WONOGIRI (SUARABARU.DI) – Pergaulan bebas, ponsel dan narkoba, menjadi godaan bagi para remaja. Demikian dikemukakan Sekretaris Umum (Sekum) Pengurus Besar (PB) Perguruan Pencak Silat Nasional Ampuh Sehat Aman Damai (Persinas Asad) yang juga Ketua Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kabupaten Wonogiri, Weda Hendragiri.
Weda, menyampaikan hal itu saat tampil menjadi pemateri dalam kegiatan Perkemahan Akhir Tahun (Permata) Cinta Alam Indonesia (CAI) Ke- 47 Tahun 2026. Kegiatan ini, berlangsung di kompleks Masjid Umar Hamdan di Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri.
Kepada para orang tua, Weda, berharap agar anak muda senantiasa dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan positif. Ini demi mencetak generasi penerus yang handal, berakhlak mulia, faqih dan mandiri. “Ajak anak-anak kita, sesekali di rumah itu ngobrol, diskusi sehingga muncul komunikasi yang positif,” tegasnya. Dia minta, anak-anak jangan hanya diperintah terus, tapi beri kesempatan mereka berpendapat atau menyampaikan usul, agar terbangun komunikasi dua arah.
Diingatkan, godaan terbesar yang mengancam remaja sekarang ini adalah pergaulan bebas, narkoba dan kecanggihan Iptek khususnya dari hand phone atau ponsel.
Tokoh senior yang menjabat Dewan Penasehat (Wanhat) Lembaga Dakwah Islam Indon esia (LDII) Kabupaten Wonogiri, H Joko Santosa HP, Minggu (5/7/26), menyatakan, untuk mengisi libur panjang skeolah, LDII Wonogiri menggelar kegiatan Permata CAI Ke 47 di enam titik.
Positif
Ini sebagai langkah mengisi libur panjang sekolah, dengan hal-hal yang positif. Kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan, yang salah satu lokasinya di kompleks Masjid Umar Hamdan di Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri. Permata CAI, digelar sejak Sabtu hingga Senin Tanggal 4 sampai dengan 6 Juni 2026.
Sementara itu, Wanhat LDII Wonogiri, KH Sunadi Ali Musthofa, menyebutkan, selain di Kecamatan Nguntoronadi, event serupa juga digelar di lima titik lainnya. Masing-masing satu lokasi di Kecamatan Eromoko, Jatisrono, Purwantoro dan dua lokasi di Kecamatan Jatipurno.
Kegiatan ini, bertujuan agar generasi penerus selama libur panjang sekolah, mendapat ilmu yang positif dan tidak mengisi waktu luang liburannya dengan hal-hal yang negatif. ”Apalagi sampai merugikan orang lain,” tandas Sunadi.
Selama tiga hari ini, puluhan peserta dari tingkat PAC (Pimpinan Anak Cabang), menerima pemateri berbasis agama (imtaq) dan ilmu pengetahuan teknologi (iptek) serta merngadakan Focus Discussion Group (FGD). Diharapkan, generasi muda yang mayoritas para mubaligh dan mubalighot, melalui event Permata CAI, menjadikan mereka makin cinta alam dan lingkungan Indonesia. Juga menjadi orang yang faqih (paham agama) dengan 29 karakternya.(Bambang Pur)













