<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Witan Sulaeman Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/witan-sulaeman/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Apr 2024 03:45:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Witan Sulaeman Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Membangkitkan Lagi “Monster” di Timnas Garuda</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/04/06/membangkitkan-lagi-monster-di-timnas-garuda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Apr 2024 10:00:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Jacob Sayuri]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Idzes]]></category>
		<category><![CDATA[Justin Hubner]]></category>
		<category><![CDATA[Rizky Ridho]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Witan Sulaeman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=408213</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // legenda punya sejarah dan era/ yang terkadang hanya membayang/ sebagai inspirasi/ tak mudah dia tergantikan/ seperti kerinduan di langka waktu/ benar-benarkah kita kehilangan jejak/ sang pahlawan monster ganas?// (Sajak “Sang Monster”, 2024) LINI belakang bak “Ferrari”, lini depan seperti angkot. Ya, netizens memang digambarkan sebagai “maha benar dengan apa pun [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/06/membangkitkan-lagi-monster-di-timnas-garuda">Membangkitkan Lagi “Monster” di Timnas Garuda</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-408227 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// legenda punya sejarah dan era/ yang terkadang hanya membayang/ sebagai inspirasi/ tak mudah dia tergantikan/ seperti kerinduan di langka waktu/ benar-benarkah kita kehilangan jejak/ sang pahlawan monster ganas?//</em><br />
<strong>(Sajak “Sang Monster”, 2024)</strong></p>
<p><strong>LINI</strong> belakang bak “Ferrari”, lini depan seperti angkot.</p>
<p>Ya, netizens memang digambarkan sebagai “maha benar dengan apa pun komennya”. Dan, saya menemukan komentar di sebuah media <em>online</em>, soal performa tim nasional Garuda dalam <em>leg</em> 1 laga Pra-Piala Dunia melawan Vietnam di Stadion Gelora Bung Karno, 21 Maret lalu.</p>
<p>Trio bertahan Jay Idzes, Justin Hubner, dan Rizky Ridho tampil oke untuk meredam tekanan The Golden Star Warriors, terutama pada awal babak pertama. Jay dan Nathan sebagai debutan naturalisasi memperlihatkan performa berkelas. Sebaliknya, lini penyerang lagi-lagi mendapat sorotan karena tidak memperlihatkan impresivitas untuk membongkar pertahanan Vietnam. Sama seperti di Piala Asia 2023 di Qatar: tak ada kontribusi gol dari barisan penggempur.</p>
<p>Untungnya, Egy Maulana Vikri &#8212; yang <em>notabene</em> berposisi sebagai penyerang &#8212; memberi suasana lain dengan golnya pada menit ke-52. Rafael Struick dan Hokky Caraka tidak memberi ancaman serius ke gawang Filip Nguyen. Egy, sang penentu kemenangan juga hadir dari bangku cadangan. Hokky Caraka justru menjadi <em>starter</em>, yang menurut <em>coach</em> Shin Tae-yong, itu merupakan bagian dari taktiknya, termasuk memberi kesempatan kepada pemain muda potensial. Witan Sulaeman, Jacob Sayuri tampil kurang menggigit. Sedangkan Muhammad Ramadhan Sananta dan Dimas Drajat tidak mendapat menit bermain.</p>
<p>Pada <em>leg</em> kedua di Hanoi, tiga gol dicetak oleh Jay Idzes, Ragnar Oratmangoen, dan Ramadhan Sananta. Artinya, keprihatinan tentang kebuntuan gol dari para penyerang untuk sementara bisa terjawab lewat aksi individu Ragnar dan eksekusi mematikan Sananta.</p>
<p>Di luar fakta itu, realitasnya, dalam beberapa bulan terakhir ini kelangkaan sosok penyerang yang disegani lawan menjadi diskursus viral tentang skematika ideal tim nasional Indonesia. Apalagi ketika timnas disemarakkan oleh kehadiran para pemain keturunan, yang sejak akhir bulan ini menjadi materi mayoritas.</p>
<p>Shin Tae-yong jelas termanjakan dari sisi kemewahan stok pemain, walaupun ada kerisauan tentang realitas striker berkelas “monster”. Fakta tiadanya mesin gol produktif merupakan kenyataan lain. Di samping menjadi titik kurang dari racikan STY, dari sisi substansi kualitas kompetisi, tentu menggelisahkan.</p>
<p>Mengapa dulu sepak bola kita memiliki para penyerang berkelas “abang jago”, yang lahir sebagai produk kompetisi, baik di era amatir Divisi Utama Perserikatan PSSI, masa-masa semi-profesional Galatama, era Ligina, lalu melembaga ke Liga 1, 2, dan 3?</p>
<p>Mengapa dulu kita bisa menghadirkan legenda-legenda yang bahkan moncer hingga ke percaturan mancanegara? Dari Andi Ramang, Soetjipto Soentoro, Risdianto, Ricky Yacobi, Bambang Pamungkas, Kurniawan Dwi Yulianto, hingga era Bagus Kahfi dan Egy Maulana Vikri?</p>
<p>Para striker kita pernah mengukir kiprah impresif sebagai mesin gol yang sangat diperhitungkan di Piala AFF, namun sejak 2012, 2014, 2016, 2018, 2020 (2021), dan 2022, yang mendominasi adalah pemain Thailand dan Vietnam, yang kini tercatat sebagai dua tim terkuat Asia Tenggara. Dulu nama-nama Gendut Dony, Bambang Pamungkas, Ilham Jayakesuma, dan Budi Sudarsono mampu menggetarkan lawan, bahkan masuk dalam sejarah <em>top scorer.</em></p>
<p><strong>Hadi Ismanto</strong><br />
Nah, ingatkah Anda pada nama Wiel Coerver?</p>
<p>Pelatih legendaris asal Belanda itu lekat dengan sejarah tim nasional yang “nyaris lolos” ke Olimpiade Montreal 1977. Hanya karena kalah adu penalti melawan Korea Utara dalam final menegangkan di Senayan pada 1976, Iswadi Idris dkk gagal mewujudkan mimpi.</p>
<p>Ingat pulakah Anda kepada Hadi Ismanto?</p>
<p>Penyerang asal Persebaya Surabaya itu merupakan salah satu pemain kepercayaan Wiel Coerver. Suatu ketika, pelatih yang pernah mengarsiteki Feyenoord itu menyebut Hadi sebagai pemain Indonesia yang berkapasitas layak bermain di liga Eropa.</p>
<p>Striker andalan Coerver memang bukan hanya Hadi Ismanto. Dia juga memercayai Risdianto, tombak licin yang merupakan penyerang terbaik Indonesia pada masanya. Ketika untuk kali kedua menangani timnas pada 1979, Coerver memercayakan tugas penyerang kepada Joko Malis Mustafa.</p>
<p>Ris, Hadi, dan Joko adalah realitas talenta dalam rangkaian sejarah timnas Indonesia. Sebelum itu, yang sangat populer adalah Ramang, striker andalan <em>coach</em> Tony Poganik. Pemain berjejuluk “Kurcaci Monster” itu ikut menahan Uni Soviet 0-0 di Olimpiade Melbourne 1956. Sebelumnya dia ikut menahan imbang 2-2 Jerman Timur dalam sebuah laga persahabatan. Dalam durasi karier (1947-1960, dan 1962-1968), ia pernah membukukan 19 gol hanya dari lima laga.</p>
<p>Kehebatan Ramang menitis ke Soetjipto Suntoro, yang disebut-sebut sebagai “Macan Asia” pada era 1960-an hingga awal 1970-an. Gareng, panggilan akrabnya, menjadi andalan tim Garuda ketika menjuarai turnamen Piala Aga Khan 1966 di Bangladesh, dan Piala Raja di Thailand 1978. Pada usia 16 tahun, dia mencetak 19 gol dalam Piala Asia Yunior 1959.</p>
<p>Pasca-Soetjipto, timnas mengandalkan Risdianto, lalu Hadi Ismanto, Joko Malis, Bambang Nurdiansyah, Sain Irmis, Wahyu Tanoto, Adolof Kabo, Ricky Yacobi, dan Singgih Pitono, sebelum muncul talenta muda Bambang Pamungkas, Purwanto, Ilham Jayakusuma, Gendut Dony, Budi “Ular Python” Sudarsono, Widodo Cahyono Putro, Rochy Puttiray, Kurniawan Dwi Yulianto, Syamsir Alam, Irfan Bachdim, Cristian Gonzales, Boaz Solossa, Titus Bonai, Ilham Udin Armaiyn, Bagus Kahfi, Egy Maulana Vikri; lalu para striker <em>coach</em> Shin seperti Dimas Drajat, Ramadhan Sananta, dan Dedik Sulistyawan. Yang paling muda sekarang adalah angkatan Arkhan Kaka dan Hokky Caraka.</p>
<p>Mereka memiliki keistimewaan masing-masing, dan sempat mendapat publikasi luas di media sebagai “wonderkid” Indonesia, namun tak sampai membuat gentar lawan seperti Ramang, Soetjipto, Bambang, dan Kurniawan.</p>
<p><strong>Striker Asing</strong><br />
Kompetisi liga kita memiliki sejumlah potensi penyerang, namun kenyataannya memang tak banyak produk lokal yang unggul. Liga 1 musim 2023-2024 mencatat 25 hingga 30 penyerang, akan tetapi hanya sedikit dari jumlah tersebut yang rutin bermain sebagai <em>starter.</em> Bahkan beberapa striker kini banyak yang dioperasikan tidak dalam posisi aslinya.</p>
<p>Keberadaan striker asing-kah yang menjadi penyebab keterhambatan talenta-talenta muda kita untuk berkembang? Padahal rata-rata ke-18 klub liga punya enyerang asing. Pelatih, karena tuntutan hasil, lebih memercayai striker asing, sehingga produk lokal hanya mendapat menit bermain yang terbatas.</p>
<p>Kondisi bersaing dan keminiman menit bermain merupakan kenyataan yang dihadapi para penyerang kita. Pada sisi lain, banyak “wonderkid” yang tak bisa berkembang sesuai dengan performa talentanya saat masih bermain di kelompok umur.</p>
<p>Ketidakberkembangan karena faktor mental, ketidaksiapan publisitas sebagai pesohor, juga kurangnya atensi klub untuk memberi ruang cukup penyaluran bakat,</p>
<p>Dilematika timnas terhadap pemain untuk posisi tertentu yang dimulai dari keminiman produk kompetisi liga, selalu menjadi “lagu lama”. Tentu sulit berharap para pelatih &#8212; terutama pelatih asing &#8212; yang mau berpikir idealistis membantu pengembangan talenta-talenta lokal. Di hadapan tuntutan menang, <em>mindset</em> pragmatisnya adalah menurunkan semaksimal mungkin materi pemain yang dia miliki.</p>
<p>Maka sebagian jalan keluar dari persoalan “krisis monster” ini antara lain bergantung pada pemain sendiri. Bagaimana mereka meningkatkan etos berlatih, tidak minder bersaing dengan para pemain manca, dan bekerja keras secara profesional.</p>
<p>Begitulah cara terbaik untuk menaklukkan perhatian pelatih. Ciptakan kondisi, “Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda&#8230;”</p>
<p>Tunggulah kabar baik dari penampilan timnas. Apakah representasi “monster macan” itu akan melekat pada Ragnar Oratmangoen, Rafael Struick, Ramadhan Sananta, Egy Maulana Vikri, atau Dimas Drajat, bahkan Hokky Caraka&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/06/membangkitkan-lagi-monster-di-timnas-garuda">Membangkitkan Lagi “Monster” di Timnas Garuda</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Timnas Garuda dalam Bahasa Orkestrasi Naturalisasi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/03/30/timnas-garuda-dalam-bahasa-orkestrasi-naturalisasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Mar 2024 10:00:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Edo Febriansyah]]></category>
		<category><![CDATA[Egy Maulana Vikri]]></category>
		<category><![CDATA[INDRA SJAFRI]]></category>
		<category><![CDATA[Jacob Sayuri]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Idzes]]></category>
		<category><![CDATA[Marselino Ferdinand]]></category>
		<category><![CDATA[Nathan Tjoe-A-On]]></category>
		<category><![CDATA[Ragnar Oratmangoen]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan Sananta]]></category>
		<category><![CDATA[Rizky Ridho]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Thom Haye]]></category>
		<category><![CDATA[Witan Sulaeman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=407030</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // nikmatilah bahasa universal sepak bola/ anak-anak bangsa melebur tanpa sekat jiwa/ mereka tanamkan etos garuda di dada/ menepiskan primordi lokal dan manca&#8230;// (Sajak “Bahasa Sepak Bola”, 2024) SEPERASAAN saya, belum pernah saya menikmati permainan tim nasional sepak bola kita yang seimajinatif dan sesolid pertunjukan di Stadion My Dinh, Hanoi, 26 [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/30/timnas-garuda-dalam-bahasa-orkestrasi-naturalisasi">Timnas Garuda dalam Bahasa Orkestrasi Naturalisasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-407032 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// nikmatilah bahasa universal sepak bola/ anak-anak bangsa melebur tanpa sekat jiwa/ mereka tanamkan etos garuda di dada/ menepiskan primordi lokal dan manca&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Bahasa Sepak Bola”, 2024)</strong></p>
<p><strong>SEPERASAAN</strong> saya, belum pernah saya menikmati permainan tim nasional sepak bola kita yang seimajinatif dan sesolid pertunjukan di Stadion My Dinh, Hanoi, 26 Maret kemarin.</p>
<p>Dari determinasi, konfidensi, kemantapan transisi, kreativitas, kecepatan pengambilan keputusan, hingga pemanfaatan peluang.</p>
<p>Bukan hanya lantaran Asnawi Mangkualam dkk menang atas Vietnam di kandangnya untuk menyamai catatan 20 tahun silam, lebih dari itu orkestrasi permainan anak-anak Garuda memang terasa mantap.</p>
<p>Membanggakan, itu pasti.</p>
<p>Apakah karena ketepatan Jay Idzes cs menerjemahkan skema taktik yang dirancang oleh pelatih Shin Tae-yong?</p>
<p>Apakah karena tuan rumah Vietnam sudah terlebih dahulu “kena mental” setelah kekalahan 0-1 di Jakarta, 21 Maret lalu?</p>
<p>Atau inikah sesungguhnya “pertunjukan” dari berkah kebijakan menggunakan materi pemain naturalisasi?</p>
<p>Semua konsiderans itu bisa saja benar; namun kemajuan performa Indonesia memang sangat terasa dalam dua laga terakhir Pra-Piala Dunia, setelah sebelumnya tampil menjanjikan dalam putaran final Piala Asia 2023 di Qatar.</p>
<p>Proses cepat adaptasi para pemain baru naturalisasi terbilang luar biasa. Jay Idzes dan Nathan Tjoe-A-On tak canggung sejak debut di <em>leg</em> pertama di Senayan, sementara Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen langsung “tune in” dengan memberi kontribusi besar bagi kemenangan 3-0 di Hanoi.</p>
<p>Thom dengan <em>assist</em> tendangan penjuru yang disambar oleh tandukan Jay Idzes, sedangkan Ragnar menyumbang gol lewat aksi individu ciamik sebelum membobol gawang Filip Nguyen.</p>
<p><strong>Soliditas Tim</strong><br />
Bukan hanya kecepatan “melebur” ke dalam adonan jiwa tim, spirit, dan kontribusi pemenangan, keempat pemain yang baru saja mendapat kewarganegaraan Indonesia itu juga tampak menerjemahkan bahasa universal sepak bola dengan sangat baik.</p>
<p>Apa pun sorotan yang masih juga tersampaikan dalam aneka pemberitaan media, kemeleburan para pemain keturunan itu memberi pesan tentang sisi lain semangat kebangsaan. Itulah nasionalisme sepak bola lewat bahasa khasnya!</p>
<p>Bukankah terbukti Mark Klok, Justin Hubner, Jay Idzes, Nathan, Ivar Jenner, dan para pemain lainnya telah membuncahkan harapan, kegembiraan, dan kebanggaan bagi sepak bola Indonesia?</p>
<p>Bukankah penampilan mereka pun akhirnya memberi “vitamin” yang “menggeret” para pemain produk kompetisi liga lokal ke arah level yang memacu?</p>
<p>Dari kacamata subjektif saya, bakat-bakat muda Marselino Ferdinand, Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri, Jacob Sayuri, Rizky Ridho, Edo Febriansyah, Ramadhan Sananta, dan yang lain, “tergeret” ke level performa rekan-rekan naturalisasinya. Talenta mereka tak kalah, namun Jay Idzes cs lebih beruntung tertempa oleh kualitas liga tempat mereka bermain.</p>
<p><strong>Bahasa Pesan</strong><br />
Bahasa universal yang membantu percepatan peleburan para pemain keturunan ke orkestrasi timnas itu, pada akhirnya efektif menyampaikan pesan dan nilai-nilai.</p>
<p>Pertama, proyek naturalisasi tak harus disikapi secara negatif sebagai pilihan jalan pintas pragmatis, karena pada sisi lain memberi nilai lain dalam idealisme pengembangan sepak bola nasional.</p>
<p>Kedua, para pemain muda &#8212; termasuk yang dipanggil ke timnas &#8212; akan terpacu untuk meraih level lebih tinggi agar bisa mendapat tempat dalam <em>starter</em> timnas.</p>
<p>Ketiga, manajemen kompetisi liga mesti tergugah untuk menjadi lebih baik agar melahirkan produk-produk berkualitas, termasuk terangkat secara publisitas ke peminatan klub-klub asing dengan level liga yang lebih baik.</p>
<p>Keempat, intensitas pemantauan talenta ke wilayah-wilayah yang punya potensi “bakat alam” seperti Papua dan Maluku perlu ditingkatkan, seperti pemaksimalan jaringan informasi yang selama ini dimanfaatkan oleh <em>coach</em> Indra Sjafri.</p>
<p>Akhirul-kalam, dari orkestrasi solid timnas secara bertahap ini, rasa-rasanya dorongan bagi perpanjangan kontrak pelatih STY merupakan ide yang masuk akal. Pelatih yang pernah membawa Korea Selatan menundukkan Jerman 2-0 di Piala Dunia 2018 itu, konsisten dalam pembentukan budaya disiplin dan karakter pesepak bola.</p>
<p>Dan, dengan segala plus-minusnya, terbukti kita punya potensi untuk dikembangkan, baik lewat “kebanggaan lokal” maupun “kebanggaan darah keturunan”&#8230;</p>
<p>&#8212;<strong> Amir Machmud NS</strong>;<em> wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/30/timnas-garuda-dalam-bahasa-orkestrasi-naturalisasi">Timnas Garuda dalam Bahasa Orkestrasi Naturalisasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Skandal Mi Instan&#8221; dan Transformasi Kultural Shin Tae-yong</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/12/30/skandal-mie-instan-dan-transformasi-kultural-shin-tae-yong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Dec 2023 10:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Asnawi Mangkualam]]></category>
		<category><![CDATA[Egy Maulana Vikri]]></category>
		<category><![CDATA[Elkan Baggot]]></category>
		<category><![CDATA[Ivar Jenner]]></category>
		<category><![CDATA[Jordi Amat]]></category>
		<category><![CDATA[Justin Hubner]]></category>
		<category><![CDATA[Marc Klok]]></category>
		<category><![CDATA[Marselino Ferdinand]]></category>
		<category><![CDATA[Pratama Arhan]]></category>
		<category><![CDATA[Rachmat Irianto]]></category>
		<category><![CDATA[Rafael Struick]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan Sananta]]></category>
		<category><![CDATA[Ricky Kambuaya]]></category>
		<category><![CDATA[Rizky Ridho]]></category>
		<category><![CDATA[Saddil Ramdani]]></category>
		<category><![CDATA[Sandy Walsh]]></category>
		<category><![CDATA[Shayne Pattinama]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[Witan Sulaeman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=390909</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // kita bukan siapa-siapa/ o, tak beranikah menegaskan/ : kita adalah sesiapa?/ yang bertarung atas nama keyakinan/ tentang kekuatan/ tentang modal/ tentang masa depan&#8230;// (Sajak &#8220;STY dan Garuda Kita&#8221;, 2023) SAUDARA-SAUDARA, apa hubungan unggahan soal mi instan di media sosial dengan ikhtiar transformasi mental dan kultural sepak bola Indonesia? Postingan Marselino [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/30/skandal-mie-instan-dan-transformasi-kultural-shin-tae-yong">&#8220;Skandal Mi Instan&#8221; dan Transformasi Kultural Shin Tae-yong</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-390918 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// kita bukan siapa-siapa/ o, tak beranikah menegaskan/ : kita adalah sesiapa?/ yang bertarung atas nama keyakinan/ tentang kekuatan/ tentang modal/ tentang masa depan&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;STY dan Garuda Kita&#8221;, 2023)</strong></p>
<p><strong>SAUDARA-SAUDARA</strong>, apa hubungan unggahan soal mi instan di media sosial dengan ikhtiar transformasi mental dan kultural sepak bola Indonesia?</p>
<p>Postingan Marselino Ferdinand tentang Witan Sulaeman yang sedang &#8220;mencuri-curi&#8221; memasak mi instan di tengah pemusatan latihan tim nasional Piala Asia 2024 di Turki, suka atau tidak suka adalah pukulan menyedihkan bagi proyek disiplin Shin Tae-yong.</p>
<p>Pelatih asal Korea Selatan itu, sejak menangani timnas pada 2020, ketat menerapkan disiplin pola makan. Gorengan dan mi instan &#8212; camilan kultural masyarakat kita &#8212; distop keras. Para pemain dibiasakan dengan standar menu gizi sehat atlet.</p>
<p>Maka ketika fokus mental sedang terarah ke Qatar, 12 Januari s.d 10 Februari 2024, rasanya sikap &#8220;curi-curi&#8221; itu merupakan bentuk pelanggaran serius.</p>
<p>Sesederhana itukah para pemain memaknai transformasi profesionalitas yang ditegakkan <em>coach</em> STY?</p>
<p><strong>&#8220;Grup Gila&#8221;</strong><br />
Padahal, bukankah timnas menghadapi tantangan yang tidak tanggung-tanggung: &#8220;grup gila&#8221; Piala Asia?</p>
<p>Bagaimana tidak &#8220;gila&#8221;? Dua tim kelas atas Asia: Jepang sebagai kekuatan utama Asia Timur, dan Irak salah satu ikon Asia Barat, tergabung di satu grup.</p>
<p>Dua lainnya di Grup D adalah raksasa Asia Tenggara, Vietnam, dan Indonesia yang sedang memperjuangkan eksistensi di kawasan regionalnya.</p>
<p>Logikanya, dua tiket ke 16 besar terpatok untuk Jepang dan Irak. Vietnam dan Indonesia menunggu keberuntungan: siapa tahu satu dari dua tim unggulan itu terpeleset? Pembuktian siapa lebih baik, Garuda dan Golden Stars juga bakal menjadi warna sengit grup ini.</p>
<p>Rivalitas khusus Indonesia vs Vietnam melanjutkan perseteruan yang dipersubur oleh aneka pemicu. Walaupun memberi perlawanan sengit, sejak 2020 tim racikan <em>coach</em> Shin Tae-yong masih sulit membangun keunggulan atas Vietnam, baik ketika masih diarsiteki Park Hang-seo, maupun setelah dipegang Philippe Troussier.</p>
<p><strong>Realitas Vs Pembuktian</strong><br />
Sejak menangani timnas Indonesia, catatan kualitatif Shin Tae-yong terutama untuk medali emas SEA Games dan trofi Piala AFF, belum terpenuhi.</p>
<p>Pelatih yang membawa sensasi Korea Selatan menggulingkan Jerman 2-0 di Piala Dunia 2018 itu, baru membenahi sisi kultural berupa karakter, kesiapan fisik, pola makan, dan konfidensi kenaikan peringkat dunia dari sejumlah FIFA <em>matchday</em>.</p>
<p>Dia mengukir catatan impresif: meloloskan tim U23 dan tim senior ke putaran final Piala Asia.</p>
<p>STY mentransformasikan karakter, namun belum medali dan gelar.</p>
<p>Sejumlah gelar formal malah dipersembahkan oleh pelatih lokal: Indra Syafri di SEA Games 2023, dan trofi Piala AFF U17 lewat Fakhri Husaini.</p>
<p>Di Piala Asia nanti, bicara trofi tentu bukan angan yang realistis, walaupun sepak bola bukan matematika. Yang paling patut adalah &#8220;berjuang lolos dari babak grup&#8221;, karena kenyataan lawan-lawan yang memang berada di level atas Asia.</p>
<p>Dari tiga calon lawan di Grup D, yang paling mungkin adalah memetik angka penuh dari Vietnam. Itu menjadi &#8220;target wajib&#8221;, meskipun STY punya rekor buruk melawan tim ini.</p>
<p>Menghadapi Irak dan Jepang,<em> coach</em> STY boleh saja berpikiran seperti ketika Korea mengalahkan Jerman di Rusia 2018, walaupun konstelasinya jelas berbeda. Bisa meraih poin, artinya mendapat satu angka adalah pilihan target paling wajar.</p>
<p><strong>Perbaikan-perbaikan</strong><br />
Perbaikan performa yang diharapkan bukannya tidak ada. Hanya, ketika produk perubahan itu dipertanyakan ketika kalah 1-5 dari Irak dan seri 1-1 melawan Filipina di ajang Pra-Piala Dunia, apa yang bisa diandalkan di Qatar nanti?</p>
<p>Dalam evaluasi sementara, &#8220;fasilitas mewah&#8221; STY dari program naturalisasi pemain baru dalam tahap membuncahkan gebyar, belum menghadirkan performa.</p>
<p>Pelatih Irak Jesus Casas yang mengalahkan Garuda 5-1 pun mengingatkan, keberlimpahan pemain naturalisasi itu seharusnya meningkatkan performa tim Indonesia sebagai kekuatan yang disegani.</p>
<p>Catatlah: Jordi Amat, Elkan Baggot, Marc Klok, Shayne Pattinama, Rafael Struick, Ivar Jenner, Justin Hubner, dan Sandy Walsh; mereka punya kapasitas untuk memperkuat pilar-pilar domestik seperti Rizky Ridho, Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Ricky Kambuaya, Rachmat Irianto, Marselino Ferdinand, Saddil Ramdani, Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri, dan Ramadan Sananta.</p>
<p>Jadi kurang apakah ketercukupan fasilitas materi pemain dari sisi ini?</p>
<p>Kalaupun akumulasi pemain cedera menjadi justifikasi celah tim ketika dikalahkan Irak 1-5, maka pasukan yang beraklimatisasi di Antalya, Turki sebelum menuju Qatar itu diharapkan menampilkan kekuatan yang berbeda.</p>
<p>Alur permainan pendek &#8211; cepat yang merupakan &#8220;core of power&#8221; sepak bola Indonesia, dalam racikan taktik <em>coach</em> STY, tentu kita harapkan bisa tuntas tertuang di Piala Asia nanti.</p>
<p>Janganlah sampai pada kesimpulan yang satiris, bahwa pelatih kelas dunia dari mana pun takkan ada yang mampu membawa timnas Indonesia keluar dari <em>barrier</em> klasik: masalah mental dan kulturalnya.</p>
<p>Tentu menyedihkan bukan, ketika ikhtiar profesional penegakan disiplin masih &#8220;disiasati&#8221; pemain dalam bentuk mendasar: mencuri-curi makan mi instan?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/30/skandal-mie-instan-dan-transformasi-kultural-shin-tae-yong">&#8220;Skandal Mi Instan&#8221; dan Transformasi Kultural Shin Tae-yong</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Momen Spesial Jordi Amat</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/03/29/momen-spesial-jordi-amat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Mar 2023 01:49:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Burundi]]></category>
		<category><![CDATA[FIFA Matchday]]></category>
		<category><![CDATA[Johor Darul Ta'zim]]></category>
		<category><![CDATA[Jordi Amat]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<category><![CDATA[Witan Sulaeman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=325716</guid>

					<description><![CDATA[<p>BEKASI (SUARABARU.ID)&#8211; Timnas Indonesia hanya mampu bermain imbang 2-2, melawan Burundi, pada pertemuan kedua laga FIFA Matchday, yang digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Selasa (28/3/2023). Dua gol Indonesia dicetak Witan Sulaeman menit 61, dan Jordi Amat (90+4). Pada pertemuan pertama, Indonesia menang dengan skor 3-1, melalui Yakob Sayuri (6), Dendy Sulistyawan (14), dan Rizky [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/29/momen-spesial-jordi-amat">Momen Spesial Jordi Amat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BEKASI (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Timnas Indonesia hanya mampu bermain imbang 2-2, melawan Burundi, pada pertemuan kedua laga FIFA Matchday, yang digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Selasa (28/3/2023).</p>
<p>Dua gol Indonesia dicetak Witan Sulaeman menit 61, dan Jordi Amat (90+4). Pada pertemuan pertama, Indonesia menang dengan skor 3-1, melalui Yakob Sayuri (6), Dendy Sulistyawan (14), dan Rizky Ridho (43).</p>
<p>Seusai laga, pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong mengatakan, para pemain telah bekerja keras pada laga ini. Apalagi di pertandingan keduanya ini, dia melakukan sejumlah rotasi pemain.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/03/29/jelang-lebaran-bansos-pkh-di-kabupaten-wonogiri-dibagikan">Jelang Lebaran, Bansos PKH di Kabupaten Wonogiri Dibagikan</a></strong></p>
<p>&#8221;Para pemain telah bekerja keras secara keseluruhan. Seharusnya kami bisa bermain lebih baik, dan meraih hasil terbaik,&#8221; kata Shin Tae-yong, saat sesi jumpa pers.</p>
<p>Menurut dia, untuk mental pemain sudah dianggap baik. Para pemain tidak menyerah sampai peluit akhir. &#8221;Karena itu, saya mengapresiasi pemain untuk kekuatan mental mereka,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Jordi Amat menyatakan, bertanding dengan tim yang sama dalam jeda waktu yang pendek, bukan pekerjaan mudah. Sebab, kedua tim sudah saling mengantisipasi kekuatan masing-masing.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/03/29/polres-klaten-ungkap-penjualan-miras-ilegal-dan-sita-639-botol-barang-bukti-berbagai-merk">Polres Klaten Ungkap Penjualan Miras Ilegal dan Sita 639 Botol Barang Bukti Berbagai Merk</a></strong></p>
<p>&#8221;Akhirnya ini adalah hasil yang adil. Saya juga senang bisa mencetak gol untuk tim. Ini gol perdana saya untuk Timnas Indonesia. Saya sangat senang di momen spesial ini,&#8221; ujar pemain yang bermain di Liga Malaysia, Johor Darul Ta&#8217;zim itu.</p>
<p>&#8221;Saya ingin didedikasikan gol ini untuk anak saya. Dan momen ini akan jadi hadiah yang bagus untuknya,&#8221; imbuh Jordi.</p>
<p>Selanjutnya, Timnas Indonesia akan melakoni laga FIFA Matchday pada 14 Juni mendatang, melawan Palestina.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/29/momen-spesial-jordi-amat">Momen Spesial Jordi Amat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>