blank
L'Pane Barbershop Lapas Semarang. Foto: Dok/Humas

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang, ada layanan barbershop yang ramai dikunjungi setiap hari.

L’Pane Barbershop, fasilitas ini menjadi salah satu program unggulan pembinaan kemandirian yang memberikan kesempatan bagi warga binaan (narapidana) untuk mengembangkan keterampilan di bidang jasa pangkas rambut.

L’Pane Barbershop didirikan pada tahun 2023 dan berada di bawah pengelolaan Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Semarang. Seluruh peralatan kerja disediakan oleh Lapas sebagai sarana pendukung pembinaan bagi warga binaan yang terlibat dalam program tersebut.

Saat ini, ada tiga narapidana yang bertugas sebagai barber setelah menjalani proses asesmen dan seleksi yang ketat. Mereka sebelumnya telah menjalani masa pidana minimal tiga hingga enam bulan, berkelakuan baik, serta dinilai tidak berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban selama mengikuti program pembinaan.

Menariknya, narapidana yang bertugas sebagai barber sudah memiliki pengalaman sebagai tukang cukur saat berada di luar Lapas. Kemampuan tersebut kemudian dikembangkan kembali melalui pembinaan yang difasilitasi oleh Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Semarang.

Selain memperoleh pengalaman kerja, para warga binaan juga mendapatkan premi sesuai tingkat produktivitas masing-masing sebagai bentuk penghargaan atas hasil kerja yang mereka lakukan selama mengikuti program pembinaan.

Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari menjelaskan, keberadaan L’Pane Barbershop merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.

“Program pembinaan kemandirian L’Pane Barbershop kami hadirkan untuk memberikan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah bebas nanti. Kami ingin mereka memiliki kompetensi kerja, mental kewirausahaan, dan kepercayaan diri untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat,” ujar Tohari, Senin (8/6/2026).

L’Pane Barbershop sendiri melayani potong rambut bagi warga binaan maupun petugas dengan tarif yang cukup terjangkau, yakni Rp20.000 per orang. Selain layanan potong rambut biasa, tersedia pula berbagai model rambut yang mengikuti tren terkini.

Barbershop sendiri setiap hari beroperasi mulai pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB. Ada fakta menarik di balik operasional L’Pane Barbershop.

Demi menjaga standar kebersihan dan kesehatan, setiap pelanggan selalu menggunakan pisau cukur baru yang langsung diganti setelah digunakan. Langkah ini diterapkan untuk meminimalkan risiko penularan penyakit dan menjaga kualitas pelayanan.

Salah satu warga binaan yang tergabung dalam program pembinaan kemandirian di L’Pane Barbershop, FA mengucap syukur sekaligus merasa bangga karena hasil pekerjaannya mendapat apresiasi dari warga binaan maupun petugas yang menggunakan jasa potong rambut di L’Pane Barbershop.

“Saya merasa lebih percaya diri karena masih bisa berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Semoga setelah bebas nanti saya bisa membuka usaha barbershop sendiri dan memulai kehidupan yang lebih baik,” ucapnya.

Ning S