SEMARANG (SUARABARU.ID) – Menyambut Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, BNNP Jawa Tengah bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja dan Jaminan Produktivitas (BLKJP) Jateng menyelenggarakan Layanan Vokasional Bina Lanjut bagi Klien Klinik Pratama Enggal Waras BNNP Jawa Tengah berupa Pelatihan Barista.
Kegiatan yang berlangsung di BLKJP Jawa Tengah tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan HANI 2026 yang mengedepankan semangat pemulihan, pemberdayaan, dan peningkatan kualitas hidup bagi klien rehabilitasi.
Pelatihan ini merupakan salah satu program bina lanjut yang dirancang untuk membekali para klien rehabilitasi dengan keterampilan vokasional sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri setelah menyelesaikan program rehabilitasi. Sebanyak 20 klien Klinik Pratama Enggal Waras BNNP Jawa Tengah mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias.
Kepala BNNP Jawa Tengah Toton Rasyid menegaskan, rehabilitasi tidak hanya berfokus pada pemulihan dari ketergantungan narkotika, tetapi juga harus mampu membentuk individu yang produktif, mandiri, dan siap kembali menjalankan fungsi sosialnya di tengah masyarakat.
“Keberhasilan rehabilitasi tidak hanya diukur dari berhentinya penyalahgunaan narkotika, tetapi juga dari kemampuan seseorang untuk bangkit, berkarya, dan hidup produktif. Oleh karena itu, kami terus berupaya menghadirkan program-program yang memberikan bekal keterampilan nyata agar para klien memiliki peluang yang lebih besar untuk mandiri secara ekonomi dan sosial setelah menyelesaikan rehabilitasi,” terang Toton, Senin (8/6/2026).
Toton Rasyid menjelaskan, pelatihan vokasional ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HANI 2026 yang tidak hanya berorientasi pada kampanye bahaya narkoba, tetapi juga menitikberatkan pada upaya rehabilitasi dan pemberdayaan sebagai bentuk nyata penyelamatan sumber daya manusia.
“Momentum HANI harus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa setiap individu yang sedang berjuang untuk pulih berhak mendapatkan kesempatan kedua. Melalui pelatihan seperti ini, kami ingin membangun optimisme, meningkatkan kepercayaan diri, dan membuka peluang agar mereka mampu kembali berkontribusi secara positif di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasubag Tata Usaha BLKJP Jawa Tengah Yurisa Fitri Pradiptha menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin antara BLKJP Jawa Tengah dan BNNP Jawa Tengah dalam mendukung program pemberdayaan klien rehabilitasi.
“Kolaborasi antara BLKJP Jawa Tengah dan BNNP Jawa Tengah merupakan bentuk sinergi yang sangat positif dalam mendukung proses pemulihan klien rehabilitasi. Kami percaya bahwa keterampilan kerja menjadi salah satu bekal penting untuk membangun kemandirian dan meningkatkan kualitas hidup peserta setelah menyelesaikan program rehabilitasi. Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta memperoleh kompetensi yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri,” ujar Yurisa.
Yurisa menekankan, pemilihan pelatihan barista cukup tepat sebagai tema kegiatan didasarkan pada perkembangan industri kopi yang terus menunjukkan pertumbuhan positif di Indonesia.
“Industri kopi saat ini menjadi salah satu sektor yang menawarkan peluang kerja dan usaha yang cukup besar, terutama bagi generasi muda yang memiliki minat dalam bidang pelayanan dan kewirausahaan,” jelasnya.
Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh materi mengenai pengenalan jenis dan karakteristik biji kopi, proses pengolahan kopi, teknik penyeduhan, penggunaan peralatan kopi modern, pembuatan minuman berbasis espresso, hingga pelayanan pelanggan sesuai standar industri perkopian.
Ning S













