DEMAK (SUARABARU.ID)– Universitas Semarang (USM), belum lama ini kembali menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), yang didanai Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains dan Teknologi, tahun anggaran 2026.
Kegiatan yang diinisiasi sejumlah dosen Fakultas Ekonomi USM itu, masuk pada kelompok skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, yang berjudul ‘Penguatan Daya Saing Wirausaha Perempuan Nelayan Puspita Bahari di Pesisir Demak melalui Keberagaman Inovasi Produk Olahan Laut dan Optimalisasi Manajemen Usaha Berkelanjutandengan’.
Tim PKM USM ini diketuai Ika Fitriana STP MSc, Ratna Wijayanti SE MM, dan Anita Damajanti SE MSi Akt. Kegiatan ini dilaksanakan di rumah mitra dari Ketua Komunitas Perempuan Nelayan Puspita Bahari, Masnuah, di Desa Morodemak, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak.
BACA JUGA: USM Terima Penghargaan ‘Indonesian Best 50 School Excellence Award 2026’
Hadir dalam acara ini, 10 orang anggota Komunitas Perempuan Nelayan Puspita Bahari, tiga orang dosen, satu orang laboran, dan dua orang mahasiswi dari Fakultas Ekonomi USM. Dalam PKM bersama komunitas yang telah terbentuk selama kurang lebih 20 tahun itu, mereka baru aktif dalam enam tahun terakhir dalam pengolahan hasil laut.
”Produk utama mitra berupa kerupuk ikan dan abon, masih diolah secara tradisional dengan keterbatasan alat, mutu yang belum seragam, variasi produk yang minim, serta manajemen usaha yang belum tertata, khususnya pada aspek pemasaran dan keuangan,” kata Ika Fitriana.
Melalui program PKM ini, tim menawarkan solusi terpadu untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha mitra. Kegiatan difokuskan pada penyusunan SOP produksi, fasilitasi alat dan mesin produksi tepat guna, serta pelatihan diversifikasi produk olahan ikan berbasis frozen food, seperti fish cake, nugget, sosis, dan bakso ikan.
BACA JUGA: 42 Perusahaan Ikuti Job Fair USM

Produk fish cake merupakan hasil hilirisasi penelitian ketua tim, yang akan ditransfer langsung kepada mitra, sebagai inovasi produk bernilai tambah. Selain itu, dilakukan pelatihan pengembangan branding dan kemasan, pemasaran digital sederhana, pembukuan usaha, dan penentuan harga jual produk.
Program dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan berkelanjutan, melalui tahapan observasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan ini sejalan dengan SDGs, IKU perguruan tinggi, Asta Cita, serta fokus RIRN.
Sebagai bukti dukungan bagi keberlanjutan usaha dari mitra komunitas Perempuan nelayan Puspita Bahari, diserahkan juga alat-alat sebagai pendukung produksi, seperti Freezer, Meat Grinder, Vacuum Sealer, Spinner, Steamer dan Bowl Cutter. Semua alat itu dapat digunakan untuk memperlancar proses produksi.
BACA JUGA: Fakultas Teknik USM Tandatangani MoU dengan MAN 2 Kota Semarang
Di akhir kegiatan PKM, Masnuah selaku ketua komunitas menyampaikan apresiasinya, atas bantuan alat-alat produksi yang memang dibutuhkan di komunitas. Dia yakin dan pasti, akan berdampak positif bagi kegiatan produksi.
”Dengan adanya bantuan alat-alat produksi ini, nantinya pasti akan meningkatkan kualitas dan kuantitas produk, menambah variasi, meningkatnya omzet dan jangkauan pasar, serta terbentuknya sistem manajemen usaha yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Riyan













