<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kemarau Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/kemarau/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 May 2026 14:56:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Kemarau Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pemkab Brebes Antisipasi Ancaman Kekeringan dan Karhutla</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/01/pemkab-brebes-antisipasi-ancaman-kekeringan-dan-karhutla</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 May 2026 14:56:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Ancaman]]></category>
		<category><![CDATA[Brebes]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=557328</guid>

					<description><![CDATA[<p>BREBES (SUARABARU.ID) &#8211; Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kebencanaan menghadapi musim kemarau sebagai langkah proaktif dalam mengantisipasi potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Aula Lantai 6 KPT Brebes, Kamis (30/4/2026). Rakor melibatkan berbagai stakeholder, mulai dari TNI, Polri, Perhutani hingga organisasi relawan. Dalam rakor [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/01/pemkab-brebes-antisipasi-ancaman-kekeringan-dan-karhutla">Pemkab Brebes Antisipasi Ancaman Kekeringan dan Karhutla</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BREBES (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kebencanaan menghadapi musim kemarau sebagai langkah proaktif dalam mengantisipasi potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Aula Lantai 6 KPT Brebes, Kamis (30/4/2026).</p>
<p>Rakor melibatkan berbagai stakeholder, mulai dari TNI, Polri, Perhutani hingga organisasi relawan. Dalam rakor tersebut ditegaskan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab BPBD, melainkan kerja bersama lintas sektor.</p>
<p>Bupati Brebes melalui Sekda Brebes Dr Tahroni MPd dalam sambutannya menyampaikan, kebencanaan harus dihadapi secara bersama-sama dengan pendekatan mitigasi yang kuat. &#8220;Kebencanaan harus kita hadapi bersama. Pemerintah harus mampu melakukan mitigasi dan mengetahui sejak dini informasi kebencanaan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Ia juga menekankan nilai kemanusiaan dalam penanganan bencana. &#8220;Teman-teman BPBD ini setiap hari menolong orang, ini kerja yang sangat mulia,&#8221; katanya.</p>
<p>Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Brebes Budhi Darmawan, menegaskan bahwa kondisi Gunung Slamet saat ini masih aman dan terkendali. &#8220;Gunung Slamet itu sebetulnya tidak seheboh yang di media sosial. Kami punya data setiap detik pergerakannya dan itu masih aman,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Budhi Darmawan juga menambahkan pentingnya kesiapsiagaan anggaran di tingkat daerah. &#8220;Bencana itu bukan cuma tugas BPBD saja. Perlu dukungan semua pihak, termasuk kesiapan anggaran tanggap darurat di kecamatan dan desa,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Prakirawan BMKG Tegal Khanifan Setiawan menjelaskan, pola musim saat ini sudah tidak bisa diprediksi seperti dulu karena pengaruh faktor global. &#8220;Dulu musim kemarau bisa diperkirakan dengan pola tetap, tapi sekarang tidak bisa lagi jadi patokan karena adanya perubahan iklim global,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Khanifan Setiawan memprediksi awal musim kemarau di Brebes dimulai Mei 2026 dengan puncak pada Agustus. Curah hujan pada periode Mei hingga Juli diperkirakan berada di bawah normal.</p>
<p>Lebih lanjut, dia juga menyinggung potensi fenomena El Nino. &#8220;El Nino bisa menyebabkan berkurangnya curah hujan. Bahkan jika kuat seperti yang disebut ‘El Nino Godzilla’, dampaknya bisa sangat luas, mulai dari kekeringan hingga krisis pangan,&#8221; paparnya.</p>
<p>Berdasarkan data BPBD, potensi kekeringan di Kabupaten Brebes tahun 2026 berada pada kategori rendah hingga sedang dengan luas potensi bahaya mencapai 175.904,57 hektare. Selain itu, terdapat 10 kecamatan yang berpotensi mengalami karhutla, terdiri dari 5 kecamatan kategori tinggi dan 5 kategori sedang.</p>
<p>Menghadapi hal tersebut, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Wibowo Budi Santoso menyampaikan, berbagai langkah strategis telah disiapkan. &#8220;Kami sudah menyiapkan rencana operasi, mulai dari pendataan wilayah rawan, sosialisasi, hingga dropping air bersih ke masyarakat terdampak,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dari sisi kesiapan, berbagai unsur telah disiagakan, termasuk personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, hingga relawan. Peralatan penanganan bencana seperti truk tangki, mobil damkar, hingga pompa pemadam juga telah dipersiapkan. PDAM pun siap mendukung distribusi air bersih melalui koordinasi satu pintu BPBD.</p>
<p>Meski demikian, sejumlah kendala masih dihadapi, seperti lokasi sumber air yang jauh dan keterbatasan tampungan air di desa. &#8220;Ini yang menjadi tantangan kita bersama, sehingga koordinasi lintas sektor sangat penting,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Melalui rakor ini, seluruh OPD diminta memiliki rencana operasi masing-masing agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi, guna meminimalisir dampak musim kemarau 2026 di Kabupaten Brebes.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/01/pemkab-brebes-antisipasi-ancaman-kekeringan-dan-karhutla">Pemkab Brebes Antisipasi Ancaman Kekeringan dan Karhutla</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tim PKM USM Lakukan Pengangkatan Air di Wisata Posong</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/06/29/tim-pkm-usm-lakukan-pengangkatan-air-di-wisata-posong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2025 01:34:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Temanggung]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Temanggung]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian kepada Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Pompa Hidram]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tenaga Ahli]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Alam Posong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=481484</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Semarang (USM), belum lama ini melakukan pengangkatan air dengan pompa hidram, di Wisata Alam Posong, Kabupaten Temanggung. Kegiatan itu dilakukan, setelah melihat kebutuhan air di lokasi itu. Tenaga ahli sekaligus Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) USM, Prof Dr Ir Mudjiastuti Handajani MT menjelaskan, kegiatan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/29/tim-pkm-usm-lakukan-pengangkatan-air-di-wisata-posong">Tim PKM USM Lakukan Pengangkatan Air di Wisata Posong</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Semarang (USM), belum lama ini melakukan pengangkatan air dengan pompa hidram, di Wisata Alam Posong, Kabupaten Temanggung.</p>
<p>Kegiatan itu dilakukan, setelah melihat kebutuhan air di lokasi itu. Tenaga ahli sekaligus Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) USM, Prof Dr Ir Mudjiastuti Handajani MT menjelaskan, kegiatan pengangkatan air itu dilakukan dengan melihat kebutuhan masyarakat setempat.</p>
<p>&#8221;Setiap kali musim kemarau, sejumlah masyarakat di daerah atas, terpaksa membeli air untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara daerah di bawahnya, air melimpah. Karena itu, USM berusaha membantu masyarakat dengan pengangkatan airnya,&#8221; jelasnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/06/28/tim-mbkm-kkn-usm-beri-coaching-clinic-public-speaking-pada-pemandu-wisata">Tim MBKM KKN USM Beri Coaching Clinic Public Speaking pada Pemandu Wisata</a></strong></p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana Teknis yang juga tenaga ahli bidang Teknik Elektro USM, Satria Pinandita MEng menambahkan, pengangkatan air itu dengan menggunakan teknologi hidram.</p>
<p>Hidram merupakan pompa air tanpa listrik, yang bekerja dengan menggunakan energi dari aliran air itu sendiri. Pompa memanfaatkan air dengan ketinggian enam meter untuk memompa sebagian air ke tempat lebih tinggi, dengan ketinggian 190 meter, sejauh 2.000 meter. &#8221;Pompa ini bekerja secara otomatis, hanya mengandalkan energi gravitasi air,&#8221; kata Satria.</p>
<p>Tim pengangkatan air dari USM ini, terdiri dari Ketua, Satria Pinandita MEng, anggota Prof Dr Ir Mudjiastuti Handajani MT, Dr Sri Syamsiah LS MSi, Sinta Pramucitra MIKom dan Andi Nurcahyo MPd. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara USM dan PT Dipa Konsultan Utama serta PT JPEN.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/06/27/mahasiswa-prodi-pariwisata-usm-praktikum-di-tracking-mangrove-grand-maerakaca-prpp">Mahasiswa Prodi Pariwisata USM Praktikum di Tracking Mangrove Grand Maerakaca PRPP</a></strong></p>
<p>Lebih lanjut Satria menyebutkan, sistim ini bekerja dengan menggunakan dua pompa hidram, yang dirancang untuk menghasilkan aliran air agar stabil dan efisien, dengan menggabungkan dua katup buang, satu ruang hampa, serta satu tabung stabilizer.</p>
<p>Masing-masing pompa hidram bekerja berdasarkan prinsip water hammer, yaitu tekanan balik akibat tertutupnya katup buang secara tiba-tiba, yang mendorong sebagian air masuk ke saluran output melalui ruang hampa atau ruang udara tekan.</p>
<p>Kedua pompa diatur secara paralel, sehingga output air dari masing-masing pompa diarahkan menuju satu tabung stabilizer.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/06/27/perenang-usm-raih-2-perak-dan-1-perunggu-di-pomprov-jateng-2025">Perenang USM Raih 2 Perak dan 1 Perunggu di Pomprov Jateng 2025</a></strong></p>
<p>&#8221;Pada bagian inlet tabung stabilizer dipasang klep satu arah, yang berfungsi untuk mencegah tekanan air yang telah masuk ke dalam tabung stabilizer kembali ke pompa hidram. Ini penting untuk menjaga, agar tekanan dalam sistim tetap satu arah, serta mencegah gangguan jika salah satu pompa berhenti bekerja,&#8221; ujar dia.</p>
<p>Disampaikan juga, tabung stabilizer itu memiliki karakteristik khusus, yang memungkinkan beberapa input dari keluaran pompa hidram masuk secara bersamaan. Sehingga tekanan dari masing-masing pompa dapat dikonsolidasikan di dalam tabung itu.</p>
<p>Di dalam tabung sendiri terdapat ruang udara, yang membantu menyerap lonjakan tekanan dari pompa, dan mengubahnya menjadi aliran air yang lebih halus dan stabil.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/06/26/atlet-usm-bawa-pulang-medali-perak-dan-perunggu-dari-cabor-atletik-pomprov-2025">Atlet USM Bawa Pulang Medali Perak dan Perunggu dari Cabor Atletik Pomprov 2025</a></strong></p>
<p>&#8221;Setelah tekanan terkumpul, air didorong keluar melalui pipa output yang juga dilengkapi dengan klep satu arah, pada bagian outlet. Hal ini agar tekanan dari saluran distribusi tidak kembali ke dalam tabung. Konsep ini memungkinkan volume air yang didorong ke titik distribusi menjadi lebih besar dan stabil, bila dibandingkan dengan sistim pompa hidram konvensional yang bekerja secara individual,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Menurutnya, proses penggabungan tekanan dari beberapa pompa dalam satu tabung stabilizer, dan pemanfaatannya untuk meningkatkan volume output air, merupakan teknologi baru yang inovatif.</p>
<p>Sistim itu saat ini sedang didaftarkan sebagai paten sederhana oleh USM, sebagai solusi teknis untuk meningkatkan kinerja pompa hidram, khususnya pada wilayah dengan kebutuhan distribusi air bersih dan irigasi yang tinggi.</p>
<p>&#8221;Kesimpulan penting dari penggunaan tabung stabilizer ini adalah, kemampuannya menjaga konsistensi aliran, mengoptimalkan tekanan air, meningkatkan efisiensi sistim paralel, serta memperbesar volume air yang dapat didorong ke elevasi lebih tinggi, atau jarak yang lebih jauh. Ini menjadikannya sebagai salah satu pengembangan teknologi tepat guna yang sangat potensial, untuk daerah pedesaan dan terpencil,&#8221; tandasnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/29/tim-pkm-usm-lakukan-pengangkatan-air-di-wisata-posong">Tim PKM USM Lakukan Pengangkatan Air di Wisata Posong</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Musim Kemarau, Waspadai Inveksi Salurkan Pernapasan Akut dan Diare</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/10/31/musim-kemarau-waspadai-inveksi-salurkan-pernapasan-akut-dan-diare</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Oct 2023 01:40:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[asi]]></category>
		<category><![CDATA[Diare]]></category>
		<category><![CDATA[ISPA]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=378765</guid>

					<description><![CDATA[<p>TEGAL (SUARABARU.ID) &#8211; Musik kemarau dan kekeringan saat yang perlu diwaspadai terjadinya inveksi saluran pernapasan akut dan diare terutama pada anak-anak. &#8220;Waspada pada Inveksi saluran pernapasan akut dan diare terutama pada anak-anak,&#8221; kata dr Herry Susanto SpA. Penyebabnya kata dr Herry banyak seperti musim pancaroba, perubahan cuaca, polusi udara, juga asap rokok. Disamping  daya tahan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/10/31/musim-kemarau-waspadai-inveksi-salurkan-pernapasan-akut-dan-diare">Musim Kemarau, Waspadai Inveksi Salurkan Pernapasan Akut dan Diare</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TEGAL (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Musik kemarau dan kekeringan saat yang perlu diwaspadai terjadinya inveksi saluran pernapasan akut dan diare terutama pada anak-anak. &#8220;Waspada pada Inveksi saluran pernapasan akut dan diare terutama pada anak-anak,&#8221; kata dr Herry Susanto SpA.</p>
<p>Penyebabnya kata dr Herry banyak seperti musim pancaroba, perubahan cuaca, polusi udara, juga asap rokok. Disamping  daya tahan tubuh anak juga ikut mempengaruhi. Di masa kekeringan seperti saat ini untuk pasien dengan keluhan ispa dr Herry menyebutkan cukup meningkat tajam. &#8220;Kalau dibanding dengan bulan-bulan sebelumnya kenaikannya kasusnya mencapai 20-30 persen,&#8221; ujar dr Herry.</p>
<p>Bagi warga masyarakat terutama yang memiliki anak di bawah lima tahun (balita) dr Herry memperingatkan agar bisa menjaga pola hidup bersih dan sehat. &#8220;Orang tua diimbau untuk menerapkan pola hidup dan sehat. Untuk bayi agar diberi Air Susu Ibu (ASI) yang eksklusif dilanjutkan sampai usia 2 tahun,&#8221; terangnya.</p>
<p>Selain itu, kata dr Herry, juga harus mekonsumsi makanan-makan yang bergizi, istirahat yang cukup, menghindari polusi udara termasuk menghindari paparan asap rokok. &#8220;Dan tidak kalah penting adalah melengkapi imunisasi,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Musim kemarau cuaca panas sering disertai dengan debu yang berterbangan. Anak-anak sangat sensitif oleh debu sehingga orangtua perlu menjauhkan dari debu. Debu bisa menyebabkan gangguan pernafasan karena saluran udara terhambat oleh debu.</p>
<p>Cuaca panas tentu membuat anak-anak banyak menghabiskan tenaga saat beraktivitas. Tenaga diperoleh dari makanan yang dikonsumsi. Orangtua perlu mengatur pola makan anak agar daya tahan tubuhnya bisa bertahan di musim kemarau. Daya tahan tubuhnya harus kuat agar terhindar dari penyakit. Berikanlah makanan yang bergizi dan membuat si Kecil lebih kuat.</p>
<p>&#8220;Kebanyakan aktivitas akan membuat si kecil kelelahan. Biasanya penyakit akan mudah menyerang saat kondisi tubuh si Kecil lelah. Sehingga berikan jam tidur yang tepat untuk si kecil agar bisa menabung staminanya lagi,&#8221; pungkas dr Herry.</p>
<p><strong>Sutrisno</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/10/31/musim-kemarau-waspadai-inveksi-salurkan-pernapasan-akut-dan-diare">Musim Kemarau, Waspadai Inveksi Salurkan Pernapasan Akut dan Diare</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemarau Panjang, Pedagang Keluhkan Kualitas Sayuran</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/08/31/kemarau-panjang-pedagang-keluhkan-kualitas-sayuran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Aug 2023 01:38:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Batang]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[Sayuran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=363839</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATANG (SUARABARU.ID) &#8211; Para pedagang sayur di pasar tradisional mengeluhkan kualitas cabai yang menurun sejak beberapa pekan lalu. Hal itu menyusul kemarau panjang yang melanda di Kabupaten Batang sejak Juli lalu, sehingga mengakibatkan banyaknya cabai yang layu. Salah satu pedagang cabai, Agus, mengatakan, kualitas cabai yang layu berimbas pada kenaikan harga di pasaran, berkisar Rp [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/31/kemarau-panjang-pedagang-keluhkan-kualitas-sayuran">Kemarau Panjang, Pedagang Keluhkan Kualitas Sayuran</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div><strong>BATANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Para pedagang sayur di pasar tradisional mengeluhkan kualitas cabai yang menurun sejak beberapa pekan lalu. Hal itu menyusul kemarau panjang yang melanda di Kabupaten Batang sejak Juli lalu, sehingga mengakibatkan banyaknya cabai yang layu.</div>
<div></div>
<div>Salah satu pedagang cabai, Agus, mengatakan, kualitas cabai yang layu berimbas pada kenaikan harga di pasaran, berkisar Rp 5 ribu. Meskipun distributor rutin menyuplai, namun tidak diimbangi dengan mutu yang baik.</div>
<div></div>
<div>“Cabai merah besar semula Rp 35 ribu jadi Rp 40 ribu, cabai rawit merah semula Rp 20 ribu jadi Rp 25 ribu per kilogramnya. Ini semua karena cuaca panas yang sangat ekstrem, cabai cepat layu dan kering,” katanya, saat ditemui di kiosnya Pasar Batang, Kabupaten Batang, Rabu (30/8/2023).</div>
<div></div>
<div>Kondisi cabai yang layu disertai kenaikan harga juga dikeluhkan pembeli. “Walaupun tetap laku terjual, tapi kan bentuknya sudah tidak segar,” jelasnya.</div>
<div></div>
<div>Kenaikan harga juga terjadi pada sayuran, meskipun tidak terlalu tinggi. Salah satu pedagang sayuran, Sarjono mengungkapkan, beberapa jenis sayuran mengalami kenaikan antara Rp 2.000 hingga Rp3.000.</div>
<div></div>
<div>“Sawi hijau atau caisim semula Rp6 ribu kini Rp8 ribu, bawang daun semula Rp12 ribu menjadi Rp15 ribu,” ujar dia.</div>
<div></div>
<div>Sedangkan untuk bawang merah cenderung turun jadi Rp25 ribu dari semula Rp30 ribu serta sawi putih dan kol masih terpantau stabil yakni Rp6 ribu.</div>
<div></div>
<div><strong>Nur Muktiadi</strong></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/31/kemarau-panjang-pedagang-keluhkan-kualitas-sayuran">Kemarau Panjang, Pedagang Keluhkan Kualitas Sayuran</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polda Jateng Terjunkan Bantuan Sosial Kemanusiaan untuk Daerah Terdampak Kekeringan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/08/07/polda-jateng-terjunkan-bantuan-sosial-kemanusiaan-untuk-daerah-terdampak-kekeringan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Aug 2023 04:11:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan sosial kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[kapolda jateng]]></category>
		<category><![CDATA[kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[Pemetaan daerah]]></category>
		<category><![CDATA[polda jateng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=357736</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Kemarau yang tengah terjadi saat ini berdampak pada kekeringan dan potensi kebakaran lahan. Terkait hal itu, Polda Jateng menyikapinya dengan melakukan pemetaan daerah yang berisiko kebakaran hutan dan lahan. Selain itu Polda Jateng juga menyiapkan berbagai bantuan sosial kemanusiaan bagi warga di daerah yang mengalami kesulitan air atau kekeringan lahan. Kapolda Jateng, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/07/polda-jateng-terjunkan-bantuan-sosial-kemanusiaan-untuk-daerah-terdampak-kekeringan">Polda Jateng Terjunkan Bantuan Sosial Kemanusiaan untuk Daerah Terdampak Kekeringan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Kemarau yang tengah terjadi saat ini berdampak pada kekeringan dan potensi kebakaran lahan. Terkait hal itu, Polda Jateng menyikapinya dengan melakukan pemetaan daerah yang berisiko kebakaran hutan dan lahan.</p>
<p>Selain itu Polda Jateng juga menyiapkan berbagai bantuan sosial kemanusiaan bagi warga di daerah yang mengalami kesulitan air atau kekeringan lahan.</p>
<p>Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi meminta seluruh Polres agar memetakan daerah-daerah yang mengalami kesulitan air, dan segera menerjunkan bantuan bagi kawasan tersebut.</p>
<p>&#8220;Akan digelar berbagai operasi kemanusiaan serta pemberian bantuan sosial untuk warga yang terdampak kekeringan. Segera lakukan pemberian bantuan air bersih untuk masyarakat,&#8221; kata Luthfi, Senin (7/8/2023).</p>
<p>Menurut Luthfi, langkah-langkah diatas adalah aksi yang ditunggu masyarakat dan salah satu bentuk cooling system menjelang Pemilu 2024.</p>
<p>Selain itu, dirinya meminta jajaran untuk aktif berkoordinasi dan melakukan aksi nyata untuk mengantisipasi bahaya kebakaran hutan dan lahan.</p>
<p>&#8220;Lakukan lapor cepat temu cepat. Begitu ada kejadian kebakaran, kehadiran Polri wajib ada di lokasi. Silahkan berkoordinasi dengan stakeholder yang ada di wilayahnya,&#8221; tandas Luthfi.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/07/polda-jateng-terjunkan-bantuan-sosial-kemanusiaan-untuk-daerah-terdampak-kekeringan">Polda Jateng Terjunkan Bantuan Sosial Kemanusiaan untuk Daerah Terdampak Kekeringan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemarau, Warga Dusun Sembungan  Cari Air Untuk Cuci dan Mandi Sejauh 2 Km</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/08/05/kemarau-warga-dusun-sembungan-cari-air-untuk-cuci-dan-mandi-sejauh-2-km</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/08/05/kemarau-warga-dusun-sembungan-cari-air-untuk-cuci-dan-mandi-sejauh-2-km#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Aug 2021 08:50:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[air bersih]]></category>
		<category><![CDATA[dusun sembungan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=188436</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Masyarakat Dusun Sembungan, Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, selama tiga bulan terakhir mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Dampak dari kemarau yang serinng terjadi hampir setiap tahun di dusun itu, menjadikan warga masyarakat setempat, tidak hanya  kesulitan mendapatkan air bersih. Melainkan juga air untuk keperluan mencuci pakaian, perabot rumah tangga dan juga [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/08/05/kemarau-warga-dusun-sembungan-cari-air-untuk-cuci-dan-mandi-sejauh-2-km">Kemarau, Warga Dusun Sembungan  Cari Air Untuk Cuci dan Mandi Sejauh 2 Km</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Masyarakat Dusun Sembungan, Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, selama tiga bulan terakhir mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.</p>
<p>Dampak dari kemarau yang serinng terjadi hampir setiap tahun di dusun itu, menjadikan warga masyarakat setempat, tidak hanya  kesulitan mendapatkan air bersih. Melainkan juga air untuk keperluan mencuci pakaian, perabot rumah tangga dan juga untuk mandi.</p>
<p>Sebenarnya, warga masyarakat Dusun Sembungan banyak yang memiliki sumur untuk persediaan air. Namun, di musim  kemarau seperti saat ini, sumur-sumur tersebut volume airnya menyusut dan sudah tidak layak diminum karena berbau dan berwarna kuning,<br />
“ Kami mengalam kesulitan mendapatkan air bersih sejak tiga bulan lalu. Karena, air sumur mulai kering. Kalau masih ada airnya sudah tidak layak diminum karena berbau dan berwarna kuning,” kata salah satu warga Dusun Sembungan, Desa Kembanglimus, Naruh, Kamis ( 5/8).</p>
<p>Naruh mengatakan, untuk mendapatkan air sebagian warga terpaksa mengambil air di sungai yang keruh .</p>
<p>Ada juga warga yang menggali lubang kecil di dekat  <em>belik</em> (mata air kecil ) di aliran sungai yang surut untuk mendapatkan sisa air resapan.<br />
Kalaupun ada sungai yang arusnya masih besar, yakni Sungai Tangsi yang jaraknya cukup lumayan jauh  sekitar 2 kilometer dari Dusun Sembungan. ]</p>
<p>Air  dari Sungai Tangsi pun  hanya bisa  digunakan untuk kebutuhan mencuci pakaian dan perabotan rumah tangga.</p>
<p>Sementara untuk kebutuhan minum atau memasak, masyarakat setempat mengandalkan bantuan penyaluran air bersih  yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang.</p>
<p>“Selain mengandalkan penyaluran dari BPBD, kami juga sering meminta ke tetangga yang mempunyai tandon air cukup banyak,” ujarnya.</p>
<p>11 Kecamatan</p>
<p>Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono mengatakan,  di awal musim kemarau ini terdapat  lima dusun  di dua desa  yang ada di Kecamatan Borobudur yang sudah mengalami kekeringan.</p>
<p>“ Dua desa yang ada di Kecamatan Borobudur yang saat ini mengalami kekeringan dan memerlukan droping air. Yakni di Desa Kenalan dan Desa Kembanglimus,” kata Edi.</p>
<p>Ia menambahkan, di musim kemarau saat ini pihaknya telah memetakan terhadap daerah-daerah yang rawan kekeringan. Dari pemetaan tersebut , terdapat  11 dari 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Magelang rawan  kesulitan air bersih.</p>
<p>“Dari hasil pemetaan, terdapat 11 kecamatan tersebut terdapat 53 desa yang rawan kekeringan,” katanya.  Yon</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/08/05/kemarau-warga-dusun-sembungan-cari-air-untuk-cuci-dan-mandi-sejauh-2-km">Kemarau, Warga Dusun Sembungan  Cari Air Untuk Cuci dan Mandi Sejauh 2 Km</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/08/05/kemarau-warga-dusun-sembungan-cari-air-untuk-cuci-dan-mandi-sejauh-2-km/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BMKG Perkirakan Sebagian Wilayah Jateng Selatan Masuki Masa Pancaroba</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/09/22/bmkg-perkirakan-sebagian-wilayah-jateng-selatan-masuki-masa-pancaroba</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2020 04:58:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bmkg]]></category>
		<category><![CDATA[jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[Penghujan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=114645</guid>

					<description><![CDATA[<p>PURWOKERTO (SUARABARU.ID) &#8211; BMKG Cilacap perkirakan Sebagian wilayah Jawa Tengah bagian selatan telah memasuki masa pancaroba atau transisi dari musim kemarau menuju musim hujan. &#8220;Saat ini Sebagian wilayah Jawa Tengah bagian selatan telah memasuki masa pancaroba, terutama wilayah barat Kabupaten Cilacap,&#8221; kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meterologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo saat dihubungi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/09/22/bmkg-perkirakan-sebagian-wilayah-jateng-selatan-masuki-masa-pancaroba">BMKG Perkirakan Sebagian Wilayah Jateng Selatan Masuki Masa Pancaroba</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PURWOKERTO (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong> &#8211; BMKG Cilacap perkirakan Sebagian wilayah Jawa Tengah bagian selatan telah memasuki masa pancaroba atau transisi dari musim kemarau menuju musim hujan.</p>
<p>&#8220;Saat ini Sebagian wilayah Jawa Tengah bagian selatan telah memasuki masa pancaroba, terutama wilayah barat Kabupaten Cilacap,&#8221; kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meterologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo saat dihubungi dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa (22/9/2020).</p>
<p>Menurut dia, masa transisi tersebut ditunjukkan dengan mulai tumbuhnya awan-awan hujan di wilayah Jateng bagian selatan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2020/09/21/dosen-untidar-beri-pelatihan-dan-pendampingan-pemanfaatan-sampah-rumah-tangga/">Dosen Untidar Beri Pelatihan dan Pendampingan Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga</a></strong></p>
<p>Ia menambahkan, sebagian wilayah Jateng selatan khususnya Kabupaten Banyumas dan Cilacap dalam beberapa hari terakhir cenderung terjadi hujan pada siang hingga sore hari dan kadang pada malam hari.</p>
<p>&#8220;Kalau dari peta prakiraan secara umum, wilayah tengah dan selatan Jateng sudah masuk musim hujan pada bulan Oktober. Artinya, memang sekarang secara umum sudah masuk masa transisi dari musim kemarau menuju musim hujan,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Terkait dengan hal itu, Teguh mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya angin puting beliung atau langkisau yang berpotensi terjadi pada masa transisi.</p>
<p>Selain itu, warga yang bermukim di daerah rawan longsor diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana tersebut karena tanah yang kering akibat kemarau sangat rentan longsor ketika diguyur hujan.</p>
<p><em><strong>Ant/Naf</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/09/22/bmkg-perkirakan-sebagian-wilayah-jateng-selatan-masuki-masa-pancaroba">BMKG Perkirakan Sebagian Wilayah Jateng Selatan Masuki Masa Pancaroba</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Cilacap Bertambah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/09/14/wilayah-terdampak-kekeringan-di-kabupaten-cilacap-bertambah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2020 03:34:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bmkg]]></category>
		<category><![CDATA[kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Cilacap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=112664</guid>

					<description><![CDATA[<p>CILACAP (SUARABARU.ID) &#8211; Wilayah terdampak kekeringan dan krisis air bersih di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, bertambah menjadi tiga desa. &#8220;Hingga akhir pekan kemarin, ada satu desa lagi yang mengalami kekeringan dan telah mengajukan permohonan bantuan air bersih, yakni Desa Karangpucung, Kecamatan Karangpucung,&#8221; kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap Tri Komara Sidhy, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/09/14/wilayah-terdampak-kekeringan-di-kabupaten-cilacap-bertambah">Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Cilacap Bertambah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>CILACAP (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong> &#8211; Wilayah terdampak kekeringan dan krisis air bersih di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, bertambah menjadi tiga desa.</p>
<p>&#8220;Hingga akhir pekan kemarin, ada satu desa lagi yang mengalami kekeringan dan telah mengajukan permohonan bantuan air bersih, yakni Desa Karangpucung, Kecamatan Karangpucung,&#8221; kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap Tri Komara Sidhy, Senin (14/9/2020).</p>
<p>Ia menambahkan, bencana kekeringan tersebut dialami 237 keluarga yang terdiri atas 714 jiwa yang bermukim di lingkungan RT 01 RW 05.</p>
<p><strong>BACA JUGA:<a href="https://suarabaru.id/2020/09/14/begini-cara-prajurit-di-wonogiri-menjaga-gotong-royong-di-tengah-covid/">Begini Cara Prajurit di Wonogiri Menjaga Gotong Royong di Tengah Covid</a></strong></p>
<p>Pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Karangpucung tersebut pada Sabtu (12/9/2020)</p>
<p>&#8220;Hingga pertengahan bulan September, di Kabupaten Cilacap telah ada tiga desa yang mengajukan bantuan air bersih karena mengalami kekeringan. Dua desa sebelumnya adalah Desa Bojong, Kecamatan Kawunganten dan Desa Sidaurip, Kecamatan Gandrungmangu,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Menurutnya, Jika dibandingkan tahun sebelumnya saat ini jumlah desa yang mengajukan bantuan air bersih akibat kekeringan masih sedikit, karena pada periode sebelumnya tercatat lebih dari 50 desa mengalami kekeringan.</p>
<p>&#8220;Pada musim kemarau kali ini, kami baru menyalurkan bantuan air bersih sebanyak empat tangki untuk warga di tiga desa,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Berdasarkan Prakiraan BMKG, musim kemarau 2020 di Kabupaten Cilacap berlangsung lima bulan sehingga pada November diharapkan sudah turun hujan.</p>
<p>&#8220;Semoga tidak terlalu banyak daerah yang terdampak kekeringan. Apalagi kemarin masih sering ada hujan di Cilacap meskipun hanya hujan ringan,&#8221; pungkasnya.</p>
<p><strong><em>Ant/Naf</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/09/14/wilayah-terdampak-kekeringan-di-kabupaten-cilacap-bertambah">Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Cilacap Bertambah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemarau, Petani Losari Brebes Tanam Pisang di Sawah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/08/31/kemarau-petani-losari-brebes-tanam-pisang-di-sawah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2020 23:50:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[berita-brebes]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[pisang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=109099</guid>

					<description><![CDATA[<p>BREBES (SUARABARU.ID) &#8211; Masyarakat Desa Randusari Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes memiliki terobosan baru untuk menjaga ketahanan pangan. Yakni dengan cara menanam pohon pisang di areal sawah pertanian. Berbagai jenis pisang ditanam secara masal, sehingga desa tersebut mampu menghasilkan komoditas pisang yang bisa dikirim ke berbagai daerah. “Langkah masyarakat Losari memang jempolan, bisa ngirim pisang ke [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/31/kemarau-petani-losari-brebes-tanam-pisang-di-sawah">Kemarau, Petani Losari Brebes Tanam Pisang di Sawah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BREBES (<a href="https://suarabaru.id">SUARABARU.ID</a>)</strong> &#8211; Masyarakat Desa Randusari Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes memiliki terobosan baru untuk menjaga ketahanan pangan. Yakni dengan cara menanam pohon pisang di areal sawah pertanian. Berbagai jenis pisang ditanam secara masal, sehingga desa tersebut mampu menghasilkan komoditas pisang yang bisa dikirim ke berbagai daerah.</p>
<p>“Langkah masyarakat Losari memang jempolan, bisa ngirim pisang ke berbagai daerah, mudah-mudahan nanti bisa ekspor pisang juga yah,” puji Bupati Brebes Idza Priyanti saat panen pisang dan padi ubinan di Desa Randusari, Losari, Brebes, baru-baru ini.</p>
<p>Banyak ragam jenis pisang yang ditanam masyarakat Losari di antaranya pisang Raja Nangka, Raja Bulu, Emas Kirana, Kepok Kuning dan pisang Ambon.<br />
Dengan peningkatan kualitas dan olahan yang bagus, kata Bupati, komoditas pisang ini bisa menembus pasar ekspor.</p>
<p>Eksportir holtikultura di Brebes sudah ada sehingga kemungkinan bisa ekspor pisang bukan hal yang mustahil. Seperti pasta Bawang Merah Brebes sudah berjalan ekspornya ke Arab Saudi dan Bawang Putih juga dilakukan ekspornya melalui Brebes.</p>
<p>&#8220;Dari Pemerintah Kabupaten, mengapresiasi apa yang telah dilakukan para petani Losar dengan produksi pisang yang melimpah dan terus meningkat, mudah-mudahan bisa tembus ke pasar ekspor,” ujarnya.</p>
<p>Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes Yulia Hendrawati menyebutkan, tanam pisang dilakukan oleh berbagai kelompok tani. Diantaranya yang dipanen saat ini dalah milik lahan pertanian Gabungan Kelompok Pertanian (Gapoktan) Fadilah Desa Randusari, Kecamatan Losari Brebes.</p>
<p>Kata Yulia, DPKP terus mendukung dalam upaya peningkatan produksi pisang, terutama dalam pendampingan budidaya pisang. Sungguh menakjubkan, kata Yulia, data yang tercatat ada 151 hektar (ha) dari 525 ha lahan tanaman pisang yang ada di Kota Bawang Merah tersebut. Jumlah tersebut tersebar di 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Brebes.</p>
<p>Upaya lain, kata Yulia, DPKP juga memberikan bibit pisang, pembinaan cara budidaya, serta membantu proses pemasaran. &#8220;Saat ini pemasaran sudah sampai ke Bandung dan beberapa daerah tetangga. Dan ke depan, kita akan tetus berupaya meningkatkan produksi ini,&#8221; ucap Yulia. &#8220;Jumlah terbanyak yakni Kecamatan Losari seluas 151 hektar.&#8221;</p>
<p>Yulia menjelaskan, dari 151 ha lahan tanaman pisang di Kecamatan Losari tersebut total menghasilkan 1.106 ton. Jumlah tersebut tersebar di beberapa desa, yaitu Desa Kedungeneng, Kalibuntu, Babakan, Randusari, Bojongsari dan Rungkang. Sedangkan angka Produksi pisang di lahan 525 ha se-Kabupaten Brebes, total produksi tanaman pisang di Kabupaten Brebes mencapai 9.595 ton.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/31/kemarau-petani-losari-brebes-tanam-pisang-di-sawah">Kemarau, Petani Losari Brebes Tanam Pisang di Sawah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wilayah Jateng Masih Berpotensi Hujan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/08/13/wilayah-jateng-masih-berpotensi-hujan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2020 07:48:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bmkg]]></category>
		<category><![CDATA[jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[Penghujan]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=104929</guid>

					<description><![CDATA[<p>TEMANGGUNG (SUARABARU.ID) &#8211; Berdasarkan data dari BMKG, potensi hujan masih bisa terjadi pada musim kemarau ini di wilayah Jawa Tengah dalam 3 hingga 4 hari ke depan. &#8220;Kalau dilihat dari analisis kami memang ada pergerakan masa udara basah yang melewati wilayah Jateng sehingga untuk saat ini potensi hujan juga masih ada,&#8221; kata Kasi Data dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/13/wilayah-jateng-masih-berpotensi-hujan">Wilayah Jateng Masih Berpotensi Hujan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TEMANGGUNG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Berdasarkan data dari BMKG, potensi hujan masih bisa terjadi pada musim kemarau ini di wilayah Jawa Tengah dalam 3 hingga 4 hari ke depan.</p>
<p>&#8220;Kalau dilihat dari analisis kami memang ada pergerakan masa udara basah yang melewati wilayah Jateng sehingga untuk saat ini potensi hujan juga masih ada,&#8221; kata Kasi Data dan Informasi BMKG Semarang Iis Widya Harmoko, Kamis (13/8/2020).</p>
<p>Ia menyampaikan, hal tersebut telah menjadi pembicara dalam orientasi agroklimat dan fenomena perubahan iklim di Temanggung, yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2020/08/10/3-tahun-beroperasi-di-rembang-semen-gresik-kurangi-pengangguran-di-rembang/">3 Tahun Beroperasi di Rembang, Semen Gresik Kurangi Pengangguran di Rembang</a></strong></p>
<p>Seperti diketahui dua hari lalu terjadi hujan hampir merata di seluruh wilayah Jawa Tengah.</p>
<p>&#8220;Potensi hujan juga masih ada, khususnya dari dua hari lalu sampai sekarang dan bisa terjadi paling lama 3-4 hari lagi, namun sudah mulai berkurang,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, kemarau tahun ini cenderung lebih basah dibanding tahun 2019 dan 2018. Secara umum, Jateng akan memasuki musim hujan bulan Oktober 2020.</p>
<p>&#8220;Untuk wilayah Kabupaten Temanggung bulan Oktober juga sudah mulai turun hujan, dari Temanggung bagian barat menuju ke arah timur. Wilayah barat itu sekitar awal Oktober dan nanti di sebelah timur sekitar akhir oktober baru masuk musim hujan,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Meskipun wilayah Jateng umumnya bulan Oktober, wilayah pantura sendiri terlebi Rembang, Pati dan Jepara akan memasuki musim hujan November mendatang.</p>
<p><strong><em>Ant/Naf</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/13/wilayah-jateng-masih-berpotensi-hujan">Wilayah Jateng Masih Berpotensi Hujan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://3.33.146.175/id/">https://3.33.146.175/id/</a>
<a href="https://117.18.0.23/">https://117.18.0.23/</a>
<a href="https://117.18.0.16/">https://117.18.0.16/</a>
<a href="https://117.18.0.24/">https://117.18.0.24/</a>

<a href="https://chinesemedicinenews.com/">https://chinesemedicinenews.com/</a>
<a href="https://revistaenigmas.com/">https://revistaenigmas.com/</a>
<a href="https://topweddinglists.com/">https://topweddinglists.com/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://ayahqq.it.com">https://ayahqq.it.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>
<a href="https://klik66.it.com">https://klik66.it.com</a>
<a href="https://radiofarmacia.org">https://radiofarmacia.org</a>
<a href="https://atendamais.org">https://atendamais.org</a>

<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://www.riifo.com/id/">https://www.riifo.com/id/</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://www.riifo.com/">https://www.riifo.com/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://vokasi.unbrah.ac.id/">https://vokasi.unbrah.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://training.unmaha.ac.id/">https://training.unmaha.ac.id/</a>
<a href="https://uk.unmaha.ac.id/">https://uk.unmaha.ac.id/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://duniapenfi.kemendikdasmen.go.id/">https://duniapenfi.kemendikdasmen.go.id/</a>

<a href="https://www.val-chris.com/wp-content/plugins/fix/dominoqq.html">https://www.val-chris.com/wp-content/plugins/fix/dominoqq.html</a>
<a href="https://www.val-chris.com/wp-content/plugins/fix/pkv-games.html">https://www.val-chris.com/wp-content/plugins/fix/pkv-games.html</a>
<a href="https://www.val-chris.com/wp-content/plugins/fix/slot-garansi-kekalahan.html">https://www.val-chris.com/wp-content/plugins/fix/slot-garansi-kekalahan.html</a>
<a href="https://www.automagic.com/wp-content/plugins/fix/bandarqq.html">https://www.automagic.com/wp-content/plugins/fix/bandarqq.html</a>
<a href="https://www.automagic.com/wp-content/plugins/fix/dominoqq.html">https://www.automagic.com/wp-content/plugins/fix/dominoqq.html</a>
<a href="https://www.automagic.com/wp-content/plugins/fix/pkv-games.html">https://www.automagic.com/wp-content/plugins/fix/pkv-games.html</a>
<a href="https://www.automagic.com/wp-content/plugins/fix/poker-qq.html">https://www.automagic.com/wp-content/plugins/fix/poker-qq.html</a>
<a href="https://www.automagic.com/wp-content/plugins/fix/mix-parlay.html">https://www.automagic.com/wp-content/plugins/fix/mix-parlay.html</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>

<a href="https://aenfis.com/cloud/pkvgames/">https://aenfis.com/cloud/pkvgames/</a>
<a href="https://aenfis.com/cloud/bandarqq/">https://aenfis.com/cloud/bandarqq/</a>
<a href="https://aenfis.com/cloud/dominoqq/">https://aenfis.com/cloud/dominoqq/</a>
</div>