<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>cabai Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/cabai/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 16 Nov 2024 00:40:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>cabai Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Siswa SMK Negeri 1 Bawen Terima Penyuluhan dan Penanganan Pascapanen Cabai</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/11/16/siswa-smk-negeri-1-bawen-terima-penyuluhan-dan-penanganan-pascapanen-cabai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Nov 2024 00:40:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[cabai]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Teknologi Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Bawen]]></category>
		<category><![CDATA[Pascapanen]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian kepada Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[SMK Negeri 1]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang (USM)]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=446911</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), Universitas Semarang (USM), memberikan penyuluhan tentang penanganan pascapanen dan pengolahan cabai, kepada 72 siswa SMK Negeri 1 Bawen, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jumat (15/11/2024). Tim PKM USM terdiri dari Ketua Ir Dewi Larasati MSi, anggota Aldila Sagitaning Putri SSi MSc MSi, dan Ir [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/16/siswa-smk-negeri-1-bawen-terima-penyuluhan-dan-penanganan-pascapanen-cabai">Siswa SMK Negeri 1 Bawen Terima Penyuluhan dan Penanganan Pascapanen Cabai</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), Universitas Semarang (USM), memberikan penyuluhan tentang penanganan pascapanen dan pengolahan cabai, kepada 72 siswa SMK Negeri 1 Bawen, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jumat (15/11/2024).</p>
<p>Tim PKM USM terdiri dari Ketua Ir Dewi Larasati MSi, anggota Aldila Sagitaning Putri SSi MSc MSi, dan Ir Maria Sudjatinah MSi. Mereka dibantu tiga mahasiswa Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, yaitu Akmalia Mutia Rahma, Anastasia Mariska Citra Natalia dan Putri Aprilia Sidabalok.</p>
<p>Menurut Dewi, para siswa SMK Negeri 1 Bawen diberikan penyuluhan tentang penanganan pascapanen cabai, dan pengolahan cabai. Mereka didampingi guru dari SMK Negri 1 Bawen, Siti Wahyuningsih SPd, Sri Karyani STP dan Arum Sari SP.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/11/16/anggota-paguyuban-pasar-johar-selatan-semarang-ikuti-edukasi-perpajakan">Anggota Paguyuban Pasar Johar Selatan Semarang Ikuti Edukasi Perpajakan</a></strong></p>
<p>&#8221;Saya menyampaikan materi tentang penanganan pascapanen dan pembuatan cabai bubuk. Sedangkan materi tentang pengolahan cookies cabai, disajikan Aldila Sagitaning Putri. Adapun materi soal marinasi ayam bumbu pedas level, diberikan Maria Sudjatinah,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dewi menambahkan, sosialisasi penanganan pascapanen dan pengolahan ubi jalar ungu, diberikan kepada siswa SMK Negeri 1 Bawen itu, untuk mendukung beberapa tujuan pendidikan di SMK setempat.</p>
<p>&#8221;Kegitan penyuluhan ini bertujuan untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap agar kompetensi dalam melaksanakan, penanganan pascapanen dan pengolahan hasil pertanian, dapat tercapai maksimal,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/16/siswa-smk-negeri-1-bawen-terima-penyuluhan-dan-penanganan-pascapanen-cabai">Siswa SMK Negeri 1 Bawen Terima Penyuluhan dan Penanganan Pascapanen Cabai</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Merahnya Cabai PaKu dari Pantai Selatan, dan Sentuhan Listrik Pertanian Berkelanjutan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/11/14/merahnya-cabai-paku-dari-pantai-selatan-dan-sentuhan-listrik-pertanian-berkelanjutan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Nov 2024 14:07:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Bugel]]></category>
		<category><![CDATA[cabai]]></category>
		<category><![CDATA[Electrifying Agriculture]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kulon Progo]]></category>
		<category><![CDATA[Listrik]]></category>
		<category><![CDATA[PLN]]></category>
		<category><![CDATA[YOGYAKARTA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=446646</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Pasir hitam di pesisir Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, ternyata ladang subur. Cabai Pantai Kulon Progo (PaKu) jadi unggulan pertanian setempat yang menyuplai stok ketahanan pangan cabai nasional. Hasil panen yang bagus ditunjang alat pertanian modern penyiraman otomatis berbasis energi listrik yang lebih efisien. Kolaborasi juga diwujudkan, pemuda desa berinovasi membuat alat cahaya perangkap hama [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/14/merahnya-cabai-paku-dari-pantai-selatan-dan-sentuhan-listrik-pertanian-berkelanjutan">Merahnya Cabai PaKu dari Pantai Selatan, dan Sentuhan Listrik Pertanian Berkelanjutan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em>“Pasir hitam di pesisir Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, ternyata ladang subur. Cabai Pantai Kulon Progo (PaKu) jadi unggulan pertanian setempat yang menyuplai stok ketahanan pangan cabai nasional. Hasil panen yang bagus ditunjang alat pertanian modern penyiraman otomatis berbasis energi listrik yang lebih efisien. Kolaborasi juga diwujudkan, pemuda desa berinovasi membuat alat cahaya perangkap hama serangga berbasis listrik energi baru terbarukan (EBT)…”</em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>KUPU-KUPU </strong>berwarna hijau muda beterbangan di sejumlah desa di Utara Jalan Daendels Pantai Selatan (Pansela) Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, Sabtu 26 Oktober 2024. Hujan mengguyur lebat pada malam hari tadi. Itu cukup membanjiri areal persawahan dengan tanah yang retak-retak disengat kemarau.</p>
<p>Sejak matahari terbit, serangga musiman itu terbang keluar dari kawasan hutan, dan kebun-kebun kelapa yang merimbuni permukiman desa. Melayang bermigrasi dari Timur ke Barat menyeberangi  jalan-jalan desa. Menemani semringah petani yang bersiap mengolah tanah menyambut musim penghujan ini.</p>
<p>Menuju seberang Selatan Jalan Daendels, di Kalurahan Bugel, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, suara debur ombak sayup-sayup menderu. Berjarak 200 meter dari garis pantai ke Utara, hamparan tanaman cabai merah keriting, dan rawit tumbuh subur di lahan berpasir hitam. Pohon-pohon kelapa tumbuh rapi meneduhkan tanaman tumpangsari di bawahnya itu.</p>
<p>Cabai merah keriting merona mewarnai kebun sejak beberapa hari lalu. Rimbunnya hampir menyamai lebatnya pertumbuhan daun. Pun dengan cabai rawit yang tumbuh lebih tinggi mencapai pinggang orang dewasa. Dahannya cukup kuat menyangga lebatnya buah.</p>
<p>Sukarman (66), Ketua Kelompok Tani Gisik Pranaji, Padukuhan II, Kalurahan Bugel, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, siang dan malam terus memantau kebun. Awal musim penghujan ini komoditas cabai setempat sudah siap panen raya.</p>
<p>“Puncak panen, hitungannya pada pertengahan November (2024),” kata Sukarman.</p>
<p>Sukarman menjelaskan, di sepanjang Pantai Kulon Progo terdapat 11 kelompok tani yang mengelola luasan lahan sekira 600 hektar. Saat ini sekira 300-350 hektar ditanami komoditas yang dikenal sebagai Cabai Pantai Kulon Progo (PaKu).</p>
<p>Dia merinci setiap 1.000 meter persegi lahan berpasir hitam itu, rata-rata mampu menghasilkan panen cabai merah keriting sebanyak 1,5-2 ton tiap musim tanamnya. Sementara cabai rawit menghasilkan 0,8-1 ton.</p>
<p>Komoditas hortikultura lain yakni melon juga tumbuh subur pada lahan seluas sekira 100 hektar, dan semangka 250 hektar. Pada dua komoditas buah itu, tiap 1.000 meter persegi bisa panen mencapai tiga ton.</p>
<p>“Puncak panen biasanya bisa mencapai 60-70 ton. Dijual melalui pasar lelang, dibeli pedagang didistribusikan ke berbagai daerah termasuk ke Jakarta,” kata Sukarman.</p>
<p>Dari luasan 600 hektar lahan itu, kini menjadi tulang punggung perekonomian lebih dari 100 kepala keluarga. Dalam satu kelompok tani rata-rata terdapat 100 KK. Adapun jumlah rata-rata setiap satu KK mengelola 2.000-5.000  meter persegi lahan.</p>
<p>“Bervariasi jumlahnya (lahan),” kata Sukarman.</p>
<figure id="attachment_446650" aria-describedby="caption-attachment-446650" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-446650" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Cabai-2.jpeg" alt="" width="681" height="519" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Cabai-2.jpeg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Cabai-2-400x305.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Cabai-2-150x114.jpeg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Cabai-2-80x60.jpeg 80w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Cabai-2-100x75.jpeg 100w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-446650" class="wp-caption-text">Sprinkler atau alat penyiraman otomatis berbasis energi listrik yang efisien terpasang di kebun cabai di Kalurahan Bugel, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta. (Foto: Dok)</figcaption></figure>
<p><strong>Listrik, Efisiensi, dan Ketahanan Pangan</strong></p>
<p>Apiknya hasil pertanian komoditas hortikultura cabai, melon, semangka, hingga bawang merah di wilayah itu tak hanya mengandalkan pupuk, dan kesuburan tanah. Terdapat dukungan akses infrastruktur jalan hingga akses pengairan yang memadai sebagai jantungnya pertanian.</p>
<p>Sukarman bercerita, dahulu sebelum era awal 1980-an infrastruktur pengairan wilayah tepi pantai pesisir Kulon Progo masih tidak memungkinkan  menunjang pertanian. Hari ini petani tentu semringah, sebab akses pengairan sudah mencukupi.</p>
<p>Bukan hal yang mudah menyediakan infrastruktur pengairan untuk pertanian di wilayah pesisir pantai itu. Petani setempat telah mendapat opsi pengairan baik dari aliran irigasi, dan air tanah.</p>
<p>Saat itu listrik belum menjangkau wilayah pertanian di pesisir Pantai Kulon Progo. Petani hanya mengandalkan alat penyedot air berupa pompa diesel dengan bahan bakar minyak (BBM). Meski infrastruktur itu sudah memadai, Sukarman menilai hal itu masih boros pengeluaran.</p>
<p>Petani butuh alternatif energi baru yang lebih efisien. Apalagi, kini sistem pengairan pada kebun cabai itu mulai banyak menggunakan penyiraman otomatis berupa <em>sprinkler. </em>Ya, petani pilihannya jatuh pada  energi listrik dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero).</p>
<p>Sukarman membandingkan penggunaan BBM dan listrik untuk menunjang kebutuhan pengairan tanaman cabai menggunakan teknologi sistem irigasi<em> sprinkler</em> tersebut. Di mana bisa menghemat biaya pengeluaran hingga 75 persen.</p>
<p>“<em>Sprinkler </em>dinyalakan selama 30 menit setiap hari. Penyiraman dua kali per hari. Pagi 15 menit, dan sore 15 menit,” kata Sukarman.</p>
<p>Dia mengatakan, bila penyiraman itu menggunakan mesin diesel, maka tiap lahan seluas 1.000 meter persegi akan menghabiskan bensin 0,5 liter. Artinya bila luasan lahan satu hektar akan menghabiskan lima liter BBM.</p>
<p>“Ini kalau menggunakan BBM. Kalau menggunakan listrik biayanya hanya seperempatnya saja,” ujarnya.</p>
<p>Kemudian untuk komoditas melon, dan semangka, penyiramannya menggunakan sistem irigasi drip infus. Penyiraman dilakukan saat pagi hari selama sekira 15 menit.</p>
<p>Infrastruktur kelistrikan PT PLN sudah menjangkau dan mendukung ketersediaan dan keberlangsungan pertanian cabai di salah satu wilayah lumbung cabai nasional itu. Ketersediaan cabai cukup penting di Indonesia, mengingat bumbu pedas itu merupakan bahan pokok yang sering mengundang inflasi.</p>
<p>Kehadiran energi listrik PT PLN pada kawasan penghasil cabai di pesisir pantai Kulon Progo, DI Yogyakarta itu merupakan bentuk dukungan dan kolaborasi untuk dunia pertanian mendukung ketahanan pangan.</p>
<p>PT PLN saat ini punya program Electrifying Agriculture (EA) juga mendukung tumbuhnya sektor pertanian, perkebunan, hingga perikanan di Indonesia sebagai negara agraris dan maritim.</p>
<p>General Manager PT PLN UID Jawa Tengah &amp; DI Yogyakarta, Sugeng Widodo, menjelaskan, penyaluran program Electrifying Agriculture di wilayah kerjanya pada tahun ini hingga September 2024 mencapai 6.246 pelanggan.</p>
<p>“Total jumlah daya yang terpasang mencapai 22.746 megavolt-ampere (MVA),” kata Sugeng, Kamis 14 November 2024.</p>
<p>Dia memerinci, jumlah pelanggan Electrifying Agriculture pada sektor pertanian dan perkebunan atau produk Super Panen pada tahun ini hingga September 2024 sebanyak 5.214 pelanggan.</p>
<p>“Atau sebanyak 83,5 persen dengan jumlah daya tersambung total  16,43 MVA atau 72,2 persen,” kata dia.</p>
<p>Selanjutnya, pelanggan Electrifying Agriculture pada sektor peternakan atau produk Super Chicken pada tahun ini hingga September 2024 total sebesar 761 pelanggan atau 12,2 persen. Jumlah daya yang tersambung total  mencapai 3,6 MVA atau 15,7 persen.</p>
<p>Terakhir pada program Electrifying Agriculture sektor perikanan atau produk Super Chuan pada tahun ini hingga September 2024 total sebesar 226  plg atau 3,6 persen. Jumlah daya yang tersambung total  2,4 MVA atau 10,5 persen.</p>
<figure id="attachment_446653" aria-describedby="caption-attachment-446653" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-446653" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Cabai-3.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Cabai-3.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Cabai-3-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Cabai-3-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-446653" class="wp-caption-text">Sukarman (66), Ketua Kelompok Tani Gisik Pranaji, Padukuhan II, Kalurahan Bugel, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta menunjukkan komoditas andalan lain yakni buah melon dan semangka, sabtu 26 Oktober 2024. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>PLN Dukung Sektor Agrikultur </strong></p>
<p>Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, menambahkan, program Electrifying Agriculture merupakan inovasi untuk mengajak para pelaku di sektor agrikultur untuk beralih menggunakan alat-alat dan mesin produksi berbasis listrik sehingga lebih maju dan modern.</p>
<p>Melalui program itu, kata Darmawan, PLN ingin mendukung pelaku usaha di sektor agrikultur untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional, dan menjadi lebih ramah lingkungan.</p>
<p>“Kami berupaya menciptakan Creating Shared Value (CSV) bagi masyarakat. Kami yakin dengan penggunaan berbagai inovasi teknologi agrikultur berbasis listrik membawa pelaku usaha menjadi lebih modern yang membuat produktivitas mereka meningkat signifikan dibandingkan dengan menggunakan energi fosil,” kata dia Darmawan.</p>
<p>Program ini juga menjadi bagian dari langkah strategis perseroan dalam upaya mendukung pengentasan kemiskinan melalui sektor ketenagalistrikan.</p>
<p>“Lewat program kami juga mendukung Pemerintah untuk menguatkan ketahanan pangan nasional,” kata Darmawan.</p>
<p>Lebih lanjut, Program Electrifying Agriculture disebut semakin diminati para pelaku usaha di sektor agrikultur seperti pertanian, perikanan, perkebunan hingga peternakan.</p>
<p>Capaiannya hingga akhir 2023, jumlah penyaluran program ini lebih dari 241.700 pelanggan. Angka tersebut meningkat sekitar 25 persen dibandingkan tahun 2022 yang hanya sebesar 193.058 pelanggan.</p>
<p>Dirincikan, hingga akhir tahun 2023, total daya tersambung program EA sebesar 3.647 Mega Volt Ampere (MVA) atau tumbuh sekitar 16 persen dari 2022 sebesar 3.128 MVA.</p>
<p>Konsumsi listrik program EA juga mengalami peningkatan. Pada akhir tahun 2023, konsumsi listrik mencapai lebih dari 5,12 Terawatt hour (TWh), meningkat sekitar 9 persen dibanding akhir tahun 2022 sebesar 4,66 TWh.</p>
<figure id="attachment_446655" aria-describedby="caption-attachment-446655" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-446655" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Cabai-6.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Cabai-6.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Cabai-6-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Cabai-6-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-446655" class="wp-caption-text">Sejumlah hama serangga jenis kupu-kupu kecil terjebak pada alat Klaper-X sebagai upaya pencegahan sebelum berkembang biak dan bertelur pada tanaman cabai. (Foto; DIaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Tantangan Hama</strong></p>
<p>Petani di pesisir Kulon Progo itu tentu punya tantangan lain. Sukarman mengatakan, bertani tanaman cabai tidak mudah dan murah dan tiba-tiba mampu panen besar. Salah satu hantu bagi petani cabai yakni hama serangga, terlebih bila musim pancaroba seperti sekarang ini.</p>
<p>“Cabai dan bawang merah hamanya banyak, apalagi masuk musim penghujan,” ucap Sukarman.</p>
<p>Ada dua tipikal serangga yang bisa merusak tanaman, yakni ragam kupu-kupu hingga kutu-kutuan. Hama serangga ada yang aktif pada siang dan malam hari. Bila sudah bertelur, maka hama serangga seperti klaper (salah satu jenis kupu-kupu) akan sangat merepotkan petani.</p>
<p>“Satu hama jenis kupu-kupuan telurnya kan banyak, kalau menetas semua merepotkan sekali. Ulatnya kecil, begitu menetas dia masuk ke dalam cabai. Kalau dilihat sepintas tidak kelihatan ulatnya, tapi di dalamya sudah ada dan tidak bisa dikendalikan dengan obat (pestisida),” kata dia.</p>
<p>Bila hama sudah menyerang, penggunaan pestisida yang tidak ramah lingkungan akan digunakan secara berlebih. Padahal pada kondisi biasa saja penyemprotan pestisida untuk pencegahan hama bisa dilakukan 2-3 hari sekali.</p>
<p>“Karena sekarang ini penggunaan pestisida itu sudah luar biasa banyak (untuk cabai). Padahal musim seperti ini serangan hama ulat itu banyak. Kalau tanaman sudah kena (diserang) ulat kemungkinan 70 persen akan gagal panen itu untuk cabai maupun maupun bawang merah,” kata dia.</p>
<p>Dia memerinci, sekali penyemprotan memerlukan pestisida yang harganya Rp250 ribu bahkan lebih. Penyemprotan itu dilakukan dua hari sekali. Kemudian dua-tiga hari selanjutnya dilakukan penyemprotan lagi.</p>
<p>“Kalau luasan lahan 1.000 meter persegi bisa habis Rp5-10 juta hanya untuk beli pestisida kimia kalau sedang terserang hama,” katanya.</p>
<p>Padahal lahan pertanian Cabai PaKu di Kulon Progo yang dipimpinnya bisa mencapai 650 hektar. Penggunaan pestisida kimia yang tidak ramah lingkungan tentu mengkhawatirkan. Hal itu juga bisa membuat modal petani kewalahan.</p>
<figure id="attachment_446654" aria-describedby="caption-attachment-446654" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-446654" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Cabai-7.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Cabai-7.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Cabai-7-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Cabai-7-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-446654" class="wp-caption-text">Pemuda desa setempat, Ihsan Muchlis Maulana (20) mengembangkan alat cahaya perangkap hama atau atau Light Trap Insect Klaper-X berbasis energi listrik tenaga surya yang mampu menekan pengeluaran pestisida kimia yang tidak ramah lingkungan. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Kolaborasi dengan Klaper-X Berbasis EBT</strong></p>
<p>Ihsan Muchlis Amirudin (20), pemuda desa setempat yang juga anak petani mengembangkan sebuah alat cahaya perangkap hama serangga yang dinamai Light Trap Insect Klaper-X. Dia menaruh perhatian akan masalah hama yang kerap menyerang tanaman cabai.</p>
<p>Sejak duduk di bangku SMK jurusan elektronika atau pada 2020, dia mulai mengembangkan Klaper-X berbekal alat-alat dari barang bekas. Di antaranya pipa plastik, plat besi, baskom penampung air sabun, baterai, komponen kelistrikan, panel surya, dan lain-lain.</p>
<p>“Awalnya dari awal Covid-19 pada 2020. Di Desa Bugel banyak keluhan serangan hama yang menyerang tanaman. Petani masih menggunakan cara konvensional menanganinya dengan pestisida yang mahal dan tidak ramah lingkungan,” kata Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu.</p>
<p>Klaper-X yakni dengan menggunakan lampu ultraviolet yang tersambung dengan daya baterai dari energi ramah lingkungan panel surya mini berkapasitas 6 Va. Tugasnya sebagai pencegahan sebelum hama berkembang biak.</p>
<p>“Awalnya buat tiga lalu dipasang sendiri di sawah. Lalu tetangga melihat dan meminta dibuatkan. Ya cuma dibuatkan saja, kan belum untuk dijual saat itu karena ingin membantu,” kata dia.</p>
<p>Cara kerja alat ini ditempatkan di kebun-kebun cabai. Pada malam hari akan menyala untuk menarik perhatian serangga. Serangga akan jatuh terjebak pada baskom di bawahnya yang telah berisi air sabun.</p>
<p>Selama setahun lebih dia melakukan riset, pengembangan, hingga penyempurnaan alat. Kini, Klaper-X  dinilai cukup berhasil sebagai pencegahan hama tanaman, bahkan disebut bisa mengurangi 75 persen penggunaan pestisida. Kemudian mampu meningkatkan hasil pertanian hingga berkali lipat.</p>
<p>Alat ini sudah terjual setidaknya 2.500 unit ke pelosok nusantara hingga saat ini. Dinas Pertanian setempat hingga Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian sudah memesan alat ini untuk diujicobakan ke berbagai daerah.</p>
<p>“Kalau luar daerah, dipesan dari Gunungkidul, Malang, Aceh, Bali. Yang pesan ada dari instansi pemerintahan dan masyarakat umum. Mereka tahu alat ini ada yang melihat YouTube,” kata dia.</p>
<p>Lebih lanjut, pengembangan Klaper-X bahkan sudah didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Ihsan butuh waktu riset dan pengembangan setidaknya setahun dalam penyempurnaannya.</p>
<p>Sukarman mengaku senang dengan hadirnya alat tersebut sebagai pencegahan hama. Alat itu, kata dia, sebetulnya sangat efektif karena banyak sekali hama yang tertangkap.</p>
<p>“Kalau dengan pestisida belum tentu kena, tapi pakai alat ini hampir pasti kena. Misalnya kupu-kupu (klaper), itu induknya kena sebelum dia bertelur. Klaper itu telurnya jadi ulat, ini kalau sudah jadi ulat susah sekali dikendalikan, maka ditarik dengan lampu alat ini. Maka kalau menjebak klapernya lebih dahulu lebih aman,” kata dia.</p>
<p>Sukarman berharap akan banyak petani setempat khususnya mulai pasang alat cahaya perangkap hama serangga untuk solusi mengendalikan hama cabai. Tantangan, dia terus mengedukasi petani agar mulai menggunakan alat yang lebih ramah lingkungan daripada penggunaan pestisida kimia.</p>
<p>“Tapi memang perlu terus mengedukasi. Namanya masyarakat umum merasa kalau belum pakai pestisida itu belum <em>marem</em> <em>(mantap) </em> begitu. Sekarang dari kampus UNY itu beli dibagikan ke petani, da merasakan dampaknya,” katanya.</p>
<p>Sebagai solusi pencegahan hama, dia berharap pemerintah harus lebih banyak merespon dan memberi dukungan harus lebih kuat untuk kesuksesan hasil panen cabai menjaga ketahanan pangan.</p>
<figure id="attachment_446656" aria-describedby="caption-attachment-446656" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-446656" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Cabai-5.jpg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Cabai-5.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Cabai-5-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Cabai-5-150x100.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-446656" class="wp-caption-text">Potret pertanian di sekitar Jalan Daendels, pantai selatan (Pansela) Kabupaten Kulon Progo yang kaya potensi tanaman hortikultura,. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Bermula Lahan Marjinal </strong></p>
<p>Suburnya kebun-kebun cabai di pesisir Kulon Progo itu punya sejarah panjang. Sebelum 1980-an daerah berpasir hitam di tepi pantai tersebut awalnya hanya lahan marginal yang terbengkalai dan tidak subur.</p>
<p>Saat itu infrastruktur sumber pengairan belum ada, pun dengan angin laut yang disebut punya kadar garam, dan korositas tinggi. Pada akhirnya tidak populer untuk dimanfaatkan menjadi lahan pertanian.</p>
<p>Hingga pada awal 1980-an keadaan mulai berubah 180 derajat. Pasir hitam yang gersang mulai menghijau untuk pertanian. Masyarakat setempat mulai mendapat pendampingan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo.</p>
<p>Lahan berpasir hitam yang ternyata subur itu mulai dimanfaatkan untuk budidaya cabai. Sumber Daya Alam (SDA) dimanfaatkan penuh, dengan sentuhan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), ditunjang teknologi pertanian.</p>
<p>Sukarman, bilang, pada saat itu lahan-lahan di tepi pantai tersebut minim infrastruktur, dan semua masih manual. Infrastruktur jalan belum ada, begitupun hal yang sama pentingnya yakni akses irigasi yang baik, sehingga dibutuhkan peran pemerintah.</p>
<p>“Setelah mendapatkan bantuan jaringan dan irigasi, dan jalan usaha tani, lahan tersebut berkembang dengan sangat pesatnya. Kami mendapat pendampingan dari Dinas Pertanian Provinsi maupun Kabupaten, serta  Perguruan Tinggi,” katanya.</p>
<p>Untuk menunjang perekonomian yang terintegrasi, juga sudah dibuat pasar lelang. Petani dimudahkan, usai memetik cabai lalu bisa langsung di antar ke pasar lelang. Panitia pasar lelang menghubungkan yang punya peran menghubungkan produk ke pedagang. Artinya petani tidak usah terlalu pusing memikirkan pemasarannya.</p>
<p>Posisi tawar petani juga sudah meningkat, dengan pemasaran yang bisa dilakukan daring. Cabai juga diolah menjadi abon cabai atau serbuk cabai kering, sambal kemasan, hingga olahan pedas lainnya.</p>
<figure id="attachment_446657" aria-describedby="caption-attachment-446657" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-446657" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Cabai-8.jpg" alt="" width="681" height="396" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Cabai-8.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Cabai-8-400x233.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/Cabai-8-150x87.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-446657" class="wp-caption-text">Pertanian cabai PaKu di pesisir Kabupaten Kulon Progo kini sudah menjadi salah satu lumbung penyuplai cabai nasional untuk ketahanan pangan. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Lumbung Cabai</strong></p>
<p>Data dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kulon Progo, wilayah berjuluk ‘The Jewel of Java’ itu punya 58.627 hektar terbagi 87 Kalurahan, 12 Kapanewon, 1 Kelurahan, dengan 933 Dusun. Khusus luas lahan di pesisir pantai mencapai 2.930 hektar.</p>
<p>Pada 2021, Sutedjo, Bupati Kulon Progo saat itu, bilang, sumbangan perekonomian tertinggi wilayah setempat berasal dari sektor pertanian sebesar 14,56 persen.</p>
<p>“Potensi lahannya cukup luas, panjang pantai 25 km telah berinovasi (pengembangan komoditas cabai). Cabai PaKu telah menjadi satu dari 12 daerah pemasok cabai nasional,” kata Sutedjo Melansir YouTube Kulon Progo TV, yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kulon Progo yang diunggah 1 Juli 2021.</p>
<p>Lebih lanjut, data yang diunggah pada laman <em>pertanian.kulonprogokab.go</em>.id 29 Agustus 2024, komoditas Cabai PaKu mampu menyuplai 70 persen kebutuhan cabai di DI Yogyakarta. Secara nasional bahkan mampu menyumbang 21 persen dari kebutuhan cabai nasional.</p>
<p>Bank Indonesia juga kerap menyalurkan teknologi pertanian untuk sentra pertanian tersebut. Cabai merupakan salah satu komoditas kebutuhan pokok masyarakat yang rawan membuat inflasi, sehingga perlu dijaga stok dari hulu.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo juga berupaya membuat program untuk memperbaiki produksi sebagai nilai tambah bagi para petani. Salah satunya inovasi cabai Pantai Kulon Progo (PaKu) yang diolah menjadi cabai kering, hingga sambal kemasan.</p>
<p><strong>Diaz Azminatul Abidin</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/14/merahnya-cabai-paku-dari-pantai-selatan-dan-sentuhan-listrik-pertanian-berkelanjutan">Merahnya Cabai PaKu dari Pantai Selatan, dan Sentuhan Listrik Pertanian Berkelanjutan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Jamur, Kodim Batang Kawal Penanaman Cabai</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/01/23/antisipasi-jamur-kodim-batang-kawal-penanaman-cabai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jan 2024 14:13:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Batang]]></category>
		<category><![CDATA[cabai]]></category>
		<category><![CDATA[Kodim]]></category>
		<category><![CDATA[tanam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=395128</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATANG (SUARABARU.ID) &#8211; Kodim 0736/Batang bersama Forkopimda dan warga Desa Sawahjoho menggelar penanaman bibit cabai rawit merah dan terong di lahan desa setempat seluas 1 hektar. Kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai arahan dari Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, sebagai upaya untuk menjaga ketahanan pangan khususnya di Kabupaten Batang. Dandim Batang Letkol Inf Ahmad Alam Budiman mengatakan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/23/antisipasi-jamur-kodim-batang-kawal-penanaman-cabai">Antisipasi Jamur, Kodim Batang Kawal Penanaman Cabai</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BATANG (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Kodim 0736/Batang bersama Forkopimda dan warga Desa Sawahjoho menggelar penanaman bibit cabai rawit merah dan terong di lahan desa setempat seluas 1 hektar. Kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai arahan dari Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, sebagai upaya untuk menjaga ketahanan pangan khususnya di Kabupaten Batang.</p>
<p>Dandim Batang Letkol Inf Ahmad Alam Budiman mengatakan, program ini untuk menanggulangi dampak gagal panen, utamanya sayuran yang dialami para petani tahun lalu.</p>
<p>“Sebanyak 9 ribu bibit cabai rawit merah dan 9 ribu bibit terong ditanam di lahan desa seluas 1 hektar, untuk membantu Pemda setempat menangani dampak inflasi,” katanya, saat ditemui usai menanam bibit cabai dan terong, di lahan Desa Sawahjoho, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Selasa (23/1/2024).</p>
<p>Di sisi lain, ancaman hama terus mengintai selama proses penanaman. Salah satunya hama Antraknosa atau dikenal Patek, yang sempat menyebabkan gagal panen tahun lalu. “Untuk mengantisipasi agar hal serupa tak terjadi lagi, kami bekerja sama dengan Dispaperta dan PSDKU Undip Batang, untuk melakukan pemantauan,” jelasnya.</p>
<p>Plt Kepala Dispaperta Batang Wahyu Budi Santoso mengakui, tanaman cabai memiliki karakteristik yang mudah terserang hama, terlebih saat cuaca ekstrem. “Solusinya pendampingan ditambah intensitas penyemprotan cairan anti hama dioptimalkan,” terangnya.</p>
<p>Sementara itu, Penyuluh Pertanian, Kecamatan Warungasem Yani Meilani menerangkan, melihat musim hujan mulai tiba, penanganan yang harus segera diambil yakni dengan mengintensifkan penyemprotan cairan fungisida untuk mencegah munculnya jamur pada tanaman cabai.</p>
<p>“Takarannya menyesuaikan luasan lahan. Intinya kewaspadaan tetap diutamakan, dengan pengamatan yang berkelanjutan, bisa mencegah munculnya hama, kalau pun ada serangan hama, bisa segera ditanggulangi,” ujar dia.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/23/antisipasi-jamur-kodim-batang-kawal-penanaman-cabai">Antisipasi Jamur, Kodim Batang Kawal Penanaman Cabai</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Awal 2024, Harga Cabai di Pekalongan Berangsur Turun</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/01/03/awal-2024-harga-cabai-di-pekalongan-berangsur-turun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jan 2024 01:11:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[cabai]]></category>
		<category><![CDATA[harga]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=391549</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA PEKALONGAN (SUARABARU.ID) &#8211; Setelah sebelumnya harga cabai sempat meroket hingga 125 ribu rupiah per kilogram, saat ini di awal tahun 2024 harga cabai berangsur turun. Pedagang sayur di Pasar Podosugih Kota Pekalongan, Dhotiyah, saat ditemui Selasa (2/1/2024) menyebutkan harga cabai turun antara Rp 15 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram. “Untuk cabai merah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/03/awal-2024-harga-cabai-di-pekalongan-berangsur-turun">Awal 2024, Harga Cabai di Pekalongan Berangsur Turun</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA PEKALONGAN (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Setelah sebelumnya harga cabai sempat meroket hingga 125 ribu rupiah per kilogram, saat ini di awal tahun 2024 harga cabai berangsur turun. Pedagang sayur di Pasar Podosugih Kota Pekalongan, Dhotiyah, saat ditemui Selasa (2/1/2024) menyebutkan harga cabai turun antara Rp 15 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram.</p>
<p>“Untuk cabai merah besar sekarang Rp 60 ribu tadinya 80 ribu, cabai rawit merah atau setan sebelumnya Rp 125 ribu perkilo menjadi Rp 90 ribu dan cabai rawit hijau lumayan banyak turunnya Rp 15 ribu tadinya Rp 60 ribu,” tuturnya.</p>
<p>Dijelaskan Dhotiyah, penurunan harga cabai ini sudah berlangsung kurang lebih 3 hari sebelumnya atau pada akhir tahun 2023. Lanjutnya kaitannya pasokan cabai menurutnya aman sehingga bisa memenuhi kebutuhan cabai di masyarakat yang cenderung meningkat saat ini.</p>
<p>Ia menambahkan, selain ada penurunan harga cabai beberapa komoditas pertanian ada yang merangkak naik di antaranya bawang putih menjadi Rp 45 ribu dari Rp 30 ribu, bawang merah Rp 40 ribu dari Rp 28 ribu dan sayur kubis Rp 12 ribu dari Rp 10 ribu.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/03/awal-2024-harga-cabai-di-pekalongan-berangsur-turun">Awal 2024, Harga Cabai di Pekalongan Berangsur Turun</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pj Gubernur Jateng Dampingi Wapres Ma&#8217;ruf Amin Pantau Harga Pokok di Pasar Johar</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/12/28/pj-gubernur-jateng-dampingi-wapres-maruf-amin-pantau-harga-pokok-di-pasar-johar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Dec 2023 11:08:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[cabai]]></category>
		<category><![CDATA[harga]]></category>
		<category><![CDATA[komoditas]]></category>
		<category><![CDATA[ma'ruf amin]]></category>
		<category><![CDATA[Nana Sudjana]]></category>
		<category><![CDATA[Natal]]></category>
		<category><![CDATA[pasar johar]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Wapres]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=390740</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mendampingi Wakil Presiden RI, Ma&#8217;ruf Amin memantau harga bahan pokok di Pasar Johar Selatan, Kota Semarang, Kamis, 28 Desember 2023. Rombongan Wapres didampingi Pj Gubernur Jateng dan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, tiba di Pasar Johar sekira pukul 10.15 WIB. Pada di pasar tradisional [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/28/pj-gubernur-jateng-dampingi-wapres-maruf-amin-pantau-harga-pokok-di-pasar-johar">Pj Gubernur Jateng Dampingi Wapres Ma&#8217;ruf Amin Pantau Harga Pokok di Pasar Johar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mendampingi Wakil Presiden RI, Ma&#8217;ruf Amin memantau harga bahan pokok di Pasar Johar Selatan, Kota Semarang, Kamis, 28 Desember 2023.</p>
<p>Rombongan Wapres didampingi Pj Gubernur Jateng dan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, tiba di Pasar Johar sekira pukul 10.15 WIB. Pada di pasar tradisional itu, Ma&#8217;ruf Amin meninjau harga bahan pokok seperti cabai, bawang putih, bawang merah, kentang, dan lainnya.</p>
<p>Wapres dan Pj Gubernur Jateng juga sempat berdialog dengan sejumlah pedagang di pasar. Dari dialog tersebut diketahui bahwa sejumlah harga bahan pokok mengalami kenaikan harga.</p>
<p>Meskipun demikian, sejumlah pedagang bercerita bahwa untuk pasokan barang selalu cukup dan terpenuhi.</p>
<figure id="attachment_390748" aria-describedby="caption-attachment-390748" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="wp-image-390748 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/WhatsApp-Image-2023-12-28-at-13.31.13-1.jpeg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/WhatsApp-Image-2023-12-28-at-13.31.13-1.jpeg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/WhatsApp-Image-2023-12-28-at-13.31.13-1-400x267.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/WhatsApp-Image-2023-12-28-at-13.31.13-1-150x100.jpeg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-390748" class="wp-caption-text">Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma&#8217;ruf Amin, melakukan pantauan harga sembako dan kebutuhan pokok di Pasar Johar Semarang, bersama Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana dan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Kamis (28/12/2023) . Foto: foto hp</figcaption></figure>
<p>Nana Sudjana mengatakan, walaupun harga sembako sempat naik, namun dalam satu bulan terakhir harga-harga beberapa bahan pokok sudah mulai turun. Sejumlah komoditas yang harganya mulai turun misalnya cabai dan gula.</p>
<p>&#8220;Cabai sempat di angka Rp90 ribu, tadi sudah di angka Rp69 ribu. Untuk harga beras sudah Rp13 ribu per kilogram, itu yang medium. Untuk (beras) yang premium masih sekitar Rp 14 ribu,&#8221; beber Nana.</p>
<p>Menurut dia, penurunan harga beberapa komoditas tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Mulai dari beberapa program yang digulirkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah, seperti operasi pasar, gerakan pasar murah, hingga bantuan sosial.</p>
<p>&#8220;Insyaallah, setelah Nataru selesai, kami yakin harga akan kembali normal. Sampai saat ini kami pun sudah mulai mengikuti panen cabai,” kata dia.</p>
<p>Dijelaskan Nana, sejumlah komoditas pangan yang mengalami kenaikkan harga disebabkan oleh pengaruh iklim, kekeringan, dan fenomena el-nino. Dampak kekeringan mengakibatkan  produksi komoditas berkurang.</p>
<p>Meskipun demikian, lanjut dia, persediaan pangan di Jawa Tengah dipastikan masih aman.</p>
<p>Sementara itu, Wapres Ma&#8217;ruf Amin mengatakan, kenaikan harga komoditas yang ditemukan di Pasar Johar Semarang bukan karena kekurangan pasokan, namun karena pengaruh Nataru yang memang sudah menjadi kebiasaan.</p>
<p>&#8220;Saya tanya pedagang, memang kalau Nataru naik sedikit terus turun. Bahkan tadi (harga) cabai turun dari sebelumnya Rp90 ribuan menjadi sekitar Rp68 ribu. Di sini memang semua komoditas sayuran, cabai, dan beras tercukupi. Tidak ada maslah soal pasokan,” kata dia.</p>
<p><strong>Diaz Aza/Hery Priyono</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/28/pj-gubernur-jateng-dampingi-wapres-maruf-amin-pantau-harga-pokok-di-pasar-johar">Pj Gubernur Jateng Dampingi Wapres Ma&#8217;ruf Amin Pantau Harga Pokok di Pasar Johar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perda tentang Lingkungan Hidup Disahkan, Pemprov Jateng Soroti Penurunan Tanah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/12/20/perda-tentang-lingkungan-hidup-disahkan-pemprov-jateng-soroti-penurunan-tanah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Dec 2023 13:21:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[cabai]]></category>
		<category><![CDATA[harga]]></category>
		<category><![CDATA[jateng]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Penurunan Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[perda]]></category>
		<category><![CDATA[Sekretaris Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[sembako]]></category>
		<category><![CDATA[Sumarno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=389388</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Pemerintah Provinsi Jateng (Pemprov Jateng) dan DPRD setempat sepakat menetapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH). Salah satu yang jadi isu di Jawa Tengah yakni penurunan tanah. &#8220;Pembentukan perda ini dimaksudkan untuk menjadi pedoman pemerintah dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup,&#8221; kata Sekretaris Daerah Pemprov Jateng, Sumarno saat rapat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/20/perda-tentang-lingkungan-hidup-disahkan-pemprov-jateng-soroti-penurunan-tanah">Perda tentang Lingkungan Hidup Disahkan, Pemprov Jateng Soroti Penurunan Tanah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; </strong>Pemerintah Provinsi Jateng (Pemprov Jateng) dan DPRD setempat sepakat menetapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH). Salah satu yang jadi isu di Jawa Tengah yakni penurunan tanah.</p>
<p>&#8220;Pembentukan perda ini dimaksudkan untuk menjadi pedoman pemerintah dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup,&#8221; kata Sekretaris Daerah Pemprov Jateng, Sumarno saat rapat paripurna DPRD Jateng pada Rabu, 20 Desember 2023.</p>
<p>Perda itu dinilai menjadi solusi strategis untuk dijadikan sebagai payung hukum terhadap isu-isu lingkungan.</p>
<p>Dijelaskan dia, Perda RPPLH merupakan komitmen Pemprov Jateng dalam mewujudkan kualitas lingkungan hidup dan kualitas kehidupan manusia.</p>
<p>Hal ini sebagaimana diamanahkan  Pasal 28 H Ayat 1 UUD 1945 dan ketentuan Pasal 10 Ayat 3 Huruf b UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.</p>
<p>Dengan adanya Perda ini, diharapkan menjamin pelaksanaan perlindungan dan pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana dan berkelanjutan.</p>
<p>Selain itu, mampu mewujudkan pembangunan daerah yang memperhatikan kemampuan daya dukung dan daya tampung.</p>
<p>Sumarno mengidentifikasi, isu lingkungan yang cukup menjadi perhatian di antaranya kondisi kawasan pantai utara  Jateng.</p>
<p>Yakni persoalan penurunan permukaan tanah yang mengakibatkan terjadinya air laut pasang atau rob. Selain itu, persoalan kerusakan lingkungan di sisi hulu atau daerah atas sebagai daerah tangkapan air.</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan dengan disepakatinya perda ini, menjadi bagian kita untuk bisa mencegah kerusakan lingkungan agar tidak lebih parah lagi,&#8221; kata Sumarno.</p>
<p><strong>Diaz Aza</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/20/perda-tentang-lingkungan-hidup-disahkan-pemprov-jateng-soroti-penurunan-tanah">Perda tentang Lingkungan Hidup Disahkan, Pemprov Jateng Soroti Penurunan Tanah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nana Sudjana Sambangi Pasar Kliwon Amertani Temanggung, Cek Harga Sembako Terbaru</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/12/20/nana-sudjana-sambangi-pasar-kliwon-amertani-temanggung-cek-harga-sembako-terbaru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Dec 2023 13:16:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Temanggung]]></category>
		<category><![CDATA[cabai]]></category>
		<category><![CDATA[harga]]></category>
		<category><![CDATA[Nana Sudjana]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Kliwon Amertani]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[sembako]]></category>
		<category><![CDATA[Temanggung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=389381</guid>

					<description><![CDATA[<p>TEMANGGUNG (SUARABARU.ID) – Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengecek harga sembako di Pasar Kliwon Amertani Kabupaten Temanggung, Selasa 20 Desember 2023. Nana Sudjana menemukan bila harga komoditas pangan di Pasar Kliwon Amertani sudah berangsur turun meskipun diakuinya masih terbilang tinggi Salah satu komoditas yakni cabai harganya masih tinggi pada kisaran harga Rp75 ribu/kg. &#8220;Tadi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/20/nana-sudjana-sambangi-pasar-kliwon-amertani-temanggung-cek-harga-sembako-terbaru">Nana Sudjana Sambangi Pasar Kliwon Amertani Temanggung, Cek Harga Sembako Terbaru</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TEMANGGUNG (SUARABARU.ID) –</strong> Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengecek harga sembako di Pasar Kliwon Amertani Kabupaten Temanggung, Selasa 20 Desember 2023.</p>
<p>Nana Sudjana menemukan bila harga komoditas pangan di Pasar Kliwon Amertani sudah berangsur turun meskipun diakuinya masih terbilang tinggi</p>
<p>Salah satu komoditas yakni cabai harganya masih tinggi pada kisaran harga Rp75 ribu/kg.</p>
<p>&#8220;Tadi kita cek di Pasar Kliwon ini, memang harga masih agak tinggi, tetapi sudah mulai menurun. Harganya masih di atas HAP (Harga Acuan Pemerintah),&#8221; kata Nana Sudjana.</p>
<p>Pemerintah menyikapi dengan  serius kenaikan harga kebutuhan pangan menjalang Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini. Berbagai upaya telah dilakukan agar harga kebutuhan pangan bisa dijangkau masyarakat.</p>
<p>Program yang dilakukan oleh Pemprov Jateng meliputi gerakan pasar murah dan operasi pasar.</p>
<p>Mengenai ketersediaan pasokan pangan, imbuh Nana, masih mencukupi bahkan hingga Maret 2024 mendatang.</p>
<p>Usai mengecek kebutuhan pokok di Pasar Kliwon Amertani, Pj Gubernur Jateng memanen kelengkeng kateki atau new crystal di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pandan Surat Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung.</p>
<p>Kelengkeng kateki adalah salah satu potensi hortikultura di Kabupaten Temanggung yang kini tengah dikembangkan BPP Pandan Surat bekerja sama dengan Kelompok Tani Sumber Rejeki Pringsurat.</p>
<p><strong>Diaz Aza</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/20/nana-sudjana-sambangi-pasar-kliwon-amertani-temanggung-cek-harga-sembako-terbaru">Nana Sudjana Sambangi Pasar Kliwon Amertani Temanggung, Cek Harga Sembako Terbaru</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pria Asal Todanan Blora Ini Kepergok Curi Cabai di Sawah Milik Warga Grobogan, Pelaku Ternyata Residivis</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/12/05/pria-asal-todanan-blora-ini-kepergok-curi-cabai-di-sawah-milik-warga-grobogan-pelaku-ternyata-residivis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Dec 2023 01:30:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[blora]]></category>
		<category><![CDATA[cabai]]></category>
		<category><![CDATA[Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Pencurian]]></category>
		<category><![CDATA[residivis]]></category>
		<category><![CDATA[Todanan]]></category>
		<category><![CDATA[Wirosari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=386523</guid>

					<description><![CDATA[<p>GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Unit Reskrim Polsek Wirosari berhasil menangkap seorang pria berinisial DK, 21 tahun, yang merupakan warga Desa Kacangan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora. Penangkapan terhadap pria ini lantaran terbukti mencuri cabai di area sawah milik JS, 46 tahun, di Lingkungan Kedusan, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan. Kapolres Grobogan AKBP Dedy Anung Kurniawan melalui Kapolsek Wirosari [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/05/pria-asal-todanan-blora-ini-kepergok-curi-cabai-di-sawah-milik-warga-grobogan-pelaku-ternyata-residivis">Pria Asal Todanan Blora Ini Kepergok Curi Cabai di Sawah Milik Warga Grobogan, Pelaku Ternyata Residivis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GROBOGAN (SUARABARU.ID)</strong> – Unit Reskrim Polsek Wirosari berhasil menangkap seorang pria berinisial DK, 21 tahun, yang merupakan warga Desa Kacangan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora.</p>
<p>Penangkapan terhadap pria ini lantaran terbukti mencuri cabai di area sawah milik JS, 46 tahun, di Lingkungan Kedusan, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan.</p>
<p>Kapolres Grobogan AKBP Dedy Anung Kurniawan melalui Kapolsek Wirosari AKP Muri mengatakan, peristiwa pencurian cabai ini terjadi pada Kamis (30/11/2023).</p>
<p><a href="https://suarabaru.id/2023/12/05/razia-miras-di-wilayah-grobogan-aparat-polsek-godong-temukan-ratusan-botol-arak-dan-bir-disita-polisi">Razia Miras di Wilayah Grobogan, Aparat Polsek Godong Temukan Ratusan Botol Arak dan Bir Disita Polisi</a></p>
<p>Korban yang melapor ke Polsek Wirosari mengatakan bahwa dirinya gagal panen cabai lantaran cabai yang ditanamnya sering hilang dan beberapa tanamannya sering rusak.</p>
<p>Setelah mengetahui cabai yang ditanamnya sering hilang, JS dan anaknya, DP (25) berniat untuk menjaga tanaman cabainya di sawah.</p>
<p>“Sekitar pukul 18.00 WIB, anak korban ini melihat ada seorang laki-laki memakai sweater warna hitam dan celana pendek berjalan keluar dari sawah yang ditanami cabai ini sambil bawa karung warna putih,” jelas AKP Muri, Senin, (4/12/2023).</p>
<p>Melihat adanya orang tidak dikenal keluar dari sawah mereka, DP langsung menelepon ayahnya untuk segera datang ke sawah. Sesampainya di sawah, pelaku yang masih berada di sana langsung diteriaki maling oleh JS.</p>
<p>Lantaran panik karena aksinya kepergok pemilik sawah, pelaku memvbuang karung yang berisi cabai merah ini ke tanggul irigasi dan langsung kabur. Korban akhirnya melaporkan kasus yang dialaminya ke Polsek Wirosari.</p>
<p><strong>Ditangkap</strong></p>
<p>Polisi bergerak cepat untuk mencari keberadaan pelaku sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan korban. Sampai pada akhirnya, polisi mendapatkan informasi adaya pria yang mencurigakan bersembunyi di atas atap sebuah toko di Kompleks Pasar Wirosari.</p>
<p><a href="https://suarabaru.id/2023/12/02/hasil-panen-belajar-dalam-konsep-bhineka-tunggal-ika-meriahkan-lokakarya-tujuh-pendidikan-guru-penggerak-angkatan-8-di-grobogan">Hasil Panen Belajar dalam Konsep Bhineka Tunggal Ika Meriahkan Lokakarya Tujuh Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 8 di Grobogan</a></p>
<p>Kapolsek Wirosari, AKP Muri mengatakan, pihaknya langsung menuju ke lokasi dan menemukan pria tersebut. Setelah dilakukan interograsi, pelaku mengaku telah melakukan pencurian cabai di sawah milik JS di lingkungan Kedusan, Kecamatan Wirosari.</p>
<p>“Pelaku juga mengakui telah melakukan pencurian selain mencuri cabai, yaitu mencuri tiga buah ponsel dan sebuah laptop. Saat ini masih proses pengembangan,” jelas AKP Muri.</p>
<p>Akibat perbuatan pelaku, korban JS menderita kerugian mencapai Rp3 juta. Korban juga mengaku gagal panen cabai lantaran perbuatan yang dilakukan oleh pelaku tersebut.</p>
<p><strong>Tya Wiedya</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/05/pria-asal-todanan-blora-ini-kepergok-curi-cabai-di-sawah-milik-warga-grobogan-pelaku-ternyata-residivis">Pria Asal Todanan Blora Ini Kepergok Curi Cabai di Sawah Milik Warga Grobogan, Pelaku Ternyata Residivis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keluhan Pedagang, Pemerintah Sibuk Ngurus Capres Lupa Ngurus Harga Cabai</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/11/11/keluhan-pedagang-pemerintah-sibuk-ngurus-capres-lupa-ngurus-harga-cabai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Nov 2023 04:14:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Pantura Timur]]></category>
		<category><![CDATA[cabai]]></category>
		<category><![CDATA[Capres]]></category>
		<category><![CDATA[harga]]></category>
		<category><![CDATA[naik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=381492</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEMAK (SUARABARU.ID) &#8211; Harga cabai terus meroket hingga empat kali lipat dari harga normal. Ima, salah satu ibu rumah tangga di Demak mengatakan harga cabai terus merangkak naik tiap harinya sejak sebulan terakhir. Menurut dia harganya sudah dua kali lipat lebih, misalnya untuk cabai rawit setan, dan cabai keriting merah. Dia lantas menyiasatinya dengan membeli [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/11/keluhan-pedagang-pemerintah-sibuk-ngurus-capres-lupa-ngurus-harga-cabai">Keluhan Pedagang, Pemerintah Sibuk Ngurus Capres Lupa Ngurus Harga Cabai</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEMAK (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Harga cabai terus meroket hingga empat kali lipat dari harga normal.</p>
<p>Ima, salah satu ibu rumah tangga di Demak mengatakan harga cabai terus merangkak naik tiap harinya sejak sebulan terakhir.</p>
<p>Menurut dia harganya sudah dua kali lipat lebih, misalnya untuk cabai rawit setan, dan cabai keriting merah.</p>
<p>Dia lantas menyiasatinya dengan membeli cabai campur. &#8220;Cabai campur seperempat kg biasanya Rp 7 ribu, sekarang Rp 18 ribu,&#8221; kata dia.</p>
<p>Hal yang sama dikatakan Dian, warga Demak Kota yang juga berdagang bakso.</p>
<p>&#8220;Harga cabai itu setiap hari naik, bahkan bisa naik Rp 5 ribu dalam satu hari saja,&#8221; kata dia.</p>
<p>Dia mengaku lantas kerepotan dan bingung apakah harus menaikkan barang dagangannya.</p>
<p>Sementara itu salah satu pedagang di salah satu pasar di Kecamatan Karangtengah, Demak bilang harga cabai bisa naik empat kali lipat.</p>
<p>Misalnya harga cabai rawit setan semula sekitar Rp 20 ribu per kg, hari ini bisa mencapai Rp 80 ribu. &#8220;Cabai merah keriting juga sama, segituan lah,&#8221; kata dia.</p>
<p>Dirinya menjelaskan hal tersebut sudah menjadi kebiasaan tahunan yang sulit dihindarinya sebagai pedagang.</p>
<p>&#8220;Apalagi ini mau tahun baru, mau pemilu juga. Itu pernah terjadi begitu,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia memprediksi lonjakan harga ini karena musim kemarau panjang, sehingga banyak tanaman cabai ikut kering dan gagal panen.</p>
<p>Dirinya juga heran tidak ada tindakan yang jelas dari pemerintah untuk menstabilkan harga cabai sebagai komoditas pokok.</p>
<p>&#8220;Ya tidak tahu ini masih mahal awet tidak turun-turun (harganya). Pemerintah sibuk urus copras-capres saja, gak mikir,&#8221; kata dia.</p>
<p><strong>Diaz Aza</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/11/keluhan-pedagang-pemerintah-sibuk-ngurus-capres-lupa-ngurus-harga-cabai">Keluhan Pedagang, Pemerintah Sibuk Ngurus Capres Lupa Ngurus Harga Cabai</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemarau Belum Usai, Harga Cabai di Batang Kian Meroket</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/10/26/kemarau-belum-usai-harga-cabai-di-batang-kian-meroket</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Oct 2023 14:18:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Batang]]></category>
		<category><![CDATA[cabai]]></category>
		<category><![CDATA[harga]]></category>
		<category><![CDATA[meroket]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=377621</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATANG (SUARABARU.ID) &#8211; Harga Kebutuhan Pokok Masyarakat (Kepokmas) khususnya cabai merah masih terus merangkak naik di pasar tradisional. Hal tersebut dikarenakan dampak dari cuaca kemarau yang belum berakhir, sehingga mengakibatkan cabai yang dipasok dari petani cenderung cepat mengering. Salah satu pedagang cabai, Lina mengeluhkan cuaca kemarau yang makin menyengat mengakibatkan mengeringnya pasokan cabai rawit merah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/10/26/kemarau-belum-usai-harga-cabai-di-batang-kian-meroket">Kemarau Belum Usai, Harga Cabai di Batang Kian Meroket</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BATANG (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Harga Kebutuhan Pokok Masyarakat (Kepokmas) khususnya cabai merah masih terus merangkak naik di pasar tradisional. Hal tersebut dikarenakan dampak dari cuaca kemarau yang belum berakhir, sehingga mengakibatkan cabai yang dipasok dari petani cenderung cepat mengering.</p>
<p>Salah satu pedagang cabai, Lina mengeluhkan cuaca kemarau yang makin menyengat mengakibatkan mengeringnya pasokan cabai rawit merah dari petani. “Harga cabai rawit merah di pasar jadi Rp65 ribu sampai Rp70 ribu per kilogram, cabai merah keriting Rp45 ribu per kilogram. Pembeli juga berkurang karena kondisi cabai yang kurang segar,” katanya, saat ditemui di kiosnya, Pasar Batang, Kabupaten Batang, Kamis (26/10/2023).</p>
<p>Sementara itu, Kabid Ketahanan Pangan Dispaperta Batang Dewi Wuryanti mengakui, cabai yang dijual di pasar maupun yang dipasok untuk memenuhi program Operasi Pasar Murah (OPM), mayoritas mengering. “Harga cabai  merah besar sekarang mengalami kenaikan Rp 10 ribu, menjadi Rp 40 ribu, dibandingkan sebelumnya Rp 30 ribu per kilogram,” jelasnya.</p>
<p>Seiring mulai datangnya musim hujan yang diprakirakan oleh BMKG awal November, menjadi angin segar bagi para petani maupun pedagang, karena dapat meningkatkan kuantitas dan lambat laun akan memurunkan harga di pasaran. “Harga Kepokmas lain yang diperkirakan akan menurun yakni bawang merah dari semula Rp 22 ribu. Harapannya nanti setelah hujan turun bisa menstabilkan harga di pasar tradisional,” terangnya.</p>
<p>Meski demikian, Dispaperta mengharapkan, konsumen tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Di sisi lain dalam mengonsumsi makanan hendaknya pun secukupnya. “Jangan sampai bersisa atau terbuang sia-sia. Dalam mengatasi kenaikan harga pun pemerintah telah berupaya menstabilkan harga lewat program OPM, di 8 kecamatan, dengan harga dibawah pasar,” tandasnya.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/10/26/kemarau-belum-usai-harga-cabai-di-batang-kian-meroket">Kemarau Belum Usai, Harga Cabai di Batang Kian Meroket</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://3.33.146.175/id/">https://3.33.146.175/id/</a>
<a href="https://117.18.0.23/">https://117.18.0.23/</a>
<a href="https://117.18.0.16/">https://117.18.0.16/</a>
<a href="https://117.18.0.24/">https://117.18.0.24/</a>

<a href="https://chinesemedicinenews.com/">https://chinesemedicinenews.com/</a>
<a href="https://revistaenigmas.com/">https://revistaenigmas.com/</a>
<a href="https://topweddinglists.com/">https://topweddinglists.com/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://ayahqq.it.com">https://ayahqq.it.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>
<a href="https://klik66.it.com">https://klik66.it.com</a>
<a href="https://radiofarmacia.org">https://radiofarmacia.org</a>
<a href="https://atendamais.org">https://atendamais.org</a>

<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>

<a href="https://aenfis.com/cloud/pkvgames/">https://aenfis.com/cloud/pkvgames/</a>
<a href="https://aenfis.com/cloud/bandarqq/">https://aenfis.com/cloud/bandarqq/</a>
<a href="https://aenfis.com/cloud/dominoqq/">https://aenfis.com/cloud/dominoqq/</a>
</div>