<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rafael Struick Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/rafael-struick/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 16 Nov 2024 06:58:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Rafael Struick Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Beginikah Gambaran Tim Paten STY?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/11/16/beginikah-gambaran-tim-paten-sty</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Nov 2024 10:00:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Calvin Verdonk]]></category>
		<category><![CDATA[Ivar Jenner]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Idzes]]></category>
		<category><![CDATA[Jordi Amat]]></category>
		<category><![CDATA[Justin Hubner]]></category>
		<category><![CDATA[Nathan Tjoe-A-On]]></category>
		<category><![CDATA[Rafael Struick]]></category>
		<category><![CDATA[Ragnar Oratmangoen]]></category>
		<category><![CDATA[Sandy Walsh]]></category>
		<category><![CDATA[Shayne Pattinama]]></category>
		<category><![CDATA[Thom Haye]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=446952</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // imbaskah ini, atau sejatinya berkah?/ dia mencoba/ dan terus meramu/ dalam gelombang mencari/ lalu mencari/ yang terbaik dari gambaran keyakinannya…// (Sajak “Racikan Utama”, 2024) ITUKAH tim utama, atau masih juga menggambarkan sikap coba-coba? Dan, inikah imbas dari gelombang kehadiran pemain diaspora, yang menyebabkan Shin Tae-yong harus beradaptasi dengan skematika starting [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/16/beginikah-gambaran-tim-paten-sty">Beginikah Gambaran Tim Paten STY?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-446956 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// imbaskah ini, atau sejatinya berkah?/ dia mencoba/ dan terus meramu/ dalam gelombang mencari/ lalu mencari/ yang terbaik dari gambaran keyakinannya…//</em><br />
<strong>(Sajak “Racikan Utama”, 2024)</strong></p>
<p><strong>ITUKAH</strong> tim utama, atau masih juga menggambarkan sikap coba-coba? Dan, inikah imbas dari gelombang kehadiran pemain diaspora, yang menyebabkan Shin Tae-yong harus beradaptasi dengan skematika <em>starting eleven</em>-nya? Selalu mencoba skema baru, untuk taktik baru, hingga laga menghadapi Jepang di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, kemarin?</p>
<p>Pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 0-4 itu, bagaimanapun mengetengahkan “wajah” terbaik tim nasional Indonesia dalam versi racikan <em>coach</em> STY.</p>
<p>Inilah <em>starting evelen</em> yang ditampilkan: Maarten Paes, Jay Idzes, Rizky Ridho, Justin Hubner, Kevin Diks, Thom Haye, Nathan Tjoe A-On, Calvin Verdonk, Yacob Sayuri, Rafael Struick, dan Ragnar Oratmangoen. Menjelang akhir laga, STY memasukkan Sandy Walsh, Pratama Arhan, Witan Sulaeman, dan Marselino Ferdinan.</p>
<p>Kalau kita runut, pertandingan Grup C Pra-Piala Dunia Zona Asia di Qingdao, 15 Oktober lalu, dengan kekalahan 1-2 Pasukan Garuda, berujung pada banyak pertanyaan kepada <em>coach</em> Shin. STY dikritik tidak memiliki skema paten, sehingga belum mengetengahkan satu tim “pasti” yang dia andalkan.</p>
<p>Keputusan yang terkesan “eksperimental” itu memang tidak lepas dari kecenderungan kehadiran para pemain diaspora secara masif dalam setengah tahun terakhir. Ketika STY belum menemukan racikan skema paten, susul-menyusul pemain hadir, dengan potensi mengubah komposisi dan pilar di posisi tertentu.</p>
<p>Akibatnya, pemain yang semula sudah mematok tempat tertentu dalam tim, bisa saja harus bermain dari bangku cadangan. Kini, setelah pekan lalu Kevin Diks sudah mendapat kewarganegaraan dan mendapat tempat pertama di posisi bek sayap kanan, tampaknya arus pemain diaspora yang berpotensi memperkuat timnas belum akan berhenti.</p>
<p>Menjelang melawan Cina di kandangnya, pertengahan bulan lalu, kedatangan Mees Hilgers dan Eliano Reijnders membuat STY melakukan perubahan taktik tim secara ekstrem dengan meminggirkan sejumlah pilar. Sebelumnya, perubahan juga dilakukan ketika Calvin Verdonk resmi mendapat kewarnegaraan Indonesia.</p>
<p><strong>Tim Inti</strong><br />
Benarkah STY belum punya tim yang betul-betul paten, termasuk ketika bertanding melawan Jepang di GBK kemarin malam?</p>
<p>Pelatih asal Korea Selatan itu berargumentasi, dia mengusung tim yang berbeda dengan melihat analisis terhadap cara bermain calon lawan, lalu kesiapan setiap pemainnya dari penilaian kebugaran paling aktual. Jadi bukan karena spekulasi sikap eksperimental. Menghadapi Arab Saudi di GBK 19 November nanti, bisa jadi skema STY juga akan berbeda.</p>
<p>Banyak yang menilai, gelombang kedatangan pemain naturalisasi membuat <em>coach</em> Shin masih belum punya skema inti yang sejauh ini bisa dia patenkan.</p>
<p>Sejak dimulai babak ketiga Pra-Piala Dunia 2024, sejumlah pemain diaspora diambil sumpah sebagai warga negara Indonesia. Dari September 2024, misalnya, kiper FC Dallas, Maarten Paes dipastikan bisa membela Tim Garuda. Beberapa bulan sebelumnya, Paes sudah menjadi warga negara Indonesia, namun masih harus berproses melewati perpindahan federasi.</p>
<p>Kiprah Paes langsung dirasakan ketika tampil menghadapi Arab Saudi di Jeddah. Dia menjadi pilihan utama, menggeser kiper utama sebelumnya, Ernando Ari Sutaryadi. Dalam laga melawan Arab Saudi dan Australia, Maarten Paes menambah kualitas pertahanan dengan visi penyelamatan-penyelamatan yang mantap dan mendatangkan rasa aman. Melawan Jepang, meskipun melakukan sekali blunder dengan melepas bola ke arah lawan dan menyebabkan gol ketiga, Paes tetap menjadi benteng akhir yang diandalkan.</p>
<p>Setelah Maarten Paes, menyusul hadir Mees Hilgers dan Eliano Reijnders. Keduanya terbilang pemain elite yang bermain untuk FC Twente di Eredivisie, dengan menit bermain yang cukup. Hanya, Reijnders belum tuntas unjuk kemampuan.</p>
<p>Shin Tae-yong langsung memberi kepercayaan kepada Hilgers dalam laga melawan Bahrain di Riffa dan menghadapi Cina di Qingdao, walaupun banyak yang mempersoalkan karena sebenarnya Hilgers belum masuk dalam pemahaman taktik dan strategi <em>coach</em> STY. Jadi lebih banyak karena kepercayaan pelatih atas kualitas tekniknya.</p>
<p>Ketika itu Thom Haye yang selama ini menjadi metronom diturunkan hanya sebagai pengganti, dan terbukti bisa mencetak satu-satunya gol melawan Cina. Ketika menghadapi Jepang, “Prof” Haye kurang maksimal di tengah kondisi lapangan yang berat karena hujan lebat.</p>
<p>Skema paten STY pun menjadi bahan sorotan. STY seperti dihadapkan pada realitas untuk menetapkan pilihan utama, misalnya antara Thom Haye, Ivar Jenner, Marselino Ferdinand, Ricky Kambuaya, juga kini Malik Risaldi. Padahal dari sisi kedalaman materi tim, keberlimpahan stok itu harusnya menjadi berkah tersendiri.</p>
<p><strong>Banyak Tambahan</strong><br />
Timnas Indonesia memiliki potensi pemain berkualitas yang bergabung sepanjang 2024. Jika dibandingkan dengan putaran final Piala Asia 2023 pada awal 2024 di Qatar, pasukan STY punya banyak tambahan kualitas pemain diaspora.</p>
<p>Mereka yang datang setelah putaran final Piala Asia U23 adalah Jay Idzes, Ragnar Oratmangoen, Thom Haye, dan Calvin Verdonk. Padahal sudah ada Sandy Walsh, Shayne Pattinama, Ivar Jenner, Jordi Amat, Justin Hubner, Rafael Struick, Nathan Tjoe A-On, dan Elkan Baggot yang “diparkir” STY dalam beberapa bulan ini karena masalah disiplin.</p>
<p>Di antara deretan nama itu, pemain di luar diaspora yang bisa bersaing tercatat adalah Rizky Ridho, Marselino, Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Egy Maulana Vikri, Malik Risaldi, dan Witan Sulaeman.</p>
<p>Wahyu “Hulk” Prasetyo, Muhammad Ferrari, Yacob Sayuri, Yance Sayuri, Ramadhan Sananta, Hokky Caraka, sejauh ini sulit mendapat tepmat. Sedangkan Dimas Drajat masih akan dilihat perkembangannya. Dia dinilai bermasalah dalam masalah temperamen ketika memperkuat klubnya di laga internasional.</p>
<p>Kedalaman skuad timnas memang memungkinkan Shin Tae-yong mengotak-atik tim terbaik, dengan tetap mengombinasikan pemain naturalisasi dengan realitas kualitas mereka, tentu dengan tetap memberi semangat kepada produk-produk Liga Indonesia untuk bersaing.</p>
<p>Seiring bergulirnya waktu, makin banyak kesempatan untuk meracik potensi-potensi itu ke dalam adonan yang makin kental dari waktu ke waktu. Mereka akan menyatu dengan kebersamaan yang terus teruji sesuai dengan visi taktik <em>coach</em> STY. Dan, pada saatnya pastilah akan muncul “tim paten” Shin Tae-yong, skema terbaik STY…</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tenga</em>h &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/16/beginikah-gambaran-tim-paten-sty">Beginikah Gambaran Tim Paten STY?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Shin Tae-yong Pahami Kemarahan Pemain Timnas</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/10/11/shin-tae-yong-pahami-kemarahan-pemain-timnas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Oct 2024 00:40:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[AFC]]></category>
		<category><![CDATA[Konferensi Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Rafael Struick]]></category>
		<category><![CDATA[Ragnar Oratmangoen]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion Nasional Bahrain]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=440601</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Pelatih Kepala Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, menyayangkan hasil imbang 2-2 yang didapatkan timnya, saat berhadapan dengan Bahrain, di Stadion Nasional Bahrain, Kamis (10/10/2024). Meskipun Timnas Indonesia sempat unggul 2-1 hingga di pengujung pertandingan, tuan rumah justru mampu membuat gol penyama kedudukan di menit 90+9, melalui sepakan Mohamed Marhoon. &#8221;Kedua tim melakukan yang terbaik [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/11/shin-tae-yong-pahami-kemarahan-pemain-timnas">Shin Tae-yong Pahami Kemarahan Pemain Timnas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Pelatih Kepala Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, menyayangkan hasil imbang 2-2 yang didapatkan timnya, saat berhadapan dengan Bahrain, di Stadion Nasional Bahrain, Kamis (10/10/2024).</p>
<p>Meskipun Timnas Indonesia sempat unggul 2-1 hingga di pengujung pertandingan, tuan rumah justru mampu membuat gol penyama kedudukan di menit 90+9, melalui sepakan Mohamed Marhoon.</p>
<p>&#8221;Kedua tim melakukan yang terbaik sampai wasit meniupkan peluit panjang. Akan tetapi, saya harus memastikan kembali, terkait dengan keputusan-keputusan wasit di pertandingan tadi. Bila AFC ingin semakin maju, maka keputusan dan kepemimpinan wasit juga perlu diperbaiki,&#8221; kata Shin Tae-yong, dalam sesi konferensi pers seusai pertandingan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/10/11/sebanyak-743-pengaduan-masyarakat-masuk-lewat-kanal-lapor-bupati-tegal">Sebanyak 743 Pengaduan Masyarakat Masuk Lewat Kanal Lapor Bupati Tegal</a></strong></p>
<p>Walaupun begitu, pria 53 tahun itu tetap mengapresiasi kerja keras anak asuhnya yang sudah berjuang sampai peluit panjang dibunyikan.</p>
<p>Ke depan dirinya pun berharap, para pemain tetap optimistis dalam menatap pertandingan selanjutnya di putaran ketiga babak kualifikasi Piala Dunia 2026.</p>
<p>&#8221;Soal tambahan waktu, yang seharusnya enam menit namun menjadi lebih dari sembilan menit. Lalu, keputusan-keputusan wasit yang menurut saya bias. Saya rasa semua orang bisa memahami, kenapa para pemain kami kesal dengan keputusan-keputusan itu,&#8221; tuturnya mengakhiri pembicaraan.</p>
<p>Dalam pertandingan itu, Timnas Indonesia harus berpuas diri dengan hanya meraih satu poin. Dua gol skuad Garuda dicetak Ragnar Oratmangoen menit 45+7, dan Rafael Struick (74). Sedangkan gol dari tuan rumah didapatkan melalui brace yang dibuat Mohamed Marhoon menit 15 dan 90+9.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/11/shin-tae-yong-pahami-kemarahan-pemain-timnas">Shin Tae-yong Pahami Kemarahan Pemain Timnas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jens Raven, Gol-gol dalam Bayangan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/08/03/jens-raven-gol-gol-dalam-bayangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Aug 2024 10:00:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Dendy Sulistiawan]]></category>
		<category><![CDATA[Dimas Drajat]]></category>
		<category><![CDATA[Hokky Caraka]]></category>
		<category><![CDATA[Jens Raven]]></category>
		<category><![CDATA[Rafael Struick]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan Sananta]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://suarabaru.id/?p=428557</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // sengatan mematikan/ itulah momen yang dinanti/ cukup lama menunggu/ dari era ke era/ hingga hadir garuda muda/ menjanjikan bayangan/ dalam gambaran masa depan// (Sajak “Jens Raven”, Juli 2024) TROFI keempat Indra Syafri. Tiga di antaranya didapat dengan mengalahkan Thailand di partai puncak. Dari final Piala AFF U22 2019, SEA Games [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/08/03/jens-raven-gol-gol-dalam-bayangan">Jens Raven, Gol-gol dalam Bayangan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-428559 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/08/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// sengatan mematikan/ itulah momen yang dinanti/ cukup lama menunggu/ dari era ke era/ hingga hadir garuda muda/ menjanjikan bayangan/ dalam gambaran masa depan//</em><br />
<strong>(Sajak “Jens Raven”, Juli 2024)</strong></p>
<p><strong>TROFI</strong> keempat Indra Syafri. Tiga di antaranya didapat dengan mengalahkan Thailand di partai puncak.</p>
<p>Dari final Piala AFF U22 2019, SEA Games 2023, dan sekarang: final Piala AFF U19. Indra terbukti tidak menjadikan Thailand sebagai momok di tengah peta kekuatan sepak bola Asia Tenggara.</p>
<p>Jika ditotal dengan Piala AFF 2013 saat mengalahkan Vietnam di final, lengkaplah penobatannya sebagai <em>coach</em> pertama tim nasional Indonesia yang membukukan sebanyak itu gelar.</p>
<p>Dan, kali ini, Indra dibantu oleh seorang anak muda, striker kokoh bernama Jens Raven, yang mencetak gol tunggal dalam laga final di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, 22 Juli lalu.</p>
<p>Hasil ini bagai menobatkan dominasi Indra Syafri atas Thailand, yang selama puluhan tahun menguasai sepak bola Asia Tenggara. Dia juga membungkam Vietnam, yang &#8212; di semua level usia &#8212; mengklaim level di atas Timnas Garuda.</p>
<p>Bagi Jens Raven, yang memiliki darah Indonesia dari neneknya, trofi AFF ini menjadi momen bersejarah, karena dalam pertama kali memperkuat timnas dia langsung menjadi pembeda dengan golnya.</p>
<p>Sejak disumpah menjadi warga negara Indonesia, Raven kini berseragam Garuda dan&#8230;.bersiap-siaplah dalam usia 18 tahun pemain klub Dordrecht di Liga Belanda itu akan menjadi tombak andalan timnas senior bersama pemain naturalisasi lainnya, Rafael Struick yang sudah terlebih dahulu mengenakan jersey timnas senior.</p>
<p>Simaklah apa haraan anak muda ini, “Sekarang, seperti yang saya katakan, menit demi menit adalah langkah demi langkah bagi saya, dan saya sangat senang. Saya merasa berada di tempat yang tepat dengan semua pemain U-19 dan U-20. Dan, saya pikir kami memiliki beberapa tujuan untuk dicapai dengan U-20 kami&#8230;”</p>
<p><strong>STY Bisa Beralternatif</strong><br />
Dengan kehadiran Jens Raven, pelatih Shin Tae-yong kini punya alternatif lain di luar duet-duet penyerang yang biasa dipadukan. Dari simulasi Rafael Struick &#8211; Ramadhan Sananta, Struick &#8211; Dimas Drajat, Struick &#8211; Dendy Sulistiawan, hingga Struick &#8211; Hokky Caraka.</p>
<p>Apalah duet Struick &#8211; Raven berprospek bagus?</p>
<p>Potensi itu ada, dan keduanya diperkirakan bakal saling mengisi. Struick dengan pergerakan mencari ruang yang mobil, dan Raven dengan eksekusi dan kekokohan fisiknya.</p>
<p>Sejak menukangi timnas dari 2019, STY memang tampak mengalami kesulitan dalam meracik lini depan. Masuknya Hokky Caraka menandakan dia mencoba mencari alternatif kejutan dengan memberi kesempatan pemain muda. Begitu pula ketika memanggil Arkhan Kaka untuk putaran final Piala Asia U23.</p>
<p>Kehadiran Raven jelas memperkaya permutasi barisan penyerang STY. Ketika lini belakang dan tengah memiliki banyak alternatif skema, kini lini penggempur menghadirkan persaingan berbeda dengan masuknya Raven. Apa yang ditampilkan pemain 18 tahun ini di Piala AFF 2024 akan memudahkan <em>coach</em> Shin meracik skema.</p>
<p>Timnas Merah-Putih mendapat berkah dengan kehadiran Raven yang menjanjikan. Gambaran gol-gol tidak hanya terkreasi dari lini kedua dengan para penggawa paten seperti Witan Sulaiman, Egy Maulana Vikri, Yacob Sayuri, Ragnar Oratmangoen, atau Marselino Ferdinand.</p>
<p>Jens Raven memperkaya alternatif skematika STY menuju bukan saja Piala AFF 2024, melainkan juga babak ketiga Pra-Piala Dunia menghadapi para macan Asia. Gambaran kesangaran Jepang, Australia, Arab Saudi, Cina, dan Bahrain tentu butuh penyerang yang kokoh dan bisa bersaing. Dan, Raven adalah harapan besar untuk itu&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/08/03/jens-raven-gol-gol-dalam-bayangan">Jens Raven, Gol-gol dalam Bayangan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kepak Garuda dan Ide Merawat Impian</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/06/15/kepak-garuda-dan-ide-merawat-impian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Jun 2024 10:00:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ivar Jenner]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Idzes]]></category>
		<category><![CDATA[Justin Hubner]]></category>
		<category><![CDATA[Nathan Tjoe-A-On]]></category>
		<category><![CDATA[Rafael Struick]]></category>
		<category><![CDATA[Ragnar Oratmangoen]]></category>
		<category><![CDATA[Sandy Walsh]]></category>
		<category><![CDATA[Shayne Pattinama]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Thom Haye]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=420045</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // impian apa lagi yang membubung?/ dari Olimpiade ke Olimpiade/ dari Piala Dunia ke Piala Dunia/ agar tak kosong menjulang/ agar tak hanya mengapung/ dan lagi-lagi hilang melayang&#8230;// (Sajak “Mimpi-mimpi Garuda”, Juni 2024) KEBANGGAAN apa yang Anda rasakan, setelah Asnawi Mangkualam dkk memastikan lolos ke putaran ketiga babak kualifikasi Piala Dunia [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/06/15/kepak-garuda-dan-ide-merawat-impian">Kepak Garuda dan Ide Merawat Impian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-420058 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// impian apa lagi yang membubung?/ dari Olimpiade ke Olimpiade/ dari Piala Dunia ke Piala Dunia/ agar tak kosong menjulang/ agar tak hanya mengapung/ dan lagi-lagi hilang melayang&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Mimpi-mimpi Garuda”, Juni 2024)</strong></p>
<p><strong>KEBANGGAAN</strong> apa yang Anda rasakan, setelah Asnawi Mangkualam dkk memastikan lolos ke putaran ketiga babak kualifikasi Piala Dunia 2026?</p>
<p>Boleh jadi, kita akan sama-sama mengepalkan tangan, “Ayo, sedikit lagi&#8230;!”</p>
<p>Atau Anda mengungkapkannya dengan menggeretakkan gigi, “Kapan lagi kalau tidak sekarang?”</p>
<p>Jalan memang masih panjang membentang. Kemenangan 2-0 atas Filipina di Stadion GBK Jakarta, 11 Juni lalu memastikan tim racikan Shin Tae-yong itu menjadi <em>runner up</em> di bawah Irak. Dan, suka atau tidak suka, kita menampilkan tim terbaik dengan mayoritas pemain produk naturalisasi yang menjadi pilar baru tim nasional.</p>
<p>Soal “nyaris”, pasukan Sinyo Aliandoe juga pernah hampir menembus tirai sakral Piala Dunia 1986, namun di babak kedua Subgrup IIIB Asia Timur, dalam laga tandang dan kandang kalah 0-2 dan 1-4 dari Korea Selatan, yang akhirnya menjadi salah satu wakil Asia.</p>
<p>Herry Kiswanto, Elly Idris, Rully Nere, Bambang Nurdiansyah, Ristomoyo, Marzuki Nyakmad, Hermansyah, Aun Harhara, dkk tampil impresif dan menjadi juara dalam penyisihan subgrup yang juga dihuni India, Thailand, dan Bangladesh. Ingar-bingar kebanggaan terhadap timnas betul-betul kita rasakan pada 1985.</p>
<p><strong>Gol Thom Haye</strong><br />
Tendangan eksotik sang metronom Garuda, “Prof” Thom Haye ke gawang Filipina, yang dilengkapi gol sundulan Rizky Ridho, akhirnya menjadi pembeda; menguatkan realitas betapa penting keberadaan para pemain naturalisasi dalam barisan timnas.</p>
<p><em>Coach</em> STY menurunkan mayoritas pemain keturunan dalam laga tersebut. Hanya Ernando Ari, Muhammad Adisatriyo, Asnawi, Rizky Ridho, dan Marselino Ferdinand yang dimainkan. Pratama Arhan menggantikan debutan &#8212; Calvin Verdonk di babak kedua.</p>
<p>Indonesia memiliki alternatif banyak pemain yang setara, dan sekarang dengan tambahan pendatang baru Verdonk, STY tinggal menskemakan taktik sesuai kebutuhaan. Dari Jay Idzes, Justin Hubner, Nathan Tjoe A-On, Shayne Pattinama, Sandy Walsh, Ivar Jenner, Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, dan Rafael Struick.</p>
<p>Dari Liga 1, STY masih memiliki materi rotasi substitusi seperti Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri, M Dimas Drajat, Yacob Sayuri, Ricky Kambuaya, Rachmat Irianto, Pratama Arhan, Muhammad Ferrari, Adam Alis, dan Malik Risaldi.</p>
<p>Progres naturalisasi pemain ini boleh dilihat sebagai ungkapan “ketidaksabaran” Indonesia (dalam hal ini PSSI) dalam menunggu stabilitas kompetisi liga dalam memproduksi pemain-peman yang betul-betul layak bersaing di era kompetisi global sekarang.</p>
<p>Ada yang menyarankan agar timnas menggunakan hanya 60 persen pemain naturalisasi, dan yang 40 persen tetap produksi Liga 1. Namun kenyataan bahwa yang mendapat paspor Indonesia adalah pemain-pemain dengan darah Indonesia, sejatinya sudah menyiratkan jawaban, bahwa ini adalah “hak” anak bangsa yang akhirnya memilih kewarganegaraannya, dan mengambil kesempatan menentukan akan membela timnas sepak bola negara mana sesuai dengan paspor yang dia kantungi.</p>
<p>Polemik dan opini semacam itu saya perkiraan masih akan terus berlanjut, dan kondisi itu sebenarnya sehat untuk mendorong memperkuat stabilisasi kompetisi liga kita, yang diakui atau tidak, memang masih mengetengahkan banyak masalah terkait dengan tanggung jawab untuk meningkatkan kualitasnya.</p>
<p><strong>Impian-impian</strong><br />
Impian, yang menjadi dambaan timnas sepak bola negara mana pun, bisa diduga mewujud dalam angan-angan: bagaimana bisa tampil di putaran final Piala Dunia dan Olimpiade.</p>
<p>Pergulatan setiap negara lewat kualifikasi di setiap zona begitu riuh, dan setiap empat tahun sekali Indonesia juga ikut larut dalam suasana demikian.</p>
<p>Bermimpi, dan terus bermimpi.</p>
<p>Kita tidak bisa membayangkan, apakah pola dalam program naturalisasi pemain ini akan dipolakan dalam pembangunan timnas kita yang mengikuti irama sepak bola global dan realitas keniscayaan diaspora yang makin banyak, atau bakal ada saat ketika titik pembinaan lebih memercayai kompetisi liga sebagai sumber timnas.</p>
<p>Saya kira kedua-duanya memiliki keabsahan argumentasi yang sama. Terus berada dalam proyek naturalisasi dengan rel dan regulasi internasional sendiri, dan serius meng-<em>up grade</em> kompetisi hingga ke titik dapat memperkuat kebutuhan pemain timnas.</p>
<p>Juga perlu, memperkuat jaringan pemasaran pemain untuk bisa ditoleh dan diminati oleh liga-liga <em>abroad,</em> seperti perjalanan karier Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Witan Sulaeman, Egy Maulana Virki, Saddil Ramdhani, dll.</p>
<p>Saya tidak hendak membicarakan tentang kelanjutan peluang lolos ke Piala Dunia setelah Tim Garuda bisa masuk ke fase ketiga kualifikasi. Yang ingin saya kedepankan sebagai bahasan pekan ini adalah, bagaimana kita “merawat impian” dengan memperkuat indikator-indikator untuk menjadikan impian itu sesuatu yang realistis, logis, dan bisa dipertanggungjawabkan&#8230;</p>
<p>Tak pula keliru jika saya mengucapkan selamat kepada Asnawi Mangkualam cs atas babak baru perjuangan yang telah menanti&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/06/15/kepak-garuda-dan-ide-merawat-impian">Kepak Garuda dan Ide Merawat Impian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Skandal Mi Instan&#8221; dan Transformasi Kultural Shin Tae-yong</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/12/30/skandal-mie-instan-dan-transformasi-kultural-shin-tae-yong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Dec 2023 10:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Asnawi Mangkualam]]></category>
		<category><![CDATA[Egy Maulana Vikri]]></category>
		<category><![CDATA[Elkan Baggot]]></category>
		<category><![CDATA[Ivar Jenner]]></category>
		<category><![CDATA[Jordi Amat]]></category>
		<category><![CDATA[Justin Hubner]]></category>
		<category><![CDATA[Marc Klok]]></category>
		<category><![CDATA[Marselino Ferdinand]]></category>
		<category><![CDATA[Pratama Arhan]]></category>
		<category><![CDATA[Rachmat Irianto]]></category>
		<category><![CDATA[Rafael Struick]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan Sananta]]></category>
		<category><![CDATA[Ricky Kambuaya]]></category>
		<category><![CDATA[Rizky Ridho]]></category>
		<category><![CDATA[Saddil Ramdani]]></category>
		<category><![CDATA[Sandy Walsh]]></category>
		<category><![CDATA[Shayne Pattinama]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[Witan Sulaeman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=390909</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // kita bukan siapa-siapa/ o, tak beranikah menegaskan/ : kita adalah sesiapa?/ yang bertarung atas nama keyakinan/ tentang kekuatan/ tentang modal/ tentang masa depan&#8230;// (Sajak &#8220;STY dan Garuda Kita&#8221;, 2023) SAUDARA-SAUDARA, apa hubungan unggahan soal mi instan di media sosial dengan ikhtiar transformasi mental dan kultural sepak bola Indonesia? Postingan Marselino [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/30/skandal-mie-instan-dan-transformasi-kultural-shin-tae-yong">&#8220;Skandal Mi Instan&#8221; dan Transformasi Kultural Shin Tae-yong</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-390918 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// kita bukan siapa-siapa/ o, tak beranikah menegaskan/ : kita adalah sesiapa?/ yang bertarung atas nama keyakinan/ tentang kekuatan/ tentang modal/ tentang masa depan&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;STY dan Garuda Kita&#8221;, 2023)</strong></p>
<p><strong>SAUDARA-SAUDARA</strong>, apa hubungan unggahan soal mi instan di media sosial dengan ikhtiar transformasi mental dan kultural sepak bola Indonesia?</p>
<p>Postingan Marselino Ferdinand tentang Witan Sulaeman yang sedang &#8220;mencuri-curi&#8221; memasak mi instan di tengah pemusatan latihan tim nasional Piala Asia 2024 di Turki, suka atau tidak suka adalah pukulan menyedihkan bagi proyek disiplin Shin Tae-yong.</p>
<p>Pelatih asal Korea Selatan itu, sejak menangani timnas pada 2020, ketat menerapkan disiplin pola makan. Gorengan dan mi instan &#8212; camilan kultural masyarakat kita &#8212; distop keras. Para pemain dibiasakan dengan standar menu gizi sehat atlet.</p>
<p>Maka ketika fokus mental sedang terarah ke Qatar, 12 Januari s.d 10 Februari 2024, rasanya sikap &#8220;curi-curi&#8221; itu merupakan bentuk pelanggaran serius.</p>
<p>Sesederhana itukah para pemain memaknai transformasi profesionalitas yang ditegakkan <em>coach</em> STY?</p>
<p><strong>&#8220;Grup Gila&#8221;</strong><br />
Padahal, bukankah timnas menghadapi tantangan yang tidak tanggung-tanggung: &#8220;grup gila&#8221; Piala Asia?</p>
<p>Bagaimana tidak &#8220;gila&#8221;? Dua tim kelas atas Asia: Jepang sebagai kekuatan utama Asia Timur, dan Irak salah satu ikon Asia Barat, tergabung di satu grup.</p>
<p>Dua lainnya di Grup D adalah raksasa Asia Tenggara, Vietnam, dan Indonesia yang sedang memperjuangkan eksistensi di kawasan regionalnya.</p>
<p>Logikanya, dua tiket ke 16 besar terpatok untuk Jepang dan Irak. Vietnam dan Indonesia menunggu keberuntungan: siapa tahu satu dari dua tim unggulan itu terpeleset? Pembuktian siapa lebih baik, Garuda dan Golden Stars juga bakal menjadi warna sengit grup ini.</p>
<p>Rivalitas khusus Indonesia vs Vietnam melanjutkan perseteruan yang dipersubur oleh aneka pemicu. Walaupun memberi perlawanan sengit, sejak 2020 tim racikan <em>coach</em> Shin Tae-yong masih sulit membangun keunggulan atas Vietnam, baik ketika masih diarsiteki Park Hang-seo, maupun setelah dipegang Philippe Troussier.</p>
<p><strong>Realitas Vs Pembuktian</strong><br />
Sejak menangani timnas Indonesia, catatan kualitatif Shin Tae-yong terutama untuk medali emas SEA Games dan trofi Piala AFF, belum terpenuhi.</p>
<p>Pelatih yang membawa sensasi Korea Selatan menggulingkan Jerman 2-0 di Piala Dunia 2018 itu, baru membenahi sisi kultural berupa karakter, kesiapan fisik, pola makan, dan konfidensi kenaikan peringkat dunia dari sejumlah FIFA <em>matchday</em>.</p>
<p>Dia mengukir catatan impresif: meloloskan tim U23 dan tim senior ke putaran final Piala Asia.</p>
<p>STY mentransformasikan karakter, namun belum medali dan gelar.</p>
<p>Sejumlah gelar formal malah dipersembahkan oleh pelatih lokal: Indra Syafri di SEA Games 2023, dan trofi Piala AFF U17 lewat Fakhri Husaini.</p>
<p>Di Piala Asia nanti, bicara trofi tentu bukan angan yang realistis, walaupun sepak bola bukan matematika. Yang paling patut adalah &#8220;berjuang lolos dari babak grup&#8221;, karena kenyataan lawan-lawan yang memang berada di level atas Asia.</p>
<p>Dari tiga calon lawan di Grup D, yang paling mungkin adalah memetik angka penuh dari Vietnam. Itu menjadi &#8220;target wajib&#8221;, meskipun STY punya rekor buruk melawan tim ini.</p>
<p>Menghadapi Irak dan Jepang,<em> coach</em> STY boleh saja berpikiran seperti ketika Korea mengalahkan Jerman di Rusia 2018, walaupun konstelasinya jelas berbeda. Bisa meraih poin, artinya mendapat satu angka adalah pilihan target paling wajar.</p>
<p><strong>Perbaikan-perbaikan</strong><br />
Perbaikan performa yang diharapkan bukannya tidak ada. Hanya, ketika produk perubahan itu dipertanyakan ketika kalah 1-5 dari Irak dan seri 1-1 melawan Filipina di ajang Pra-Piala Dunia, apa yang bisa diandalkan di Qatar nanti?</p>
<p>Dalam evaluasi sementara, &#8220;fasilitas mewah&#8221; STY dari program naturalisasi pemain baru dalam tahap membuncahkan gebyar, belum menghadirkan performa.</p>
<p>Pelatih Irak Jesus Casas yang mengalahkan Garuda 5-1 pun mengingatkan, keberlimpahan pemain naturalisasi itu seharusnya meningkatkan performa tim Indonesia sebagai kekuatan yang disegani.</p>
<p>Catatlah: Jordi Amat, Elkan Baggot, Marc Klok, Shayne Pattinama, Rafael Struick, Ivar Jenner, Justin Hubner, dan Sandy Walsh; mereka punya kapasitas untuk memperkuat pilar-pilar domestik seperti Rizky Ridho, Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Ricky Kambuaya, Rachmat Irianto, Marselino Ferdinand, Saddil Ramdani, Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri, dan Ramadan Sananta.</p>
<p>Jadi kurang apakah ketercukupan fasilitas materi pemain dari sisi ini?</p>
<p>Kalaupun akumulasi pemain cedera menjadi justifikasi celah tim ketika dikalahkan Irak 1-5, maka pasukan yang beraklimatisasi di Antalya, Turki sebelum menuju Qatar itu diharapkan menampilkan kekuatan yang berbeda.</p>
<p>Alur permainan pendek &#8211; cepat yang merupakan &#8220;core of power&#8221; sepak bola Indonesia, dalam racikan taktik <em>coach</em> STY, tentu kita harapkan bisa tuntas tertuang di Piala Asia nanti.</p>
<p>Janganlah sampai pada kesimpulan yang satiris, bahwa pelatih kelas dunia dari mana pun takkan ada yang mampu membawa timnas Indonesia keluar dari <em>barrier</em> klasik: masalah mental dan kulturalnya.</p>
<p>Tentu menyedihkan bukan, ketika ikhtiar profesional penegakan disiplin masih &#8220;disiasati&#8221; pemain dalam bentuk mendasar: mencuri-curi makan mi instan?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/30/skandal-mie-instan-dan-transformasi-kultural-shin-tae-yong">&#8220;Skandal Mi Instan&#8221; dan Transformasi Kultural Shin Tae-yong</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rafael Struick dkk Sudah Lupakan Kekalahan Lawan Irak</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/11/21/rafael-struick-dkk-sudah-lupakan-kekalahan-lawan-irak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Nov 2023 10:30:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Filiina]]></category>
		<category><![CDATA[Irak]]></category>
		<category><![CDATA[Manila]]></category>
		<category><![CDATA[Rafael Struick]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion Risal Memorial]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=383732</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Menghadapi tuan rumah Filipina, Tim Nasional Indonesia bertekad untuk bisa meraih poin penuh, dalam laga kedua lanjutan putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Saat ini, Shin Tae-yong terus melakukan persiapan, termasuk latihan resmi di Stadion Rizal Memorial, Manila, Senin (20/11/2023). Pelatih asal Korea Selatan itu juga memberikan apresiasinya, atas sambutan tuan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/21/rafael-struick-dkk-sudah-lupakan-kekalahan-lawan-irak">Rafael Struick dkk Sudah Lupakan Kekalahan Lawan Irak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Menghadapi tuan rumah Filipina, Tim Nasional Indonesia bertekad untuk bisa meraih poin penuh, dalam laga kedua lanjutan putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Saat ini, Shin Tae-yong terus melakukan persiapan, termasuk latihan resmi di Stadion Rizal Memorial, Manila, Senin (20/11/2023).</p>
<p>Pelatih asal Korea Selatan itu juga memberikan apresiasinya, atas sambutan tuan rumah. Dia menyatakan senang, dapat kembali lagi ke Manila, untuk menghadapi Timnas Filipina.</p>
<p>&#8221;Kami melalui perjalanan panjang dari Irak. Kami harus beradaptasi dengan kondisi di Manila, dan tetap mengusahakan persiapan terbaik untuk menghadapi pertandingan penting ini,&#8221; kata Shin Tae-yong, dalam sesi jumpa pers.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/11/21/baru-lahir-bayi-perempuan-ini-dibuang-di-atas-trotoar-kota-magelang">Baru Lahir, Bayi Perempuan Dibuang di Atas Trotoar Kota Magelang</a></strong></p>
<p>Dia juga menegaskan, mencuri kemenangan dari Filipina itu bukan lantaran timnya kalah telak dari Irak di laga sebelumnya.</p>
<p>&#8221;Kami akan tetap bermain dengan apa yang menguntungkan kami, dan dengan gaya permainan kami. Jelas Irak dan Filipina adalah dua tim yang memiliki perbedaan besar,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Rafael Struick, memberikan pandangannya senada, mengenai laga lawan Filipina. Dia bersama rekan-rekan setimnya, dalam kondisi sudah lebih baik setelah istirahat yang cukup.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/11/21/kapolres-kebumen-dan-wakapolres-jenguk-anggotan-yang-sakit">Kapolres Kebumen dan Wakapolres Jenguk Anggota yang Sakit</a></strong></p>
<p>&#8221;Saya pikir kami telah melakukan persiapan dengan baik, untuk mendapatkan tiga poin. Saya tahu Filipina bisa jadi lawan berat, tapi saya pikir kami bisa membawa tiga poin,&#8221; tutur dia.</p>
<p>Rafael juga mengungkapkan level kepercayaan dirinya dan tim, usai kekalahan dari Irak, dan kini akan bertemu Filipina. &#8221;Kami memang kalah dalam pertandingan dengan Irak. Tapi itu hal biasa dalam sepak bola, dan kami sudah beranjak dari kekalahan itu,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Laga antara tuan rumah Filipina melawan Indonesia sendiri, akan digelar Selasa (21/11/2023), di Stadion Rizal Memorial, Manila, mulai pukul 19.00 waktu setempat atau pukul 18.00 WIB.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/21/rafael-struick-dkk-sudah-lupakan-kekalahan-lawan-irak">Rafael Struick dkk Sudah Lupakan Kekalahan Lawan Irak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>