<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jurnal metafisika Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/jurnal-metafisika/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Apr 2024 13:32:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>jurnal metafisika Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Puasa dan Terapi Hati &#8211; II</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/04/05/puasa-dan-terapi-hati-ii</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Apr 2024 13:32:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jurnal Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[jurnal metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Masruri]]></category>
		<category><![CDATA[metrafisika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=408315</guid>

					<description><![CDATA[<p>PUASA, selain nilai ibadahnya, juga untuk menerangi  hati, agar nafsu lebih terkendali. Bahkan, orang yang mengikuti konsep tradisional pun meyakini, dengan puasa dan mengurangi kenikmatan dunia itu lebih mendekat dengan Pencipta-Nya. Karena mereka meyakini, setiap makanan dan minuman yang masuk dalam perut itu memiliki karakteristik tersendiri. Misalnya, makanan yang mengandung nyawa menguatkan nafsu amarah, sayur [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/05/puasa-dan-terapi-hati-ii">Puasa dan Terapi Hati &#8211; II</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignnone wp-image-145373 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/metafisika-logo-masruri.jpg" alt="" width="604" height="175" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/metafisika-logo-masruri.jpg 604w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/metafisika-logo-masruri-400x116.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/02/metafisika-logo-masruri-150x43.jpg 150w" sizes="(max-width: 604px) 100vw, 604px" /></p>
<p><strong>PUASA</strong>, selain nilai ibadahnya, juga untuk menerangi  hati, agar nafsu lebih terkendali. Bahkan, orang yang mengikuti konsep tradisional pun meyakini, dengan puasa dan mengurangi kenikmatan dunia itu lebih mendekat dengan Pencipta-Nya.</p>
<p>Karena mereka meyakini, setiap makanan dan minuman yang masuk dalam perut itu memiliki karakteristik tersendiri. Misalnya, makanan yang mengandung nyawa menguatkan nafsu amarah, sayur hijau menumbuhkan <em>semuci-suci</em> (sok suci), garam mengeruhkan hati dan pikiran, tumbuhan yang keluar dari bumi menguatkan nafsu serakah.</p>
<p>Karenanya, dengan mengurangi kadar makanan yang masuk dalam perut, menyebabkan seseorang  mendapatkan kekayaan yang bersifat batin, dan mereka yakin, dalam kondisi demikian itu, hijab atau jarak antara makhluk dengan Al-Khaliq lebih dekat.</p>
<p>Dan nafsulah yang menyebabkan manusia terdindingi dengan Allah. Artinya, jika nafsu itu dapat ditekan dengan melaparkan diri, maka dinding atau hijab antara manusia dengan Allah semakin menipis.</p>
<p>Dan menipisnya dinding itu, menyebabkan kita lebih dekat dengan Sang Pencipta dan cahaya-cahaya Allah (nurullah) lebih mudah masuk dalam hati, yaitu gudang penyimpan ilmu dan hikmah.</p>
<p><strong>Salat Malam</strong></p>
<p>Cara paling praktis mendekatkan diri kepada Allah, menurut para alim   dengan salat malam, terutama yang dilakukan pada sepertiga malam yang akhir. Menjalankan salat malam (tahajjud) dijanjikan akan dimasukkan pada tempat yang terpuji.</p>
<p>Menurut para ahli hikmah, salat malam itu terapi untuk melembutkan qalbu yang menjadi sumber utama didapatkannya ketenangan hati pada siang hari. Apalagi ketika salat malam yang disertai hati khusyuk karena mengharap ridha-Nya.</p>
<p>Dalam sebuah penelitian, membuktikan, seseorang yang menjalankan</p>
<p>salat malam, dilanjutkan dengan zikir khusyuk, pada siang hari gelombang otak lebih teratur sehingga dia mendapat ketenangan batin. Sebaliknya, jika salat dan zikir dengan terpaksa, buru-buru, gelombang pikirannya kacau dan siangnya cenderung gelisah.</p>
<p><strong>Zikir Malam</strong></p>
<p>Pada umumnya, ritual ini berkaitan dengan salat malam (qiyamullail). Zikir, dapat diartikan “ingat”. Berzikir berarti mengingat Allah, bukan sekedar dengan lisan, melainkan dengan hati. Dan zikir yang hakiki itu ingat Allah, yaitu ingatnya seluruh anggota badan dengan hukum-hukum-Nya.</p>
<p>Maka, ingatnya tangan adalah ingat hukum-hukum-Nya, ketika tangan mampu mencuri, ingatnya mata ketika mampu mengurungkan niatnya untuk melihat hal-hal yang dilarang,  dan ingatnya perut ketika mampu menolak ketika kemasukan makanan yang haram.</p>
<p>Maka, ingat kepada-Nya itu dengan mulut, yang disertai ingatnya hati dan seluruh anggota badan. Tanpa itu, bacaan lisan hanya menjadi ritual kosong yang tidak memiliki makna. Dan merenung yang dilakukan pada keheningan (malam), lebih mudah meresap dalam hati.</p>
<p>Sehingga hati lebih peka (halus) sehingga mudah menerima nasihat tentang kebajikan. Mengamalkan zikir malam, setiap guru punya cara berbeda. Ada yang lebih menekankan istighfar, karena menyadari bahwa manusia itu banyak melakukan dosa. Ada yang lebih menekankan salawat Nabi, karena dengan salawat itu, kita memperoleh kekayaan jasmani rohani.</p>
<p>Ada juga yang memilih kalimah tayyibah: <em>La ilaha illallah karena itu  sebaik-baik zikir</em>. Ada yang cukup dengan zikir ismu zat:  Allah,  Allah, Allah, dan itu dilakikan berulang kali sambil membayangkan itu adalah zikir yang terakhir kalinya, karena dia semakin mengingat, sebentar lagi ajal menjemputnya.</p>
<p>Maka, apa yang dipilih guru sebagai jalan atau tarekat, tujuannya menuju kepada Allah. Dan andaikan harus mencari cara berzikir formal (tarekat) pilih yang muktabaroh, yang memiliki mata rantai hingga Nabi SAW.  Ini untuk memantapkan hati, sekaligus ada pembimbing, tempat untuk bertanya jika  ada masalah yang berkaitan dengan amalannya.</p>
<p>Zikir, walau tidak ada keharusan diformalkan sebagai “lembaga” posisinya hampir sama dengan olah fisik. Maka, tanpa peran instruktur yang berpengalaman, seseorang cenderung tidak disiplin dan memilih amalan yang ringan.</p>
<p>Baik buruknya seseorang banyak dipengaruhi sekitarnya. Orang yang setiap saat bergaul dengan orang jahat, dia bisa terbawa arus kejahatnya. Dan jika bergaul dengan orang saleh, insya Allah dia mendapatkan sebagian dari kebaikannya.</p>
<p>Manusia itu ibarat kerbau. Jika ia berkumpul kerbau yang kotor, pelan namun pasti, kerbau yang ada disekitarnya mengenai tubuhnya. Namun jika kerbau itu berdekatan dengan pedagang minyak wangi, maka akan tersentuh dan merasakan keharumannya.</p>
<p>Begitu besar pengaruh pergaulan, maka ulama besar tasawuf, Fudhail bin ‘Iyadh memberi nasihat: “Barangsiapa duduk (bergaul) dengan ahli bid’ah, maka dia tidak akan diberi ilmu yang bermanfaat.”</p>
<p>Begitu juga jika bergaul dan membantu aktivitas orang itu, maka Allah akan menjadikan kita berada dalam pengaruhnya. “Barangsiapa yang membantu kezaliman, Allah akan menjadikannya berada di bawah kekuasaan orang zalim itu.” (H.R. Ibn Asakir).</p>
<p>Lalu siapakah orang saleh itu? Mereka tidak harus guru atau kiai. Gelar itu melekat pada orang yang keilmuan agamanya lebih dari cukup, karena kriteria kesalehan itu ada pada perilaku yang baik menurut manusia, dan menurut Allah. Tamat</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/05/puasa-dan-terapi-hati-ii">Puasa dan Terapi Hati &#8211; II</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dukun Bisu Berilmu Unik &#8211; I</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/12/25/dukun-bisu-berilmu-unik-i</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Dec 2023 12:23:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jurnal Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[dukun aneh]]></category>
		<category><![CDATA[dukun tuli]]></category>
		<category><![CDATA[jurnal metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Masruri]]></category>
		<category><![CDATA[metafisika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=390309</guid>

					<description><![CDATA[<p>BANYAK dukun kita kenal, tapi yang satu ini lain dari yang lain. Jaiman, termasuk dukun yang tidak bisa diketahui jenis ilmunya dan latar belakang proses bergurunya, karena sejak dilahirkan, dia bisu. Karena kondisinya itu mustahillah jika dia pernah berguru. Karena selain bisu, Jaiman juga tuli (dua sifat bawaan itu saling terkait) dan dia juga tidak [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/25/dukun-bisu-berilmu-unik-i">Dukun Bisu Berilmu Unik &#8211; I</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignnone wp-image-175192 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg" alt="" width="604" height="175" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg 604w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-400x116.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-150x43.jpg 150w" sizes="(max-width: 604px) 100vw, 604px" /></p>
<p><strong>BANYAK </strong>dukun kita kenal, tapi yang satu ini lain dari yang lain. Jaiman, termasuk dukun yang tidak bisa diketahui jenis ilmunya dan latar belakang proses bergurunya, karena sejak dilahirkan, dia bisu.</p>
<p>Karena kondisinya itu mustahillah jika dia pernah berguru. Karena selain bisu, Jaiman juga tuli (dua sifat bawaan itu saling terkait) dan dia juga tidak pernah sekolah, dan tidak mungkin belajar ilmu gaib dari buku. Komunikasi dengan bahasa isarat pun tidak bisa mengorek latar belakang keilmuannya.</p>
<p>Jaiman, semasa hidupnya tinggal di Desa Damarwulan, Jepara, dan lebih banyak “bicara” dengan caranya sendiri tanpa memahami pertanyaan yang ditujukan kepadanya.</p>
<p>Menurut istrinya, Jaiman sudah memiliki keistimewaan sejak pulang dari menghilang. Dikisahkan, dia lahir-sekitar tahun 1945 dalam keadaan yatim. Ayahnya meninggal ketika dia masih dalam kandungan. Saat dia berusia empat tahun, ibunya menyusul kematian ayahnya.</p>
<p>Karena sayangnya kepada Ibunya, dia sering tidur di makam Ibunya. Hingga keajaiban pun terjadi ketika anak kecil itu sering menyendiri di makam Ibunya, Jaiman tiba-tiba menghilang entah kemana, sehingga warga desa berupaya  untuk mencarinya.</p>
<p>Segala upaya pencarian tidak berhasil, 10 tahun kemudian ada warga desa yang tidak sengaja menemukan Jaiman di daerah Banyuwangi, Jawa Timur.</p>
<p>Setelah menghilang, Jaiman tumbuh menjadi remaja yang <em>nganehi-anehi</em>. Dia menguasai ilmu gaib yang prestasinya mustahil tertandingi orang-orang pintar di desanya di perbatasan Pati &#8211; Jepara.</p>
<p>Yang dianggap unik itu Jaiman dengan mudahnya mampu memerintahkan benda untuk berjalan menuju tempat yang dikehendakinya. Karena keahlian itu, warga sering memanfaatkannya.</p>
<p>Misalnya, ketika ada gelang atau jam tangan milik warga yang masuk (tercebur) ke dalam sumur, Jaiman dengan kekuatan batinnya mampu “menarik” barang itu kembali ke atas.</p>
<p>Prosesnya begitu mudah. Dia menunduk dan memejamkan mata sambil mulutnya bergumam lirih, dan selanjutnya benda yang dituju itu diperintah untuk berada di genggaman tangannya, disertai ucapan khasnya : Uk uk uk &#8230;.</p>
<p>Setiap berhasil menangani suatu kejadian yang berkaitan “keajaiban”-nya, dia bangga hati, apalagi jika Jaiman dijadikan tontonan warga. Maklum, ketika itu dia masih remaja.</p>
<p>Semasa remaja, Jaiman memiliki bawaan tempramental. Kalau dia diremehkan warga karena bisunya, dia tidak segan-segan ngerjain orang yang meremehkan cacat bawaannya. Kalau tersinggung, dia bisa menancapkan potongan lidi pada orang yang dituju. Dan lidi itu baru diambil setelah orang itu minta maaf.</p>
<p>Kemahiran menguasai benda itu bisa juga untuk menarik barang yang hilang. Dan itu tidak sekadar benda-benda kecil seperti gelang atau jam tangan, bahkan cangkul yang hilang pun bisa ditarik kembali ke termpat semula.</p>
<p>Melihat potensi Jaiman, masyarakat mencoba memanfaatkannya untuk hal-hal yang lebih bermakna, terutama yang berkaitan dengan penyembuhan. Dan spesialisasi dia berkaitan dengan orang kemasukan benda kecil pada mata, telinga, lubang hidung, termasuk yang terselak duri pada tenggorokan.</p>
<p>Setelah sering memanfaatkan keahliannya dibidang pengobatan, Jaiman mulai membatasi untuk menarik benda hilang. Tentang kemahiran Jaiman sudah tidak diragukan lagi. Dia banyak membantu warga dibidang penyembuhan dan untuk itu tidak dibutuhkan biaya.</p>
<p>Seperti yang dialami keluarga asal Karimunjawa, untuk mengeluarkan biji jagung yang masuk lubang hidung anaknya yang masih TK. Karena  biji itu sudah terlalu masuk ke dalam, dokter menyarankannya untuk ke rumah sakit dan operasi.</p>
<p>Untung, ketika itu ada seseorang yang pernah mengalami kejadian yang sama, menyarankan untuk membawa anak itu ke kediaman Jaiman. Ketika saran itu dilaksanakan, Jaiman dengan berhasil mengeluarkan biji jagung.</p>
<p>Sedikit-dikitnya, ketika saya berkunjung ke kediaman Jaiman guna wawancara, ada empat pasien yang datang dengan kasus yang berbeda. Pasien pertama, si bocah TK tersebut. Kedua adalah tukang ukir yang telinga kirinya tuli akibat kemasukan cuilan kayu dua tahun silam. Dan ketiga, guru SD yang matanya bengkak karena kemasukan lalat. <em>Bersambung</em></p>
<p><strong><em>Masruri, penulis buku praktisi dan konsultan metafisika tinggal di Sirahan Cluwak, Pati</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/25/dukun-bisu-berilmu-unik-i">Dukun Bisu Berilmu Unik &#8211; I</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jimat Alam, Jimat Buatan &#8211; II</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/03/31/jimat-alam-jimat-buatan-ii</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Mar 2023 16:17:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jurnal Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[jimat alam]]></category>
		<category><![CDATA[jimat buatan]]></category>
		<category><![CDATA[jimat dan keyakinan]]></category>
		<category><![CDATA[jurnal metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Masruri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=326539</guid>

					<description><![CDATA[<p>SAAT JALAN sore ke kali Gelis melihat rumput yang di daerah saya disebut rumput &#8220;gajah-gajahan&#8221;-an. Herannya, di Google rumput ini berubah nama menjadi &#8220;Buluh Perindu&#8221; yang konon di Pasar Jatibening, rumput itu dijual dan dibumbui sebagai sarana mistik. Nilai jual dari bunga rumput itu karena dapat bergerak sendiri saat dibasahi dengan air. Bahkan salah satu [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/31/jimat-alam-jimat-buatan-ii">Jimat Alam, Jimat Buatan &#8211; II</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-175192" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg" alt="" width="604" height="175" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg 604w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-400x116.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-150x43.jpg 150w" sizes="(max-width: 604px) 100vw, 604px" />SAAT JALAN</strong> sore ke kali Gelis melihat rumput yang di daerah saya disebut rumput &#8220;gajah-gajahan&#8221;-an. Herannya, di Google rumput ini berubah nama menjadi &#8220;Buluh Perindu&#8221; yang konon di Pasar Jatibening, rumput itu dijual dan dibumbui sebagai sarana mistik.</p>
<p>Nilai jual dari bunga rumput itu karena dapat bergerak sendiri saat dibasahi dengan air. Bahkan salah satu dari tokoh intelektual yang pernah dinominasikan sebagai calon menteri pendidikan zaman Orba pun menjadikan benda ini sebagai jimat yang ditaruh dalam pena emasnya.</p>
<p>Kesannya lucu! Namun itu sah-sah saja, yang penting yakin, karena prasang manusia itu bagian dari doa yang tidak terucap. “Katamu, doamu.” Padahal, yang banyak beredar di pasaran itu bukan benda mistis.</p>
<p>Yang dianggap sebagai buluh perindu itu aslinya bunga rumput “gajah” yang banyak tumbuh liar di pedesaan. Zaman saya kecil memanfaatkan bunga itu untuk  mainan, karena jika disisipkan pada ujung lengan baju, ketika ada gerakan tangan saat berjalan, serabut lembutnya bergerak.</p>
<p>Dan itu menyebabkan bunga itu  berjalan, yang semula ditaruh di ujung lengan baju lengan panjang, bisa berjalan dan tahu-tahu sudah berada di pundak atau leher.</p>
<p>Bunga rumput itu jika sudah dikeringkan, warnanya coklat  dan bisa jika dibasahi dengan air atau ludah bisa bergerak-gerak sendiri. Bagi yang yang belum tahu bahwa itu bunga rumput yang biasa tumbuh di jalan pedesaan, dianggap itu keajaiban.</p>
<p>Teman saya di Jakarta, karena dia jualan alat sulap dan benda-benda “mistis”  dia sering didatangi  orang untuk mencari barang unik semi magis. Itu berawal ketika dia main kerumah saya, saat jalan ke sungai, dia menemukan  banyak rumput gajah yang tumbuh di pinggiran jalan dan di kuburan.</p>
<p>Sebelumnya dia kalau ambil barang itu ke Pasar Jatibening. Bunga rumput itu, waktu usia kanak-kanak, saat saya menggembala kambing tahun 80-an, disebut rumput  jago. Kata teman itu apapun bendanya, kalau keyakinannya terhadap benda itu ada, keajaibannya bisa datang, karena Tuhan mengikuti apa yang menjadi persangkaan hamba-Nya.</p>
<p>Buluh perindu yang (katanya) asli itu infonya berasal dari Kalimantan. Buluh, artinya bambu. Adanya di kedalaman daerah rawa yang di atas bukit, dan sulit menjangkaunya, apalagi mendapatkannya, karena harus menyelami kedalaman rawa. Apalagi (katanya) di situ dijaga suku pedalaman dan makhluk halus.</p>
<p>Yang sudah ada dalam botol, biasanya diberi nama “minyak bulu perindu”. Sejarahnya minyak itu didapat dari lubang atas pohon besar. Kata kepala suku proses terjadinya minyak itu dari burung perindu yang mati tua di sarang atau di lobangnya, dan lama kelamaan bangkainya menjadi minyak dan dikeramatkan karena minyaknya diyakini istimewa.</p>
<p><strong>Asal Diyakini</strong></p>
<p>Kalau menurut saya, benda apapun bisa dijadikan jimat jika diyakini. Benda yang sama perannya menjadi berbeda tergantung provokasi yang masuk otaknya. Maka, yang mau meyakini itu azimat, silakan dan yang meyakini mainan, juga silakan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/31/jimat-alam-jimat-buatan-ii">Jimat Alam, Jimat Buatan &#8211; II</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puter Giling dan Doa Keadilan &#8211; II</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/10/07/puter-giling-dan-doa-keadilan-ii-2</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Oct 2022 09:09:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jurnal Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[jurnal metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Masruri]]></category>
		<category><![CDATA[metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[mistik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=283463</guid>

					<description><![CDATA[<p>SUATU sore ada warga ditemukan meninggal akibat tusukan senjata tajam. Setelah kasusnya ditangani Polisi, pihak keluarga,  ikhtiar mendatangi sesepuh agar pelakunya segera terungkap. Keluarga yang lain ikut melakukan hal yang sama. Ada yang menggunakan tradisi agama, dengan ilmu hikmah, ada yang dengan tradisi jawa. Tujuannya sama, agar kasus pembunuhan itu segera terungkap. Salah satu dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/10/07/puter-giling-dan-doa-keadilan-ii-2">Puter Giling dan Doa Keadilan &#8211; II</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-175192" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg" alt="" width="604" height="175" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg 604w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-400x116.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-150x43.jpg 150w" sizes="(max-width: 604px) 100vw, 604px" /></p>
<p><strong>SUATU </strong>sore ada warga ditemukan meninggal akibat tusukan senjata tajam. Setelah kasusnya ditangani Polisi, pihak keluarga,  ikhtiar mendatangi sesepuh agar pelakunya segera terungkap.</p>
<p>Keluarga yang lain ikut melakukan hal yang sama. Ada yang menggunakan tradisi agama, dengan ilmu hikmah, ada yang dengan tradisi jawa. Tujuannya sama, agar kasus pembunuhan itu segera terungkap.</p>
<p>Salah satu dari sesepuh yang didatangi, menyarankan agar  keluarga korban disarankan membaca amalan tertentu sebanyak  10 kali setelah salat mahrib. Tujuannya “mohon keadilan” dan tidak disarankan berdoa agar pelakunya tertangkap atau kena musibah.</p>
<p>“Biar Allah yang mengatur, karena Dia yang Mahaadil, ” pesan sesepuh. Mereka lalu mengamalkan doa yang diterima dari sesepuh itu. Terjadi keajaiban. Pada akhir acara tujuh hari,  cucu dari korban itu bikin gaduh.</p>
<p>Dia  “kesurupan” dan bertingkah aneh, mengigau sambil menuding salah satu warga yang hadir dalam acara tahlilan. Anak itu  berkata, “kamu yang membunuh,” sambil menangis histeris. Kejadian itu membuat suasana tahlil pun gaduh.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2022/09/30/puter-giling-dan-doa-keadilan-ii">Puter Giling dan Doa Keadilan – I</a></strong></span></p>
<p>Tentu saja warga yang dituding memungkiri, apalagi secara hukum, kesaksian anak tidak bisa diterima secara hukum. Namun tidak demikian  dengan pendapat keluarga. Kejadian heboh pada malam ketujuh itu dimanfaatkan untuk menggali informasi lebih dalam.</p>
<p>Secara diam-diam ada yang kordinasi dengan keluarga yang anggota aparat. Tentu saja, kesaksian anak kecil tidak bisa atau tepatnya tidak laku dijadikan sebagai “barang bukti” namun oleh keluarga dicari titik temu sebagai bentuk ikhtiar.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/10/07/puter-giling-dan-doa-keadilan-ii-2">Puter Giling dan Doa Keadilan &#8211; II</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nazar Jangan yang Memberatkan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/08/12/nazar-jangan-yang-memberatkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2022 13:16:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jurnal Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[jurnal metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Masruri]]></category>
		<category><![CDATA[metafisika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=270573</guid>

					<description><![CDATA[<p>RUMAH di belakang anak-anak yang sedang meloncat ini punya kisah tersendiri. Posisi rumah itu ada di samping timur rumah saya. Sebelum dibangun rumah, di situ tanah kosong. Ketika ada warga sedang konflik dengan saudaranya hingga ada yang terusir dari rumahnya, itu  mengutarakan keinginannya untuk membeli tanah orangtua saya, yang posisinya ada  di timur bangunan rumah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/08/12/nazar-jangan-yang-memberatkan">Nazar Jangan yang Memberatkan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-175192" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg" alt="" width="604" height="175" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg 604w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-400x116.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-150x43.jpg 150w" sizes="(max-width: 604px) 100vw, 604px" /></p>
<p><strong>RUMAH </strong>di belakang anak-anak yang sedang meloncat ini punya kisah tersendiri. Posisi rumah itu ada di samping timur rumah saya. Sebelum dibangun rumah, di situ tanah kosong.</p>
<p>Ketika ada warga sedang konflik dengan saudaranya hingga ada yang terusir dari rumahnya, itu  mengutarakan keinginannya untuk membeli tanah orangtua saya, yang posisinya ada  di timur bangunan rumah saya.</p>
<p>Karena iba, keluarga kami mempersilakan, bahkan tetangga itu diberi keringanan harga, bahkan dibolehkan mengangsur jika nanti sudah ada rezeki. Karena merasa tertolong, saking senangnya, janda itu ikrar, besuk akan merawat Ibu saya sepanjang hidupnya.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2022/05/13/keajaiban-doa-dan-ilmu-yakin">Keajaiban Doa dan Ilmu Yakin</a></strong></span></p>
<p>Ternyata, niat baik itu tidak kesampaian, karena dia meninggal duluan. Dan setelah itu menyusul anak lelakinya, sehingga rumah itu  suwung atau tidak berpenghuni.</p>
<p><strong>Tamu Jakarta</strong></p>
<p>Tiga bulan kemudian ada sahabat  dari Jakarta silaturahmi ke rumah saya. Beliau tanya status rumah kosong itu dan saya jawab, kosong. Karena pemilik dan anaknya meninggal, dan anak-anak yang perempuan sudah punya rumah.</p>
<p>Tamu itu lalu berkata, &#8220;Pak, bagaimana kalau rumah itu saya beli, biar nanti bisa dimanfaatkan untuk kepentingan umum, belajar, bermain, membaca (perpustakaan) pelatihan terapi, bekam, pijat, dsb.”</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/08/12/nazar-jangan-yang-memberatkan">Nazar Jangan yang Memberatkan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>‘Ajianmu’ Mewarnai Kehidupanmu</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/04/23/ajianmu-mewarnai-kehidupmu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2021 11:07:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jurnal Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[ajian]]></category>
		<category><![CDATA[jurnal metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Masruri]]></category>
		<category><![CDATA[metafisika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=165986</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; TAHUN 1981 menjelang Idul Fitri, bersama teman satu kampung, saya mudik dari terminal Pulo Gadung. Sebelum beli tiket, kami ke mushala. Setelah salat, teman saya mengatakan, tadi saat wudu dia melihat bapak sepuh yang wudu di sampingnya uangnya dalam plastik jatuh lalu diambil tukang semir. Karena iba, saya lalu menggeledah kotak semirnya, dan segebok [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/04/23/ajianmu-mewarnai-kehidupmu">‘Ajianmu’ Mewarnai Kehidupanmu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-140441 size-medium" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/metafisika-logo-masruri-7-400x116.jpg" alt="" width="400" height="116" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/metafisika-logo-masruri-7-400x116.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/metafisika-logo-masruri-7-150x43.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/metafisika-logo-masruri-7.jpg 604w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></p>
<p><strong>TAHUN</strong> 1981 menjelang Idul Fitri, bersama teman satu kampung, saya mudik dari terminal Pulo Gadung. Sebelum beli tiket, kami ke mushala. Setelah salat, teman saya mengatakan, tadi saat wudu dia melihat bapak sepuh yang wudu di sampingnya uangnya dalam plastik jatuh lalu diambil tukang semir.</p>
<p>Karena iba, saya lalu menggeledah kotak semirnya, dan segebok uang saya temukan lalu saya serahkan petugas informasi. Setelah diumumkan, menyusul panggilan agar anak muda yang menyerahkan uang itu agar datang ke ruang informasi.</p>
<p>Di ruang informasi, saya dipertemukan dengan Bapak Sepuh pedagang kopiah keliling asal Pekalongan. Beliau menangis haru karena uang hasil jualan keliling selama tiga bulan ditemukan lagi.</p>
<p><strong>Trah Ribut</strong></p>
<p>Di Jawa ada istilah pawakan atau trah yang melekat pada diri seseorang. Fenomena itu sering dikaitkan dengan “ngelmu” atau bidang yang ditekuninya. Mungkin karena saya saat itu lagi akrab-akrabnya dengan beladiri dan “kanuragan” alam pun menarik saya sering berurusan dengan power.</p>
<p>Padahal, kalau boleh memilih, saya lebih nyaman jika kemana pun selalu ketemu suasana nyaman damai. Namun alam sering “merepotkan” saya dengan hal yang berkaitan dengan urusan orang lain. Bahkan, lebaran tahun berikutnya, saya ketemu masalah lagi.</p>
<p>Saya naik bus Jakarta – Semarang. Walau sudah tertera tarif resmi, masih ada yang tidak beres. Penarikan tiket dilakukan saat bus  jalan dan dilakukan para calo, harga tiket pun naik dua kali lipat. Cara  menarik tiketnya, bus berhenti di pinggir jalan yang sepi dekat lokasi sawah.</p>
<p>Saya protes, dengan keyakinan penumpang lain bisa kompak. Dugaan saya meleset. Mereka hanya menonton. Karena tetap ngeyel, kawanan calo mengajak saya menjauh ke tengah sawah, mengajak kompromi dengan imbalan tiket gratis. Karena saya tolak, bus lalu putar balik ke Pulo Gadung.</p>
<p>Dalam kondisi kalut melihat penumpang telantar, saya berjalan ke  arah timur. Pada jarak 150 meter saya ketemu perumahan. Saya lalu minta warga mengantar saya ke penghuni perumahan yang polisi. Setelah ketemu, saya jelaskan kronologinya. Tuan rumah lalu berkomunikasi dengan Walkie Talkie, dan satu jam kemudian datang bus pengganti lalu mengantar penumpang sampai Kudus.</p>
<p>Mudik tahun berikutnya, kena masalah lagi. Saya naik bus dari terminal yang sama. Oleh yang mencari penumpang disebut ke Semarang.  Ternyata bus berhenti di Pemalang. Saya dan penumpang lain protes. Namun awak bus bersiasat, yang dia katakan di Pulogadung itu Pemalang, bukan Semarang.</p>
<p>Merasa dipermainkan, saya pakai siasat. Bus, sopir, kernet dan penumpang yang menelantarkan, saya foto.  Saya lalu dekati awak bus. Mereka saya intimidasi,  jika bus tidak sampai Semarang, akan saya tulis di koran, maksud saya di surat pembaca. Awak bus ketakutan, mengira saya wartawan. Padahal itu kamera tidak ada filmnya.</p>
<figure id="attachment_165990" aria-describedby="caption-attachment-165990" style="width: 400px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-165990" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/04/ajian-400x267.jpg" alt="" width="400" height="267" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/04/ajian-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/04/ajian-150x100.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/04/ajian-537x360.jpg 537w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/04/ajian.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-165990" class="wp-caption-text">ilustrasi. Foto; dok/ist</figcaption></figure>
<p><strong>Mulai Menulis </strong></p>
<p>Ketika saya memutuskan pulang kampung dan alih profesi menulis, saat mewawancari  kiai ahli hikmah. Saya kisahkan masa lalu saya yang kemanapun sering ketemu masalah, dsb. Oleh beliau dijelaskan, ujian manusia itu disesuaikan keilmuannya.</p>
<p>“Namun di balik itu ada hikmah, Tuhan sedang mengisi tabungan energi kepada Anda,” tuturnya.</p>
<p>Ahli hikmah yang penulis kitab itu berkisah tentang pemuda Ashabul Kahfi yang terjebak dalam gua. Mereka berdoa bergantian dengan menyebut amal baiknya agar datang pertolongan-Nya.</p>
<p>Dikisahkan tujuh pemuda yang tertidur dalam gua selama 309 tahun. Mereka sembunyi dari kejaran Raja Dikyanus karena mereka menolak menyembah berhala. Mereka lalu bersembunyi dalam goa. Kisah itu tertulis dalam Surah Al-Kahfi 18 : 14 &#8220;Dan Kami meneguhkan hati mereka diwaktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata, &#8220;Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran.&#8221;</p>
<p>Tuhan lalu menutup pendengaran dan penglihatan mereka hingga tertidur 309 tahun. Kisah ini ada dalam surah Al-Kahf ayat 10-11:” &#8220;Ingatlah ketika pemuda-pemuda itu berlindung kedalam goa lalu mereka berdoa, &#8220;Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami&#8221;. Maka Kami tutup telinga mereka dalam goa itu selama beberapa tahun.&#8221;</p>
<p>Ketika terbangun, mereka mengira hanya tidur sehari, namun ketika salah satu dari mereka keluar membeli makanan, dia heran keadaan kota sudah berubah. Itulah kisah ashabul kahfi yang ditidurkan ratusan tahun. Beliau lalu menyarankan, kisah-kisah dramatik pada masa lalu itu gunakan untuk wasilah di saat ada keruwetan. Insya Allah ada pertolongan dari-Nya.</p>
<p><strong>Kajian NLP</strong></p>
<p>Kembali pada bahasan awal, kenapa ketika saya akrab dengan ilmu Jawara justru sering bertemu masalah? Menurut Ki Noeryanto A Dhipura, manusia bukan alat elektronik yang sepaket dengan buku petunjuknya. Manusia lahir tanpa modul dan petunjuk menggunakan pikiran  <em>Neuro-Linguistic Programming (NLP)</em> tentang ilmu mengurai fenomena pikiran sadar atau bawah sadar.</p>
<p>Manusia tak jauh dari apa yang sering dipikirkan, ucapkan dan yang dilakukan. Jika sering memikirkan kemarahan, maka kemarahan itu menjadi akrab dengan kehidupannya. Jika kesenangan dan rasa syukur, kehidupannya selalu bahagia. Begitulah tradisi metafisika.</p>
<p>Maka orang yang aktif dan akrab dengan suatu amalan,  kehidupannya akan  berkembang sesuai yang diamalkan. Yang akrab dengan mantra  kesaktian, kehidupannya juga memberi ruang untuk mempraktikkan apa yang dibacanyanya, karena pikiran, tubuh dan jiwa itu satu kesatuan.</p>
<p>Maka sebelum mengamalkan wirid atau amalan-amalan “jaga diri”, kesaktian, bertimbangkan dulu sudahkah Anda siap dengan paket-paket lain yang akan hadir menyertainya? Salam!</p>
<p><em>Masruri, praktisi dan konsultan metafisika tinggal di Sirahan, Cluwak, Pati</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/04/23/ajianmu-mewarnai-kehidupmu">‘Ajianmu’ Mewarnai Kehidupanmu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8216;Mind Power Telepathy&#8217;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/08/mind-power-telepathy</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2021 10:34:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jurnal Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[jurnal metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Masruri]]></category>
		<category><![CDATA[metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[santet]]></category>
		<category><![CDATA[tenung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=138614</guid>

					<description><![CDATA[<p>TAHUN 80-an, awal kali merantau di Jakarta, teman saya punya pengalaman unik. Pada hari kelahiran atau weton berdasarkan kalender Jawa, ibunya di kampung melakukan selamatan bubur merah–putih yang dihadiri sesepuh dan para tetangga. Mereka berdoa agar anak yang sedang di perantauan diberi keselamatan, kesehatan dan dimudahkan rezekinya, ilang larane, teka warase, selamat dunia akhirat. Uniknya, saat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/08/mind-power-telepathy">&#8216;Mind Power Telepathy&#8217;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-138615" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/metafisika-logo-masruri-1.jpg" alt="" width="604" height="175" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/metafisika-logo-masruri-1.jpg 604w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/metafisika-logo-masruri-1-400x116.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/metafisika-logo-masruri-1-150x43.jpg 150w" sizes="(max-width: 604px) 100vw, 604px" />TAHUN</strong> 80-an, awal kali merantau di Jakarta, teman saya punya pengalaman unik. Pada hari kelahiran atau <em>weton</em> berdasarkan kalender Jawa, ibunya di kampung melakukan selamatan bubur merah–putih yang dihadiri sesepuh dan para tetangga.</p>
<p>Mereka berdoa agar anak yang sedang di perantauan diberi keselamatan, kesehatan dan dimudahkan rezekinya, <em>ilang larane, teka warase, </em>selamat dunia akhirat<em>.</em> Uniknya, saat keluarga sedang selamatan, itu anak yang di rantau sepanjang hari mencium bau kembang dan bubur.</p>
<p>Dia sendiri tidak hapal hari kelahirannya. Tahunya, jika setiap muncul bau khas bubur dan wangi bunga, dia lalu melihat kalender, dan benar saat itu adalah hari kelahirannya berdasarkan kalender Jawa.</p>
<p>Bukan hanya doa, pijatan Ibu pun bisa dikirim jarak  jauh. Teman saya waktu kecelakaan, malam hari antara sadar dan tidur merasa dipijat Ibunya. Pagi hari dia telepon Ibunya. Belum sempat  bertanya kabarnya, Ibunya lebih dulu bertanya, “Badanmu sudah enak? Tadi malam bajumu saya pijati.”</p>
<p><strong>Sedekah Diwakilkan</strong></p>
<p>Kisah unik dialami sahabat yang berbakti kepada kedua orangtuanya. Ketika merantau, karena saat itu teknologi transfer masih langka, dan untuk mengirim uang harus jalan jauh ke kantor pos, dia “mengirim” uang dengan caranya sendiri.</p>
<p>Dia mencari orang yang paling miskin di pasar atau terminal, lalu dia sedekah sejumlah uang dengan niat pahalanya diperuntukkan bagi  Ibunya di kampung.  Keajaiban selalu terjadi. Saat Ibunya ke pasar, ada orang tak dikenal turun dari motor dan mobil mewah, memberi sejumlah uang yang untuk ukuran pedesaan jumlahnya fantastis.</p>
<p>Tentang mengirim pesan jarak jauh ini, dalam ilmu penyembuhan tradisional,  ada yang disebut Ilmu Lawe. Yaitu teknik penyembuhan jarak jauh yang dilakukan para dukun melalui sarana tali. Saat  melakukan pemijatan jarak jauh, para dukun itu memijat lawe atau tali.</p>
<p>Konsep ini mirip reiki. Bedanya, versi tradisi dengan tirakat, mantra, pantangan. Sedangkan ala santri dengan wirid, “ Wa daraba lana masalawwa nasiya khalqah qala mayyuhyil-izama wa hiya ramim,”  (“Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; dia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?”)</p>
<figure id="attachment_138619" aria-describedby="caption-attachment-138619" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-138619" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/sant.jpg" alt="" width="681" height="497" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/sant.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/sant-400x292.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/sant-150x109.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-138619" class="wp-caption-text">ilustrasi santet</figcaption></figure>
<p><strong>Pikiran Negatif</strong></p>
<p>Konsep mengirim energi itu netral. Programnya bisa ke arah positif untuk pengobatan, namun ada juga yang memanfaatkan teknik ini untuk mengirim “energi”, misalnya dalam kasus pencurian.</p>
<p>Konsep mengirim rasa ini, tahun 80-an oleh majalah nasional terbitan Jakarta pernah memuat tulisan seseorang yang sedang bersitegang dengan tetangga. Saat marah, masuk  lintasan &#8220;ilham&#8221;  cara mengirim penyakit kepada lawannya.</p>
<p>Dia lalu membaca “mantra” karangan sendiri yang sekilas mirip ayat, namun pada bagian akhir diganti bahasa daerah, berbunyi &#8220;<em>dzalikal kek tabuk</em>.&#8221;  <em>Dzalikal</em> dalam bahasa Arab  artinya “itu” dan “<em>kek tabuk</em>”, artinya sakit perut.</p>
<p>Kalimat itu lalu diprogram untuk mengirim rasa kepada orang yang membuatnya  marah.  Mantra yang didapat “asal-comot” itu dibaca berulang kali, ditiupkan pada air dalam botol lalu mulut botol disumbat disertai visualisasi menyumbat anus musuhnya.</p>
<p>Yang terjadi kemudian, tetangga yang bikin marah itu tak bisa buang air besar. Setelah berlangsung tiga hari, karena perutnya sakit dan  mau dibawa ke rumah sakit, dia merasa iba. Dia berpikir, jangan-jangan tetangga yang sakit itu karena ulahnya. Dia lalu mencabut penutup botol. Dan pada saat yang bersamaan, tetangganya bisa buang besar dan sakit perutnya pun sembuh.</p>
<p>Suatu kalimat, walau dari ayat suci yang sengaja diucapkan dengan cara  diplesetankan, itu bisa mengundang “energi iblis”. Tradisi ini dipakai para tukang sihir untuk menyetankan diri agar dia dibantu setan, demit, jin kafir agar membantunya.</p>
<p>Teknik mengirim rasa itu dikenal diberbagai suku atau bangsa melalui olah konsentrasi, visualisasi, getaran “emosi” yang dikemas dengan budaya setempat.</p>
<p>Santet atau sihir itu sudah dikenal sejak zaman Nabi Sulaiman. Pada zaman itu “tukang sihir” termasuk profesi terhormat, bahkan Raja Ramses (Firaun) pun punya staf ahli Sihir yang kemudian ditumpas Nabi Musa AS.</p>
<p>Santet dilakukan malalui  bacaan mantra tertentu disertai konsentrasi, visualisasi disertai getaran “amarah”. Secara tradisional dipahami, hanya mereka yang otak warasnya sudah disisihkan, hingga setan mau membantunya. Dalam konsep ilmu hikmah ada kaidah : selama hati seseorang masih ditunggui iman, sulit baginya melakukan sihir.</p>
<p><strong>Penangkal Santet</strong></p>
<p>Mencegah santet yang praktis adalah membiasakan berpikir positif dalam menyikapi berbagai fenomena kehidupan. Karena yang sering bikin heboh itu bukan hanya santetnya, melainkan isu santetnya.</p>
<p>Namun demikian, bukan berarti santet itu tidak ada. Ketika Tuhan memerintahkan kita untuk  berlindung kepada-Nya dari bahaya sihir, seperti tersurat dalam Al Falaq,  An-Nas,  Yunus : 10 : 81. Ketika Tuhan memerintah kita untuk berlindung kepada-Nya dari sihir, berarti sihir atau santet itu ada.  Wakafa Billahi Wakila (Cukuplah Allah sebagai pelindung).</p>
<p><em>Masruri, praktisi dan konsultan supranatural tinggal di Sirahan, Cluwak, Ptai.</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/08/mind-power-telepathy">&#8216;Mind Power Telepathy&#8217;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cakra Manggilingan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/12/25/cakra-manggilingan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Dec 2020 08:06:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jurnal Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[cakra manggilingan]]></category>
		<category><![CDATA[jurnal metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[marsuri]]></category>
		<category><![CDATA[metafisika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=135133</guid>

					<description><![CDATA[<p>WAKTU sekolah di SLTP saya punya teman yang nakal. Jitakan tangan dan ludahnya sering hinggap di kepala teman satu kelasnya. Dua puluh lima tahun kemudian, anak itu  bekerja di  perusahaan ekspedisi dan sering bongkar muatan di toko milik teman yang dulu sering digampar dan diludahi. Pemilik toko itu baik hati. Dia tidak dendam. Bahkan saat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/25/cakra-manggilingan">Cakra Manggilingan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-135136" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/metafisika-logo-masruri-2.jpg" alt="" width="604" height="175" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/metafisika-logo-masruri-2.jpg 604w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/metafisika-logo-masruri-2-400x116.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/metafisika-logo-masruri-2-150x43.jpg 150w" sizes="(max-width: 604px) 100vw, 604px" />WAKTU </strong>sekolah di SLTP saya punya teman yang nakal. Jitakan tangan dan ludahnya sering hinggap di kepala teman satu kelasnya. Dua puluh lima tahun kemudian, anak itu  bekerja di  perusahaan ekspedisi dan sering bongkar muatan di toko milik teman yang dulu sering digampar dan diludahi.</p>
<p>Pemilik toko itu baik hati. Dia tidak dendam. Bahkan saat  saya ingatkan kejahilan teman yang dulu suka menggampar dan meludahinya, dia menjawab,”Jangan diingat, itu masa lalu, kasihan jika diungkit.”</p>
<p>Suatu hari ada dua remaja pingsan karena kecelakaan lalu lintas. Keduanya  dirawat warga. Setelah tersadar mereka mengontak ayahnya. Saat ayahnya datang, betapa kagetnya, karena yang merawat kedua anaknya itu sopir yang dulu pernah dihajar karena menabrak kambingnya.</p>
<p>Tahun 70-an ada orang diduga copet lalu dihajar masa. Lalu 20 tahun kemudian salah satu dari yang menghajar itu anak lelakinya jatuh cinta sama anak orang yang diduga copet itu. Keduanya tak bisa dipisahkan, dan orangtua mereka pun besanan.</p>
<p><strong>Kakak-Adik</strong></p>
<p>Ada kakak beradik yang sama-sama memiliki jaringan pertemanan  luas. Kakaknya, jika ada tetangga belum bekerja, dia titipkan koleganya dan dia tidak minta upah. Sebaliknya, adiknya senang menjanjikan tetangga dan kenalan kalau dia bisa memasukkan ke instansi bergengsi, dan untuk itu minta uang sogok dulu. Namun, pekerjaan tidak didapatkan, uang pun lenyap.</p>
<p>Pada hari tuanya, keduanya menuai “tabungan” yang dulu dilakukan. Anak-anak kakaknya, setelah usai pendidikannya tidak pernah melamar pekerjaan, justru bahkan dicari pekerjaan. Dan, anak adiknya, melamar kerja di mana pun tak ada yang nyenggol.</p>
<p>Begitulah kehidupan. Sentilan jari-Nya terkadang lembut, namun menyakitkan. Fenomena ini bisa disebut “karma”. Karena itu, siapapun kita, perbanyaklah menanam kebajikan, karena balasan Tuhan itu ada yang dirasakan di dunia, dan tidak perlu menunggu dibukanya pintu surga dan neraka.</p>
<p>Manusia tidak tahu <em>wolak-walike</em> zaman. Karena itu, upayakan untuk menebar kebaikan, kapan pun, dimana pun dan kepada siapapun. Perputaran hidup itu layaknya roda, ada saatnya di atas, dan ada saatnya di bawah.</p>
<p><strong>Cakra Manggilingan</strong></p>
<p>Ada mantan politikus yang besanan dengan &#8220;lawan politik&#8221; pada zaman Orba. Untungnya saat itu perseteruan lebih terkendali karena belum ada Facebook dan sarana lain untuk saling “mengumpat” secara terbuka.</p>
<p><em>Wolak-walike</em> zaman itu sering terjadi. Fenomena ini disebut <em>Cakra Manggilingan</em>, proses bekerjanya hukum alam. Orang boleh  menganggap suatu kebetulan, namun ada yang meyakini ini proses “ndilalah” atau dalam bahasa Jawa  diartikan “Kersane Allah” atau kehendak Tuhan.</p>
<p>Perputaran ini  disebut C<em>akra Manggilingan, </em>yang<em> </em>digambarkan<em> </em>dengan<em> </em>geometri bulat pipih berbentuk roda dan jerujinya.  Menggambarkan kehidupan itu layaknya roda berputar, ada saatnya di atas dan di bawah.</p>
<p>Dalam kisah pewayangan, Pandawa : Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa lahir dari istana Hastinapura yang serba kecukupan. Ketika 100 Kurawa pulang dari pengasingan, para Pandawa pilih diam untuk mencegah konflik.</p>
<p>Kurawa berlaku licik, Pandawa diusir dari istana dan pergi ke hutan Wanamarta. Namun karena kegigihannya, Pandawa berhasil membuka hutan hingga menjadi negeri Amarta. Namun, seiring berjalannya waktu, Pandawa mencapai puncak kejayaan.</p>
<p>Setelah pertemuan antara Pandawa dan Kurawa menemui jalan buntu, terjadi perang Baratayudha dan dimenangkan Pandawa hingga terjadi penggabungkan antara Hastinapura dan Amarta.  Dunia berputar, membawa Pandawa pada puncak kejayaan.</p>
<p><strong>Melalui Laku</strong></p>
<p>Dalam kehidupan, <em>Cakra Manggilingan</em> itu sering  terjadi, bahkan kita pun bisa ikhtiar untuk mempercepat proses “berputarnya” melalui sebuah laku. Pernah suatu malam ada rumah  Lurah dibobol pencuri. Selain mencuri dia pun buang hajat di rumah yang dimasuki.</p>
<p>Sebagai Lurah, dia merasa harga dirinya diinjak-injak. Dia lalu sowan sesepuh ingin ikhtiar agar pencurinya kena musibah atas perilakunya yang diluar batas kewajaran itu. Namun oleh sesepuh di Sarang, Rembang, hal itu tak diperkenankan. Dia lalu diberi konsep doa mohon keadilan pada-Nya.</p>
<figure id="attachment_135135" aria-describedby="caption-attachment-135135" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-135135" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/CakraMa.jpg" alt="" width="681" height="394" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/CakraMa.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/CakraMa-400x231.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/CakraMa-150x87.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-135135" class="wp-caption-text">Cakra manggilingan itu filosofinya, hidup bagaikan roda, kadang di atas kadang di bawah karena hidup terus berputar. Foto: ist</figcaption></figure>
<p>Beliau menasihati tamunya “Kalau pakai sihir, itu dosa besar. Orang beragama itu batasan yang boleh dilakukan adalah  berdoa mohon keadilan kepada Tuhan. Sebab jika nanti ada apa-apa dengan orang yang zalim, itu karena keadilan Tuhan, dan bukan kehendakmu.”</p>
<p>Dia lalu diberi amalan “doa mohon keadilan”. Setelah diamalkan, tujuh  hari kemudian ada tamu asal tetangga desa berjalan dengan dua tongkat karena tulang kakinya cidera berat. Tamu itu menangis dan minta maaf. Tamu itu mantan pembantu dirumah itu, dia minta maaf karena telah mencuri di rumah Mbah Lurah.</p>
<p>Ketika ditanya kenapa kakinya patah, dia mengaku saat tidur siang mimpi disuruh Mbah Lurah memetik kelapa. Antara sadar dan tidur dia memanjat pohon kelapa, dan sampai diatas pohon, dia tersadar, kaget, lalu terjatuh dari atas dan kakinya cidera berat.</p>
<p>Amalan metafisis ada yang memiliki karakter mempercepat proses berputarnya “Cakra Manggilingan” itu terhadap mereka yang berlaku zalim pada sesama. Konsep ini tidak untuk “merusak” orang lain, hanya sebatas mohon keadilan.</p>
<p>Soal bentuk keadilan itu bentuknya yang seperti apa, biarlah Tuhan yang mengatur. Karena selain  Maha Mengabulkan Doa, Dia juga Maha Adil.</p>
<p><em>Masruri, praktisi dan konsultan metafisika tinggal di Sirahan Cluwak Pati.</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/25/cakra-manggilingan">Cakra Manggilingan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Deteksi ‘Trah’ Anak: Ratu, Pandhita, atau Kawula?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/08/07/deteksi-trah-anak-ratu-pandita-atau-kawula</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2020 11:01:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jurnal Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[jurnal metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Masruri]]></category>
		<category><![CDATA[metafisika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=103452</guid>

					<description><![CDATA[<p>MANUSIA dilahirkan sudah memiliki &#8220;stempel-awal&#8221; dan nanti akan berperan sebagai apa dalam kehidupan ini. Orang Jawa membagi manusia dalam tiga &#8220;trah&#8221; yaitu: Pandhita, Ratu, dan Kawula. Seseorang itu nantinya akan kebagian peran sebagai apa, dapat dilihat dari kehidupan masa kanak-kanaknya. Trah Pandhita: Tandanya sejak usia kanak-kanak, anak itu sering mengalami peristiwa metafisis, misalnya merasa mendatangi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/07/deteksi-trah-anak-ratu-pandita-atau-kawula">Deteksi ‘Trah’ Anak: Ratu, Pandhita, atau Kawula?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong> <img loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-103453" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/08/metafisika-logo-masruri.jpg" alt="" width="604" height="175" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/08/metafisika-logo-masruri.jpg 604w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/08/metafisika-logo-masruri-400x116.jpg 400w" sizes="(max-width: 604px) 100vw, 604px" /></strong></p>
<p><strong>MANUSIA</strong> dilahirkan sudah memiliki &#8220;stempel-awal&#8221; dan nanti akan berperan sebagai apa dalam kehidupan ini. Orang Jawa membagi manusia dalam tiga &#8220;trah&#8221; yaitu: Pandhita, Ratu, dan Kawula. Seseorang itu nantinya akan kebagian peran sebagai apa, dapat dilihat dari kehidupan masa kanak-kanaknya.</p>
<p><strong>Trah Pandhita</strong>: Tandanya sejak usia kanak-kanak, anak itu sering mengalami peristiwa metafisis, misalnya merasa mendatangi suatu tempat, padahal dia baru pertama kali mendatanginya (dejavu?), berbicara tidak sengaja namun kemudian benar-benar terjadi, pintar mengobati secara alamiah dan impiannya sering menjadi kenyataan.</p>
<p>Yang disebut trah <em>Pandhita </em>itu bukan hanya spiritualis atau para suhu saja. Orang yang mencari nafkah melalui keilmuannya, misalnya dosen, guru, <em>trainer</em>, bahkan dukun sekalipun bisa masuk dalam kategori <em>pandhita</em>, dengan catatan dia memiliki sifat menjaga, memberi, dan dari sisi kemanusiaan mudah tersentuh.</p>
<p>Kelemahan tipe <em>pandhita</em> ini kurang atau bahkan tidak memiliki jiwa bisnis. Solusinya, tipe ini sebaiknya berperan sebagai investor, dan yang menjalankan bisnisnya dari kalangan <em>kawula</em>.</p>
<p><strong>Trah Ratu</strong>: Anak tersebut memiliki karisma dan wibawa secara alamiah. Ke mana pun dia pergi selalu diikuti teman-teman sebayanya bahkan termasuk juga teman-teman yang lebih dewasa usianya. Ketika dia memerintah pun dipatuhi.</p>
<p>Intinya pada usia dini itu dia sudah memiliki &#8220;anak buah&#8221; yang prosesnya almiah, dan bukan karena pengaruh materi (uang) atau makanan.</p>
<p><strong>Trah Kawula</strong>: Anak yang memiliki trah ini, tanda-tandanya dalam pergaulan sehari-hari dengan sesama temannya, dia lebih sering diposisikan sebagai “anak buah” yang tugasnya bagian yang disuruh-suruh. Dan anak itu melakukan perintah itu dengan senang hati.</p>
<p><strong>Bagi Tugas</strong></p>
<p>Konsep ini bukan berarti membagi kelas dalam pengertian “derajat” atau keunggulan sebagai sesama, melainkan lebih kepada &#8220;bagi tugas&#8221; dalam kehidupan.</p>
<p>Ibarat sebuah perusahaan, secara alamiah ada yang berperan sebagai bos atau pimpinan yang mengatur, ada karyawan yang bekerja, ada Satpam yang  menjaga keamanan para pekerja, dan ada juga spiritualis yang berdoa untuk ketenteraman, keselamatan dan keberkahan mereka yang bekerja.</p>
<p>Nah, apakah trah atau cap ini bisa diubah? Ada keyakinan, trah itu sudah ada catatan di langit.</p>
<p>Kalau dalam konsep tradisional bahwa antara nasip dengan takdir itu berbeda. Nasip, dimaknai sebagai  ketentuan Tuhan yang bisa dirubah dengan usaha, sedangkan takdir tidak dapat diubah. Dalam istilah agama, takdir dibagi  dua. Mubram, yang mutlak tidak dapat diubah, dan muallaq, yang bisa dirubah melalui doa atau usaha.</p>
<p>Karena itu, orang yang ahli bertapa (<em>riyadhah</em>), jika keinginannya terkabul, maka keturunannya memiliki bakat dibidang metafisika layaknya leluhurnya. Namun, untuk itu dia harus mengasah dirinya.</p>
<p>Jika tidak, maka “yoni”-nya bisa redup atau bahkan padam. Artinya, walau dia itu <em>trahing kusuma rembesing madu,</em> bisa saja dia kalah dengan anak orang biasa yang rajin menempa dirinya.</p>
<p>Misalnya, di Pati dikenal tokoh Saridin atau biasa dipanggil Syeh Jangkung, yang pernah berguru kepada Sunan Kalijaga dan Sunan Kudus itu dari kalangan orang biasa. Namun karena tekatnya kuat dalam mengolah diri, dia pun kemudian menjadi tokoh sakti.</p>
<p>Sebaliknya, banyak orang yang punya trah bagus, tapi dalam kehidupan prestasinya biasa-biasa saja, disebabkan dia tidak menjalani lelaku batin.</p>
<p>Berbeda dengan Soeharto, misalnya, Presiden kedua Republik Indonesia ini anak dari wanita desa bernama Sukirah, namun karena kuatnya laku prihatin yang dijalani Sang Ibu, dan Pak Harto juga sejak remaja rajin menjalani laku prihatin, maka  derajatnya pun terjunjung.</p>
<p>Nah, kalau empu atau seniman masuk kategori yang mana? Kedua profesi ini harus dilihat dulu pribadinya. Yaitu, bagian mana yang lebih dominan padanya. Karena banyak seniman yang juga sekaligus pengusaha, bahkan ada juga yang merangkap sebagai pelaku metafisika.</p>
<p>Bagaimana dengan petani? Jika dia itu pemilik lahan dan tidak dimodali orang lain, maka dia termasuk dalam kelompok <em>ratu</em>, karena dia berkuasa penuh atas lahannya, sedangkan buruh tani masuk dalam kelompok <em>kawula.</em></p>
<p>Para entertainer, <em>magician</em> atau pesulap, masuk kelompok <em>ratu</em>, karena dia memainkan profesinya dengan kemampuan teknik dan <em>skill</em> murninya. Bagaimana dengan artis?</p>
<p>Jika aktingnya bagus (pemain watak) intelektual, dia termasuk kelompok Ratu, namun jika hanya bermodal tampang, agak sulit menjawabnya, karena dia juga tidak termasuk ketiga kelompok: <em>Pandhita, Ratu,</em> maupun <em>Kawula.</em></p>
<p>Bagaimana dengan politikus? Karena politikus itu pada umumnya kombinasi dua golongan. Yaitu, di hadapan pendukung atau pemilihnya dia masuk kelompok <em>ratu</em>, namun di hadapan ketua partainya, dia menjadi kawula.</p>
<p><strong>Terapi 40 Hari</strong></p>
<p>Kalau dalam tradisi Jawa – Islam, untuk laku <em>junjung derajat</em> layaknya mengubah “ulat menjadi kupu” itu dilakukan dengan <em>riyadhah</em> atau laku batin <em>matang-puluh</em>  mengolah batin minimal 40 hari dengan menjaga diri mencegah perilaku atau kebiasaan buruk. Dan pada saat bersamaan dia memperbanyak melakukan kebajikan.</p>
<p>Menurut para ahli hikmah dan para sesepuh, menjalankan laku itu diibaratkan sedang <em>ngenthung </em>(menjadi kepompong). Bertapa dalam gua belatung yang mampu mengubah yang semula ulat gatal dan “menjijikkan” berubah menjadi kupu yang indah, bahkan bisa terbang tinggi.</p>
<p>Menurut para ahli hikmah, seseorang yang zuhud selama  40 hari, insya Allah dapat ilmu laduni.  Selama 40 hari tidak makan haram, mendapatkan hikmah, dan  40 hari ikhlas beramal, mendapat cahaya hati.</p>
<p>Jika hal itu dilakukan, banyak hikmah yang didapatkan. Karena upaya mengekang hawa nafsu untuk memperbaiki diri itu lebih utama dibanding upaya mencari keramat atau kemasyhuran.</p>
<p><em>Masruri, praktisi dan konsultan metafisika tinggal di Sirahan, Cluwak, Pati</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/07/deteksi-trah-anak-ratu-pandita-atau-kawula">Deteksi ‘Trah’ Anak: Ratu, Pandhita, atau Kawula?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>