<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bmkg Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/bmkg/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Mar 2026 03:25:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>bmkg Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dampak Siklon Tropis Narelle di Wilayah Jawa Tengah, BMKG Ingatkan Warga Grobogan Tetap Waspada</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/03/26/dampak-siklon-tropis-narelle-di-wilayah-jawa-tengah-bmkg-ingatkan-warga-grobogan-tetap-waspada</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2026 03:24:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[bmkg]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Siklon Tropis Narelle]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=550988</guid>

					<description><![CDATA[<p>GROBOGAN (SUARABARU.ID) &#8211; Fenomena Siklon Tropis Narelle yang muncul di wilayah utara Australia berdampak terhadap cuaca ekstrem di Indonesia. Kehadiran Siklon Tropis Narelle memicu potensi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia, termasuk di Jawa Tengah, akibat adanya konvergensi serta belokan angin yang signifikan. Beberapa wilayah di Jawa Tengah perlu meningkatkan kewaspadaan karena dampak Siklon Tropis Narelle. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/26/dampak-siklon-tropis-narelle-di-wilayah-jawa-tengah-bmkg-ingatkan-warga-grobogan-tetap-waspada">Dampak Siklon Tropis Narelle di Wilayah Jawa Tengah, BMKG Ingatkan Warga Grobogan Tetap Waspada</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GROBOGAN (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Fenomena Siklon Tropis Narelle yang muncul di wilayah utara Australia berdampak terhadap cuaca ekstrem di Indonesia.</p>
<p>Kehadiran Siklon Tropis Narelle memicu potensi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia, termasuk di Jawa Tengah, akibat adanya konvergensi serta belokan angin yang signifikan.</p>
<p>Beberapa wilayah di Jawa Tengah perlu meningkatkan kewaspadaan karena dampak Siklon Tropis Narelle.</p>
<p>Dampak Siklon Tropis Narelle yang terjadi yakni hujan lebat yang berisiko menyebabkan bencana hidrometeorologi.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/03/26/kri-banda-aceh-angkut-cerita-pemudik-dari-semarang-kembali-ke-perantauan">KRI Banda Aceh Angkut Cerita Pemudik dari Semarang Kembali ke Perantauan</a></strong></h6>
<p>Dampak tidak langsung dari badai ini diprediksi akan terus mempengaruhi kondisi atmosfer dan perairan nasional hingga Jumat tanggal 27 Maret 2026.</p>
<p>Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Ahmad Yani Semarang Giyarto menjelaskan bahwa fenomena ini menjadi pemicu utama perubahan cuaca.</p>
<p>Giyarto menegaskan salah satu <em>trigger</em>-nya adalah Siklon Tropis Narelle, sehingga terjadi belokan angin dan konvergensi yang berdampak pada cuaca.</p>
<p>Kondisi tersebut menyebabkan pertumbuhan awan hujan meningkat pesat di wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY, hingga wilayah Jawa Timur.</p>
<p>Selain curah hujan tinggi, ancaman gelombang laut dengan kategori moderate sea setinggi 1,25 hingga 2,5 meter menghantui wilayah perairan selatan.</p>
<p>Wilayah laut yang terdampak meliputi Samudera Hindia di selatan Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga Laut Arafuru.</p>
<p>Giyarto menyebutkan daerah potensi pertumbuhan awan hujan terjadi di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, Babel, Lampung, Banten, dan juga DKI Jakarta.</p>
<p>Provinsi lain yang mengalami hal serupa meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, hingga Kalimantan Selatan.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/03/26/sinergi-cepat-polsek-kudus-kota-dan-dinsos-evakuasi-ibu-tuna-wisma-linglung-ke-rsud">Sinergi Cepat Polsek Kudus Kota dan Dinsos: Evakuasi Ibu Tuna Wisma Linglung ke RSUD</a></strong></h6>
<p>Wilayah Sulawesi bagian selatan, tenggara, barat, dan tengah juga tidak luput dari pantauan BMKG akibat aktivitas massa udara yang sangat kuat.</p>
<p>Untuk bagian timur Indonesia, pertumbuhan awan terjadi di Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, hingga Papua Selatan.</p>
<p>Giyarto menambahkan di wilayah Jawa Tengah ini dampak Siklon Tropis Narelle ini terjadi di bagian utara, sebagian barat, dan juga Pantura Timur.</p>
<h5><strong>Masyarakat Grobogan Waspada</strong></h5>
<p>Peringatan juga diberikan untuk masyarakat yang tinggal di wilayah Kabupaten Grobogan. Giyarto menjelaskan posisi geografis daerah Grobogan berada di kawasan hulu aluran sungai besar.</p>
<p>Giyarto mengimbau masyarakat Grobogan harus selalu waspada karena daerahnya berada di daerah hulu sehingga risiko bencana hidrometeorologi sangat tinggi.</p>
<p>“Grobogan itu harus selalu waspada karena dia daerah hulu, sehingga hujan di hilir ditambah hujan di lokasi perlu diwaspadai warga,” ungkap Giyarto saat dikonfirmasi, Kamis (26/3/2026).</p>
<p>Pihaknya juga menjelaskan potensi peningkatan debit air di Daerah Aliran Sungai atau DAS menjadi perhatian utama.</p>
<p>Menurut Giyarto, peningkatan debit air ini dapat memicu luapan air yang merendam pemukiman warga yang tinggal di sekitar Daerah Aliran Sungai.</p>
<h5><strong>Imbauan</strong></h5>
<p>Kantor Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang meminta warga Jawa Tengah tetap tenang, namun sigap menghadapi angin kencang yang muncul.</p>
<p>Giyarto berpesan kepada masyarakat di Jawa Tengah waspada peningkatan curah hujan yang disertai angin kencang akibat adanya Siklon Tropis Narelle.</p>
<p>Pihak BMKG mengingatkan adanya potensi sambaran petir yang membahayakan keselamatan saat cuaca ekstrem melanda sebagian besar wilayah Jawa Tengah ini.</p>
<p><strong>TYA WIDYA</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/26/dampak-siklon-tropis-narelle-di-wilayah-jawa-tengah-bmkg-ingatkan-warga-grobogan-tetap-waspada">Dampak Siklon Tropis Narelle di Wilayah Jawa Tengah, BMKG Ingatkan Warga Grobogan Tetap Waspada</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Catat! Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Terlihat di Indonesia, Ini Penjelasan Lengkap BMKG</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/03/02/catat-gerhana-bulan-total-3-maret-2026-terlihat-di-indonesia-ini-penjelasan-lengkap-bmkg</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2026 08:22:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika]]></category>
		<category><![CDATA[bmkg]]></category>
		<category><![CDATA[Gerhana Bulan Total]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=547025</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan Gerhana Bulan Total akan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026. Momen Gerhana Bulan Total (GBT) ini dapat disaksikan langsung dari berbagai wilayah Indonesia. Fenomena astronomi ini menjadi satu-satunya gerhana yang bisa diamati masyarakat Indonesia sepanjang tahun 2026. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG menjelaskan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/02/catat-gerhana-bulan-total-3-maret-2026-terlihat-di-indonesia-ini-penjelasan-lengkap-bmkg">Catat! Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Terlihat di Indonesia, Ini Penjelasan Lengkap BMKG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) –</strong> Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan Gerhana Bulan Total akan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026.</p>
<p>Momen Gerhana Bulan Total (GBT) ini dapat disaksikan langsung dari berbagai wilayah Indonesia. Fenomena astronomi ini menjadi satu-satunya gerhana yang bisa diamati masyarakat Indonesia sepanjang tahun 2026.</p>
<p>Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG menjelaskan, Gerhana Bulan Total Selasa, 3 Maret 2026 di Indonesia.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/03/02/jateng-tancap-gas-jelang-lebaran-harga-pangan-ditekan-dokter-spesialis-turun-ke-desa">Jateng Tancap Gas Jelang Lebaran: Harga Pangan Ditekan, Dokter Spesialis Turun ke Desa</a></strong></h6>
<p>GBT dapat dilihat di Indonesia karena terjadi akibat konfigurasi Matahari, Bumi, dan Bulan yang berada dalam satu garis lurus saat fase purnama. Keselarasan posisi tersebut membuat Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti Bumi.</p>
<p>Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menerangkan bahwa peristiwa ini merupakan bagian dari dinamika alam yang berlangsung secara periodik. Ia menegaskan bahwa gerhana bulan hanya terjadi ketika fase bulan purnama.</p>
<p>“Hal ini membuat Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Fenomena ini menyajikan pemandangan yang indah; jika langit cerah, Bulan akan terlihat berwarna merah saat puncak gerhana terjadi,” kata Nelly di Jakarta, Senin (2/2/2026) dalam siaran pers BMKG.</p>
<p>BMKG mencatat, keseluruhan proses gerhana sejak awal hingga berakhir akan berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik. Rentang waktu yang cukup panjang ini memberi kesempatan luas bagi masyarakat untuk melakukan pengamatan.</p>
<p>Selama fase parsial, gerhana akan berlangsung selama 3 jam 27 menit 47 detik. Pada tahap ini, sebagian permukaan Bulan mulai tertutup bayangan Bumi secara bertahap.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/03/02/perang-amerika-israel-vs-iran-disnakertrans-jateng-pantau-ratusan-pekerja-migran-di-timur-tengah">Perang Amerika – Israel Vs Iran, Disnakertrans Jateng Pantau Ratusan Pekerja Migran di Timur Tengah</a></strong></h6>
<p>Sementara itu, fase totalitas—momen ketika Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan umbra Bumi—akan berlangsung selama 59 menit 27 detik. Pada fase inilah pemandangan paling dramatis dapat terlihat jelas.</p>
<p>Ketika puncak gerhana terjadi dan langit dalam kondisi cerah, masyarakat dapat menyaksikan perubahan warna Bulan menjadi merah. Warna tersebut kerap disebut sebagai fenomena “blood moon”.</p>
<p>Secara ilmiah, perubahan warna ini terjadi akibat hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi. Cahaya matahari dengan panjang gelombang pendek seperti biru tersebar ke berbagai arah.</p>
<p>Sedangkan cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang seperti merah tetap menembus atmosfer dan dipantulkan ke permukaan Bulan.</p>
<p>Pelaksana Tugas Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, memaparkan jadwal terperinci berdasarkan data pengamatan BMKG.</p>
<p>Ia menyebutkan, Gerhana Bulan Total akan mulai pada pukul 18.03.56 WIB. Puncak Gerhana Bulan akan terjadi pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT.</p>
<p>Wilayah Indonesia bagian timur diperkirakan memiliki peluang pengamatan lebih optimal. Masyarakat di kawasan tersebut dapat menyaksikan fase awal gerhana bersamaan dengan momen terbitnya Bulan.</p>
<p>Sebaliknya, masyarakat di wilayah Indonesia bagian barat kemungkinan akan langsung melihat Bulan dalam kondisi gerhana saat terbit. Pada saat itu, fase totalitas atau puncak gerhana sudah berlangsung.</p>
<p>“Fenomena ini akan benar-benar berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB (atau tengah malam di wilayah WIT) saat bulan keluar dari bayangan penumbra bumi. Masyarakat diimbau untuk mencari lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya dan memiliki pandangan langit yang cerah ke arah terbitnya bulan,” ujarnya.</p>
<p>BMKG mengimbau masyarakat memilih lokasi pengamatan yang terbuka dan jauh dari polusi cahaya. Area dengan pandangan luas ke arah timur akan membantu memperoleh visualisasi terbaik saat Bulan terbit.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/03/02/iphi-jateng-gelar-tarawih-dan-silaturahim-bersama">IPHI Jateng Gelar Tarawih dan Silaturahim Bersama</a></strong></h6>
<p>Sepanjang 2026, secara global akan terjadi empat kali gerhana, terdiri atas dua gerhana Matahari dan dua gerhana Bulan. Namun, hanya Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 yang dapat diamati dari Indonesia.</p>
<p>Secara astronomis, fenomena ini tercatat sebagai anggota ke-27 dari 71 anggota dalam seri Saros 133. Siklus ini menunjukkan pola berulang gerhana dalam rentang waktu tertentu.</p>
<p>Peristiwa serupa sebelumnya terjadi pada 21 Februari 2008. Para astronom memprediksi gerhana dengan karakteristik yang sama akan kembali terjadi pada 13 Maret 2044 mendatang.</p>
<p>Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menegaskan komitmennya untuk terus menyampaikan informasi tanda waktu serta fenomena astronomi secara akurat kepada publik.</p>
<p>BMKG juga mengajak masyarakat Indonesia memanfaatkan momen Gerhana Bulan Total Selasa, 3 Maret 2026 ini sebagai sarana edukasi sains yang menarik dan mudah diakses.</p>
<p>Di akhir keterangannya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengingatkan masyarakat Indonesia agar tetap memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG menjelang Gerhana Bulan Total Selasa, 3 Maret 2026.</p>
<p>Dengan kondisi cuaca yang mendukung, fenomena langit ini dapat menjadi pengalaman berharga bagi seluruh Indonesia.</p>
<p><strong>TYA WIDYA</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/02/catat-gerhana-bulan-total-3-maret-2026-terlihat-di-indonesia-ini-penjelasan-lengkap-bmkg">Catat! Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Terlihat di Indonesia, Ini Penjelasan Lengkap BMKG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prediksi Cuaca Kudus Sabtu, 3 Januari 2026 Didominasi Hujan Ringan Sejak Pagi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/03/prediksi-cuaca-kudus-sabtu-3-januari-2026-didominasi-hujan-ringan-sejak-pagi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2026 01:52:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[bmkg]]></category>
		<category><![CDATA[prakiraan cuaca Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[prediksi cuaca kudus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=537575</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) – Warga Kabupaten Kudus diimbau mewaspadai potensi hujan ringan yang diperkirakan turun sejak pagi hari, Sabtu (3/1/2026). Berdasarkan prakiraan cuaca resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi atmosfer di wilayah Kudus masih dipengaruhi pola musim hujan yang membuat cuaca cenderung lembap dan berawan. Sejak pagi, langit di sejumlah kecamatan di Kudus diprakirakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/03/prediksi-cuaca-kudus-sabtu-3-januari-2026-didominasi-hujan-ringan-sejak-pagi">Prediksi Cuaca Kudus Sabtu, 3 Januari 2026 Didominasi Hujan Ringan Sejak Pagi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> – Warga Kabupaten Kudus diimbau mewaspadai potensi hujan ringan yang diperkirakan turun sejak pagi hari, Sabtu (3/1/2026). Berdasarkan prakiraan cuaca resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi atmosfer di wilayah Kudus masih dipengaruhi pola musim hujan yang membuat cuaca cenderung lembap dan berawan.</p>
<p>Sejak pagi, langit di sejumlah kecamatan di Kudus diprakirakan tertutup awan dengan peluang hujan ringan. Suhu udara berada di kisaran 24 hingga 27 derajat Celsius, disertai tingkat kelembapan yang cukup tinggi. Kondisi ini membuat udara terasa lebih sejuk namun lembap, terutama pada jam-jam awal aktivitas warga.</p>
<p>Memasuki siang hingga sore hari, hujan diperkirakan mulai mereda. Cuaca berangsur berawan hingga cerah berawan, dengan suhu meningkat hingga mencapai 30 derajat Celsius. Meski demikian, BMKG mencatat potensi hujan lokal masih dapat terjadi secara tiba-tiba di beberapa titik, terutama wilayah dengan tutupan awan tebal.</p>
<p>Pada malam hari, cuaca di Kudus diprediksi tetap berawan dengan suhu menurun ke kisaran 24–26 derajat Celsius. Kondisi ini relatif stabil, namun masyarakat tetap diminta waspada mengingat dinamika cuaca pada puncak musim hujan dapat berubah dengan cepat.</p>
<p>BMKG mengimbau masyarakat Kudus untuk menyesuaikan aktivitas harian dengan kondisi cuaca. Pengendara diminta berhati-hati karena jalan licin saat hujan turun, sementara warga yang beraktivitas di luar rumah disarankan membawa payung atau jas hujan sebagai langkah antisipasi.</p>
<p>Informasi prakiraan cuaca terkini dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG agar masyarakat memperoleh pembaruan cuaca yang akurat dan terpercaya.</p>
<p>Ali Bustomi</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/03/prediksi-cuaca-kudus-sabtu-3-januari-2026-didominasi-hujan-ringan-sejak-pagi">Prediksi Cuaca Kudus Sabtu, 3 Januari 2026 Didominasi Hujan Ringan Sejak Pagi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BMKG Gencarkan Sekolah Lapang Iklim, Antisipasi Risiko Gagal Panen</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/09/30/bmkg-gencarkan-sekolah-lapang-iklim-antisipasi-risiko-gagal-panen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2025 03:23:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Risiko Gagal Panen]]></category>
		<category><![CDATA[bmkg]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Lapang Iklim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=498871</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan perlunya langkah mitigasi dalam menghadapi ancaman perubahan iklim yang kian nyata. Salah satunya dengan menggencarkan Sekolah Lapang Iklim (SLI), program yang membekali petani dengan pengetahuan dan pendampingan agar siap beradaptasi. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengungkapkan, tahun 2024 tercatat sebagai tahun terpanas, dengan suhu rata-rata global [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/30/bmkg-gencarkan-sekolah-lapang-iklim-antisipasi-risiko-gagal-panen">BMKG Gencarkan Sekolah Lapang Iklim, Antisipasi Risiko Gagal Panen</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan perlunya langkah mitigasi dalam menghadapi ancaman perubahan iklim yang kian nyata.</p>
<p>Salah satunya dengan menggencarkan Sekolah Lapang Iklim (SLI), program yang membekali petani dengan pengetahuan dan pendampingan agar siap beradaptasi.</p>
<p>Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengungkapkan, tahun 2024 tercatat sebagai tahun terpanas, dengan suhu rata-rata global mencapai 1,55 °C, diatas suhu era pra-industri (1850-1900). Anomali tersebut melampaui ambang (1,5°C) yang telah ditetapkan pada tahun 2015 dalam perjanjian Paris. Menurutnya, fakta ini adalah alarm keras bagi seluruh umat manusia.</p>
<p>“Di Indonesia, tahun 2024 juga tercatat sebagai tahun terpanas sejak pengamatan tahun 1981, dengan suhu rata-rata 27,5 °C dan anomali 0,8 °C terhadap normal 1991—2020,” ungkap Dwikorita dalam rilis tertulisnya, belum lama ini.</p>
<p>Dwikorita mengungkapkan kondisi bumi kekinian akibat perubahan iklim cukup mengkhawatirkan. Tidak hanya bencana yang secara intensitas dan durasi semakin bertambah, namun juga krisis air yang juga berimbas pada berbagai sektor kehidupan.</p>
<p>Salah satunya yang terdampak adalah sektor pertanian, dimana Food and Agriculture Organization (FAO) memprediksi dunia akan mengalami ancaman krisis pangan pada tahun 2050 mendatang, apabila kita tidak berhasil mengendalikan kecepatan kenaikan suhu permukaan bumi atau memitigasi perubahan iklim tersebut.</p>
<p>“Kondisi ini dipicu kombinasi pemanasan global akibat emisi gas rumah kaca serta anomali iklim regional. Situasi ini menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian yang sangat rentan terhadap iklim,” ujarnya.</p>
<p>BMKG terus menggelar SLI di berbagai daerah di Indonesia. Melalui SLI, BMKG tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga langkah aksi adaptasi strategis. Petani diajarkan membaca dan memahami prediksi iklim, menyesuaikan pola tanam, memilih varietas sesuai kondisi musim, hingga mengoptimalkan teknik pemanenan air hujan. Dengan begitu, risiko gagal panen dapat ditekan.</p>
<p>“Karena perubahan iklim, saat ini titi mongso menjadi tidak relevan. Padahal petani di Indonesia terbiasa dengan titi mongso,” imbuhnya.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/30/bmkg-gencarkan-sekolah-lapang-iklim-antisipasi-risiko-gagal-panen">BMKG Gencarkan Sekolah Lapang Iklim, Antisipasi Risiko Gagal Panen</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BMKG Ungkap Gempa Poso Dipicu Sesar Aktif, Tidak Picu Tsunami</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/07/24/bmkg-ungkap-gempa-poso-dipicu-sesar-aktif-tidak-picu-tsunami</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2025 15:37:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bmkg]]></category>
		<category><![CDATA[gempa bumi]]></category>
		<category><![CDATA[poso]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Tsunami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=486572</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (SUARABARU.ID) – Gempa bumi tektonik berkekuatan M6,0 mengguncang wilayah Poso, Sulawesi Tengah. Peristiwa gempa bumi ini terjadi pada Kamis (24/7/2025), pukul 20.06 WIB. Berdasarkan hasil analisis terkini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), magnitudo gempa kemudian diperbarui menjadi M5,7. BACA JUGA : Semua PPKom dan PA di Pemerintah Kota Semarang Tanda Tangani Pernyataan Integritas Pengadaan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/07/24/bmkg-ungkap-gempa-poso-dipicu-sesar-aktif-tidak-picu-tsunami">BMKG Ungkap Gempa Poso Dipicu Sesar Aktif, Tidak Picu Tsunami</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA (SUARABARU.ID) –</strong> Gempa bumi tektonik berkekuatan M6,0 mengguncang wilayah Poso, Sulawesi Tengah.</p>
<p>Peristiwa gempa bumi ini terjadi pada Kamis (24/7/2025), pukul 20.06 WIB.</p>
<p>Berdasarkan hasil analisis terkini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), magnitudo gempa kemudian diperbarui menjadi M5,7.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : </strong><strong><a href="https://suarabaru.id/2025/07/24/semua-ppkom-dan-pa-di-pemerintah-kota-semarang-tanda-tangani-pernyataan-integritas-pengadaan-barang-dan-jasa">Semua PPKom dan PA di Pemerintah Kota Semarang Tanda Tangani Pernyataan Integritas Pengadaan Barang dan Jasa</a></strong></h6>
<p>Episenter gempa berada di darat pada koordinat 2,01° LS dan 120,78° BT, dengan kedalaman 10 kilometer.</p>
<p>Dari keterangan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa ini termasuk dalam kategori gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di Zona Sesar Poso.</p>
<p>&#8220;Jenis gempa ini tergolong dangkal dan dipicu oleh mekanisme pergerakan geser (strike-slip) pada sesar aktif di wilayah tersebut,&#8221; ujar Daryono, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, dalam keterangan yang diterima.</p>
<p>Dampak getaran dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah. Di Poso, Kolonodale, dan Mangkutana, gempa dirasakan pada skala intensitas IV hingga V MMI, yang berarti getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk.</p>
<p>Sementara di Palopo, Toraja, Mappadeceng, dan Bungku, getaran mencapai skala III hingga IV MMI. Wilayah Palu mencatat skala intensitas II-III MMI, dan getaran juga terasa di Mamuju, Malunda, serta Pasangkayu pada skala III MMI.</p>
<p>Meski guncangan cukup luas dirasakan, BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.</p>
<h6><strong>BACA JUGA: </strong><strong><a href="https://suarabaru.id/2025/07/24/peluncuran-smedi-dan-samawa-pemkot-semarang-perkuat-transformasi-digital-dan-akurasi-data">Peluncuran S’MEDI dan SAMAWA, Pemkot Semarang Perkuat Transformasi Digital dan Akurasi Data</a></strong></h6>
<p>&#8220;Hasil pemodelan kami menunjukkan tidak ada potensi tsunami dari gempa ini, sehingga masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada,&#8221; lanjut Daryono.</p>
<p>Hingga pukul 20.40 WIB, tercatat sebanyak 11 kali gempa susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar mencapai M5,5 dan terkecil M2,4. BMKG terus memantau aktivitas seismik di kawasan tersebut.</p>
<p>BMKG mengimbau masyarakat untuk menghindari bangunan retak atau rusak akibat gempa, serta tetap mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan oleh pihak berwenang.</p>
<p><strong>TYA WIDYA</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/07/24/bmkg-ungkap-gempa-poso-dipicu-sesar-aktif-tidak-picu-tsunami">BMKG Ungkap Gempa Poso Dipicu Sesar Aktif, Tidak Picu Tsunami</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cuaca Ekstrem Masih Mungkin Terjadi, OMC Diharapkan Segera Terwujud</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/03/05/cuaca-ekstrem-masih-mungkin-terjadi-omc-diharapkan-segera-terwujud</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Mar 2025 07:15:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Nasional Penanggulangan Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Basarnas]]></category>
		<category><![CDATA[bmkg]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[bpbd]]></category>
		<category><![CDATA[daring]]></category>
		<category><![CDATA[Jabodetabek]]></category>
		<category><![CDATA[Kalaksa]]></category>
		<category><![CDATA[Menko PMK]]></category>
		<category><![CDATA[Rapat koordinasi.]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=463867</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (SUARABARU.ID)&#8211; Dalam upaya pengendalian banjir yang melanda wilayah Jabodetabek, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar rapat koordinasi secara daring. Hadir dalam kegiatan ini, Menko PMK, Kepala BMKG, Kepala Basarnas, Kalaksa BPBD dan pimpinan wilayah yang daerahnya terdampak banjir, Selasa (4/3/2025). Dalam rapat itu, seluruh Kalaksa BPBD se-Jabodetabek menyampaikan laporannya, terkait kondisi wilayah yang terdampak [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/03/05/cuaca-ekstrem-masih-mungkin-terjadi-omc-diharapkan-segera-terwujud">Cuaca Ekstrem Masih Mungkin Terjadi, OMC Diharapkan Segera Terwujud</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Dalam upaya pengendalian banjir yang melanda wilayah Jabodetabek, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar rapat koordinasi secara daring. Hadir dalam kegiatan ini, Menko PMK, Kepala BMKG, Kepala Basarnas, Kalaksa BPBD dan pimpinan wilayah yang daerahnya terdampak banjir, Selasa (4/3/2025).</p>
<p>Dalam rapat itu, seluruh Kalaksa BPBD se-Jabodetabek menyampaikan laporannya, terkait kondisi wilayah yang terdampak banjir, tanah longsor dan jembatan putus, serta langkah-langkah yang telah dilakukannya.</p>
<p>Seperti diketahui, petugas BPBD se-Jabodetabek sampai saat ini masih terus memantau kondisi terkini daerah yang terkena bencana alam banjir itu. Beberapa di antara mereka terpaksa dievakuasi dengan menggunakan perahu karet.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/03/05/kasatlantas-polres-kebumen-bagikan-takjil-ke-pengguna-jalan-di-tugu-lawet">Kasatlantas Polres Kebumen Bagikan Takjil ke Pengguna Jalan di Tugu Lawet</a></strong></p>
<p>Selain itu, pemberian bantuan seperti makanan siap saji, paket kids wear, air mineral, family kids, dan beberapa kebutuhan lainnya.</p>
<p>Pada rakor itu, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menyampaikan update, hasil analisis peringatan dini cuaca ekstrem yang menunjukkan tren puncak hujan akan terjadi pada dasarian kedua di bulan Maret.</p>
<p>&#8221;Update hasil analisis untuk 10 hari kedua dan ketiga di bulan Maret, tren puncaknya di 10 hari kedua, atau mulai 11-20 Maret. Curah hujan yang tertinggi diperkirakan akan mencapai 300 mm dalam 10 hari mendatang,&#8221; ungkap Dwikorita.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/03/05/pengusaha-beras-kena-tipu-rp-4-miliar-pelaku-pasangan-suami-istri-asal-sragen">Pengusaha Beras Kena Tipu Rp 4 Miliar, Pelaku Pasangan Suami-Istri Asal Sragen</a></strong></p>
<p>Sementara itu, Kepala BNPB, Suharyanto, terus berkoordinasi dengan BPBD dan pemerintah daerah, dalam memantau kondisi terkini, untuk menetapkan langkah yang dilakukan agar pengendalian banjir dapat segera teratasi.</p>
<p>&#8221;Rata-rata semua daerah sudah tanggap darurat. Yang jadi perhatian kami dan pemerintah daerah yakni evakuasi warga. Kami juga pastikan semua logistik akan terpenuhi,&#8221; imbuh dia.</p>
<p>Sedangkan Menko PMK, Pratikno, menyampaikan beberapa arahannya. Hal itu terkait langkah urgensi, salah satunya pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), dalam waktu dekat ini.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/03/05/nomor-wa-wadul-bupati-dan-wakil-bupati-kudus-ganti-ini-yang-baru">Nomor WA Wadul Bupati dan Wakil Bupati Kudus Ganti, Ini yang Baru!</a></strong></p>
<p>&#8221;Kalau bisa OMC bukan hanya dari BNPB saja, tapi juga bisa dari pemerintah daerah setempat. Hal itu dikarenakan, masih adanya potensi hujan lebat hingga seminggu ke depan,&#8221; tutur Pratikno.</p>
<p>Menurutnya, dengan dukungan penuh terhadap pelaksanaan OMC serta upaya tanggap darurat yang terus diperkuat, diharapkan wilayah Jabodetabek dapat segera pulih, dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman.</p>
<p>&#8221;Kewaspadaan dan kerja sama yang solid, akan menjadi kunci untuk menghadapi tantangan cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi,&#8221; tukas dia.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/03/05/cuaca-ekstrem-masih-mungkin-terjadi-omc-diharapkan-segera-terwujud">Cuaca Ekstrem Masih Mungkin Terjadi, OMC Diharapkan Segera Terwujud</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BMKG Perkirakan Curah Hujan Sangat Lebat Terjadi di Pekalongan, Batang, dan Boyolali</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/01/29/bmkg-perkirakan-curah-hujan-sangat-lebat-terjadi-di-pekalongan-batang-dan-boyolali</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jan 2025 12:42:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika]]></category>
		<category><![CDATA[bmkg]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Dwikorita Karnawati]]></category>
		<category><![CDATA[Hidrometeorologi]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=458455</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, menyampaikan peringatan dini, terkait kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di Provinsi Jawa Tengah. Dalam Rapat Koordinasi Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, yang digelar bersama Penjabat Gubernur Jateng, Nana Sudjana, Dwikorita menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah, menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/29/bmkg-perkirakan-curah-hujan-sangat-lebat-terjadi-di-pekalongan-batang-dan-boyolali">BMKG Perkirakan Curah Hujan Sangat Lebat Terjadi di Pekalongan, Batang, dan Boyolali</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, menyampaikan peringatan dini, terkait kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di Provinsi Jawa Tengah.</p>
<p>Dalam Rapat Koordinasi Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, yang digelar bersama Penjabat Gubernur Jateng, Nana Sudjana, Dwikorita menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah, menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2025.</p>
<p>Sebagian besar wilayah di Jateng akan mengalami puncak musim hujan hingga Februari. Namun puncak musim hujan ini tidak serempak, terjadi secara bertahap, mulai November, Desember, Januari, hingga Februari.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/01/29/pengelola-objek-wisata-diminta-kedepankan-aspek-keselamatan">Pengelola Objek Wisata Diminta Kedepankan Aspek Keselamatan</a></strong></p>
<p>&#8221;Hal ini membuat potensi bencana, seperti yang terjadi di Pekalongan, masih bisa terjadi. Oleh karena itu, langkah antisipasi terus kami tingkatkan,&#8221; ujar Dwikorita, seperti dikutip dari laman resmi BMKG.</p>
<p>Dijelaskan juga, intensitas curah hujan di Jateng dipengaruhi oleh kombinasi aktif beberapa fenomena atmosfer global. Seperti La Nina Lemah, Monsun Asia, Madden-Julian Oscillation (MJO), serta gelombang ekuatorial Kelvin dan Rossby.</p>
<p>Kondisi ini diperkuat oleh fenomena astronomis, seperti fase bulan baru, yang menciptakan potensi peningkatan curah hujan, angin kencang, hingga gelombang tinggi di wilayah pesisir.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/01/29/kerja-sama-pssi-dan-knvb-untuk-majukan-sepak-bola-indonesia">Kerja Sama PSSI dan KNVB untuk Majukan Sepak Bola Indonesia</a></strong></p>
<p>Selain itu, kelembapan udara yang sangat basah, serta aktivitas konvektif lokal turut memicu pembentukan awan hujan yang menjulang tinggi. Semua faktor ini menjadi pemicu utama peningkatan risiko bencana, seperti banjir, tanah longsor, banjir rob, dan angin kencang di sejumlah wilayah Jateng.</p>
<p>&#8221;Menurut data BMKG, seluruh wilayah Jateng telah memasuki musim hujan sejak Desember 2024, dengan puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari 2025,&#8221; jelas dia.</p>
<p>Dwikorita menekankan, curah hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat, akan terjadi di berbagai wilayah, terutama di kawasan rawan bencana seperti Pekalongan, Batang, dan Boyolali.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/01/29/jalur-wonogiri-pacitan-macet-terhalang-pohon-tumbang">Jalur Wonogiri-Pacitan Macet, Terhalang Pohon Tumbang</a></strong></p>
<p>Di wilayah ini, ancaman tanah longsor dan banjir bandang menjadi perhatian utama. Kabupaten Boyolali, misalnya, berada dalam kondisi kritis, karena keberadaan jalur sungai di lereng Gunung Merbabu, yang sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi.</p>
<p>Sebelumnya, Dwikorita bersama tim BMKG telah mengunjungi wilayah itu, untuk meninjau langsung kondisi di lapangan. Pihak BMKG juga memberikan arahan mengenai langkah mitigasi bencana.</p>
<p>Selain ancaman hujan ekstrem, BMKG juga mengidentifikasi potensi banjir rob, yang dapat melanda kawasan pesisir utara dan selatan Jateng.</p>
<p><strong>BACA JUGA:  <a href="https://suarabaru.id/2025/01/29/destinasi-wisata-budaya-candi-joglo-semar-diterjang-hujan-angin-dinding-ambruk">Destinasi Wisata Budaya Candi Joglo Semar Diterjang Hujan Angin, Dinding Ambruk</a></strong></p>
<p>&#8221;Kita semua harus bekerja sama untuk memastikan keselamatan masyarakat. Informasi yang kami sampaikan bukan hanya untuk meningkatkan kewaspadaan, tetapi juga untuk membantu masyarakat mengambil langkah konkret dalam mengantisipasi bencana,&#8221; terang Dwikorita.</p>
<p>Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menambahkan, Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), kemungkinan akan kembali diterapkan. Hal itu untuk mengurangi dampak curah hujan ekstrem, di wilayah-wilayah tertentu. Sebelumnya, TMC telah berhasil dilaksanakan di beberapa daerah, untuk mengendalikan intensitas hujan dan meminimalkan risiko banjir.</p>
<p>Selain itu, BMKG telah menyampaikan informasi detail mengenai wilayah yang berpotensi terdampak bencana, termasuk daftar kabupaten, kecamatan, dan desa yang berisiko. Informasi ini dapat diakses masyarakat dan pemerintah daerah, untuk mempermudah langkah antisipasi.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/29/bmkg-perkirakan-curah-hujan-sangat-lebat-terjadi-di-pekalongan-batang-dan-boyolali">BMKG Perkirakan Curah Hujan Sangat Lebat Terjadi di Pekalongan, Batang, dan Boyolali</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>2024 Jadi Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/01/23/2024-jadi-tahun-terpanas-sepanjang-sejarah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jan 2025 09:10:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Anomaly]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika]]></category>
		<category><![CDATA[bmkg]]></category>
		<category><![CDATA[Periode]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[WMO]]></category>
		<category><![CDATA[World Meteorological Organization]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=457676</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (SUARABARU.ID)&#8211; Plt Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan, berdasarkan laporan World Meteorological Organization (WMO), tahun 2024 jadi tahun terpanas sepanjang sejarah, melewati periode panas di tahun 2023 lalu. Disampaikan dia, pada periode Januari-Desember 2024, seperti dikutip dari laman resmi BMKG, rata-rata kenaikan suhu mengalami anomaly 1,54, atau kurang lebih 0,13 [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/23/2024-jadi-tahun-terpanas-sepanjang-sejarah">2024 Jadi Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Plt Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan, berdasarkan laporan World Meteorological Organization (WMO), tahun 2024 jadi tahun terpanas sepanjang sejarah, melewati periode panas di tahun 2023 lalu.</p>
<p>Disampaikan dia, pada periode Januari-Desember 2024, seperti dikutip dari laman resmi BMKG, rata-rata kenaikan suhu mengalami anomaly 1,54, atau kurang lebih 0,13 derajat celcius, di atas rata-rata pra-industri era 1850-1900.</p>
<p>&#8221;Sehingga kenaikan suhu inilah, yang berdampak pada berbagai bencana hidrometeorologi. Dan tentunya, mengancam ketahanan pangan kita,&#8221; kata Dwikorita, di acara Rapat Evaluasi Nasional (Ravalnas) Tahun 2024, bertempat di Auditorium Kantor Pusat BMKG, Jakarta, Rabu (22/1/2025).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/01/23/polda-jateng-terjunkan-anjing-pintar-temukan-21-jenazah-korban-longsor">Polda Jateng Terjunkan Anjing Pintar, Temukan 21 Jenazah Korban Longsor</a></strong></p>
<p>Disampaikan juga, ancaman ketahanan pangan akibat perubahan iklim itu, seyogianya telah diingatkan oleh Food and Agriculture Organization (FAO), di mana pada pertengahan abad 21 atau tahun 2050, lebih dari 500 juta petani skala kecil yang menghasilkan 80 persen sumber pangan dunia, menjadi kelompok yang paling rentan terhadap perubahan iklim.</p>
<p>Fakta itu memperlihatkan, telah terjadi kerentanan pada kawasan sumber pangan (food basket). Perubahan iklim yang kian tak terkendali saat ini, juga memberikan tekanan serius pada sumber daya air, sehingga menimbulkan hal yang dikenal sebagai water hotspot.</p>
<p>&#8221;Oleh karenanya, dalam mendukung program prioritas Asta Cita dari Presiden RI, BMKG berkomitmen untuk berperan dalam swasembada pangan, energi, dan air. Di mana melalui kemandirian pangan, Indonesia bisa bertahan dengan fenomena perubahan iklim ekstrem,&#8221; jelas dia.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/01/23/oca-akan-perjuangkan-pencak-silat-tampil-di-asian-games">OCA Akan Perjuangkan Pencak Silat Tampil di Asian Games</a></strong></p>
<p>Menurut Dwikorita, untuk mewujudkan ketahanan energi, BMKG memiliki layanan peta potensi energi angin, peta kecepatan angin, dan peta potensi energi surya. Seluruh layanan informasi itu merupakan bentuk nyata dukungan BMKG, dalam mendukung program prioritas Nasional.</p>
<p>Melalui Ravalnas kali ini, Dwikorita menekankan pada seluruh insan BMKG, harus mewujudkan organisasi yang lincah, efektif, dan efisien. Transformasi itu dengan menekankan mindset, spirit, value, peningkatan SDM, teknologi, dan penataan organisasi yang telah berjalan sejak 2020, dalam rangka menuju Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini menjelaskan, BMKG mendapatkan tugas penting untuk mendukung pembangunan perkelanjutan, penanganan perubahan iklim, dan pengelolaan risiko bencana.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/01/23/banjir-grobogan-rel-masih-dalam-perbaikan-ka-belum-bisa-lewat">Banjir Grobogan, Rel Masih dalam Perbaikan KA Belum Bisa Lewat</a></strong></p>
<p>&#8221;BMKG memainkan peran kunci dalam manajemen bencana, melalui pengembangan sistem deteksi, koordinasi antarlembaga dan sinergi dengan swasta dan masyarakat, guna mendukung penanggulangan bencana yang lebih efektif,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Terkait penyelenggaraan Ravalnas ini, Rini menyatakan, harus dijadikan momentum BMKG untuk meningkatkan kinerjanya, dalam rangka mendukung Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.</p>
<p>&#8221;Layanan prediksi iklim, cuaca, early warning system bencana, tentunya sangat berguna bagi masyarakat. Dan ini dapat membantu adaptasi sektor strategis, seperti pertanian, energi, dan pariwisata,&#8221; tandasnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/23/2024-jadi-tahun-terpanas-sepanjang-sejarah">2024 Jadi Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waspada! Bibit Siklon Tropis dan Monsun Asia Menguat, Potensi Cuaca Ekstrem Meningkat di Sebagian Wilayah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/01/09/waspada-bibit-siklon-tropis-dan-monsun-asia-menguat-potensi-cuaca-ekstrem-meningkat-di-sebagian-wilayah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jan 2025 05:46:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Bibit Siklon Tropis]]></category>
		<category><![CDATA[bmkg]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Meningkat]]></category>
		<category><![CDATA[Monsun Asia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=455530</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (SUARABARU.ID) &#8211; BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta telah memantau keberadaan pusat tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara sejak 3 Januari 2025. Sistem ini bergerak ke arah barat-barat daya dan mulai berkembang menjadi Bibit Siklon 97S pada 7 Januari 2025 di perairan Samudra Hindia, sebelah selatan Jawa Timur. Melansir dari BMKG, berdasarkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/09/waspada-bibit-siklon-tropis-dan-monsun-asia-menguat-potensi-cuaca-ekstrem-meningkat-di-sebagian-wilayah">Waspada! Bibit Siklon Tropis dan Monsun Asia Menguat, Potensi Cuaca Ekstrem Meningkat di Sebagian Wilayah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta telah memantau keberadaan pusat tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara sejak 3 Januari 2025.</p>
<p>Sistem ini bergerak ke arah barat-barat daya dan mulai berkembang menjadi Bibit Siklon 97S pada 7 Januari 2025 di perairan Samudra Hindia, sebelah selatan Jawa Timur.</p>
<p>Melansir dari BMKG, berdasarkan analisis terkini pada 9 Januari 2025, intensitas sistem tersebut semakin meningkat dan saat ini terdeteksi di Samudra Hindia selatan Lampung dengan arah gerak ke selatan. Bibit siklon ini diperkirakan akan memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan curah hujan dan angin kencang di beberapa wilayah, serta dampak langsung berupa gelombang tinggi di perairan bagian selatan Indonesia dalam tiga hari mendatang.</p>
<p>Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto menjelaskan, Bibit Siklon Tropis 97S berpotensi meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang di sejumlah wilayah, termasuk Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.</p>
<p>Selain itu, gelombang laut dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi di Perairan Selatan Jawa hingga NTB, Selat Sunda bagian barat dan selatan, Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTB, dan Samudera Hindia barat Bengkulu hingga Lampung.</p>
<p>“Dari perhitungan kami, bibit siklon ini diperkirakan akan memberikan dampak signifikan dalam tiga hari ke depan, terutama dalam bentuk peningkatan intensitas hujan, angin kencang, dan gelombang tinggi di wilayah-wilayah tertentu,” ungkap Guswanto, Kamis (9/1/2025).</p>
<p>Ia juga menambahkan, dampak cuaca ini perlu diantisipasi, terutama di wilayah pesisir dan perairan selatan Indonesia, karena potensi cuaca ekstrem dapat mempengaruhi aktivitas pelayaran dan masyarakat pesisir. &#8220;BMKG terus memantau perkembangan sistem ini dan akan menyampaikan pembaruan informasi secara berkala untuk memastikan keselamatan masyarakat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Direktur Meteorologi Publik, Andri Ramdhani, mengatakan, potensi peningkatan curah hujan dalam sepekan ke depan tidak hanya dipengaruhi oleh keberadaan Bibit Siklon 97S, tetapi juga oleh kondisi atmosfer yang mendukung terjadinya hujan dengan intensitas lebih tinggi.</p>
<p>“Monsun dan seruakan dingin dari Asia turut berkontribusi pada peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia, khususnya di bagian barat,” kata Andri.</p>
<p>Ia menyampaikan, selain Bibit Siklon Tropis 97S, sirkulasi siklonik yang sudah terbentuk beberapa hari lalu di sekitar Nusa Tenggara juga mempengaruhi dinamika atmosfer di wilayah Indonesia. Kondisi ini semakin diperkuat dengan aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial dan gelombang Kelvin yang diprakirakan tetap aktif dalam sepekan ke depan, khususnya di wilayah Sumatra, Jawa, sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.</p>
<p>Melihat potensi cuaca yang signifikan, Andri mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap kemungkinan hujan lebat yang disertai petir. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap dampak cuaca tersebut, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta jalanan licin yang berpotensi membahayakan keselamatan.</p>
<p>“Kami mengimbau seluruh masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah rawan bencana, untuk selalu waspada dan siap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi kapan saja,” tandasnya.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/09/waspada-bibit-siklon-tropis-dan-monsun-asia-menguat-potensi-cuaca-ekstrem-meningkat-di-sebagian-wilayah">Waspada! Bibit Siklon Tropis dan Monsun Asia Menguat, Potensi Cuaca Ekstrem Meningkat di Sebagian Wilayah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Peningkatan Curah Hujan Jelang Nataru</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/12/18/bmkg-imbau-masyarakat-waspadai-peningkatan-curah-hujan-jelang-nataru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Dec 2024 06:31:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[bmkg]]></category>
		<category><![CDATA[Curah Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Jelang nataru]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=452591</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Plt. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menyampaikan, BMKG bersama BNPB, TNI, dan Polri bakal melakukan modifikasi cuaca untuk mengantisipasi potensi bencana alam selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dikutip dari Kemenkes, langkah tersebut disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral yang digelar di Auditorium PTIK, Jakarta, belum lama [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/18/bmkg-imbau-masyarakat-waspadai-peningkatan-curah-hujan-jelang-nataru">BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Peningkatan Curah Hujan Jelang Nataru</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Plt. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menyampaikan, BMKG bersama BNPB, TNI, dan Polri bakal melakukan modifikasi cuaca untuk mengantisipasi potensi bencana alam selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).</p>
<p>Dikutip dari Kemenkes, langkah tersebut disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral yang digelar di Auditorium PTIK, Jakarta, belum lama ini.</p>
<p>“Bersama dengan BNPB, TNI, dan Polri, kami akan melakukan modifikasi cuaca di beberapa titik yang dikhawatirkan dapat berdampak pada potensi bencana, seperti banjir dan longsor. Kami terus berkoordinasi untuk memastikan keselamatan masyarakat selama masa liburan,” ujar Dwikorita.</p>
<p>Dwikorita menjelaskan, bahwa fenomena dinamika atmosfer, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan potensi cold surge (gelombang udara dingin) yang bergerak dari daratan Asia (Siberia) menuju wilayah barat Indonesia, diproyeksikan akan aktif selama periode Natal dan Tahun Baru. Kedua fenomena ini, menurutnya, berpotensi meningkatkan intensitas dan volume curah hujan di berbagai wilayah Indonesia.</p>
<p>“Madden-Julian Oscillation dan potensi cold surge diperkirakan akan mempengaruhi cuaca di Indonesia selama Nataru. Kedua fenomena ini dapat meningkatkan curah hujan, meskipun dampaknya masih perlu terus dipantau,” jelas Dwikorita.</p>
<p>Kapolri, Listyo Sigit Prabowo menambahkan, dalam mengantisipasi bencana alam, pihaknya akan bekerja sama dengan BMKG dan Instansi terkait untuk menginformasikan masyarakat mengenai prediksi curah hujan serta potensi banjir dan longsor di jalur yang dilalui para pemudik.</p>
<p>“Pada saat terjadi hujan dan ombak tinggi, masyarakat sudah terinformasi lebih dahulu sehingga mereka bisa mengurangi kemungkinan terjadinya penumpukan di wilayah dermaga,” ucap Kapolri.</p>
<p>Dwikorita juga menginformasikan bahwa cuaca ekstrem diperkirakan akan berlanjut hingga 9 Januari 2024, dengan peningkatan eskalasi cuaca, terutama di wilayah-wilayah yang dilalui jalur mudik. Mengingat potensi cuaca buruk tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi Info BMKG yang telah terintegrasi dengan aplikasi jalur mudik.</p>
<p>“Saya mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca melalui aplikasi Info BMKG. Aplikasi ini terintegrasi dengan aplikasi jalur mudik, sehingga masyarakat bisa merencanakan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman,” tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi juga menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca, terutama selama bulan Desember, agar perjalanan selama libur Nataru dapat berlangsung dengan aman.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dalam merencanakan perjalanan, terutama yang melibatkan transportasi laut, agar dapat menghindari potensi risiko yang disebabkan oleh cuaca ekstrem,” ujar Dudy.</p>
<p>Dengan langkah solid antara BMKG, Polri, TNI, BNPB, dan instansi terkait, diharapkan masyarakat dapat menjalani liburan Natal dan Tahun Baru dengan lebih aman. Pemerintah berkomitmen memastikan keselamatan masyarakat, khususnya di jalur mudik dan wilayah rawan bencana.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/18/bmkg-imbau-masyarakat-waspadai-peningkatan-curah-hujan-jelang-nataru">BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Peningkatan Curah Hujan Jelang Nataru</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>