blank
Wakil Bupati Wonogiri Imron Roizkyarno dan Bupati Setyo Sukarno (kesatu dan kedua dari kiri), menyalami para alumni lintas angkatan yang tergabung dalam Wontop Joglosemar yang mengadakan reuni di Pendapa Kabupaten Wonogiri.(Dok.Prokopim Pemkab Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Para alumni SMP Negeri 1 Wonogiri dan SMA Negeri 1 Wonogiri lintas angkatan, menggelar reuni di Pendapa Kabupaten Wonogiri. Mereka tergabung dalam paguyuban Wonogiren Top (Wontop) Jogja, Solo dan Semarang (Joglosemar).

Sementara itu, para alumni siswa SMP Wonogiri Angkatan Tahun 1969 yang tergabung dalam Paguyuban ASRI (Alumni Siswa Wonogiri) A-69, Sabtu (25/7/26) mendatang, merencanakan akan menggelar reuni. Acara ini, akan digelar di Rumah Pertemuan Golden Resto (GR) tepi barat perairan Waduk Gajahmungkur Wonogiri.

Bagian Prokopim Pemkab Wonogiri, mengabarkan, reuni lintas angkatan dari berbagai jurusan ini, digelar di Pendapa Kabupaten Wonogiri. Mereka datang dari wilayah Jogjakarta, Solo dan Semarang. Ini menjadi kegiatan reuni yang pertamakali digelar di Pendapa Kabupaten Wonogiri.

Ketua Panitia Reuni, Subiyono, mengatakan, Wontop Joglosemar merupakan wadah alumni lintas generasi dengan beragam latar belakang profesi. Mulai dari akademisi hingga praktisi, yang berdomisili di wilayah Solo, Yogyakarta dan Semarang. Meski berada di luar daerah, para alumni tetap memiliki kepedulian dan rasa memiliki terhadap Wonogiri.

“Melalui reuni ini, kami ingin mempererat silaturahmi sekaligus membuka ruang diskusi dan dialog dengan Pemkab Wonogiri. Tujuannya, agar alumni dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” kata Subiyono.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno memaparkan kondisi terkini Kabupaten Wonogiri, sekaligus menyampaikan arah pembangunan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Bupati menjelaskan, visi pembangunan Wonogiri adalah mewujudkan daerah yang Berdaya Saing, Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan. Visi tersebut akan diwujudkan melalui sejumlah program prioritas, di antaranya menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru, mengembangkan ekonomi kreatif, meningkatkan layanan pendidikan dan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, memperkuat birokrasi yang dinamis, membangun sumber daya manusia yang unggul, serta menjaga kelestarian sumber daya alam.

ASRI

Menanggapi paparan tersebut, Wontop Joglosemar, menyatakan siap mendukung pembangunan daerah dengan membentuk tim yang bertugas menyusun program dan rekomendasi. Yakni untuk memberikan bahan masukan bagi Pemerintah Kabupaten Wonogiri, dalam pelaksanaan pembangunan di lapangan.

Berkaitan itu, Bupati Setyo Sukarno, berharapan pada Wontop Joglosemar, semoga tetap memiliki rasa Rumangsa Melu Handarbeni (ikut memiliki) terhadap Kabupaten Wonogiri. Ikut terpanggil untuk bersinergi dan berkontribusi dengan program yang ada. Ini sinergi dengan tema pertemuan kali ini, yaitu Merajut Persaudaraan dan Mempererat Tali Silaturahmi.

Selain menjadi ajang temu kangen alumni, acara reuni Wontp Joglosemar tersebut dimeriahkan dengan demonstrasi senam sehat dan Parade Jalan Nordik yang dipandu Komunitas Jalan Nordik Indonesia (KJNI) Badan Pimpinan Cabang Kabupaten Wonogiri. Kegiatan ini, menjadi simbol semangat kebersamaan sekaligus ajakan menerapkan gaya hidup sehat di kalangan alumni.

Sementara itu, para alumni siswa Wonogiri yang tergabung dalam paguyuban ASRI (Alumni Siswa Wonogiri), yang merupakan lulusan SMP Wonogiri angkatan Tahun 1969 (A-69),  akan menggelar reuni di Golden Resto (GR) tepi barat perairan Waduk Gajahmungkur Wonogiri. Acara ini, akan dilaksanakan Sabtu (25/7/26) mendatang.

Dalam reuni ASRI A-69 ini, akan dihadiri oleh para lulusan SMP Wonogiri dari berbagai kota di seluruh Indonesia. Yakni dari wilayah Jabodetabek (Jakata, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Bandung, Semarang, Surabaya. Malang, Madiun, Yogyakarta. juga dari Kalimantan dan dari Wonogiri sebagai tuan rumah.

Para alumni Siswa Wonogiri yang tergabung dalam ASRI A-69, ada yang sukses di bidangnya masing-masing. Ada yang menjadi guru besar di perguruan tinggi dengan gelar Profesor, mencapai pangkat jenderal di level Perwira Tinggi (Pati), menjadi pengusaha sukses dan lain-lain.(Bambang Pur)