<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dieng Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/dieng/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Dec 2024 12:59:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Dieng Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>4 Wisata di Jateng Diprediksi Paling Berpotensi Rawan Macet, Semarang Termasuk?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/12/23/4-wisata-di-jateng-diprediksi-paling-berpotensi-rawan-macet-semarang-termasuk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Dec 2024 12:59:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dieng]]></category>
		<category><![CDATA[guci]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Natal]]></category>
		<category><![CDATA[nataru]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=453526</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkirakan pada libur Nataru tahun ini akan ada sekitar 9,5 juta pergerakan orang keluar-masuk Jawa Tengah. Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, mengatakan, angka itu untuk masyarakat yang bertujuan mudik, ibadah Natal, maupun liburan ke destinasi wisata. &#8220;Jawa Tengah sudah siap melayani masyarakat dengan baik selama libur Nataru. Komitmen [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/23/4-wisata-di-jateng-diprediksi-paling-berpotensi-rawan-macet-semarang-termasuk">4 Wisata di Jateng Diprediksi Paling Berpotensi Rawan Macet, Semarang Termasuk?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkirakan pada libur Nataru tahun ini akan ada sekitar 9,5 juta pergerakan orang keluar-masuk Jawa Tengah.</p>
<p dir="ltr">Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, mengatakan, angka itu untuk masyarakat yang bertujuan mudik, ibadah Natal, maupun liburan ke destinasi wisata.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Jawa Tengah sudah siap melayani masyarakat dengan baik selama libur Nataru. Komitmen tersebut juga bersinergi lintas instansi dan tokoh masyarakat,&#8221; kata dia saat membuka Posko Terpadu Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, di Kota Semarang pada Senin, 23 Desember 2024.</p>
<p dir="ltr">Nana melanjutkan, ada sejumlah wilayah yang perlu perhatian pada momen tersebut, di antaramya Guci (Kabupaten Tegal), Kawasan Dataran Tinggi Dieng (Wonosobo/Banjarnegara) Tawangmangu (Karangnyar), Candi Borobudur (Magelang).</p>
<p dir="ltr">&#8220;Juga Pantai Menganti (Kebumen) yang memang banyak dikunjungi masyarakat,&#8221; kata dia.</p>
<p dir="ltr">Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jateng,  Henggar Budi Anggoro mengatakan,  masalah yang banyak terjadi selama libur Nataru adalah terkait transportasi.</p>
<p dir="ltr">Terutama di tempat wisata atau menuju kawasan wisata. Mengenai hal ini koordinasi terus dilakukan dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kemacetan rata-rata terjadi di Dieng, Guci, Bandungan, Tawangmangu. Kita sudah koordinasikan dengan Polda,&#8221; ujar Henggar yang juga merupakan Ketua Harian Posko Terpadu Pemprov Jateng ini.</p>
<p dir="ltr">Untuk laporan situasi kondisi libur Nataru,  akan di-<i>update</i> di media sosial dalam interval 15-30 menit. Penambahan titik CCTV juga dilakukan agar memudahkan pemantauan.</p>
<p dir="ltr"><strong>Posko Nataru</strong></p>
<p dir="ltr">Nana Sudjana menerangkan Posko Terpadu Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) dibuka mulai 22 Desember 2024 sampai 4 Januari 2025.</p>
<p dir="ltr">Untuk mengoptimalkan posko tersebut, Pemprov Jateng menyiagakan sebanyak 40 posko pemantauan yang tersebar di sejumlah titik.</p>
<p dir="ltr">Posko tersebut akan memberikan laporan terkait situasi kondisi di sejumlah lokasi, termasuk tempat ibadah dan destinasi wisata.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kita ada 40 posko yang tersebar di 23 terminal tipe B dan 16 terminal tipe A. Kami memantau melalui CCTV yang dipasang di sejumlah titik, untuk mengetahui perkembangan situasi selama Natal dan Tahun Baru,&#8221; kata Nana.</p>
<p dir="ltr">Selama libur Nataru, kata Nana, hal yang perlu diantisipasi adalah cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di sejumlah daerah.</p>
<p dir="ltr">Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan pemerintah kabupaten/kota untuk melakukan mitigasi bencana maupun teknologi modifikasi cuaca (TMC).</p>
<p dir="ltr"><strong>Diaz Abidin</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/23/4-wisata-di-jateng-diprediksi-paling-berpotensi-rawan-macet-semarang-termasuk">4 Wisata di Jateng Diprediksi Paling Berpotensi Rawan Macet, Semarang Termasuk?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Status Gunung Purba Dieng Bakal jadi Geopark? Pemprov Jateng Beri Bocoran</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/04/22/status-gunung-purba-dieng-bakal-jadi-geopark-pemprov-jateng-beri-bocoran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Apr 2024 13:15:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Dieng]]></category>
		<category><![CDATA[Geopark]]></category>
		<category><![CDATA[jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Nana Sudjana]]></category>
		<category><![CDATA[wonosobo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=410297</guid>

					<description><![CDATA[<p>WONOSOBO (SUARABARU.ID) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mengajukan Kawasan Dataran Tinggi Dieng yang merupakan Gunung Purba menjadi Geopark nasional. &#8220;Masih berlanjut upaya proses untuk menaikkan status Kawasan Dieng ini. Insya Allah dalam waktu dekat akan naik menjadi geopark yang tingkatannya nasional,&#8221; kata Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana saat acara Peringatan Hari Bumi Tahun [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/22/status-gunung-purba-dieng-bakal-jadi-geopark-pemprov-jateng-beri-bocoran">Status Gunung Purba Dieng Bakal jadi Geopark? Pemprov Jateng Beri Bocoran</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>WONOSOBO (SUARABARU.ID) –</strong> Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mengajukan Kawasan Dataran Tinggi Dieng yang merupakan Gunung Purba menjadi Geopark nasional.</p>
<p>&#8220;Masih berlanjut upaya proses untuk menaikkan status Kawasan Dieng ini. Insya Allah dalam waktu dekat akan naik menjadi geopark yang tingkatannya nasional,&#8221; kata Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana saat acara Peringatan Hari Bumi Tahun 2024 di Taman Syailendra, Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo pada Senin 22 April 2024.</p>
<p>Nana mengatakan, status Dataran Tinggi Dieng saat ini masih geo-heritage dan diupayakan jadi Geopark.</p>
<p>Melihat keinginan mewujudkan pelestarian geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya, perlu dilakukan upaya konservasi berkelanjutan.</p>
<p>Maka, lanjutnya, pengembangan Dieng menuju status geopark nasional saat ini terus diupayakan.</p>
<p>Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi dataran tinggi Dieng bisa menjadi geopark nasional.</p>
<p>Antara lain Dieng memiliki keindahan geologi dengan terbentuknya Dieng Planet, memiliki keragaman geologi, mulai dari kawah, telaga, hingga panas bumi, dan Dieng juga punya keanekaragaman hayati flora dan fauna.</p>
<p>Selain itu, Kawasan Dieng juga dianggap daerah ekologi penting, karena punya daya tarik wisata.</p>
<p>&#8220;Dataran tinggi Dieng ini merupakan salah satu tempat, bisa dikatakan ini geopark, tempat wisata, jadi ini merupakan gabungan tempat wisata yang mempunyai keindahan alam yang sangat indah. Kemudian juga disinilah tempat pertanian,&#8221; katanya.</p>
<p>Untuk mewujudkan dataran tinggi Dieng sebagai geopark nasional, dibutuh kerja sama antara pemerintah provinsi, Pemkab Banjarnegara, Pemkab Wonosobo, dan para stakeholder terkait untuk mewujudkannya.</p>
<p>Oleh karenanya, kata Nana Sudjana, pembenahan harus dilakukan agar Dieng semakin menjadi lebih baik.</p>
<p>&#8220;Kami yakin, dengan kerja sama yang baik antara Pemda, Pemprov Jateng, dan para stakeholder, Dieng akan menjadi lebih baik,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Terwujudnya dataran tinggi Dieng sebagai geopark nasional, diharapkan akan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya upaya pelestarian lingkungan.</p>
<p>Selain itu, meningkatkan daya tarik Dieng, terutama terhadap kawasan wisata, seni, budaya dan produk UMKM lokal.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Nana Sudjana beserta istri Sinta Nana Sudjana juga membubuhkan tanda tangan, sebagai bentuk dukungan pengembangan Geopark Dieng.</p>
<p>Peringatan Peringatan Hari Bumi Sedunia tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dilaksanakan di lokasi tersebut juga bermaksud meningkatkan semangat pengembangan dataran tinggi Dieng menjadi geopark nasional.</p>
<p><strong>Diaz Aza</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/04/22/status-gunung-purba-dieng-bakal-jadi-geopark-pemprov-jateng-beri-bocoran">Status Gunung Purba Dieng Bakal jadi Geopark? Pemprov Jateng Beri Bocoran</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penemuan Batuan Candi di Bitingan Menambah Kekayaan Wisata Sejarah Kawasan Dieng</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/08/18/penemuan-batuan-candi-di-bitingan-menambah-kekayaan-wisata-sejarah-kawasan-dieng</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Aug 2023 00:27:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Banyumas]]></category>
		<category><![CDATA[Candi Dieng]]></category>
		<category><![CDATA[Dieng]]></category>
		<category><![CDATA[temuan bantuan candi]]></category>
		<category><![CDATA[wisata Dieng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=360486</guid>

					<description><![CDATA[<p>BANJARNEGARA (SUARABARU.ID) – Kawasan Dieng sudah dikenal sebagai destinasi wisata sejak puluhan tahun lalu. Selain udaranya yang sejuk, khas dataran tinggi, pemandangannya yang memesona, juga peninggalan sejarahnya berupa candi yang berada di sebuah kompleks. Kompleks Candi Pendawa di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara memang sudah sangat dikenal. Tetapi sebenarnya banyak ditemukan pula candi-candi lain [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/18/penemuan-batuan-candi-di-bitingan-menambah-kekayaan-wisata-sejarah-kawasan-dieng">Penemuan Batuan Candi di Bitingan Menambah Kekayaan Wisata Sejarah Kawasan Dieng</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANJARNEGARA (SUARABARU.ID)</strong> – Kawasan Dieng sudah dikenal sebagai destinasi wisata sejak puluhan tahun lalu. Selain udaranya yang sejuk, khas dataran tinggi, pemandangannya yang memesona, juga peninggalan sejarahnya berupa candi yang berada di sebuah kompleks.</p>
<p>Kompleks Candi Pendawa di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara memang sudah sangat dikenal. Tetapi sebenarnya banyak ditemukan pula candi-candi lain di Kawasan Dieng.</p>
<p>Yang terakhir, ratusan batu candi ditemukan warga Dusun Bitingan Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, di kedalaman 2 meter saat tengah meratakan tanah untuk membangun rumah.</p>
<p>Ratusan batu candi tersebut sebagian besar berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 46 sentimeter dan lebar 22 sentimeter. Sedangkan untuk lebarnya sekitar 12 centimeter.</p>
<p>Syaifulloh, warga Dusun Bitingan, Desa Kepakisan mengatakan, ratusan batu candi ditemukan pada kedalaman sekitar 1,5 meter hingga 2 meter. Benda purbakala ini ditemukan saat dirinya tengah meratakan tanah untuk mendirikan rumah.</p>
<p>“Ini mau membangun rumah. Pas meratakan tanah menggunakan ekskavator kemudian ditemukan batu-batu candi ini. Sekitar di kedalaman 1,5 meter sampai 2 meter,” ungkapnya.</p>
<p>Saat ditemukan, batu-batu candi ini terlihat bertumpuk-tumpuk. Melihat batu yang tertata dan memiliki ukuran yang sama, ia pun langsung mengumpulkan batu-batu tersebut. Dia menyebut jumlahnya sekitar 200 batu.</p>
<figure id="attachment_360497" aria-describedby="caption-attachment-360497" style="width: 641px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-360497" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/wisata.jpeg" alt="" width="641" height="358" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/wisata.jpeg 641w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/wisata-400x223.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/wisata-150x84.jpeg 150w" sizes="(max-width: 641px) 100vw, 641px" /><figcaption id="caption-attachment-360497" class="wp-caption-text">Keindahan alam, kawasan candi, dan temuan batuan candi di kawasan Dieng. Foto: Dok SB/Muharno</figcaption></figure>
<p>“Pas digali itu terlihat batu-batu candi ini tumpuk-tumpuk. Karena memang bentuk batunya tidak biasa kemudian kami kumpulkan. Sekarang sudah ada 200 batu candi yang ditemukan di titik yang sama,” terangnya.</p>
<p><strong>Bukan Pertama</strong></p>
<p>Pihaknya menyebut, di wilayah Dusun Bitingan bukan pertama ditemukan benda purbakala. Sebelumnya, Syaifulloh menyampaikan jika pernah ditemukan arca.</p>
<p>“Di sini memang ada beberapa ditemukan benda purbakala. Sebelumnya ada warga yang menemukan arca di daerah Dusun Bitingan ini,” tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, petugas Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) wilayah Dieng Yahmun membenarkan jika batu-batu yang ditemukan warga di Dusun Bitingan adalah batu candi. Salah satunya dibuktikan dengan adanya lubang yang digunakan sebagai pengait antarbatu-batu tersebut.</p>
<p>“Iya ini kemungkinan besar batu candi. Karena di batu-batu ini ada lubang pengunci yang berfungsi untuk mengaitkan satu batu dengan batu lainnya,” jelasnya.</p>
<p>Pihaknya juga mengapresiasi warga yang telah melaporkan terkait ditemukannya batu-batu candi. Langkah awal saat ini adalah mengumpulkan dan mengamankan batu-batu candi tersebut.</p>
<p>“Rata-rata bentuknya ini persegi Panjang. Kami juga terimakasih kepada warga yang telah melaporkan kepada kami. Untuk sekarang yang penting dikumpulkan dulu dan diamankan dulu,” ujarnya.</p>
<p>Penemuan bebatuan candi di Kawasan Dieng ini, makin menambah kekayaan wisata sejarah dan budaya. Kemungkinan masih banyak candi yang terpendam di Dieng, dan makin mengundang rasa ingin tahu orang, untuk berkunjung ke Dieng.</p>
<p><strong>Muharno Zarka</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/18/penemuan-batuan-candi-di-bitingan-menambah-kekayaan-wisata-sejarah-kawasan-dieng">Penemuan Batuan Candi di Bitingan Menambah Kekayaan Wisata Sejarah Kawasan Dieng</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>H+2 Idul Fitri, Polda Jateng Amankan Sejumlah Obyek Wisata</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/04/24/h2-idul-fitri-polda-jateng-amankan-sejumlah-obyek-wisata</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Apr 2023 08:12:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Dieng]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Karimun Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[obyek-obyek wisata di Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[pengamanan]]></category>
		<category><![CDATA[polda jateng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=332436</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; H+2 Idul Fitri, obyek-obyek wisata di Jawa Tengah ramai dikunjungi para wisatawan. Tak hanya wisatawan lokal, wisatawan mancanegara juga turut membanjiri sejumlah obyek wisata seperti di Pulau Karimun Jawa, kawasan Dieng Wonosobo maupun sejumlah pemandian, serta candi di Klaten. Terkait membanjirnya wisatawan pada H+2 Lebaran ini, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol M [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/04/24/h2-idul-fitri-polda-jateng-amankan-sejumlah-obyek-wisata">H+2 Idul Fitri, Polda Jateng Amankan Sejumlah Obyek Wisata</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> H+2 Idul Fitri, obyek-obyek wisata di Jawa Tengah ramai dikunjungi para wisatawan.</p>
<p>Tak hanya wisatawan lokal, wisatawan mancanegara juga turut membanjiri sejumlah obyek wisata seperti di Pulau Karimun Jawa, kawasan Dieng Wonosobo maupun sejumlah pemandian, serta candi di Klaten.</p>
<p>Terkait membanjirnya wisatawan pada H+2 Lebaran ini, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan, pihaknya sudah memprediksi dan menyiagakan personel pengamanan.</p>
<p>&#8220;Dari 21 ribu personel yang disiagakan pada operasi Ketupat Candi 2023, pada H+2 Lebaran ini sebagian digeser untuk pengamanan obyek wisata. Semua obyek wisata diamankan, namun ada sejumlah titik yang menjadi prioritas seperti kawasan Dieng, Pantai Kartini dan Pulau Karimun di Jepara, kawasan wisata candi di Klaten dan Magelang,&#8221; kata Iqbal, Senin (24/4/2023).</p>
<p>Iqbal menyebut, sasaran pengamanan yang dilakukan kepolisian tidak hanya mengamankan kawasan wisata dari tindak kriminalitas.</p>
<p>&#8220;Personel juga ditugaskan mengamankan jalur ke arah obyek wisata termasuk membuat rekayasa lalu lintas bila dibutuhkan. Selain itu, faktor keselamatan pengunjung juga kita prioritaskan. Untuk ini sudah dilakukan koordinasi dengan instansi terkait termasuk pengelola obyek wisata,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Terkait pengamanan pengunjung di Karimun Jawa, Iqbal menandaskan sejumlah personel dan kapal Ditpolairud Polda Jateng sudah melakukan back up pengamanan.</p>
<p>&#8220;Personel dari Polres Jepara yang terlibat operasi ada 264 orang. Sebagian sudah diperingatkan standby di Pantai Kartini dan Karimunjawa,&#8221; tukasnya.</p>
<p>Sedangkan untuk keramaian di wilayah Klaten, menurutnya, ada 9 kawasan wisata prioritas dan dijaga oleh 103 personel.</p>
<p>&#8220;Pada intinya semua personel sudah tergelar di seluruh kawasan wisata Jawa Tengah. Kami meminta kerja sama para wisatawan untuk memprioritaskan keselamatan diri saat berwisata, serta mematuhi arahan petugas di lapangan,&#8221; terangnya.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/04/24/h2-idul-fitri-polda-jateng-amankan-sejumlah-obyek-wisata">H+2 Idul Fitri, Polda Jateng Amankan Sejumlah Obyek Wisata</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menyaksikan Pesona &#8216;Double Golden Sunrise&#8221; dari Desa Tertinggi di Pulau Jawa</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/03/31/menyaksikan-pesona-double-golden-sunrise-dari-desa-tertinggi-di-pulau-jawa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Mar 2023 18:15:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Dataran Tinggi Dieng]]></category>
		<category><![CDATA[Dieng]]></category>
		<category><![CDATA[Sembungan]]></category>
		<category><![CDATA[Sikunir]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Wonosobo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=326260</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMBUNGAN, nama yang sebelumnya tidak terlalu dikenal. Setidaknya orang hanya tahu, di desa itu terdapat danau vulkanik bernama Telaga Cebong. Desa itu ada di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo tak jauh dari Dataran Tinggi Dieng. Sembungan juga makin moncer namanya setelah kawasan Dieng menggeliat sebagai daerah wisata, namanya ikut muncul sebagai penghasil buah carica, sejenis pepaya kecil yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/31/menyaksikan-pesona-double-golden-sunrise-dari-desa-tertinggi-di-pulau-jawa">Menyaksikan Pesona &#8216;Double Golden Sunrise&#8221; dari Desa Tertinggi di Pulau Jawa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMBUNGAN, </strong>nama yang sebelumnya tidak terlalu dikenal. Setidaknya orang hanya tahu, di desa itu terdapat danau vulkanik bernama Telaga Cebong. Desa itu ada di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo tak jauh dari Dataran Tinggi Dieng.</p>
<p>Sembungan juga makin moncer namanya setelah kawasan Dieng menggeliat sebagai daerah wisata, namanya ikut muncul sebagai penghasil buah <em>carica</em>, sejenis pepaya kecil yang digunakan sebagai manisan dicampur sirup.</p>
<p>Dieng juga dikenal sebagai penghasil kentang nomor wahid, sehingga warganya kaya raya, dan sebagian besar penduduknya sudah naik haji karena hasil kentangnya. Tetapi tanaman kentang itu pula yang dituding merusaka ekosistem di Dieng.</p>
<p>Namun, dalam perkembangannya, kentang tak lagi berjaya. Keuntungan menanam kentang yang sekitar 10-20 tahun lalu bisa berlipat hingga 50 sampai 60 kali dari modal, kini anjlok. “Untuk bisa melipatkan untung dari hasil menanam kentang lima kali dari modal saja sudah sangat berat,” kata seorang warga.</p>
<p>Dan, kesadaran itu pun datang. Setelah lebih tiga dasawarsa menikmati hasil kentang, mereka mengerti, bahwa kesalahan besar telah dilakukan. Kentang adalah tanaman semusim, dan cara bertanam mereka benar-benar tak memperhatikan kondisi lingkungan.</p>
<p>Mereka memacu tanaman kentangnya agar menghasilkan produk yang sangat besar dengan mengumbar pupuk dan insektisida. Akibatnya, setelah sekian puluh tahun, unsur hara di sana habis.</p>
<p>Tanaman kentang tak lagi mau berbuah bila tidak ditanam menggunakan <em>lemi</em> (pupuk kandang dari kotoran ayam yang bercampur sekam).</p>
<p>“Kami tak bisa mengandalkan lagi pada kentang. Dan, ternyata desa kami menyimpan keindahan luar biasa yang mampu mengundang orang datang ke sini,” kata seorang penggiat pariwisata di Sembungan.</p>
<figure id="attachment_326262" aria-describedby="caption-attachment-326262" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-326262" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/kabut.jpg" alt="" width="681" height="511" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/kabut.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/kabut-400x300.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/kabut-150x113.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/kabut-80x60.jpg 80w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/kabut-100x75.jpg 100w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/kabut-180x135.jpg 180w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/03/kabut-238x178.jpg 238w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-326262" class="wp-caption-text">Pepohonan pinus pada pagi yang berkabut, menjadi sensasi bagi wisatawan. Mereka pun berfoto ria dalam dingin pagi. Foto: Widiyartono R</figcaption></figure>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2023/03/30/berziarah-ke-maka-sunan-muria-jangan-lupa-oleh-oleh-ganyong-dan-parijatha">Berziarah ke Makam Sunan Muria, Jangan Lupa Oleh-Oleh Ganyong dan Parijatha</a></strong></span></p>
<p><strong>Golden Sunrise</strong></p>
<p>Ya, desa Sembungan, tak jauh dari Dataran Tinggi Dieng, adalah desa tertinggi di Jawa. Desa ini berada di ketinggian 2.306 meter di atas permukaan laut. Tentu bisa dibayangkan bagaimana dinginnya udara di sini. Namun dalam hawa dingin itu, sensasi akan bisa dinikmati oleh pengunjung.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/31/menyaksikan-pesona-double-golden-sunrise-dari-desa-tertinggi-di-pulau-jawa">Menyaksikan Pesona &#8216;Double Golden Sunrise&#8221; dari Desa Tertinggi di Pulau Jawa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Suhu Minus 1,2 Derajat Celsius, Embun di Kawasan Wisata Candi Dieng Membeku</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/07/07/suhu-minus-12-derajat-celsius-embun-di-komplek-candi-dieng-membeku</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/07/07/suhu-minus-12-derajat-celsius-embun-di-komplek-candi-dieng-membeku#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2021 14:39:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Wonosobo]]></category>
		<category><![CDATA[Candi Arjuna]]></category>
		<category><![CDATA[Dieng]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=182237</guid>

					<description><![CDATA[<p>WONOSOBO (SUARABARU.ID)&#8211; Suhu udara di kawasan wisata Candi Arjuna di dataran tinggi Dieng, turun hingga minus 1,2 derajat Celsius, pada Rabu (7/7/2021). Hal ini membuat embun di permukaan tanah dan rumput di sekitar Candi Arjuna Dieng pun, membeku. Berdasarkan pengamatan dari aplikasi Stasiun Cuaca Dieng, suhu permukaan tanah di komplek Candi Arjuna terendah pada pukul [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/07/07/suhu-minus-12-derajat-celsius-embun-di-komplek-candi-dieng-membeku">Suhu Minus 1,2 Derajat Celsius, Embun di Kawasan Wisata Candi Dieng Membeku</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>WONOSOBO (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Suhu udara di kawasan wisata Candi Arjuna di dataran tinggi Dieng, turun hingga minus 1,2 derajat Celsius, pada Rabu (7/7/2021).</p>
<p>Hal ini membuat embun di permukaan tanah dan rumput di sekitar Candi Arjuna Dieng pun, membeku.</p>
<p>Berdasarkan pengamatan dari aplikasi Stasiun Cuaca Dieng, suhu permukaan tanah di komplek Candi Arjuna terendah pada pukul 05.15 WIB, yakni minus 1,2 derajat Celsius. Kemudian pukul 06.00 WIB suhu minus satu derajat Celsius.</p>
<p>&#8221;Pagi ini pada pukul 05.15 WIB sampat turun hingga minus 1,2 derajat Celcius. Itu titik terendah pagi ini,&#8221; kata salah satu pembuat aplikasi Stasiun Cuaca Dieng, Aryadi Darwanto, saat dihubungi Rabu (7/7/2021).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2021/07/07/ganjar-komunikasi-dengan-apindo-tegakkan-aturan-wfh-perusahaan/">Ganjar Komunikasi dengan Apindo Tegakkan Aturan WFH Perusahaan</a></strong></p>
<p>Dia menjelaskan, suhu udara di dataran tinggi Dieng sudah mulai turun sejak Selasa (6/7/2021) sore. Tercatat pada pukul 17.00 WIB, suhu sudah turun hingga 10 derajat Celcius.</p>
<p>&#8221;Memang salah satu tanda akan muncul embun es ini, biasanya suhu udara sudah terasa dingin satu hari sebelumnya. Kemarin sore suhu udara sudah turun. Jika cerah dan tidak ada angin, biasanya muncul embun es,&#8221; terangnya.</p>
<p>Aryadi juga menjelaskan, suhu minus 1,2 derajat Celsius itu merupakan suhu permukaan tanah. Sedangkan berdasarkan data dari BMKG, suhu udara hanya di lima derajat Celcius.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2021/07/07/covid-19-di-kabupaten-magelang-jumlah-warga-terkonfirmasi-2-264-orang/">Covid-19 di Kabupaten Magelang, Jumlah Warga Terkonfirmasi 2.264 Orang</a></strong></p>
<figure id="attachment_182240" aria-describedby="caption-attachment-182240" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="wp-image-182240 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-07-at-16.07.20.jpeg" alt="" width="681" height="382" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-07-at-16.07.20.jpeg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-07-at-16.07.20-400x224.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-07-at-16.07.20-150x84.jpeg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-182240" class="wp-caption-text">Embun yang menempel di dedaunan membeku, karena suhu di Dieng minus 1,2 derajat Celcius. Foto: SB/dok</figcaption></figure>
<p>&#8221;Ada selisih sekitar enam derajat Celsius antara suhu permukaan tanah dengan suhu udara. Tadi pagi suhu udara di Dieng hanya di lima derajat Celcius,&#8221; jelasnya.</p>
<p><strong>Wisatawan Tunda ke Dieng Dulu</strong></p>
<p>Sementara itu, Kepala UPT Dieng, Sri Utami menyampaikan, embun es muncul di sekitar komplek Candi Arjuna dan Candi Setiaki. Kemunculan embun es pagi ini sudah kedua kalinya di tahun ini.</p>
<p>&#8221;Pagi ini muncul embun es lagi di kompleks Candi Arjuna dan Candi Setiaki. Sebelumnya juga pernah, jadi ini embun es kedua di tahun 2021,&#8221; ungkap Sri.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2021/07/07/penghuni-rumah-asrama-kodam-iv-diponegoro-sementara-diungsikan-ke-balai-kelurahan/">Penghuni Rumah Asrama Kodam IV/Diponegoro Sementara Diungsikan ke Balai Kelurahan</a></strong></p>
<p>Atas kondisi ini, pihaknya mengimbau agar wisatawan untuk tidak datang dulu ke objek wisata di dataran tinggi Dieng itu. Apalagi saat ini masih diberlakukan PPKM Darurat.</p>
<p>Pada pelaksanaan PPKM Darurat di seluruh Jateng ini, semua objek wisata di Dieng yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo, ditutup total mulai 3 Juli hingga 20 Juli 2021 mendatang.</p>
<p>&#8221;Wisatawan sebaiknya tidak ke Dieng dulu, meski pagi ini ada embun es. Kami juga selalu menyiapkan petugas di lokasi wisata, untuk menstop jika ada wisatawan yang datang,&#8221; tambahnya.</p>
<p><em><strong>Muharno Zarka-Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/07/07/suhu-minus-12-derajat-celsius-embun-di-komplek-candi-dieng-membeku">Suhu Minus 1,2 Derajat Celsius, Embun di Kawasan Wisata Candi Dieng Membeku</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/07/07/suhu-minus-12-derajat-celsius-embun-di-komplek-candi-dieng-membeku/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ayo Berkunjung Menyaksikan Wisata Awan Putih Berarak di Bukit Sikapuk Dieng</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/02/25/ayo-berkunjung-menyaksikan-wisata-awan-putih-berarak-di-bukit-sikapuk-dieng</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2021 00:40:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Wonosobo]]></category>
		<category><![CDATA[awan putih]]></category>
		<category><![CDATA[carica]]></category>
		<category><![CDATA[Dieng]]></category>
		<category><![CDATA[wonosobo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=151681</guid>

					<description><![CDATA[<p>DIENG, nama yang sudah tidak asing di jagad pariwisata. Berkunjung ke Dieng saat ini, tidak hanya melihat candi, kawah, dan Telaga Warna. Dieng memang berada di dua wilayah administratif, yaitu Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara. Nah, kali ini kita bicara destinasi yang ada di wilayah Kabupaten Wonosobo. Ada tempat wisata baru di sini. Setelah kondang dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/25/ayo-berkunjung-menyaksikan-wisata-awan-putih-berarak-di-bukit-sikapuk-dieng">Ayo Berkunjung Menyaksikan Wisata Awan Putih Berarak di Bukit Sikapuk Dieng</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DIENG,</strong> nama yang sudah tidak asing di jagad pariwisata. Berkunjung ke Dieng saat ini, tidak hanya melihat candi, kawah, dan Telaga Warna.</p>
<p>Dieng memang berada di dua wilayah administratif, yaitu Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara. Nah, kali ini kita bicara destinasi yang ada di wilayah Kabupaten Wonosobo.</p>
<p>Ada tempat wisata baru di sini. Setelah kondang dengan <em>the golden sunrise </em>di Bukit Sikunir, kini muncul lagi nama Bukit Sikapuk atau Awan Putih. Tempat ini berada di di Desa Parikesit, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.</p>
<p>Tempat wisata yang memiliki pemandangan hamparan awan putih dan pegunungan tersebut sengaja dibuat warga setempat supaya wisatawan yang datang ke Dieng memiliki banyak pilihan tujuan wisata.</p>
<p>Kades Parikesit, Tugiyono mengatakan, objek wisata Bukit Awan Putih ini diharapkan bisa menjadi solusi peningkatan pemberdayaan ekonomi baru masyarakat Desa Parikesit di samping sektor pertanian.</p>
<p>Maka objek wisata baru ini, diharapkanya, bisa menyerap lapangan kerja dan bisa memberikan efek peningkatan ekonomi warga sekitar dengan banyaknya wisatawan yang datang.</p>
<p>Jadi, bila berkunjung ke Dieng, tuntaskan kunjungan, dengan mampir dan rehat sejenak di Bukit Sikapuk.</p>
<p>“Kami merencanakan akan ada tempat penjualan hasil sayur warga Desa Parikesit seperti kentang, kubis, cabe, carica, wortel dan terong belanda. Wisatawan dapat membeli langsung ketika berkunjung ke Bukit Awan Putih,” katanya.</p>
<p>Lebih lanjut, pihaknya berharap agar warga Desa Parikesit jangan hanya jadi penonton saja. Tetapi harus bisa menjadi pelaku wisata. Karena desa ini memiliki potensi akan sayang apabila tidak dimanfaatkan dengan baik.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/25/ayo-berkunjung-menyaksikan-wisata-awan-putih-berarak-di-bukit-sikapuk-dieng">Ayo Berkunjung Menyaksikan Wisata Awan Putih Berarak di Bukit Sikapuk Dieng</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PMI Banjarnegara Galakkan Sosialisasi Protokol Kesehatan di Objek Wisata</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/08/13/pmi-banjarnegara-galakkan-sosialisasi-protokol-kesehatan-di-objek-wisata</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2020 03:15:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Dieng]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<category><![CDATA[protokol-kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[sosialisasi]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=104841</guid>

					<description><![CDATA[<p>BANJARNEGARA (SUARABARU.ID) &#8211; Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjarnegara terus galakan sosialisasi mengenai protokol kesehatan di objek wisata yang ada di wilayah setempat dalam rangka mencegah penyebaran covid-19. &#8220;Kami ingin mengajak masyarakat untuk berperan aktif mencegah covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan termasuk saat berada di kawasan objek wisata,&#8221; kata Ketua PMI Kabupaten Banjarnegara, Setiawan, Kamis [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/13/pmi-banjarnegara-galakkan-sosialisasi-protokol-kesehatan-di-objek-wisata">PMI Banjarnegara Galakkan Sosialisasi Protokol Kesehatan di Objek Wisata</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANJARNEGARA (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong> &#8211; Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjarnegara terus galakan sosialisasi mengenai protokol kesehatan di objek wisata yang ada di wilayah setempat dalam rangka mencegah penyebaran covid-19.</p>
<p>&#8220;Kami ingin mengajak masyarakat untuk berperan aktif mencegah covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan termasuk saat berada di kawasan objek wisata,&#8221; kata Ketua PMI Kabupaten Banjarnegara, Setiawan, Kamis (13/8/2020).</p>
<p>Ia menjelaskan, pihaknya baru saja menggelar sosialisasi mengenai protokol kesehatan di objek wisata Dataran Tinggi Dieng.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2020/08/13/capaian-pembayaran-pbb-di-temanggung-masih-rendah/">Capaian Pembayaran PBB di Temanggung Masih Rendah</a></strong></p>
<p>&#8220;Relawan PMI Kabupaten Banjarnegara turun langsung untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para wisatawan dan juga masyarakat yang ada di sekitar objek wisata itu,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dia mengatakan upaya tersebut dilakukan untuk membantu pemerintah menekan angka pertambahan jumlah kasus covid-19 di wilayah ini.</p>
<p>&#8220;Selain di objek wisata kami juga melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai protokol kesehatan di ruang-ruang publik lainnya yang ada di wilayah ini,&#8221; terangnya.</p>
<p>Selain melakukan sosialisasi dan edukasi pihaknya juga secara berkala melakukan penyemprotkan disinfektan di sejumlah ruang publik di Kabupaten Banjarnegara.</p>
<p><strong>Imbauan Bupati</strong><br />
&#8220;Berbagai cara kami lakukan guna membantu upaya pemerintah memutus mata rantai covid-19 dan juga meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap protokol kesehatan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sebelumnya, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono juga meminta warga disiplin menerapkan protokol kesehatan guna menekan penyebaran covid-19.</p>
<p>&#8220;Kami tidak bosan terus mengimbau warga agar disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam rangka adaptasi kebiasaan baru,&#8221; kata Budhi</p>
<p>Budhi menambahkan, hal itu diperlukan guna memutus mata rantai penyebaran covid-19 di wilayah setempat.</p>
<p>&#8220;Masyarakat bisa tetap produktif dan beraktivitas namun tetap mengedepankan protokol kesehatan agar aman dari kemungkinan paparan virus,&#8221; pungkasnya.</p>
<p><em><strong>Ant/Naf</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/13/pmi-banjarnegara-galakkan-sosialisasi-protokol-kesehatan-di-objek-wisata">PMI Banjarnegara Galakkan Sosialisasi Protokol Kesehatan di Objek Wisata</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fenomena Embun Upas kembali Muncul di Dieng</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/08/09/fenomena-embun-upas-kembali-muncul-di-dieng</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2020 11:58:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Dieng]]></category>
		<category><![CDATA[embun upas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=103794</guid>

					<description><![CDATA[<p>BANJARNEGARA (SUARABARU.ID) &#8211; Fenomena embun upas atau embun beku kembali muncul di Kawasan Wisata Dataran Tinggi (KWDT) Dieng pada Minggu, kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Objek wisata Dieng, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara Sri Utami. &#8220;Ini kemunculan kedua selama bulan Agustus, hari Sabtu (8/8) kemarin muncul pada suhu minus satu dan hari ini pada [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/09/fenomena-embun-upas-kembali-muncul-di-dieng">Fenomena Embun Upas kembali Muncul di Dieng</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANJARNEGARA (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Fenomena embun upas atau embun beku kembali muncul di Kawasan Wisata Dataran Tinggi (KWDT) Dieng pada Minggu, kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Objek wisata Dieng, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara Sri Utami.</p>
<p>&#8220;Ini kemunculan kedua selama bulan Agustus, hari Sabtu (8/8) kemarin muncul pada suhu minus satu dan hari ini pada suhu minus tiga,&#8221; katanya di Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu.</p>
<p>Dia menjelaskan kemunculan embun upas atau embun beku menjadi salah satu daya tarik wisata di lokasi tersebut.</p>
<p>&#8220;Banyak wisatawan yang datang ke Dieng karena ingin melihat fenomena embun upas ini&#8221; katanya.</p>
<p>Dia menambahkan, sejumlah objek wisata di Dieng telah dibuka sejak 1 Agustus 2020 dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.</p>
<p>&#8220;Sosialiasi mengenai protokol kesehatan ini selalu kami sampaikan kepada wisatawan, penggunaan masker, jaga jarak fisik, cuci tangan, dan menghindari kerumunan menjadi keharusan demi keamanan dan kenyamanan bersama,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia mengatakan rombongan wisatawan akan dipandu oleh pemandu wisata yang sekaligus bertugas untuk mengingatkan soal protokol kesehatan.</p>
<p>&#8220;Rombongan dipandu oleh pemandu wisata, satu pemandu untuk sekitar 20 orang wisatawan salah satu fungsinya untuk mengingatkan soal protokol kesehatan,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia juga menambahkan bahwa pada akhir pekan banyak wisatawan yang menginap di <em>homestay</em> yang ada di sekitar objek wisata.</p>
<p>&#8220;Ada juga wisatawan yang sengaja menunggu munculnya embun upas di areal parkir Candi Arjuna,&#8221; katanya.</p>
<p>Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie menambahkan saat musim kemarau, Dataran Tinggi Dieng memiliki kelembaban udara yang tinggi, berbeda dari daerah lainnya di Jawa Tengah.</p>
<p>Dia menambahkan tingginya kelembaban udara tersebut akibat kompleksitas pegunungan dan tutupan lahan.</p>
<p>&#8220;Pada saat inilah embun upas atau embun beku terbentuk,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia menambahkan pola kelembaban udara harian di Dieng dapat menjadi jenuh atau terkondensasi menjelang pagi hari.</p>
<p>&#8220;Uap air di udara berubah menjadi titik-titik air, di saat yang bersamaan suhu udara harian juga menuju pada titik minimumnya mencapai nol derajat celcius atau bahkan minus. Akibat suhu lingkungan yang sangat dingin, titik-titik air atau embun yang telah terbentuk tersebut kemudian berubah menjadi kristal es atau embun upas,&#8221; katanya.</p>
<p>Embun upas, tambah dia, akan bertahan ketika suhunya masih berada pada kisaran titik beku.</p>
<p><strong>Ant-Tm</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/09/fenomena-embun-upas-kembali-muncul-di-dieng">Fenomena Embun Upas kembali Muncul di Dieng</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>