<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wisata kuliner Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/wisata-kuliner/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Mar 2026 06:55:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>wisata kuliner Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketika 14 Lintas Alumni SMAN 3 Kudus Temu Kangen, Inilah yang Terjadi&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/03/30/ketika-14-lintas-alumni-sman-3-kudus-temu-kangen-inilah-yang-terjadi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 06:55:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[antaralumni]]></category>
		<category><![CDATA[halal bihalal]]></category>
		<category><![CDATA[Haru]]></category>
		<category><![CDATA[Lintas Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[Silaturahmi]]></category>
		<category><![CDATA[SMA Negeri 3 Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tawa]]></category>
		<category><![CDATA[Temu kangen]]></category>
		<category><![CDATA[wisata kuliner]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=551508</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID)&#8211; Rasa haru, tawa, dan nostalgia menyatu dalam acara Halal Bihalal dan Temu Kangen 14 Lintas Alumni SMA Negeri 3 Kudus Angkatan 1984-1997. Kegiatan yang berlangsung di Wisata Kuliner Wetan Tanggul Medini, Undaan, Kudus, Minggu (29/3/2026) itu, diikuti sekitar 100 alumnus lintas angkatan. Mereka hadir untuk mempererat silaturahmi, setelah lama tidak bertemu. Pertemuan itu [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/30/ketika-14-lintas-alumni-sman-3-kudus-temu-kangen-inilah-yang-terjadi">Ketika 14 Lintas Alumni SMAN 3 Kudus Temu Kangen, Inilah yang Terjadi&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Rasa haru, tawa, dan nostalgia menyatu dalam acara Halal Bihalal dan Temu Kangen 14 Lintas Alumni SMA Negeri 3 Kudus Angkatan 1984-1997.</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung di Wisata Kuliner Wetan Tanggul Medini, Undaan, Kudus, Minggu (29/3/2026) itu, diikuti sekitar 100 alumnus lintas angkatan. Mereka hadir untuk mempererat silaturahmi, setelah lama tidak bertemu.</p>
<p>Pertemuan itu membuktikan, ikatan persaudaraan antaralumni tetap terjaga sejak masa sekolah hingga sekarang.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/03/30/485-siswa-smkn-2-jepara-akan-tampilkan-karyanya-terbaiknya">485 Siswa SMKN 2 Jepara Akan  Tampilkan Karyanya Terbaiknya</a></strong></p>
<p>Acara semakin istimewa, dengan kehadiran lima guru purnatugas, Didik Dwi Suhardi (guru Matematika), Anastasia Padangrini (guru Bahasa Inggris), Margaretha Suryati (guru Bahasa Indonesia), Agung Cahyono (guru Olahraga), dan Tituk Mawantusih (guru Bahasa Indonesia).</p>
<p>Kehadiran mereka menghadirkan suasana hangat dan penuh kenangan bagi para alumni. Ketua panitia, Aji Purnomo (alumni 1992) mengatakan, acara itu terlaksana berkat kerja sama solid antara alumni senior dan junior.</p>
<p>&#8221;Kebersamaan lintas alumni seperti ini, mungkin hanya dimiliki SMA 3 Kudus. Sejak tahun 1998, sekolah ini memang berubah nama menjadi SMA 2 Bae Kudus, tetapi ikatan alumninya tetap kuat,&#8221; ujarnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/03/30/john-herdman-butuhkan-energi-suporter-untuk-timnas-indonesia">John Herdman Butuhkan Energi Suporter untuk Timnas Indonesia</a></strong></p>
<p>Dia menambahkan, mengumpulkan 14 lintas angkatan bukanlah hal mudah. Namun para alumni berhasil menjaga konsistensi, dengan mengadakan acara ini setiap 3-4 tahun sekali.</p>
<p>Sebelumnya, kegiatan serupa pernah diselenggarakan pada 2018 di Harmony Home Stay, lalu di Rahtawu (2020), Pantai Bandengan, Jepara (2023), Wetan Tanggul Medini, Undaan, Kudus (2026).</p>
<p>Selain menjadi ajang temu kangen, komunitas lintas alumni ini juga aktif dalam kegiatan sosial. Mereka turut berpartisipasi dalam berbagai aksi kepedulian, seperti donasi untuk bansos di Aceh, dan sebagian wilayah di Sumatera, serta bantuan sosial untuk masyarakat di Kudus.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/03/30/jens-raven-gantikan-mauro-zijlstra-di-timnas-indonesia">Jens Raven Gantikan Mauro Zijlstra di Timnas Indonesia</a></strong></p>
<p>&#8221;Hal ini menunjukkan solidaritas alumni tidak hanya terjalin dalam kebersamaan, tetapi juga dalam kepedulian terhadap sesama,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ketua paguyuban lintas alumni, H Lilik Kaneka Putra menegaskan, pentingnya kegiatan ini. &#8221;Ajang silaturahmi ini memperkuat tali persaudaraan, sekaligus menjaga nama baik almamater,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, perwakilan guru, Didik menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada para alumni. &#8221;Kami bangga melihat murid-murid kami sudah sukses, dan masih mengingat guru-gurunya. Paguyuban lintas alumni ini pertama kali digagas bersama almarhum H Suriyono (alumni 1985),&#8221; jelasnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/03/30/pssi-awards-2026-jadi-langkah-awal-menuju-visi-garuda-mendunia">PSSI Awards 2026 Jadi Langkah Awal Menuju Visi Garuda Mendunia</a></strong></p>
<p>Acara ini ditutup dengan doa bersama. Para alumni berharap, kegiatan ini terus berlanjut dan semakin mempererat hubungan di masa mendatang.</p>
<p>Lebih dari sekadar pertemuan, kegiatan ini juga menjadi bukti, SMA 3 Kudus bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuhnya persahabatan, kenangan, dan nilai kehidupan yang abadi.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/30/ketika-14-lintas-alumni-sman-3-kudus-temu-kangen-inilah-yang-terjadi">Ketika 14 Lintas Alumni SMAN 3 Kudus Temu Kangen, Inilah yang Terjadi&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tradisi Alas Daun Pisang saat Makan Membuat Makanan Tetap Sehat dan Semakin  Lezat</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/06/04/tradisi-alas-daun-pisang-saat-makan-membuat-makanan-tetap-sehat-dan-semakin-lezat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hadi Priyanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2022 13:32:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan ke India]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner sehat]]></category>
		<category><![CDATA[wisata kuliner]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=256211</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh :Hadi Priyanto Setelah beberapa hari saya mencoba bertahan aneka menu masakan vegetarian khas India, akhirnya kangen juga dengan rasa dan aroma daging, khususnya daging kambing. Saya memilih restoran Kannappa di Kota Trichy, Tamil Nadu, India yang hanya beberapa puluh meter dengan apartemen Rohini tempat kami menginap. Di restoran yang selalu dipenuhi pengunjung ini ada [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/06/04/tradisi-alas-daun-pisang-saat-makan-membuat-makanan-tetap-sehat-dan-semakin-lezat">Tradisi Alas Daun Pisang saat Makan Membuat Makanan Tetap Sehat dan Semakin  Lezat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh :Hadi Priyanto</strong></p>
<p>Setelah beberapa hari saya mencoba bertahan aneka menu masakan vegetarian khas India, akhirnya kangen juga dengan rasa dan aroma daging, khususnya daging kambing.</p>
<p>Saya memilih restoran Kannappa di Kota Trichy, Tamil Nadu, India yang hanya beberapa puluh meter dengan apartemen Rohini tempat kami menginap.</p>
<p>Di restoran yang selalu dipenuhi pengunjung ini ada sejumlah menu khas India berbahan daging kambing yang disebut Mutton Peper Sukka. Makanan ini sangat pedas. Juga lengkap menu-menu vegetarian.</p>
<p>Selang beberapa waktu, pelayan menata daun pisang muda dan air minum dalam gelas yang terbuat dari stainless. Berikutnya ia menuangkan masala di sudut daun pisang dan kemudian memberi nasi briyani dalam wadah khusus.</p>
<p><strong>BACA JUGA <a href="https://suarabaru.id/2022/05/30/kuliner-india-perpaduan-rempah-dan-enam-rasa-utama-catatan-perjalanan-bag-3/">Kuliner India, Perpaduan Rempah dan Enam Rasa Utama (Catatan Perjalanan Bag: 3)</a></strong></p>
<p>Namun di meja makan tidak disiapkan sendok. Ternyata di restoran ini memang makan dengan menggunakan tangan.</p>
<p>Makan dengan alas daun pisang dan makan dengan tangan juga saya temui di pesta pernikahan di Hotel Rockfort. Ada dua kali jamuan makan dan semuanya dengan alas daun pisang.</p>
<p>Memang ada aroma yang berbeda jika dibandingkan yang disajikan dengan piring. Ada aroma wangi yang khas. Apalagi kalau yang dipesan adalah makanan panas.</p>
<p>Di India, menyajikan makanan dengan menggunakan daun pisang merupakan cara makan tradisional di sana.</p>
<p><strong>BACA JUGA <a href="https://suarabaru.id/2022/05/29/benteng-batu-malaikottai-di-trichy-tempat-dewa-ganesha-bersemayam-catatan-perjalanan-bag-2/">Benteng Batu Malaikottai di Trichy, Tempat Dewa Ganesha Bersemayam (Catatan Perjalanan Bag – 2)</a></strong></p>
<p>Penggunaan daun pisang sebagai alas makan ini bukan hanya masalah tradisi, estetika atau bahkan sekadar hiasan saja. Ternyata, makan menggunakan daun pisang memiliki banyak manfaat.</p>
<p>Daun pisang lebih sehat jika dibandingkan dengan alas makan yang lain. Sebab daun pisang mengandung banyak senyawa nabati yang disebut polifenol, yaitu epigallocatechin gallate. Polifenol merupakan antioksidan alami yang bisa melawan radikal bebas dan mencegah timbulnya penyakit.</p>
<p>Makanan yang disajikan di atasnya akan menyerap polifenol yang terkandung di daunnya sehingga tanpa memakannya pun Anda bisa mendapatkan manfaat dan nutrisinya. Daun pisang pun dipercaya mempunyai senyawa anti bakteri yang dapat membunuh semua kuman dan bakteri pada makanan. Hal inilah yang dapat mengurangi risiko Anda terserang penyakit.</p>
<p>Makan dengan alas daun pisang juga lebih lezat. Lapisan lilin alami yang tidak kentara di daun pisang menimbulkan cita rasa dan aroma yang berbeda. Apalagi ketika makanan panas diletakkan di atasnya, lapisan lilin tersebut akan meleleh dan menambahkan cita rasa pada makanan sehingga rasanya jadi lebih enak.</p>
<p>Alas daun pisang juga lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan menggunakan piring plastik atau wadah sterofoam untuk menggantikan piring biasa. Daun pisang lebih mudah terurai dalam waktu singkat dibandingkan plastik yang bahkan membutuhkan ratusan tahun untuk hancur seutuhnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA <a href="https://suarabaru.id/2022/05/27/mengunjungi-trichy-kota-batu-suci-di-india-catatan-perjalanan-bag-1/">Mengunjungi Trichy, Kota Batu Suci di India. (Catatan Perjalanan : Bag. 1 )</a></strong></p>
<p>Daun pisang juga bersih dan tidak perlu dibersihkan dengan menggunakan sabun. Kita cukup menggunakan sedikit air untuk membersihkannya kemudian mengelapnya. Hal ini tentunya jadi lebih higienis ketimbang makan dengan menggunakan piring yang belum tentu dicuci bersih di sebuah rumah makan.</p>
<p>Bahan kimia yang tersisa dari sabun dapat mengontaminasi makanan Anda. Daun pisang hanya perlu dibersihkan dengan sedikit air dan tak perlu menggunakan sabun sehingga makanan Anda bebas kontaminasi bahan kimia.</p>
<p><em>Penulis adalah wartawan SUARABARU.ID.</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/06/04/tradisi-alas-daun-pisang-saat-makan-membuat-makanan-tetap-sehat-dan-semakin-lezat">Tradisi Alas Daun Pisang saat Makan Membuat Makanan Tetap Sehat dan Semakin  Lezat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lontong Tetel, Ikon Baru Wisata Kuliner di Wonosobo, Seperti Apa Rasanya?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/05/04/lontong-tetel-ikon-baru-wisata-kuliner-di-wonosobo-seperti-apa-rasanya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 May 2022 10:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Wonosobo]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Wonosobo]]></category>
		<category><![CDATA[Lontong Tetel]]></category>
		<category><![CDATA[wisata kuliner]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=249767</guid>

					<description><![CDATA[<p>WONOSOBO (SUARABARU.ID)&#8211; Sebuah ikon baru wisata kuliner hadir di Kabupaten Wonosobo. Warung Lontong Tetel namanya. Warung Lontong Tetel yang baru dibuka Rabu (4/5/2022), mapan di Jalan Sabuk Alu No 39 R Wonosobo. Atau tepatnya berada di depan Kantor KPUD setempat. Pembukaan warung baru itu dilakukan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dispartabud) Wonosobo, Agus Wibowo, dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/05/04/lontong-tetel-ikon-baru-wisata-kuliner-di-wonosobo-seperti-apa-rasanya">Lontong Tetel, Ikon Baru Wisata Kuliner di Wonosobo, Seperti Apa Rasanya?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>WONOSOBO (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Sebuah ikon baru wisata kuliner hadir di Kabupaten Wonosobo. Warung Lontong Tetel namanya.</p>
<p>Warung Lontong Tetel yang baru dibuka Rabu (4/5/2022), mapan di Jalan Sabuk Alu No 39 R Wonosobo. Atau tepatnya berada di depan Kantor KPUD setempat.</p>
<p>Pembukaan warung baru itu dilakukan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dispartabud) Wonosobo, Agus Wibowo, dan dihadiri beberapa komunitas pencita wisata kuliner dari berbagai daerah.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2022/05/04/warga-minta-bupati-tegur-direksi-pdam-aliran-air-bersih-ke-ujungpandan-mati/">Warga Minta Bupati Jepara Tegur Direksi PDAM, Aliran Air Bersih ke Ujungpandan Mati</a></strong></p>
<p>Owner Warung Lontong Tetel, Istiana Yudha Pratama mengatakan, menu yang disajikannya memiliki variasi yang beragam. Perpaduan dari rasa manis, pedas, gurih, seger dan kemplecer.</p>
<p>&#8221;Saya berharap, menu Lontong Tetel bisa menjadi produk unggulan khas daerah, dan mampu menjadi kebanggaan warga setempat. Menambah khasanah wisata kuliner khas di daerah ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dengan demikian, sambung dia, kuliner khas yang relatif masih baru ini, semakin dikenal tidak hanya oleh masyarakat Wonosobo saja, tetapi juga orang luar daerah.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2022/05/04/kasat-lantas-wonosobo-minta-wisatawan-waspadai-tanjakan-tajam-dieng/">Kasat Lantas Wonosobo Minta Wisatawan Waspadai Tanjakan Tajam Dieng</a></strong></p>
<figure id="attachment_249769" aria-describedby="caption-attachment-249769" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img class="wp-image-249769 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/05/lontong2.jpeg" alt="" width="681" height="511" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/05/lontong2.jpeg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/05/lontong2-400x300.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/05/lontong2-150x113.jpeg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/05/lontong2-80x60.jpeg 80w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/05/lontong2-100x75.jpeg 100w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/05/lontong2-180x135.jpeg 180w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/05/lontong2-238x178.jpeg 238w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-249769" class="wp-caption-text">Salah satu pengunjung Warung Lontong Tetel sedang menikmati sajian yang ada. Foto: Muharno Zarka</figcaption></figure>
<p>Lontong Tetel memiliki variasi menu dengan cita rasa segar, dikombinasi dengan kuah santan kental kaya akan rempah. Kuliner ini akan makin kemlecer dengan kuah santan oseng pedas.</p>
<p>Pilihan kuah yang mewah, ditambah dengan pilihan topping yang beragam, seperti daging ayam, daging sapi, babat dan iso. Ada juga menu tengkleng kambing, di warung yang punya view indah Gunung Sumbung dan Sindoro ini.</p>
<p>&#8221;Selain memiliki cita rasa yang kaya akan rempah dan khas Wonosobo, semua menu Lontong Tetel sangat mengutamakan kualitas bahan baku, demi menjaga kepercayaan konsumen,&#8221; tutur dia.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2022/05/04/warga-boleh-terbangkan-balon-udara-asal-ditambatkan/">Warga Boleh Terbangkan Balon Udara Asal Ditambatkan</a></strong></p>
<p>Menurut Yudha, bahan baku yang digunakan sudah lolos uji dalam proses produksi. Dengan demikian, tidak ada lagi hal yang membuat ragu untuk menikmati kuliner Lontong Tetel ini.</p>
<p>Sebagai bentuk apresiasi pada konsumen, saat pembukaan gerai kuliner ini memberikan penawaran spesial menu segar daging ayam dengan harga normal Rp 12 ribu menjadi Rp 6.000.</p>
<p>Penawaran itu hanya berlaku di outlet resmi Lontong Tetel, pada 4 Mei 2022. Setelah tanggal itu, harga menu kembali normal seperti biasanya. Warung ini buka siang hingga malam hari.</p>
<p>Untuk informasi lebih lanjut, bisa mengunjungi akun sosial media IG @lontongtetel, FB Lontong Tetel. Atau bisa juga datang langsung ke Warung Lontong Tetel Jalan Sabuk Alu No 39 R atau depan Kantor KPUD setempat.</p>
<p><em><strong>Muharno Zarka-Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/05/04/lontong-tetel-ikon-baru-wisata-kuliner-di-wonosobo-seperti-apa-rasanya">Lontong Tetel, Ikon Baru Wisata Kuliner di Wonosobo, Seperti Apa Rasanya?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Makan Mi Ongklok Tak Harus ke Wonosobo, Karena Tersedia yang Instan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/04/13/makan-mi-ongklok-tak-harus-ke-wonosobo-karena-tersedia-yang-instan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2021 02:13:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Wonosobo]]></category>
		<category><![CDATA[kota kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[mi ongklok]]></category>
		<category><![CDATA[wisata kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[wonosobo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=163511</guid>

					<description><![CDATA[<p>MEMBAHAS kuliner Indonesia memang tidak ada habisnya. Tiap daerah memiliki ragam kekayaan budaya kulinernya. Jawa Tengah yang memiliki 35 kabupaten/kota, memiliki ratusan bahkan ribuan jenis kuliner khas. Kabupaten Wonosobo, misalnya, daerah yang berada di antara gunung-gunung ini, juga memiliki kuliner yang khas. Ada tempe kemul, tempe yang digoreng menggunakan tepung tetapi bukan mendoan. Enak dimakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/04/13/makan-mi-ongklok-tak-harus-ke-wonosobo-karena-tersedia-yang-instan">Makan Mi Ongklok Tak Harus ke Wonosobo, Karena Tersedia yang Instan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEMBAHAS</strong> kuliner Indonesia memang tidak ada habisnya. Tiap daerah memiliki ragam kekayaan budaya kulinernya. Jawa Tengah yang memiliki 35 kabupaten/kota, memiliki ratusan bahkan ribuan jenis kuliner khas.</p>
<p>Kabupaten Wonosobo, misalnya, daerah yang berada di antara gunung-gunung ini, juga memiliki kuliner yang khas. Ada <em>tempe kemul, </em>tempe yang digoreng menggunakan tepung tetapi bukan mendoan. Enak dimakan saat hangat.</p>
<p>Temannya <em>tempe kemul </em>adalah <em>gebleg,</em> makanan yang berbahan tepung tapioca. Di beberapa daerah lain juga ada seperti Kulonprogo, Purworejo, dan sebagainya. Tetapi <em>gebleg </em>Wonosobo juga khas, dan bisa jadi oleh-oleh karena tersedia yang belum digoreng. Kita bisa menggorengnya di rumah.</p>
<p>Nah, ada lagi Foodish, yang memang benar-benar khas Wonosobo, dan hanya ada di Wonosobo yaitu <em>mi ongklok</em>. Sajian kuliner ini memang tak semestinya dileatkan oleh wisatawan yang berkunjung ke Wonosobo.</p>
<p>Diberi nama <em>mi ongklok,</em> karena cara memasaknya yang <em>diongklok-ongklok</em> (dikocok-kocok seperti mi ayam) di air yang mendidih.</p>
<p>Bedanya, kalau mi ayam hanya minya yang yang dikocok-kocok, kalau <em>mi ongklok</em> minya ditaruh di semacam <em>irus </em>dari bamboo, ditaruh pula kol dan kucai baru <em>diongklok-ongklok. </em>Setelah itu dituang di mangkuk, lalu atasnya disiram dengan semacam saus, berbahan tepung tapioca. Lalu disajikan dengan sate sapi.</p>
<p>Bila dating atau lewat di Wonosobo, silakan mampir. Di Jalan menuju Banjarnegara ada mi ongklok Pak Muhadi, dan jalur menuju Dieng ada Mi Ongklok Longkrang dan Mbak Umi.  Dan, masih banyak yang lain.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/04/13/makan-mi-ongklok-tak-harus-ke-wonosobo-karena-tersedia-yang-instan">Makan Mi Ongklok Tak Harus ke Wonosobo, Karena Tersedia yang Instan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ke Rembang ya Mencicip Sate Srepeh, Foodish</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/02/03/ke-rembang-ya-mencicip-sate-srepeh-foodish</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2021 02:55:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner daerah]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner khas]]></category>
		<category><![CDATA[Rembang]]></category>
		<category><![CDATA[sate srepeh]]></category>
		<category><![CDATA[wisata kuliner]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=144596</guid>

					<description><![CDATA[<p>KAUM foodish akan selalu mencari dan terus mencari hal baru, pengalaman baru, sensasi baru di dunia kuliner. Kaum foodish atau pencinta kuliner, selalu memburu aneka makanan, sajian, jajanan di mana saja. Bukan untuk memanjakan perut atau memuaskan nafsu makannya, tentu saja. Ya, kuliner adalah kekayaan budaya sudah bangsa. Menikmati kuliner suatu daerah, sama dengan menikmati [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/03/ke-rembang-ya-mencicip-sate-srepeh-foodish">Ke Rembang ya Mencicip Sate Srepeh, Foodish</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KAUM</strong> <em>foodish</em> akan selalu mencari dan terus mencari hal baru, pengalaman baru, sensasi baru di dunia kuliner. Kaum <em>foodish</em> atau pencinta kuliner, selalu memburu aneka makanan, sajian, jajanan di mana saja. Bukan untuk memanjakan perut atau memuaskan nafsu makannya, tentu saja.</p>
<p>Ya, kuliner adalah kekayaan budaya sudah bangsa. Menikmati kuliner suatu daerah, sama dengan menikmati sebuah perjalanan wisata. Maka, apa <em>sih </em>yang sekarang tidak bia dijual atas nama pariwisata. Ya, makanan, jajanan, dan hal-hal yang berkaitan dengan makan pun menjadi salah satu jenis wisata penting. Wisata kuliner.</p>
<p>Menikmati kuliner daerah adalah sebuah sensasi. Sebuah pengalaman yang bisa diceritakan kepada siapa pun. Mungkin namanya sama dengan di daerah lain, tetapi bisa jadi rasanya sangat berbeda. Mungkin rasanya mirip, tetapi bahan bakunya berbeda. Itulah cita rasa kuliner.</p>
<figure id="attachment_144601" aria-describedby="caption-attachment-144601" style="width: 500px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-144601" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/srerepeh.jpg" alt="" width="500" height="253" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/srerepeh.jpg 500w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/srerepeh-400x202.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/srerepeh-150x76.jpg 150w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /><figcaption id="caption-attachment-144601" class="wp-caption-text">Disebut sate serepeh karena ada ini, daging ayam yang ditusuk lalu dibakar. Inilah maskot sate srepeh. Foto: Ist</figcaption></figure>
<p><strong>Sate Srepeh</strong></p>
<p>Hampir semua dari kita pasti pernah makan sate. Bagi yang vegetarian pun bisa menikmati sate misalnya jamur, tempe, tahu, atau yang lain. Pernahkah mendengar kata <em>sate srepeh?</em> Nah, ini kekayaan kuliner baru bagi para <em>foodish</em> yang belum pernah menikmatinya.</p>
<p>Sate srepeh adalah kuliner khas kota Rembang, kota pesisir di pantai utara Jawa Tengah bagian timur. Seperti juga daerah lain yang punya kuliner khas, begitu juga dengan sate srepeh ini. Daerah Sumberejo, Rembang, dulu dikenal sebagai sentra kuliner sate srepeh ini, karena di sanalah banyak warung yang menyediakan makanan ini. Sekarang masih ada beberapa di sana.</p>
<p>Seperti sate hamper sama seperti sate pada umumnya. Disajikan dengan bumbu kacang. Tetapi bukan bumbu kacang seperti sate pada umumnya. Bagi yang pernah menikmati tahu campur atau di Semarang ada tahu gimbal, nah mirip seperti itulah bumbu kacangnya.</p>
<p>Penjual menyiapkan bumbu, lalu setelah itu mengambil nasi yang terbungkus daun jati. Uniknya, nasi ini bentuknya seperti lontong. Tetapi ketika kita belah pakai sendok, yang seperti nasi biasa, bukan lontong. Hanya bentuknya saja yang mirip.</p>
<p>Selanjutnya, nasi bungkus daun jati itu dibuka di atas piring diguyur dengan kuah lodeh, kemudian ada tahu. Jadi nasi dan sayurnya di atas daun jati. Sensasional kan, <em>foodish?</em></p>
<p>Lalu sate disediakan dalam piring, dan kita nikmati seperti menikmati sate biasa. Ya itulah cara menyajikan sate srepeh. Lalu satenya mana? Nah, penjual akan bertanya, mau daging atau jeroan ayam?</p>
<p>Oh ya, disebut sate srepeh karena ada bumbu warga merah. Bumbu yang berbahan santan dan gula jawa inilah yang disebut srepeh, yang diguyurkan daging sate ayam. Dengan bumbu ini, tusukan daging itu akan menjadi lebih nikmat saat dibakar.</p>
<p>Sensasi pedas dan segar akan terasa saat kita menikmati sate srepeh. Sendok nasi yang telah diguyur sayur lodeh tahu, lalu ambil satenya. Goyang-goyangkan sate itu pada bumbunya, lalu kita santap. Ada kuah lodeh sruuuuuppppp, ada <em>klethis-klethis</em> bumbu kacang yang memang tidak diuleg sampai lembut.</p>
<figure id="attachment_144599" aria-describedby="caption-attachment-144599" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-144599" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/slamet.jpg" alt="" width="681" height="417" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/slamet.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/slamet-400x245.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/slamet-150x92.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-144599" class="wp-caption-text">Warung sate srepeh Bu Slamet yang legendaris. Foto: Ist</figcaption></figure>
<p>Salah satu warung sate srepeh yang cukup dikenal di antaranya warung Makan Bu Slamet di Jalan Dokter Wahidin Rembang. Memang lokasinya tidak di pinggir jalan. Melewati jalan pantura, bila dari arah barat (Semarang) kita masuk ke kanan tidak terlalu jauh. Nah, gunakan saja panduan GPS di ponsel para <em>foodish</em>, pasti sampai.</p>
<p>Nah jangan sampai terlewatkan bila datang ke Rembang. Atau mungkin ketika melakukan perjalanan dari Semarang ke Tuban, mampir dulu makan sate srepeh. Di Rembang kita tak cuma bisa menikmati sate srepeh. Ada lontong tuyuhan yang terkenal itu. Dan, jangan lupa, minuman bersoda dari buah kawis. Bila cuaca panas, minum kawis bersoda ini bena-benar menyegarkan.</p>
<p>Selamat berwisata kuliner di Jawa Tenga <em>foodish…. </em>Jangan lupa, jaga protokol kesehatan. Cuci tangan pakai sabun, pakai masker, jangan berkerumun.</p>
<p><strong>Widiyartono R.</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/03/ke-rembang-ya-mencicip-sate-srepeh-foodish">Ke Rembang ya Mencicip Sate Srepeh, Foodish</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>