SEMARANG (SUARABARU.ID) – Kebun Raya dan Kebun Binatang Gembira Loka Zoo Yogyakarta, membuat pameran satwa yang mendekatkan diri kepada masyarakat, di The Park Mall, Semarang mulai Jumat – Ahad 12 – 21 Juni 2026.
Bermacam satwa mulai dari reptil, burung, mamalia dihadirkan. Salah satu yang menarik, ada kambing ceko ras eropa dengan bentuk kerdilnya. Ada juga sepasang rubah merah.
Direktur Utama Kebun Raya dan Kebun Binatang Gembira Loka Zoo Yogyakarta, KMT A. Tirtodiprojo, mengatakan, sekira 350 ekor satwa dari 52 jenis dihadirkan langsung.
“Di antara ratusan satwa itu, terdapat lima jenis satwa dilindungi. Di antaranya Jalak Bali dan Bayan hasil penangkaran,” katanya saat hari pertama pameran satwa itu, Jumat, 12 Juni 2026.
Dikatakannya, kehadiran satwa-satwa tersebut menjadi pengingat. Konservasi bukan hanya tugas pengelola kebun binatang, melainkan tanggung jawab bersama.
Lebih lanjut Tirtodiprojo, mengatakan, pameran satwa di mal tersebut, memiliki beberapa tujuan. Pertama, ingin mengubah pandangan lama di manakebun binatang identik dengan tempat yang kumuh, bau, dan tidak terawat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa satwa bisa tetap dirawat dengan baik, sehat, dan nyaman. Kesejahteraan satwa menjadi prioritas utama kami,” ucapnya.
Tirtodiprojo mengatakan, satwa yang dihadirkan di area pameran telah melalui proses penyesuaian dengan lingkungan yang berbeda.

Edukasi
Selain menghadirkan berbagai satwa, Gembira Loka juga membawa misi edukasi yang lebih luas kepada khalayak.
Tirtoprojo bilang, anak-anak yang berkunjung diperkenalkan pada berbagai profesi yang berkaitan dengan konservasi satwa.
“Mulai dari dokter hewan hingga keeper atau perawat satwa,” katanya.
Melalui berbagai aktivitas interaktif, kata dia, anak-anak diajak memahami bagaimana satwa dirawat setiap hari dan mengapa keberadaan mereka perlu dilindungi.
Saat ini Gembira Loka memiliki sekitar 1.500 ekor satwa dari 150 jenis dengan jumlah kunjungan mencapai sekitar satu juta orang setiap tahun. Pada 2026, koleksi satwa mereka juga bertambah dengan hadirnya rubah merah dan African Painted Dog yang mulai beradaptasi di zona baru.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, mengatakan, konsep kebun binatang mini di dalam mal menjadi terobosan menarik. Di man memadukan edukasi, konservasi, dan rekreasi.
Menurutnya, kegiatan yang digelar dalam rangka HUT ke-73 Gembira Loka Zoo itu memberikan alternatif wisata yang bermanfaat selama masa liburan sekolah.
“Anak-anak tidak hanya melihat satwa, tetapi juga belajar mengenal nama, perilaku, dan kebiasaan mereka. Jadi ada unsur edukasi yang kuat di sini,” ucap Indriyasari.
Di tengah tren liburan yang identik dengan hiburan digital, dia bilang, kehadiran satwa secara langsung dinilai mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih berkesan.
Anak-anak diajak mengamati, bertanya, dan memahami pentingnya menjaga kelestarian satwa sejak usia dini.
Bagi Kota Semarang, kegiatan tersebut juga menjadi daya tarik tambahan untuk menyambut musim liburan sekolah. (*)
Diaz A Abidin













