blank
Tidak hanya SDN Tanggirejo saja yang akan direvitalisasi, Pemkab Grobogan mendata ada tiga sekolah yang akan segera dilakukan revitalisasi. Foto: Tya Widya/dok.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Pemerintah Kabupaten Grobogan memastikan revitalisasi sekolah yang mengalami kerusakan menjadi salah satu prioritas utama pembangunan daerah.

Komitmen tersebut ditegaskan setelah bangunan SDN Tanggirejo di Kecamatan Tegowanu roboh dan memicu percepatan langkah penanganan dari pemerintah daerah.

Pemerintah Kabupaten Grobogan langsung bergerak mengupayakan revitalisasi sekolah melalui koordinasi dengan pemerintah pusat.

BACA JUGA : Polusi Pabrik Gula Mojo, Warga Datangi DPRD Sragen Tuntut Kompensasi

Bupati Grobogan Setyo Hadi menegaskan bahwa kondisi sarana pendidikan yang memprihatinkan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan peserta didik.

Setyo Hadi memberikan perhatian khusus terhadap insiden robohnya bangunan SDN Tanggirejo. Ia mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Kementerian Pendidikan terkait kebutuhan penanganan sekolah tersebut.

“Saya turut prihatin atas kejadian tersebut sampai posisinya roboh. Kemarin sudah saya sampaikan langsung ke Kemendikbud, dan alhamdulillah ternyata sudah ada jawabannya,” ujar Setyo Hadi, Senin (27/7/2026).

Respons dari pemerintah pusat pun mulai memberikan kepastian. Usulan revitalisasi SDN Tanggirejo kini memasuki tahap yang lebih jelas setelah kementerian memberikan sinyal positif terhadap pengajuan tersebut.

BACA JUGA : Stok Pupuk Subsidi Terjamin, Pemilik Kios’: Tebusnya Sangat Mudah

Bupati Setyo Hadi juga meminta seluruh perangkat daerah mempercepat pendataan fasilitas pendidikan yang kondisinya sudah tidak layak agar segera memperoleh penanganan.

“Saya ingatkan kembali kepada Bappeda, fasilitas fisik yang kurang baik harus segera dirilis dan diutamakan pembangunannya,” tegas Bupati Grobogan saat menyoroti pentingnya perbaikan sarana pendidikan daerah.

Selain mengawal penanganan SDN Tanggirejo, pemerintah daerah juga mempercepat koordinasi lintas instansi agar proses administrasi tidak menghambat pelaksanaan pembangunan.

Sudah Masuk Daftar Prioritas

Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto, menjelaskan bahwa SDN Tanggirejo sebenarnya telah masuk dalam daftar prioritas usulan pembangunan sebelum bangunan sekolah itu roboh.

Menurut Anang, proses pengajuan bantuan terus berjalan melalui mekanisme yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Saat ini pihak sekolah tengah mengikuti tahapan desk serta penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai bagian dari proses pencairan bantuan.

Tidak hanya SDN Tanggirejo, beberapa sekolah lain juga diproyeksikan memperoleh bantuan revitalisasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada tahun anggaran berjalan.

Sekolah yang masuk dalam daftar tersebut di antaranya SMPN 1 Tawangharjo, SDN Mlilir, dan SDN Brabo.

Anang mengatakan pemerintah optimistis bantuan pusat segera direalisasikan karena sebagian sekolah sudah memasuki tahapan administrasi yang diperlukan.

“Saat ini ada yang sudah masuk tahap penandatanganan PKS dan ada yang asih berporses. Hari ini kepala sekolahnya dipanggil Kemdikdasmen untuk tahapan tersebut,” kata Anang.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Grobogan tidak hanya mengandalkan anggaran dari pemerintah pusat.

Pemkab juga menyiapkan skenario pendanaan melalui APBD apabila terjadi kendala dalam proses pencairan dana APBN.

Langkah tersebut disiapkan agar proses pembangunan fasilitas pendidikan tetap berjalan tanpa harus menunggu kepastian anggaran dari pemerintah pusat.

Menurut Anang, skema cadangan melalui APBD menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjamin pelayanan pendidikan tetap berlangsung dengan baik.

Ia menegaskan bahwa bangunan sekolah yang roboh tetap akan menjadi prioritas penanganan meskipun nantinya terjadi hambatan administrasi dalam penyaluran bantuan pusat.

BACA JUGA : Hari Jadi Kudus Berpotensi Berubah Jadi 23 Agustus Berdasarkan Prasasti Mihrab Masjid Menara Kudus

“Kalau seandainya APBN gagal, kami tetap mencadangkan melalui APBD. Yang roboh itu tetap kita tangani. Tapi Insyaallah dari pusat bisa segera terealisasi, kami yakin penangannya dapat dilakukan tahun ini,” kata Anang.

Dengan langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Grobogan berharap proses revitalisasi sekolah yang rusak dapat segera terealisasi sehingga kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih aman, nyaman, dan tidak terganggu.

Komitmen Pemerintah Kabupaten Grobogan dalam mempercepat revitalisasi sekolah melalui dukungan APBN maupun APBD menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas sarana pendidikan tetap menjadi agenda prioritas pembangunan daerah pada tahun 2026.

TYA WIDYA