<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Justin Hubner Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/justin-hubner/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 16 Nov 2024 06:58:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Justin Hubner Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Beginikah Gambaran Tim Paten STY?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/11/16/beginikah-gambaran-tim-paten-sty</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Nov 2024 10:00:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Calvin Verdonk]]></category>
		<category><![CDATA[Ivar Jenner]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Idzes]]></category>
		<category><![CDATA[Jordi Amat]]></category>
		<category><![CDATA[Justin Hubner]]></category>
		<category><![CDATA[Nathan Tjoe-A-On]]></category>
		<category><![CDATA[Rafael Struick]]></category>
		<category><![CDATA[Ragnar Oratmangoen]]></category>
		<category><![CDATA[Sandy Walsh]]></category>
		<category><![CDATA[Shayne Pattinama]]></category>
		<category><![CDATA[Thom Haye]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=446952</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // imbaskah ini, atau sejatinya berkah?/ dia mencoba/ dan terus meramu/ dalam gelombang mencari/ lalu mencari/ yang terbaik dari gambaran keyakinannya…// (Sajak “Racikan Utama”, 2024) ITUKAH tim utama, atau masih juga menggambarkan sikap coba-coba? Dan, inikah imbas dari gelombang kehadiran pemain diaspora, yang menyebabkan Shin Tae-yong harus beradaptasi dengan skematika starting [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/16/beginikah-gambaran-tim-paten-sty">Beginikah Gambaran Tim Paten STY?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-446956 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// imbaskah ini, atau sejatinya berkah?/ dia mencoba/ dan terus meramu/ dalam gelombang mencari/ lalu mencari/ yang terbaik dari gambaran keyakinannya…//</em><br />
<strong>(Sajak “Racikan Utama”, 2024)</strong></p>
<p><strong>ITUKAH</strong> tim utama, atau masih juga menggambarkan sikap coba-coba? Dan, inikah imbas dari gelombang kehadiran pemain diaspora, yang menyebabkan Shin Tae-yong harus beradaptasi dengan skematika <em>starting eleven</em>-nya? Selalu mencoba skema baru, untuk taktik baru, hingga laga menghadapi Jepang di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, kemarin?</p>
<p>Pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 0-4 itu, bagaimanapun mengetengahkan “wajah” terbaik tim nasional Indonesia dalam versi racikan <em>coach</em> STY.</p>
<p>Inilah <em>starting evelen</em> yang ditampilkan: Maarten Paes, Jay Idzes, Rizky Ridho, Justin Hubner, Kevin Diks, Thom Haye, Nathan Tjoe A-On, Calvin Verdonk, Yacob Sayuri, Rafael Struick, dan Ragnar Oratmangoen. Menjelang akhir laga, STY memasukkan Sandy Walsh, Pratama Arhan, Witan Sulaeman, dan Marselino Ferdinan.</p>
<p>Kalau kita runut, pertandingan Grup C Pra-Piala Dunia Zona Asia di Qingdao, 15 Oktober lalu, dengan kekalahan 1-2 Pasukan Garuda, berujung pada banyak pertanyaan kepada <em>coach</em> Shin. STY dikritik tidak memiliki skema paten, sehingga belum mengetengahkan satu tim “pasti” yang dia andalkan.</p>
<p>Keputusan yang terkesan “eksperimental” itu memang tidak lepas dari kecenderungan kehadiran para pemain diaspora secara masif dalam setengah tahun terakhir. Ketika STY belum menemukan racikan skema paten, susul-menyusul pemain hadir, dengan potensi mengubah komposisi dan pilar di posisi tertentu.</p>
<p>Akibatnya, pemain yang semula sudah mematok tempat tertentu dalam tim, bisa saja harus bermain dari bangku cadangan. Kini, setelah pekan lalu Kevin Diks sudah mendapat kewarganegaraan dan mendapat tempat pertama di posisi bek sayap kanan, tampaknya arus pemain diaspora yang berpotensi memperkuat timnas belum akan berhenti.</p>
<p>Menjelang melawan Cina di kandangnya, pertengahan bulan lalu, kedatangan Mees Hilgers dan Eliano Reijnders membuat STY melakukan perubahan taktik tim secara ekstrem dengan meminggirkan sejumlah pilar. Sebelumnya, perubahan juga dilakukan ketika Calvin Verdonk resmi mendapat kewarnegaraan Indonesia.</p>
<p><strong>Tim Inti</strong><br />
Benarkah STY belum punya tim yang betul-betul paten, termasuk ketika bertanding melawan Jepang di GBK kemarin malam?</p>
<p>Pelatih asal Korea Selatan itu berargumentasi, dia mengusung tim yang berbeda dengan melihat analisis terhadap cara bermain calon lawan, lalu kesiapan setiap pemainnya dari penilaian kebugaran paling aktual. Jadi bukan karena spekulasi sikap eksperimental. Menghadapi Arab Saudi di GBK 19 November nanti, bisa jadi skema STY juga akan berbeda.</p>
<p>Banyak yang menilai, gelombang kedatangan pemain naturalisasi membuat <em>coach</em> Shin masih belum punya skema inti yang sejauh ini bisa dia patenkan.</p>
<p>Sejak dimulai babak ketiga Pra-Piala Dunia 2024, sejumlah pemain diaspora diambil sumpah sebagai warga negara Indonesia. Dari September 2024, misalnya, kiper FC Dallas, Maarten Paes dipastikan bisa membela Tim Garuda. Beberapa bulan sebelumnya, Paes sudah menjadi warga negara Indonesia, namun masih harus berproses melewati perpindahan federasi.</p>
<p>Kiprah Paes langsung dirasakan ketika tampil menghadapi Arab Saudi di Jeddah. Dia menjadi pilihan utama, menggeser kiper utama sebelumnya, Ernando Ari Sutaryadi. Dalam laga melawan Arab Saudi dan Australia, Maarten Paes menambah kualitas pertahanan dengan visi penyelamatan-penyelamatan yang mantap dan mendatangkan rasa aman. Melawan Jepang, meskipun melakukan sekali blunder dengan melepas bola ke arah lawan dan menyebabkan gol ketiga, Paes tetap menjadi benteng akhir yang diandalkan.</p>
<p>Setelah Maarten Paes, menyusul hadir Mees Hilgers dan Eliano Reijnders. Keduanya terbilang pemain elite yang bermain untuk FC Twente di Eredivisie, dengan menit bermain yang cukup. Hanya, Reijnders belum tuntas unjuk kemampuan.</p>
<p>Shin Tae-yong langsung memberi kepercayaan kepada Hilgers dalam laga melawan Bahrain di Riffa dan menghadapi Cina di Qingdao, walaupun banyak yang mempersoalkan karena sebenarnya Hilgers belum masuk dalam pemahaman taktik dan strategi <em>coach</em> STY. Jadi lebih banyak karena kepercayaan pelatih atas kualitas tekniknya.</p>
<p>Ketika itu Thom Haye yang selama ini menjadi metronom diturunkan hanya sebagai pengganti, dan terbukti bisa mencetak satu-satunya gol melawan Cina. Ketika menghadapi Jepang, “Prof” Haye kurang maksimal di tengah kondisi lapangan yang berat karena hujan lebat.</p>
<p>Skema paten STY pun menjadi bahan sorotan. STY seperti dihadapkan pada realitas untuk menetapkan pilihan utama, misalnya antara Thom Haye, Ivar Jenner, Marselino Ferdinand, Ricky Kambuaya, juga kini Malik Risaldi. Padahal dari sisi kedalaman materi tim, keberlimpahan stok itu harusnya menjadi berkah tersendiri.</p>
<p><strong>Banyak Tambahan</strong><br />
Timnas Indonesia memiliki potensi pemain berkualitas yang bergabung sepanjang 2024. Jika dibandingkan dengan putaran final Piala Asia 2023 pada awal 2024 di Qatar, pasukan STY punya banyak tambahan kualitas pemain diaspora.</p>
<p>Mereka yang datang setelah putaran final Piala Asia U23 adalah Jay Idzes, Ragnar Oratmangoen, Thom Haye, dan Calvin Verdonk. Padahal sudah ada Sandy Walsh, Shayne Pattinama, Ivar Jenner, Jordi Amat, Justin Hubner, Rafael Struick, Nathan Tjoe A-On, dan Elkan Baggot yang “diparkir” STY dalam beberapa bulan ini karena masalah disiplin.</p>
<p>Di antara deretan nama itu, pemain di luar diaspora yang bisa bersaing tercatat adalah Rizky Ridho, Marselino, Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Egy Maulana Vikri, Malik Risaldi, dan Witan Sulaeman.</p>
<p>Wahyu “Hulk” Prasetyo, Muhammad Ferrari, Yacob Sayuri, Yance Sayuri, Ramadhan Sananta, Hokky Caraka, sejauh ini sulit mendapat tepmat. Sedangkan Dimas Drajat masih akan dilihat perkembangannya. Dia dinilai bermasalah dalam masalah temperamen ketika memperkuat klubnya di laga internasional.</p>
<p>Kedalaman skuad timnas memang memungkinkan Shin Tae-yong mengotak-atik tim terbaik, dengan tetap mengombinasikan pemain naturalisasi dengan realitas kualitas mereka, tentu dengan tetap memberi semangat kepada produk-produk Liga Indonesia untuk bersaing.</p>
<p>Seiring bergulirnya waktu, makin banyak kesempatan untuk meracik potensi-potensi itu ke dalam adonan yang makin kental dari waktu ke waktu. Mereka akan menyatu dengan kebersamaan yang terus teruji sesuai dengan visi taktik <em>coach</em> STY. Dan, pada saatnya pastilah akan muncul “tim paten” Shin Tae-yong, skema terbaik STY…</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tenga</em>h &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/16/beginikah-gambaran-tim-paten-sty">Beginikah Gambaran Tim Paten STY?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kepak Garuda dan Ide Merawat Impian</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/06/15/kepak-garuda-dan-ide-merawat-impian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Jun 2024 10:00:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ivar Jenner]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Idzes]]></category>
		<category><![CDATA[Justin Hubner]]></category>
		<category><![CDATA[Nathan Tjoe-A-On]]></category>
		<category><![CDATA[Rafael Struick]]></category>
		<category><![CDATA[Ragnar Oratmangoen]]></category>
		<category><![CDATA[Sandy Walsh]]></category>
		<category><![CDATA[Shayne Pattinama]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Thom Haye]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=420045</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // impian apa lagi yang membubung?/ dari Olimpiade ke Olimpiade/ dari Piala Dunia ke Piala Dunia/ agar tak kosong menjulang/ agar tak hanya mengapung/ dan lagi-lagi hilang melayang&#8230;// (Sajak “Mimpi-mimpi Garuda”, Juni 2024) KEBANGGAAN apa yang Anda rasakan, setelah Asnawi Mangkualam dkk memastikan lolos ke putaran ketiga babak kualifikasi Piala Dunia [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/06/15/kepak-garuda-dan-ide-merawat-impian">Kepak Garuda dan Ide Merawat Impian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-420058 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// impian apa lagi yang membubung?/ dari Olimpiade ke Olimpiade/ dari Piala Dunia ke Piala Dunia/ agar tak kosong menjulang/ agar tak hanya mengapung/ dan lagi-lagi hilang melayang&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Mimpi-mimpi Garuda”, Juni 2024)</strong></p>
<p><strong>KEBANGGAAN</strong> apa yang Anda rasakan, setelah Asnawi Mangkualam dkk memastikan lolos ke putaran ketiga babak kualifikasi Piala Dunia 2026?</p>
<p>Boleh jadi, kita akan sama-sama mengepalkan tangan, “Ayo, sedikit lagi&#8230;!”</p>
<p>Atau Anda mengungkapkannya dengan menggeretakkan gigi, “Kapan lagi kalau tidak sekarang?”</p>
<p>Jalan memang masih panjang membentang. Kemenangan 2-0 atas Filipina di Stadion GBK Jakarta, 11 Juni lalu memastikan tim racikan Shin Tae-yong itu menjadi <em>runner up</em> di bawah Irak. Dan, suka atau tidak suka, kita menampilkan tim terbaik dengan mayoritas pemain produk naturalisasi yang menjadi pilar baru tim nasional.</p>
<p>Soal “nyaris”, pasukan Sinyo Aliandoe juga pernah hampir menembus tirai sakral Piala Dunia 1986, namun di babak kedua Subgrup IIIB Asia Timur, dalam laga tandang dan kandang kalah 0-2 dan 1-4 dari Korea Selatan, yang akhirnya menjadi salah satu wakil Asia.</p>
<p>Herry Kiswanto, Elly Idris, Rully Nere, Bambang Nurdiansyah, Ristomoyo, Marzuki Nyakmad, Hermansyah, Aun Harhara, dkk tampil impresif dan menjadi juara dalam penyisihan subgrup yang juga dihuni India, Thailand, dan Bangladesh. Ingar-bingar kebanggaan terhadap timnas betul-betul kita rasakan pada 1985.</p>
<p><strong>Gol Thom Haye</strong><br />
Tendangan eksotik sang metronom Garuda, “Prof” Thom Haye ke gawang Filipina, yang dilengkapi gol sundulan Rizky Ridho, akhirnya menjadi pembeda; menguatkan realitas betapa penting keberadaan para pemain naturalisasi dalam barisan timnas.</p>
<p><em>Coach</em> STY menurunkan mayoritas pemain keturunan dalam laga tersebut. Hanya Ernando Ari, Muhammad Adisatriyo, Asnawi, Rizky Ridho, dan Marselino Ferdinand yang dimainkan. Pratama Arhan menggantikan debutan &#8212; Calvin Verdonk di babak kedua.</p>
<p>Indonesia memiliki alternatif banyak pemain yang setara, dan sekarang dengan tambahan pendatang baru Verdonk, STY tinggal menskemakan taktik sesuai kebutuhaan. Dari Jay Idzes, Justin Hubner, Nathan Tjoe A-On, Shayne Pattinama, Sandy Walsh, Ivar Jenner, Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, dan Rafael Struick.</p>
<p>Dari Liga 1, STY masih memiliki materi rotasi substitusi seperti Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri, M Dimas Drajat, Yacob Sayuri, Ricky Kambuaya, Rachmat Irianto, Pratama Arhan, Muhammad Ferrari, Adam Alis, dan Malik Risaldi.</p>
<p>Progres naturalisasi pemain ini boleh dilihat sebagai ungkapan “ketidaksabaran” Indonesia (dalam hal ini PSSI) dalam menunggu stabilitas kompetisi liga dalam memproduksi pemain-peman yang betul-betul layak bersaing di era kompetisi global sekarang.</p>
<p>Ada yang menyarankan agar timnas menggunakan hanya 60 persen pemain naturalisasi, dan yang 40 persen tetap produksi Liga 1. Namun kenyataan bahwa yang mendapat paspor Indonesia adalah pemain-pemain dengan darah Indonesia, sejatinya sudah menyiratkan jawaban, bahwa ini adalah “hak” anak bangsa yang akhirnya memilih kewarganegaraannya, dan mengambil kesempatan menentukan akan membela timnas sepak bola negara mana sesuai dengan paspor yang dia kantungi.</p>
<p>Polemik dan opini semacam itu saya perkiraan masih akan terus berlanjut, dan kondisi itu sebenarnya sehat untuk mendorong memperkuat stabilisasi kompetisi liga kita, yang diakui atau tidak, memang masih mengetengahkan banyak masalah terkait dengan tanggung jawab untuk meningkatkan kualitasnya.</p>
<p><strong>Impian-impian</strong><br />
Impian, yang menjadi dambaan timnas sepak bola negara mana pun, bisa diduga mewujud dalam angan-angan: bagaimana bisa tampil di putaran final Piala Dunia dan Olimpiade.</p>
<p>Pergulatan setiap negara lewat kualifikasi di setiap zona begitu riuh, dan setiap empat tahun sekali Indonesia juga ikut larut dalam suasana demikian.</p>
<p>Bermimpi, dan terus bermimpi.</p>
<p>Kita tidak bisa membayangkan, apakah pola dalam program naturalisasi pemain ini akan dipolakan dalam pembangunan timnas kita yang mengikuti irama sepak bola global dan realitas keniscayaan diaspora yang makin banyak, atau bakal ada saat ketika titik pembinaan lebih memercayai kompetisi liga sebagai sumber timnas.</p>
<p>Saya kira kedua-duanya memiliki keabsahan argumentasi yang sama. Terus berada dalam proyek naturalisasi dengan rel dan regulasi internasional sendiri, dan serius meng-<em>up grade</em> kompetisi hingga ke titik dapat memperkuat kebutuhan pemain timnas.</p>
<p>Juga perlu, memperkuat jaringan pemasaran pemain untuk bisa ditoleh dan diminati oleh liga-liga <em>abroad,</em> seperti perjalanan karier Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Witan Sulaeman, Egy Maulana Virki, Saddil Ramdhani, dll.</p>
<p>Saya tidak hendak membicarakan tentang kelanjutan peluang lolos ke Piala Dunia setelah Tim Garuda bisa masuk ke fase ketiga kualifikasi. Yang ingin saya kedepankan sebagai bahasan pekan ini adalah, bagaimana kita “merawat impian” dengan memperkuat indikator-indikator untuk menjadikan impian itu sesuatu yang realistis, logis, dan bisa dipertanggungjawabkan&#8230;</p>
<p>Tak pula keliru jika saya mengucapkan selamat kepada Asnawi Mangkualam cs atas babak baru perjuangan yang telah menanti&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/06/15/kepak-garuda-dan-ide-merawat-impian">Kepak Garuda dan Ide Merawat Impian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Shin Tae-yong Puji Kekuatan Guinea</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/05/09/shin-tae-yong-puji-kekuatan-guinea</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 May 2024 10:42:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Cerezo Osaka]]></category>
		<category><![CDATA[Clairefontaine]]></category>
		<category><![CDATA[Elkan Baggott]]></category>
		<category><![CDATA[Garuda Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Guinea]]></category>
		<category><![CDATA[Ipswich Town]]></category>
		<category><![CDATA[Justin Hubner]]></category>
		<category><![CDATA[Olimpiade Paris 2024]]></category>
		<category><![CDATA[prancis]]></category>
		<category><![CDATA[Rizky Ridho]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Nasional U23 Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=413186</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Tim Nasional U23 Indonesia, menyatakan siap melawan Guinea, pada laga play-off Olimpiade Paris 2024, Kamis (9/5/2024), di Clairefontaine, Prancis. Duel ini akan dimulai pukul 20.00 WIB. Pelatih Tim U23 Indonesia, Shin Tae-yong mengatakan, dirinya bertekad meraih kemenangan bersama skuad Garuda Muda, demi mendapat tiket Olimpiade Paris 2024. Meski begitu, ada sejumlah pemain yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/09/shin-tae-yong-puji-kekuatan-guinea">Shin Tae-yong Puji Kekuatan Guinea</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Tim Nasional U23 Indonesia, menyatakan siap melawan Guinea, pada laga play-off Olimpiade Paris 2024, Kamis (9/5/2024), di Clairefontaine, Prancis. Duel ini akan dimulai pukul 20.00 WIB.</p>
<p>Pelatih Tim U23 Indonesia, Shin Tae-yong mengatakan, dirinya bertekad meraih kemenangan bersama skuad Garuda Muda, demi mendapat tiket Olimpiade Paris 2024. Meski begitu, ada sejumlah pemain yang tidak dapat dimainkan.</p>
<p>Dua pemain, kapten Rizky Ridho dipastikan absen, karena kartu merah pada pertandingan semifinal Piala Asia U23 melawan Uzbekistan. Sedangkan Justin Hubner tidak dilepas klubnya, Cerezo Osaka. Selain itu, Elkan Baggott juga tidak dilepas klubnya Ipswich Town.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/05/09/pilbup-grobogan-pdi-perjuangan-pastikan-gandeng-gerindra-nama-calon-sudah-mengerucut">Pilbup Grobogan, PDI Perjuangan Pastikan Gandeng Gerindra Nama Calon Sudah Mengerucut</a></strong></p>
<p>&#8221;Sebelum lawan Guinea, skuad kita memang kurang baik. Dengan skuad yang ada sekarang ini, kita harus bekerja keras sampai akhir, supaya kita bisa mendapat hasil yang baik,&#8221; kata Shin Tae-yong, sepeti dilansir dari laman resmi PSSI, Kamis (9/5/2024).</p>
<p>Kabar baiknya, pelatih asal Korea Selatan itu mendapatkan amunisi anyar, dengan bergabungnya Alfeandra Dewangga, sejak Selasa (7/5/2024). Pemain asal PSIS Semarang itu, sudah menjalani latihan bersama skuad Garuda Muda.</p>
<p>&#8221;Justin tidak dilepas Cerezo Osaka, ini pertandingan terakhir. Jadi sebenarnya memang sangat sedih dan disayangkan, karena tidak dilepas. Karena tim Indonesia ini memang tidak sering mendapatkan kesempatan untuk lolos Olimpiade. Apalagi ini kesempatan terakhir untuk lolos Olimpiade,&#8221; tambahnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/05/09/kebakaran-kandang-di-pulokulon-seekor-sapi-mati-terpanggang">Kebakaran Kandang di Pulokulon, Seekor Sapi Mati Terpanggang</a></strong></p>
<p>STY menambahkan, pihaknya telah menganalisa kekuatan Guinea, melalui rekaman-rekaman video, dan mengakui tim asal Afrika Barat itu memang memiliki kekuatan yang bagus.</p>
<p>&#8221;Guinea tim yang sangat baik dan kuat. Apalagi pemain-pemain Guinea banyak yang bermain di Eropa juga. Jadi tidak bisa dikatakan ini tim lemah. Ini hal yang cukup dikhawatirkan,&#8221; jelas Shin Tae-yong.</p>
<p>Sementara itu, terkait Marselino Ferdinan yang sempat mendapat kritik seusai pertandingan Piala Asia U23 melawan Irak, Shin meminta publik dan pendukung Timnas Indonesia, untuk dapat terus memberi dukungan kepada sang pemain.</p>
<p>&#8221;Saya seharusnya memberi saran kepada Marselino sebelumnya, tapi saya kemarin tidak bisa kasih saran. Ini juga kesalahan saya. Maka saya mohon maaf kepada penggemar sepak bola Indonesia. Seharusnya Marselino tidak begitu kepada masyarakat Indonesia,&#8221; tukas Shin Tae-yong.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/09/shin-tae-yong-puji-kekuatan-guinea">Shin Tae-yong Puji Kekuatan Guinea</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ivar Jenner Absen, Justin Hubner Disiapkan Lawan Australia</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/04/18/ivar-jenner-absen-justin-hubner-disiapkan-lawan-australia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Apr 2024 07:25:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Cerezo Osaka]]></category>
		<category><![CDATA[Erick Thohir]]></category>
		<category><![CDATA[Heerenveen]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Justin Hubner]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Nathan Tjoe-A-On]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Asia U23 Qatar 2024]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas U23 Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=409704</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengatakan, Justin Hubner sudah mengantongi izin dari klubnya, Cerezo Osaka, Jepang, untuk menambah kekuatan lini belakang Timnas U23 Indonesia, yang berlaga di Piala Asia U23 Qatar 2024. Hubner menjadi pemain Indonesia yang merumput di luar negeri kedua, yang dilepas klubnya berkat lobi Erick Thohir. Hubner tiba di Qatar, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/18/ivar-jenner-absen-justin-hubner-disiapkan-lawan-australia">Ivar Jenner Absen, Justin Hubner Disiapkan Lawan Australia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengatakan, Justin Hubner sudah mengantongi izin dari klubnya, Cerezo Osaka, Jepang, untuk menambah kekuatan lini belakang Timnas U23 Indonesia, yang berlaga di Piala Asia U23 Qatar 2024.</p>
<p>Hubner menjadi pemain Indonesia yang merumput di luar negeri kedua, yang dilepas klubnya berkat lobi Erick Thohir. Hubner tiba di Qatar, Kamis (18/4/2024) pagi. Sebelumnya, Nathan Tjoe-A-On juga telah diizinkan klubnya, Heerenveen, untuk juga membela Indonesia di ajang itu.</p>
<p>&#8221;Alhamdulillah, di tengah tantangan yang dihadapi para pemain, terutama di laga pertama melawan tuan rumah, akhirnya Hubner bisa bergabung. Dengan hadirnya tambahan kekuatan di lini belakang, setelah Ivar Jenner pasti absen di laga kedua melawan Australia, saya optimistis tim kita akan bangkit dan kembali fight,&#8221; ujar Erick, seperti dikutip dari laman resmi PSSI, Rabu (17/4/2024).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/04/18/pengprov-ptmsi-jateng-percaya-diri-raih-dua-medali-emas-pon">Pengprov PTMSI Jateng Percaya Diri Raih Dua Medali Emas PON</a></strong></p>
<p>Kedatangan Hubner sangat krusial bagi keseimbangan materi dan moril timnas, yang tidak bisa memainkan Jenner dan Ramadhan Sananta di pertandingan kedua Grup A melawan Australia, Kamis (18/4/2024) malam ini. Terlebih, Indonesia harus meraih poin penuh demi membuka kembali peluang untuk bersaing.</p>
<p>&#8221;Jika melihat bagaimana para pemain kita fight selama 90 menit lebih saat melawan Qatar, meskipun bermain dengan sembilan pemain, saya optimistis para pemain bisa memberikan hasil terbaiknya. Di turnamen yang ketat seperti ini, kita harus lupakan laga sebelumnya, dan kini waktunya fokus serta mati-matian untuk meraih kemenangan,&#8221; tegas Erick.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/18/ivar-jenner-absen-justin-hubner-disiapkan-lawan-australia">Ivar Jenner Absen, Justin Hubner Disiapkan Lawan Australia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membangkitkan Lagi “Monster” di Timnas Garuda</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/04/06/membangkitkan-lagi-monster-di-timnas-garuda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Apr 2024 10:00:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Jacob Sayuri]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Idzes]]></category>
		<category><![CDATA[Justin Hubner]]></category>
		<category><![CDATA[Rizky Ridho]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Witan Sulaeman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=408213</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // legenda punya sejarah dan era/ yang terkadang hanya membayang/ sebagai inspirasi/ tak mudah dia tergantikan/ seperti kerinduan di langka waktu/ benar-benarkah kita kehilangan jejak/ sang pahlawan monster ganas?// (Sajak “Sang Monster”, 2024) LINI belakang bak “Ferrari”, lini depan seperti angkot. Ya, netizens memang digambarkan sebagai “maha benar dengan apa pun [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/06/membangkitkan-lagi-monster-di-timnas-garuda">Membangkitkan Lagi “Monster” di Timnas Garuda</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-408227 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// legenda punya sejarah dan era/ yang terkadang hanya membayang/ sebagai inspirasi/ tak mudah dia tergantikan/ seperti kerinduan di langka waktu/ benar-benarkah kita kehilangan jejak/ sang pahlawan monster ganas?//</em><br />
<strong>(Sajak “Sang Monster”, 2024)</strong></p>
<p><strong>LINI</strong> belakang bak “Ferrari”, lini depan seperti angkot.</p>
<p>Ya, netizens memang digambarkan sebagai “maha benar dengan apa pun komennya”. Dan, saya menemukan komentar di sebuah media <em>online</em>, soal performa tim nasional Garuda dalam <em>leg</em> 1 laga Pra-Piala Dunia melawan Vietnam di Stadion Gelora Bung Karno, 21 Maret lalu.</p>
<p>Trio bertahan Jay Idzes, Justin Hubner, dan Rizky Ridho tampil oke untuk meredam tekanan The Golden Star Warriors, terutama pada awal babak pertama. Jay dan Nathan sebagai debutan naturalisasi memperlihatkan performa berkelas. Sebaliknya, lini penyerang lagi-lagi mendapat sorotan karena tidak memperlihatkan impresivitas untuk membongkar pertahanan Vietnam. Sama seperti di Piala Asia 2023 di Qatar: tak ada kontribusi gol dari barisan penggempur.</p>
<p>Untungnya, Egy Maulana Vikri &#8212; yang <em>notabene</em> berposisi sebagai penyerang &#8212; memberi suasana lain dengan golnya pada menit ke-52. Rafael Struick dan Hokky Caraka tidak memberi ancaman serius ke gawang Filip Nguyen. Egy, sang penentu kemenangan juga hadir dari bangku cadangan. Hokky Caraka justru menjadi <em>starter</em>, yang menurut <em>coach</em> Shin Tae-yong, itu merupakan bagian dari taktiknya, termasuk memberi kesempatan kepada pemain muda potensial. Witan Sulaeman, Jacob Sayuri tampil kurang menggigit. Sedangkan Muhammad Ramadhan Sananta dan Dimas Drajat tidak mendapat menit bermain.</p>
<p>Pada <em>leg</em> kedua di Hanoi, tiga gol dicetak oleh Jay Idzes, Ragnar Oratmangoen, dan Ramadhan Sananta. Artinya, keprihatinan tentang kebuntuan gol dari para penyerang untuk sementara bisa terjawab lewat aksi individu Ragnar dan eksekusi mematikan Sananta.</p>
<p>Di luar fakta itu, realitasnya, dalam beberapa bulan terakhir ini kelangkaan sosok penyerang yang disegani lawan menjadi diskursus viral tentang skematika ideal tim nasional Indonesia. Apalagi ketika timnas disemarakkan oleh kehadiran para pemain keturunan, yang sejak akhir bulan ini menjadi materi mayoritas.</p>
<p>Shin Tae-yong jelas termanjakan dari sisi kemewahan stok pemain, walaupun ada kerisauan tentang realitas striker berkelas “monster”. Fakta tiadanya mesin gol produktif merupakan kenyataan lain. Di samping menjadi titik kurang dari racikan STY, dari sisi substansi kualitas kompetisi, tentu menggelisahkan.</p>
<p>Mengapa dulu sepak bola kita memiliki para penyerang berkelas “abang jago”, yang lahir sebagai produk kompetisi, baik di era amatir Divisi Utama Perserikatan PSSI, masa-masa semi-profesional Galatama, era Ligina, lalu melembaga ke Liga 1, 2, dan 3?</p>
<p>Mengapa dulu kita bisa menghadirkan legenda-legenda yang bahkan moncer hingga ke percaturan mancanegara? Dari Andi Ramang, Soetjipto Soentoro, Risdianto, Ricky Yacobi, Bambang Pamungkas, Kurniawan Dwi Yulianto, hingga era Bagus Kahfi dan Egy Maulana Vikri?</p>
<p>Para striker kita pernah mengukir kiprah impresif sebagai mesin gol yang sangat diperhitungkan di Piala AFF, namun sejak 2012, 2014, 2016, 2018, 2020 (2021), dan 2022, yang mendominasi adalah pemain Thailand dan Vietnam, yang kini tercatat sebagai dua tim terkuat Asia Tenggara. Dulu nama-nama Gendut Dony, Bambang Pamungkas, Ilham Jayakesuma, dan Budi Sudarsono mampu menggetarkan lawan, bahkan masuk dalam sejarah <em>top scorer.</em></p>
<p><strong>Hadi Ismanto</strong><br />
Nah, ingatkah Anda pada nama Wiel Coerver?</p>
<p>Pelatih legendaris asal Belanda itu lekat dengan sejarah tim nasional yang “nyaris lolos” ke Olimpiade Montreal 1977. Hanya karena kalah adu penalti melawan Korea Utara dalam final menegangkan di Senayan pada 1976, Iswadi Idris dkk gagal mewujudkan mimpi.</p>
<p>Ingat pulakah Anda kepada Hadi Ismanto?</p>
<p>Penyerang asal Persebaya Surabaya itu merupakan salah satu pemain kepercayaan Wiel Coerver. Suatu ketika, pelatih yang pernah mengarsiteki Feyenoord itu menyebut Hadi sebagai pemain Indonesia yang berkapasitas layak bermain di liga Eropa.</p>
<p>Striker andalan Coerver memang bukan hanya Hadi Ismanto. Dia juga memercayai Risdianto, tombak licin yang merupakan penyerang terbaik Indonesia pada masanya. Ketika untuk kali kedua menangani timnas pada 1979, Coerver memercayakan tugas penyerang kepada Joko Malis Mustafa.</p>
<p>Ris, Hadi, dan Joko adalah realitas talenta dalam rangkaian sejarah timnas Indonesia. Sebelum itu, yang sangat populer adalah Ramang, striker andalan <em>coach</em> Tony Poganik. Pemain berjejuluk “Kurcaci Monster” itu ikut menahan Uni Soviet 0-0 di Olimpiade Melbourne 1956. Sebelumnya dia ikut menahan imbang 2-2 Jerman Timur dalam sebuah laga persahabatan. Dalam durasi karier (1947-1960, dan 1962-1968), ia pernah membukukan 19 gol hanya dari lima laga.</p>
<p>Kehebatan Ramang menitis ke Soetjipto Suntoro, yang disebut-sebut sebagai “Macan Asia” pada era 1960-an hingga awal 1970-an. Gareng, panggilan akrabnya, menjadi andalan tim Garuda ketika menjuarai turnamen Piala Aga Khan 1966 di Bangladesh, dan Piala Raja di Thailand 1978. Pada usia 16 tahun, dia mencetak 19 gol dalam Piala Asia Yunior 1959.</p>
<p>Pasca-Soetjipto, timnas mengandalkan Risdianto, lalu Hadi Ismanto, Joko Malis, Bambang Nurdiansyah, Sain Irmis, Wahyu Tanoto, Adolof Kabo, Ricky Yacobi, dan Singgih Pitono, sebelum muncul talenta muda Bambang Pamungkas, Purwanto, Ilham Jayakusuma, Gendut Dony, Budi “Ular Python” Sudarsono, Widodo Cahyono Putro, Rochy Puttiray, Kurniawan Dwi Yulianto, Syamsir Alam, Irfan Bachdim, Cristian Gonzales, Boaz Solossa, Titus Bonai, Ilham Udin Armaiyn, Bagus Kahfi, Egy Maulana Vikri; lalu para striker <em>coach</em> Shin seperti Dimas Drajat, Ramadhan Sananta, dan Dedik Sulistyawan. Yang paling muda sekarang adalah angkatan Arkhan Kaka dan Hokky Caraka.</p>
<p>Mereka memiliki keistimewaan masing-masing, dan sempat mendapat publikasi luas di media sebagai “wonderkid” Indonesia, namun tak sampai membuat gentar lawan seperti Ramang, Soetjipto, Bambang, dan Kurniawan.</p>
<p><strong>Striker Asing</strong><br />
Kompetisi liga kita memiliki sejumlah potensi penyerang, namun kenyataannya memang tak banyak produk lokal yang unggul. Liga 1 musim 2023-2024 mencatat 25 hingga 30 penyerang, akan tetapi hanya sedikit dari jumlah tersebut yang rutin bermain sebagai <em>starter.</em> Bahkan beberapa striker kini banyak yang dioperasikan tidak dalam posisi aslinya.</p>
<p>Keberadaan striker asing-kah yang menjadi penyebab keterhambatan talenta-talenta muda kita untuk berkembang? Padahal rata-rata ke-18 klub liga punya enyerang asing. Pelatih, karena tuntutan hasil, lebih memercayai striker asing, sehingga produk lokal hanya mendapat menit bermain yang terbatas.</p>
<p>Kondisi bersaing dan keminiman menit bermain merupakan kenyataan yang dihadapi para penyerang kita. Pada sisi lain, banyak “wonderkid” yang tak bisa berkembang sesuai dengan performa talentanya saat masih bermain di kelompok umur.</p>
<p>Ketidakberkembangan karena faktor mental, ketidaksiapan publisitas sebagai pesohor, juga kurangnya atensi klub untuk memberi ruang cukup penyaluran bakat,</p>
<p>Dilematika timnas terhadap pemain untuk posisi tertentu yang dimulai dari keminiman produk kompetisi liga, selalu menjadi “lagu lama”. Tentu sulit berharap para pelatih &#8212; terutama pelatih asing &#8212; yang mau berpikir idealistis membantu pengembangan talenta-talenta lokal. Di hadapan tuntutan menang, <em>mindset</em> pragmatisnya adalah menurunkan semaksimal mungkin materi pemain yang dia miliki.</p>
<p>Maka sebagian jalan keluar dari persoalan “krisis monster” ini antara lain bergantung pada pemain sendiri. Bagaimana mereka meningkatkan etos berlatih, tidak minder bersaing dengan para pemain manca, dan bekerja keras secara profesional.</p>
<p>Begitulah cara terbaik untuk menaklukkan perhatian pelatih. Ciptakan kondisi, “Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda&#8230;”</p>
<p>Tunggulah kabar baik dari penampilan timnas. Apakah representasi “monster macan” itu akan melekat pada Ragnar Oratmangoen, Rafael Struick, Ramadhan Sananta, Egy Maulana Vikri, atau Dimas Drajat, bahkan Hokky Caraka&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/06/membangkitkan-lagi-monster-di-timnas-garuda">Membangkitkan Lagi “Monster” di Timnas Garuda</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Skandal Mi Instan&#8221; dan Transformasi Kultural Shin Tae-yong</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/12/30/skandal-mie-instan-dan-transformasi-kultural-shin-tae-yong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Dec 2023 10:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Asnawi Mangkualam]]></category>
		<category><![CDATA[Egy Maulana Vikri]]></category>
		<category><![CDATA[Elkan Baggot]]></category>
		<category><![CDATA[Ivar Jenner]]></category>
		<category><![CDATA[Jordi Amat]]></category>
		<category><![CDATA[Justin Hubner]]></category>
		<category><![CDATA[Marc Klok]]></category>
		<category><![CDATA[Marselino Ferdinand]]></category>
		<category><![CDATA[Pratama Arhan]]></category>
		<category><![CDATA[Rachmat Irianto]]></category>
		<category><![CDATA[Rafael Struick]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan Sananta]]></category>
		<category><![CDATA[Ricky Kambuaya]]></category>
		<category><![CDATA[Rizky Ridho]]></category>
		<category><![CDATA[Saddil Ramdani]]></category>
		<category><![CDATA[Sandy Walsh]]></category>
		<category><![CDATA[Shayne Pattinama]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[Witan Sulaeman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=390909</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // kita bukan siapa-siapa/ o, tak beranikah menegaskan/ : kita adalah sesiapa?/ yang bertarung atas nama keyakinan/ tentang kekuatan/ tentang modal/ tentang masa depan&#8230;// (Sajak &#8220;STY dan Garuda Kita&#8221;, 2023) SAUDARA-SAUDARA, apa hubungan unggahan soal mi instan di media sosial dengan ikhtiar transformasi mental dan kultural sepak bola Indonesia? Postingan Marselino [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/30/skandal-mie-instan-dan-transformasi-kultural-shin-tae-yong">&#8220;Skandal Mi Instan&#8221; dan Transformasi Kultural Shin Tae-yong</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-390918 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// kita bukan siapa-siapa/ o, tak beranikah menegaskan/ : kita adalah sesiapa?/ yang bertarung atas nama keyakinan/ tentang kekuatan/ tentang modal/ tentang masa depan&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;STY dan Garuda Kita&#8221;, 2023)</strong></p>
<p><strong>SAUDARA-SAUDARA</strong>, apa hubungan unggahan soal mi instan di media sosial dengan ikhtiar transformasi mental dan kultural sepak bola Indonesia?</p>
<p>Postingan Marselino Ferdinand tentang Witan Sulaeman yang sedang &#8220;mencuri-curi&#8221; memasak mi instan di tengah pemusatan latihan tim nasional Piala Asia 2024 di Turki, suka atau tidak suka adalah pukulan menyedihkan bagi proyek disiplin Shin Tae-yong.</p>
<p>Pelatih asal Korea Selatan itu, sejak menangani timnas pada 2020, ketat menerapkan disiplin pola makan. Gorengan dan mi instan &#8212; camilan kultural masyarakat kita &#8212; distop keras. Para pemain dibiasakan dengan standar menu gizi sehat atlet.</p>
<p>Maka ketika fokus mental sedang terarah ke Qatar, 12 Januari s.d 10 Februari 2024, rasanya sikap &#8220;curi-curi&#8221; itu merupakan bentuk pelanggaran serius.</p>
<p>Sesederhana itukah para pemain memaknai transformasi profesionalitas yang ditegakkan <em>coach</em> STY?</p>
<p><strong>&#8220;Grup Gila&#8221;</strong><br />
Padahal, bukankah timnas menghadapi tantangan yang tidak tanggung-tanggung: &#8220;grup gila&#8221; Piala Asia?</p>
<p>Bagaimana tidak &#8220;gila&#8221;? Dua tim kelas atas Asia: Jepang sebagai kekuatan utama Asia Timur, dan Irak salah satu ikon Asia Barat, tergabung di satu grup.</p>
<p>Dua lainnya di Grup D adalah raksasa Asia Tenggara, Vietnam, dan Indonesia yang sedang memperjuangkan eksistensi di kawasan regionalnya.</p>
<p>Logikanya, dua tiket ke 16 besar terpatok untuk Jepang dan Irak. Vietnam dan Indonesia menunggu keberuntungan: siapa tahu satu dari dua tim unggulan itu terpeleset? Pembuktian siapa lebih baik, Garuda dan Golden Stars juga bakal menjadi warna sengit grup ini.</p>
<p>Rivalitas khusus Indonesia vs Vietnam melanjutkan perseteruan yang dipersubur oleh aneka pemicu. Walaupun memberi perlawanan sengit, sejak 2020 tim racikan <em>coach</em> Shin Tae-yong masih sulit membangun keunggulan atas Vietnam, baik ketika masih diarsiteki Park Hang-seo, maupun setelah dipegang Philippe Troussier.</p>
<p><strong>Realitas Vs Pembuktian</strong><br />
Sejak menangani timnas Indonesia, catatan kualitatif Shin Tae-yong terutama untuk medali emas SEA Games dan trofi Piala AFF, belum terpenuhi.</p>
<p>Pelatih yang membawa sensasi Korea Selatan menggulingkan Jerman 2-0 di Piala Dunia 2018 itu, baru membenahi sisi kultural berupa karakter, kesiapan fisik, pola makan, dan konfidensi kenaikan peringkat dunia dari sejumlah FIFA <em>matchday</em>.</p>
<p>Dia mengukir catatan impresif: meloloskan tim U23 dan tim senior ke putaran final Piala Asia.</p>
<p>STY mentransformasikan karakter, namun belum medali dan gelar.</p>
<p>Sejumlah gelar formal malah dipersembahkan oleh pelatih lokal: Indra Syafri di SEA Games 2023, dan trofi Piala AFF U17 lewat Fakhri Husaini.</p>
<p>Di Piala Asia nanti, bicara trofi tentu bukan angan yang realistis, walaupun sepak bola bukan matematika. Yang paling patut adalah &#8220;berjuang lolos dari babak grup&#8221;, karena kenyataan lawan-lawan yang memang berada di level atas Asia.</p>
<p>Dari tiga calon lawan di Grup D, yang paling mungkin adalah memetik angka penuh dari Vietnam. Itu menjadi &#8220;target wajib&#8221;, meskipun STY punya rekor buruk melawan tim ini.</p>
<p>Menghadapi Irak dan Jepang,<em> coach</em> STY boleh saja berpikiran seperti ketika Korea mengalahkan Jerman di Rusia 2018, walaupun konstelasinya jelas berbeda. Bisa meraih poin, artinya mendapat satu angka adalah pilihan target paling wajar.</p>
<p><strong>Perbaikan-perbaikan</strong><br />
Perbaikan performa yang diharapkan bukannya tidak ada. Hanya, ketika produk perubahan itu dipertanyakan ketika kalah 1-5 dari Irak dan seri 1-1 melawan Filipina di ajang Pra-Piala Dunia, apa yang bisa diandalkan di Qatar nanti?</p>
<p>Dalam evaluasi sementara, &#8220;fasilitas mewah&#8221; STY dari program naturalisasi pemain baru dalam tahap membuncahkan gebyar, belum menghadirkan performa.</p>
<p>Pelatih Irak Jesus Casas yang mengalahkan Garuda 5-1 pun mengingatkan, keberlimpahan pemain naturalisasi itu seharusnya meningkatkan performa tim Indonesia sebagai kekuatan yang disegani.</p>
<p>Catatlah: Jordi Amat, Elkan Baggot, Marc Klok, Shayne Pattinama, Rafael Struick, Ivar Jenner, Justin Hubner, dan Sandy Walsh; mereka punya kapasitas untuk memperkuat pilar-pilar domestik seperti Rizky Ridho, Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Ricky Kambuaya, Rachmat Irianto, Marselino Ferdinand, Saddil Ramdani, Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri, dan Ramadan Sananta.</p>
<p>Jadi kurang apakah ketercukupan fasilitas materi pemain dari sisi ini?</p>
<p>Kalaupun akumulasi pemain cedera menjadi justifikasi celah tim ketika dikalahkan Irak 1-5, maka pasukan yang beraklimatisasi di Antalya, Turki sebelum menuju Qatar itu diharapkan menampilkan kekuatan yang berbeda.</p>
<p>Alur permainan pendek &#8211; cepat yang merupakan &#8220;core of power&#8221; sepak bola Indonesia, dalam racikan taktik <em>coach</em> STY, tentu kita harapkan bisa tuntas tertuang di Piala Asia nanti.</p>
<p>Janganlah sampai pada kesimpulan yang satiris, bahwa pelatih kelas dunia dari mana pun takkan ada yang mampu membawa timnas Indonesia keluar dari <em>barrier</em> klasik: masalah mental dan kulturalnya.</p>
<p>Tentu menyedihkan bukan, ketika ikhtiar profesional penegakan disiplin masih &#8220;disiasati&#8221; pemain dalam bentuk mendasar: mencuri-curi makan mi instan?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/30/skandal-mie-instan-dan-transformasi-kultural-shin-tae-yong">&#8220;Skandal Mi Instan&#8221; dan Transformasi Kultural Shin Tae-yong</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>