<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>visit jateng Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/visit-jateng/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 Apr 2023 02:58:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>visit jateng Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menikmati Kuliner Kampung Jawi Semarang, Uang Tunai Tidak Berlaku di Sini</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/04/05/menikmati-kuliner-kampung-jawi-semarang-uang-tunai-tidak-berlaku-di-sini</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Apr 2023 02:58:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Gua Kreo]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Jawi Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[visit jateng]]></category>
		<category><![CDATA[wisata semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=327548</guid>

					<description><![CDATA[<p>KINI, apa sih yang tidak bisa dijual atas nama pariwisata. Kalau dulu tahun 70-an, dalam pikiran orang pada umumnya, pariwisata adalah piknik. Tujuan piknik yang umum waktu itu pantai, kebun binatang, atau gunung. Kemudian kata pariwisata bisa ditemukan pada bagian atas depan bus, di tempat yang biasanya digunakan untuk menunjukkan trayek bus tersebut. Tulisan “pariwisata: [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/04/05/menikmati-kuliner-kampung-jawi-semarang-uang-tunai-tidak-berlaku-di-sini">Menikmati Kuliner Kampung Jawi Semarang, Uang Tunai Tidak Berlaku di Sini</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KINI, </strong>apa <em>sih </em>yang tidak bisa dijual atas nama pariwisata. Kalau dulu tahun 70-an, dalam pikiran orang pada umumnya, pariwisata adalah piknik. Tujuan piknik yang umum waktu itu pantai, kebun binatang, atau gunung.</p>
<p>Kemudian kata pariwisata bisa ditemukan pada bagian atas depan bus, di tempat yang biasanya digunakan untuk menunjukkan trayek bus tersebut. Tulisan “pariwisata: menunjukkan bahwa bus tersebut sedang digunakan untuk “piknik”. Selain kata pariwisata, biasanya tulisan lainnya di bagias depan atas bus itu “darmawisata” atau “rombongan”.</p>
<p>Tetapi berpuluh tahun kemudian, makna pariwisata itu berkembang. Pariwisata tak sekadar pantai, laut, gunung, dan kebun binatang. Kalau boleh diistilahkan “apa saja bisa dijual atas nama pariwisata”.</p>
<p>Ya, dulu makan ya makan saja, di restoran, warung, jajanan pinggir jalan (<em>food street). </em>Tetapi sekarang, tentang makanan sudah menjadi bagian dari pariwisata, dan biasa disebut “wisata kuliner”. Bukan hanya resto besar yang menyediakan makanan <em>western, oriental, </em>atau makanan “wah” lainnya.</p>
<p><strong>Kampung Jawi Semarang</strong></p>
<p>Saat ini, banyak orang yang terpikat pada tempat-tempat makan yang terkesan klasik, dengan bangunan yang natural seperti berbahan kayu atau bambu, kemudian terkesan “sangat tradisional”.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/04/05/menikmati-kuliner-kampung-jawi-semarang-uang-tunai-tidak-berlaku-di-sini">Menikmati Kuliner Kampung Jawi Semarang, Uang Tunai Tidak Berlaku di Sini</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Candi Klero, Wisata Tersembunyi di Kabupaten Semarang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/02/18/candi-klero-wisata-tersembunyi-di-kabupaten-semarang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2021 05:59:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[info pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[visit jateng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=149591</guid>

					<description><![CDATA[<p>BERBICARA soal candi, Jawa Tengah adalah pusatnya. Kita tentu mengenal Candi Borobudur, yang merupakan candi terbesar di dunia. Lalu ada Candi Prambanan, Mendut, Pawon, Dieng, Gedongsongo, dan candi-candi lainnya. Candi-candi kecil mungkin kita tak banyak mengenalnya. Ada Candi Asu, Candi Lumbung, Candi Sojiwan, Candi Bubrah. Di Dieng sendiri masing-masing nama candinya mungkin banyak yang tidak [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/18/candi-klero-wisata-tersembunyi-di-kabupaten-semarang">Candi Klero, Wisata Tersembunyi di Kabupaten Semarang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BERBICARA</strong> soal candi, Jawa Tengah adalah pusatnya. Kita tentu mengenal Candi Borobudur, yang merupakan candi terbesar di dunia. Lalu ada Candi Prambanan, Mendut, Pawon, Dieng, Gedongsongo, dan candi-candi lainnya.</p>
<p>Candi-candi kecil mungkin kita tak banyak mengenalnya. Ada Candi Asu, Candi Lumbung, Candi Sojiwan, Candi Bubrah. Di Dieng sendiri masing-masing nama candinya mungkin banyak yang tidak tahu. Candi Arjuna, Bima, Dwarawati, dan sebagainya.</p>
<p>Di wilayah Kabupaten Semarang juga ada candi. Candi Gedongsongo sudah banyak yang tahu. Tetapi siapa yang sudah kenal nama Candi Klero? Ya Candi Klero yang berlokasi di Desa Ngentak Lor, Kelurahan Klero, Kecamatan Tengaran,  Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah merupakan wisata yang belum masyarakat mengetahuinya.</p>
<p>Candi ini pertama kali ditemukan  pada tahun 1995. Kondisi saat itu sudah nyaris runtuh. Masyarakat setempat juga sering menyebut candi ini dengan nama Candi Tengaran. Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCP) kini menjadi pengelola candi mempunyai bentuk bangunan yang unik setelah menjalani restorasi.</p>
<figure id="attachment_149599" aria-describedby="caption-attachment-149599" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-149599" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/candi-klero2.jpg" alt="" width="681" height="383" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/candi-klero2.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/candi-klero2-400x225.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/candi-klero2-150x84.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-149599" class="wp-caption-text">Candi Klero, bentuknya unik. Foto: Lulu</figcaption></figure>
<p>Morfologi candi klero terdiri dari bagian atap, tubuh, dan kaki. Dan pada bagian atasnya terdapat tonjolan yang mengitari tubuh candi. Dan pada salah satu sudut dinding teras, terdapat prasasti pendek beraksara Jawa Kuno yang sudah dalam kondisi aus.</p>
<p>Menurut informasi di dalam Candi Klero juga terdapat arca Dewa Syiwa. Dengan alasan keamanan arca tersebut dipindahkan oleh Kantor Dinas Pelestarian.</p>
<p><strong>Kunjungan Siswa</strong></p>
<p>Meski masyarakat umum belum banyak mengenalnya, namun Candi Klero cukup dikenal oleh masyarakat sekitar dan sering kali menjadi tujuan wisata untuk beberapa siswa, baik dari tingkat SD, SMP, maupun SMA. Berkunjung ke Candi Klero memang tak dipungut biaya.</p>
<p>Dan, masyarakat sudah dapat menikmati pemandangan indah di kawasan Candi Klero ini. Namun, karena belum menjadi tujuan utama para wisatawan, maka di sana juga yang berjualan makanan dan minuman.</p>
<p>Banyak warga masyarakat setempat yang berharap bahwa Candi Klero dapat membuka ladang rezeki bagi masyarakat lokal. Seperti yang diungkapkan Wiwik, warga sekitar candi.</p>
<p>“Saya berharapnya banyak yang mengetahui keberadaan candi ini, karena jika kita lestarikan dengan baik dan banyak pengunjung sepertinya akan membuat masyarakat lokal lebih semangat untuk berjualan di sini,” ungkap Wiwik.</p>
<p>Memang tampakmya masyarakat masih belum banyak berkunjung karena fasilitas yang kurang memadai. Namun mereka merasa bangga juga jika melihat ada sebuah candi yang indah dan berada di pelosok desa, dengan pemandangan yang masih asri, tidak menutup kemungkinan semuanya akan betah jika berada di sana dan juga sembari berswafoto untuk kenang-kenangan atau mengunggahnya di media sosial.</p>
<p><strong>Lulu Afidatul-wied</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/18/candi-klero-wisata-tersembunyi-di-kabupaten-semarang">Candi Klero, Wisata Tersembunyi di Kabupaten Semarang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Misteri Batu Hitam di Pulau Parang, Penjaga Kedamaian Pulau Jawa</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/12/misteri-batu-hitam-di-pulau-parang-penjaga-kedamaian-pulau-jawa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hadi Priyanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2021 00:31:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Disporapar Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[info pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[visit jateng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=139347</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Hadi Priyanto Ada banyak kisah menarik di Pulau Parang, di kawasan Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara.  Bukan saja sejarah terbentuknya pulau yang  berasal dari magma gunung purba, tetapi ada juga  misteri Gua Sarang dan kisah gadis yang ingkar janji. Juga ada legenda, batu hitam penjaga kadamaian dan ketentraman pulau Jawa yang berada di pulau [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/12/misteri-batu-hitam-di-pulau-parang-penjaga-kedamaian-pulau-jawa">Misteri Batu Hitam di Pulau Parang, Penjaga Kedamaian Pulau Jawa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh :<strong> Hadi Priyanto</strong></p>
<p>Ada banyak kisah menarik di Pulau Parang, di kawasan Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara.  Bukan saja sejarah terbentuknya pulau yang  berasal dari magma gunung purba, tetapi ada juga  misteri Gua Sarang dan kisah gadis yang ingkar janji. Juga ada legenda, batu hitam penjaga kadamaian dan ketentraman pulau Jawa yang berada di pulau ini.</p>
<p>Menurut Petinggi Parang, Muh Zainal Arifin, konon jauh sebelum kerajaan Demak terbentuk,   pulau  Parang telah menjadi tempat persinggahan ekspedisi Babad Tanah Jawa yang dilakukan oleh utusan   Sultan Muhammad I dari Turki. Sebelum masuk ke pulau Jawa, sebanyak 20 perahu singgah di pulau Parang. Sementara 20 perahu lainnya  melanjutkan perjalanan ke pulau Bawean sebelum ke Tuban dan Gresik.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga</strong></span> <strong><a href="https://suarabaru.id/2021/01/12/tukang-parkir-berseru-alhamdulillah/">Tukang Parkir Berseru ‘Alhamdulillah’</a></strong></p>
<p>Tidak ingin ekspedisi kedua ini gagal,  maka sebelum singgah ke Pulau Parang,  rombongan yang dipimpin oleh Syeh Subakir telah melakukan ritual untuk menetralisasi keangkeran Pulau Jawa dengan menggunakan embilan batu hitam.</p>
<p>Sebelum mendarat,  satu buah batu dilempar dari tengah lautan dan jatuh di ujung utara pulau Parang. Hingga kini daerah tempat batu itu jatuh dinamakan Watu Gandul.</p>
<p>Rombongan ini kemudian berlabuh  di Lagun Kunci dan kemudian naik ke Mbatu Merah yang berada ditepi laut. Dinamakan demikian karena bukit  ini memiliki bebatuan  berwarna merah. Bebataun berwarna merah ini konon diyakini bahwa didalamnya terdapat batu merah delima.</p>
<p>Setelah beristirahat  sejenak, rombongan naik  kearah bendungan kecil yang ada disebelah atas. Di sanalah kemudian  Mbah Karomah Kunci tinggal dengan beberapa orang. Tujuannya untuk menjaga batu hitam, penjaga ketenteraman dan kedamaian pulau Jawa. Hingga kini daerah ini dinamakan pekuncen/kunci.</p>
<p>Berdasarkan cerita tutur masyarakat Desa Parang, batu hitam yang dijaga oleh Mbah Karomah Kunci itu diyakini untuk menjaga pulau Jawa dan juga Karimunjawa. Dari Pulau Parang diyakini dapat diwujudkan kemuliaan dan  kedamaian Pulau Jawa. &#8220;Masyarakat meyakini, kunci kemuliaan dan kedamaian pulau Jawa  berada di pulau Parang,&#8221; ujar Petinggi Parang Muh Zainal Arifin.</p>
<p><em>Penulis adalah Wartawan Suarabaru.id di Jepara </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/12/misteri-batu-hitam-di-pulau-parang-penjaga-kedamaian-pulau-jawa">Misteri Batu Hitam di Pulau Parang, Penjaga Kedamaian Pulau Jawa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nirwana Stable, Pengunjung Bisa Naik Kuda Sambil Nikmati Pemandangan Indah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/03/nirwana-stable-pengunjung-bisa-naik-kuda-sambil-nikmati-pemandangan-indah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2021 12:54:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[info pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[nirwana stable]]></category>
		<category><![CDATA[visit jateng]]></category>
		<category><![CDATA[wisata semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=136992</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)- Musim pandemi Covid-19, banyak kegiatan masyarakat dibatasi jumlahnya. Sebab, selain untuk menghindari kerumunan juga untuk memangkas penyebaran covid-19. Begitu juga dengan tempat-tempat wisata. Walau pengunjung menyusut jumlahnya, namun masih juga ada yang butuh hiburan untuk melepas ketegangan pikiran maupun fisiknya selama aktifitas kerja harian. Seperti di Nirwana Stabel Semarang, merupakan tempat  wisata bagi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/03/nirwana-stable-pengunjung-bisa-naik-kuda-sambil-nikmati-pemandangan-indah">Nirwana Stable, Pengunjung Bisa Naik Kuda Sambil Nikmati Pemandangan Indah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)-</strong> Musim pandemi Covid-19, banyak kegiatan masyarakat dibatasi jumlahnya. Sebab, selain untuk menghindari kerumunan juga untuk memangkas penyebaran covid-19.</p>
<p>Begitu juga dengan tempat-tempat wisata. Walau pengunjung menyusut jumlahnya, namun masih juga ada yang butuh hiburan untuk melepas ketegangan pikiran maupun fisiknya selama aktifitas kerja harian.</p>
<p>Seperti di Nirwana Stabel Semarang, merupakan tempat  wisata bagi keluarga. Tempat wisata yang berlokasi di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang tersebut, menawarkan pemandangan wisata alam yang mengesankan untuk ketenangan jiwa.</p>
<figure id="attachment_137008" aria-describedby="caption-attachment-137008" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-137008" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/2021-01-03_17-12-43_799-1.jpg" alt="" width="681" height="511" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/2021-01-03_17-12-43_799-1.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/2021-01-03_17-12-43_799-1-400x300.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/2021-01-03_17-12-43_799-1-150x113.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/2021-01-03_17-12-43_799-1-100x75.jpg 100w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/2021-01-03_17-12-43_799-1-180x135.jpg 180w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/2021-01-03_17-12-43_799-1-238x178.jpg 238w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-137008" class="wp-caption-text">Pengunjung yang memesan minuman ringan di tempat yang telah disediakan di samping pintu masuk lokasi wisata. Foto : Absa</figcaption></figure>
<p><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2021/01/03/kesetiaan-seorang-istri-tahan-rasa-sakit-ginjal-sambil-rawat-suami-stroke/">Kesetiaan Seorang Istri, Tahan Rasa Sakit Ginjal, sambil Rawat Suami Stroke</a></strong></p>
<p>Walau wisata alam, daya tarik utama adalah kuda, sesuai namanya kandang kuda. Pengunjung dapat melihat kuda-kuda yang ada di kandang, maupun menunggang kuda untuk rekreasi sekedar berkuda maupun berlatih menunggang kuda.</p>
<p>Banyak keluarga yang datang berlibur di lokasi tersebut saat liburan. Dan hanya yang berpasangan tanpa mengajak anak-anaknya.</p>
<p>Seperti Noffa, seorang istri yang datang bersama pasangannya saat berlibur hari Minggu, tanpa mengajak anak-anaknya. Dia merasa nyaman, walau hanya duduk-duduk ditaman wisata alamnya, setelah sebelumnya berkeliling, melihat-lihat kuda di dalam kandang, melihat burung merak dan binatang unggas lain yang ada di kandang unggas.</p>
<p>&#8220;Cukup bagus suasana lingkungannya. Cukup nyaman menghilangkan penat di sini. Baik jasmani maupun rohani bisa <em>refresh</em>,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Ingin juga, imbuhnya, bisa rekreasi santai naik kuda berkeliling, namun merasa jengah, karena tidak bersama anak-anaknya.</p>
<figure id="attachment_137006" aria-describedby="caption-attachment-137006" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-137006" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/2021-01-03_17-12-46_520-2.jpg" alt="" width="681" height="511" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/2021-01-03_17-12-46_520-2.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/2021-01-03_17-12-46_520-2-400x300.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/2021-01-03_17-12-46_520-2-150x113.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/2021-01-03_17-12-46_520-2-100x75.jpg 100w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/2021-01-03_17-12-46_520-2-180x135.jpg 180w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/2021-01-03_17-12-46_520-2-238x178.jpg 238w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-137006" class="wp-caption-text">Beberapa pengunjung yang berkumpul di lokasi taman wisata bersama keluarga. Foto : Absa</figcaption></figure>
<p><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2021/01/03/partini-bangkit-di-masa-pandemi-dengan-jamur-krispi/">Partini Bangkit di Masa Pandemi dengan Jamur Krispi</a></strong></p>
<p>Karena menurutnya, objek wisata di sana menyediakan pemandangan alam yang memukau. Walau lokasinya tidak di pegunungan, tapi pemandangannya dengan suasana yang begitu syahdu. Banyak rumput membentang hijau, beberapa pohon tumbuh juga dengan subur di sekitar lokasi.</p>
<p>Ada juga ayunan kayu serta tempat bangku untuk sekedar duduk-duduk  menikmati pemandangan. Tak sedikit pengunjung yang datang untuk berfoto – foto dengan latar belakangan pemandangan.</p>
<p>&#8220;Ya ini hanya sekedar survei mas. Sambil lihat-lihat lokasinya. Rencananya kedepan mengajak anak-anak untuk liburan bareng. Karena menarik, biarpun banyak kuda serta dekat dengan kandang kuda, tapi di sekitar sini tidak ada bau kotoran kuda,&#8221; ungkap pasangan Noffa, yang duduk sebelahnya dan merasa enggan disebut namanya.</p>
<p>Untuk harga tiket masuk, hanya Rp 10.000  jika ingin rekreasi naik kuda hanya nambah Rp 35.000  untuk kuda poni (anak-anak) dan Rp 50.0000 untuk kuda besar (dewasa).<br />
Namun jika untuk belajar berkuda ada tarifnya sendiri.</p>
<p>Di dalam lokasi, juga disediakan  resto oleh pengelola, yang menyajikan berbagai jenis makanan, untuk pengunjung yang merasa lapar. Di sebelah jalan masuk, ada juga tempat yang menyediakan minuman dan makanan ringan, bagi pengunjung yang ingin duduk-duduk di taman yang disediakan juga oleh pengelola.</p>
<p>Untuk jam operasional, biasanya lokasi wisata dibuka mulai jam 09.00 pagi hingga 17.00 sore. Namun saat pandemi ini menjadi agak siang bukanya.</p>
<p><strong><em>Absa-trs</em></strong></p>
<p dir="ltr">
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/03/nirwana-stable-pengunjung-bisa-naik-kuda-sambil-nikmati-pemandangan-indah">Nirwana Stable, Pengunjung Bisa Naik Kuda Sambil Nikmati Pemandangan Indah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PWI-Disporapar Tanda Tangani Nota Kesepahaman Dorong Akselerasi Pariwisata Jateng</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/12/31/pwi-disporapar-tanda-tangani-nota-kesepahaman-dorong-akselerasi-pariwisata-jateng</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2020 02:57:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[amir machmud ns]]></category>
		<category><![CDATA[Disporapar Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata jateng]]></category>
		<category><![CDATA[sinoeng n rachmadi]]></category>
		<category><![CDATA[visit jateng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=136362</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Tengah Amir Machmud NS dan Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jateng Sinoeng N Rachmadi menandatangani nota kesepahaman di Kantor Disporapar Jalan Ki Mangunsarkoro Semarang, Rabu (30/12). Sinoeng N Rachmadi menyebut, nota kesepahaman ini diharapkan bisa mendorong kemajuan pariwisata di Jawa Tengah. “Tahun 2020 pariwisataterguncang bahkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/31/pwi-disporapar-tanda-tangani-nota-kesepahaman-dorong-akselerasi-pariwisata-jateng">PWI-Disporapar Tanda Tangani Nota Kesepahaman Dorong Akselerasi Pariwisata Jateng</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) –</strong> Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Tengah Amir Machmud NS dan Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jateng Sinoeng N Rachmadi menandatangani nota kesepahaman di Kantor Disporapar Jalan Ki Mangunsarkoro Semarang, Rabu (30/12).</p>
<figure id="attachment_136364" aria-describedby="caption-attachment-136364" style="width: 681px" class="wp-caption alignright"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-136364" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/DSCF2947.jpg" alt="" width="681" height="511" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/DSCF2947.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/DSCF2947-400x300.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/DSCF2947-150x113.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/DSCF2947-100x75.jpg 100w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/DSCF2947-180x135.jpg 180w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/DSCF2947-238x178.jpg 238w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-136364" class="wp-caption-text">Kepala Disporapar Jateng sinoeng N Rachmadi. Foto: wied</figcaption></figure>
<p>Sinoeng N Rachmadi menyebut, nota kesepahaman ini diharapkan bisa mendorong kemajuan pariwisata di Jawa Tengah. “Tahun 2020 pariwisataterguncang bahkan mati suri akibat pandemi covid-19. Untuk itu perlu pemikiran guna membangitkannya kembali, pada masa normal baru ini,” kata Sinoeng.</p>
<p>Dia mengatakan, destinasi wisata di Jateng menjadi tidak optimal akibat pandemi ini. “Maka ke depan kai tak hanya mengutamakan <em>quantity tourism</em> tetapi harus <em>quality tourism.</em> Pariwisata yang lebih berkualitas, aman, nyaman, sehat, dan memperhatikan lingkungan,” kata mantan Kepala Satpol PP Prov Jateng ini.</p>
<figure id="attachment_136367" aria-describedby="caption-attachment-136367" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-136367" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/DSCF2944.jpg" alt="" width="681" height="511" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/DSCF2944.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/DSCF2944-400x300.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/DSCF2944-150x113.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/DSCF2944-100x75.jpg 100w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/DSCF2944-180x135.jpg 180w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/DSCF2944-238x178.jpg 238w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-136367" class="wp-caption-text">Sekretaris Disporapar Sulistyo, Kabid Pemasaran Setyo Irawan, dan Supomo Kepala Seksi Kemitraan dan Kelembagaan Pariwisata Bidang Pengembangan SDM dan Ekraf. Foto: wied</figcaption></figure>
<p>Untuk itulah diperlukan gerak bersama bagi pentahelix, yang di dalamnya ada media. “Dengan adanya nota kesepahaman ini kami sambut dengan suka cita, untuk mendorong publikasi, promosi, dan edukasi bagi peaku pariwisata dan wisatawan,” kata Sinoeng.</p>
<p>Kesepakatan ini sebagai penanda langkah selanjutnya. “Setelah ini kita harus melakukan sesuatu, karena tindakan adalah pengejawantahan dari kata-kata. Tahun 2021 harus menjadi kebangkitan pariwisata Jateng, dan Jateng menjadi kontributor pariwisata di tingkat nasional,” tambah Sinoeng.</p>
<figure id="attachment_136366" aria-describedby="caption-attachment-136366" style="width: 407px" class="wp-caption alignright"><img loading="lazy" class=" wp-image-136366" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/amirun.jpg" alt="" width="407" height="531" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/amirun.jpg 522w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/amirun-307x400.jpg 307w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/amirun-115x150.jpg 115w" sizes="(max-width: 407px) 100vw, 407px" /><figcaption id="caption-attachment-136366" class="wp-caption-text">Amir Machmud NS, Ketua PWI Jateng. Foto: wied</figcaption></figure>
<p>Sementara itu, Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS menyatakan, kesepahaman ini sebagai bagian dari rute keterlibatan PWI dalam permasalahan bangsa.</p>
<p>“PWI punya tanggung jawab moral dan intelektual untuk permasalahan bangsa. Pariwisata juga bagian permasalahan bangsa, dan kami ikut ambil bagian dalam mengatasi permasalahan itu,” kata Amir.</p>
<p>Amir menyebut, sesuai fungsi pers seperti juga termaktub dalam UU No 40 Tahun 1999, bahwa per situ memberikan informasi, memberikan hiburan, mengedukasi, dan melakukan kontrol solial. “Publikasi akan memberi warna sesuai dengan fungsi pers tersebut,” kata Amir.</p>
<p>Dia berharap, nota kesepahaman ini nantinya benar-benar ada tindak lanjut, tidak hanya tersimpan di lemari arsip. “Kami ingin Disporapar Jateng punya pembeda, setidaknya model pemasaran pariwisata, kemudian tentang jurnalisme ramah pariwisata sebagai upaya untuk mengurangi kerugian yang mungkin timbul,” kata Amir.</p>
<p>Acara penandatanganan dihadiri Sekretas Disporapar Sulistyo, Kabid Pemasaran Setyo Irawan, Kasi Kemitraan dan Pengembangan Pariwisata Supomo, Kasi Pengembangan Pasar Tanti Apriani, dan staf lainnya. Sedangkan dari PWI hadir beberapa pengurus mendampingi Ketua PWI.</p>
<p><strong>Widiyartono R</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/31/pwi-disporapar-tanda-tangani-nota-kesepahaman-dorong-akselerasi-pariwisata-jateng">PWI-Disporapar Tanda Tangani Nota Kesepahaman Dorong Akselerasi Pariwisata Jateng</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kelompok Wisata Gelangprojo Kunjungi Grojogan Watu Nganten di Sawangan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/12/29/kelompok-wisata-gelangprojo-kunjungi-grojogan-watu-nganten-di-sawangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2020 11:56:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[disparpora kabupaten magelang]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[visit jateng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=135904</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; Perwakilan kelompok wisata Magelang, Kulonprogo dan Purworejo (Gelangprojo) mengunjungi Grojogan Watu Nganten di Dusun Ngentak, Desa/Kecamatan Sawangan,  Kabupaten Magelang. &#8220;Kami akan selalu mengeksplor objek-objek wisata alam di wilayah Magelang, Kulonprogo dan Purworejo. Perjalanan susur sungai lembah Merapi kali ini di objek wisata baru di Grojogan Watu Nganten Dusun Ngentak, Sawangan, Kabupaten Magelang, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/29/kelompok-wisata-gelangprojo-kunjungi-grojogan-watu-nganten-di-sawangan">Kelompok Wisata Gelangprojo Kunjungi Grojogan Watu Nganten di Sawangan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (<a href="https://suarabaru.id/">SUARABARU.ID</a>) &#8211; </strong>Perwakilan kelompok wisata Magelang, Kulonprogo dan Purworejo (Gelangprojo) mengunjungi Grojogan Watu Nganten di Dusun Ngentak, Desa/Kecamatan Sawangan,  Kabupaten Magelang.</p>
<p>&#8220;Kami akan selalu mengeksplor objek-objek wisata alam di wilayah Magelang, Kulonprogo dan Purworejo. Perjalanan susur sungai lembah Merapi kali ini di objek wisata baru di Grojogan Watu Nganten Dusun Ngentak, Sawangan, Kabupaten Magelang, &#8221; tutur salah satu peserta, Shoim, hari ini.</p>
<p>Sisi lain, di objek wisata yang dikelola oleh kelompok sadar wisata dan karang taruna itu peserta bernama  panggilan Mas Erix Endang Soekamti merasa senang dengan pola pelayanan yang dikelola oleh pemuda masyarakat desa setempat. Upaya pengelolaan sadar potensi yang dilakukan oleh pemuda desa itu pelan-pelan akan menumbuhkan peningkatan ekonomi dan keberlanjutan.</p>
<p>Sementara itu Dwi Cahyono tokoh  kelompok sadar wisata &#8220;Permata Wisata&#8221;  Dusun Ngentak, Desa Sawangan, mengatakan  objek wisata alam itu akan terus dikembangkan untuk memaksimalkan pengelolaan potensi lokal dengan melibatkan seluruh pemuda setempat.</p>
<p>Januari 2021 mendatang akan  diadakan wisata malam dengan kemping di area itu dengan mematuhi prokes dan anjuran pemerintah.</p>
<p>Selain kunjungan ke objek wisata alam Watu Nganten Rixtrip Gelang Projo juga disambut menu masakan mangut pintjoek yang menyajikan masakan-masakan iwak kali atau ikan hasil tangkapan dari Kali Progo yang ada di bantaran Sungai Merapi.</p>
<p>Mbak Sari, <em>owner</em> Waroeng Mangut Pintjoek yang berada di Jalan Raya Blabak Sawangan mengatakan bahwa sajian masakan mangut itu saat ini sangat digemari oleh wisatawan yang berkunjung ke Grojogan Watu Nganten.</p>
<p><strong>Eko Priyono-trs</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/29/kelompok-wisata-gelangprojo-kunjungi-grojogan-watu-nganten-di-sawangan">Kelompok Wisata Gelangprojo Kunjungi Grojogan Watu Nganten di Sawangan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Curug Panglebur Gongso, Pertapaan Kumbakarna di Limbangan Kendal</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/12/27/curug-panglebur-gongso-pertapaan-kumbakarna-di-limbangan-kendal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2020 04:01:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[curug penglebur gongso]]></category>
		<category><![CDATA[curug sewu]]></category>
		<category><![CDATA[Disporapar Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[sinoeng n rachmadi]]></category>
		<category><![CDATA[visit jateng]]></category>
		<category><![CDATA[wisata kendal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=135383</guid>

					<description><![CDATA[<p>Curug Panglebur Gongso merupakan salah satu curug yang terkenal di Kabupaten Kendal. Lokasinya yang berada di Desa Gondang, Limbangan ini mudah dijangkau dari arah manapun baik Sumowono atau Kendal.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/27/curug-panglebur-gongso-pertapaan-kumbakarna-di-limbangan-kendal">Curug Panglebur Gongso, Pertapaan Kumbakarna di Limbangan Kendal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KENDAL (SUARABARU.ID)</strong> &#8211;  Kabupaten Kendal dikenal sebagai kawasan yang kaya wisata. Wilayah ini memiliki laut dataran rendah dan juga gunung. Topografi wilayahyang demikian ini, memunculkan pemandangan-pemandangan indah.</p>
<p>Kendal dengan gunung-gung dan perbukitannya, menyimpan keindahan yang tak terkira. Dari ketinggian kita bisa memandang sawah menghijau, bahkan kita bisa memandang laut dari kejauhan.</p>
<p>Curug Panglebur Gongso merupakan salah satu curug yang terkenal di Kabupaten Kendal. Lokasinya yang berada di Desa Gondang, Limbangan ini mudah dijangkau dari arah manapun baik Sumowono atau Kendal.</p>
<p>Dan, di gunung-gunung itu bisa kita jumpai kebun the di wilayah Limbangan, juga ada gua Jepang di sana. Di bawahnya ada hutan yang menghijau, dengan mata air panasnya di Gonoharjo. Tak kurang jua, di gunung-gunung itu bisa kita jumpai banyak sekali air terjun. Dari yangvterbesar dan tertinggi seperti Curug Sewu, kemudian air terjun lainnya termasuk Curug Panglebur Gongso.</p>
<p>Air terjun ini memang tidak terlalu tinggi, hanya berketinggian sekitar 7 meter. Tetapi, pada cur=curan air terjun itu terdapat kolam yang cukup luas, cocok untuk berenang-renang menikmatis esnasi air bening yang jatuh dari tebing di gunung.</p>
<p>Pengunjung bisa beratrasi=ksi dengan terjun dari tebing ke kolamnya. Yang menyenangkan lagi, meski musim kemarau, airnyabtak kunjung susut. Jadi bgi yang suka keceh air bermain air, dating ke sana tak perlu memandang musim, karena air tetap tersedia.</p>
<p>Tentu saja, ketersediaan air yang ajek ini tak lepas dari lingkungan sekitar yang terjaga. Kalau hutan-hutan dibabat habis, pastilah air terjun itu akan mongering.</p>
<p><strong>Pertapaan Kumbokarna</strong></p>
<p>Menurut masyarakat lokal, ada kepercayaan bahwa dulunya air terjun ini merupakan tempat pertapaan Kumbokarna, adik Rahwana. Dalam epos Ramayana Kumbokarna digambarkan berwujud raksasa namun memiliki hati seorang kesatriya. Untuk melebur dosa-dosa setelah pertempuran membela negaranya, dirinya melakukan pertapaan di atas curug ini.</p>
<p>Dari kepercayaan itulah banyak petinggi kerajaan terdahulu bertapa di Curug Panglebur Gongso ini. Semakin diperkuat dengan adanya bekas tapak kaki yang bisa dilihat di bebatuan atas curugnya.</p>
<p>Ada pula gua yang terletak di sebelah curug juga memiliki kepercayaan bisa tembus sampai ke Masjid Agung Demak. Sampai sekarang pun, pada hari tertentu masih ada masyarakat yang melakukan pertapaan atau ritual mandi di curugnya.</p>
<p>Terlepas dari mitos tersebut, pemandangan alam dan daya tarik di dalamnya memang sangat mengesankan. Pengunjung yang datang perlu memarkirkan kendaraannya di parkiran atas baik mobil atau motor.</p>
<p><strong>Retribusi Rp 4.000</strong></p>
<p>Untuk masuk ke Curug Panglebur Gongso ini pengunjung harus membayar retribusi Rp 4 ribu sudah <em>include </em>biaya parkirnya. Tetapi jangan menyangka air terjun ada di samping tempat parkir. Pengunjung harus berjalan dulu, kira-kira 50 keter menuju lokasi air terjunnya. Sesampai di sana tinggal memilih, mau menikmati pemandangan dengan nnaik ke bagia atas air terjun, atau mau <em>ciblon </em>(bermandian-mandian) atau <em>keceh </em>(bermain air) di kolamnya.</p>
<figure id="attachment_135385" aria-describedby="caption-attachment-135385" style="width: 511px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-135385" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/gongso.jpg" alt="" width="511" height="681" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/gongso.jpg 511w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/gongso-300x400.jpg 300w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/gongso-113x150.jpg 113w" sizes="(max-width: 511px) 100vw, 511px" /><figcaption id="caption-attachment-135385" class="wp-caption-text">Meski air terjun tidak terlalu tinggi, tetapi memberikan kesegaran dengan air bening dan udara di sana yang masih bersih. Foto: Ist</figcaption></figure>
<p>Karena lokasi di hutan, maka kita bisa dengan merdeka menikmati hembusan angina, suara-suara heean liar, termasuk kicau burung.</p>
<p>Memang berkunjung ke loksi aliran sungai atau air terjun, kita wajib waspada. Terlbih pada musim hujan. Hal ini mengingat, air bisa saja datang dengan tiba-tiba dalam jumlah besar, sehingga bisa menghanyutkan apa saja.</p>
<p>Maka, kewaspadaan menjadi penting. Pengunjung juga disarankan membawa jaket atau pakaian tebal karena angin di sana cukup kencang dengan hawa dingin yang dibawanya.</p>
<p>Curug Panglebur Gongso ini termasuk tempat wisata yang masih diawat baik oleh masyarakat sekitarnya. Fasilitas lain seperti kamar mandi, toilet, parkir yang luas, warung makan, serta mushola tersedia di tempat ini. Jadi kenyamanan pengunjung tetap terjaga selama berlibur di Curug Panglebur Gongso.</p>
<p>Lokasi memang tidak terlalu jauh dari kota Semarang. Sekitar satu jam ditempuh dengan kendaraan sudah sampai. Hanya saja yang menjadi catatan, untuk menuju lokasi tidak ada kendaraan umum. Maka, kendaraan pribadilah yang menjadi pilihan.</p>
<p>Ayo, kapan berwisata ke sana. Tetapi ingat, selama masa pandemic tetap jaga protocol kesehatban.</p>
<p><strong>Widiyartono R</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/27/curug-panglebur-gongso-pertapaan-kumbakarna-di-limbangan-kendal">Curug Panglebur Gongso, Pertapaan Kumbakarna di Limbangan Kendal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gumuk Reco Sepakung, Bagi yang Ingin Menggelegakkan Adrenalin</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/12/09/gumuk-reco-sepakung-bagi-yang-ingin-menggelegakkan-adrenalin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2020 12:14:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[banyubiru]]></category>
		<category><![CDATA[Disporapar Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[gumuk reco sepakung]]></category>
		<category><![CDATA[ondo langitt]]></category>
		<category><![CDATA[Telomoyo]]></category>
		<category><![CDATA[visit jateng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=131438</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Widiyartono R ANDA mengenal Gunung Telomoyo? Ya, para orang tua yang kini di atas 60 tahun setidaknya mengenal lagu Keroncong Telomoyo yang dinyanyikan Mus Mulyadi. Ya, sejak lama Telomoyo sudah sangat dikenal. Dulu semasa dunia telekomunikasi dan informatika belum sedahsyat sekarang, di puncak gunung itu sudah dipancangkan menara yang menjadi pemancar televisi, dalam hal [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/09/gumuk-reco-sepakung-bagi-yang-ingin-menggelegakkan-adrenalin">Gumuk Reco Sepakung, Bagi yang Ingin Menggelegakkan Adrenalin</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;">Oleh: <strong>Widiyartono R</strong></span></p>
<p><strong>ANDA</strong> mengenal Gunung Telomoyo? Ya, para orang tua yang kini di atas 60 tahun setidaknya mengenal lagu <em>Keroncong Telomoyo</em> yang dinyanyikan Mus Mulyadi. Ya, sejak lama Telomoyo sudah sangat dikenal. Dulu semasa dunia telekomunikasi dan informatika belum sedahsyat sekarang, di puncak gunung itu sudah dipancangkan menara yang menjadi pemancar televisi, dalam hal ini TVRI.</p>
<p>Dari jauh, puluhan kilometer jaraknya menara itu tampak. Dan, sampai sekarang menara itu masih berdiri dan bisa kita pandangi saat melintasi dari Salatiga menuju Kopeng. Pemerintah memang memberi perhatian cukup baik untuk Telomoyo. Sehingga, jalan menuju puncak pun sudah cukup baik untuk dilewati sepeda motor bahkan mobil.</p>
<p>Nah, kini terkait dengan Telomoyo ada yang sedang ngetop, yaitu nama Sepakung, sebuah desa di kaki Gunung Telomoyo yang masuk dalam wilayah Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Nama ini memang kemudian menjadi viral karena bermula dari unggahan di media sosial. Kita paham benar, bahwa dengan perkembangan teknologi informatika, berkembangnya peranti ponsel pintas dengan aneka fitur, menjadikan penggunanya serasa dimanjakan.</p>
<p>Mereka menjadi terbiasa, bahkan <em>addict</em> untuk selalu berswafoto alias berfoto selfi. Nah, Sepakung popular karena memiliki alam yang yang indah, dan instagramable. Tepatnya di Gumukreco, sebuah kawasan did esa itu berupa tebing terjal tegak lurus yang fenomenal.</p>
<p>Sebagai destinasi, Gumukreco Sepakung memang masih disebut “barang baru”. Baru 15 Oktober 2017 pembangunan selesai dan diresmikannya Gumuk Reco Sepakung sebagai atraksi wisata yang paling  sering dijadikan objek kunjungan. Destinasi ini kalau pada masa lalu disebut “wisata minat khusus”, yang tidak semua wisatawan berminat. Yang ditawarkan adalah wisata petualangan.</p>
<p>Tetapi “wisata minat khusus” tampaknya memang sudah agak diabaikan. Wisatawan sekarang suka hal-hal baru, meski untuk menuju ke sana penuh tantangan dengan jalan penuh tikungan tajam dan tanjakan, tidak masalah. Yang penting, mendapatkan spot foto indah, instagramabel, dan syukur-syukur viral.</p>
<p>Maklum saja, lokasi di gunung, jadi jalan menuju ke sana memang penuh tanjakan dan tikungan. Dan, jalan tentu tidak selebar jalan umum apalagi jalan tol. Pemandangan indah berupa areal pesawahan atau dinding batu tegak lurus dengan hiasan tanaman semak hijau.</p>
<figure id="attachment_131440" aria-describedby="caption-attachment-131440" style="width: 545px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-131440" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/danarsibolang.jpg" alt="" width="545" height="681" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/danarsibolang.jpg 545w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/danarsibolang-320x400.jpg 320w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/danarsibolang-120x150.jpg 120w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/danarsibolang-336x420.jpg 336w" sizes="(max-width: 545px) 100vw, 545px" /><figcaption id="caption-attachment-131440" class="wp-caption-text">Meniti jembatan Ondo Langit, menumpahkan adrenalin. Foto: @danarsibolang</figcaption></figure>
<p><strong>Ondho Langit</strong></p>
<p>Pemandangan sawah, tebing dengan semak hijau, itu sekadar bonus. Inilah tantangan yang sebenarnya. Bagi merekan yang suka menggelakkan adreanalin, inilah tempatnya. Di Sepakung ada sebuah tebing batu yang bernama Gumuk Reco.</p>
<p>Konon, menurut si empunya cerita, tebing batu ini peninggalan zaman Kerajaan Majapahit yang semula akan dipahat menjadi ukiran atau patung (<em>reca,</em> dalam bahasa Jawa). Maka kemudian diberi nama Gumuk Reco atau bukit patung.</p>
<p>Inilah perpaduan wisata alam dengan tambahan artifisial. Di tebing yang tegak 90 derajat itu, kemudian dipasang tangga atau tepatnya jembatan yang tampak melayang. Jembatan sepanjang sekitar 15 meter dengan ketinggian sekita 17 meter di atas permukaan tanah di bawahnya. Karena melayang inilah kemudian wahana ini disebut <em>andha langit</em> (ejaan bahasa Jawa yang benar) yang berarti tangga langit. Tetapi umumnya masyarakat akan bingung, maka disebutlah Ondo Langit.</p>
<p>Mereka yang bernyali, bisa melepaskan adrenalinya dengan naik tangga atau meniti jembatan ini. Tentu, pemandangan dari sana akan sangat luar biasa, maka pasti takkan lupa bawa kamera. Kemudian tentu tak lupa juga, meminta orang lain untuk memotretnya, karena petualangan ini sudah tak ternilai harganya.</p>
<p>Bukan itu saja, ada tantangan yang lebih “ngeri” lagi, bermain ayunan. Karena juga melintasi barat daratan, ayunan ekstrem ini disebut ayunan langit. Yang ciut nyali, sekali lagi jangan mencoba, meski penyelenggara meyakinkan bahwa wahana itu aman.</p>
<figure id="attachment_131441" aria-describedby="caption-attachment-131441" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-131441" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/asroriachmad.jpg" alt="" width="681" height="453" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/asroriachmad.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/asroriachmad-400x266.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/asroriachmad-150x100.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/asroriachmad-631x420.jpg 631w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/asroriachmad-640x426.jpg 640w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-131441" class="wp-caption-text">Ekstrem, bermain ayunan langit di Gumukreco Sepakung. Foto: asroriachmad</figcaption></figure>
<p><strong>Tidak Mahal</strong></p>
<p>Soal harga memang relatif. Begitu juga untuk masuk objek-objek wisata. Kawasan wisata yang dikelola oleh Desa wisata Sepakung ini, tentu juga sudah harus menggunakan manajemen pariwisata. Pengunjung yang masuk dikenai bayaran yang pasti, dan diharapkan tidak ada pungutan-pungutan yang tidak perlu alias liar.</p>
<p>Untukk masuk Desa Wisata Sepakung, pengunjung ditarik biaya masuk sebesar Rp 5.000. Bila menggunakan kendaraan tentu saja ada tambahan ongkos parker. Kemudian bila ingin menggelegakkan adrenalin, bisa menambah Rp 25 ribu untuk melintasi jembatan Ondo Langit. Dan, jangan lupa pula nikmati ayunan langitnya yang pasti mendebarkan jantung.</p>
<p>Jaraknya tidak jauh, dari Kota Semarang sekitar 60 km dengan jarak tempuh kurang dari dua jam. Ayo berwisata. Tetapi ingat, masih masa pandemi. Pakai masker, jaga jarak, dan jangan lupa cuci tantang pakai sabun atau disemprot dengan <em>sanitizer.</em></p>
<p><em>Widiyartono R, wartawan, travel writer, pemerhati pariwisata</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/09/gumuk-reco-sepakung-bagi-yang-ingin-menggelegakkan-adrenalin">Gumuk Reco Sepakung, Bagi yang Ingin Menggelegakkan Adrenalin</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>