<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jayabaya Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/jayabaya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Jun 2023 16:14:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>jayabaya Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gelar Lucu, Gelar Palsu</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/06/16/gelar-lucu-gelar-palsu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jun 2023 16:14:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jurnal Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[gelar palsu]]></category>
		<category><![CDATA[jayabaya]]></category>
		<category><![CDATA[kiai palsu]]></category>
		<category><![CDATA[metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[sarjana abal-abal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=345201</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAJALAH Panji Masyarakat dalam artikel 5 Mei 1999 tentang maraknya paranormal, yang saat itu jor-joran iklan, lengkap dengan “bumbu”-nya.  Ada yang bergelar Prof. Setelah saya telusuri, yang dimaksud Prof  itu bukan profesor, melainkan profesional. Ada yang pakai gelar KH, terkesan itu gelar keagamaan Kiai Haji. Ternyata tidak. Kemudian ada gelar MA versi mereka itu ternyata [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/06/16/gelar-lucu-gelar-palsu">Gelar Lucu, Gelar Palsu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-175192 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg" alt="" width="604" height="175" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg 604w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-400x116.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-150x43.jpg 150w" sizes="(max-width: 604px) 100vw, 604px" /></p>
<p><strong>MAJALAH </strong><em>Panji Masyarakat</em> dalam artikel 5 Mei 1999 tentang maraknya paranormal, yang saat itu jor-joran iklan, lengkap dengan “bumbu”-nya.  Ada yang bergelar Prof. Setelah saya telusuri, yang dimaksud Prof  itu bukan profesor, melainkan profesional.</p>
<p>Ada yang pakai gelar KH, terkesan itu gelar keagamaan Kiai Haji. Ternyata tidak. Kemudian ada gelar MA versi mereka itu ternyata inisial dari nama panggilan ayahnya, Mat Amin, nama lengkapnya Ahmad Amin. Termasuk yang mengkritisi fenomena itu adalah, Prof Dadang Hawari melalui media sekaligus mempertanyakan keasliannya.</p>
<p>Majalah <em>Panji Masyarakat</em> dalam laporan utamanya juga mensinyalir banyak paranormal yang memakai gelar palsu. Benarkah demikian? &#8220;Ya! Di Surabaya ada pedagang kaki lima yang tiba-tiba menjadi paranormal, dan dia memakai gelar Ir (insinyur) pada kartu namanya.</p>
<p>Hal seperti itu dianggap biasa di kalangan sebagian dari mereka. Yang agak kelewatan itu jika sudah nekat mengenakan gelar keagamaan. Misalnya, seseorang yang tahu agama sepotong-potong, dan juga tidak bisa membaca huruf atau tulisan Arab, namun dia pakai titel Romo Kiai, plus gelar &#8220;Almukarrom&#8221; pada kartu namanya.</p>
<p>Di kalangan sebagian dari mereka, gelar-gelar seperti Prof yang bisa diartikan Profesor atau Profesional, Ph.D. (Philosophie Doctor) Dr. H.C. (Doktor Honouris Causa) dan sebagainya itu dipilih sendiri dan bisa juga dibeli dari lembaga abal-abal. Dan salah satu dari penggemar  gelar abal-abal itu, pernah datang ke rumah saya.</p>
<p>Begini, suatu saat datang ke kediaman saya seorang paranormal Malaysia yang sebelum datang itu mengirim buku karyanya dan beberapa fotokopi ijazah yang pernah diraih dalam ilmu keparanormalan.</p>
<p>Terhitung, sudah dua puluh lima piagam (ijazah) dikoleksinya dan salah satunya piagam Dr. H.C. atau doktor honouris causa. &#8220;Piagam itu asli atau palsu? Saya meyakini itu palsu. Piagam itu dikeluarkan oleh lembaga “pelatihan” fiktif yang ditandatangani seseorang yang pakai gelar PROF.DR. dan sederet gelar lain tidak dikenal.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2023/06/03/hewan-dan-metafisika">Hewan dan Metafisika</a></strong></span></p>
<p>Dan dia yang titelnya panjang itu menurut teman-teman pernah berurusan dengan pihak berwajib. Termasuk seseorang di wilayah timur yang membeli gelar itu pun pernah berurusan dengan aparat.</p>
<p>Gelar abal-abal semacam itu dulu dijual bebas, bahkan ada “orang pintar”  yang belajar ilmu di Indonesia, sempat bertamu di kediaman saya, juga menunjukkan berbagai “gelar” yang didapatkan membayar  membeli, baik secara kontan, dan bisa juga dengan mengangsur.</p>
<p>Bebebara orang yang saya kenal pernah memanfaatkan gelar palsu. Kalau saya, andai diberi gratis pun tidak tega karena malu memakainya, selain itu juga sayang uangnya. Gelar itu kata rekan saya, pada tahun 80-an dijual sekitar tiga hingga empat juta rupiah.</p>
<p>Saya masih menyimpan beberapa fotokopi Piagam Doktor yang dikeluarkan Institut di Jakarta yang lembaganya tidak jelas, sebab saat saya lacak di Google tidak ada. Informasi dari kalangan wartawan, pembeli gelar doktor dari lembaga pendidikan fiktif itu pernah dipanggil kejaksaan setempat hingga  gelar itu tidak  dikenakan pada iklan keparanormalanny, Dsb.</p>
<p>Seperti pengusaha kecap atau  sambel, untuk mendapatkan register atau MD biasanya disuruh membawa contoh hasil produknya. Paranormal yang pasang iklan resmi pun semestinya aturan itu perlu dilakukan. Ini tugas Kejari untuk meneliti apakah benar gelar mereka itu, palsu atau asli.</p>
<p>Ini agar masyarakat tahu pasti apakah titel seperti MA yang ada dibelakang nama seseorang yang dikenal suka mejeng itu kepanjangan dari Master of Art atau kepanjangan dari KH yang biasa dipakai di depan nama paranormal itu benar &#8220;Kiai Haji&#8221; atau &#8220;Kanjeng Haryo&#8221;. Yang seperti ini perlu ditertibkan.</p>
<p><strong>Gelar Kiai</strong></p>
<p>Tentang gelar keagamaan (palsu) siapa yang patut menertibkannya?  Ini yang belum jelas, karena ini berkaitan etika pribadi yang menggunakannya. Saya sempat bertanya mungkinkah Majelis Ulama atau Departemen Agama? Aturan mainnya belum jelas, karena yang seperti itu tolok ukurnya pada moral yang mengenakannya.</p>
<p>Jika orang buta huruf (Arab) dan hanya hafal dalil sepotong-potong sudah berani mengenakan gelar Kiai Haji, ini kelewatan. Sebab, gelar keagamaan itu karena faktor alamiah dari masyarakat terdekat sebagai bentuk dari pengakuan pada seseorang yang layak dari sisi ilmu dan perilakunya.</p>
<p>Sebagian dari mereka yang oleh media ditulis &#8220;Kiai&#8221; setelah saya datangi, ketika saya bertanya kepada tetangganya, pada umumnya mereka  tidak menyebutkan sebagai Kiai. Saya pernah mengenal seseorang yang oleh murid-muridnya dipanggil Pak Kiai.</p>
<p>Suatu hari saya bertemu tetangganya. Saya bertanya, apakah kenal pak Kiai Anu? Dijawabnya agak ketus. “Orang itu kok dipanggil kiai, oleh tetangganya dia disebut profesi yang kurang patut.”</p>
<p>Ini mengingatkan pada sebuah hadis, bahwa kualitas seseorang (baik buruknya) itu tetangganya yang paling mengetahui.</p>
<p>Suatu saat saya ngobrol dengan seseorang di luar kota. Dia mengaku belajar ilmu dari seseorang yang ternyata dia tetangga saya yang saya kenal buta huruf namun olehnya disebut ahli kaligrafi. Terbukti, rajah (huruf Arab) ditulis sempurna.</p>
<p>Zaman akhir, sebagaimana yang telah prediksi Jayabaya, <em>Akeh wong ngedol ngelmu, akeh wong ngaku-aku&#8230; </em> banyak orang menjual ilmu, banyak orang mengaku-ngaku..</p>
<p><strong><em>Masruri, penulis buku, praktisi dan konsultan metafisika tinggal di Sirahan Cluwak Pati</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/06/16/gelar-lucu-gelar-palsu">Gelar Lucu, Gelar Palsu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Murai Batu Ekor Panjang Patahkan Mitos Kicau Mania</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/02/15/murai-batu-ekor-panjang-patahkan-mitos-kicau-mania</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Feb 2023 04:37:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hobiku]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Ajaib]]></category>
		<category><![CDATA[Cucak Hijau]]></category>
		<category><![CDATA[Gantangan Semarang 33]]></category>
		<category><![CDATA[jayabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kacer]]></category>
		<category><![CDATA[Murai Batu]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Vibrator]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=315722</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Tiga burung berkicau, Anak Ajaib (Murai Batu), Jayabaya (Cucak Hijau) dan Vibrator (Kacer), menjadi yang terbaik di kelasnya masing-masing, pada ajang Nabil Cup 5. Event yang digelar di Gantangan Semarang 33, yang berlokasi di Asrama Arhanud 15 Jangli, Semarang, Minggu (12/2/2023) lalu, diikuti peserta dari Demak, Jepara, Kudus, Pati, Salatiga, dan Kendal, dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/02/15/murai-batu-ekor-panjang-patahkan-mitos-kicau-mania">Murai Batu Ekor Panjang Patahkan Mitos Kicau Mania</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Tiga burung berkicau, Anak Ajaib (Murai Batu), Jayabaya (Cucak Hijau) dan Vibrator (Kacer), menjadi yang terbaik di kelasnya masing-masing, pada ajang Nabil Cup 5.</p>
<p>Event yang digelar di Gantangan Semarang 33, yang berlokasi di Asrama Arhanud 15 Jangli, Semarang, Minggu (12/2/2023) lalu, diikuti peserta dari Demak, Jepara, Kudus, Pati, Salatiga, dan Kendal, dengan juri Tim Ronggolawe.</p>
<p>&#8221;Event ini seharusnya terselenggara pada tahun lalu. Namun karena adanya pandemi covid-19, baru bisa terselenggara sekarang,&#8221; ucap Galuh, penyelenggara event ini dalam keterangannya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/02/15/lebih-menarik-begini-hasil-relayout-interior-perpustakaan-sdn-kaligangsa-kulon-02">Lebih Menarik! Begini Hasil Relayout Interior Perpustakaan SDN Kaligangsa Kulon 02</a></strong></p>
<p>&#8220;Partai neraka&#8221; terjadi di kelas Murai Batu dengan hadiah utama Rp 10 juta. Di sesi ini, terjadi duel sengit di antara para peserta. Namun aksi Anak Ajaib, gaco milik Nekat bf Semarang itu, tampil luar biasa.</p>
<p>Meski memiliki ekor yang panjang, namun Anak Ajaib mampu tampil apik. Anak Ajaib bahkan dinilai memecahkan mitos, bahwa ekor yang panjang tidak akan bisa berkicau. Tetapi ekor panjang Anak Ajaib ini, bukan menjadi penghalang untuk bisa beradu kualitas di lomba burung berkicau.</p>
<p>Variasi irama lagu dan tonjolan panjang-panjang disertai volume yang keras, penampilan Anak Ajaib mencolok di antara burung-burung yang berlaga saat itu. Dan berkat aksinya itu, Anak Ajaib dinobatkan menjadi Juara I kelas Murai batu Ebod Jaya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/02/15/jambret-mahasiswi-pemuda-desa-kuanyar-diringkus-polisi">Jambret Mahasiswi, Pemuda Desa Kuanyar Diringkus Polisi</a></strong></p>
<p>Di Kelas Cucak Hijau, tiket utama menjadi milik Jayabaya, milik Roy dari Bless Bird Semarang. &#8221;Burung ini <em>gampang tangi</em> (mudah bangun-<strong><em>red</em></strong>). Kalau kerja, tembakan dominannya Cucak Jenggot, Pelatuk Sampit dan Rambatan,&#8221; ungkapnya usai acara.</p>
<p>Sementara itu di Kelas Kacer, tiket utama direbut Vibrator, milik Susil TSP bf Semarang. Dalam aksinya itu, Vibrator Begitu digantang langsung menekan lawan dengan garang. Berkat aksi tarungnya yang ngotot, Vibrator berhasil meraih podium utama.</p>
<p>&#8221;Kami senang, penyelenggaraan ini berlangsung tuntas tanpa ada gangguan. Kami berharap pada event berikutnya, bisa diikuti lebih banyak peserta, dan kelas perlombaan yang lebih bervariasi, dengan hadiah yang lebih besar,&#8221; tukas Galuh.</p>
<p><em><strong>dr Prie</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/02/15/murai-batu-ekor-panjang-patahkan-mitos-kicau-mania">Murai Batu Ekor Panjang Patahkan Mitos Kicau Mania</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8216;Membaca Tanda Alam&#8217; Calon Pemimpin Jadi &#8211; Tulisan Kedua</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/10/24/membaca-tanda-alam-calon-pemimpin-jadi-tulisan-kedua</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Oct 2022 05:23:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[jayabaya]]></category>
		<category><![CDATA[jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[next jokowi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=286979</guid>

					<description><![CDATA[<p>MENURUT keyakinan lama, orang yang kuat menjadi memimpin itu, secara alamiah dapat dilihat dari pola makan dan tidurnya. Jika ada sekian calon, cara mendeteksinya, amati siapa yang paling sedikit makan dan tidurnya, itulah dia menurut ilmu titen yang nanti akan kepanjingan wahyu keprabon atau cahaya kepemimpinan. Analisis itu dikaitkan dengan kisah pewayangan yaitu perang antara [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/10/24/membaca-tanda-alam-calon-pemimpin-jadi-tulisan-kedua">&#8216;Membaca Tanda Alam&#8217; Calon Pemimpin Jadi &#8211; Tulisan Kedua</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MENURUT</strong> keyakinan lama, orang yang kuat menjadi memimpin itu, secara alamiah dapat dilihat dari pola makan dan tidurnya. Jika ada sekian calon, cara mendeteksinya, amati siapa yang paling sedikit makan dan tidurnya, itulah dia menurut ilmu titen yang nanti akan kepanjingan wahyu keprabon atau cahaya kepemimpinan.</p>
<p>Analisis itu dikaitkan dengan kisah pewayangan yaitu perang antara Amarta : Puntadewa, Werkudara, Arjuna, Nakula, Sadewa, melawan Kurawa: Durna, Kartamarma, Burisrawa, Adipati Karna, Sengkuni, “wa ala alihi washahbihi”  yang berjumlah 99. Dan akhirnya dimenangkan pihak Amarta.</p>
<p>Bukan hanya dalam peperangan, diluar peperangan pun Amarto lebih sering menang saat lomba &#8220;Olah Yudha&#8221; seperti memanah, main pedang, berlari, dsb., sedangkan Kurawa hanya menang saat &#8220;lomba&#8221; makan dan tidur.</p>
<p><strong><span style="font-size: 12pt;">Baca juga</span> <span style="font-size: 12pt;"><a href="https://suarabaru.id/2022/10/18/membaca-tanda-alam-siapa-calon-pemimpin-jadi-tulisan-kesatu">Membaca Tanda Alam Siapa Calon Pemimpin Jadi – Tulisan Kesatu</a></span></strong></p>
<p>Amati calon pemimpin Anda, siapa di antara mereka yang lebih kuat menjaga syahwat mulut (makan), mata, perut, biasanya, dialah yang nanti kedatangan wahyu kepemimpinan. Selebihnya, wallahu a&#8217;lam.</p>
<p>Jelang musim Pilkada/Pilpres, asyik juga membahas ilmu titen yaitu kebiasaan yang dicatat dan diingat para sesepuh siapa yang nanti kejatuhan pulung atau wahyu kepemimpinan.</p>
<p>Menurut ilmu titen, ketika Allah sudah berkehendak, sinyalnya dapat dibaca pada alam: dengan isyarah hati, impian yang kemudian mepengaruhi fisik dan psikis, dan tanda-tanda alam (hewan, tumbuhan) yang ada di sekitar rumahnya.</p>
<p>Satu dari sekian tanda-tanda siapa kandidat yang nanti akan unggul, itu ditandai siapa yang paling berbakti, dekat, dan disayang Ibunya. Ini sesuai unen-unen:  Sapa sing ndadekke ibune kaya ratu, mangka uripe kaya ratu, lan sapa sing ndadekke ibune kaya batur, mangka uripe ya kaya batur.</p>
<p>Artinya: Siapa yang menjadikan Ibunya seperti ratu, maka hidupnya seperti ratu, dan siapa yang menjadikan Ibunya seperti pembantu, maka hidupnya pun seperti pembantu.</p>
<p>Tanda dari yang nanti kalah? Biasanya ditandai yang masih memendam dendam, karena dendam itu ibarat batu yang terikat pada kaki yang menyebabkan seseorang tidak leluasa berjalan, meloncat atau terbang tinggi. Selebihnya.. wallahu a&#8217;lam.</p>
<p><strong>Memuliakan Ibu</strong></p>
<p>Hadist Nabi SAW: Aljannatu tahta aqdamil-ummahat,” Yang artinya: Surga terletak di bawah kaki ibu. ”Tiada kejayaan keberkahan kesuksesan tanpa restu ibu (para pemimpin besar dari masa ke masa adalah orang yang paling dekat, sayang, dan berbakti dengan ibunya.</p>
<p>Contoh, Pak Soeharto, dalam kisahnya dulu ditirakati oleh ibunya (Ibu Sukirah) dengan cara bertapa, bermohon kepada Tuhan melalui caranya agar wahyu keprabon memayungi anaknya.</p>
<p>Contoh lain masih banyak, calon pemimpin besar zaman dulu biasanya sejak kanak-kanak, remaja, sudah memiliki ketertarikan dengan olah batin, tirakat, puasa, wirid, ziarah di makam para wali, raja-raja zaman dulu agar energi gaibnya membantu cita-citanya.</p>
<p>Ini sesuai pepatah Jawa: <em>Sapa gelem pasa bakal dadi panguwasa</em>. Dan laku ini yang juga dilakukan oleh Mas karebet (Jaka Tingkir) sebelum jadi Sultan Pajang dimasa mudanya yang hobi bertapa.</p>
<p>Begitu juga dengan Ki Ageng Sela, Sunan Kalijaga, Danang Sutawijaya pendiri Kerajaan Mataram yang memiliki tradisi bertapa bahkan setelah mereka itu sudah menjadi raja dengan tujuan untuk untuk mempertahankan wahyu keprabon.</p>
<p>Sudah tampak  tanda-tanda alam untuk yang bakalan calon pemimpin. Dan saya saya tulis ini saya tulis secara umum, sebagai wawasan dan tidak saya tujuan untuk kepentingan perorangan atau kelompok. Jadi, tafsirnya terserah pembaca.</p>
<p>Ingat pitutur Jawa: <em>Sing sapa enome gelem tirakat, tuwane bakal kuat manggul drajat -sapa sing gelem tirakat bakal oleh berkat</em>.</p>
<p>Ketika Tuhan menghendaki suatu hal, maka Dia menciptakan sebab. Prediksi tentang calon pemimpin itu, serahkan kepada orang yang memiliki ilmunya dan dia tidak ada keberpihakan kepada calon yang diprediksinya. Ketika ego keberpihakan sudah ada, prediksi menjadi hambar.</p>
<p><strong>Kalah Rupa Menang Doa</strong></p>
<p>Kalau dalam ranah agama, seperti mohon petunjuk dengan salat istiharah. Saat melakukan hati harus dalam kondisi netral, tak boleh ada kecenderungan pada salah satu pilihan. Prediksi lain yang bersifat metafisis, juga </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/10/24/membaca-tanda-alam-calon-pemimpin-jadi-tulisan-kedua">&#8216;Membaca Tanda Alam&#8217; Calon Pemimpin Jadi &#8211; Tulisan Kedua</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>