blank
Peserta Lakmud PAC IPNU-IPPNU Nalumsari bersama salah satu narasumber, Dr. Muh Khamdan (4/7/26)

JEPARA (SUARABARU.ID) –Di tengah derasnya perubahan sosial dan derasnya arus informasi digital, kemampuan membangun jejaring menjadi bekal penting bagi generasi muda. Pesan itu mengemuka dalam sesi materi Latihan Kader Muda (Lakmud) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Nalumsari di SMAN 1 Nalumsari, Kabupaten Jepara, Sabtu (4/7/2026). Dr. Muh Khamdan mengajak para kader muda NU untuk menjadikan networking dan lobbying sebagai instrumen memperkuat organisasi sekaligus membangun kemanfaatan bagi masyarakat.

Sebanyak 40 peserta yang merupakan perwakilan pimpinan ranting dan komisariat sekolah dari berbagai desa di Kecamatan Nalumsari mengikuti kegiatan pengkaderan tersebut. Lakmud berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (3/7/2026) hingga Minggu  (5/7/2026), sebagai bagian dari proses mencetak kader pelajar Nahdlatul Ulama yang memiliki kapasitas kepemimpinan, integritas, dan wawasan organisasi.

Dalam paparannya, Muh Khamdan menegaskan bahwa organisasi tidak akan berkembang hanya dengan mengandalkan kemampuan individu. Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi justru ditentukan oleh kemampuannya membangun hubungan, kolaborasi, dan kepercayaan dengan berbagai pihak. Karena itu, kader IPNU-IPPNU harus mampu menjadi penghubung yang menghadirkan solusi di tengah masyarakat.

blank
Penyerahan piagam penghargaan dari panitia kepada salah satu narasumber, Dr. Muh Khamdan (4/7/26)

“Networking bukan sekadar memperbanyak relasi atau bertukar kartu nama. Networking adalah rangkaian upaya membangun, memelihara, dan mengembangkan hubungan kemitraan agar setiap pihak memperoleh manfaat bersama,” ujarnya di hadapan peserta yang memenuhi ruang pelatihan.

Ia menjelaskan, jejaring yang kuat lahir dari kepercayaan, komunikasi yang terbuka, serta komitmen untuk saling membantu. Organisasi yang mampu menjaga hubungan baik dengan sekolah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga dunia usaha akan memiliki peluang lebih besar dalam mengembangkan berbagai program yang berdampak nyata.

Selain networking, Muh Khamdan juga menekankan pentingnya kemampuan lobbying yang dilakukan secara etis. Menurut dia, lobbying bukan identik dengan kepentingan sempit ataupun praktik yang bertentangan dengan nilai-nilai organisasi. Sebaliknya, lobbying merupakan seni membangun komunikasi yang persuasif agar tercipta kesepahaman, dukungan, dan kerja sama dalam mencapai tujuan bersama.

Ia mendorong para peserta untuk mulai melatih kemampuan berkomunikasi sejak dini. Kemampuan menyampaikan gagasan secara santun, mendengarkan pendapat orang lain, serta menghargai perbedaan menjadi modal penting bagi seorang kader yang kelak dipercaya memimpin organisasi maupun terjun di tengah masyarakat.

Muh Khamdan juga mengingatkan bahwa tantangan organisasi pelajar saat ini semakin kompleks. Perubahan teknologi, pola komunikasi digital, hingga karakter generasi muda menuntut organisasi untuk lebih adaptif. Karena itu, kader IPNU-IPPNU tidak cukup hanya aktif dalam kegiatan internal, tetapi juga perlu membangun kolaborasi lintas komunitas agar organisasi tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Suasana pelatihan berlangsung dinamis. Para peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi, simulasi membangun jejaring, hingga berbagi pengalaman mengenai tantangan organisasi di tingkat ranting dan komisariat. Berbagai pertanyaan muncul mengenai strategi memperluas relasi, membangun kepercayaan, dan mempertahankan komunikasi yang produktif.

Menurut Muh Khamdan, keberhasilan organisasi sering kali diawali dari kemampuan anggotanya membangun hubungan yang tulus. Semakin luas jejaring yang dimiliki, semakin besar pula peluang menghadirkan inovasi, mempercepat penyelesaian persoalan, serta membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. Oleh sebab itu, kader muda perlu membiasakan diri menjadi pribadi yang terbuka, dapat dipercaya, dan konsisten menjaga komitmen.

Ketua panitia Lakmud, Lukman Hadi Cahyo, menyampaikan bahwa seluruh peserta merupakan kader pilihan dari masing-masing pimpinan ranting maupun komisariat sekolah. Sebelum dinyatakan lolos mengikuti Lakmud, mereka telah melewati tiga tahapan penyaringan yang menguji komitmen, kedisiplinan, dan kesiapan mengikuti proses kaderisasi. Tahapan tersebut diharapkan mampu melahirkan kader yang memiliki semangat belajar tinggi dan siap mengemban amanah organisasi.

Melalui Latihan Kader Muda ini, Ketua PAC IPNU Nalumsari, Shalahuddin Yusri berharap lahir generasi pemimpin muda yang tidak hanya memiliki pemahaman ideologis dan kemampuan manajerial, tetapi juga piawai membangun networking dan lobbying yang berlandaskan etika. Dengan jejaring yang kuat dan kolaborasi yang sehat, kader-kader pelajar Nahdlatul Ulama diharapkan mampu memperkuat organisasi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat, khususnya di Kecamatan Nalumsari dan Kabupaten Jepara.

Hadepe