<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pers Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/pers/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Apr 2026 12:18:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Pers Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Analogi Kuda dan Persepsi, Cara Kadis Komdigi Jateng Ajak Pers Perkuat Diksi Positif</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/04/14/analogi-kuda-dan-persepsi-cara-kadis-komdigi-jateng-ajak-pers-perkuat-diksi-positif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 12:18:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Analogi Kuda dan Persepsi]]></category>
		<category><![CDATA[Halalbihalal]]></category>
		<category><![CDATA[Kadis Komdigi Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuat Diksi Positif]]></category>
		<category><![CDATA[Pers]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=553904</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Digital (Komdigi) Jawa Tengah, Agung Hariyadi mengajak insan pers untuk memperkuat narasi-narasi dan diksi positif serta akurat dalam upaya mengedukasi masyarakat. Ia ingin pers mampu berperan menjernihkan persoalan yang mengemuka, sehingga masyarakat punya persepsi yang sama. Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara halalbihalal Keluarga Besar PWI Provinsi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/14/analogi-kuda-dan-persepsi-cara-kadis-komdigi-jateng-ajak-pers-perkuat-diksi-positif">Analogi Kuda dan Persepsi, Cara Kadis Komdigi Jateng Ajak Pers Perkuat Diksi Positif</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Digital (Komdigi) Jawa Tengah, Agung Hariyadi mengajak insan pers untuk memperkuat narasi-narasi dan diksi positif serta akurat dalam upaya mengedukasi masyarakat.</p>
<p>Ia ingin pers mampu berperan menjernihkan persoalan yang mengemuka, sehingga masyarakat punya persepsi yang sama.</p>
<p>Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara halalbihalal Keluarga Besar PWI Provinsi Jawa Tengah di Gedung Pers Jawa Tengah, Semarang, Selasa (14/4/2026).</p>
<p>&#8221;Yang namanya persepsi itu kadang beda-beda. Apa yang kita lakukan, orang lain akan selalu memiliki celah untuk mengkritiknya. Saya sering ambil contoh kisah klasik anak, ayah, dan seekor kuda. Kalau ayahnya yang naik dan anaknya yang menuntun kuda, persepsi orang menganggapnya tak sayang anak. Demikian sebaliknya si anak dinilai kurang ajar kalau ayahnya yang menuntun kuda. Begitu dua-duanya tak naik, komentarnya nduwe jaran kok ora ditumpaki,&#8221; ungkap Agung yang hadir mewakili Sekda Jateng, Sumarno.</p>
<p>Agung berharap, jalinan kemitraan antara PWI dan Komdigi Jateng terus berkelanjutan. Apalagi sejumlah kegiatan peningkatan SDM wartawan juga sering dilakukan.</p>
<p>Sementara itu Ketua PWI Jateng, Setiawan Hendra Kelana menyampaikan terima kasih atas dukungan keluarga besar PWI, khususnya para wartawan senior. Dirinya mengaku masih ingat, bagaimana mereka selalu memberikan wejangan dan warisan-warisan untuk memelihara organisasi PWI agar tetap memiliki marwah dan martabat dalam menjalankan tugas profesi.</p>
<p>Menurut Iwan, wartawan itu sesungguhnya mempunyai tanggung jawab menjalankan tugas amar ma’ruf nahi munkar. Pada 2023 PWI di era kepemimpinan Amir Machmud NS pernah mengusung tema halalbihalal &#8221;Ojo Nekat, Ojo Kumat&#8221;, maka bisa diibaratkan sebagai tugas nahi munkar.</p>
<p>Untuk tahun ini dipilih &#8221;Like Maaf, Share Manfaat&#8221;, ibarat merealisasikan tugas amar ma’ruf. Harapannya, rekan-rekan wartawan menyukai tradisi saling memaafkan, serta getol dalam membagi kebaikan dan manfaat kepada masyarakat.</p>
<p>Iwan berharap halalbihalal ini makin meningkatan ikatan persaudaraan, kekompakan dan kekeluargaan. &#8220;Maturnuwun semuanya. Semoga acara ini memberikan keberkahan dan kebaikan bukan hanya bagi wartawan, tapi seluruh mitra yang selama sangat respek kepada PWI,&#8221; ujar Iwan.</p>
<p>Pada momen halalbihalal ini, Gus Ahmad Mundzir (Direktur NU Online Institute) dalam tausiahnya memberikan legitimasi spiritual bagi profesi wartawan. Merujuk pada Surat An-Naba, ia menyebut bahwa tugas pembawa berita adalah tugas mulia yang juga dijalankan oleh Nabi Muhammad SAW.</p>
<p>&#8220;Nabi membawa berita penting untuk menjawab isu-isu viral di Makkah kala itu. Pers hari ini punya peran serupa, menjawab kegelisahan publik dengan kebenaran,&#8221; ujar Gus Mundzir.</p>
<p>Selain Ketua PWI Jateng, Setiawan Hendra Kelana dan jajaran pengurus, hadir dalam halalbihalal pengurus Dewan Kehormatan PWI. Kegiatan halalbihal sendiri dipandu Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI, Alkomari yang dihadiri antara lain Ketua Komisi Informasi (KI) Jateng Indra Ashoka Mahendrayana, Wakil Ketua KI Setiadi bersama anggota KI M Asrofi, anggota Bawaslu Jateng Sosiawan, Ketua KPU Jateng Handi Tri Ujiono, serta perwakilan mitra kerja Jateng yaitu Semen Gresik dan BNI Wilayah 05 Semarang.</p>
<p>Hadir juga para wartawan senior, diantaranya mantan Ketua PWI Jateng Soetjipto, Ketua Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Jateng Umy Rokhafifa bersama anggota.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/14/analogi-kuda-dan-persepsi-cara-kadis-komdigi-jateng-ajak-pers-perkuat-diksi-positif">Analogi Kuda dan Persepsi, Cara Kadis Komdigi Jateng Ajak Pers Perkuat Diksi Positif</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peringatan HPN di Kabupaten Tegal, Pers Didorong Perkuat Peran Edukasi dan Kontrol Publik</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/02/10/peringatan-hpn-di-kabupaten-tegal-pers-didorong-perkuat-peran-edukasi-dan-kontrol-publik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2026 17:42:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[hpn]]></category>
		<category><![CDATA[komtrol-publik]]></category>
		<category><![CDATA[Pers]]></category>
		<category><![CDATA[slawi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=543707</guid>

					<description><![CDATA[<p>SLAWI (SUARABARU.ID) &#8211; Pemerintah Kabupaten Tegal menegaskan pentingnya peran pers sebagai mitra strategis pembangunan daerah dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 tingkat Kabupaten Tegal yang digelar dalam bentuk syukuran dan doa bersama, Senin (9/2/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tegal tersebut berlangsung di Kafe Media, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tegal, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/10/peringatan-hpn-di-kabupaten-tegal-pers-didorong-perkuat-peran-edukasi-dan-kontrol-publik">Peringatan HPN di Kabupaten Tegal, Pers Didorong Perkuat Peran Edukasi dan Kontrol Publik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SLAWI (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Pemerintah Kabupaten Tegal menegaskan pentingnya peran pers sebagai mitra strategis pembangunan daerah dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 tingkat Kabupaten Tegal yang digelar dalam bentuk syukuran dan doa bersama, Senin (9/2/2026).</p>
<p>Kegiatan yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tegal tersebut berlangsung di Kafe Media, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tegal, dan dihadiri Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta insan pers se-Kabupaten Tegal.</p>
<p>Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid menyampaikan bahwa pers memiliki fungsi vital dalam mendukung keterbukaan informasi publik, pengawasan kebijakan, sekaligus penyampai aspirasi masyarakat kepada pemerintah daerah.</p>
<p>“Pers bukan hanya penyampai berita, tetapi juga mitra evaluasi. Melalui pemberitaan dan kritik yang konstruktif, pemerintah dapat mengetahui apa yang sudah berjalan baik dan apa yang masih perlu diperbaiki,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Ahmad Kholid, pembangunan daerah tidak dapat dilepaskan dari peran media yang objektif dan edukatif. Informasi yang akurat dan berimbang dinilai mampu membantu masyarakat memahami arah kebijakan pemerintah sekaligus mendorong partisipasi publik dalam pembangunan.</p>
<p>Ia juga menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Tegal berkomitmen melaksanakan pembangunan secara bertahap dan merata sesuai kebutuhan riil masyarakat. Dalam proses tersebut, pers berperan penting menjembatani komunikasi antara pemerintah dan warga.</p>
<p>“Sering kali media lebih dekat dengan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat. Masukan dari pers menjadi dasar penting agar pembangunan benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat,” tambahnya.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Tegal menyampaikan ucapan selamat Hari Pers Nasional 2026 dan Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia. Ia berharap insan pers terus menjaga profesionalisme, integritas, dan etika jurnalistik dalam menjalankan tugasnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Tegal M Fatkhurohman menyampaikan bahwa peringatan HPN menjadi momentum refleksi bagi insan pers untuk memperkuat tanggung jawab sosial dan perannya dalam mendukung kemajuan daerah.</p>
<p>Sebagai bentuk kontribusi nyata, PWI Kabupaten Tegal menggelar sejumlah kegiatan dalam rangka HPN 2026, di antaranya tasyakuran dan doa bersama, lomba foto cerita bertema infrastruktur Kabupaten Tegal, santunan bagi keluarga wartawan, serta kegiatan penanaman pohon di lereng Gunung Slamet bersama PWI se-Jawa Tengah.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Tegal secara simbolis menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba foto cerita bertema “Infrastruktur Kabupaten Tegal Luwih Apik”. Kegiatan ini menjadi sarana apresiasi sekaligus edukasi visual kepada masyarakat terkait progres pembangunan infrastruktur daerah.</p>
<p>Melalui peringatan HPN 2026 ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers semakin kuat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/10/peringatan-hpn-di-kabupaten-tegal-pers-didorong-perkuat-peran-edukasi-dan-kontrol-publik">Peringatan HPN di Kabupaten Tegal, Pers Didorong Perkuat Peran Edukasi dan Kontrol Publik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Merenungkan Kembali Realitas Ekosistem Pers Kita</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/02/08/merenungkan-kembali-realitas-ekosistem-pers-kita</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2026 01:00:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalistik]]></category>
		<category><![CDATA[konsistensi]]></category>
		<category><![CDATA[Media Massa]]></category>
		<category><![CDATA[Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Praktisi Pers]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Survivalitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=543405</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS &#8212; Refleksi HPN 2026 &#8212; PERNAHKAH perjalanan sejarah pers kita mencatat masa-masa atau era dengan kondisi yang dirasakan betul-betul sehat dan bermartabat? Dalam perjalanan waktu, pers Indonesia melewati masa-masa yang ditandai dengan periode yang menyimbolisasikan era tertentu. Ada pers perjuangan, pers era kemerdekaan, pers Orde Lama, pers masa Orde Baru, hingga [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/08/merenungkan-kembali-realitas-ekosistem-pers-kita">Merenungkan Kembali Realitas Ekosistem Pers Kita</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p></blockquote>
<p style="padding-left: 40px;"><strong>&#8212;</strong> <em>Refleksi HPN 2026</em><strong> &#8212;</strong></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-543406 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15.jpg" alt="" width="150" height="195" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-115x150.jpg 115w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />PERNAHKAH</strong> perjalanan sejarah pers kita mencatat masa-masa atau era dengan kondisi yang dirasakan betul-betul sehat dan bermartabat?</p>
<p>Dalam perjalanan waktu, pers Indonesia melewati masa-masa yang ditandai dengan periode yang menyimbolisasikan era tertentu. Ada pers perjuangan, pers era kemerdekaan, pers Orde Lama, pers masa Orde Baru, hingga sekarang pers era reformasi.</p>
<p>Pers era reformasi, selain punya pijakan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1990 yang lebih berpihak kepada wartawan ketimbang Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1982 tentang Pokok-pokok Pers, dalam perkembangan terkini berjalan mengadaptasi kemajuan teknologi informasi, yang beriring dengan atmosfer lalu lintas informasi lewat beraneka <em>platform</em> media sosial.</p>
<p>Para ahli menyebut masa-masa disrupsi informasi yang ditandai dengan<em> post-trust</em>, ketika media arus utama (<em>mainstream</em>) harus bersaing dalam menyampaikan informasi dengan media sosial.</p>
<p>Ruang digital cenderung keruh dengan aneka macam tafsir kebenaran dan informasi yang (terkadang) tak teruji. Berbagai <em>platform</em> media sosial berseliweran memenuhi ruang digital kita. Para <em>endorser, influencer,</em> dan <em>buzzer</em> menciptakan dominasi penguasaan informasi dengan cara mengonstruksi konten sendiri.</p>
<p>Dalam kondisi demikian, yang sekarang lebih mengemuka adalah kegamangan di kalangan praktisi media; terkait dengan kenyataan mengenai survivalitas dan kelangsungan industri media.</p>
<p>Diskursus yang berkembang, apakah industri media bergerak ke arah yang masih memberi ruang berprospek bagi kesejahteraan para pelakunya? Apakah profesi wartawan masih memberi harapan bagi generasi baru nanti? Celah apa yang harus dimaksimalkan oleh para praktisi pers untuk menemukan lagi konfidensi industrialnya?</p>
<p><strong>Terpengaruh</strong><br />
Dalam kenyataan terkini, ekosistem pers telah terpengaruh. Media-media, dengan tantangan baru penguasaan teknologi informasi, harus berjuang untuk survive. Kue iklan untuk biaya produksi seperti pada era kejayaan media cetak tidak serta merta bermigrasi ke <em>platform</em> media digital (media <em>online)</em>. Konvergensi media pada akhirnya menyeleksi pilihan <em>platform</em> yang paling efektif terakses.</p>
<p>Media-media digital yang tumbuh bagai cendawan di musim hujan rata-rata bergerak dengan segala keterbatasan. Banyak yang bereksperimen dalam kolaborasi menyiasati algoritma melalui grup-grup menyatukan kelompok-kelompok media dari berbagai daerah.</p>
<p>Banyak pula media digital lokal yang beroperasi lebih mirip UMKM dengan permodalan cekak, yang penting bisa berjalan dan secara minimalis menghidupi operasional awak medianya.</p>
<p>Ekosistem pers pun mau tidak mau eksis dengan keterbatasan. Memang tetap ada relasi-relasi kerja sama dengan sejumlah institusi atau perseorangan, tetapi dengan nilai yang relatif minimalis. Tidak bisa dibandingkan dengan kue iklan &#8212; baik untuk tujuan <em>branding</em> produk maupun advertorial pencitraan &#8212; pada masa kejayaan media cetak.</p>
<p>Banyak pengamat yang menganalisis, apakah mungkin independensi media dalam lanskap kemerdekaan pers tercipta di tengah atmosfer ekosistem yang demikian?</p>
<p>Realitasnya, tentu sulit. Bagaimana mungkin media memainkan fungsi kontrol sosial ketika harus bersikap kritis terhadap institusi-institusi yang telah bekerja sama dengan konsesi finansial? Keterpengaruhan dalam kualitas kontrol sosial, suka atau tidak suka, pastilah ada.</p>
<p>Itu baru dari satu sisi. Pola pemberitaan juga banyak terpengaruh oleh kultur akses informasi yang dibentuk oleh pola-pola penyajian <em>platform</em> instan, seperti Tiktok dan Youtube, dengan konten permukaan. Kebiasaan itu membuat media-media cenderung enggan untuk menyajikan segala sesuatu secara mendalam dan investigatif. Satu-dua masih ada, namun tidak lagi menjadi kecenderungan berkompetisi menyajikan eksklusivitas konten secara umum.</p>
<p><strong>Hubungan Personal</strong><br />
Kerja keras dalam kreativitas tinggi untuk menguatkan lobi ke sumber-sumber kompensasi iklan atau advertorial, kenyataannya, menuntut tidak ada lagi tabu pembatas antara unit editorial dan unit bisnis dalam struktur perusahaan media.</p>
<p>Dalam praktik, kadang kita diusik oleh penerapan konsistensi idealisme jurnalistik, apakah teori “pagar api” (<em>fire wall</em>) masih berlaku, atau telah terjustifikasi oleh realitas ekosistem media?</p>
<p>Artinya, wartawan atau mereka yang seharusnya menjadi pengendali di ruang editorial juga harus mampu menjadi pelobi, negosiator dalam mencari atau menawarkan iklan dan advertorial, yang idealnya dikerjakan oleh tim bisnis medianya.</p>
<p>Memanfaatkan kualitas hubungan personal wartawan atau pengelola media dengan lembaga-lembaga atau perseorangan, tidak mungkin dihindarkan. Apalagi ketika kebijakan efisiensi anggaran pemerintah secara ketat diterapkan, dan termasuk di antaranya memangkas belanja iklan atau publikasi. Pendekatan-pendekatan personal menjadi salah satu alternatif kunci.</p>
<p>Sisi ini menjadi salah satu jawaban untuk merawat elemen ekosistem. Intinya, unsur terpenting dalam lingkungan kehidupan dan keberlangsungan media adalah, bagaimana membangun hubungan personal yang berkualitas dengan para mitra kerja.</p>
<p>Saya belum bisa membayangkan, bagaimana membangun kembali pemulihan soliditas ekosistem media. Bagaimana pula bentuk implementasi dari seruan banyak praktisi media, agar negara hadir untuk memperkuat ekosistem pers?</p>
<p>Semua berkelindan sebagai persoalan yang membutuhkan pengurai: mulai dari keterkaitan antara realitas adaptasi perkembangan teknologi informasi, alogitma mesin pencari dan terlebih lagi kemeruyakan penggunaan kecerdasan buatan (AI), ekstremitas pergeseran kultur akses informasi, pemaknaan kebenaran dari unggahan media <em>mainstream</em> dan media sosial, serta pergerakan pendewasaan masyarakat dalam mengemas dan menerima informasi.</p>
<p>Ekosistem media, untuk sementara ini, secara minimalis lebih berkutat ke persoalan perjuangan survivalitas (kelangsungan) penyelenggaraan media; juga dalam praktik keseharian: bagaimana menjaga dan menerapkan penghayatan etika jurnalistik sebagai “darah dalam nadi” profesi ini.</p>
<p>Bagaimanapun, kemartabatan media akan terlihat dari seberapa sehat dan seberapa survive. Media yang sehat dan berpengaruh, antara lain terukur dari konsistensi penerapan standar jurnalistik dengan etika sebagai mahkotanya.</p>
<p>Pastilah ada masa-masa atau era ketika pers kita &#8212; dulu &#8212; berada dalam kondisi sekualitas itu.</p>
<p>Dan, sekarang, para praktisi pers &#8212; juga semua pemangku kepentingan yang terlibat &#8212; harus terus berijtihad mencari untuk mengurai dan menemukan jalan keluar terbaik.</p>
<p>&#8212;<strong> Amir Machmud NS</strong>, <em>Ketua Dewan Kehormatan Provinsi PWI Jawa Tengah, wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a>, dan dosen Ilmu Komunikasi Fiskom UKSW</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/02/08/merenungkan-kembali-realitas-ekosistem-pers-kita">Merenungkan Kembali Realitas Ekosistem Pers Kita</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peran Pers sebagai Pengabdi Masyarakat</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/11/30/peran-pers-sebagai-pengabdi-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2025 00:48:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[HPN 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum PWI]]></category>
		<category><![CDATA[Penanggung Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[Peran Strategis]]></category>
		<category><![CDATA[Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Pesan Kuat]]></category>
		<category><![CDATA[Publik]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=510980</guid>

					<description><![CDATA[<p>SERANG (SUARABARU.ID)&#8211; Ketua Umum PWI sekaligus Penanggung Jawab HPN 2026, Akhmad Munir, menyampaikan pesan kuat mengenai peran strategis pers, dalam melayani publik. Hal itu seperti yang dia sampaikan, pada acara Gala Dinner rangkaian kick-off Hari Pers Nasional (HPN) 2026, di Serang, Banten, Sabtu (29/11/2025). Direktur Utama LKBN Antara itu menegaskan, insan pers memiliki tanggung jawab [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/30/peran-pers-sebagai-pengabdi-masyarakat">Peran Pers sebagai Pengabdi Masyarakat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SERANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Ketua Umum PWI sekaligus Penanggung Jawab HPN 2026, Akhmad Munir, menyampaikan pesan kuat mengenai peran strategis pers, dalam melayani publik.</p>
<p>Hal itu seperti yang dia sampaikan, pada acara Gala Dinner rangkaian kick-off Hari Pers Nasional (HPN) 2026, di Serang, Banten, Sabtu (29/11/2025).</p>
<p>Direktur Utama LKBN Antara itu menegaskan, insan pers memiliki tanggung jawab besar sebagai pengabdi masyarakat, terutama di tengah disrupsi media dan maraknya misinformasi. Dia mengaku terinspirasi oleh semangat para penyandang disabilitas yang hadir, melalui sebuah yayasan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/11/30/jadwal-link-live-streaming-grand-final-kejurnas-voli-u-19-2025-porvit-kudus-vs-pasundan-malam-ini">Jadwal &amp; Link Live Streaming Grand Final Kejurnas Voli U-19 2025: Porvit Kudus vs Pasundan Malam Ini</a></strong></p>
<p>&#8221;Mereka memiliki impian dan ketabahan yang mungkin lebih besar dari kita semua. Kami merasa menjadi bagian dari keluarga besar mereka,&#8221; ungkap Munir.</p>
<p>Dijelaskan juga, kick-off HPN tahun depan digelar terbuka, di Alun-alun Kota Serang, sebagai simbol kedekatan pers dengan masyarakat.</p>
<p>&#8221;Pers itu mengabdi kepada masyarakat. Jika menyebut diri insan pers, maka kita adalah guru masyarakat,&#8221; ujarnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/11/29/2-188-atlet-muda-panaskan-milklife-athletics-challenge-seri-2-di-kudus">2.188 Atlet Muda Panaskan MilkLife Athletics Challenge Seri 2 di Kudus</a></strong></p>
<p>Dia menekankan, pers memiliki peran penting sebagai penyambung suara, mata, dan telinga masyarakat, dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Tanpa keberpihakan kepada publik, imbuhnya, pers berisiko kehilangan kepercayaan masyarakat.</p>
<p>Selain itu, Munir juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi pers di tengah derasnya disinformasi, dan bermunculannya media tidak kredibel. Karena itu dia mengajak insan pers kembali kepada nilai dasar profesi, dan menjunjung kode etik jurnalistik.</p>
<p>Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Banten dan seluruh konstituen Dewan Pers, yang siap berkolaborasi menyukseskan HPN 2026. Dia menyebut, gelaran tahun depan akan menjadi momentum memperkuat kualitas pers dan kedekatannya dengan masyarakat.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/11/29/dua-menteri-panen-cabai-di-lahan-27-hektare-di-jepon-bersama-bupati-blora">Dua Menteri Panen Cabai di Lahan 27 Hektare di Jepon Bersama Bupati Blora</a></strong></p>
<p>Munir juga mengungkap, kick-off HPN 2026 direncanakan dihadiri Gubernur Banten, Sonny Yatra, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta perwakilan Dewan Pers.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Anggota Dewan Pers, Yogi Hadi Ismanto menyampaikan permohonan maaf, karena Ketua Dewan Pers Prof Komaruddin Hidayat beserta delapan anggota lain, berhalangan hadir. Kendati demikian dia optimistis, HPN 2026 Banten akan lebih meriah daripada tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>Dia menambahkan, sembilan konstituen Dewan Pers telah menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan HPN pada 9 Februari 2026, sehingga diyakini HPN di Banten akan sangat meriah.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/11/29/peringati-hari-korpri-kkg-dabin-iii-kembang-gelar-workshop-pembelajaran-mendalam-dan-bentuk-kepengurusan-baru">Peringati Hari Korpri, KKG Dabin III Kembang Gelar Workshop Pembelajaran Mendalam dan Bentuk Kepengurusan Baru</a></strong></p>
<p>Sementara itu, Asisten Daerah III Provinsi Banten, Denny Hermawan, yang hadir mewakili Gubernur Banten menyampaikan permohonan maaf, karena Gubernur tidak dapat hadir di acara itu. Namun dia menegaskan komitmen Pemprov Banten, mendukung penuh penyelenggaraan HPN 2026.</p>
<p>&#8221;Bagi Provinsi Banten, ini merupakan kesempatan untuk mempererat kerja sama dengan insan pers. Kami tidak dapat melakukan akselerasi pembangunan tanpa dukungan pers, baik Nasional maupun daerah,&#8221; ujar Denny.</p>
<p>Dia menyebut, hubungan Pemprov Banten dengan PWI Banten selama ini terjalin harmonis, dan saling menguatkan. Menurutnya, pers, pemerintah, dan masyarakat merupakan tiga elemen yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun daerah.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/30/peran-pers-sebagai-pengabdi-masyarakat">Peran Pers sebagai Pengabdi Masyarakat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bupati Batang Ajak Insan Pers Kawal Pembangunan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/11/28/bupati-batang-ajak-insan-pers-kawal-pembangunan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 00:11:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Batang]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Pers]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=510173</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATANG (SUARABARU.ID) &#8211; Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengajak insan pers untuk turut mengawal dan menyukseskan pembangunan daerah melalui pertemuan santai bertajuk ngobrol bareng yang digelar di kawasan Pantai Sigandu, Kabupaten Batang, Kamis (27/11/2025). Dalam kesempatan itu, Faiz memaparkan secara terbuka arah kebijakan, strategi pembangunan, hingga proyeksi masa depan Kabupaten Batang sebagai daerah industri dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/28/bupati-batang-ajak-insan-pers-kawal-pembangunan">Bupati Batang Ajak Insan Pers Kawal Pembangunan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BATANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengajak insan pers untuk turut mengawal dan menyukseskan pembangunan daerah melalui pertemuan santai bertajuk ngobrol bareng yang digelar di kawasan Pantai Sigandu, Kabupaten Batang, Kamis (27/11/2025).</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Faiz memaparkan secara terbuka arah kebijakan, strategi pembangunan, hingga proyeksi masa depan Kabupaten Batang sebagai daerah industri dan jasa yang modern dan berdaya saing.</p>
<p>“Setiap kepala daerah punya pendekatan dan pola kerja sendiri. Saat saya masuk, hal pertama yang saya lakukan adalah mapping masalah, lalu menentukan arah yang ingin dituju dan karakteristik terbaik daerah ini,” jelasnya.</p>
<p>Faiz mengungkapkan, dirinya terbiasa bekerja secara detail, mulai dari mengidentifikasi persoalan hingga merumuskan solusi secara konkret bersama organisasi perangkat daerah (OPD).</p>
<p>Ia bahkan mengaku melakukan pengecekan hingga ke detail anggaran terkecil demi memastikan efektivitas dan efisiensi program pembangunan.</p>
<p>“Saya ini tipe orang yang ingin tahu detail. Dari apa masalahnya sampai bagaimana menyelesaikannya. Bahkan anggaran Rp 1 sampai Rp 2 pun saya cek,” ungkapnya.</p>
<p>Menurut Faiz, tujuan utama pembangunan saat ini adalah mengubah Batang yang selama ini dikenal sebagai daerah transit menjadi destinasi, baik dari sisi investasi maupun pariwisata. Ia juga menyoroti keterbatasan Batang dari sisi sumber daya alam, pertanian, dan budaya. Namun hal tersebut justru menjadi dasar untuk menentukan arah pembangunan yang realistis.</p>
<p>“Kita tidak punya emas, nikel, lahan pertanian luas, dan tidak bisa bersaing dengan kota budaya seperti Jogja atau Solo. Maka satu-satunya pilihan rasional adalah mendorong Batang menjadi kota industri dan kota jasa yang maju dan modern,” terangnya.</p>
<p>Ia juga menegaskan, pembangunan Batang diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.</p>
<p>Faiz menyebut bahwa kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kawasan industri, dan aglomerasi industri menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Batang. Saat ini, lebih dari 8.000 hingga 10.000 warga telah bekerja di sektor formal. Ia memprediksi puncak pertumbuhan akan terjadi pada 2027, saat hampir seluruh pabrik mulai beroperasi.</p>
<p>“Diperkirakan akan ada kebutuhan tenaga kerja mencapai 70.000 hingga 100.000 orang. Tenaga lokal tidak akan mencukupi, sehingga akan terjadi migrasi lebih dari 50.000 orang ke Batang,” tuturnya.</p>
<p>Kondisi saat ini, akan berimplikasi pada meningkatnya kebutuhan perumahan, pendidikan, dan layanan kesehatan. Pertumbuhan ekonomi Batang saat ini telah melampaui target.</p>
<p>&#8220;Jika target lima tahun ditetapkan 7,5 persen pada 2027, realisasi di kuartal kedua 2024 sudah mencapai angka tersebut. Ini artinya Batang melaju lebih cepat dari yang kita perkirakan,” ujar dia.</p>
<p>Di akhir pertemuan, Faiz menyampaikan permohonan maaf karena baru bisa berkomunikasi secara langsung dengan insan pers dan menyampaikan rasa hormat serta apresiasinya atas peran media dalam mengawal pembangunan.</p>
<p>“Saya hormat dan cinta kepada rekan-rekan pers yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” pungkasnya.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/28/bupati-batang-ajak-insan-pers-kawal-pembangunan">Bupati Batang Ajak Insan Pers Kawal Pembangunan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Merangkak dari Babak Kualifikasi Rehan/Gloria Raih Podium Teratas Polish Open 2025</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/03/26/merangkak-dari-babak-kualifikasi-rehan-gloria-raih-podium-teratas-polish-open-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2025 07:41:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Denmark]]></category>
		<category><![CDATA[Ganda Campuran]]></category>
		<category><![CDATA[Humas]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[Non Pelatnas]]></category>
		<category><![CDATA[Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Podium]]></category>
		<category><![CDATA[Polandia]]></category>
		<category><![CDATA[Polish Open 2025]]></category>
		<category><![CDATA[PP PBSI]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=467308</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (SUARABARU.ID)&#8211; Pasangan Ganda Campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja, tampil sebagai juara Polish Open 2025, setelah mengalahkan pasangan Denmark, Kristoffer Kolding/Mette Werge, Minggu (23/3/2025). Bertanding di Mosir Arena Małachowskiego, Łódź, Polandia, pasangan non-pelatnas itu menang 21-16, 14-21, 21-10, dalam tempo 42 menit. &#8221;Alhamdulillah, rasanya pasti senang bisa naik podium tertinggi. Apalagi ini jadi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/03/26/merangkak-dari-babak-kualifikasi-rehan-gloria-raih-podium-teratas-polish-open-2025">Merangkak dari Babak Kualifikasi Rehan/Gloria Raih Podium Teratas Polish Open 2025</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Pasangan Ganda Campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja, tampil sebagai juara Polish Open 2025, setelah mengalahkan pasangan Denmark, Kristoffer Kolding/Mette Werge, Minggu (23/3/2025).</p>
<p>Bertanding di Mosir Arena Małachowskiego, Łódź, Polandia, pasangan non-pelatnas itu menang 21-16, 14-21, 21-10, dalam tempo 42 menit.</p>
<p>&#8221;<em>Alhamdulillah</em>, rasanya pasti senang bisa naik podium tertinggi. Apalagi ini jadi gelar pertama saya bareng Kak Gloria,&#8221; kata Rehan, melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/03/26/juara-bulutangkis-beregu-campuran-asia-2025-disiram-bonus-rp-300-juta">Juara Bulutangkis Beregu Campuran Asia 2025 Disiram Bonus Rp 300 Juta</a></strong></p>
<p>Secara umum Rehan menilai, tidak mudah untuk melalui laga final melawan unggulan keenam itu. Kolding/Werge mampu bermain lepas pada pertandingan ini. &#8221;Tapi saya dan Kak Gloria juga harus menunjukkan kualitas yang kami punya,&#8221; imbuh dia lagi.</p>
<p>Rehan/Gloria mengawali turnamen bulu tangkis level International Challenge ini dari babak kualifikasi. Mereka memetik kemenangan dua set langsung atas pasangan tuan rumah Robert Cybulski/Julia Piwowar dan Bugra Aktas/Sinem Yildiz (Turki).</p>
<p>Di babak utama, Rehan/Gloria juga berhasil mengalahkan semua lawan tanpa kehilangan satu set pun, Mereka adalah Jakub Melaniuk/Julia Plawecka (Polandia), unggulan kedelapan Wu Guan Xun/Lee Chia Hsin (Taiwan), serta Emre Sonmez/Yasemen Bektas (Turki).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/03/26/presiden-prabowo-antusias-saksikan-kemenangan-timnas">Presiden Prabowo Antusias Saksikan Kemenangan Timnas</a></strong></p>
<p>Di semi final, ganda campuran bentukan PB Djarum itu menyingkirkan unggulan teratas, Jones Ralfy Jansen/Thuc Phuong Nguyen (Jerman), 21-12, 21-9.</p>
<p>Menjaga kebugaran fisik, lanjut Rehan, menjadi hal utama dalam menjalani turnamen ini. Mengingat mereka diharuskan bermain sebanyak dua kali, dalam satu hari.</p>
<p>&#8221;Menjaga kondisinya pasti sulit, apalagi ini sudah masuk turnamen keempat beruntun. Yang paling pertama suplemen harus rutin dikonsumsi, istirahat yang cukup, dan asupan makan dijaga. Jangan berlebihan dan jangan kekurangan,&#8221; jelas putra legenda bulu tangkis Tri Kusharjanto ini.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/03/26/mobil-pemudik-tertabrak-ka-batara-kresna-4-meninggal-dan-3-luka">Mobil Pemudik Tertabrak KA Batara Kresna, 4 Meninggal dan 3 Luka</a></strong></p>
<p>Dia pun berharap, dua titel runner-up serta satu gelar juara yang diraihnya pada tur Eropa kali ini, dapat menjadi modal positif dalam menghadapi turnamen-turnamen berikutnya.</p>
<p>&#8221;Gelar juara kali ini pasti menambah kepercayaan diri, dan untuk menambah pengalaman kami untuk ke depannya. Selain itu, untuk mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya,&#8221; ungkap Rehan dan Gloria.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/03/26/merangkak-dari-babak-kualifikasi-rehan-gloria-raih-podium-teratas-polish-open-2025">Merangkak dari Babak Kualifikasi Rehan/Gloria Raih Podium Teratas Polish Open 2025</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Komentar Candaan dari Istana, Seberapa Penting Kebebasan Pers di Mata Pemerintah?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/03/25/komentar-candaan-dari-istana-seberapa-penting-kebebasan-pers-di-mata-pemerintah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2025 12:51:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Hasan Nasbi]]></category>
		<category><![CDATA[kepala babi]]></category>
		<category><![CDATA[Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Tempo]]></category>
		<category><![CDATA[teror]]></category>
		<category><![CDATA[Wartawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=467159</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Jhosef Nanda Putra SETELAH teror kepala babi tanpa telinga, kantor redaksi Tempo kembali diteror, menyusul paket yang dikirim orang tak dikenal berisi bangkai tikus dengan kepala terpenggal. Teror kedua ini terjadi pada Sabtu (22/03/2025) dinihari pukul 02.11 WIB. Di tengah teror bertubi pada jurnalisme, respon istana melalui Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi menimbulkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/03/25/komentar-candaan-dari-istana-seberapa-penting-kebebasan-pers-di-mata-pemerintah">Komentar Candaan dari Istana, Seberapa Penting Kebebasan Pers di Mata Pemerintah?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;">Oleh <strong>Jhosef Nanda Putra<img loading="lazy" class="size-full wp-image-466652 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/03/JSf.jpg" alt="" width="144" height="196" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/03/JSf.jpg 144w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/03/JSf-110x150.jpg 110w" sizes="(max-width: 144px) 100vw, 144px" /></strong></span></p>
<p><strong>SETELAH </strong>teror kepala babi tanpa telinga, kantor redaksi <em>Tempo</em> kembali diteror, menyusul paket yang dikirim orang tak dikenal berisi bangkai tikus dengan kepala terpenggal. Teror kedua ini terjadi pada Sabtu (22/03/2025) dinihari pukul 02.11 WIB.</p>
<p>Di tengah teror bertubi pada jurnalisme, respon istana melalui Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi menimbulkan kontroversi. Pasalnya, Hasan bilang agar kepala babi tersebut &#8220;dimasak saja&#8221;, sebuah komentar yang dianggap meremehkan seriusnya teror yang tertuju pada <em>Tempo</em>.</p>
<p>Pernyataan Hasan Nasbi yang menganggap enteng teror kepala babi dengan menyarankan untuk &#8220;dimasak saja&#8221; bukan sekadar komentar yang tidak pantas, tetapi cerminan dari sikap pemerintah yang abai terhadap ancaman serius terhadap kebebasan pers.</p>
<p>Pernyataan ini bukan hanya gagal memberikan dukungan kepada jurnalis yang terancam, tetapi juga mencerminkan sikap meremehkan tindakan intimidasi yang jelas-jelas bertujuan untuk membungkam kritik dan menyebarkan ketakutan.</p>
<p>Dalam sistem demokrasi yang sehat, pemerintah seharusnya menjadi garda terdepan dalam melindungi kebebasan pers dan pelopor untuk terjaminnya kelangsungan berdemokrasi, bukan justru melontarkan komentar yang melemahkan solidaritas terhadap media.</p>
<p>Candaan yang keluar dari mulut pejabat negara dalam konteks ancaman nyata terhadap wartawan bukan sekadar ketidakpekaan, melainkan bentuk pengabaian yang berbahaya.</p>
<p>Jika pejabat negara tidak bisa menunjukkan empati terhadap kebebasan berekspresi dan keamanan jurnalis, bagaimana masyarakat bisa berharap bahwa negara akan serius menangani ancaman terhadap demokrasi?</p>
<p>Komentar Hasan bukan hanya memperlihatkan sikap permisif terhadap ancaman terhadap pers, tetapi juga bisa diartikan sebagai sinyal tidak langsung kepada para pelaku teror bahwa tindakan mereka tidak akan dianggap serius.</p>
<p>Ini adalah preseden berbahaya. Ketika teror terhadap jurnalis dianggap sebagai sesuatu yang remeh, maka pelaku akan semakin berani, sementara media dan masyarakat sipil semakin merasa tidak terlindungi.</p>
<p>Dari sudut pandang psikologi, pernyataan Hasan dapat dilihat sebagai bentuk normalisasi kekerasan simbolik, yang berpotensi memperlemah kebebasan pers dan menciptakan efek psikologis yang serius bagi jurnalis serta masyarakat secara luas.</p>
<p><strong>Gaslighting</strong></p>
<p>Normalisasi teror pada <em>Tempo</em> ini bisa dianggap sebagai <em>gaslighting</em>. Dalam psikologi, <em>gaslighting </em>adalah strategi manipulatif yang membuat korban meragukan persepsi dan realitasnya sendiri.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/03/25/komentar-candaan-dari-istana-seberapa-penting-kebebasan-pers-di-mata-pemerintah">Komentar Candaan dari Istana, Seberapa Penting Kebebasan Pers di Mata Pemerintah?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rektor USM Dr Supari Raih Penghargaan sebagai Tokoh Inspiratif</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/02/19/rektor-usm-dr-supari-raih-penghargaan-sebagai-tokoh-inspiratif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Feb 2025 04:25:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Dr Supari ST MT]]></category>
		<category><![CDATA[HPN Jateng Award 2025]]></category>
		<category><![CDATA[kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kontribusi]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=461449</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Rektor Universitas Semarang (USM), Dr Supari ST MT, raih penghargaan sebagai Tokoh Inspiratif, dalam kegiatan yang bertajuk HPN Jateng Award 2025. Penghargaan yang dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 itu, juga diberikan kepada 18 tokoh berpengaruh di Jawa Tengah, yang dinilai memberikan kontribusi besar di berbagai bidang, tak terkecuali pers, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/19/rektor-usm-dr-supari-raih-penghargaan-sebagai-tokoh-inspiratif">Rektor USM Dr Supari Raih Penghargaan sebagai Tokoh Inspiratif</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Rektor Universitas Semarang (USM), Dr Supari ST MT, raih penghargaan sebagai Tokoh Inspiratif, dalam kegiatan yang bertajuk HPN Jateng Award 2025.</p>
<p>Penghargaan yang dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 itu, juga diberikan kepada 18 tokoh berpengaruh di Jawa Tengah, yang dinilai memberikan kontribusi besar di berbagai bidang, tak terkecuali pers, kebudayaan, pendidikan, hingga pembangunan.</p>
<p>Dalam keterangannya, Supari mengungkapkan, penghargaan itu merupakan bonus atas dedikasi dan kerja keras, dengan menekankan pentingnya HATI (Harmoni, Akuntabilitas, Transparansi, dan Integritas), dalam kepemimpinannya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/02/19/jadilah-sarjana-usm-yang-adaptif-dengan-lingkungan">Jadilah Sarjana USM yang Adaptif dengan Lingkungan</a></strong></p>
<p>&#8221;Penghargaan ini adalah bonus. Sebetulnya, inspirator sejati adalah orang-orang yang memberikan amanah kepada saya. Oleh karena itu, penghargaan ini sebenarnya untuk para mahasiswa, rekan kerja saya dan masyarakat di Kota Semarang, serta di kota-kota seluruh Jateng,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sejak menjabat sebagai Rektor USM sejak 2021, Supari fokus pada peningkatan akademik di USM. Termasuk menambah jumlah doktor, profesor, publikasi ilmiah, hak paten, serta inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.</p>
<p>Hal itu menjadi bukti nyata, bahwa perguruan tinggi harus turut serta dalam menyelesaikan permasalahan nyata yang ada di masyarakat.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/02/19/fh-usm-peradi-gelar-pendidikan-khusus-profesi-advokat-6">FH USM-Peradi Gelar Pendidikan Khusus Profesi Advokat</a></strong></p>
<p>&#8221;Tentu ada beberapa kualitas yang memang harus kita tingkatkan. Misalkan jumlah doktor, profesor, artikel internasional, hak paten. Karya-karya kami dari hak paten itu, yang bisa diterapkan pada masyarakat,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Misalnya, imbuh Supari, bagaimana membantu tentang pengentasan kemiskinan, masalah di Pantai Utara Jateng, pangan, dan energi. &#8221;Ini beberapa hal yang kita masih terlibat ke masyarakat, sehingga terasa bagi masyarakat. Itu juga adalah PR-PR kami ke depan,&#8221; tandas Supari.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/19/rektor-usm-dr-supari-raih-penghargaan-sebagai-tokoh-inspiratif">Rektor USM Dr Supari Raih Penghargaan sebagai Tokoh Inspiratif</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peringatan HPN 2025 di Riau, Momen Rayakan Keberanian, Integritas, dan Semangat Juang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/02/09/peringatan-hpn-2025-di-riau-momen-rayakan-keberanian-integritas-dan-semangat-juang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Feb 2025 11:27:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Pers]]></category>
		<category><![CDATA[dprd]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Pers Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kadiv Humas]]></category>
		<category><![CDATA[kapolri]]></category>
		<category><![CDATA[Konstituen]]></category>
		<category><![CDATA[mabes polri]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Riau]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=460058</guid>

					<description><![CDATA[<p>PEKANBARU (SUARABARU.ID)&#8211; Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 di Riau, berlangsung meriah dengan kehadiran berbagai tokoh penting dari dunia pers, pemerintahan, dan masyarakat. Acara ini dihadiri Kapolri yang diwakili Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Sandi Nugroho, Pj Gubernur Provinsi Riau, Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal, Ketua DPRD dan pimpinan DPRD Provinsi Riau, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/09/peringatan-hpn-2025-di-riau-momen-rayakan-keberanian-integritas-dan-semangat-juang">Peringatan HPN 2025 di Riau, Momen Rayakan Keberanian, Integritas, dan Semangat Juang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PEKANBARU (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 di Riau, berlangsung meriah dengan kehadiran berbagai tokoh penting dari dunia pers, pemerintahan, dan masyarakat.</p>
<p>Acara ini dihadiri Kapolri yang diwakili Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Sandi Nugroho, Pj Gubernur Provinsi Riau, Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal, Ketua DPRD dan pimpinan DPRD Provinsi Riau, tamu luar negeri, tokoh pers Nasional, dan konstituen Dewan Pers.</p>
<p>Hadir pula para tokoh pers Nasional, serta pengurus PWI Pusat dan daerah, seperti Ketua Dewan Kehormatan Sasongko Tedjo, Ketua Dewan Penasehat PWI Ilham Bintang, Tribuana Said, Timbo Siahaan, Ketua PWI Riau Raja Isyam Aswar, serta para Ketua PWI Daerah.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/02/09/potong-tumpeng-tandai-tasyakuran-dan-doa-bersama-peringatan-hpn-di-wonosobo">Potong Tumpeng Tandai Tasyakuran dan Doa Bersama Peringatan HPN di Wonosobo</a></strong></p>
<p>Dalam pidatonya yang disampaikan melalui video, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyampaikan, Hari Pers Nasional jadi momen untuk merayakan keberanian, integritas, dan semangat juang insan pers Indonesia.</p>
<p>&#8221;Pers bukan hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga penggerak perubahan. Di tengah gejolak zaman, pers harus tetap menjadi penjaga demokrasi,&#8221; kata Meutya.</p>
<p>Sedangkan Ketua Umum PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, dalam sambutannya menyatakan, kondisi pers di Indonesia saat ini, tidak sedang baik-baik saja. Begitu juga dengan PWI, yang tengah menghadapi tantangan besar.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/02/09/empat-orang-tewas-dalam-kecelakaan-kerja-di-rs-muhammadiyah-seso-lift-jatuh-ke-lantai-dasar">Empat Orang Tewas dalam Kecelakaan Kerja di RS Muhammadiyah Seso, Lift Jatuh ke Lantai Dasar</a></strong></p>
<p>&#8221;Tahun ini perayaan HPN dirayakan dengan rasa prihatin. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini perayaan HPN tidak hanya digelar di Riau, tetapi juga di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dan Solo, Jawa Tengah. Realitas ini pahit, akibat terjadinya perbedaan prinsip dalam penegakan integritas, yang membuat PWI tidak sedang baik-baik saja,&#8221; ungkap Zulmansyah.</p>
<p>Dia juga memohon maaf kepada seluruh insan pers, yang terganggu oleh perpecahan dalam tubuh PWI. Menurut dia, sejak PWI lahir pada 9 Februari 1946 dengan peristiwa heroik, ironisnya kali ini dirayakan dalam suasana yang berbeda prinsip. Hal ini menandakan peringatan HPN terasa sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Panitia HPN Riau 2025, Marthen Selamet Susanto memberikan apresiasi atas kerja keras dan kolaborasi semua pihak, yang mendukung acara ini.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/02/09/anggota-pwi-kabupaten-magelang-ziarah-ke-makam-boediardjo">Anggota PWI Kabupaten Magelang Ziarah ke Makam Boediardjo</a></strong></p>
<p>&#8221;Peringatan HPN tahun ini bukan hanya untuk memperingati hari lahirnya PWI, tetapi juga untuk mempererat wawasan dan silaturahmi antara insan pers dan masyarakat. Dengan hadirnya lebih dari 1.500 orang, acara ini menjadi bukti, kita semua berkomitmen untuk memajukan dunia pers di Indonesia,&#8221; terang Marthen.</p>
<p>Selama rangkaian peringatan HPN, berbagai acara penting telah digelar. Termasuk Road to HPN di Jakarta, dan seminar-seminar mengenai perkembangan dunia pers. &#8221;Kami berharap, seluruh rangkaian acara ini dapat memberikan manfaat dan pengalaman berkesan bagi kita semua,&#8221; tambah Marthen.</p>
<p>Pada acara yang berlangsung khidmat itu, Nurcholis Basyari, Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Pusat, membacakan doa untuk keselamatan dan kesuksesan dunia pers Indonesia.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/09/peringatan-hpn-2025-di-riau-momen-rayakan-keberanian-integritas-dan-semangat-juang">Peringatan HPN 2025 di Riau, Momen Rayakan Keberanian, Integritas, dan Semangat Juang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>HPN 2024 dalam Lorong Rumit Netralitas Media</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/02/08/hpn-2024-dalam-lorong-rumit-netralitas-media</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Feb 2024 05:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[das sein]]></category>
		<category><![CDATA[das sollen]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Pers Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Komuniasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mainstream]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Pers]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=397802</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS MASIH relevankah para pekerja pers dan akademisi Ilmu Komunikasi berbicara kencang tentang netralitas media, utamanya setiap menjelang kontestasi politik, seperti hari-hari ini? Masih tercetak dalam pikiran, menjelang Pemilu 2019 saya menjadi narasumber diskusi di LPP RRI Semarang bersama akademisi Ilmu Komunikasi dari sebuah perguruan tinggi. Kesimpulan dari diskusi tersebut, menurut saya [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/08/hpn-2024-dalam-lorong-rumit-netralitas-media">HPN 2024 dalam Lorong Rumit Netralitas Media</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-397805 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/WhatsApp-Image-2022-11-07-at-20.18.13.jpeg" alt="" width="150" height="190" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/WhatsApp-Image-2022-11-07-at-20.18.13.jpeg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/02/WhatsApp-Image-2022-11-07-at-20.18.13-118x150.jpeg 118w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />MASIH</strong> relevankah para pekerja pers dan akademisi Ilmu Komunikasi berbicara kencang tentang netralitas media, utamanya setiap menjelang kontestasi politik, seperti hari-hari ini?</p>
<p>Masih tercetak dalam pikiran, menjelang Pemilu 2019 saya menjadi narasumber diskusi di LPP RRI Semarang bersama akademisi Ilmu Komunikasi dari sebuah perguruan tinggi.</p>
<p>Kesimpulan dari diskusi tersebut, menurut saya mengulang-ulang apa yang sudah sering tersampaikan, yakni ide <em>das sollen</em>: antara yang ada dalam pikiran teoretik akademisi dengan hamparan <em>das sein</em> dalam <em>mindset</em> kerja yang dihadapi praktisi.</p>
<p>Posisi idealistis wartawan dan media, di mata akademisi, tak boleh terkontaminasi oleh intervensi faktor apa pun dalam ekosistem media, baik yang terkait dengan faktor-faktor internal maupun eksternal. Sebaliknya, walaupun mendapatkan doktrin tentang filosofi “pagar api”, para praktisi media tak mungkin menomorsekiankan tujuan bisnis yang secara nyata berhubungan dengan biaya produksi media.</p>
<p>Ya, bagaimana menggaransi keberlangsungan konsistensi memperjuangkan idealisme media jika tidak ditopang oleh “jaminan hidup” dari kontraprestasi wartawan dan redaktur yang diterima dari perusahaannya?</p>
<p>Dan, kira-kira selalu begitulah pusaran kesimpulan dari setiap diskusi tentang persoalan netralitas media. Terhampar semacam “kerumitan di lorong gelap”. Padahal, dari catatan perjalanan kemerdekaan pers, sejauh ini, bahkan orang-orang media sendiri pun pernah merasa “terlukai” oleh pengambilan posisi sejumlah media secara gamblang. Dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu, ada media yang mendukung calon presiden-calon wakil presiden kontestan Pilpres 2014 dan 2019.</p>
<p>Bukankah ini berarti, intensi ketidaknetralan secara telanjang tidak bisa disikapi sebagai <em>positioning</em> rutin yang biasa-biasa saja? Di tengah arus bisnis dalam industri media, bagaimanapun masih tersisa ruang keterusikan nuraniah yang memaparkan kenyataan, bahwa tak sedikit wartawan dan media yang memilih membangun keseimbangan dengan mencoba berada di tengah-tengah.</p>
<p><strong>Kemeruyakan Media Sosial</strong><br />
Pemilihan Umum 2024 berada dalam bingkai waktu bersambungan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2024. Bahkan, sebagai ungkapan sikap menyukseskan perhelatan nasional demokrasi tersebut PWI Pusat mengundurkan waktu puncak acara, dari 9 Februari menjadi 20 Februari 2024. Tema HPN juga edukatif, “Mengawal Transisi Kepemimpinan Nasional dan Keutuhan Bangsa”.</p>
<p>HPN kali ini bersinggungan dengan momentum kemeruyakan media sosial dalam mengunggah produk olahan informasi berupa opini, kontra-opini, analisis fakta kejadian, yang ter-<em>framing</em> dari sisi kepentingan pemroduksi dan pemilik akun. Persebaran konten-konten media sosial ini saling bersahutan dengan sajian media-media <em>mainstream</em>. Terkait dengan isu-isu pemilu, terkadang sulit dibedakan mana produk jurnalistik media massa dengan unggahan media sosial.</p>
<p>Tentu tidak mungkin menuntut konten-konten media sosial agar diproduksi dengan kualifikasi akuntabilitas dan standar verifikasi jurnalistik. Mereka memiliki parameter sendiri, dengan pertanggungjawaban sosial dan konsiderans hukum tersendiri. Mereka bergerak tidak dengan menggunakan landasan fungsi media seperti amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, tak pula dengan penghayatan asas-asas moralitas berbasis Kode Etik Jurrnalistik.</p>
<p>Konten-konten yang diunggah rata-rata merupakan isu aktual &#8212; terutama yang berkualifikasi kontroversial &#8212; pemilu. Produknya jelas berpihak, karena membawa perspektif kepentingan tertentu yang telah di-<em>setting</em> dan di-<em>framing</em> sesuai dengan pilihan sikap pemilik akun.</p>
<p>Dalam pijakan tujuan pemviralan isu tertentu, nyaris tak ada perbedaan cara antara media <em>mainstream</em> dengan media sosial. Dasar pemikirannya kurang lebih sama, yakni eksplorasi persoalan, kreasi pengembangan, mencari celah faktor pembeda, dan strategi penyuburan (pemviralan).</p>
<p>Penyeimbangan verifikatif dilakukan dengan pola-pola segmentasi sajian yang konfliktif. Saya menyebutnya sebagai semacam genre “conflict-tainment”: konflik yang diolah menjadi hiburan dalam sajian media, atau konten persengketaan yang disajikan dengan narasi magnetis.</p>
<p>Di ranah media massa, pikiran dan strategi pemviralan ini terhubung dengan kepentingan algoritma google. Ujung-ujungnya adalah upaya meraup <em>google adsense</em>. Teknik mengunyah-unyah informasi viral merupakan pilihan kreativitas <em>setting</em> isu publik yang terus diproduksi dan direproduksi.</p>
<p>Praktik-praktik berjurnalistik dan bermedia dalam konteks “ideologi viralitas” ini, sepintas memang tak terlihat berkaitan langsung dengan persoalan netralitas media. Namun dalam berbagai isu pilpres, misalnya, <em>setting</em> dan pembingkaian informasi apa pun bisa tersuburkan sebagai ungkapan dan orientasi pendukungan calon tertentu. Atau sebaliknya, kebijakan <em>newsroom</em> media bisa memasifikasikan sebagai sikap kontra, berupa instrumen pencitraan buruk untuk calon lainnya.</p>
<p><strong>Ajaran Relevan tentang Kualitas</strong><br />
Jadi masih relevankah diskusi-diskusi tentang netralitas media (<em>mainstream</em>), ketika publik leluasa bisa mengakses aneka <em>platform</em> media sosial untuk memenuhi hasrat representasi keberpihakan mereka?</p>
<p>Dalam hal netralitas, media bagai berada di lorong sikap yang rumit. Bakal sia-siakah sikap netral dalam mengawal sebuah kontestasi politik seperti Pilpres 2024 ini, karena andai benar-benar memosisikan diri berada di tengah-tengah secara independen pun, bakal tak berdaya menghadapi kemeruyakan arus konten berpihak media sosial?</p>
<p>Ajaran tentang sikap <em>das sollen</em> dan <em>das sein</em> dalam memahami filosofi “pagar api” tampaknya perlu bergeser ke arah ajaran tentang kualitas konten jurnalistik. Segala sesuatu yang terkait dengan sajian media, harus terukur dari sisi “kepentingan publik”. Sisi ini akan menjadi sikap mulia yang memberi kekuatan kualitatif bagi produk-produk jurnalistik.</p>
<p>Ya, untuk apa kita mengunggah informasi? Tentu agar publik memercayai informasi yang kita sampaikan.</p>
<p>Bagaimana agar informasi kita dipercaya oleh publik? Informasi itu harus akuntabel, dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p>Seperti apakah informasi yang dapat dipertanggungjawabkan itu? Informasi itu harus memenuhi mekanisme verifikasi yang berdisiplin.</p>
<p>Pada titik kepercayaan publik, sikap akuntabel, dan disiplin verifikasi sebagai syarat kualitatif itulah kita memosisikan netralitas sebagai sikap.</p>
<p>Kualitas akan lahir dari proses, bentuk olahan (kemasan), dan kemauan penghayatan etis. Yang akan lahir adalah estetika dan eksotika jurnalistik. Estetis, karena memenuhi standar keseimbangan teknis, dan selanjutnya eksotis karena memenuhi standar kualifikasi mutu sajian.</p>
<p>&#8212;<strong> Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah, dan dosen Prodi Ilmu Komunikasi, Fiskom UKSW</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/02/08/hpn-2024-dalam-lorong-rumit-netralitas-media">HPN 2024 dalam Lorong Rumit Netralitas Media</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>