<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ronaldo Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/ronaldo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Apr 2024 08:38:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Ronaldo Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pilihlah “Messi Baru” di Antara Mereka&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/04/20/pilihlah-messi-baru-di-antara-mereka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Apr 2024 10:00:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Arda Guller]]></category>
		<category><![CDATA[bukayo-saka]]></category>
		<category><![CDATA[Endrick]]></category>
		<category><![CDATA[Kobbie Mainoo]]></category>
		<category><![CDATA[Lamine Yamal]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Mathys Tel]]></category>
		<category><![CDATA[Paul Gascoigne]]></category>
		<category><![CDATA[pele]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Vitor Roque]]></category>
		<category><![CDATA[Warren-Zaire Emery]]></category>
		<category><![CDATA[Zico]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=409850</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // mutiara tertebar merajut keajaiban/ anak-anak zaman menanti panggung/ berlomba menapak jalan pedang/ dengan seni dan kesaktian&#8230;// (Sajak “Wonderkid”, 2024) DAHULU, betapa lama orang menunggu: siapa yang bakal menjadi pengganti Edson Arantes Do Nascimento alias Pele? Untuk sampai ke era Ronaldo Luis Nazario yang sedahsyat itu, dalam banyak bilangan dasawarsa media [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/20/pilihlah-messi-baru-di-antara-mereka">Pilihlah “Messi Baru” di Antara Mereka&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-409855 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/logo-bola-bola-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/logo-bola-bola-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/logo-bola-bola-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// mutiara tertebar merajut keajaiban/ anak-anak zaman menanti panggung/ berlomba menapak jalan pedang/ dengan seni dan kesaktian&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Wonderkid”, 2024)</strong></p>
<p><strong>DAHULU</strong>, betapa lama orang menunggu: siapa yang bakal menjadi pengganti Edson Arantes Do Nascimento alias Pele?</p>
<p>Untuk sampai ke era Ronaldo Luis Nazario yang sedahsyat itu, dalam banyak bilangan dasawarsa media Brazil menyematkan predikat-predikat “Pele Baru”. Bukankah sejatinya itu ungkapan kerinduan, ekspresi harapan, juga balutan doa dari mimpi-mimpi?</p>
<p>Zico, yang bernama asli Arthur Coimbra, merupakan salah satu yang paling digadang-gadang. Si “Pele Putih” terbilang konsisten berjalan dengan bakat dan kesadaran profesional merawat kemampuan. Dia melejit dari Piala Dunia 1978, dan mampu memertahankan sinar hingga Spanyol 1982 dan Meksiko 1986.</p>
<p>Silih berganti calon bintang muncul di negeri penghasil kopi terbesar dunia itu. Ada Dirceu, Eder, Nelinho, Socrates, Rai, hingga Romario Faria, namun Zico paling moncer; yang disusul generasi “El Fenomeno” Ronaldo Luis Nazario. Setelah itu hadir Rivaldo, Ricardo Kaka, Robinho, lalu Neymar Junior.</p>
<p>Dan, siapa yang kini dinanti untuk meneruskan kehebatan para legenda? Vinicius Junior-kah? Rodrygo Goes? Atau Endrick?</p>
<p>Brazil menanti-nanti. Argentina sebagai salah satu negara sepak bola terkemuka pun tak kalah resah.</p>
<p>Ketika The Greatest of All Times (GOAT) Lionel Andres Messi sudah berada di pengujung karier lantaran faktor usia (36 tahun), sosok yang diharapkan segera menduduki singgasananya belum betul-betul muncul. Ada memang, Claudio Echeverri, kapten tim U17 Albiceleste yang berjejuluk “El Diablito”, Si Iblis Kecil, namun bakal sepadankah dia dengan pemunculan Messi pada saat disepadankan sebagai “New Maradona” pada masanya? Echeverri masih harus berjuang, sambil menunggu waktu berpihak terhadap masa depannya.</p>
<p>Penantian lahirnya bintang besar tak hanya menjadi romantisme kerinduan sejumlah tim nasional. Klub-klub juga merasakannya sebagai “kebutuhan”. Barcelona menunggu penerus sejarah Leo Messi. Sejumlah pemain dari beberapa angkatan Akademi La Masia sempat dipublikasikan sebagai calon pewaris. Identifikasi yang sebenarnya juga bernuansa harapan.</p>
<p>Inggris terbilang sering mengidentifikasi kehadiran bintang yang diharapkan bisa mengembalikan kejayaan saat meraih Piala Dunia 1966. Pada 1990, Paul Gascoigne ditokohkan sebagai “wonderkid”. Gazza memang punya talenta langka, namun karena “kesibukan” bergulat dengan persoalan personal, tidak mampu mengangkat performa Tim Tiga Singa. Termasuk ketika dia tampil istimewa di Euro 1996. Bakatnya pun tak tereksplorasi dan terekspresi secara maksimal.</p>
<p>Silih berganti bakat hebat hadir di Liga Primer. Empat tahun lalu muncul Jack Grealish, gelandang Manchester City yang disebut-sebut sebagai “New Gascoigne”, predikat yang juga sempat disematkan kepadan Joe Cole. Lalu anak-anak ajaib Raheem Sterling, Marcus Rashford, Jadon Sancho, Jude Bellingham, dan yang teranyar: Kobbie Mainoo.</p>
<p>Harapan munculnya era bintang dari tiga nama pertama tampaknya sudah habis waktu. Kini tinggal Bellingham dan Mainoo, yang profesionalitasnya sedang ditempa oleh Real Madrid dan Manchester United. Keduanya tercatat dalam deret <em>wonderkid</em> dunia seperti Vitor Roque, Arda Guller, Mathys Tel, Warren-Zaire Emery, Bukayo Saka, Endrick, dan Lamine Yamal.</p>
<p>Dengan draf baru itu, tampakya nama-nama yang pernah berada di daftar “young guns” seperti Gavi, Pedri, dan Rainier, Julian Alfarez, dan Alejandro Garnacho bakal tersisih dari orbit tertinggi.</p>
<p><strong>Sensasi Mainoo</strong><br />
Kobbie Mainoo menjadi mutiara paling berkilau di Liga Primer saat ini, terlebih setelah pelatih timnas Gareth Southgate memberinya tempat sebagai <em>starter</em> ketika Inggris bermain imbang 2-2 melawan Belgia, 27 Maret silam. Yang luar biasa, berkat aksi-aksi impresifnya dalam membantu bertahan dan mengalirkan serangan, ia terpilih sebagai Man of the Match.</p>
<p>Pemain 18 tahun itu menjalani debut empat bulan setelah pertama kali bermain untuk tim utama Manchester United.</p>
<p>Transfermarkt mencatat, nilai pasar Mainoo melesat 4.275 persen menjadi 30 juta pound atau setara Rp 600 miliar.</p>
<p>Dan, ini dia pesaing Mainoo. Brazil tak ketinggalan “pamer” talenta lewat Vitor Hugo Roque Ferreira. Dia mencetak gol pertamanya untuk Barcelona saat melawan Osasuna di Estadi Olímpic Lluís Companys, 1 Februari lalu.</p>
<p>Dalam usia 19, dia telah membukukan lebih dari 100 penampilan profesional, meraih gelar liga untuk Athletico Paranaense di Brazil, memperkuat Selecao, dan sekarang menjadi bintang untuk Barcelona.</p>
<p>Real Madrid juga tak ketinggalan unjuk bintang. Madrid memenangi perpacuan dengan Barca untuk mendaratkan Arda Guler dari Turki. Pemain 19 tahun itu sukses menyumbang satu gol saat Real mengalahkan Celta Vigo 4-0 pada pekan ke-28 La Liga di Santiago Bernabeu, 11 Maret.</p>
<p>Guler bertipe gelandang serang cerdik, yang memiliki keterampilan lengkap untuk berpromosi menjadi pemain kelas dunia.</p>
<p><strong>Fenomena Lamine Yamal</strong><br />
Salah satu anak ajaib paling menonjol untuk menjadi New Messi adalah Lamine Yamal, pemain berdarah Maroko dan Guinea Khatulistiwa yang mengukir banyak rekor untuk Barelona maupun tim nasional Spanyol.</p>
<p>Produk Akademi La Masia ini menempati posisi teratas dalam daftar 50 teratas NXGN (daftar pesepakbola muda terbaik di bawah 19 tahun dalam kurun semusim). Dia baru berusia 16 tahun, yang termuda di antara para anak ajaib. Yamal menggantikan harapan yang luruh ketika Ansu Fati &#8212; yang pernah dipromosikan sebagai “New Messi” &#8212; tak berkembang karena banyak berkutat dengan cedera, bahkan kini dipinjamkan ke Brighton and Hove Albion.</p>
<p>Yamal mengisi sayap kanan Barcelona yang ditinggalkan oleh Ousmane Dembele ke PSG. Musim ini, dari 40 laga, dia mencetak enam gol dan tujuh <em>assist</em>, dengan rata-rata kontribusi gol setiap 167 menit. Aksi-aksi dan pertunjukan tekniknya juga eksepsional. Yamal tidak canggung berada di antara nama-nama besar Robert Lewandowski, Sergi Roberto, Frankie de Jong, Raphinha, atau Ferran Torres.</p>
<p>Yang juga mendapat tempat dalam deret <em>wonderkid</em> adalah Mathys Tel. Bayern Muenchen mengikat pemain muda Prancis itu sampai 2025, dengan gaji 65.600 pound per pekan di Allianz Arena.</p>
<p>Pemain 18 tahun ini memang masih menjadi cadangan Harry Kane, namun dia adalah <em>super-sub</em> terbaik. Sebanyak 28 dari 33 penampilannya musim ini dilakoni dari <em>bench</em>. Di semua kompetisi, dia telah mengantongi delapan gol dan empat <em>assist</em>.</p>
<p>Prancis memang subur dengan talenta muda. Kini yang sedang menjadi sorotan adalah Warren Zaire-Emery. Dia menjalani musim kedua bersama PSG, mengukir sejarah sebagai pesepak bola Prancis termuda yang mampu mencetak gol di Liga Champions. Berusia 17 tahun, 9 bulan dan 5 hari, dia membobol gawang Borussia Dortmund pada 13 Desember 2023.</p>
<p>Emery sangat menarik perhatian seniornya, Kylian Mbappe. “Dia sudah sangat dewasa dan bermain dengan banyak kepribadian,” puji Mbappe yang menilainya sebagai gelandang modern atraktif.</p>
<p>Satu lagi yang menonjol adalah Endrick. Dia menjadi bukti Brazil tak pernah kering calon bintang. Selain Vinicius Junior dan Rodry, Endrik adalah salah satu talenta yang dalam satu dua tahun ini akan memberi warna. Apalagi dia berada di lingkungan yang berprospek, yakni klub besar Real Madrid, dan pelatih Carlo Ancelotti yang dikenal sebagai “ayah yang tepat” bagi para pemain muda Negeri Samba.</p>
<p>Endrick akan bahu membahu dengan Jude Bellingham sebagai masa depan Los Blancos.</p>
<p>Dalam lima tahun ke depan, jejak anak-anak itu sudah akan terlihat sebagai warna peta sepak bola dunia. Dan, bukan tidak mungkin salah satu bergerak menuju pembuktian sebagai “New Ronaldo Nazario”, “New Cristiano Ronaldo”, atau “New Messi”&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/20/pilihlah-messi-baru-di-antara-mereka">Pilihlah “Messi Baru” di Antara Mereka&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ronaldo Pemain Pertama yang Cetak Gol di 5 Piala Dunia</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/11/25/ronaldo-pemain-pertama-yang-cetak-gol-di-5-piala-dunia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2022 02:30:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[rekor]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=295669</guid>

					<description><![CDATA[<p>(SUARABARU.ID) &#8211; Cristiano Ronaldo membuat sejarah pada Kamis sebagai pemain pria pertama yang mencetak gol dalam lima Piala Dunia dalam pertandingan pembukaan Portugal di Qatar melawan Ghana. Kapten Portugal itu mencetak gol pada menit ke-65 dari titik penalti &#8212; gol ke-118 untuk negaranya &#8212; untuk membuka skor di Stadion 974 Doha. Portugal kemudian menang 3-2 [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/11/25/ronaldo-pemain-pertama-yang-cetak-gol-di-5-piala-dunia">Ronaldo Pemain Pertama yang Cetak Gol di 5 Piala Dunia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>(SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Cristiano Ronaldo membuat sejarah pada Kamis sebagai pemain pria pertama yang mencetak gol dalam lima Piala Dunia dalam pertandingan pembukaan Portugal di Qatar melawan Ghana.</p>
<p>Kapten Portugal itu mencetak gol pada menit ke-65 dari titik penalti &#8212; gol ke-118 untuk negaranya &#8212; untuk membuka skor di Stadion 974 Doha. Portugal kemudian menang 3-2 saat gol dari Joao Felix dan Rafael Leao membantu mereka mengatasi cuaca dua usaha telat dari Ghana.</p>
<p>Ronaldo, 37, adalah pencetak gol paling produktif di sepak bola internasional pria dan telah mencatatkan 18 penampilan untuk Portugal di Piala Dunia. &#8220;Ini adalah momen yang indah, di Piala Dunia kelima saya. Kami menang, kami memulai dengan kemenangan yang sangat penting,&#8221; kata Ronaldo tentang pencapaian tersebut. “Kami tahu bahwa dalam kompetisi ini memenangkan pertandingan pertama sangat penting. Rekor lain juga, satu-satunya pemain yang mencetak gol dalam lima Piala Dunia berturut-turut, bagi saya itu adalah alasan yang sangat membanggakan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Hal terpenting adalah tim menang. Masalah (Manchester United) sudah ditutup, dan fokusnya semata-mata dan eksklusif pada Piala Dunia. Seperti yang saya katakan, kami ingin memulai dengan langkah yang tepat. Kami menang, kami bermain baik, saya membantu tim. Yang lainnya tidak penting. Yang penting adalah tim nasional,&#8221; ujarnya kepada espn.com.</p>
<p>Pencapaian terbarunya datang setelah dia meninggalkan Manchester United dengan &#8220;kesepakatan bersama&#8221; awal pekan ini setelah wawancara TV yang eksplosif di mana dia mengkritik klub dan pelatih Erik ten Hag.</p>
<p>Sang penyerang melakukan debutnya di Portugal pada tahun 2003 dan mencetak gol pertamanya 10 bulan kemudian selama pertandingan penyisihan grup Euro 2004 melawan Yunani.</p>
<p>Gol Piala Dunia pertamanya, pada tahun 2006, berasal dari titik penalti dalam kemenangan 2-0 atas Iran. Gol Piala Dunia berikutnya datang empat tahun kemudian di Afrika Selatan dalam kemenangan 7-0 atas Korea Utara. Ronaldo juga mencetak gol dalam kemenangan 2-1 Portugal atas Ghana di Piala Dunia 2014 di Brasil, tetapi timnya menghadapi kekecewaan karena tersingkir di babak penyisihan grup.</p>
<p>Pemain pertama yang mencetak gol dalam lima Piala Dunia, pria atau wanita, adalah Marta pada 2019, dan Christine Sinclair menyamai prestasi tersebut pada tahun yang sama.</p>
<p>Perjalanan Piala Dunia Ronaldo yang paling sukses adalah pada tahun 2018 di Rusia, di mana ia mencetak empat gol, termasuk hattrick dalam hasil imbang 3-3 dengan Spanyol. Gol terakhir datang pada menit ke-88, tendangan bebas dari jarak 25 yard yang melayang ke pojok kiri atas melewati rekan setim United David de Gea.</p>
<p>Penampilan terbaik Portugal bersama Ronaldo adalah Piala Dunia 2006, saat mereka finis keempat.</p>
<p>Dengan mencetak gol dalam pertandingan Grup H hari Kamis melawan Ghana, gol kedelapannya di Piala Dunia, dia hanya satu gol untuk menyamai rekor negaranya dalam kompetisi, yang dibuat oleh legenda Portugal Eusebio. Eusebio membantu Portugal mencapai tempat ketiga di Piala Dunia 1966 di London, di mana ia finis sebagai pencetak gol terbanyak dengan sembilan gol.</p>
<p>Waktu terbaik Ronaldo di sepak bola internasional datang ketika ia menjadi kapten Portugal untuk kejayaan Euro 2016 melawan tuan rumah Prancis dengan kemenangan 1-0. Itu adalah gelar besar pertama Portugal, dan diikuti oleh kejayaan UEFA Nations League tiga tahun kemudian.</p>
<p>Cristiano Ronaldo menulis di Instagram: &#8220;Kemenangan yang sangat penting dalam pembukaan Piala Dunia kami tetapi tidak ada yang dimenangkan! Itu hanya langkah pertama! Kami tetap fokus mengejar tujuan kami. Portugal yang kuat!&#8221;</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/11/25/ronaldo-pemain-pertama-yang-cetak-gol-di-5-piala-dunia">Ronaldo Pemain Pertama yang Cetak Gol di 5 Piala Dunia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mereka Kemungkinan Pensiun Usai Piala Dunia di Qatar</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/11/14/mereka-kemungkinan-pensiun-usai-piala-dunia-di-qatar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Nov 2022 15:57:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[cavani]]></category>
		<category><![CDATA[Messi]]></category>
		<category><![CDATA[modric]]></category>
		<category><![CDATA[muller]]></category>
		<category><![CDATA[neuer]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[suarez]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=292635</guid>

					<description><![CDATA[<p>SUARABARU.ID &#8211; Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo mungkin hanya memiliki satu kesempatan lagi untuk meraih kejayaan Piala Dunia, sementara Modric, Benzema dan Suarez juga bisa gantung sepatu &#8211; saat Piala Dunia Qatar makin dekat. Berikut adalah nama-nama yang kemungkinan akan mengucapkan selamat tinggal pada turnamen tersebut. 1. Cristiano Ronaldo (Portugal) Caps: 189 Gol: 117 Cristiano [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/11/14/mereka-kemungkinan-pensiun-usai-piala-dunia-di-qatar">Mereka Kemungkinan Pensiun Usai Piala Dunia di Qatar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUARABARU.ID</strong> &#8211; Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo mungkin hanya memiliki satu kesempatan lagi untuk meraih kejayaan Piala Dunia, sementara Modric, Benzema dan Suarez juga bisa gantung sepatu &#8211; saat Piala Dunia Qatar makin dekat. Berikut adalah nama-nama yang kemungkinan akan mengucapkan selamat tinggal pada turnamen tersebut.</p>
<p><strong>1. Cristiano Ronaldo (Portugal)</strong><br />
Caps: 189<br />
Gol: 117<br />
Cristiano Ronaldo menegaskan bahwa dia akan terus bermain selama dia merasa dia tetap bugar. &#8220;Saya yang bertanggung jawab dalam karir saya, dan akan berhenti saat seharusnya berhenti.&#8221;</p>
<p>&#8220;Banyak orang menanyakan pertanyaan ini. Sayalah yang akan menentukan masa depan saya. Jika saya ingin bermain lebih banyak, saya bermain. Dan jika saya tidak ingin bermain, saya tidak bermain.&#8221;</p>
<p>Jika ada yang bisa tampil di Piala Dunia pada usia 41 tahun, itu adalah Ronaldo. Persis seperti itulah usianya di edisi 2026, tetapi itu pun mungkin terlalu jauh. Sebelum Ronaldo melakukan debut internasional untuk Portugal pada 2004, negaranya hanya lolos ke enam turnamen besar. Dengan dia, mereka telah mencapai 10 kali berturut-turut.</p>
<p>Itu termasuk lima Piala Dunia dan lima Kejuaraan Eropa. Di tengah keraguan dengan bertambahnya usia di setiap kesempatan, dia telah mencetak 117 gol dalam 189 pertandingan.</p>
<p><strong>2. Robert Lewandowski (Polandia)</strong><br />
Caps: 132<br />
Gol: 76<br />
Di antara yang berusia di atas 30 tahun, Robert Lewandowski tampaknya paling mungkin bermain hingga Piala Dunia 2026. Kemudian, dia akan berusia 37 tahun, tetapi dia dalam kondisi fisik puncak.</p>
<p>Sama seperti Ronaldo, Lewandowski tetap berada di puncak permainannya dan menjaga dirinya sendiri, yang berarti dia lebih dari mampu untuk menjadi pemain Polandia di masa depan.</p>
<p>Dia juga sosok tak terbantahkan di negaranya. Dia adalah kapten mereka, pembuat penampilan utama mereka dan, yang lebih penting, pencetak gol terbanyak sepanjang masa mereka. Anehnya, dia tidak pernah mencetak gol di Piala Dunia, dan ingin memperbaikinya.</p>
<p>Kualifikasi ke turnamen dalam waktu empat tahun bukanlah prestasi yang berarti, tetapi pertama-tama, Lewandowski akan mengarahkan pandangannya dengan kuat untuk memimpin Polandia menuju kesuksesan kali ini.</p>
<p><strong>3. Thiago Silva (Brasil)</strong><br />
Caps: 107<br />
Gol: 7<br />
Brasil terakhir kali menjuarai Piala Dunia pada 2002, tetapi ada desas-desus dan optimisme nyata tentang mereka tahun ini. Thiago Silva, bek tengah tangguh mereka, akan berperan penting dalam hal ini.</p>
<p>Dia akan berusia 38 tahun saat Piala Dunia Qatar dimulai, tetapi kemungkinan dia akan sekali lagi mengambil tempat biasanya di lini belakang tim. Silva sangat ingin menegaskan bahwa dia menjalani karirnya satu musim pada satu waktu, dengan mengatakan: &#8216;Kami tahu bahwa kebugaran kami tidak sama dengan dua, tiga tahun lalu. Waktu untuk pulih di antara pertandingan banyak berubah. Tapi aku akan terus mempersiapkan diri untuk menggapai mimpiku.&#8221;</p>
<p>&#8220;Piala Dunia di depan mata. Mustahil untuk tidak memikirkan Piala Dunia.&#8221;</p>
<p>Bek berpengalaman ini juga ingin bermain hingga usia 40-an, dan tidak mengherankan jika ia melampaui pencapaian tersebut dan menambah 107 caps internasionalnya hingga saat ini.</p>
<p><strong>4. Lionel Messi (Argentina)</strong><br />
Caps: 162<br />
Gol: 86<br />
Meski harus menunggu lama, tetapi Lionel Messi akhirnya memenangkan trofi pertamanya bersama Argentina musim panas lalu di Copa America. Pada pergelaran Piala Dunia kali ini mungkin yang kedua, dan terakhir.</p>
<p>Mereka mengalami persaingan yang ketat di Brasil pada tahun 2014 tetapi kemudian trersungkur di Rusia empat tahun lalu dengan cara yang menyedihkan. Sejak itu, mereka telah menemukan keseimbangan yang sempurna.</p>
<p>Inti dari semua itu, Messi yang berusia 35 tahun telah berkembang, dan dia bahkan berperan dalam semua gol Copa America negaranya. Sekarang, bisakah kita mengulangi kepahlawanan itu di Qatar? &#8220;Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan setelah Piala Dunia. Saya sedang memikirkan apa yang akan datang,&#8221; akunya. &#8220;Setelah Qatar, saya harus menilai kembali banyak hal.&#8221;</p>
<p>Ada tanda tanya besar atas apa yang menantinya setelah periode musim dingin, tetapi beberapa orang memperkirakan dia akan memilih untuk gantung sepatu dengan terhormat.</p>
<p><strong>5. Luis Suarez (Uruguay)</strong><br />
Caps: 132<br />
Gol: 68<br />
Luis Suarez adalah salah satu striker terbaik dari generasinya, dan telah membantu mengubah Uruguay menjadi kekuatan yang tangguh dalam sepak bola internasional selama karirnya yang melesat.</p>
<p>Sekarang dia berusia 35 tahun, kemungkinan Piala Dunia Qatar akan menjadi yang terakhir baginya. Seperti yang sudah ditentukan sebelumnya, bintang veteran itu ingin tampil di panggung besar dengan keras.</p>
<p>Dengan dia memimpin, Uruguay telah mencapai semifinal, perempat final dan satu tempat di 16 besar, mengalahkan Argentina dan menyamai prestasi raksasa Brasil. Mereka juga telah merebut Copa America, dan Suarez akan menargetkan merebut Piala Dunia untuk menambah koleksinya, meskipun itu adalah mimpi yang sulit terwujud.</p>
<p><strong>6. Luka Modric (Kroasia)</strong><br />
Caps: 152<br />
Gol: 22<br />
Ada laporan bahwa dia akan mengakhiri karir internasionalnya, tetapi Luka Modric terus bermain untuk Kroasia. Dia berusha mengobati kekecewaan di Piala Dunia 2018 setelah negaranya kalah dari Prancis di final yang mendebarkan, dan menjadi potret dari upaya mereka di turnamen tersebut.</p>
<p>Modric dinobatkan sebagai Player of the Tournament dan tahun ini, akan berusaha untuk menjadi yang lebih baik. Itu menjadi lebih penting dengan edisi ini kemungkinan menjadi yang terakhir. Sang maestro berusia 36 tahun, dan terlepas dari sifat metronomisnya, pada akhirnya akan melambat.</p>
<p>Namun kemampuannya tetap bagus seperti dulu, lihat saja penampilannya bersama Real Madrid di Liga Champions. Harapan dia, sebuah medali Piala Dunia akan menutup senja yang menakjubkan.</p>
<p><strong>7. Thomas Muller (Jerman)</strong><br />
Caps: 116<br />
Gol: 44<br />
Dia boleh saja telah dikeluarkan dari tim internasional oleh Joachim Low pada 2019, tetapi Thomas Muller kembali dengan sepenuh hati dan menikmati keinginannya untuk tampil kembali di Piala Dunia. Ketidakhadirannya, bersama dengan Mats Hummels dan Jerome Boateng juga dicoret, padahal Muller adalah salah satu pemain terbaik yang pernah ada untuk Jerman.</p>
<p>Penerus Low, Hansi Flick, tidak akan melakukan kesalahan yang sama. Muller dipanggil kembali, dan dia segera merebut kembali perannya yang menonjol dalam pengaturan Die Mannschaft. Berbicara setelah Flick mengambil alih, penyerang lincah itu mengatakan dia tidak berniat gantung sepatu untuk negaranya, dan karena itu dia akan bermain di Qatar.</p>
<p>Turnamen berikutnya, ketika Muller akan berusia 36 tahun, mungkin merupakan langkah yang terlalu jauh, jadi dia ingin sukses tahun ini.</p>
<p><strong>8. Karim Benzema (Prancis)</strong><br />
Caps: 97<br />
Gol: 37<br />
Siapa pun yang mengklaim bahwa Karim Benzema telah mencapai puncaknya pada usia 34 tahun, mungkin ada benarnya. Musim ini, ia telah membawa Real Madrid ke final Liga Champions, dan mengoyak Paris Saint-Germain dengan hat-trick yang menakjubkan.</p>
<p>Ada perasaan bahwa dia menebus waktu yang hilang setelah pengasingannya di Prancis, dan setelah melewatkan Piala Dunia 2018, dia ingin tampil mengesankan di musim dingin ini.</p>
<p>Prancis, tentu saja, adalah juara bertahan. Kemenangan bagi mereka akan menjadikan mereka tim pertama yang memenangkan turnamen berturut-turut sejak Brasil pada tahun 1962.</p>
<p>Benzema akan sangat penting dalam upaya mereka untuk melakukan hal itu, dan sang striker dengan tegas mengatakan bahwa menempatkan Les Blues sebagai favorit sekali lagi tahun ini adalah &#8216;wajib&#8217;.</p>
<p><strong>9. Edinson Cavani (Uruguay)</strong><br />
Caps: 133<br />
Gol: 58<br />
Edinson Cavani tumbuh tidak jauh dari rekan senegaranya Luis Suarez. Selama bertahun-tahun, keduanya membentuk kemitraan yang sempurna untuk Uruguay, meskipun usia lanjut mereka dan catatan cedera Cavani yang tidak merata mungkin membuat mereka terpisah.</p>
<p>Bahkan dengan pemain veteran mereka bermain, mereka hanya mampu melewati batas di kualifikasi Piala Dunia, dan mereka perlu meningkatkan di seluruh pertandingan di Qatar.</p>
<p>Cavani, sekarang berusia 35 tahun, telah menarik banyak keraguan karena waktunya di Manchester United gagal, tetapi rekornya dengan 54 gol dalam 130 penampilan hingga saat ini berbicara sendiri. Dia mungkin bukan pemburu lama, tetapi tujuannya akan sangat penting bagi negaranya lagi.</p>
<p><strong>10. Manuel Neuer (Jerman)</strong><br />
Caps: 109<br />
Gol: 0<br />
Penjaga lama secara bertahap mulai memudar untuk Jerman, dan Manuel Neuer dapat dihitung di antara mereka. Dia tampaknya akan pergi setelah Piala Dunia ini. Dia akan berusia 40 tahun di turnamen berikutnya dan, meskipun penjaga gawang biasanya mencapai puncaknya di usia pertengahan hingga akhir 30-an, bersaing di level itu akan menjadi lebih sulit.</p>
<p>Neuer telah menjadi teladan bagi negaranya selama bertahun-tahun, dan dia pantas mundur dengan bermartabat. Merebut Piala Dunia untuk terakhir kalinya akan menjadi akhir dongeng. Terakhir kali keluar, semuanya menjadi sangat salah untuk Die Mannschaft. Mereka tersingkir di babak penyisihan grup, dan Neuer dibuat terlihat biasa-biasa saja.</p>
<p>Balas dendam mungkin ada di pikirannya kali ini. Tidak dapat disangkal bahwa dia adalah salah satu penghenti tembakan terbaik, dan dia ingin membuktikannya kepada dunia lagi.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/11/14/mereka-kemungkinan-pensiun-usai-piala-dunia-di-qatar">Mereka Kemungkinan Pensiun Usai Piala Dunia di Qatar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ronaldo, Kegelisahan di Ambang Senja</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/07/09/ronaldo-kegelisahan-di-ambang-senja</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jul 2022 10:00:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=263612</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // senja membayangi siapa saja/ pun para bintang sepak bola/ acapkali ada yang tak bisa menerima/ hari telah berlalu/ dan senja mengisyaratkan malam segera tiba// (Sajak “Kegelisahan Ronaldo”, 2022) KALIAN simakkah, bagaimana mereka menikmati ambang senjakala? Zlatan Ibrahimovic tak mau menyerah pada usia yang telah melewati batas-batas normal pemain bola. Dulu, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/07/09/ronaldo-kegelisahan-di-ambang-senja">Ronaldo, Kegelisahan di Ambang Senja</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-263673 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/07/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/07/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/07/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/07/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// senja membayangi siapa saja/ pun para bintang sepak bola/ acapkali ada yang tak bisa menerima/ hari telah berlalu/ dan senja mengisyaratkan malam segera tiba//</em><br />
<strong>(Sajak “Kegelisahan Ronaldo”, 2022)</strong></p>
<p><strong>KALIAN</strong> simakkah, bagaimana mereka menikmati ambang senjakala?</p>
<p>Zlatan Ibrahimovic tak mau menyerah pada usia yang telah melewati batas-batas normal pemain bola.</p>
<p>Dulu, Paolo Maldini juga berjaya melawan hukum fisik olahragawan. Sama dengan pendahulunya, kiper juara dunia 1982 Dino Zoff, atau legenda Belgia Wilfried van Moer.</p>
<p>Gianluigi Buffon adalah contoh serupa. Batas lumrah kemampuan fisik dilewati dengan penampilan yang tak banyak berubah hingga usianya menyentuh angka 40. Refleks dan reaksinya tetap oke.</p>
<p>Apa pula yang kita simak tentang Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro?</p>
<p>Dia adalah satu di antara dua pemain terbaik sejagat dalam satu dasawarsa terakhir, di samping Lionel Messi.</p>
<p>Dalam usia menjelang 38, bersama Manchester United Ronaldo masih sangat diandalkan sebagai “monster gol”. Kini masa depannya bersama Setan Merah gencar dispekulasikan.</p>
<p>Sempat disebut-sebut diminati Manchester City, rival sekota MU, Ronaldo enggan memberi sinyal positif. Sikap itu diklaim sebagai ungkapan cinta kepada Manchester Merah, “rumah” yang telah membesarkannya.</p>
<p>Hanya semusim kembali ke Old Trafford dari petualangannya bersama Real Madrid di La Liga dan Juventus Liga Seri A, pemain asal Portugal itu seperti diliputi kabut kegelisahan.</p>
<p>Akankah dia memilih bertahan di bawah pelatih baru, Erik ten Hag?</p>
<p>Apa pula yang dia gelisahkan, sehingga menyatakan niat untuk pergi? Semata-mata lantaran ingin bertarung di Liga Champions-kah?</p>
<p>Ke klub mana dia ingin berlabuh dan menghabiskan sisa kariernya? Benarkah Chelsea meminati, atau dia akan disatukan dengan Leo Messi oleh pemilik Paris St Germain?</p>
<p><strong>Fenomena Ibra</strong><br />
CR7 adalah “fenomena Ibrahimovic”, jenis pemain yang “tak kenal tua”. Dia tetap sosok yang memberi pengaruh, seperti ketika menjadi pembeda bagi Madrid (2009-2018) dan Juventus (2018-2021), juga dalam periode pertamanya bersama MU pada 2003-2009.</p>
<p>Dalam semusim periode kedua di Theater of Dream, Ronaldo membukukan 24 gol dari 35 laga di semua ajang.</p>
<p>Angka itu jelas menunjukkan produktivitas dan kelangkaan untuk pemain dengan usia 37.</p>
<p>Para pemain di atas usia 30: Lionel Messi, Karim Benzema, dan Robert Lewandowski juga masih menjadi mesin gol, tetapi Ronaldo unggul dari segi usia. Kebugaran itu dicapai dengan kemauan menjaga kebugaran, yang membuatnya tetap bersaing dengan para pemain usia 30-an.</p>
<p>Kapasitas teknis para bintang itu tidak diragukan, tetapi ketika usia terus bergerak, dan kondisi kebugaran berkurang, secara alamiah akan ada batas-batas yang menghentikan mereka.</p>
<p>Senja, pada akhirnya adalah garis yang tak terlawan.</p>
<p>Akankah Ronaldo terus melawan, seperti Ibra dan Buffon yang tak berhenti dalam perpacuan umur?</p>
<p><strong>Kegelisahan</strong><br />
Cristiano Ronaldo tampaknya diliputi kegelisahan untuk tetap berada dalam orbitnya.</p>
<p>Suksesi kepelatihan dari Ralf Rangnick ke Erik ten Hag tidak menjamin dia akan selalu menjadi pilihan utama.</p>
<p>Spartanitas menjaga kondisi fisik yang melekat sebagai kebiasaan Ronaldo, apalagi kalau bukan untuk meyakinkan ekosistem klub bahwa dia masih figur terpenting?</p>
<p>Bagi Ten Hag, kebergantungan kepada salah satu sosok tentu bukan merupakan pilihan sikap. Apalagi para pemain MU juga dikabarkan keberatan terhadap keberadaan “tokoh yang menguasai ruang ganti”.</p>
<p>Rata-rata pelatih membangun kolektivitas tim, dan menjelang bergulirnya musim 2022-2023 ini, pelatih asal Belanda itu masih mereka-reka rancangan skematika. Memastikan sejumlah pemain yang dilepas berarti juga harus mendapatkan jaminan siapa saja yang bisa direkrut.</p>
<p>Dia mengharuskan Ronaldo tetap ikut program pramusim. Artinya, siap menerima realitas andai CR7 pergi. Namun tetap memasukkan nama Ronaldo sebagai opsi andai akhirnya dia bertahan.</p>
<p>Saya menduga, Ronaldo digelisahkan oleh masa depan, sementara ekosistem MU tak lagi membahagiakannya seperti yang dibayangkan pada awal dia kembali pada 2021 lalu. Apalagi Pasukan Teater Impian itu tidak memperoleh tiket Liga Champions.</p>
<p>“Telenovela” ini mewarnai persiapan Setan Merah memasuki musim 2022-2023. Inilah kisah kegelisahan seorang bintang yang bergerak ke ambang senja.</p>
<p>Tak sekadar keinginan pindah ke mana, lebih dari itu adalah ketidaksiapannya berada di luar orbit singgasana.</p>
<p>Ya, karena hidup dan hari-harinya adalah sepak bola&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/07/09/ronaldo-kegelisahan-di-ambang-senja">Ronaldo, Kegelisahan di Ambang Senja</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waktunya Melepas Mahkota, Saatnya Messi dan Ronaldo Bergembira&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/03/12/waktunya-melepas-mahkota-saatnya-messi-dan-ronaldo-bergembira</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Mar 2022 10:00:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Mohamed Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=237568</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // telah cukup dia memuliakan/ telah cukup dia membahagiakan/ lebih dari apa pun dia memberi/ saatnya bergembira/ saatnya bersenang-senang/ biarlah maharaja muda menerima mahkota&#8230;// (Sajak “Melepas Mahkota Maharaja”, 2022) BAHKAN andai Lionel Messi mampu membawa Paris St Germain menjuarai La Liga musim ini&#8230; Bahkan andai Cristiano Ronaldo mampu mengamankan posisi Manchester [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/03/12/waktunya-melepas-mahkota-saatnya-messi-dan-ronaldo-bergembira">Waktunya Melepas Mahkota, Saatnya Messi dan Ronaldo Bergembira&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// telah cukup dia memuliakan/ telah cukup dia membahagiakan/ lebih dari apa pun dia memberi/ saatnya bergembira/ saatnya bersenang-senang/ biarlah maharaja muda menerima mahkota&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Melepas Mahkota Maharaja”, 2022)</strong></p>
<p><strong>BAHKAN</strong> andai Lionel Messi mampu membawa Paris St Germain menjuarai La Liga musim ini&#8230;</p>
<p>Bahkan andai Cristiano Ronaldo mampu mengamankan posisi Manchester United di zona Liga Champions hingga akhir musim Liga Primer&#8230;</p>
<p>Dan, sisa-sisa kebesaran dua pemain ini tidak lagi mampu menyelamatkan klubnya ke babak-babak lanjut Liga Champions, kompetisi yang telah menorehkan catatan, kisah-kisah luar biasa, dan sejarah bagi mereka.</p>
<p>Sudah betul-betul habiskah waktu untuk Messi dan Ronaldo malang melintang dalam atmosfer singhasana tertinggi sepak bola dunia?</p>
<p>Tahun lalu, ketika trofi Ballon d&#8217;Or masih bisa dibendaharakan oleh Leo Messi, artinya dia masih diakui sebagai maharaja. Akan tetapi, dengan beragam pro-kontra, itukah isyarat La Pulga dan CR7 sudah harus menerima realitas suksesi dari nama-nama yang selama ini membayangi?</p>
<p>Legenda Inggris yang kini menjadi pandit, Gary Neville, tak ragu menyatakan, orbit puncak dua maharaja itu sudah berakhir, walaupun dengan performa kebugarannya masih bisa bermain untuk tiga sampai empat tahun mendatang.</p>
<p>Singgasana kemaharajaan sudah saatnya diambil alih oleh sang “putra mahkota”. Bisa Kylian Mbappe, bisa Erling Haaland, bisa Mohamed Salah, atau Robert Lewandowski. Mungkin pula Karim Benzema.</p>
<p>Bahkan saya berpikir, sejumlah nama lain juga punya potensi untuk menyeruak di tengah kemungkinan-kemungkinan yang terbuka.</p>
<p>Bukankah Inggris pernah begitu menggadang-gadang Phil Foden, gelandang serang Manchester City yang dipuji pelatihnya, Pep Guardiola punya “kualitas tidak di bawah Messi?”</p>
<p>Spanyol juga menyimpan harapan besar pada Pedri Gonzales, yang oleh Xavi Hernandez disebut-sebut sebagai talenta muda terbaik dunia saat ini. Pun ada Gavi, Ruiqi Puig, atau Ansu Fati.</p>
<p>Dari Brazil dan Argentina, yang lekat sebagai sumber bakat hebat, antre sederet nama muda yang telah disebut-sebut sebagai calon penerus Neymar Junior dan Leo Messi.</p>
<p><strong>Pembuktian Mbappe</strong><br />
Seiring dengan realitas penurunan performa Messi dan Ronaldo &#8212; yang secara alamiah dihadapkan pada perambatan usia dan kebugaran &#8211;, Kylian Mbappe jelas menjadi nama terdekat untuk mengambil alih kepemimpinan.</p>
<p>Mungkinkah striker Prancis yang sudah membukukan Piala Dunia itu harus pergi dari PSG untuk memperoleh pengakuan paripurna? Ke Real Madrid, misalnya. Atau Barcelona? Atau mungkin ke Liverpool?</p>
<p>Dia sudah terlalu sering dispekulasikan bakal berganti klub. Dan, dengan kegagalan di 16 besar Liga Champions musim ini, bukan tidak mungkin niat hijrah akan kembali mengusik. Apalagi salah satu indikator penilaian untuk trofi Pemain Terbaik Dunia tentu adalah sukses Eropa.</p>
<p>Mbappe yang berkemampuan individual di atas rata-rata bintang lainnya, menjadi kandidat untuk mengambil alih “kerajaan” Messi dan Ronaldo. Erling Haaland bisa menjadi ancaman, namun secara <em>overall</em>, kualitas <em>skill</em> Mbappe lebih meyakinkan. Kecepatan, akselerasi, dribel, dan seni mencetak gol, menjadi elemen-elemen yang memberi nilai lebih.</p>
<p>Gary Neville, seperti dikutip <em>Sky Sports</em> menyatakan, “Dalam hal antusiasme, kecepatan, Mbappe luar biasa. Dia mengingatkan saya akan Thierry Henry, tetapi juga punya sedikit aura Cristiano Ronaldo dalam dirinya. Dia bengis”.</p>
<p><strong>Mo Salah</strong><br />
Dan, jangan lupakan nama yang satu ini: Mohamed Salah.</p>
<p>Sejak pindah dari AS Roma ke Liverpool pada 2017, Mo Salah adalah sosok yang konsisten membayangi kesan orang tentang pemain terbaik dunia di luar Messi dan Ronaldo.</p>
<p>Striker asal Mesir itu hanya berada pada “masa yang salah”, karena berkembang dan memuncak ketika Messi dan Ronaldo masih berjaya. Dan, bukankah semua tahu, La Pulga dan CR7 adalah eksepsionalitas ketika bicara “kemampuan pesepak bola yang tidak lumrah” pada suatu era?</p>
<p>Andai masa-masa puncak Mo Salah tidak dalam garis waktu yang sama, tidak bakal ada keraguan bahwa posisi maharaja dunia bakal dia miliki.</p>
<p>Pada pengujung musim 2021-2022 ini, Sang Raja Mesir itu sedang dalam kegundahan. Apabila negosiasi kontrak tidak segera tuntas, bukan tidak mungkin keberadannya di Anfield bakal berakhir. Padahal dengan semua yang telah diraih dan dikontribusikan untuk The Reds, Mo Salah jelas sudah masuk jajaran legenda klub.</p>
<p>Klub mana pun yang mendapatkan, andai Liverpool melepasnya, bakal memperoleh keuntungan luar biasa. Ya citra, ya kebutuhan teknis produktivitas.</p>
<p>Masih terdapat nama lain yang antre menjadi suksesor Messi dan Ronaldo. Neymar, misalmya. Apakah “seniman Samba” yang sudah lima tahun terakhir ini membayangi, sulit untuk mendapatkan mahkota?</p>
<p>Penyerang Brazil itu diakui sebagai bakat terbesar negerinya dalam satu dekade ini. Predikat sebagai kandidat raja, sejauh ini belum juga terwujud. Kehebatan teknis, seni, dan eksepsionalitasnya diakui, namun Neymar banyak dikaitkan dengan kebiasaan “drama” diving yang terkadang menimbulkan penilaian minus kepadanya.</p>
<p>Namun, realitasnya, sama seperti Mohamed Salah, Neymar juga kurang beruntung berkembang di era ketika Messi dan Ronaldo masih berjaya.</p>
<p>Maka, bab baru kemaharajaan bintang sepak bola dunia bakal terbuka lebar. Siapa pun kini berhak menorehkan catatan. Bisa Mo Salah, Mbappe, Haaland, Lewandowski, Pedri, atau bintang-bintang yang saat ini beredar, termasuk kiper Edouard Mendy.</p>
<p>Pada saat yang sama, kita akan mengantar Messi dan Ronaldo ke relung baru kompetisi yang lebih bermakna sebahai “penikmatan sepak bola” pada hari-hari pengujung senja.</p>
<p>Ya. Keduanya telah lebih dari cukup memberi pemuliaan dan pemahkotaan olahraga ini&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan suarabaru.id, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah.</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/03/12/waktunya-melepas-mahkota-saatnya-messi-dan-ronaldo-bergembira">Waktunya Melepas Mahkota, Saatnya Messi dan Ronaldo Bergembira&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Drama, Drama, dan Kalian Tahu Itulah Sepak Bola</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/09/11/drama-drama-dan-kalian-tahu-itulah-sepak-bola</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/09/11/drama-drama-dan-kalian-tahu-itulah-sepak-bola#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Sep 2021 10:00:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=196972</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // dan sebutlah ini drama/ bagian dari panggung manusia/ dunia tahu bagaimanabmemainkan para pemerannya/ apakah keindahannya/ apakah cahayanya/ apakah kesuntukannya/ katakanlah, hati dan rasa yang bicara&#8230;// (Sajak &#8220;Drama Sepak Bola&#8221;, 2021) DRAMA demi drama. Jangan-jangan memang disitulah sepak bola meneguhkan dirinya, &#8220;Aku ada karena aku drama&#8221;. Yang bisa muncul alamiah karena [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/09/11/drama-drama-dan-kalian-tahu-itulah-sepak-bola">Drama, Drama, dan Kalian Tahu Itulah Sepak Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-196987 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/09/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/09/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/09/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/09/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p>// dan sebutlah ini drama/ bagian dari panggung manusia/ dunia tahu bagaimanabmemainkan para pemerannya/ apakah keindahannya/ apakah cahayanya/ apakah kesuntukannya/ katakanlah, hati dan rasa yang bicara&#8230;//<br />
(Sajak &#8220;Drama Sepak Bola&#8221;, 2021)</p>
<p><strong>DRAMA</strong> demi drama. Jangan-jangan memang disitulah sepak bola meneguhkan dirinya, &#8220;Aku ada karena aku drama&#8221;. Yang bisa muncul alamiah karena hampir semua sudut sepak bola bisa melahirkannya. Yang bisa pula mengikuti sistematika alur dengan pernik yang diciptakan oleh anak-anak sepak bola.</p>
<p>Lalu media mengolahnya, atau bahkan medialah yang menciptakannya. Jangan-jangan, tanpa drama industri kompetisi tidak punya elemen-elemen yang memberi ronce bunga-bunga, menebar aroma, menyemarakkannya. Anda bayangkanlah misalnya, dalam setiap pergerakan transfer pemain dari satu klub ke klub lainnya bisa tereksplorasi hati dan rasa.</p>
<p>Pada hati dan rasa akan Anda temukan watak manusia. Emosi yang terkuras, rindu yang terperas, cinta yang menderas, hingga benci yang menindas. Kisah kepindahan para bintang, terutama yang telah menjadi ikon klub-klub tertentu, adalah fragmen-fragmen yang mengharu-biru.</p>
<p>Sedahsyat itukah sepak bola menjadi pusat perhatian manusia, dan seantero jagat dikuasai?</p>
<p>Penjelasan-penjelasan tentang jelajah budaya pop dalam berbagai sisi kehidupan manusia, yang menyulam dan meraciknya sebagai industri hiburan, adalah argumen nyata betapa ekonomi kapitalis mampu menggali habis potensi-potensi daya tarik dalam kehidupan kita lewat eksplorasi hati dan rasa.</p>
<p>Representasi yang menjustifikasinya pun sekeren ini: atas nama profesionalisme sepak bola!</p>
<p>Budaya pop berkolaborasi dengan kekuatan media untuk menciptakan ikon-ikon, mengelaborasi cinta, histeria, rekor-rekor penajaman sejarah sebagai cahaya yang menerang langit. Pada saat yang sama produk eksplorasi itu juga menjadi api penjilat kebencian, atau pupuk yang menyuburkan pertikaian. Naluri tribalistik manusia adalah lahan subur yang disadari atau tidak disadari menganalog ke dalam permainan sepak bola; tentu dalam eksplorasi emosi hati dan rasa.</p>
<p>Maka takkan habis sepak bola didramatisasi. Takkan lekang setiap pergerakan pemain dan nama besar dikelola untuk dipasarkan sebagai &#8220;panggung&#8221; di pasar kompetisi. Takkan pudar isu-isu pertikaian yang meletup sebagai impulsi karakter manusia-manusia sepak bola. Pemain, pelatih, atau pemilik klub.</p>
<p>Tak jarang pula, jagat bisnis pemain bola memberi ruang kepada para pemain dan pelatih untuk &#8220;memasarkan&#8221; diri mereka dengan gaya, dengan ucapan, dengan segala kontroversinya. Kesadaran &#8220;menjual&#8221; performa selalu memperkuat kesuburan drama di<br />
semua sektor dan aneka lipatan gelap-terang sepak bola.</p>
<p><strong>Hakikat Drama</strong><br />
Apakah drama sejatinya adalah pancaran keindahan sepak bola?</p>
<p>Apakah drama justru akan menciptakan bias menjadi cahaya kelam bagi sepak bola?</p>
<p>Apakah gelap-terang dari semesta olahraga ini adalah modal dramatisasi yang akan mengangkat sepak bola ke habibat yang semestinya? Bahwa &#8220;inilah sepak bola&#8221;?</p>
<p>Atau sepak bola justru akan terus berputar di tengah gegalau industri yang memang selalu membutuhkan hiruk-pikuk, kontroversi, dan misteri? Lalu dengan pusaran itu menemukan hakikat sebagai sekadar permainan untuk menggoda &#8220;saraf&#8221; dan naluri entertainment manusia?</p>
<p>Kita telah bersuntuk-suntuk mengapresiasi, menyampaikan respek, dan memahkotakan penghormatan untuk Lionel Messi atas suksesnya meraih Copa America 2021 di Stadion<br />
Maracana. Tak lama kemudian kita ikut diajak bingung meratapi nasibnya di Barcelona, dan akhirnya tak lama pula meletupkan kegembiraan setelah dia menemukan &#8220;rumah baru&#8221; di Paris St Germain?</p>
<p>Kalau itu bukan rentetan drama, lalu apa lagi?</p>
<p>Drama pulakah yang diciptakan oleh semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam kepulangan Cristiano Ronaldo ke Manchester United? Termasuk, ketika Sir Alex Ferguson harus muncul dari &#8220;pertapaan&#8221; untuk membelokkan perjalanan nasib Ronaldo dari Juventus ke Old Trafford?</p>
<p>Silakan pula Anda mencatatnya sebagai drama, ketika keinginan Kylian Mbappe tak kesampaian untuk segera pindah ke Real Madrid. Boleh saja PSG kehilangan &#8220;modal&#8221; pada musim depan saat Mbappe tak lagi terikat klausul kontrak dan bebas pergi ke klub mana pun. Bukankah kelak, ini juga bakal menciptakan kompleksitas drama tentang hati dan rasa?</p>
<p>Dari pekan ke pekan, bulan ke bulan, ke tengah musim, di pengujung musim, lalu pada awal musim, sepak bola mencatat skenario-skenario baru tentang perjalanan manusia-manusianya. Kadang dengan arah dan alur yang tak pernah terbayangkan.</p>
<p>Realitas mediatika akan pula mencatat, betapa manajemen kompetisi olahraga ini akan tunduk kepada hukum pasar bebas.</p>
<p>Dan, di balik pasar akan selalu ada mereka yang meraup keuntungan. Begitulah dunia industri menggerakkan mainan-mainannya&#8230;</p>
<p><em>&#8212; Amir Machmud NS, wartawan suarabaru.id, kolumnis sepak bola, dan penulis buku &#8212;</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/09/11/drama-drama-dan-kalian-tahu-itulah-sepak-bola">Drama, Drama, dan Kalian Tahu Itulah Sepak Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/09/11/drama-drama-dan-kalian-tahu-itulah-sepak-bola/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kembalinya &#8220;Sultan&#8221; Manchester Merah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/08/28/kembalinya-sultan-manchester-merah</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/08/28/kembalinya-sultan-manchester-merah#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2021 01:44:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=193681</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // singgasana, seperti apa mereka memperjuangkan/ dalam ego para bintang/ tak sembarang bisa dikendalikan/ dia biasa menjadi sultan/ yang lain merasa dialah maharaja/ yang diingini meraih kekuasaan tanpa batas/ tak ada dua sultan/ tak bisa ada dua tuan/ bukankah kekaguman tak mungkin dibagi rata?// (Sajak &#8220;Para Sultan Lapangan Hijau&#8221;, 2021) &#8220;SRI [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/08/28/kembalinya-sultan-manchester-merah">Kembalinya &#8220;Sultan&#8221; Manchester Merah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-193715 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/08/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107-1.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/08/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107-1.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/08/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107-1-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// singgasana, seperti apa mereka memperjuangkan/ dalam ego para bintang/ tak sembarang bisa dikendalikan/ dia biasa menjadi sultan/ yang lain merasa dialah maharaja/ yang diingini meraih kekuasaan tanpa batas/ tak ada dua sultan/ tak bisa ada dua tuan/ bukankah kekaguman tak mungkin dibagi rata?//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Para Sultan Lapangan Hijau&#8221;, 2021)</strong></p>
<p>&#8220;<strong>SRI Sultan</strong>&#8221; telah kembali. Demikianlah, Cristiano Ronaldo akhirnya kembali ke &#8220;kerajaannya&#8221;, Manchester United, setelah melewati saga transfer penuh teka-teki: ke Manchester City-kah, Paris St Germain, atau ke Old Trafford?</p>
<p>Pada saat-saat terakhir, gencar dikabarkan negosiasi agen Ronaldo, Jorge Mendes dengan Manchester City. Namun pernyataan pelatih Pep Guardiola bahwa dia telah cukup puas dengan konfigurasi skuadnya, lalu turun tangan Alex Ferguson menelepon Ronaldo, mengakhiri semua spekulasi. CR7 memutuskan menerima kontrak dua tahun untuk kembali ke singgasana yang pada 2009 dia tinggalkan ke Real Madrid.</p>
<p>Sebenarnyalah, Ronaldo tidak sama sekali kehilangan pamor sebagai &#8220;sultan&#8221; di Allianz Arena. Usia 36 tak mengurangi kecekatan sebagai artis gol produktif. Hanya, kekuasaannya memang tak semutlak di Madrid, ketika menjadi &#8220;pusat&#8221;, yang dengan kebugaran usia, dialah &#8220;The Real Sultan&#8221;.</p>
<p>Kemesraan dengan La Vicchea Signora rupanya tak berlangsung lama. Setelah tiga tahun bersama Giorgio Chiellini dkk, dia mulai diusik kegalauan untuk meninggalkan Turin.</p>
<p>Dia sempat disebut-sebut akan balik ke Madrid, yang sepanjang 2009-2018 identik dengan kemaharajaannya. Isu tak kalah kencang, dia diminati Manchester City, yang secara sosio-psikologis rasanya rumit, mengingat The Citizens adalah seteru abadi Manchester Merah.</p>
<p>Berembus pula rumor fenomenal: pemilik Paris St Germain, Nasser Al Khelaifi berambisi menyatukan Ronaldo dengan Lionel Messi dan Neymar Junior. Gagasan gila itu memang membutuhkan syarat &#8220;jika&#8221;. Yakni &#8220;jika Kylian Mbappe benar-benar hengkang ke Real Madrid&#8221;, dan &#8220;jika Ronaldo sendiri tak merasa jengah bertandem dengan Leo Messi&#8221;, seteru utama secara individual selama 15 tahun terakhir.</p>
<p>Rumor yang mengaitkan Ronaldo dengan PSG, semula diperkirakan bisa mempercepat keinginan Mbappe untuk pergi. Padahal Trio Messi, Neymar, Mbappe (MNM) diskemakan sebagai kombinasi penyerang paling dahsyat dalam sejarah sepak bola setelah era Trio Messi, Luis Suarez, dan Neymar di Barcelona pada 2013-2017.</p>
<p>Rupanya, proyeksi PSG tidak sejalan dengan ekspresi ego Kylian Mbappe. Semenjak kehadiran Messi, &#8220;Pangeran&#8221; Les Parisiens itu mungkin diliputi keresahan, peluang menjadi &#8220;sultan&#8221; akan memudar karena perhatian fans bakal lebih tersita ke La Pulga. Padahal, pada sisi lain, Mbappe juga berpeluang meningkatkan performa karena &#8220;tergeret&#8221; permainan sang senior.</p>
<p><strong>Sikap Ronaldo</strong><br />
Sepak bola profesional mengenal adagium, &#8220;sesuatu yang dipandang tidak mungkin bisa menjadi mungkin&#8221;. Di balik itu, sikap Ronaldo merealisasi pernyataan yang pernah disampaikan, bahwa dia tetap merindukan bermain kembali dengan Setan Merah. Ya, setinggi apa pun bangau terbang, akan kembali ke kandang.</p>
<p>Liga Primer tetap dia impikan. Ronaldo tetap ingin berkarier secara kompetitif. Sepanjang 2003 hingga 2009, dia mencetak 118 gol dari 292 laga, dengan meraih tiga gelar liga, satu trofi Liga Champions, dan satu piala antarklub dunia.</p>
<p>Semula Ronaldo diperkirakan memilih PSG dengan pertimbangan &#8220;bersenang-senang&#8221; dipengujung karier. Dengan usia yang merambat, untuk tetap merawat hasrat eksistensialnya, bisa saja dia memilih bergembira bersama Messi dan Neymar. Nyatanya, dia bersikap kompetitif dengan memilih MU.</p>
<p>Sementara itu, kegalauan Mbappe agaknya berbeda. Dia sedang berjuang meraih singgasana sebagai &#8220;sultan pengganti&#8221; Messi dan Ronaldo. Kita bisa memahami psikologi calon maharaja yang tidak mau perhatian fans bakal lebih banyak beralih ke La Pulga, yang bahkan pada awal kedatangannya ke Paris sudah menerbitkan atmosfer ingar bingar atensi yang luar biasa.</p>
<p><strong>Racikan Solskjaer</strong><br />
Yang kini ditunggu adalah, bagaimana pelatih Ole Gunnar Solskjaer menciptakan skema terbaik dengan kehadiran Ronaldo. Pun, apakah CR7 bakal menjadi faktor bagi Pasukan Theater of Dream untuk kembali meraih kejayaan.</p>
<p>Di semua posisi, MU menderetkan kombinasi bintang. Dari Raphael Varane dan Harry Maguire di lini belakang, Bruno Fernandes dan Paul Pogba di sektor gelandang, lalu Ronaldo, Mason Greenwood/Marcus Rashford, dan Jason Sancho di barisan penyerang. Entah dengan reposisi fungsi seperti apa nanti Solskjaer memaksimalkan para penyerang yang hampir semuanya &#8212; kecuali Edinson Cavani dan Daniel James &#8212; berkarakter sayap.</p>
<p>Di balik kegalauan dan ekspresi hati manusia, inilah sejatinya sisi lain dalam lipatan dinamika sepak bola. Terdapat ungkapan wajah kapitalisme industri kompetisi yang diberi baju profesionalisme. Impian Mbappe berkostum Madrid, kembalinya Ronaldo ke Manchester Merah, dan bagaimana menanti ekspresi kegembiraan Messi sekarang; merupakan kemasan agenda setting dan framing mediatika dalam ruap budaya pop.</p>
<p>Ketika para &#8220;sultan&#8221; &#8212; dengan segala masalahnya &#8212; diliputi kegalauan dan pilihan dalam pengambilan keputusan, saat itulah sulur-sulur gurita mediatika mengolah, meracik, dan memainkan magnetiknya.</p>
<p>Publik akan dihadapkan pada pilihan untuk tidak bisa tidak mengikuti, bagaimana kegalauan itu berproses. Juga seperti apa &#8220;sultan-sultan&#8221; itu merebut ending dalam ekspresi kemaharajaannya&#8230;</p>
<p><em>&#8212; Amir Machmud NS, wartawan suarabaru.id, kolumnis sepak bola, dan penulis buku &#8212;</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/08/28/kembalinya-sultan-manchester-merah">Kembalinya &#8220;Sultan&#8221; Manchester Merah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/08/28/kembalinya-sultan-manchester-merah/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>