<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jay Idzes Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/jay-idzes/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Dec 2025 07:14:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Jay Idzes Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Klub Milik Djarum, Como 1907, Pecundangi Klub Jay Idzes 2-0</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/11/29/klub-milik-djarum-como-1907-pecundangi-klub-jay-idzes-2-0</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 01:29:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Como 1907]]></category>
		<category><![CDATA[Djarum]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Idzes]]></category>
		<category><![CDATA[Sassuolo]]></category>
		<category><![CDATA[seri a italia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=510382</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (SUARABARU.ID) &#8211; Kisah indah Como 1907 di pentas Liga Italia (Serie A) musim 2025-2026 kembali berlanjut. Menghadapi Sassuolo dalam duel pekan ke-13, Sabtu (29/11/2025) dini hari WIB, tim promosi tersebut sukses memetik kemenangan meyakinkan 2-0 di kandang mereka, Stadion Giuseppe Sinigaglia. Dua gol kemenangan klub milik Djarum tersebut berawal dari aksi memukau Anastasios Douvikas [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/29/klub-milik-djarum-como-1907-pecundangi-klub-jay-idzes-2-0">Klub Milik Djarum, Como 1907, Pecundangi Klub Jay Idzes 2-0</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Kisah indah Como 1907 di pentas Liga Italia (Serie A) musim 2025-2026 kembali berlanjut. Menghadapi Sassuolo dalam duel pekan ke-13, Sabtu (29/11/2025) dini hari WIB, tim promosi tersebut sukses memetik kemenangan meyakinkan 2-0 di kandang mereka, Stadion Giuseppe Sinigaglia.</p>
<p>Dua gol kemenangan klub milik Djarum tersebut berawal dari aksi memukau Anastasios Douvikas pada menit ke-14, disusul gol pelengkap dari Alberto Moreno di menit ke-53.</p>
<p>Kemenangan krusial ini sontak mendongkrak posisi Como 1907 di papan klasemen sementara, kini bercokol di peringkat enam dengan koleksi 24 poin.</p>
<p>Sebaliknya, hasil minor ini memaksa Sassuolo tertahan di urutan kesembilan dengan perolehan 17 poin. Kekalahan ini juga memutus rentetan hasil apik Sassuolo di laga tandang, terutama setelah kemenangan telak 3-0 atas Atalanta pada pekan ke-11.</p>
<p>Di jadwal berikutnya, Como 1907 akan menghadapi ujian berat dengan bertandang ke markas Inter Milan, sementara Sassuolo akan menjamu Fiorentina.</p>
<p><strong>Jalannya Pertandingan</strong></p>
<p>Sebenarnya, Sassuolo mengawali laga dengan performa yang cukup menjanjikan. Gelandang serang mereka, Jesus Rodriguez, sempat mengancam di menit ke-10 lewat sepakan keras ke sudut gawang, namun kiper Como, Jean Butez, tampil sigap dan berhasil menepisnya.</p>
<p>Empat menit kemudian, penjaga gawang Sassuolo, Arijanet Muric, juga menunjukkan kelasnya dengan melakukan penyelamatan penting. Sayang, momentum berubah drastis tak lama berselang. Di menit ke-14, bek internasional Indonesia, Jay Idzes, mengalami nasib kurang beruntung. Ia gagal menyapu tuntas bola liar di area pertahanan, yang kemudian disambar oleh Douvikas untuk membawa Como unggul 1-0.</p>
<p>Sassuolo mencoba membalas. Tembakan keras Nemanja Matic dari sisi kanan kotak penalti kembali menemui tembok kokoh Butez. Sebelum jeda, Como sempat menggandakan keunggulan melalui Nico Paz (menit ke-40), namun Muric berhasil menjaga skor 1-0 hingga babak pertama usai.</p>
<p>Malapetaka kedua bagi Sassuolo dan Jay Idzes terjadi di awal babak kedua. Pada menit ke-53, sebuah insiden benturan antara Idzes dan kiper Muric saat mencoba menghalau umpan silang di kotak terlarang. Kesempatan emas ini tidak disia-siakan oleh Alberto Moreno, yang dengan mudah menceploskan bola ke gawang kosong, mengubah skor menjadi 2-0.</p>
<p>Meskipun striker andalan Sassuolo, Andrea Pinamonti, berulang kali menciptakan peluang, performa Butez di bawah mistar gawang Como sungguh luar biasa. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 untuk keunggulan Como 1907 tetap tak berubah.</p>
<p><strong>Ali Bustomi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/29/klub-milik-djarum-como-1907-pecundangi-klub-jay-idzes-2-0">Klub Milik Djarum, Como 1907, Pecundangi Klub Jay Idzes 2-0</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tambahan Pemain Baru Bikin Jay Idzes Makin Bersemangat</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/03/20/tambahan-pemain-baru-bikin-jay-idzes-makin-bersemangat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Mar 2025 03:50:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Australia]]></category>
		<category><![CDATA[Babak Kualifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[italia]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Idzes]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Serie A]]></category>
		<category><![CDATA[Skuad Garuda]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<category><![CDATA[Venezia FC]]></category>
		<category><![CDATA[Zona Asia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=466303</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes menegaskan tekadnya, untuk berjuang demi Skuad Garuda, jelang pertandingan Babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia putaran ketiga melawan Australia. Pemain yang juga membela klub Serie A Italia, Venezia FC ini menyatakan, perubahan di staf kepelatihan dan beberapa tambahan pemain baru, tidak mengurangi tekad tim untuk tampil maksimal. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/03/20/tambahan-pemain-baru-bikin-jay-idzes-makin-bersemangat">Tambahan Pemain Baru Bikin Jay Idzes Makin Bersemangat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes menegaskan tekadnya, untuk berjuang demi Skuad Garuda, jelang pertandingan Babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia putaran ketiga melawan Australia.</p>
<p>Pemain yang juga membela klub Serie A Italia, Venezia FC ini menyatakan, perubahan di staf kepelatihan dan beberapa tambahan pemain baru, tidak mengurangi tekad tim untuk tampil maksimal.</p>
<p>Hal ini menurutnya, seperti dilansir dari laman resmi Timnas Indonesia, justru akan menambah semangat para pemain untuk saling bahu membahu di setiap tantangan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/03/20/patrick-kluivert-ubah-sedikit-komposisi-tim">Patrick Kluivert Ubah Sedikit Komposisi Tim</a></strong></p>
<p>&#8221;Saya telah bekerja sama dengan pelatih sebelumnya, selama sekitar satu tahun. Dan sekarang kami bekerja dengan pelatih dan para staf yang berbeda. Mereka adalah nama besar di Belanda bahkan di dunia, dan memiliki karier yang bagus. Kami siap untuk pertandingan nanti dengan para pelatih baru dan beberapa pemain baru,&#8221; ujar Idzes, dalam sesi jumpa pers jelang pertandingan, Rabu (19/3/2025).</p>
<p>Selain itu, Jay juga mengapresiasi upaya PSSI dalam mendatangkan pemain-pemain terbaik untuk memperkuat Timnas Indonesia. Termasuk mereka yang lahir di luar negeri, tetapi memiliki darah Indonesia.</p>
<p>&#8221;Federasi (PSSI) melakukan yang terbaik untuk mendatangkan para pemain bagus, yang ingin membela Tanah Air Indonesia, seperti saya. Kami memang lahir di tempat berbeda, tapi kami siap bertarung untuk warna dan jersey yang sama untuk mewakili negara,&#8221; tambahnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/03/20/fakultas-teknologi-pertanian-usm-gelar-international-guest-lecture-via-daring">Fakultas Teknologi Pertanian USM Gelar International Guest Lecture via Daring</a></strong></p>
<p>Bek berusia 24 tahun itu juga menegaskan, suasana di dalam tim tetap kondusif, meskipun ada perubahan dan adaptasi yang harus dilakukan beberapa pemain baru. Sebut saja Emil Audero, Joey Pelupessy, Dean James serta Ole Romeny.</p>
<p>&#8221;Mereka bisa beradaptasi sangat baik, dan suasana di tim ini juga sangat baik sejauh ini,&#8221; ungkap Idzes.</p>
<p>Seperti dijadwalkan, laga kontra Australia akan digelar di Sydney Football Stadium, pada Kamis (20/3/2025). Ini akan menjadi langkah penting lainnya bagi tim Garuda dalam perjalanan menuju Piala Dunia 2026.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/03/20/tambahan-pemain-baru-bikin-jay-idzes-makin-bersemangat">Tambahan Pemain Baru Bikin Jay Idzes Makin Bersemangat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Beginikah Gambaran Tim Paten STY?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/11/16/beginikah-gambaran-tim-paten-sty</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Nov 2024 10:00:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Calvin Verdonk]]></category>
		<category><![CDATA[Ivar Jenner]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Idzes]]></category>
		<category><![CDATA[Jordi Amat]]></category>
		<category><![CDATA[Justin Hubner]]></category>
		<category><![CDATA[Nathan Tjoe-A-On]]></category>
		<category><![CDATA[Rafael Struick]]></category>
		<category><![CDATA[Ragnar Oratmangoen]]></category>
		<category><![CDATA[Sandy Walsh]]></category>
		<category><![CDATA[Shayne Pattinama]]></category>
		<category><![CDATA[Thom Haye]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=446952</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // imbaskah ini, atau sejatinya berkah?/ dia mencoba/ dan terus meramu/ dalam gelombang mencari/ lalu mencari/ yang terbaik dari gambaran keyakinannya…// (Sajak “Racikan Utama”, 2024) ITUKAH tim utama, atau masih juga menggambarkan sikap coba-coba? Dan, inikah imbas dari gelombang kehadiran pemain diaspora, yang menyebabkan Shin Tae-yong harus beradaptasi dengan skematika starting [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/16/beginikah-gambaran-tim-paten-sty">Beginikah Gambaran Tim Paten STY?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-446956 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// imbaskah ini, atau sejatinya berkah?/ dia mencoba/ dan terus meramu/ dalam gelombang mencari/ lalu mencari/ yang terbaik dari gambaran keyakinannya…//</em><br />
<strong>(Sajak “Racikan Utama”, 2024)</strong></p>
<p><strong>ITUKAH</strong> tim utama, atau masih juga menggambarkan sikap coba-coba? Dan, inikah imbas dari gelombang kehadiran pemain diaspora, yang menyebabkan Shin Tae-yong harus beradaptasi dengan skematika <em>starting eleven</em>-nya? Selalu mencoba skema baru, untuk taktik baru, hingga laga menghadapi Jepang di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, kemarin?</p>
<p>Pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 0-4 itu, bagaimanapun mengetengahkan “wajah” terbaik tim nasional Indonesia dalam versi racikan <em>coach</em> STY.</p>
<p>Inilah <em>starting evelen</em> yang ditampilkan: Maarten Paes, Jay Idzes, Rizky Ridho, Justin Hubner, Kevin Diks, Thom Haye, Nathan Tjoe A-On, Calvin Verdonk, Yacob Sayuri, Rafael Struick, dan Ragnar Oratmangoen. Menjelang akhir laga, STY memasukkan Sandy Walsh, Pratama Arhan, Witan Sulaeman, dan Marselino Ferdinan.</p>
<p>Kalau kita runut, pertandingan Grup C Pra-Piala Dunia Zona Asia di Qingdao, 15 Oktober lalu, dengan kekalahan 1-2 Pasukan Garuda, berujung pada banyak pertanyaan kepada <em>coach</em> Shin. STY dikritik tidak memiliki skema paten, sehingga belum mengetengahkan satu tim “pasti” yang dia andalkan.</p>
<p>Keputusan yang terkesan “eksperimental” itu memang tidak lepas dari kecenderungan kehadiran para pemain diaspora secara masif dalam setengah tahun terakhir. Ketika STY belum menemukan racikan skema paten, susul-menyusul pemain hadir, dengan potensi mengubah komposisi dan pilar di posisi tertentu.</p>
<p>Akibatnya, pemain yang semula sudah mematok tempat tertentu dalam tim, bisa saja harus bermain dari bangku cadangan. Kini, setelah pekan lalu Kevin Diks sudah mendapat kewarganegaraan dan mendapat tempat pertama di posisi bek sayap kanan, tampaknya arus pemain diaspora yang berpotensi memperkuat timnas belum akan berhenti.</p>
<p>Menjelang melawan Cina di kandangnya, pertengahan bulan lalu, kedatangan Mees Hilgers dan Eliano Reijnders membuat STY melakukan perubahan taktik tim secara ekstrem dengan meminggirkan sejumlah pilar. Sebelumnya, perubahan juga dilakukan ketika Calvin Verdonk resmi mendapat kewarnegaraan Indonesia.</p>
<p><strong>Tim Inti</strong><br />
Benarkah STY belum punya tim yang betul-betul paten, termasuk ketika bertanding melawan Jepang di GBK kemarin malam?</p>
<p>Pelatih asal Korea Selatan itu berargumentasi, dia mengusung tim yang berbeda dengan melihat analisis terhadap cara bermain calon lawan, lalu kesiapan setiap pemainnya dari penilaian kebugaran paling aktual. Jadi bukan karena spekulasi sikap eksperimental. Menghadapi Arab Saudi di GBK 19 November nanti, bisa jadi skema STY juga akan berbeda.</p>
<p>Banyak yang menilai, gelombang kedatangan pemain naturalisasi membuat <em>coach</em> Shin masih belum punya skema inti yang sejauh ini bisa dia patenkan.</p>
<p>Sejak dimulai babak ketiga Pra-Piala Dunia 2024, sejumlah pemain diaspora diambil sumpah sebagai warga negara Indonesia. Dari September 2024, misalnya, kiper FC Dallas, Maarten Paes dipastikan bisa membela Tim Garuda. Beberapa bulan sebelumnya, Paes sudah menjadi warga negara Indonesia, namun masih harus berproses melewati perpindahan federasi.</p>
<p>Kiprah Paes langsung dirasakan ketika tampil menghadapi Arab Saudi di Jeddah. Dia menjadi pilihan utama, menggeser kiper utama sebelumnya, Ernando Ari Sutaryadi. Dalam laga melawan Arab Saudi dan Australia, Maarten Paes menambah kualitas pertahanan dengan visi penyelamatan-penyelamatan yang mantap dan mendatangkan rasa aman. Melawan Jepang, meskipun melakukan sekali blunder dengan melepas bola ke arah lawan dan menyebabkan gol ketiga, Paes tetap menjadi benteng akhir yang diandalkan.</p>
<p>Setelah Maarten Paes, menyusul hadir Mees Hilgers dan Eliano Reijnders. Keduanya terbilang pemain elite yang bermain untuk FC Twente di Eredivisie, dengan menit bermain yang cukup. Hanya, Reijnders belum tuntas unjuk kemampuan.</p>
<p>Shin Tae-yong langsung memberi kepercayaan kepada Hilgers dalam laga melawan Bahrain di Riffa dan menghadapi Cina di Qingdao, walaupun banyak yang mempersoalkan karena sebenarnya Hilgers belum masuk dalam pemahaman taktik dan strategi <em>coach</em> STY. Jadi lebih banyak karena kepercayaan pelatih atas kualitas tekniknya.</p>
<p>Ketika itu Thom Haye yang selama ini menjadi metronom diturunkan hanya sebagai pengganti, dan terbukti bisa mencetak satu-satunya gol melawan Cina. Ketika menghadapi Jepang, “Prof” Haye kurang maksimal di tengah kondisi lapangan yang berat karena hujan lebat.</p>
<p>Skema paten STY pun menjadi bahan sorotan. STY seperti dihadapkan pada realitas untuk menetapkan pilihan utama, misalnya antara Thom Haye, Ivar Jenner, Marselino Ferdinand, Ricky Kambuaya, juga kini Malik Risaldi. Padahal dari sisi kedalaman materi tim, keberlimpahan stok itu harusnya menjadi berkah tersendiri.</p>
<p><strong>Banyak Tambahan</strong><br />
Timnas Indonesia memiliki potensi pemain berkualitas yang bergabung sepanjang 2024. Jika dibandingkan dengan putaran final Piala Asia 2023 pada awal 2024 di Qatar, pasukan STY punya banyak tambahan kualitas pemain diaspora.</p>
<p>Mereka yang datang setelah putaran final Piala Asia U23 adalah Jay Idzes, Ragnar Oratmangoen, Thom Haye, dan Calvin Verdonk. Padahal sudah ada Sandy Walsh, Shayne Pattinama, Ivar Jenner, Jordi Amat, Justin Hubner, Rafael Struick, Nathan Tjoe A-On, dan Elkan Baggot yang “diparkir” STY dalam beberapa bulan ini karena masalah disiplin.</p>
<p>Di antara deretan nama itu, pemain di luar diaspora yang bisa bersaing tercatat adalah Rizky Ridho, Marselino, Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Egy Maulana Vikri, Malik Risaldi, dan Witan Sulaeman.</p>
<p>Wahyu “Hulk” Prasetyo, Muhammad Ferrari, Yacob Sayuri, Yance Sayuri, Ramadhan Sananta, Hokky Caraka, sejauh ini sulit mendapat tepmat. Sedangkan Dimas Drajat masih akan dilihat perkembangannya. Dia dinilai bermasalah dalam masalah temperamen ketika memperkuat klubnya di laga internasional.</p>
<p>Kedalaman skuad timnas memang memungkinkan Shin Tae-yong mengotak-atik tim terbaik, dengan tetap mengombinasikan pemain naturalisasi dengan realitas kualitas mereka, tentu dengan tetap memberi semangat kepada produk-produk Liga Indonesia untuk bersaing.</p>
<p>Seiring bergulirnya waktu, makin banyak kesempatan untuk meracik potensi-potensi itu ke dalam adonan yang makin kental dari waktu ke waktu. Mereka akan menyatu dengan kebersamaan yang terus teruji sesuai dengan visi taktik <em>coach</em> STY. Dan, pada saatnya pastilah akan muncul “tim paten” Shin Tae-yong, skema terbaik STY…</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tenga</em>h &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/16/beginikah-gambaran-tim-paten-sty">Beginikah Gambaran Tim Paten STY?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Timnas Indonesia Antisipasi Kebangkitan Tuan Rumah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/10/15/timnas-indonesia-antisipasi-kebangkitan-tuan-rumah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Oct 2024 08:27:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[cina]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Idzes]]></category>
		<category><![CDATA[kualifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<category><![CDATA[Zona Asia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=441265</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong menyatakan kesiapan timnya, untuk menjalani pertandingan lanjutan putaran ketiga babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia melawan Cina, Selasa (15/10/2024). Menurut pria berusia 53 tahun itu, timnya sama sekali tidak akan meremehkan kekuatan tuan rumah. Apalagi Cina merupakan tim yang memiliki kualitas bertahan cukup baik. Walaupun sempat meraih [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/15/timnas-indonesia-antisipasi-kebangkitan-tuan-rumah">Timnas Indonesia Antisipasi Kebangkitan Tuan Rumah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong menyatakan kesiapan timnya, untuk menjalani pertandingan lanjutan putaran ketiga babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia melawan Cina, Selasa (15/10/2024).</p>
<p>Menurut pria berusia 53 tahun itu, timnya sama sekali tidak akan meremehkan kekuatan tuan rumah. Apalagi Cina merupakan tim yang memiliki kualitas bertahan cukup baik. Walaupun sempat meraih tiga kekalahan secara beruntun, Jay Idzes dkk siap mengantisipasi kebangkitan tuan rumah di pertandingan nanti.</p>
<p>&#8221;Meskipun Cina telah mengalami tiga kekalahan berturut-turut, saya tetap menghargai usaha dan penampilan mereka. Saat menghadapi banyak tim kuat di Asia, Cina sering menerapkan strategi bertahan rendah, dan berhasil tampil cukup solid,&#8221; kata Shin Tae-yong, dalam konferensi pers jelang pertandingan, Senin (14/10/2024).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/10/15/polisi-tangkap-pengedar-ganja-menemukan-barang-bukti-dua-kilogram-lebih">Polisi Tangkap Pengedar Ganja, Menemukan Barang Bukti Dua Kilogram Lebih</a></strong></p>
<p>Dirinya berharap, seperti dikutip dari laman resmi PSSI, anak asuhannya bisa memberikan performa terbaiknya, seperti yang ditunjukkan saat menghadapi Bahrain di pertandingan sebelumnya.</p>
<p>&#8221;Kedua tim memiliki peluang yang seimbang, 50-50. Hasil pertandingan nanti sangat tergantung pada siapa yang mampu memaksimalkan peluang dan mencetak gol lebih banyak,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Berbeda dengan Cina yang belum meraih poin, Timnas Indonesia justru belum terkalahkan dan bermain imbang di tiga pertandingan awal. Tak heran, jika di pertandingan ini skuad Garuda bakal bermain all out, demi mengincar tiga poin perdana.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/10/15/selalu-disinggung-bpk-komite-diminta-ikut-awasi-penggunaan-bos">Selalu Disinggung BPK, Komite Diminta Ikut Awasi Penggunaan BOS</a></strong></p>
<p>&#8221;Kami tiba di Qingdao dari Bahrain dengan semangat dan keberanian tinggi. Kami berharap dapat memberikan yang terbaik dan meraih hasil positif,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut jadwal, pertandingan antara Timnas Indonesia versus Cina digelar di Stadion Qingdao Youth Football, Selasa (15/10/2024), mulai pukul 19.00 WIB.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/15/timnas-indonesia-antisipasi-kebangkitan-tuan-rumah">Timnas Indonesia Antisipasi Kebangkitan Tuan Rumah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PSSI Akan Kirim Surat Protes ke AFC</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/10/11/pssi-akan-kirim-surat-protes-ke-afc</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Oct 2024 10:23:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmed Al Kahf]]></category>
		<category><![CDATA[Bahrain National Stadium]]></category>
		<category><![CDATA[Erick Thohir]]></category>
		<category><![CDATA[FIFA]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Idzes]]></category>
		<category><![CDATA[Ketum PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[kualifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Oman]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Zona Asia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=440670</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengatakan, pihaknya menghargai perjuangan Jay Idzes dkk, yang nyaris mengalahkan tuan rumah, Bahrain, di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, yang berlangsung di Bahrain National Stadium, Bahrain, Kamis (10/10/2024). Dalam laga ketiga penyisihan di Grup C itu, Timnas dan Bahrain saling berbagi skor, 2-2. Dalam laga [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/11/pssi-akan-kirim-surat-protes-ke-afc">PSSI Akan Kirim Surat Protes ke AFC</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengatakan, pihaknya menghargai perjuangan Jay Idzes dkk, yang nyaris mengalahkan tuan rumah, Bahrain, di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, yang berlangsung di Bahrain National Stadium, Bahrain, Kamis (10/10/2024).</p>
<p>Dalam laga ketiga penyisihan di Grup C itu, Timnas dan Bahrain saling berbagi skor, 2-2. Dalam laga yang dipimpin wasit FIFA asal Oman, Ahmed Al Kahf, Timnas sempat tertinggal 0-1 lewat gol Mohamed Marhoon.</p>
<p>Namun Indonesia bisa berbalik memimpin 2-1, lewat gol Ragnar Oratmangoen dan Rafael Struick. Sayang, kemenangan yang sudah di depan mata sirna, usai Marhoon mencetak gol keduanya di menit 90+9.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/10/11/shin-tae-yong-pahami-kemarahan-pemain-timnas">Shin Tae-yong Pahami Kemarahan Pemain Timnas</a></strong></p>
<p>&#8221;Itulah sepak bola. Banyak faktor yang menentukan hasil akhir. Saya minta semua yang ada di Timnas, fokus di laga berikut lawan Cina. Buktikan kita bisa curi poin di kandang lawan. Saya juga minta para suporter, untuk terus dan jangan berhenti beri dukungan ke para pemain,&#8221; ujar Erick Thohir, seperti dikutip dari laman resmi PSSI, Jumat (11/10/2024).</p>
<p>Sementara itu, Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga menyatakan, pihaknya akan mengirimkan surat protes kepada Konfederasi Sepak bola Asia (AFC), terkait wasit Ahmed Al Kaf, yang memimpin pertandingan itu.</p>
<p>&#8221;Kita akan kirim surat protes. Kita sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit. Seperti menambah waktu sampai Bahrain menciptakan gol,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Pada laga itu, dua gol Indonesia dicetak Ragnar Oratmangoen menit 45+3 dan Rafael Struick (74). Dengan hasil ini, Indonesia berada di posisi kelima di klasemen sementara Grup C, dengan mengemas tiga poin. Pada laga berikutnya, Indonesia akan melawan tuan rumah Cina pada Selasa (15/10/2024).</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/11/pssi-akan-kirim-surat-protes-ke-afc">PSSI Akan Kirim Surat Protes ke AFC</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Proyek Pemain Diaspora, dan &#8220;Sentilan&#8221; Merevitalisasi Liga</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/10/05/proyek-pemain-diaspora-dan-sentilan-merevitalisasi-liga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Oct 2024 10:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Erick Thohir]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Idzes]]></category>
		<category><![CDATA[Nathan Tjoe-A-On]]></category>
		<category><![CDATA[Ragnar Oratmangoen]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Thom Haye]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=439492</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // sudahkah kita berjalan ke arah yang benar?/ adakah yang harus diluruskan?/ tentu tak semudah itu meraih tujuan/ banyak pembenahan menantang/ untuk sampai ke kematangan// (Sajak “Jalan Panjang Tujuan”, 2024) TALKSHOW bersama pengamat sepak bola M Kusnaeni dan wartawan olahraga Darjo Soyat yang pekan lalu digelar RRI Semarang di Hotel Grand [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/05/proyek-pemain-diaspora-dan-sentilan-merevitalisasi-liga">Proyek Pemain Diaspora, dan &#8220;Sentilan&#8221; Merevitalisasi Liga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-439523 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/10/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/10/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/10/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// sudahkah kita berjalan ke arah yang benar?/ adakah yang harus diluruskan?/ tentu tak semudah itu meraih tujuan/ banyak pembenahan menantang/ untuk sampai ke kematangan//</em><br />
<strong>(Sajak “Jalan Panjang Tujuan”, 2024)</strong></p>
<p><strong>TALKSHOW</strong> bersama pengamat sepak bola M Kusnaeni dan wartawan olahraga Darjo Soyat yang pekan lalu digelar RRI Semarang di Hotel Grand Candi, mengupas banyak hal tentang PSSI, tim nasional, pembinaan usia dini, kompetisi liga, dan dukungan infrastruktur.</p>
<p>Acara yang dipandu oleh presenter Roshia Martiningrum itu membedah berbagai pendapat tentang seberapa jauh perjalanan timnas yang kini sedang berjuang di putaran ketiga Pra-Piala Dunia 2026 Zone Asia.</p>
<p>Secara kualitatif tersimpulkan, timnas yang sejak 2019 diasuh oleh Shin Tae-yong memang mengalami peningkatan, yang terbaca dari kenaikan peringkat FIFA, kini berada di kisaran 130.</p>
<p>Hanya, secara kuantitas, <em>coach</em> STY belum memberi trofi dari sejumlah <em>event</em> yang diikuti ketika mengarsiteki anak-anak Garuda.</p>
<p>Yang sangat terasa, dari sisi kualitatif, adalah kegairahan &#8212; dengan aksen penguatan budaya sepak bola &#8212; terutama apresiasi terhadap timnas; namun semua hal positif itu belum menghadirkan kenyataan bahwa Indonesia sudah benar-benar mampu mengatasi kemaharajaan Thailand dan Vietnam sebagai kekuatan utama Asia Tenggara.</p>
<p>Jadi, sebaiknya kita berpikir dalam pijakan realistis: jangankan bersaing di level Asia, penegasan menjadi “raja” Asia Tenggara juga belum, meskipun Malaysia kini sudah berada di bawah kita. Jalur pencapaiannya dimulai dari sini.</p>
<p><strong>Prioritas Langkah</strong><br />
Lalu apa yang harus diprioritaskan di tengah gairah PSSI menggunakan banyak pemain diaspora untuk meningkatkan standar timnas?</p>
<p>Dalam kondisi pro-kotra, kita harus sama-sama sepakat, proyek “naturalisasi pemain” itu bersifat jangka pendek. Yang justru harus dilakukan adalah merevitalisasi kompetisi liga agar mampu melahirkan pemain-pemain dengan kualitas setara dengan para pemain diaspora, yang rata-rata merupakan produk liga-liga Eropa.</p>
<p>Jika kompetisi liga bisa memunculkan kualitas pemain setara dengan Jay Idzes, Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, Nathan Tjoe A-On, atau Maarten Paes, tentu produk liga bisa bersaing untuk mendapatkan tempat sebagai <em>starter</em> di timnas.</p>
<p>Pertama-tama, liga harus dibenahi secara konsisten di semua sektor. Klub-klub memiliki pembinaan usia muda, dengan memiliki akademi, sehingga tidak harus bergantung merekrut pemain dari klub lain.</p>
<p>Revitalisasi kompetisi ini menyangkut faktor-faktor infrastruktur, manajerial klub, perwasitan, manajemen <em>sponsorship</em>, dan konsistensi kompetisi usia dini. Jika semua bisa dikelola dengan baik, maka liga bisa berharap melahirkan produk pemain dengan kesiapan fisik, teknik, dan mental yang dibutuhkan timnas.</p>
<p>Penggunaan pemain diaspora, pada sisi lain, adalah inspirasi “sentilan” untuk pembenahan kompetisi. Jadi hanya merupakan pilihan pemicu jangka pendek.</p>
<p><strong>Pemerintahan Prabowo</strong><br />
Peralihan penyelenggaraan negara dan pemerintahan dari Presiden Joko Widodo ke Prabowo Subianto pada akhir tahun ini juga kita harapkan melanjutkan kegairahan bersepak bola, yang tentu harus bertopang pada keseriusan mengelola liga.</p>
<p>Di bawah PSSI dan ketua umumnya, Erick Thohir, sejauh ini pilihan visi ke proyek pemain diaspora telah menerbitkan harapan baru. Tentu harus disusul dengan topangan syarat orientatif berupa kompetisi liga yang memadai.</p>
<p>Bukankah atensi ke liga dan timnas, adalah medium sexy dan menyentuh hati rakyat?</p>
<p>Sepak bola adalah representasi rasa yang paling mudah menggugah dua keping jiwa, antara bangga dan kecewa; dan jika hasilnya nanti memuaskan, tentu mudah membayangkan seperti apa euforia sepak bola yang bakal membuncah&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/10/05/proyek-pemain-diaspora-dan-sentilan-merevitalisasi-liga">Proyek Pemain Diaspora, dan &#8220;Sentilan&#8221; Merevitalisasi Liga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kepak Garuda dan Ide Merawat Impian</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/06/15/kepak-garuda-dan-ide-merawat-impian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Jun 2024 10:00:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ivar Jenner]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Idzes]]></category>
		<category><![CDATA[Justin Hubner]]></category>
		<category><![CDATA[Nathan Tjoe-A-On]]></category>
		<category><![CDATA[Rafael Struick]]></category>
		<category><![CDATA[Ragnar Oratmangoen]]></category>
		<category><![CDATA[Sandy Walsh]]></category>
		<category><![CDATA[Shayne Pattinama]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Thom Haye]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=420045</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // impian apa lagi yang membubung?/ dari Olimpiade ke Olimpiade/ dari Piala Dunia ke Piala Dunia/ agar tak kosong menjulang/ agar tak hanya mengapung/ dan lagi-lagi hilang melayang&#8230;// (Sajak “Mimpi-mimpi Garuda”, Juni 2024) KEBANGGAAN apa yang Anda rasakan, setelah Asnawi Mangkualam dkk memastikan lolos ke putaran ketiga babak kualifikasi Piala Dunia [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/06/15/kepak-garuda-dan-ide-merawat-impian">Kepak Garuda dan Ide Merawat Impian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-420058 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/06/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// impian apa lagi yang membubung?/ dari Olimpiade ke Olimpiade/ dari Piala Dunia ke Piala Dunia/ agar tak kosong menjulang/ agar tak hanya mengapung/ dan lagi-lagi hilang melayang&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Mimpi-mimpi Garuda”, Juni 2024)</strong></p>
<p><strong>KEBANGGAAN</strong> apa yang Anda rasakan, setelah Asnawi Mangkualam dkk memastikan lolos ke putaran ketiga babak kualifikasi Piala Dunia 2026?</p>
<p>Boleh jadi, kita akan sama-sama mengepalkan tangan, “Ayo, sedikit lagi&#8230;!”</p>
<p>Atau Anda mengungkapkannya dengan menggeretakkan gigi, “Kapan lagi kalau tidak sekarang?”</p>
<p>Jalan memang masih panjang membentang. Kemenangan 2-0 atas Filipina di Stadion GBK Jakarta, 11 Juni lalu memastikan tim racikan Shin Tae-yong itu menjadi <em>runner up</em> di bawah Irak. Dan, suka atau tidak suka, kita menampilkan tim terbaik dengan mayoritas pemain produk naturalisasi yang menjadi pilar baru tim nasional.</p>
<p>Soal “nyaris”, pasukan Sinyo Aliandoe juga pernah hampir menembus tirai sakral Piala Dunia 1986, namun di babak kedua Subgrup IIIB Asia Timur, dalam laga tandang dan kandang kalah 0-2 dan 1-4 dari Korea Selatan, yang akhirnya menjadi salah satu wakil Asia.</p>
<p>Herry Kiswanto, Elly Idris, Rully Nere, Bambang Nurdiansyah, Ristomoyo, Marzuki Nyakmad, Hermansyah, Aun Harhara, dkk tampil impresif dan menjadi juara dalam penyisihan subgrup yang juga dihuni India, Thailand, dan Bangladesh. Ingar-bingar kebanggaan terhadap timnas betul-betul kita rasakan pada 1985.</p>
<p><strong>Gol Thom Haye</strong><br />
Tendangan eksotik sang metronom Garuda, “Prof” Thom Haye ke gawang Filipina, yang dilengkapi gol sundulan Rizky Ridho, akhirnya menjadi pembeda; menguatkan realitas betapa penting keberadaan para pemain naturalisasi dalam barisan timnas.</p>
<p><em>Coach</em> STY menurunkan mayoritas pemain keturunan dalam laga tersebut. Hanya Ernando Ari, Muhammad Adisatriyo, Asnawi, Rizky Ridho, dan Marselino Ferdinand yang dimainkan. Pratama Arhan menggantikan debutan &#8212; Calvin Verdonk di babak kedua.</p>
<p>Indonesia memiliki alternatif banyak pemain yang setara, dan sekarang dengan tambahan pendatang baru Verdonk, STY tinggal menskemakan taktik sesuai kebutuhaan. Dari Jay Idzes, Justin Hubner, Nathan Tjoe A-On, Shayne Pattinama, Sandy Walsh, Ivar Jenner, Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, dan Rafael Struick.</p>
<p>Dari Liga 1, STY masih memiliki materi rotasi substitusi seperti Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri, M Dimas Drajat, Yacob Sayuri, Ricky Kambuaya, Rachmat Irianto, Pratama Arhan, Muhammad Ferrari, Adam Alis, dan Malik Risaldi.</p>
<p>Progres naturalisasi pemain ini boleh dilihat sebagai ungkapan “ketidaksabaran” Indonesia (dalam hal ini PSSI) dalam menunggu stabilitas kompetisi liga dalam memproduksi pemain-peman yang betul-betul layak bersaing di era kompetisi global sekarang.</p>
<p>Ada yang menyarankan agar timnas menggunakan hanya 60 persen pemain naturalisasi, dan yang 40 persen tetap produksi Liga 1. Namun kenyataan bahwa yang mendapat paspor Indonesia adalah pemain-pemain dengan darah Indonesia, sejatinya sudah menyiratkan jawaban, bahwa ini adalah “hak” anak bangsa yang akhirnya memilih kewarganegaraannya, dan mengambil kesempatan menentukan akan membela timnas sepak bola negara mana sesuai dengan paspor yang dia kantungi.</p>
<p>Polemik dan opini semacam itu saya perkiraan masih akan terus berlanjut, dan kondisi itu sebenarnya sehat untuk mendorong memperkuat stabilisasi kompetisi liga kita, yang diakui atau tidak, memang masih mengetengahkan banyak masalah terkait dengan tanggung jawab untuk meningkatkan kualitasnya.</p>
<p><strong>Impian-impian</strong><br />
Impian, yang menjadi dambaan timnas sepak bola negara mana pun, bisa diduga mewujud dalam angan-angan: bagaimana bisa tampil di putaran final Piala Dunia dan Olimpiade.</p>
<p>Pergulatan setiap negara lewat kualifikasi di setiap zona begitu riuh, dan setiap empat tahun sekali Indonesia juga ikut larut dalam suasana demikian.</p>
<p>Bermimpi, dan terus bermimpi.</p>
<p>Kita tidak bisa membayangkan, apakah pola dalam program naturalisasi pemain ini akan dipolakan dalam pembangunan timnas kita yang mengikuti irama sepak bola global dan realitas keniscayaan diaspora yang makin banyak, atau bakal ada saat ketika titik pembinaan lebih memercayai kompetisi liga sebagai sumber timnas.</p>
<p>Saya kira kedua-duanya memiliki keabsahan argumentasi yang sama. Terus berada dalam proyek naturalisasi dengan rel dan regulasi internasional sendiri, dan serius meng-<em>up grade</em> kompetisi hingga ke titik dapat memperkuat kebutuhan pemain timnas.</p>
<p>Juga perlu, memperkuat jaringan pemasaran pemain untuk bisa ditoleh dan diminati oleh liga-liga <em>abroad,</em> seperti perjalanan karier Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Witan Sulaeman, Egy Maulana Virki, Saddil Ramdhani, dll.</p>
<p>Saya tidak hendak membicarakan tentang kelanjutan peluang lolos ke Piala Dunia setelah Tim Garuda bisa masuk ke fase ketiga kualifikasi. Yang ingin saya kedepankan sebagai bahasan pekan ini adalah, bagaimana kita “merawat impian” dengan memperkuat indikator-indikator untuk menjadikan impian itu sesuatu yang realistis, logis, dan bisa dipertanggungjawabkan&#8230;</p>
<p>Tak pula keliru jika saya mengucapkan selamat kepada Asnawi Mangkualam cs atas babak baru perjuangan yang telah menanti&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/06/15/kepak-garuda-dan-ide-merawat-impian">Kepak Garuda dan Ide Merawat Impian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membangkitkan Lagi “Monster” di Timnas Garuda</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/04/06/membangkitkan-lagi-monster-di-timnas-garuda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Apr 2024 10:00:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Jacob Sayuri]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Idzes]]></category>
		<category><![CDATA[Justin Hubner]]></category>
		<category><![CDATA[Rizky Ridho]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Witan Sulaeman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=408213</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // legenda punya sejarah dan era/ yang terkadang hanya membayang/ sebagai inspirasi/ tak mudah dia tergantikan/ seperti kerinduan di langka waktu/ benar-benarkah kita kehilangan jejak/ sang pahlawan monster ganas?// (Sajak “Sang Monster”, 2024) LINI belakang bak “Ferrari”, lini depan seperti angkot. Ya, netizens memang digambarkan sebagai “maha benar dengan apa pun [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/06/membangkitkan-lagi-monster-di-timnas-garuda">Membangkitkan Lagi “Monster” di Timnas Garuda</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-408227 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/04/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// legenda punya sejarah dan era/ yang terkadang hanya membayang/ sebagai inspirasi/ tak mudah dia tergantikan/ seperti kerinduan di langka waktu/ benar-benarkah kita kehilangan jejak/ sang pahlawan monster ganas?//</em><br />
<strong>(Sajak “Sang Monster”, 2024)</strong></p>
<p><strong>LINI</strong> belakang bak “Ferrari”, lini depan seperti angkot.</p>
<p>Ya, netizens memang digambarkan sebagai “maha benar dengan apa pun komennya”. Dan, saya menemukan komentar di sebuah media <em>online</em>, soal performa tim nasional Garuda dalam <em>leg</em> 1 laga Pra-Piala Dunia melawan Vietnam di Stadion Gelora Bung Karno, 21 Maret lalu.</p>
<p>Trio bertahan Jay Idzes, Justin Hubner, dan Rizky Ridho tampil oke untuk meredam tekanan The Golden Star Warriors, terutama pada awal babak pertama. Jay dan Nathan sebagai debutan naturalisasi memperlihatkan performa berkelas. Sebaliknya, lini penyerang lagi-lagi mendapat sorotan karena tidak memperlihatkan impresivitas untuk membongkar pertahanan Vietnam. Sama seperti di Piala Asia 2023 di Qatar: tak ada kontribusi gol dari barisan penggempur.</p>
<p>Untungnya, Egy Maulana Vikri &#8212; yang <em>notabene</em> berposisi sebagai penyerang &#8212; memberi suasana lain dengan golnya pada menit ke-52. Rafael Struick dan Hokky Caraka tidak memberi ancaman serius ke gawang Filip Nguyen. Egy, sang penentu kemenangan juga hadir dari bangku cadangan. Hokky Caraka justru menjadi <em>starter</em>, yang menurut <em>coach</em> Shin Tae-yong, itu merupakan bagian dari taktiknya, termasuk memberi kesempatan kepada pemain muda potensial. Witan Sulaeman, Jacob Sayuri tampil kurang menggigit. Sedangkan Muhammad Ramadhan Sananta dan Dimas Drajat tidak mendapat menit bermain.</p>
<p>Pada <em>leg</em> kedua di Hanoi, tiga gol dicetak oleh Jay Idzes, Ragnar Oratmangoen, dan Ramadhan Sananta. Artinya, keprihatinan tentang kebuntuan gol dari para penyerang untuk sementara bisa terjawab lewat aksi individu Ragnar dan eksekusi mematikan Sananta.</p>
<p>Di luar fakta itu, realitasnya, dalam beberapa bulan terakhir ini kelangkaan sosok penyerang yang disegani lawan menjadi diskursus viral tentang skematika ideal tim nasional Indonesia. Apalagi ketika timnas disemarakkan oleh kehadiran para pemain keturunan, yang sejak akhir bulan ini menjadi materi mayoritas.</p>
<p>Shin Tae-yong jelas termanjakan dari sisi kemewahan stok pemain, walaupun ada kerisauan tentang realitas striker berkelas “monster”. Fakta tiadanya mesin gol produktif merupakan kenyataan lain. Di samping menjadi titik kurang dari racikan STY, dari sisi substansi kualitas kompetisi, tentu menggelisahkan.</p>
<p>Mengapa dulu sepak bola kita memiliki para penyerang berkelas “abang jago”, yang lahir sebagai produk kompetisi, baik di era amatir Divisi Utama Perserikatan PSSI, masa-masa semi-profesional Galatama, era Ligina, lalu melembaga ke Liga 1, 2, dan 3?</p>
<p>Mengapa dulu kita bisa menghadirkan legenda-legenda yang bahkan moncer hingga ke percaturan mancanegara? Dari Andi Ramang, Soetjipto Soentoro, Risdianto, Ricky Yacobi, Bambang Pamungkas, Kurniawan Dwi Yulianto, hingga era Bagus Kahfi dan Egy Maulana Vikri?</p>
<p>Para striker kita pernah mengukir kiprah impresif sebagai mesin gol yang sangat diperhitungkan di Piala AFF, namun sejak 2012, 2014, 2016, 2018, 2020 (2021), dan 2022, yang mendominasi adalah pemain Thailand dan Vietnam, yang kini tercatat sebagai dua tim terkuat Asia Tenggara. Dulu nama-nama Gendut Dony, Bambang Pamungkas, Ilham Jayakesuma, dan Budi Sudarsono mampu menggetarkan lawan, bahkan masuk dalam sejarah <em>top scorer.</em></p>
<p><strong>Hadi Ismanto</strong><br />
Nah, ingatkah Anda pada nama Wiel Coerver?</p>
<p>Pelatih legendaris asal Belanda itu lekat dengan sejarah tim nasional yang “nyaris lolos” ke Olimpiade Montreal 1977. Hanya karena kalah adu penalti melawan Korea Utara dalam final menegangkan di Senayan pada 1976, Iswadi Idris dkk gagal mewujudkan mimpi.</p>
<p>Ingat pulakah Anda kepada Hadi Ismanto?</p>
<p>Penyerang asal Persebaya Surabaya itu merupakan salah satu pemain kepercayaan Wiel Coerver. Suatu ketika, pelatih yang pernah mengarsiteki Feyenoord itu menyebut Hadi sebagai pemain Indonesia yang berkapasitas layak bermain di liga Eropa.</p>
<p>Striker andalan Coerver memang bukan hanya Hadi Ismanto. Dia juga memercayai Risdianto, tombak licin yang merupakan penyerang terbaik Indonesia pada masanya. Ketika untuk kali kedua menangani timnas pada 1979, Coerver memercayakan tugas penyerang kepada Joko Malis Mustafa.</p>
<p>Ris, Hadi, dan Joko adalah realitas talenta dalam rangkaian sejarah timnas Indonesia. Sebelum itu, yang sangat populer adalah Ramang, striker andalan <em>coach</em> Tony Poganik. Pemain berjejuluk “Kurcaci Monster” itu ikut menahan Uni Soviet 0-0 di Olimpiade Melbourne 1956. Sebelumnya dia ikut menahan imbang 2-2 Jerman Timur dalam sebuah laga persahabatan. Dalam durasi karier (1947-1960, dan 1962-1968), ia pernah membukukan 19 gol hanya dari lima laga.</p>
<p>Kehebatan Ramang menitis ke Soetjipto Suntoro, yang disebut-sebut sebagai “Macan Asia” pada era 1960-an hingga awal 1970-an. Gareng, panggilan akrabnya, menjadi andalan tim Garuda ketika menjuarai turnamen Piala Aga Khan 1966 di Bangladesh, dan Piala Raja di Thailand 1978. Pada usia 16 tahun, dia mencetak 19 gol dalam Piala Asia Yunior 1959.</p>
<p>Pasca-Soetjipto, timnas mengandalkan Risdianto, lalu Hadi Ismanto, Joko Malis, Bambang Nurdiansyah, Sain Irmis, Wahyu Tanoto, Adolof Kabo, Ricky Yacobi, dan Singgih Pitono, sebelum muncul talenta muda Bambang Pamungkas, Purwanto, Ilham Jayakusuma, Gendut Dony, Budi “Ular Python” Sudarsono, Widodo Cahyono Putro, Rochy Puttiray, Kurniawan Dwi Yulianto, Syamsir Alam, Irfan Bachdim, Cristian Gonzales, Boaz Solossa, Titus Bonai, Ilham Udin Armaiyn, Bagus Kahfi, Egy Maulana Vikri; lalu para striker <em>coach</em> Shin seperti Dimas Drajat, Ramadhan Sananta, dan Dedik Sulistyawan. Yang paling muda sekarang adalah angkatan Arkhan Kaka dan Hokky Caraka.</p>
<p>Mereka memiliki keistimewaan masing-masing, dan sempat mendapat publikasi luas di media sebagai “wonderkid” Indonesia, namun tak sampai membuat gentar lawan seperti Ramang, Soetjipto, Bambang, dan Kurniawan.</p>
<p><strong>Striker Asing</strong><br />
Kompetisi liga kita memiliki sejumlah potensi penyerang, namun kenyataannya memang tak banyak produk lokal yang unggul. Liga 1 musim 2023-2024 mencatat 25 hingga 30 penyerang, akan tetapi hanya sedikit dari jumlah tersebut yang rutin bermain sebagai <em>starter.</em> Bahkan beberapa striker kini banyak yang dioperasikan tidak dalam posisi aslinya.</p>
<p>Keberadaan striker asing-kah yang menjadi penyebab keterhambatan talenta-talenta muda kita untuk berkembang? Padahal rata-rata ke-18 klub liga punya enyerang asing. Pelatih, karena tuntutan hasil, lebih memercayai striker asing, sehingga produk lokal hanya mendapat menit bermain yang terbatas.</p>
<p>Kondisi bersaing dan keminiman menit bermain merupakan kenyataan yang dihadapi para penyerang kita. Pada sisi lain, banyak “wonderkid” yang tak bisa berkembang sesuai dengan performa talentanya saat masih bermain di kelompok umur.</p>
<p>Ketidakberkembangan karena faktor mental, ketidaksiapan publisitas sebagai pesohor, juga kurangnya atensi klub untuk memberi ruang cukup penyaluran bakat,</p>
<p>Dilematika timnas terhadap pemain untuk posisi tertentu yang dimulai dari keminiman produk kompetisi liga, selalu menjadi “lagu lama”. Tentu sulit berharap para pelatih &#8212; terutama pelatih asing &#8212; yang mau berpikir idealistis membantu pengembangan talenta-talenta lokal. Di hadapan tuntutan menang, <em>mindset</em> pragmatisnya adalah menurunkan semaksimal mungkin materi pemain yang dia miliki.</p>
<p>Maka sebagian jalan keluar dari persoalan “krisis monster” ini antara lain bergantung pada pemain sendiri. Bagaimana mereka meningkatkan etos berlatih, tidak minder bersaing dengan para pemain manca, dan bekerja keras secara profesional.</p>
<p>Begitulah cara terbaik untuk menaklukkan perhatian pelatih. Ciptakan kondisi, “Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda&#8230;”</p>
<p>Tunggulah kabar baik dari penampilan timnas. Apakah representasi “monster macan” itu akan melekat pada Ragnar Oratmangoen, Rafael Struick, Ramadhan Sananta, Egy Maulana Vikri, atau Dimas Drajat, bahkan Hokky Caraka&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/06/membangkitkan-lagi-monster-di-timnas-garuda">Membangkitkan Lagi “Monster” di Timnas Garuda</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Timnas Garuda dalam Bahasa Orkestrasi Naturalisasi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/03/30/timnas-garuda-dalam-bahasa-orkestrasi-naturalisasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Mar 2024 10:00:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Edo Febriansyah]]></category>
		<category><![CDATA[Egy Maulana Vikri]]></category>
		<category><![CDATA[INDRA SJAFRI]]></category>
		<category><![CDATA[Jacob Sayuri]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Idzes]]></category>
		<category><![CDATA[Marselino Ferdinand]]></category>
		<category><![CDATA[Nathan Tjoe-A-On]]></category>
		<category><![CDATA[Ragnar Oratmangoen]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan Sananta]]></category>
		<category><![CDATA[Rizky Ridho]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Thom Haye]]></category>
		<category><![CDATA[Witan Sulaeman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=407030</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // nikmatilah bahasa universal sepak bola/ anak-anak bangsa melebur tanpa sekat jiwa/ mereka tanamkan etos garuda di dada/ menepiskan primordi lokal dan manca&#8230;// (Sajak “Bahasa Sepak Bola”, 2024) SEPERASAAN saya, belum pernah saya menikmati permainan tim nasional sepak bola kita yang seimajinatif dan sesolid pertunjukan di Stadion My Dinh, Hanoi, 26 [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/30/timnas-garuda-dalam-bahasa-orkestrasi-naturalisasi">Timnas Garuda dalam Bahasa Orkestrasi Naturalisasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-407032 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// nikmatilah bahasa universal sepak bola/ anak-anak bangsa melebur tanpa sekat jiwa/ mereka tanamkan etos garuda di dada/ menepiskan primordi lokal dan manca&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Bahasa Sepak Bola”, 2024)</strong></p>
<p><strong>SEPERASAAN</strong> saya, belum pernah saya menikmati permainan tim nasional sepak bola kita yang seimajinatif dan sesolid pertunjukan di Stadion My Dinh, Hanoi, 26 Maret kemarin.</p>
<p>Dari determinasi, konfidensi, kemantapan transisi, kreativitas, kecepatan pengambilan keputusan, hingga pemanfaatan peluang.</p>
<p>Bukan hanya lantaran Asnawi Mangkualam dkk menang atas Vietnam di kandangnya untuk menyamai catatan 20 tahun silam, lebih dari itu orkestrasi permainan anak-anak Garuda memang terasa mantap.</p>
<p>Membanggakan, itu pasti.</p>
<p>Apakah karena ketepatan Jay Idzes cs menerjemahkan skema taktik yang dirancang oleh pelatih Shin Tae-yong?</p>
<p>Apakah karena tuan rumah Vietnam sudah terlebih dahulu “kena mental” setelah kekalahan 0-1 di Jakarta, 21 Maret lalu?</p>
<p>Atau inikah sesungguhnya “pertunjukan” dari berkah kebijakan menggunakan materi pemain naturalisasi?</p>
<p>Semua konsiderans itu bisa saja benar; namun kemajuan performa Indonesia memang sangat terasa dalam dua laga terakhir Pra-Piala Dunia, setelah sebelumnya tampil menjanjikan dalam putaran final Piala Asia 2023 di Qatar.</p>
<p>Proses cepat adaptasi para pemain baru naturalisasi terbilang luar biasa. Jay Idzes dan Nathan Tjoe-A-On tak canggung sejak debut di <em>leg</em> pertama di Senayan, sementara Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen langsung “tune in” dengan memberi kontribusi besar bagi kemenangan 3-0 di Hanoi.</p>
<p>Thom dengan <em>assist</em> tendangan penjuru yang disambar oleh tandukan Jay Idzes, sedangkan Ragnar menyumbang gol lewat aksi individu ciamik sebelum membobol gawang Filip Nguyen.</p>
<p><strong>Soliditas Tim</strong><br />
Bukan hanya kecepatan “melebur” ke dalam adonan jiwa tim, spirit, dan kontribusi pemenangan, keempat pemain yang baru saja mendapat kewarganegaraan Indonesia itu juga tampak menerjemahkan bahasa universal sepak bola dengan sangat baik.</p>
<p>Apa pun sorotan yang masih juga tersampaikan dalam aneka pemberitaan media, kemeleburan para pemain keturunan itu memberi pesan tentang sisi lain semangat kebangsaan. Itulah nasionalisme sepak bola lewat bahasa khasnya!</p>
<p>Bukankah terbukti Mark Klok, Justin Hubner, Jay Idzes, Nathan, Ivar Jenner, dan para pemain lainnya telah membuncahkan harapan, kegembiraan, dan kebanggaan bagi sepak bola Indonesia?</p>
<p>Bukankah penampilan mereka pun akhirnya memberi “vitamin” yang “menggeret” para pemain produk kompetisi liga lokal ke arah level yang memacu?</p>
<p>Dari kacamata subjektif saya, bakat-bakat muda Marselino Ferdinand, Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri, Jacob Sayuri, Rizky Ridho, Edo Febriansyah, Ramadhan Sananta, dan yang lain, “tergeret” ke level performa rekan-rekan naturalisasinya. Talenta mereka tak kalah, namun Jay Idzes cs lebih beruntung tertempa oleh kualitas liga tempat mereka bermain.</p>
<p><strong>Bahasa Pesan</strong><br />
Bahasa universal yang membantu percepatan peleburan para pemain keturunan ke orkestrasi timnas itu, pada akhirnya efektif menyampaikan pesan dan nilai-nilai.</p>
<p>Pertama, proyek naturalisasi tak harus disikapi secara negatif sebagai pilihan jalan pintas pragmatis, karena pada sisi lain memberi nilai lain dalam idealisme pengembangan sepak bola nasional.</p>
<p>Kedua, para pemain muda &#8212; termasuk yang dipanggil ke timnas &#8212; akan terpacu untuk meraih level lebih tinggi agar bisa mendapat tempat dalam <em>starter</em> timnas.</p>
<p>Ketiga, manajemen kompetisi liga mesti tergugah untuk menjadi lebih baik agar melahirkan produk-produk berkualitas, termasuk terangkat secara publisitas ke peminatan klub-klub asing dengan level liga yang lebih baik.</p>
<p>Keempat, intensitas pemantauan talenta ke wilayah-wilayah yang punya potensi “bakat alam” seperti Papua dan Maluku perlu ditingkatkan, seperti pemaksimalan jaringan informasi yang selama ini dimanfaatkan oleh <em>coach</em> Indra Sjafri.</p>
<p>Akhirul-kalam, dari orkestrasi solid timnas secara bertahap ini, rasa-rasanya dorongan bagi perpanjangan kontrak pelatih STY merupakan ide yang masuk akal. Pelatih yang pernah membawa Korea Selatan menundukkan Jerman 2-0 di Piala Dunia 2018 itu, konsisten dalam pembentukan budaya disiplin dan karakter pesepak bola.</p>
<p>Dan, dengan segala plus-minusnya, terbukti kita punya potensi untuk dikembangkan, baik lewat “kebanggaan lokal” maupun “kebanggaan darah keturunan”&#8230;</p>
<p>&#8212;<strong> Amir Machmud NS</strong>;<em> wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/30/timnas-garuda-dalam-bahasa-orkestrasi-naturalisasi">Timnas Garuda dalam Bahasa Orkestrasi Naturalisasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Naturalisasi, Memilih Energi Pragmatis atau Idealis?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/03/16/naturalisasi-memilih-energi-pragmatis-atau-idealis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Mar 2024 10:00:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Fortuna Sittard]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Idzes]]></category>
		<category><![CDATA[Kualifikasi Piala Dunia 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Nathan Tjoe-A-On]]></category>
		<category><![CDATA[Ragnar Oratmangoen]]></category>
		<category><![CDATA[SC Heerenveen]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Thom Haye]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<category><![CDATA[Venecia FC]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=404439</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS //batas apakah yang ditabukan dalam sepak bola?/ rasanya tak ada/ setetes darah untuk negeri/ semua berhak mengagungkan/ : saya Indonesia/ kalian Indonesia/ menyemayamkan garuda dan bineka// (Sajak “Naturalisasi”, Maret 2024) PERCAYALAH, bagi sepak bola Indonesia, naturalisasi pemain sejatinya adalah ikhtiar penghimpunan energi. Barang tentu Anda berhak menilai: energi positifkah, atau negatif? [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/16/naturalisasi-memilih-energi-pragmatis-atau-idealis">Naturalisasi, Memilih Energi Pragmatis atau Idealis?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-404442 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/logo-bola-bola-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/logo-bola-bola-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/03/logo-bola-bola-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>//batas apakah yang ditabukan dalam sepak bola?/ rasanya tak ada/ setetes darah untuk negeri/ semua berhak mengagungkan/ : saya Indonesia/ kalian Indonesia/ menyemayamkan garuda dan bineka//</em><br />
<strong>(Sajak “Naturalisasi”, Maret 2024)</strong></p>
<p><strong>PERCAYALAH</strong>, bagi sepak bola Indonesia, naturalisasi pemain sejatinya adalah ikhtiar penghimpunan energi.</p>
<p>Barang tentu Anda berhak menilai: energi positifkah, atau negatif? Energi yang akan memancarkan cahaya alamiah, atau yang hanya sesaat membersitkan cercah?</p>
<p>Tunggulah 21 Maret nanti. Laga Pra-Piala Dunia melawan Vietnam di Stadion Gelora Bung Karno akan mengetengahkan penikmatan tim nasional Garuda yang “berbeda”, walaupun di Piala Asia 2023 di Qatar beberapa waktu lalu, Indonesia juga sudah menyajikan “wajah” berbeda.</p>
<p>“Berbeda”? Ini untuk memberi aksen “lain dari yang biasa disodorkan oleh kanvas sejarah”. Media menyebutnya sebagai “timnas berwajah Eropa”: dengan hampir semua pilar tim racikan Shin Tae-yong itu dihuni para pemain keturunan yang berdarah benua biru.</p>
<p><strong>Sah-Sah Saja, tapi&#8230;</strong><br />
Saya &#8212; seperti Anda &#8212; yang merindukan kejayaan sepak bola nasional, tentu senang-senang saja menyambut tim yang lebih menjanjikan ketangguhan untuk bersaing.</p>
<p>Sah-sah pula apabila ada warga negara keturunan dan diaspora memilih kewarganegaraan dan mendapatkan paspor Indonesia. Bukankah itu adalah hak asasi mereka?</p>
<p>Pun, realitas kebinekaan Indonesia menyodorkan filosofi kehidupan yang membuka peluang para putra berdarah negeri ini berkiprah unjuk keindonesiaan.</p>
<p>Ketika “tugas negara” sepak bola memanggil, apa salahnya mekanisme naturalisasi menjadi bagian dari jawaban?</p>
<p>Lalu dari satu dan lain hal yang memancarkan energi positif-kontributif, apa yang kemudian menimbulkan sisi negatif?</p>
<p>Pada sisi lain, boleh saja kita bicara soal “kesempatan”, “semangat local pride”, produk kompetisi, atau euforia “cara”.</p>
<p>Menurut saya, timbangan sikap “<em>ngono ya ngono ning aja ngono</em>” patut dijadikan parameter dalam proyek naturalisasi pemain bola. “Naturalisasi ya naturalisasi, tapi&#8230;”</p>
<p>Diksi “tapi” berkonotasi agar proyek itu tidak bergerak dengan masivitas tanpa batas, tidak dengan mengabaikan produk kompetisi liga domestik, tidak menafikan talenta-talenta lokal yang punya impian mengenakan <em>jersey</em> tim nasional.</p>
<p><strong>Jalan Pintas</strong><br />
Dengan pilihan naturalisasi pemain itu, apakah <em>coach</em> STY merasa tak punya ide yang lebih natural untuk memacu kualitas timnas Indonesia?</p>
<p>Hanya jalan pintas, itu pasti. Dan, inilah realitas “kesepakatan” menempuh cara antara otoritas sepak bola nasional dengan kewenangan negara.</p>
<p>Apakah Shin sadar talenta-talenta terbaik Liga Indonesia tak cukup representatif untuk bersaing di level internasional, termasuk di region terkecil Asia Tenggara?</p>
<p>Apakah dia punya visi bahwa naturalisasi hanya batu loncatan untuk memacu pengembangan talenta lokal?</p>
<p>Shin memang nyata terbuka menerima talenta-talenta pemain keturunan, bahkan dengan “kepanjangan mata dan telinganya” memburu mereka di sejumlah liga Eropa. Sepintas, inikah langkah pragmatis karena dia kehabisan cara meracik hanya pemain-pemain produk Liga Indonesia?</p>
<p>Selain nama-nama yang telah terlebih dahulu menghias ke timnas, baru saja empat wajah baru hadir, bahkan oleh PSSI sudah termasuk yang dipanggil untuk laga melawan Vietnam, 21 Maret nanti. Mereka adalah Jay Idzes (Venecia FC), Ragnar Oratmangoen (Fortuna Sittard), Nathan Tjoe-A-On (SC Heerenveen), dan Thom Haye (SC Heerenveen). Ketiga nama terakhir tetap dipanggil Shin Tae-yong meski belum resmi menjadi warga negara Indonesia (WNI).</p>
<p>Kewarganegaraan Oratmangoen, Nathan, dan Thom Haye yang berdarah Indonesia-Belanda diproses cepat untuk menjalani sumpah pada 12 Maret. Mereka akan melengkapi “skuad Eropa” Elkan Baggot, Jordi Amat, Justin Hubner, Sandy Walsh, Shayne Pattinama, Ivar Jerner, Rafael Struick, dan Mark Klok. Selain nama-nama yang ternaturalisasi di era pelatih STY, kita juga punya pemain aktif seperti Stefano Lilipally, Ilija Spasojevic, dan Beto Goncalvez.</p>
<p>Jika empat pemain natualisasi terbaru dipanggil dalam laga Pra-Piala Dunia 21 Maret, berarti akan ada lebih dari 10 pemain “Eropa”.</p>
<p>Laga nanti memang strategis. Apabila imbang dan apalagi kalah, peluang Garuda akan punah. Menang menjadi harga mati untuk memperpanjang napas ke fase ketiga kualifikasi di grup yang juga dihuni Irak dan Filipina.</p>
<p><strong>Jawaban Kolaboratif</strong><br />
Tudingan pragmatisme PSSI dan STY tentu bukan tanpa alasan. Ketika jalan pintas menjadi pilihan di tengah kesulitan bersaing &#8212; termasuk di Asia Tenggara &#8211;, bagaimana kesempatan berkembang bagi pemain produk lokal jika ruang kesempatan di elite timnas menjadi makin terbatas karena didominasi oleh produk naturalisasi?</p>
<p>STY juga dituding lebih mempertahankan pemain-pemain yang kurang bersinar di kompetisi lokal seperti Dimas Drajat dan Dandy Sulistiawan, sementara dia mengabaikan pemain matang yang tampil meyakinkan seperti Stefano Lilipally. Pada sisi lain, bukankah nyatanya pelatih asal Korea Selatan itu memberi kesempatan luas kepada para pemain muda seperti Arkhan Kaka, Rafael Struick, Hokky Caraka, Ramadhan Sananta, Marselino Ferdinan, Yacob Sayuri, Rizky Ridho, Witan Sulaeman, dan Pratama Arhan?</p>
<p>Bagaimanapun, program pembinaan timnas yang bergulir tetap kita percaya sedang mencari muara yang memastikan tentang pilihan jalan, mengkolaborasikan antara nilai-nilai idealisme pembinaan dengan realitas “kebutuhan” pragmatisme.</p>
<p>Kita hargai dan sambut kehadiran Ragnar Oratmangoen dkk, karena bagaimanapun itu adalah hak mereka untuk memilih kewarganegaraan dan memberi sumbangsih lewat sepak bola. Pada sisi lain, PSSI tentu harus menguatkan visi: tertantang untuk memetakan dan mengurai persoalan, bagaimana meng-<em>up grade</em> kompetisi liga ke arah mutu yang mampu melahirkan produk-produk unggulan. Juga menjadi etalase agar talenta-talenta liga memiliki magnet untuk dilirik liga-liga yang berkualitas di atas Liga Indonesia&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/16/naturalisasi-memilih-energi-pragmatis-atau-idealis">Naturalisasi, Memilih Energi Pragmatis atau Idealis?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>