<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Asnawi Mangkualam Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/asnawi-mangkualam/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 14 Mar 2025 05:06:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Asnawi Mangkualam Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mampukah Pratama Arhan Menembus Skema Patrick Kluivert?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/03/15/mampukah-pratama-arhan-menembus-skema-patrick-kluivert</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Mar 2025 10:00:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Asnawi Mangkualam]]></category>
		<category><![CDATA[Australia]]></category>
		<category><![CDATA[Bahrain]]></category>
		<category><![CDATA[Marselino Ferdinan]]></category>
		<category><![CDATA[Patrick Kluivert]]></category>
		<category><![CDATA[Pratama Arhan]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=465361</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // dia langka/ tak sembarang pemain berkemampuan sepertinya/ ketika satu posisi diperebutkan/ mampukah dia mendapatkannya?// (Sajak “Pratama Arhan”, 2025) SIAPA saja pemain “asli” yang berpeluang mendapat tempat dalam skema pelatih nasional, di tengah arus deras pemain diaspora yang mendapat status kewarganegaraan? Ketika kita bicara hak dan formalitas administrasi, maka takkan lagi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/03/15/mampukah-pratama-arhan-menembus-skema-patrick-kluivert">Mampukah Pratama Arhan Menembus Skema Patrick Kluivert?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-465365 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-2.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-2.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-2-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></p>
<p><em>// dia langka/ tak sembarang pemain berkemampuan sepertinya/ ketika satu posisi diperebutkan/ mampukah dia mendapatkannya?//</em><br />
<strong>(Sajak “Pratama Arhan”, 2025)</strong></p>
<p><strong>SIAPA</strong> saja pemain “asli” yang berpeluang mendapat tempat dalam skema pelatih nasional, di tengah arus deras pemain diaspora yang mendapat status kewarganegaraan?</p>
<p>Ketika kita bicara hak dan formalitas administrasi, maka takkan lagi terbedakan antara mereka yang benar-benar “lokal” dan yang dinaturalisasi. Realitas yang terbentang adalah, terkadang secara alamiah kita menghitung: posisi mana saja yang masih tersisa untuk para pemain “asli”. Mayoritas posisi, sudah bisa diperkirakan bakal dihuni oleh para pemain “abroad”.</p>
<p>Realitas lain mengatakan, klasifikasi “abroad” tidak harus mereka yang berstatus mendapat kewarganegaraan dari proses naturalisasi. Sejumlah pemain berklasifikasi “abroad” karena bermain di klub-klub luar negeri.</p>
<p>Asnawi Mangkualam misalnya, yang kali ini tidak masuk dalam daftar pemain panggilan untuk laga terdekat timnas, bermain untuk Port FC di Liga Thailand. Sama dengan Pratama Arhan yang dikontrak Bangkok United, juga Ronaldo Joybera Kwateh yang bergabung dengan Mungtong United. Lalu Marselino Ferdinan bersama Oxford United di Liga Primer.</p>
<p>Jika mengacu pada syarat pelatih Patrick Kluivert bahwa dia hanya memanggil mereka yang bermain reguler di klubnya, maka seharusnya Asnawi punya cukup kesempatan. Nyatanya, Arhan dipanggil, sedangkan Asnawi tidak.</p>
<p>Semua pemain diaspora juga harus menaklukkan persyaratan itu, walaupun ternyata Nathan Tjoe A-On yang tidak mendapat cukup menit bermain di Swansea City, tetap tedaftar. Ya, bukankah ada sejumlah pemain berstatus timnas yang tidak mendapat kesempatan rutin bermain di klub mereka di sejumlah liga di Eropa?</p>
<p><strong>Pratama Arhan</strong><br />
Melihat kondisi ini, menarik untuk melihat seperti apa peluang pemain seperti Pratama Alif Arhan yang semasa kepemimpinan <em>coach</em> Shin Tae-yong selalu dipanggil dan mendapat tempat di posisi bek kiri. Padahal saat itu, pemain asal Blora tersebut minim menit bermain di klub lamanya, Tokyo Verdy dan Suwon FC.</p>
<p>Bek kiri menghadirkan persaingan paling ketat. Untungnya, Arhan kini mendapat kesempatan bermain yang cukup di Bangkok United. Kemampuannya yang langka, lemparan ke dalam mematikan, beberapa kali dijadikan senjata oleh Bangkok United.</p>
<p>Boleh dikata dia bangkit dan menemukan kembali sentuhannya setelah tidak mendapat kesempatan unjuk kemampuan di Tokyo Verdy dan Suwon FC. Konfidensinya pulih, dengan kepercayaan yang diberikan oleh <em>coach</em> Tawan Sripan.</p>
<p>Sudah sembilan laga dilalui di semua ajang. Enam kali di Thai League 1, sekali di Piala FA, dan dua kali di Champions League Two. Dari sembilan laga itu, enam di antaranya dimenangkan oleh Bangkok United. Arhan menyumbang satu <em>assist</em>. Dua lemparan “mautnya” mengawali gol Bangkok United.</p>
<p>Kebangkitan Arhan dari kondisi “tidak dipakai” di Liga Jepang dan Liga Korea, tentu patut diapresiasi. Ini menunjukkan mentalitas yang luar biasa. Dia berkibar dari keterpurukan.</p>
<p><strong>Persaingan Ketat</strong><br />
Kini dia harus menghadapi persaingan ketat untuk mendapat tempat dalam skema skuad Klivert. Terdekat, menghadapi tuan rumah Australia pada 20 Maret nanti, dan melawan Bahrain di Jakarta pada 25 Maret.</p>
<p>Sejumlah nama lain harus berjuang mendapat posisi inti. Yakni Calvin Verdonk, Shayne Pattynama, Nathan Tjoe-A-On, juga kemungkinan Dean James. Dia baru saja mendapat kewarnagegaraan Indonesia.</p>
<p>Dengan performa Arhan saat ini, rasanya tak beralasan apabila Kluivert tidak mempertimnbangkan untuk menghadapi Australia dan Bahrain pada 25 Maret.</p>
<p>Apakah dia menjadi <em>starter</em> atau cadangan, antara lain diputuskan dari kondisi kebugaran terakhir. Pelatih yang akan mempertimbangkan. Kluivert tentu akan memastikan secara objektif, tidak banyak pemain dengan kemampuan lemparan ke dalam sekualitas Arhan.</p>
<p>Dari sisi menit bermain, tampaknya Calvin Verdonk yang menjadi pesaing utama. Sedangkan Shayne Pattinama dan Nathan Tjoe A-On jarang mendapat kesempatan bermain di klubnya.</p>
<p>Dalam hal kebugaran, tampaknya Arhan mampu bersaing. Dia adalah tipikal pemain yang kuat dalam bertahan dan eksplosif kala membantu serangan. Kelebihan tersebut menjadi salah satu modal bagi eks PSIS itu untuk meraih kepercayaan Patrick Kluivert.</p>
<p>&#8212; A<strong>mir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/03/15/mampukah-pratama-arhan-menembus-skema-patrick-kluivert">Mampukah Pratama Arhan Menembus Skema Patrick Kluivert?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelatih Baru Timnas dan Bayang-bayang Shin Tae-yong</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/01/09/pelatih-baru-timnas-dan-bayang-bayang-shin-tae-yong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jan 2025 00:41:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Asnawi Mangkualam]]></category>
		<category><![CDATA[Calvin Verdonk]]></category>
		<category><![CDATA[Kevin Dicks]]></category>
		<category><![CDATA[Patrick Kluivert]]></category>
		<category><![CDATA[Pratama Arhan]]></category>
		<category><![CDATA[Shayne Pattinama]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=455442</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS DI manakah titik risiko pertaruhan PSSI, ketika memutuskan memberhentikan Shin Tae-yong dan menggantikannya dengan pelatih baru tim nasional, Patrick Kluivert? Titik itu akan mudah terlihat, seperti apa nantinya performa timnas dalam empat sisa laga Grup C Pra-Piala Dunia. Berikutnya, bagaimana prospek Indonesia di peringkat FIFA. Risiko itu bakal terjawab: apakah capaian [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/09/pelatih-baru-timnas-dan-bayang-bayang-shin-tae-yong">Pelatih Baru Timnas dan Bayang-bayang Shin Tae-yong</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-455448 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/01/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15.jpg" alt="" width="150" height="195" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/01/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/01/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-115x150.jpg 115w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />DI</strong> manakah titik risiko pertaruhan PSSI, ketika memutuskan memberhentikan Shin Tae-yong dan menggantikannya dengan pelatih baru tim nasional, Patrick Kluivert?</p>
<p>Titik itu akan mudah terlihat, seperti apa nantinya performa timnas dalam empat sisa laga Grup C Pra-Piala Dunia. Berikutnya, bagaimana prospek Indonesia di peringkat FIFA.</p>
<p>Risiko itu bakal terjawab: apakah capaian STY bisa dipertahankan, bahkan diperbarui, atau malah merosot ke kondisi sebaliknya.</p>
<p>Keputusan PSSI untuk menyudahi kontrak STY tentu telah matang dipertimbangkan. Walaupun dengan narasi yang tidak verbal, alasan pemecatan telah disampaikan oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir, 6 Januari lalu.</p>
<p>Intinya, ada evaluasi menyeluruh tentang kepemimpinan, komunikasi, dan isu strategi. Masalah itulah yang ingin diperbaiki dengan keputusan mendatangkan pelatih baru.</p>
<p>Artinya, Ketua Umum PSSI telah mengambil sikap, apa pun risikonya. Pada sisi lain, kita melihatnya sebagai spekulasi, yang bisa disimak dari pembandingan kompetensi di antara kedua pelatih, antara yang pergi dan yang datang.</p>
<p>Rekam jejak sang pengganti mudah ditelusur oleh netizen, termasuk di wilayah personal. Ada jejak digital yang memaparkan keterbelitan Kluivert dengan kasus-kasus tertentu. Lalu dalam wilayah sepak bola, bisa disimak jejak reputasi di empat kesempatan menjadi pelatih, baik di level klub maupun timnas.</p>
<p>Aroma spekulasi akan selalu muncul dalam pergantian pelatih di mana pun, baik tim nasional maupun klub. Ya, siapa yang bisa menjamin pelatih baru pasti mampu memperbaiki keadaan dan performa? Respons positif dan pesimistis merupakan faktor alamiah yang mengikuti.</p>
<p>Kalkulasi inilah yang diperhitungkan sebagai faktor risiko untuk memilih: mengganti sebagai respons sikap, atau membiarkan keadaan; karena akan sama-sama memuat kemungkinan atau efek.</p>
<p><strong>Gambaran Target</strong><br />
Publik yang terbelah antara mendukung dan menyayangkan keputusan PSSI akan menunggu gambaran target, karena pada 2025 ini timnas dihadapkan pada kesibukan untuk sejumlah event.</p>
<p>Ada dua gambatan besar. Pertama, yang menjadi fokus utama adalah perjuangan di sisa empat pertandingan Grup C babak ketiga Pra-Piala Dunia.</p>
<p>Jay Idzes dkk berada di peringkat ketiga, di bawah Jepang dan Australia; di atas Bahrain, Arab Saudi, dan Cina. Posisi itu memberi harapan bisa lolos langsung ke Piala Dunia 2026 sebagai <em>runner up</em> grup. Setidak-tidaknya lolos ke putaran keempat apabila menempati ranking ketiga atau keempat.</p>
<p>Sampai ke babak ketiga kualifikasi Zona Asia merupakan &#8220;karya&#8221; Shin Tae-yong. Maka Patrick Kluivert bertugas mengamankan posisi tersebut sebagai pembuktian untuk memenuhi target PSSI.</p>
<p>Akan tergantung bagaimana dia memaksimalkan potensi tim untuk meracik taktik menghadapi sisa empat laga tersebut.</p>
<p>Kedua, mempertahankan capaian peringkat FIFA. Dari posisi 174 menjadi 124 selama lima tahun menjadi salah satu prestasi menonjol STY. Inilah yang bakal membayangi pekerjaan pelatih baru nanti, karena diukur dari hasil setiap laga timnas, termasuk <em>FIFA matchday</em>.</p>
<p><strong>Gaya dan Sayap</strong><br />
Gaya bermain timnas, walaupun diperkirakan tetap memobilisasi para pemain diaspora, diperkirakan berubah dari gaya pada era STY.</p>
<p>Kluivert punya filosofi dan skema sendiri, yang pasti tidak sama dengan pendekatan taktik STY.</p>
<p>Saya melihat, yang menonjol selama lima tahun ini, STY menekankan penguatan fisik dan disiplin kerancakan dalam transisi bermain, dari menyerang ke bertahan, dan sebaliknya.</p>
<p>STY menyukai para pemain memanfaatkan lebar lapangan dengan menyisir sayap, dimulai dari penggawa barisan belakang. Bagaimana dia memaksimalkan Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Calvin Verdonk, Shayne Pattinama, Kevin Dicks, atau Yacob Sayuri menjadi gambaran taktik STY dalam mengeksploitasi sayap. Aksen gaya juga tampak dari bola-bola cut back dari pergerakan Witan Sulaeman, yang diantisipasi oleh rekannya.</p>
<p>Ya, kita akan melihat seperti apa nanti gaya bermain yang dituangkan oleh pelatih baru.</p>
<p>Yang jelas, dengan arus kuat &#8220;kawalan&#8221; publik yang masih &#8220;menyayangkan&#8221; pemberhentian STY &#8212; apa pun alasan yang sudah disampaikan PSSI, &#8212; Patrick Kluivert akan bekerja di bawah bayang-bayang pendahulunya.</p>
<p>Dan, ini merupakan risiko suksesi yang tak mungkin terhindarkan.</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah &#8212;</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/09/pelatih-baru-timnas-dan-bayang-bayang-shin-tae-yong">Pelatih Baru Timnas dan Bayang-bayang Shin Tae-yong</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>“Conflict-tainment” dalam Pemberitaan Pemilu</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/01/29/conflict-tainment-dalam-pemberitaan-pemilu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jan 2024 01:24:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Asnawi Mangkualam]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Hangestri Pratiwi]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Ali]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilihan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Pratama Arhan]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=396099</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS KOLABORASI produk media mainstream dan media sosial sangat terasa dalam sajian berita-berita politik media kita, khususnya menjelang perhelatan Pemihan Umum, hari-hari ini. Terjadi saling “pungut konten” secara masif. Viralitas seakan-akan menjadi “ideologi” yang dianut dengan standar masing-masing. Berlangsung percampuran antara akuntabilitas dan kewajiban verifikasi dalam produk jurnalistik media, dengan konstruksi instan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/29/conflict-tainment-dalam-pemberitaan-pemilu">“Conflict-tainment” dalam Pemberitaan Pemilu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-396102 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15.jpg" alt="" width="150" height="195" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/WhatsApp-Image-2022-12-10-at-06.22.15-115x150.jpg 115w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />KOLABORASI</strong> produk media <em>mainstream</em> dan media sosial sangat terasa dalam sajian berita-berita politik media kita, khususnya menjelang perhelatan Pemihan Umum, hari-hari ini.</p>
<p>Terjadi saling “pungut konten” secara masif. Viralitas seakan-akan menjadi “ideologi” yang dianut dengan standar masing-masing. Berlangsung percampuran antara akuntabilitas dan kewajiban verifikasi dalam produk jurnalistik media, dengan konstruksi instan isu yang penuh sensasi, sebagai produk berbagai <em>platform</em> media sosial.</p>
<p>Menjelang “hari H” Pemilihan Umum 2024, 14 Februari nanti, “ideologi” itu bagai menemukan titik penyuburan lewat viralitas unggahan-unggahan berita dari fakta dan <em>setting</em>-an isu, dengan <em>framing</em> dari sudut pandang aneka kepentingan.</p>
<p>Berseliweran begitu banyak unggahan isu. Mulai dari pemberitaan mengenai keputusan Mahkamah Konstitusi tentang syarat batas minimal usia calon presiden/wakil presiden dan pengalaman menjadi kepala daerah; lalu perguliran masalah terkini tentang aturan apakah Presiden boleh berkampanye untuk pasangan calon tertentu atau tidak.</p>
<p>Pernyataan-pernyataan, kecenderungan sikap, dan “penampakan” aneka karakter manusia juga tereksploitasi sebagai warna dominan konten media dan medsos. Istilah gemoy, diksi “samsul”, narasi “omon-omon”, “ndasmu etik”, SGIE,<em> greenflation</em>, atau gestur membungkuk-bungkuk “mencari-cari jawaban” dalam forum debat calon wakil presiden, ungkapan “pertanyaan recehan”, menjadi <em>pointers</em> yang viral. Termasuk dugaan-dugaan adanya “sang pembisik” di arena debat, dan seterusnya.</p>
<p>Pengapungan isu-isu tersebut mengetengahkan nuansa pemberitaan yang tentu bercita rasa sangat konfliktif, yang di-<em>follow up</em>-i oleh banyak <em>talk show, podcast</em>, konferensi pers, atau statemen respons personal melalui youtube. Menariknya, <em>taste</em> konflik itu terkemas oleh media <em>mainstream</em> sebagai semacam “conflict-tainment”, konflik yang dijadikan hiburan.</p>
<p>Efeknya, tumbuh masif konten-konten saling ofensif dan saling defensif yang “menghibur”, walaupun bernada pahit. Tercipta panggung yang lucu-lucu, meskipun terasa menyakitkan.</p>
<p>Viralitas menghadirkan respons sikap publik, berupa sentimen negatif hingga sentimen positif netizens yang dikelola dan dikuantifikasi oleh lembaga-lembaga analisis seperti Drone Emprit. Efek selanjutnya, tingkat elektabilitas pasangan calon presiden-calon wakil presiden juga terhubungkan oleh analisis lembaga-lembaga survei.</p>
<p><strong>Model Muhammad Ali</strong><br />
Model-model pemberitaan yang menjadi tren di ranah politik itu menyerupai tren kemasan jurnalistik di dunia olahraga yang sudah berlangsung sejak 20 tahunan lalu. Bahkan jauh sebelum era internet dan berkembang aneka <em>platform</em> media, pada dasawarsa 1970-an, legenda tinju kelas berat Muhammad Ali dengan kecerdasan “marketing”-nya telah menemukan ceruk publisitas.</p>
<p>Dia mengusung cara memasarkan diri untuk menaklukkan daya tarik media lewat karakter personalnya yang “bla-bla-bla”, dan tak jarang menampilkan ide menarik di luar bingkai olahraga. Model publikasi Ali, yang dijuluki Si Mulut Besar dan mengklaim diri sebagai The Greatest, muncul ketika budaya pop belum mencengkeram keseharian hidup manusia.</p>
<p>Di era <em>new media</em>, makin sulit menemukan media yang menyajikan berita-berita olahraga dari perspektif murni edukasi pembinaan. Yang kini dominan adalah memperlakukan atlet atau para pelaku olahraga sebagai selebritas yang menjadi elemen budaya pop. Maka dinamika “atlet sebagai manusia pesohor” dengan gaya hidup, temperamen, dan sisi positif maupun sisi gelap kesehariannya lebih mendapat tempat.</p>
<p>Konflik-konflik antarpesohor menjadi konten yang justru memenuhi pragmatisme naluri hasrat dalam budaya pop. Dan, itu sudah dilakukan Muhammad Ali secara personal pada era kejayaannya. Ali, secara sadar, menggali ceruk performa dan mengetengahkan bahwa dia memiliki “faktor pembeda”.</p>
<p>Dari dunia olahraga, gaya “conflict-tainment” itu menghadirkan persoalan-persoalan manusia dan efek kepesohoran ketimbang wacana-wacana tentang teknis pembinaan. Maka kita makin banyak disodori berita-berita tampilan gaya hidup Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, karakteristik Jose Mourinho, atau di level nasional tersuguhi penampilan pebola voli Megawati Hangestri Pratiwi di Liga Voli Korea Selatan. Juga kisah-kisah di dalam maupun di luar lapangan Asnawi Mangkualam di K-League 2, Pratama Arhan di J-2 League, dan banyak atlet lain yang dikemas dengan semangat menggiring viralitas.</p>
<p><strong>Budaya Pop dan Berita Pemilu</strong><br />
Budaya pop menghasilkan “konsensus informal” secara universal dalam “budaya hasrat”, yang disadari atau tidak disadari menjauhkan nilai-nilai dan mengusung perilaku baru. Derry Mayendra (2011), ahli pemasaran digital Universitas Gunadarma menyebut, budaya pop lebih banyak berfokus pada emosi dan pemuasannya daripada intelek. Yang menjadi tujuan hidup adalah, “berenang-senang dan menikmati hidup” sebagai “budaya hasrat”.</p>
<p>Relativisme, pragmatisme, konsumerisme, hedonisme, popularisme, sekularisme, dan isme-isme yang lain, banyak menyeret media masuk ke pusaran model sajian yang terkadang dangkal dan terasa jauh dari nilai-nilai intelektualisme.</p>
<p>Apa yang kita akses dari berbagai <em>platform</em> media, baik yang <em>mainstream</em> maupun medsos, sesungguhnya adalah gambaran tentang produk viralitas yang berpusar dari budaya pop. Pengaruh algoritma google dalam ikhtiar menangguk pendapatan <em>google adsense</em> sangat berperan dalam model-model sajian media.</p>
<p>Lalu dari mana audiens memetik nilai edukasi dari gaya pemberitaan semacam itu?</p>
<p>Di ranah pemberitaan pemilihan umum, misalnya, adakah fungsi pendidikan politik yang bisa kita dapatkan?</p>
<p>Pada sepanjang hari-hari menuju pelaksanaan pemilu, kita banyak mengolah petuah tentang etika, moralitas, adab, dan konsistensi dalam berdemokrasi dan menyikapi aturan. Hal-hal dasar itu bisa melekat pada figur dan fakta-fakta yang kemudian diviralkan.</p>
<p>Apakah momentum edukasinya adalah ketika berkembang berbagai analisis dan diskusi di seputar persoalan-persoalan tersebut? Apakah publik mendapatkan pengayaan pengetahuan dari pro-kontra yang muncul dan berkembang? Apakah publik meraih pembelajaran batin dengan memaknai ungkapan-ungkapan hujatan, kebencian, dan ofensif pada satu sisi, dan sikap-sikap defensif pada sisi lain?</p>
<p>Dalam pemahaman dunia media sekarang, narasi bagus atau narasi buruk sejatinya sama-sama memuat konten edukatif. Tinggal bagaimana kita menyikapi. Publik seakan-akan dihadapkan pada kenyataan agar memilih jalan sendiri dengan mempertimbangkan narasi-narasi pemberitaan yang dia akses.</p>
<p>Budaya pop, pada sisi lain memberi paparan tentang pilihan sikap. Di luar “isme-isme” yang berkembang sebagai budaya hasrat yang berwajah pragmatis, tentulah masih ada ruang-ruang untuk mempertimbangkan. Bukankah ada pilihan dari yang tidak kita sukai, atau sebaliknya ada alternatif lain dari yang kita idolakan?</p>
<p><strong>Konflik yang Terkemas</strong><br />
Mempertentangkan konten viral dengan konten viral lainnya adalah contoh betapa banyak ruang untuk mempertimbangkan pilihan. Kita mungkin akan menjustifikasi mengalami kebingungan, ketika mencoba mencerna konflik sedemikian tajam yang diunggah oleh sejumlah media.</p>
<p>Sebegitu terbuka orang berdebat dan “berkelahi” dalam berbagai <em>talk show</em> dan wawancara media, tetapi sadarkah kita bahwa adu wacana dan “gebuk-gebukan” itu adalah konflik yang telah dikemas lewat perencanaan matang, sistematis, teragenda, dan terbingkai?</p>
<p>Pendewasaan pikiran yang seharusnya kita raih adalah bagaimana menentukan keputusan di tengah beragam tawaran, memastikan pilihan di tengah “konflik” yang disajikan oleh media-media, dalam kesadaran penuh &#8212; seminim apa pun &#8212; berkontribusi untuk masa depan bangsa yang lebih baik.</p>
<p>Bukankah model pemberitaan yang bergenre “conflict-tainment”, dalam kebanalannya, kita pahami mewadahi adu pikiran, adu gagasan, dan adu wacana dengan kemasan hiburan? Katakanlah, menghibur dalam kekonyolan, mengedukasi dengan mengadu kepentingan.</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah, dan dosen Prodi Ilmu Komunikasi Fiskom UKSW</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/29/conflict-tainment-dalam-pemberitaan-pemilu">“Conflict-tainment” dalam Pemberitaan Pemilu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Timnas Indonesia Lolos 16 Besar Jumpa Australia</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/01/26/timnas-indonesia-lolos-16-besar-jumpa-australia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jan 2024 00:52:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Asnawi Mangkualam]]></category>
		<category><![CDATA[Australia]]></category>
		<category><![CDATA[Kapten Timnas Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kirgistan]]></category>
		<category><![CDATA[Oman]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Asia 2023]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=395616</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Timnas Indonesia dipastikan lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023. Hal itu dipastikan, seusai pertandingan Grup F antara Kirgistan melawan Oman yang berakhir imbang 1-1. Indonesia lolos dengan predikat peringkat ketiga terbaik, dengan mengumpulkan tiga poin dari tiga pertandingan. Skuad Garuda kini berada di posisi keempat klasemen peringkat tiga terbaik Piala Asia [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/26/timnas-indonesia-lolos-16-besar-jumpa-australia">Timnas Indonesia Lolos 16 Besar Jumpa Australia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Timnas Indonesia dipastikan lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023. Hal itu dipastikan, seusai pertandingan Grup F antara Kirgistan melawan Oman yang berakhir imbang 1-1.</p>
<p>Indonesia lolos dengan predikat peringkat ketiga terbaik, dengan mengumpulkan tiga poin dari tiga pertandingan. Skuad Garuda kini berada di posisi keempat klasemen peringkat tiga terbaik Piala Asia 2023.</p>
<p>&#8221;Saya sangat senang. Walaupun satu kali menang dan dua kali kalah, tapi di setiap pertandingan para pemain bekerja keras. Mungkin itu yang mendatangkan hasil saat ini. Tanpa bekerja keras pun, mungkin Tuhan tidak akan memberikan keberuntungan ini,&#8221; kata Shin Tae-yong, seperti dikutip dari lama resmi PSSI, Jumat (26/1/2024).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/01/26/kondisi-darurat-122-personel-polres-tegal-kota-siap-gerak-cepat">Kondisi Darurat 122 Personel Polres Tegal Kota Siap Gerak Cepat</a></strong></p>
<p>&#8221;Tetapi sepertinya para pemain sudah bekerja keras di setiap pertandingan, jadi Tuhan juga tahu setiap usaha kita. Hari ini sangat bahagia, terima kasih banyak,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Pada momen laga Oman dan Kirgistan, seluruh pemain, pelatih, dan ofisial memang menonton laga itu. Mereka menonton di hotel tempat menginap di Doha, Qatar. Begitu hasil imbang dipastikan, para pemain, pelatih, dan ofisial terlihat bersuka cita dan melakukan selebrasi di salah satu ruangan di hotel itu.</p>
<p>Sementara itu, kapten Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam, mengaku bersyukur atas capaian ini. &#8221;Alhamdulillah, kita berhasil lolos. Tuhan menjawab doa dan usaha kita,&#8221; ujar Asnawi.</p>
<p>Pada babak 16 besar, skuad Garuda sudah ditunggu Australia di babak 16 besar. Duel akan berlangsung pada Minggu (28/1/2024) lusa.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/26/timnas-indonesia-lolos-16-besar-jumpa-australia">Timnas Indonesia Lolos 16 Besar Jumpa Australia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Skandal Mi Instan&#8221; dan Transformasi Kultural Shin Tae-yong</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/12/30/skandal-mie-instan-dan-transformasi-kultural-shin-tae-yong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Dec 2023 10:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Asnawi Mangkualam]]></category>
		<category><![CDATA[Egy Maulana Vikri]]></category>
		<category><![CDATA[Elkan Baggot]]></category>
		<category><![CDATA[Ivar Jenner]]></category>
		<category><![CDATA[Jordi Amat]]></category>
		<category><![CDATA[Justin Hubner]]></category>
		<category><![CDATA[Marc Klok]]></category>
		<category><![CDATA[Marselino Ferdinand]]></category>
		<category><![CDATA[Pratama Arhan]]></category>
		<category><![CDATA[Rachmat Irianto]]></category>
		<category><![CDATA[Rafael Struick]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan Sananta]]></category>
		<category><![CDATA[Ricky Kambuaya]]></category>
		<category><![CDATA[Rizky Ridho]]></category>
		<category><![CDATA[Saddil Ramdani]]></category>
		<category><![CDATA[Sandy Walsh]]></category>
		<category><![CDATA[Shayne Pattinama]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[Witan Sulaeman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=390909</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // kita bukan siapa-siapa/ o, tak beranikah menegaskan/ : kita adalah sesiapa?/ yang bertarung atas nama keyakinan/ tentang kekuatan/ tentang modal/ tentang masa depan&#8230;// (Sajak &#8220;STY dan Garuda Kita&#8221;, 2023) SAUDARA-SAUDARA, apa hubungan unggahan soal mi instan di media sosial dengan ikhtiar transformasi mental dan kultural sepak bola Indonesia? Postingan Marselino [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/30/skandal-mie-instan-dan-transformasi-kultural-shin-tae-yong">&#8220;Skandal Mi Instan&#8221; dan Transformasi Kultural Shin Tae-yong</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-390918 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/12/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// kita bukan siapa-siapa/ o, tak beranikah menegaskan/ : kita adalah sesiapa?/ yang bertarung atas nama keyakinan/ tentang kekuatan/ tentang modal/ tentang masa depan&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;STY dan Garuda Kita&#8221;, 2023)</strong></p>
<p><strong>SAUDARA-SAUDARA</strong>, apa hubungan unggahan soal mi instan di media sosial dengan ikhtiar transformasi mental dan kultural sepak bola Indonesia?</p>
<p>Postingan Marselino Ferdinand tentang Witan Sulaeman yang sedang &#8220;mencuri-curi&#8221; memasak mi instan di tengah pemusatan latihan tim nasional Piala Asia 2024 di Turki, suka atau tidak suka adalah pukulan menyedihkan bagi proyek disiplin Shin Tae-yong.</p>
<p>Pelatih asal Korea Selatan itu, sejak menangani timnas pada 2020, ketat menerapkan disiplin pola makan. Gorengan dan mi instan &#8212; camilan kultural masyarakat kita &#8212; distop keras. Para pemain dibiasakan dengan standar menu gizi sehat atlet.</p>
<p>Maka ketika fokus mental sedang terarah ke Qatar, 12 Januari s.d 10 Februari 2024, rasanya sikap &#8220;curi-curi&#8221; itu merupakan bentuk pelanggaran serius.</p>
<p>Sesederhana itukah para pemain memaknai transformasi profesionalitas yang ditegakkan <em>coach</em> STY?</p>
<p><strong>&#8220;Grup Gila&#8221;</strong><br />
Padahal, bukankah timnas menghadapi tantangan yang tidak tanggung-tanggung: &#8220;grup gila&#8221; Piala Asia?</p>
<p>Bagaimana tidak &#8220;gila&#8221;? Dua tim kelas atas Asia: Jepang sebagai kekuatan utama Asia Timur, dan Irak salah satu ikon Asia Barat, tergabung di satu grup.</p>
<p>Dua lainnya di Grup D adalah raksasa Asia Tenggara, Vietnam, dan Indonesia yang sedang memperjuangkan eksistensi di kawasan regionalnya.</p>
<p>Logikanya, dua tiket ke 16 besar terpatok untuk Jepang dan Irak. Vietnam dan Indonesia menunggu keberuntungan: siapa tahu satu dari dua tim unggulan itu terpeleset? Pembuktian siapa lebih baik, Garuda dan Golden Stars juga bakal menjadi warna sengit grup ini.</p>
<p>Rivalitas khusus Indonesia vs Vietnam melanjutkan perseteruan yang dipersubur oleh aneka pemicu. Walaupun memberi perlawanan sengit, sejak 2020 tim racikan <em>coach</em> Shin Tae-yong masih sulit membangun keunggulan atas Vietnam, baik ketika masih diarsiteki Park Hang-seo, maupun setelah dipegang Philippe Troussier.</p>
<p><strong>Realitas Vs Pembuktian</strong><br />
Sejak menangani timnas Indonesia, catatan kualitatif Shin Tae-yong terutama untuk medali emas SEA Games dan trofi Piala AFF, belum terpenuhi.</p>
<p>Pelatih yang membawa sensasi Korea Selatan menggulingkan Jerman 2-0 di Piala Dunia 2018 itu, baru membenahi sisi kultural berupa karakter, kesiapan fisik, pola makan, dan konfidensi kenaikan peringkat dunia dari sejumlah FIFA <em>matchday</em>.</p>
<p>Dia mengukir catatan impresif: meloloskan tim U23 dan tim senior ke putaran final Piala Asia.</p>
<p>STY mentransformasikan karakter, namun belum medali dan gelar.</p>
<p>Sejumlah gelar formal malah dipersembahkan oleh pelatih lokal: Indra Syafri di SEA Games 2023, dan trofi Piala AFF U17 lewat Fakhri Husaini.</p>
<p>Di Piala Asia nanti, bicara trofi tentu bukan angan yang realistis, walaupun sepak bola bukan matematika. Yang paling patut adalah &#8220;berjuang lolos dari babak grup&#8221;, karena kenyataan lawan-lawan yang memang berada di level atas Asia.</p>
<p>Dari tiga calon lawan di Grup D, yang paling mungkin adalah memetik angka penuh dari Vietnam. Itu menjadi &#8220;target wajib&#8221;, meskipun STY punya rekor buruk melawan tim ini.</p>
<p>Menghadapi Irak dan Jepang,<em> coach</em> STY boleh saja berpikiran seperti ketika Korea mengalahkan Jerman di Rusia 2018, walaupun konstelasinya jelas berbeda. Bisa meraih poin, artinya mendapat satu angka adalah pilihan target paling wajar.</p>
<p><strong>Perbaikan-perbaikan</strong><br />
Perbaikan performa yang diharapkan bukannya tidak ada. Hanya, ketika produk perubahan itu dipertanyakan ketika kalah 1-5 dari Irak dan seri 1-1 melawan Filipina di ajang Pra-Piala Dunia, apa yang bisa diandalkan di Qatar nanti?</p>
<p>Dalam evaluasi sementara, &#8220;fasilitas mewah&#8221; STY dari program naturalisasi pemain baru dalam tahap membuncahkan gebyar, belum menghadirkan performa.</p>
<p>Pelatih Irak Jesus Casas yang mengalahkan Garuda 5-1 pun mengingatkan, keberlimpahan pemain naturalisasi itu seharusnya meningkatkan performa tim Indonesia sebagai kekuatan yang disegani.</p>
<p>Catatlah: Jordi Amat, Elkan Baggot, Marc Klok, Shayne Pattinama, Rafael Struick, Ivar Jenner, Justin Hubner, dan Sandy Walsh; mereka punya kapasitas untuk memperkuat pilar-pilar domestik seperti Rizky Ridho, Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Ricky Kambuaya, Rachmat Irianto, Marselino Ferdinand, Saddil Ramdani, Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri, dan Ramadan Sananta.</p>
<p>Jadi kurang apakah ketercukupan fasilitas materi pemain dari sisi ini?</p>
<p>Kalaupun akumulasi pemain cedera menjadi justifikasi celah tim ketika dikalahkan Irak 1-5, maka pasukan yang beraklimatisasi di Antalya, Turki sebelum menuju Qatar itu diharapkan menampilkan kekuatan yang berbeda.</p>
<p>Alur permainan pendek &#8211; cepat yang merupakan &#8220;core of power&#8221; sepak bola Indonesia, dalam racikan taktik <em>coach</em> STY, tentu kita harapkan bisa tuntas tertuang di Piala Asia nanti.</p>
<p>Janganlah sampai pada kesimpulan yang satiris, bahwa pelatih kelas dunia dari mana pun takkan ada yang mampu membawa timnas Indonesia keluar dari <em>barrier</em> klasik: masalah mental dan kulturalnya.</p>
<p>Tentu menyedihkan bukan, ketika ikhtiar profesional penegakan disiplin masih &#8220;disiasati&#8221; pemain dalam bentuk mendasar: mencuri-curi makan mi instan?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/30/skandal-mie-instan-dan-transformasi-kultural-shin-tae-yong">&#8220;Skandal Mi Instan&#8221; dan Transformasi Kultural Shin Tae-yong</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>65 Ribu Pendukung Timnas Irak Hadir di Stadion Saat Jumpa Indonesia</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/11/16/65-ribu-pendukung-timnas-irak-hadir-di-stadion-saat-jumpa-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Nov 2023 06:10:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Asnawi Mangkualam]]></category>
		<category><![CDATA[Irak]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Pratama Arhan]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion Internasional Basra]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=382594</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Anak-anak asuh pelatih Tim Nasional Indonesia, Shin Tae-yong, mendapatkan kesempatan untuk beradaptasi sekaligus mencoba rumput di Stadion Internasional Basra, Irak dalam latihan resmi yang berlangsung Rabu (15/11/2023). Di stadion itulah, Kamis (16/11/2023) malam, Timnas Indonesia akan berlaga melawan tim tuan rumah Irak, dalam putaran kedua babak kualifikasi Piala Dunia 2026. Menurut panitia lokal, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/16/65-ribu-pendukung-timnas-irak-hadir-di-stadion-saat-jumpa-indonesia">65 Ribu Pendukung Timnas Irak Hadir di Stadion Saat Jumpa Indonesia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Anak-anak asuh pelatih Tim Nasional Indonesia, Shin Tae-yong, mendapatkan kesempatan untuk beradaptasi sekaligus mencoba rumput di Stadion Internasional Basra, Irak dalam latihan resmi yang berlangsung Rabu (15/11/2023).</p>
<p>Di stadion itulah, Kamis (16/11/2023) malam, Timnas Indonesia akan berlaga melawan tim tuan rumah Irak, dalam putaran kedua babak kualifikasi Piala Dunia 2026. Menurut panitia lokal, tiket yang terjual sudah habis, dan stadion akan disesaki kurang lebih 65 ribu suporter Irak.</p>
<p>Seperti dilansir laman resmi PSSI, pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong mengatakan, pemainnya tak gentar menghadapi tekanan dari suporter tim lawan. Karena para pemainnya sudah siap mental.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/11/16/bersama-perangkat-desa-dan-warga-babinsa-bantu-pemugaran-rumah">Bersama Perangkat Desa dan Warga, Babinsa Bantu Pemugaran Rumah</a></strong></p>
<figure id="attachment_382602" aria-describedby="caption-attachment-382602" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-382602" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/FAI06592-edit.jpg" alt="" width="681" height="465" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/FAI06592-edit.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/FAI06592-edit-400x273.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/FAI06592-edit-150x102.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-382602" class="wp-caption-text">Tim pelatih Timnas Indonesia mengawasi para pemain yang sedang melakukan latihan ringan. Foto: pssi</figcaption></figure>
<p>Menurut dia, ini adalah laga tandang di kandang Irak. Hampir semua suporter sepak bola di Asia, memiliki antusiasme tinggi terhadap olahraga ini. Fans timnas Irak pun, dipastikan akan mendukung penuh tuan rumah.</p>
<p>&#8221;Namun saya juga telah meminta para pemain kami, untuk menikmati setiap momen pertandingan. Walau dukungan suporter tidak sebanyak yang diterima tuan rumah, tapi kami akan mengusahakan yang terbaik untuk menciptakan peluang. Selain itu, para pemain juga kami minta untuk lebih siap secara mental di laga ini,&#8221; kata dia.</p>
<p>Saat mencoba rumput dalam sesi latihan resmi, tim berlatih dalam suasana sejuk, namun cenderung dingin. Karena saat ini bumi Basra sedang diguyur rintik hujan. Para pemain pun terlihat tetap serius berlatih. Gerimis hujan tak menghalangi Asnawi Mangkualam dkk untuk berlatih.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/11/16/petugas-gabungan-gabungan-kota-semarang-tertibkan-aps-liar-langgar-aturan-kampanye-pemilu">Petugas Gabungan Kota Semarang Tertibkan APS Liar Langgar Aturan Kampanye Pemilu  </a></strong></p>
<p>&#8221;Kondisi rumput dan stadion cukup bagus. Kami berlatih fisik, taktikal. <em>Alhamdulillah</em>, latihan hari ini baik, lancar. Kami berharap bisa bermain dengan baik,&#8221; kata Pratama Arhan.</p>
<p>Dijadwalkan, laga Indonesia melawan Irak akan berlangsung Kamis (16/11/2023), pukul 17.45 waktu setempat, atau pukul 21.45 WIB, di Basra Internasional Stadium, Irak.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/16/65-ribu-pendukung-timnas-irak-hadir-di-stadion-saat-jumpa-indonesia">65 Ribu Pendukung Timnas Irak Hadir di Stadion Saat Jumpa Indonesia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>