro del Calcio Piu Dinamicita</em>” atau “Masa Depan Sepak Bola: Lebih Banyak Kedinamisannya”.</p>
<p>Dari sejak 1993, Carlo Ancelotti telah bergulat di banyak klub. Dari Reggiana, Parma, Juventus, AC Milan, Chelsea, PSG, Real Madrid, Bayern Muenchen, Napoli, Everton, dan kembali ke Madrid hingga sekarang.</p>
<p>Mula-mula dia meyakini skema 4-4-2 dengan menolak <em>playmaker</em> ofensif. Maka ia kurang membutuhkan <em>fantasista</em> bertipe Roberto Bggio. Namun sejak mengakomodasi Zidane di Juventus pada 1999, dia mulai mencoba-coba formasi dengan mengutamakan dinamisasi lini tengah.</p>
<p>Apalagi setelah di AC Milan. Dia menjawab kritik sang pemilik, Silvio Berlusconi yang tidak suka timnya berskema defensif. Carlo menemukan formasi “pohon natal” dengan Filippo Inzaghi sebagai tombak penyelinap. Dari lini tengah kreatif ala Rivaldo &#8211; Rui Costa ke duet Clarence Seedorf &#8211; Kaka, ditopang metronom yang jempolan mengatur permainan, Andrea Pirlo.</p>
<p><strong>Pencoba dan Penemu</strong><br />
Tak pelak, Carlo Ancelotti adalah pencoba dan penemu skematika, yang dimulai dari kiprahnya di Parma, Juventus, dan AC Milan.</p>
<p>Lalu apa yang dia lakukan di Real Madrid?</p>
<p>Dia mewarisi tradisi semangat kebesaran klub yang memudahkannya menyuntikkan motivasi. Dia juga sukses menstabillisasi permainan Los Blancos yang boleh dibilang musim ini tak terongrong oleh Barcelona.</p>
<p>“Kompetisi ini memberikan kebahagiaan buat saya sebagai pelatih dan pemain. Saya beruntung bisa bekerja sama di klub terbaik dunia setiap hari,” ungkap Don Carlo seperti dikutip dari situs UEFA.</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/06/08/don-carlo-dalam-ekspresi-dinamisme-sepak-bola">Don Carlo, dalam Ekspresi “Dinamisme” Sepak Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>“Kegembiraan” Free Kick Leo Messi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/08/19/kegembiraan-free-kick-leo-messi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Aug 2023 10:00:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Andrea Pirlo]]></category>
		<category><![CDATA[David Beckham]]></category>
		<category><![CDATA[Diego Maradona]]></category>
		<category><![CDATA[Gianfranco Zola]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[pele]]></category>
		<category><![CDATA[Roberto Baggio]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldinho]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Sunshuke Nakamura]]></category>
		<category><![CDATA[Victor Legrotaglie]]></category>
		<category><![CDATA[Xherdan Shaqiri]]></category>
		<category><![CDATA[Zinedine Zidane]]></category>
		<category><![CDATA[Zlatan Ibrahimovic]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=360612</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // bola bagai dia jinakkan/ kendali kaki seperti punya mata/ melengkung ke titik presisi/ penjaga gawang ternganga/ dalam pesona yang tak dia mengerti&#8230;// (Sajak “Keajaiban Free Kick”, 2023) KAU simakkah aura riang ekspresi Lionel Messi selepas mencetak gol ke gawang FC Dallas lewat free kick untuk Inter Miami, 7 Agustus lalu? [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/19/kegembiraan-free-kick-leo-messi">“Kegembiraan” Free Kick Leo Messi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-360614 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/logo-bola-bola-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/logo-bola-bola-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/logo-bola-bola-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// bola bagai dia jinakkan/ kendali kaki seperti punya mata/ melengkung ke titik presisi/ penjaga gawang ternganga/ dalam pesona yang tak dia mengerti&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Keajaiban Free Kick”, 2023)</strong></p>
<p><strong>KAU</strong> simakkah aura riang ekspresi Lionel Messi selepas mencetak gol ke gawang FC Dallas lewat <em>free kick</em> untuk Inter Miami, 7 Agustus lalu?</p>
<p>Di tribune VIP, sang pemilik klub, David Beckham tak kalah pula terbuncah gembira. Dia berdiri, merentangkan tangan. Senyumnya mengembang.</p>
<p>Sebagai sesama pemilik <em>free kick</em> ajaib, Becks tahu bagaimana sejuta rasa yang menjalari ketika seorang pemain sukses menjaringkan gol dari bola yang meluncur melengkung itu.</p>
<p>Bersama Inter Miami, sejauh ini Leo Messi tampak “lepas” bersenang-senang. Berbeda dari gesturnya yang “tidak los” saat masih bersama Paris St Germain di Ligue 1. Tendangan bebasnya yang khas mematikan itu bagai menemukan muara kegembiraan justru ketika dia bermain di klub milik salah satu tokoh <em>free kick</em> parabolik.</p>
<p>Dengan catatan 64 gol<em> free kick,</em> Messi sedang menunggu rekor baru untuk menembus capaian Beckham. Dalam kariernya di Manchester United, Real Madrid, AC Milan, LA Galaxy, dan PSG, Beckham membukukan 65 gol tendangan bebas. Tendangan yang, dari kajian akademik, berporos pada kemampuan mengelola kekuatan parabolik.</p>
<p>Sementara itu, rekor 77 gol ada di kantung capaian Juninho Pernambucano, pemain Brazil yang dikenal mematikan dengan “ajian” tendangan bebas bersama Olympique Lyon pada 1990-an hingga awal 2000-an.</p>
<p>Di Barcelona, Leo Messi mematangkan teknik tendangan sudut sampai ke titik tersulit, berupa “Free Kick Panenka”. Teknik tinggi ini lazimnya ada dalam eksekusi penalti, akan tetapi La Pulga bisa mempraktikkan lewat <em>free kick.</em> Tendangannya pelan, melintas presisi ke arah tengah gawang, dan kiper terkecoh karena umumnya bola meluncur ke sudut kanan atau kiri gawang.</p>
<p><strong>&#8220;Master&#8221; Juninho</strong><br />
Messi memang bukan pesepak bola utama dalam jenis eksekusi ini. Selain Juninho yang diakui sebagai “profesor tendangan bebas”, ada pula sejumlah “raja”: dari Pele, Victor Legrotaglie, Diego Maradona, Ronaldinho, Zinedine Zidane, Roberto Baggio, Gianfranco Zola, David Beckham, Andrea Pirlo, Zlatan Ibrahimovic, Xherdan Shaqiri, Sunshuke Nakamura, hingga Omar Abdulrahman. Pada masa lalu, Brazil juga memiliki sejumlah “seniman” seperti Rivelino, Nelinho, Socrates, Zico, Rai, dan Dirceu.</p>
<p>Di luar nama-nama itu, Anda tentu mengenal pula sejumlah ahli tendangan mematikan. Dari Johan Neeskens, Arie Haan, Lothar Mathaeus, Ronald Koeman, hingga Roberto Carlos, Steven Gerrard, Cristiano Ronaldo.</p>
<p>Berbeda dari karakter <em>free kick</em>, eksekusi mereka lebih berkarakter kanon yang keras dan lurus. Sifat luncurannya tidak kita dapati dalam keindahan sepakan <em>kick</em> lengkung ala Messi atau Beckham.</p>
<p><strong>Aura Gembira</strong><br />
Di Inter Miami, Leo Messi bermain dengan aura kegembiraan, lebih mirip anak-anak yang penuh gairah mencurahkan nalurinya.</p>
<p>Pelatih nasional Argentina, Lionel Scolani, yang secara khusus memanfaatkan liburan ke Amerika, menyaksikan aksi-aksi Messi. Dia berkesimpulan, ketika berada dalam atmosfer membahagiakan, semua potensi kehebatan Messi bakal muncul.</p>
<p>Karena faktor itukah maka dia lebih tampak “lepas” dalam mengekspresikan semua alam bawah sadar kemampuannya? Atau lantaran tingkat kekompetitifan MLS yang di bawah rata-rata liga di Eropa?</p>
<p>Apa pun itu, performa Messi tak hanya bicara tentang mengejar dan mematahkan rekor, tetapi keindahan teknik sepak bola bisa dipancarkannya dengan hati ringan.</p>
<p>David Beckham tampaknya harus bersiap-siap rekornya disalip. Bukan tidak mungkin pula Juninho harus merelakan rekor yang selama ini dianggap sulit tersamai bakal dikejar dan dilewati oleh Lionel Messi.</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan suarabaru.id dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/19/kegembiraan-free-kick-leo-messi">“Kegembiraan” Free Kick Leo Messi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Zinedine Zidane, Legenda di Tengah Politik Kedengkian</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/01/10/zinedine-zidane-legenda-di-tengah-politik-kedengkian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2023 07:34:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Didier Deschamps]]></category>
		<category><![CDATA[Eric Cantona]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Platini]]></category>
		<category><![CDATA[Noel Le Graet]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Federasi Sepak Bola Prancis (FFF)]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Thierry Henry]]></category>
		<category><![CDATA[Zinedine Zidane]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=306865</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS TAK cukupkah dedikasi seorang Zinedine Yazid Zidane mendapat tempat layak dalam peta olahraga dan peta peradaban di negerinya sendiri? Kylian Mbappe, “anak emas” saat ini, tanpa ragu menyebut “Zidane adalah Prancis”. Penyerang Paris St Germain itu melawan dengan sengit Presiden Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) Noel Le Graet yang beropini sinis [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/01/10/zinedine-zidane-legenda-di-tengah-politik-kedengkian">Zinedine Zidane, Legenda di Tengah Politik Kedengkian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-306871 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/01/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-1.jpg" alt="" width="150" height="195" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/01/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-1.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/01/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-1-115x150.jpg 115w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />TAK</strong> cukupkah dedikasi seorang Zinedine Yazid Zidane mendapat tempat layak dalam peta olahraga dan peta peradaban di negerinya sendiri?</p>
<p>Kylian Mbappe, “anak emas” saat ini, tanpa ragu menyebut “Zidane adalah Prancis”. Penyerang Paris St Germain itu melawan dengan sengit Presiden Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) Noel Le Graet yang beropini sinis tentang Zidane.</p>
<p>Legenda yang membawa Le Bleus juara Euro 2000 dan Piala Dunia 1998 itu semula disebut-sebut sebagai calon suksesor Didier Deschamps di tim nasional.</p>
<p>FFF mempertahankan Deschamps, yang mengantar Prancis meraih trofi Piala Dunia 2018 dan <em>runner up</em> 2022. Masalahnya, patutkah Le Graet meletupkan komentar nyinyir tentang Zidane, yang bahkan dikabarkan diminati oleh Brazil untuk mengarsiteki Selecao?</p>
<p>“Apakah Zidane mencoba menghubungi saya? Tentu saja tidak. Kami tidak pernah mempertimbangkannya. Zidane ada di bawah radar,” cetus Le Graet seperti dikutip <em>detik.com</em> dari <em>RMC Sport</em>.</p>
<p>Dia mengatakan tak peduli Zidane mau pergi ke mana pun, bisa ke klub atau ke tim nasional lain. “Saya tidak mau tahu, saya tidak memercayainya,” katanya.</p>
<p>Komentar itu secara verbal berkonteks merendahkan, tanpa respek, hampa “perasaan”, dan a-historis. Wajar jika menyulut amarah mereka yang menghargai sejarah dan menghormati Zidane.</p>
<p>Pun, andai memang FFF tidak berniat menggunakan jasa Zidane, haruskah Le Graet menorehkan luka kepada sang legenda?</p>
<p>Bukankah Zidane adalah salah satu putra terbaik yang telah memberi kejayaan sepak bola kepada bangsa Prancis? Dia juga mengukir catatan personal sebagai pemain terbaik dunia pada masanya.</p>
<p>Lalu untuk apa Le Graet menyingkirkan pikiran positif tentang Zizou dengan merendahkannya sedemikian rupa?</p>
<p><strong>Peta Rasisme</strong><br />
Peraih Ballon d’Or 1998 dan tiga trofi Pemain Terbaik FIFA 1998, 2000, 2003 itu memang pernah berada dalam kepungan wilayah sensitif ras, justru setelah berkontribusi besar sebagai pahlawan Piala Dunia 1998.</p>
<p>Politisi sayap kanan, Jean-Marie Le Pen menyerang Zidane dan para pemain keturunan imigran. Mereka dituding tidak menyanyikan lagu kebangsaan Prancis<em> La Marseillaise</em> menjelang laga-laga tim nasional. Intinya, nasionalisme pemain berdarah Aljazair itu dia persoalkan.</p>
<p>Ketika Zidane terprovokasi oleh Marco Materazzi dalam final Piala Dunia 2006, kontroversi urusan ras dan keyakinan juga terbawa-bawa. Zizou menanduk dada bek Italia itu, yang menyebabkannya dikartu merah.</p>
<p>“Noda” itu, nyatanya, tidak mempengaruhi penilaian komite pemilih yang tetap menobatkan Zidane sebagai Pemain Terbaik Turnamen.</p>
<p>Zidane adalah orang besar dalam bayangan kedengkian lingkungan politik. Namun, sepak bola akan tetap dan selalu menempatkannya sebagai bintang dengan kemampuan eksepsional.</p>
<p>Teknik <em>screening ball</em>, gaya<em> roulette</em> yang khas, pergerakan indah ala ballerina, presisi umpan, visi permainan, dan <em>free kick</em>-nya yang istimewa, adalah gambaran lengkap tentang pesepak bola terbaik Prancis setelah era Eric Cantona, Thierry Henry, Michael Platini, dan Just Fontaine.</p>
<p>Pengaruh internasional Zidane juga luar biasa. Keterampilannya membuat dia sejajar dengan para legenda. Dia pernah menjadi salah satu elemen Los Galacticos Real Madrid. Trofi lengkap telah dia bukukan: dari Piala Dunia, Euro, Liga Champions, Piala Dunia Antarklub, hingga liga-liga.</p>
<p>Tak heran, dalam peta sepak bola dunia, tak sedikit pemain berbakat yang oleh media dilabeli sebagai “titisan Zidane”. Ada Mesut Oziel, pemain Jerman berdarah Turki, atau bintang Der Panzer masa sekarang, Kai Havertz.</p>
<p>Juga, pemain Prancis Mourad Meghni yang sempat dilabeli harapan serupa, sama seperti Samir Nasri yang pernah bersinar bersama Arsenal. Lalu Bruno Cheyrou, Anthony Le Tallec, dan Yoan Gourcuff. Yang paling mendekati capaian Zidane dari sisi prestasi hanya Karim Benzema, peraih Ballon d’Or 2022.</p>
<p>Catatan impresif Zizou sebagai pelatih Real Madrid merupakan rekor. Dia pelatih pertama yang tiga kali berturut-turut membawa tim meraih Liga Champions (2016, 2017, dan 2018). Juga dua kali (2016, 2017) mempersembahkan Piala Dunia Antarklub untuk Los Blancos.</p>
<p>Lantaran kiprah dan dedikasinya untuk sepak bola, Zidane diakui sebagai “representasi kemanusiaan” dan “keberagaman”.</p>
<p>Seperti Mohamed Salah yang memberi andil dalam mendekonstruksi Islamofobia di Inggris, Zidane bahkan menebar percik keindahan itu ke seluruh penjuru dunia.</p>
<p>Keberterimaan komitmen, sumbangan, dan kiprahnya banyak membantu menepis kesalahpahaman terhadap Islam.</p>
<p>Saat ini dia memang tersisih dari bursa kursi pelatih nasional Prancis, namun percayalah, konstelasi perubahan politik sepak bola tak akan menutup hari depannya.</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/01/10/zinedine-zidane-legenda-di-tengah-politik-kedengkian">Zinedine Zidane, Legenda di Tengah Politik Kedengkian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pele, Maradona, dan Masa Depan Nomor 10 Pasca-Messi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/12/31/pele-maradona-dan-masa-depan-nomor-10-pasca-messi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2022 10:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Denis Law]]></category>
		<category><![CDATA[Francesco Totti]]></category>
		<category><![CDATA[Greatest of All Times]]></category>
		<category><![CDATA[maradona]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Platini]]></category>
		<category><![CDATA[Oeke]]></category>
		<category><![CDATA[Roberto Baggio]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldinho]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Zico]]></category>
		<category><![CDATA[Zinedine Zidane]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=304379</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // seringkas itu namanya/ sepanjang itu dia rentangkan sejarah/ seagung itu dia mahkotakan sepak bola// (Sajak “Pele”, 2022) EDSON Arantes do Nascimento. Sepanjang itu namanya, dan kita lebih akrab dengan sebutan ringkasnya: Pele. Legenda terbesar sepak bola Brazil itu, pada Jumat dinihari WIB (30/12) pergi selamanya dalam usia 82. Dia menyusul [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/31/pele-maradona-dan-masa-depan-nomor-10-pasca-messi">Pele, Maradona, dan Masa Depan Nomor 10 Pasca-Messi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-304415 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// seringkas itu namanya/ sepanjang itu dia rentangkan sejarah/ seagung itu dia mahkotakan sepak bola//</em><br />
<strong>(Sajak “Pele”, 2022)</strong></p>
<p><strong>EDSON</strong> Arantes do Nascimento. Sepanjang itu namanya, dan kita lebih akrab dengan sebutan ringkasnya: Pele.</p>
<p>Legenda terbesar sepak bola Brazil itu, pada Jumat dinihari WIB (30/12) pergi selamanya dalam usia 82. Dia menyusul sahabat sekaligus rival abadinya, Diego Maradona yang sudah mendahului dua tahun silam. Kepergian pemilik jersey 10 Selecao itu hampir bertepatan dengan saat Lionel Messi “mentas” meraih Piala Dunia, trofi yang Pele dan Maradona telah membendaharakannya.</p>
<p>Pele tiga kali (1958, 1962, 1970) meraih Piala Dunia, yang pasti sulit disamai oleh pemain mana pun. Dunia selalu membandingkan, siapa lebih hebat: dia, atau Maradona? Sama seperti ketika dalam satu dekade terakhir diperdebatkan, siapa lebih pantas menyandang predikat Greatest of All Times (GOAT): Leo Messi, atau Cristiano Ronaldo?</p>
<p>Pele identik dengan nomor 10. Dialah yang mempulerkan sakralitas jersey 10 sebagai angka yang tak sembarang bintang layak mengenakan. Dalam sejarah sepak bola, Pele, Maradona, dan Messi adalah si nomor 10 sejati. Sebelumnya tercatat Denis Law, Michael Platini, Zico, Maradona, Roberto Baggio, Francesco Totti, Zinedine Zidane, dan Ronaldinho.</p>
<p>Simaklah pesan Neymar Junior di akun instagramnya, seperti dikutip <em>cnnindonesia.com</em>, “Sebelum Pele, ‘10’ hanyalah angka. Saya membaca ungkapan itu di suatu tempat, di beberapa momen dalam hidup saya. Tapi kalimat itu, indah, meski tidak lengkap. Saya akan mengatakan bahwa sebelum Pele, sepak bola hanyalah olahraga. Pele mengubah segalanya. Dia mengubah sepak bola menjadi seni, menjadi hiburan”.</p>
<p>Tulisnya pula, ”Itu memberi pesan kepada orang miskin, orang kulit hitam dan segalanya. Ini memberi visibilitas ke Brazil. Sepak bola dan Brazil telah menaikkan status mereka berkat Sang Raja! Dia pergi, tapi sihirnya akan tetap ada. Pele itu abadi!”</p>
<p>Kelahiran bintang sebesar Pele, Maradona, atau Messi adalah siklus yang tak bisa direncanakan. Seperti kata kiper nyentrik legenda Kolombia, Rene Higuita, belum tentu dalam abad berikut kita bisa menyaksikan pemain sekualitas Leo Messi.</p>
<p>Rahim sepak bola akan selalu melahirkan anak-anak terbaik. Setiap pahlawan menginspirasi pemunculan pahlawan-pahlawan baru; namun “level alien” tidak bisa sekadar ditunggu. Bakat sehebat Pele, Maradona, dan Messi dihadirkan Tuhan sebagai anugerah sejarah. Katakanlah, bintang-bintang lainnya adalah “manusia biasa”.</p>
<p>Messi pernah menjalani hari-hari pertumbuhan karier sebagai The Next Maradona. Dan, kini giliran Argentina menunggu munculnya “Lionel Messi Baru”, dan pasti perasaan yang sama menghinggapi sepak bola Brazil pasca-kepergian Pele.</p>
<p><strong>Budaya Pop</strong><br />
Ungkapan “the next” atau “the new” lazim dikelola media, tentu sebagai bagian dari fenomena budaya pop. Pelabelan itu dimaknai sebagai ilham, inspirasi, atau harapan.</p>
<p>Anda ingat Safet Susic, “Pele dari Balkan”? Orang Yugoslavia pada dekade 1970-an mengimpikan bintangnya itu bisa berkembang sekaliber “Sang Raja”.</p>
<p>Pun, pastilah penggemar sepak bola era 1970-an paham mengapa Arthur Antunes Coimbra “Zico” disemati predikat “Pele Putih”. Juga Ronaldo Luis Nazario, Kaka, Robinho, dan Ronaldinho yang pernah melintaskan cahaya cemerlang.</p>
<p>Di Asia, striker ganas Arab Saudi Majeed Mohammed pada awal 1980-an kebagian gelar “Pele Padang Pasir”.</p>
<p>Legenda Ghana 1990-an, Abedi Ayew Pele menyandang nama masyhur itu, tentu karena orang tuanya mengidolakan Edson Arantes do Nascimento, dan merupakan doa bagi masa depan anaknya.</p>
<p>Maradona punya banyak padanan harapan. Ada Hossam Hassan “Maradona dari Sungai Nil”, Gheorghe Hagi “Maradona dari Carpathian”. Kita punya Zulkarnaen Lubis “Maradona Indonesia”. PSIS Semarang juga pernah menjuluki strikernya yang pendek-gempal Tugiyo, sebagai “Maradona Purwodadi”.</p>
<p>Di Argentina sejumlah pemain digadang-gadang menjadi pewaris Maradona. Dari Ariel Ortega, Juan Roman Riquelme, Javier Xaviola, Marcello Gallardo, Pablo Aimar, Javier Pastore, Carlos Tevez, hingga Lionel Messi.</p>
<p>Di antara mereka, hanya Messi yang mewujudkan kesetaraan sebagai “titisan” El Pibe de Oro. Lainnya mengapung ke tingkat elite, namun tidak sampai ke eksepsionalitas level.</p>
<p>Labelisasi inspirasi melekat dalam diri sejumlah pemain. Kita mengenal Xherdan Shaqiri, Mario Goetze, Mohamed Salah, dan Phil Foden sebagai pemain yang menyandang singgungan “Messi”. Mereka menghadirkan pencapaian sebagai pemain penting klub dan negara, namun tidak dalam level Messi.</p>
<p>Di Barcelona, Akademi La Masia melahirkan banyak calon “Messi baru”. Ada Bojan Krkic, Iker Muniain, dan Lee Seung-woo.</p>
<p>Di luar itu juga beredar nama-nama Mauro Zarate, Gai Assulin, Martin Odegaard, hingga Takefusa Kubo. Tercatat pula <em>wonderkid</em> Indonesia Egy Maulana Fikri, Chanatip Songkrasin (Thailand), dan Nguyen Quang Hai (Vietnam) sebagai “Messi”.</p>
<p><strong>Julian Alfarez</strong><br />
Anda ulanglah mengamati: gol Julian Alfarez di semifinal Piala Dunia 2022 ke gawang Kroasia. Bukankah itu produk kemampuan bintang?</p>
<p>Dari tengah lapangan, striker 21 tahun itu meliak-liuk melewati sejumlah pemain lawan sebelum mengeksekusi bola ke gawang Dominik Livakovic.</p>
<p>Dalam peta sepak bola Argentina masa depan, Alfarez diproyeksikan menjadi pengganti Messi bersama Enzo Fernandez, Pemain Muda Terbaik Qatar 2022. Negeri Tango juga punya sejumlah <em>wonderkid</em>: Thiago Almada, Nicolas Gonzales, Alejandro Garnacho, dan Exequiel Zeballos.</p>
<p>Selain masa depan “malaikat baru” bagi negeri yang tiga kali juara dunia itu, kita juga sedang mengikuti progres kematangan Kylian Mbappe (Prancis), Jude Bellingham (Inggris), Gavi (Spanyol), Raphinha, Antony, Douglas Luis (Brazil), atau Jamal Musiala (Jerman).</p>
<p>Anak-anak ajaib menunggu peluang merebut panggung, dan dunia menanti siapa yang kelak mengisi “singgasana” Messi, Cristiano Ronaldo, atau Neymar Junior.</p>
<p>Rakyat Brazil, terutama. Kepergian “Sang Raja” menciptakan ruang penantian: lahirnya seniman bola, sosok eksepsional pemakai jersey Selecao nomor 10&#8230;</p>
<p>&#8212;<strong> Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/31/pele-maradona-dan-masa-depan-nomor-10-pasca-messi">Pele, Maradona, dan Masa Depan Nomor 10 Pasca-Messi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Drama Berliku Mengantar Messi kepada &#8220;Takdir&#8221;&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/12/19/drama-berliku-mengantar-messi-kepada-takdir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2022 01:23:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Alfredo Di Stefano]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Diego Maradona]]></category>
		<category><![CDATA[Ferenc Puskas]]></category>
		<category><![CDATA[Franz Beckenbauer]]></category>
		<category><![CDATA[Johan Cruyff]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Platini]]></category>
		<category><![CDATA[pele]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldinho]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldo Luis Nazario]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Zinedine Zidane]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=301267</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS SEJUTA ungkapan takkan cukup menggambarkan kebahagiaan Lionel Andres Messi pada malam 18 Desember 2022 di Stadion Lusail, Doha, Qatar. Pastilah Anda paham, bukan hanya Messi, keluarganya, dan tim nasional Argentina yang menikmati kegembiraan. Para fans di seluruh dunia ikut lega, La Pulga telah melewati momen &#8220;jalan takdir&#8221;: akhirnya mengecup dan mengangkat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/19/drama-berliku-mengantar-messi-kepada-takdir">Drama Berliku Mengantar Messi kepada &#8220;Takdir&#8221;&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-301269 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-1.jpg" alt="" width="150" height="195" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-1.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-1-115x150.jpg 115w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />SEJUTA</strong> ungkapan takkan cukup menggambarkan kebahagiaan Lionel Andres Messi pada malam 18 Desember 2022 di Stadion Lusail, Doha, Qatar.</p>
<p>Pastilah Anda paham, bukan hanya Messi, keluarganya, dan tim nasional Argentina yang menikmati kegembiraan. Para fans di seluruh dunia ikut lega, La Pulga telah melewati momen &#8220;jalan takdir&#8221;: akhirnya mengecup dan mengangkat Piala Dunia, simbol kekuatan sepak bola sejagat.</p>
<p>Saya mencoba mengikuti pendapat Rene Higuita. Sebelum malam final, legenda kiper Kolombia itu mengajak, apa pun hasil laga puncak melawan Prancis, lebih baik nikmati saja penampilan terakhir Messi di Piala Dunia. &#8220;Belum tentu dalam satu abad berikut kita bisa menyaksikan pemain seperti Messi,&#8221; katanya.</p>
<p>Ungkapan kata &#8220;akhirnya&#8221; banyak menghias sebagai kesimpulan headline media-media dunia, bahwa Messi meraih takdir dalam pencapaian yang paripurna.</p>
<p><strong>Rumit dan Menegangkan</strong><br />
Kemenangan atas Prancis melalui drama adu penalti setelah babak reguler 2&#215;45 menit dan tambahan waktu 2&#215;15 menit menggambarkan, betapa rumit dan menegangkan final Qatar 2022.</p>
<p>Unggul 2-0 hingga turun minum, Prancis menyamakan 2-2, unggul lagi 3-2, disamakan lagi 3-3, lalu diakhiri dengan adu penalti. Messi memainkan peran sebagai pencetak gol, eksekutor, dan inspirator.</p>
<p>Saya mencoba meresapi pertandingan dalam getar-getar perasaan yang luar biasa mendegupkan jantung, mirip ketika pada 2021 Argentina dan Messi meraih Copa America di Stadion Maracana, Brazil, mengalahkan tuan rumah 1-0.</p>
<p>Terasakan betapa Messi tak henti memerankan diri menjadi pelayan orkestrasi permainan bagi rekan-rekannya. Pada sisi lain, 10 pemain Argentina juga berjuang hidup-mati untuk mewujudkan mimpi kaptennya meraih Piala Dunia.</p>
<p>Enzo Fernandez dkk bukan hanya bertarung untuk meraih trofi dunia ketiga bagi Argentina setelah 1978 dan 1986; dalam wujud drama dan kisah sepak bola mereka juga menyokong penuntasan rasa kepenasaran Leo Messi. Apalagi inilah momen Piala Dunia 2022 yang hampir bisa dipastikan menjadi yang terakhir dalam usia 35 Si Alien.</p>
<p>Berakhirkah semua perbincangan tentang &#8220;takdir&#8221; dan kelengkapan Lionel Messi? Agar dia tidak selalu dibanding-bandingkan dengan Diego Maradona, sang legenda?</p>
<p>Trofi apa pun sudah Messi miliki. Dari level liga bersama Barcelona dan Paris St Germain, Liga Champions, hingga Piala Dunia Antarklub. Dia juga membendaharakan Piala Dunia U20 pada 2005 dan medali emas Olimpiade 2008, lalu pada usia 34 meraih Copa America.</p>
<p>Tujuh kali penghargaan individu Ballon d&#8217;Or dia bukukan, melewati raihan pesepak bola mana pun. Rekor itu bertambah dengan menjadi Pemain Terbaik, dan dia menjadi satu-satunya manusia yang dua kali mendapatkan, setelah Piala Dunia 2014. Hanya, delapan tahun silam Argentina kalah di final dari Jerman.</p>
<p>Selama ini, Maradona dianggap &#8220;lebih besar&#8221;, karena mampu mempersembahkan Piala Dunia 1986, walaupun tidak meraih Copa America dan emas Olimpiade.</p>
<p>Semestinyalah, sejak sekarang tak ada lagi perdebatan tentang kelayakan penyejajaran Messi dengan Maradona.</p>
<p><strong>Siapa GOAT?</strong><br />
Pun, berakhirlah argumentasi: siapa yang lebih layak disebut sebagai GOAT &#8212; <em>Greatest of All Times</em> &#8211;, dia atau Cristiano Ronaldo. Dalam rentang lebih dari satu dekade, selalu muncul head to head dengan segala parameter dan subjektivitasnya.</p>
<p>Bisa saja diskusi tentang GOAT akan terus berdinamika sebagai bagian dari keasyikan mengisahkan Pele, Alfredo Di Stefano, Ferenc Puskas, Franz Beckenbauer, Johan Cruyff, Michael Platini, Diego Maradona, Ronaldo Luis Nazario, Zinedine Zidane, Ronaldinho, Cristiano Ronaldo, atau Lionel Messi. Hanya, sukses Messi di Qatar menciptakan perspektif lain pemetaan.</p>
<p>Di Qatar 2022, Messi tampak mengekspresikan semua pendaman bakat dan potensi dalam dirinya. Bagaimana unjuk &#8220;skill dewa&#8221; sebagai pembeda, melayani tim dengan umpan-umpan eksepsional, juga menunjukkan jiwa kepemimpinan yang kuat.</p>
<p>Elemen ketiga itu sering dimasalahkan, bahkan oleh Maradona dan sejumlah analis. Banyak yang menilai, salah satu pembeda dari Maradona adalah kekuatan karakter leadership.</p>
<p>Di Copa America 2021 dan Qatar 2022, Messi bertransformasi menjadi sosok yang lebih ekstrovert, juga meletupkan &#8220;sisi lain&#8221; yang tak biasa dia perlihatkan, yakni sikap &#8220;memberontak&#8221;, &#8220;melawan&#8221;, juga sedikit &#8220;berandalan&#8221;.</p>
<p>Pertunjukan di Piala Dunia penutupnya ini seakan-akan tuntas mempertontonkan Lionel Messi yang sejati. Dan, benar kata Rene Higuita, kita beruntung menjadi saksi momen dramatik itu.</p>
<p>Kita menikmati Messi menjemput takdir dengan akhir yang indah&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/19/drama-berliku-mengantar-messi-kepada-takdir">Drama Berliku Mengantar Messi kepada &#8220;Takdir&#8221;&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>